cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Distribusi Aliran Berbagai Bentuk Drag Model dengan Variasi Kecepatan Fluida Menggunakan Software Fluent Flowizard 2.0.4 Gigih Dwi Nugroho; Fransiskus A. Widiharsa; Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4494

Abstract

Fenomena aliran fluida melalui suatu bentuk body hambatan/drag model merupakan fenomena yang sering kita temui dalam kehidupan. Bentuk drag model yang berbeda akan menghasilkan karakteristik aliran fluida yang berbeda dan sangat berpengaruh terhadap fungsi dari bentuk drag model tersebut. Fluent Flowizard adalah software dengan program Computational Fluid Dynamics (CFD) yang dapat mensimulasikan aliran fluida pada sekitar permukaan desain berbagai macam bentuk drag model. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi tekanan statis  dan tekanan total  serta distribusi  kecepatan berbagai bentuk drag model dengan  variasi kecepatan aliran fluida. Drag model yang disimulasikan adalah bentuk bola, setengah bola cekung, setengah bola cembung, piringan dan streamline. Kecepatan aliran fluida yang digunakan untuk simulasi adalah kecepatan 10 m/s, 15 m/s, 20 m/s dan 25 m/s. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa tekanan statis tertinggi terjadi pada bentuk setengah bola cekung saat kecepatan aliran 25 m/s dengan besar tekanan statisnya 451 pascal, tekanan total tertinggi terjadi pada bentuk piringan saat kecepatan aliran 25 m/s dengan besar tekanan totalnya 475 pascal, dan peningkatan kecepatan tertinggi terjadi pada bentuk setengah bola cekung dan cembung pada kecepatan 25 m/s dimana kecepatanya menjadi 28,8 m/s atau meningkat 3,8 m/s dari kecepatan awal.
Analisa Performa Hidrolik Meja Maintenance Laras Meriam 57mm S-60 Anti Aircraft Jeffri Ferdani; I Made Sunada; M. Ali
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4495

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa performa sistem hidrolik meja maintenance pelepas laras Meriam 57mm. Performa dari sistem hidrolik ditunjukan oleh nilai tekanan kerja dan daya baik, daya pompa hidrolik maupun daya motor listrik. Hasil pengujian menunjukan performa sistem hidrolik alat meja maintenance bekerja sangat baik dan aman hal ini ditunjukan oleh kemampuan pompa 205,95 bar, daya kerja motor listrik 0,56 kW dengan efisiensi 85%. Debit pompa hidrolik 11,524 l/menit, tekanan kerja pompa hidrolik 24,35 bar. Penggunaan alat hidrolik ini mampu menghemat waktu pelepasan laras meriam 57mm AA dengan berat 330 kg, dibanding pelepasan secara manual
Analisis Karakteristik Bahan Lengan RCWS (Remote Control Weapon System) pada Robot Tempur Kota Terhadap Sudut Penembakan Latif Nur Khasan; Mardjuki Mardjuki; Dedy Pradigdo
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4497

