cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
SIFAT KEKERASAN PADUAN Al-Cu DARI HASIL PROSES PERLAKUAN PANAS PENUAAN (AGING) Mardjuki Mardjuki
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4518

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat ditandai semakin banyaknya jenis bahan logam sebagai bahanindustri baik dalam lingkup kecil maupun dalam lingkup besar yang berfungsi untuk mempermudah segalakebutuhan hidup manusia, salah satu hasil penemuan manusia adalah alumunium. Penggunaan paduanalumunium sebagai bahan industri sangat banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan piston, peralatanrumah tangga, konstruksi rumah pompa (casing) dan tangki penyimpanan bahan kimia, hal ini didasarkanatas adanya pertimbangan sifat-sifat yang khas yang terdapat pada alumunium.Pada paduan Al-Cu dengan menggunakan proses penuaan (aging) dimana temperatur yang dipakai adalahsama, dengan waktu yang bervariasi dan media pendinginan yang berbeda. Masalah yang timbul pada prosesaging pada paduan Al-Cu adalah apakah dengan proses aging dan media pendingin yang bervariasi iniberpengaruh terhadap kekerasan.Untuk membatasi masalah tersebut penulis mengambil hal-hal sebagai berikut: bahan yang digunakan adalahpaduan Al-Cu, jenis proses yang digunakan adalah proses penuaan. Pengujian yang digunakan adalah ujikekerasan dengan menggunakan pengujian Rockwell. Pengujian kekerasan Rockwell merupakan pengujianstandar secara industri, karena pengujian kekerasan Rockwell cocok untuk semua material yang keras danlunak. Dari hasil pengujian maka proses penuaan (aging) dengan waktu 1 jam dengan temperatur 5000Cmedia pendingin air memiliki angka kekerasan 80,6 HRe. Pada pengujian selanjutnya dengan proses penuaan(aging) dengan waktu 2 jam dengan temperatur 5000C pendinginan dalam tungku memiliki angka kekerasan39,2 HRe. Dari proses ini kiranya dapat memberikan informasi tentang proses aging, sehingga dapat menjadiacuan untuk menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan bersaing dipasaran.
KARAKTERISTIK SELF EXCITED VIBRATION PADA ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA FLEKSIBEL Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4519

Abstract

Pertukaran antara energi tekanan dan kecepatan di dalam aliran fluida pada saat melewati daerah denganperubahan luasan penampang akan berpengaruh terhadap stabilitas aliran fluida didalam sebuah selang(tube). Kecepatan aliran yang besar akan mendorong semakin cepat terjadinya penurunan stabilitas akibatterjadinya fluktuasi aliran yang ditandai dengan osilasi dinding selang yang meningkat. Osilasi yang terjadiberkembang menjadi amplitudo yang besar kemudian dikenal dengan self excited vibration.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik getaran yang dihasilkan dan aspek-aspek yangmempengaruhi self excited vibration.Hasil yang diperoleh menunjukkan frekwensi getaran yang dihasilkan dengan pendekatan matematis antara11 sampai dengan 14 Hz. Rasio jepit (pinch ratio) selang yang menghasilkan kondisi aliran kritis 0.56 s/d0.59 pada kapasitas aliran antara 12 s/d 16 liter/menit. Semakin tinggi kapasitas aliran akan meningkatkanmomentum aliran fluida di dalam selang.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL TAS MELALUI RANCANG BANGUNMESIN LAMINATING UNTUK MEMBUAT KAIN PLASTIK Samsudin Hariyanto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4521

Abstract

CV. Jaya Indah perkasa adalah UKM yang memproduksi tas dengan menggunakan bahan baku kain terpal.Permintaan tas dari distributor sebesar ± 5000 tas per hari belum dapat dipenuhi oleh UKM karenakecepatan berproduksi tas di UKM masih sebesar 240 tas per hari. Terjadinya kenaikan harga terpal sebagaibahan baku tas yang siknifikan menyebabkan penurunan marjin keuntungan yang dapat mengancamkelangsungan usaha UKM. Untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan mesin laminating yang dapatmemproduksi kain terpal sebagai bahan baku tas dengan harga yang lebih murah.Pembuatan mesin laminating dilaksanakan berdasarkan desain yang telah ditetapkan meliputi dimensi mesin,lebar rol karet, daya motor listrik, dan spesifikasi-spesifikasi komponen lainnya sehingga mesin yangdihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Uji coba mesin laminating perlu dilakukan dengan trial-trial yangberbeda sampai dihasilkan kain terpal yang berkualitas. Evaluasi pengoperasian mesin laminating dalammenghasilkan kain terpal sebagai bahan baku tas dilakukan selama satu bulan menggunakan analisis titikimpas dan nilai rentabilitas usaha.Pengujian dan evaluasi pengopersaian mesin laminating telah menghasilkan mesin yang dapat dioperasikandi UKM dengan mudah dan menghasilkan kain terpal yang berkualitas. Mesin laminating dapatmemproduksi kain terpal dengan kecepatan 4 meter per menit. Kebutuhan bahan baku tas pada UKM sudahdapat dipenuhi hanya dengan mengoperasikan mesin laminating selama ± 2 jam per hari. Investasi yangdikeluarkan untuk membuat mesin laminating dapat balik modal setelah UKM berhasil memproduksi danmenjual 9000 tas atau dapat balik modal setelah 38 hari. Nilai rentabilitas usaha meningkat sebesar 52,11%dari 26,46% menjadi 78,57%.
PROSES ALIGNMENT POROS BERPUTAR DENGAN METODE REVERSE INDICATOR BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK Darto Darto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4522