Abstract

Robot tempur kota merupakan alat yang digunakan untuk pertempuran kota, senjata utama yang digunakan ialah senapan SS2 V1, senapan itu sendiri ditopang dan digerakan oleh lengan yang terbagi 2 yaitu lengan 1 dan lengan 2 mampu bergerak secara elevasi.Bahan lengan yang digunakan ialah alumunium paduan, bahan tersebut diharapkan mampu menahan beban dari gaya yang terjadi terutama ketika terjadi penembakan, untuk itu diperlukan suatu pengujian agar mengetahui karakteristik dari bahan lengan Rcws. Setelah dilaksnakan pengambilan data gaya terberat yang terjadi pada lengan 1 ialah  66,725 N pada sudut 600 dan pada lengan 2 ialah 169,602 N pada sudut 200, bahan lengan yang digunakan ialah  alumunium alloy seri 5083 mempunyai kandungan alumunium(Al) 94,978% dan unsur utama paduan magnesium sebesar 4,297% mempunyai sifat keuletan yang baik serta nilai kekerasan sebesar 23 HRB, harga impak sebesar 1,396 joule/mm2, kemudian untuk tegangan maksimal dari alumunium 5083 ialah 13,815 kgf/mm2 dengan tegangan titik putus 11,41 kgf/mm2 dan tegangan luluh sebesar 11,712 kgf/mm2. Pada saat uji penembakan, lengan dapat menerima beban terberat dari sudut yang ditentukan yaitu sudut 60° dan sudut 20°, dan kekuatan baut dengan tegangan yang diijinkan 10 N/mm2 masih mampu menerimategangan yang terjadi yaitu 0,587 N/mm2, sehingga alumunium alloy seri 5083 cocok digunakan  untuk bahan pembuatan lengan RCWS robot tempur kota.
Perencanaan Sistem Azimuth Lengan RCWS (Remote Control Weapon System) pada Robot Tempur Kota Aris Munandar; Jumiadi Jumiadi; Gunarko Gunarko
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4498

Abstract

Robot tempur kotamerupakan salah satu alat yang akan dirancang oleh mahasiswa dari Poltekad Kodiklat TNI AD untuk membantu pertempuran di medan perkotaan dengan kontrol jarak jauh serta pergerakan khusus dari roda mecanum wheel. efektifitas waktu dan fleksibilitas gerakan dalam menentukan target atau musuh pada setiap sudut dengan cepat adalah salah satu syarat penting dalam pertempuran perkotaan untuk mengurangi kerugian personil maupun materil. Perencanaan system azimuth RCWS adalah satu cara untuk memenuhi aspek penting pada pertempuran perkotaan tersebut. Kelebihan dari sistem azimuth lengan RCWS ini adalah pada desain sistem azimuth, sistem azimuth ini menggunakan prinsip seperti motor stater pada mobil yaitu menggunakan slipring brush bertujuan agar pada saat lengan berputar kabel atau sistem kelistrikan pada robot tidak terlilit pada poros azimuth dan aliran listrik dari baterai akan mengalir melalui slipring brush. Kelebihan lain dari sistem azimuth ini adalah gerakan yang lebih smooth dan kecepatan berputar 3600 dengan waktu kurang dari 8 detik.Dalam perencanaan system Azimuth diperoleh hasil dengan beban maksimal 16,594 kg, dengan kecepatan putar azimuth 0,117 m/s, diameter roda gigi pinion 27mm, diameter roda gigi besar 303 mm dan gaya tangensial pada gigi pinion 61,35 kg sedangkan gigi besar 5,467 kg. Pada poros tegangan geser yang terjadi sebesar 0,379 kg tegangan geser ijin sebesar 4,33 kg. Pada pasak tegangan geser 0,478 kg tegangan geser ijin sebesar 4,3 kg. denganmenggunakan bantalan no 6006 dan pelumasan menggunakan pelumasan gemuk.
Analisa Variasi Waktu Penahanan Karburisasi dan Perlakuan Cryogenic Terhadap Sifat Mekanis Baja ST37 David Satya Hartanto; Agus Suprapto; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4499

Abstract

Baja ST37 adalah baja yang memiliki nilai kekerasan yang cukup rendah, dengan kadar karbon sekitar 0,06% sehingga memiliki mampu keras yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan mampu keras baja ST37 harus ada peningkatan kadar karbon dengan cara proses karburisasi. Proses karburisasi akan menghasilkan difusi karbon dimulai dari permukaan hingga ke dalam baja. Perlakuan cryogenic berguna untuk mengubah austenite sisa (retained austenite) menjadi martensit. Dalam penelitian ini dilakukan proses karburisasi pada suhu 900 °C dan cryogenic selama dua jam dengan sampel berupa plat baja ST37 berjumlah 12 buah dengan variasi waktu 15, 30, 45, 60, 75, 90 menit. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa semakin lama waktu penahanan karburisasi, semakin banyak karbon yang terdifusi pada spesimen, sehingga meningkatkan mampu keras spesimen, yang dapat dilihat dari hasil kekerasan spesimen. Kekerasan paling rendah adalah pada spesimen karburisasi penahanan 15 menit dengan harga kekerasan 72,05 HRA, sementara kekerasan tertinggi adalah pada spesimen karburisasi penahanan 90 menit + cryogenic 2 jam dengan harga kekerasan 80,45 HRA. Adapun spesimen non­-cryogenic terkeras adalah specimen penahanan karburisasi 75 menit dengan 80,2 HRA. Berdasarkan perhitungan garis regresi diperoleh fungsi kekerasan sebelum cryogenic adalah HRA = 0,091333t + 72.04667 dan pasca cryogenic 2 jam adalah HRA = 0,04419t + 75,29667 dengan t sebagai fungsi waktu penahanan karburisasi (menit). Adapun perbedaan kekerasan specimen karburisasi dibanding specimen karburisasi dengan perlakuan cryogenic, diketahui sebagai ΔHRA = 3,25 – 0,04714t. Hal ini menunjukan bahwa semakin lama waktu penahanan proses karburisasi, semakin keras specimen tetapi semakin tidak signifikan penambahan kekerasan saat diberikan perlakuan cryogenic.
ANALISIS KESALAHAN GERAK MEJA MESIN MILLING CNC TU-3A DENGAN METODE MATRIKS TRANSFORMASI HOMOGEN Beni K. Elyoza Rimporokok; I Made Sunada; Darto Darto
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4500

Abstract

Dengan semakin meluasnya penggunaan mesin perkakas CNC pada industri permesinan di Indonesia. Maka perlu diketahui faktor- faktor yang berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Faktor tersebut terutama menyangkut komponen mesin perkakas CNC. Dengan melakukan analisa kesalahan gerak mesin milling CNC TU-3A dengan metode tranparansi homogen yang dibandingkan dengan metode pengukuran. Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan informasi kualitas dari mesin perkakas CNC yang di analisa. Apakah mesin perkakas yang bersangkutan masih dapat memenuhi kualitas produknya sesusai dengan standart pabrik pembuatnya.
ANALISA PERPINDAHAN PANAS PEMBAKARAN BRIKET BATUBARA PADA TUNGKU DENGAN VARIASI BAHAN LAPISAN ISOLASI Mochamad Rifai
TRANSMISI Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i1.4503

Abstract

Perpindahan panas yang terjadi pada tungku pembakaran briket batubara, sangat tergantung pada dimensitungku, bahan tungku dan dimensi lapisan isolasi tungku. Penelitian ini menganalisa perpindahan panas yangterjadi pada tungku dengan variasi lapisan isolasi tungku. Bahan lapisan isolasi yang dipakai adalah keramik,batu tahan api dan semen. Setiap bahan isolasi diteliti laju perpindahan panas yang terjadi, energi yang hilangserta energi yang dapat dimanfaatkan. Prediksi awal bahwa laju perpindahan panas yang terjadi akanberbeda-beda untuk masing- masing bahan lapisan tungku karena masing-masing bahan mempunyai hargakonduktifitas panas yang berbeda pula. Dalam interval waktu tertentu dideteksi temperatur yang terjadi padatungku. Kesimpulan yang didapatkan bahwa laju perpindahan panas, kerugian energi serta energi yangbermanfaat untuk bahan lapisan isolasi keramik lebih baik dari bahan yang lain.
ESTIMASI COOLING LOAD PADA RANCANG BANGUN WATER DISPENSER Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i1.4504