Abstract

Umur pakai mesin sangat diharapkan agar handal dan dapat dioperasikan selama mungkin tanpa kerusakan.Bahkan sistem “Managemen Pemeliharaan” yang canggihpun menjadi tidak berarti jika mesin-mesin tidakdilakukan proses alignment dengan benar. Kira-kira 70% penyebab kerusakan mesin-mesin rotasi karenamisalignment. Berdasarkan dari kondisi di atas maka perlu adanya suatu metode yang cukup handal dan cepatuntuk melakukan proses alignment agar supaya proses produksi tidak mengalami proses delay ataupunshutdown. Guna melakukan hal tersebut maka salah satu jalan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukanpengukuran alignment dibantu dengan menggunakan perangkat lunak.Alignment Quest (AQ) merupakan perangkat mekanis yang digunakan untuk membantu meluruskansambungan antara mesin satu dengan yang lain. Misalignment sebenarnya tidak perlu terjadi, karenamisalignment merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan mesin. Kita dapat menghemat pengeluaranjika mesin-mesin tidak terjadi misalignment.Proses perhitungan alignment poros mesin rotasi dilakukan secara manual maka diperlukan tahapan-tahapanperhitungan matematik sederhana serta proses penggambaran grafik hasil dari proses pengukuran denganmenggunakan dial indicator. Hal tersebut mempunyai peluang kesalahan yang cukup besar. Sedangkandengan menggunakan perangkat lunak AQ ini maka hal tersebut bisa diminimalisasi dengan catatan bahwakondisi hasil pengamatan dengan alat ukur dial indicator diasumsikan benar secara keseluruhan.
ANALISA EFISIENSI TERMAL TUNGKU BIOMASSA MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR KAYU BAKAR Atim Abdul Ajis; Fransiskus A. Widiharsa; Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4535

Abstract

Penggunaan energi terbarukan sebagai energi alternatif merupakan keharusan karena cadangan minyak bumi di Indonesia semakin menipis. Terutama penggunaan energi dari biomassa bisa menjadi energi alternatif dalam kebutuhan masak sehari-hari terutama di wilayah pedesaan. Akan tetapi penggunaan tungku biomassa konvensional pada masyarakat umumnya masih memiliki permasalahan dengan emisi gas buang hasil pembakaran dan efisiensi. Pada penelitian ini dirancang tungku biomassa yang bisa mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan efisiensi dari tungku tersebut.Metode penelitian yang digunakan berupa pengujian pengaruh kecepatan udara yang dialirkan ke dalam ruang pembakaran tungku dengan variasi kecepatan udara 0,5 m/s, 1,0 m/s dan 1,5 m/s. Dengan ketiga variasi pengujian di atas dapat kita ketahui seberapa besar pengaruh variasi kecepatan udara terhadap proses pembakaran di dalam tungku serta lama waktu pengujian berlangsung.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan udara yang dialirkan sangat berpengaruh pada energi yang dihasilkan oleh bahan bakar kayu, lama waktu pendidihan air dan efisiensi tungku. Dimana energi yang dihasilkan bahan bakar kayu terbesar didapat pada kecepatan udara 1,0 m/s sebesar 612 kJ, waktu pendidihan air tercepat pada kecepatan udara 1,5 m/s dengan waktu 300 detik dan nilai efisiensi termal tungku terbaik adalah 58% pada pengujian tungku dengan penambahan aliran udara dengan kecepatan 1,5 m/s.
ANALISA PENGARUH DEFORMASI PLASTIS TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA BAJA ST 42 Eko Didik; Mardjuki Mardjuki; Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4536

Abstract

Proses deformasi adalah proses terjadinya perubahan bentuk pada bahan, sedangkan yang