Abstract

Penggunaan teknologi mesin pendingin tidak hanya dapat digunakan untuk mengkondisikan udara saja tetapidapat juga digunakan untuk mengkondisikan air minum. Sehingga, air minum yang dikeluarkan oleh mesinpendingin water dispenser, berada dalam kondisi dingin. Cara kerja dari water dispenser, yaitu air minumyang berada di dalam cold tank (tangki pendingin) diserap panasnya di bagian evaporator oleh refrigerantyang mengalir di dalam evaporator tersebut. Air minum yang mengandung energi panas diserap sedikit demisedikit hingga mencapai temperatur air minum yang sesuai untuk dikonsumsi. Untuk mengetahui seberapabesar unjuk kerja (COP) water dispenser hasil rancang bangun dengan kapasitas 1/8 PK dapat dicapai ketikamesin ini dioperasikan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwasemakin besar kapasitas air yang didinginkan akan besar pula nilai COP yang dihasilkan. Nilai COP terbesaradalah 2,95 pada kapasitas air minum di dalam cold tank sebesar 2,5 liter.
VARIASI KONSTANTA ELASTIS PIPA FLEKSIBEL PADA GETARAN YANG DIBANGKITKAN SENDIRI DALAM ALIRAN FLUIDA Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i1.4505

Abstract

Fenomena getaran yang dibangkitkan sendiri (self excited vibration) ditimbulkan oleh adanya perubahanluasan penampang aliran akibat adanya jepitan (pinch). Pada suatu nilai tertentu, akan timbul osilasi yangkemudian berkembang menjadi amplitudo yang lebih besar akibat kondisi yang tak stabil dalam aliran saatmelewati daerah jepitan. Metode yang digunakan untuk memunculkan getaran ini adalah metode fixed flowrate yaitu besarnya jepitan diatur sampai terjadi getaran dengan kecepatan aliran tetap. Tujuan penelitianuntuk mengetahui aspek-aspek dan karakteristik dalam aliran fluida yang dapat mengakibatkan terjadinyagetaran yang dibangkitkan sendiri oleh sistem (self-excited vibrations), dengan variasi konstanta elastis pegas(K) dari selang (tube) pada aliran fluida yang mengalami getaran yang dibangkitkan sendiri (self-excitedvibrations). Hasil penelitian menunjukkan bahwa getaran yang dibangkitkan sendiri muncul pada kondisialiran kritis yang ditentukan dengan pinch ratio antara 63% s/d 68% pada kapasitas aliran antara15 liter/menit s/d 20 liter/menit. Karakteristik getaran yang muncul menunjukkan peningkatan frekwensitetapi amplitudo getaran berkurang dengan bertambahnya pinch ratio. Rentang frekwensi getaran antaraantara 2 s/d 14 Hz dengan amplitudo ± 0.25 s/d 2.25 mm. Perubahan konstanta pegas dari selangmenunjukkan perubahan yang kurang signifikan terhadap frekwensi getaran yang dihasilkan, tetapimempersempit rentang pinch ratio dimana getaran tersebut muncul.
PENENTUAN PROFIL KECEPATAN PADA LAPISAN BATAS PLAT DATAR MODEL POLINOMIAL Nursubyakto Nursubyakto
TRANSMISI Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i1.4506

Abstract

Paper ini menyajikan perhitungan pendekatan distribusi (profil) kecepatan lapisan batas pada plat datardengan kondisi laminer di mana cara menentukan profil kecepatannya ditentukan kemudian penyelesaiannyadisamakan dengan hasil numerik dengan massa atur. Penyelesaian pendekatan profil kecepatan menggunakancara integrasi metode volume atur dengan model persamaan polinomial. Model persamaan polinomial adalahu = a + by + cy m di mana m adalah satu-satunya koefisien pangkat polinomial yang juga penentu koefisienkoefisiena, b, dan c. Profil kecepatan yang diperoleh adalah = 1,703h + 0,703h2,4223Uu . Profil ini adalah hasilpenyamaan cara integrasi yang diperoleh pada pendekatan secara numerik cara deferensisasi. Hasilpenentuan profil kecepatan yang didapatkan kemudian digunakan untuk menentukan nilai tegangan geserdan menyamakan dengan hasil pendekatan numerik diferensiasi.

Page 10 of 26 | Total Record : 254


Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue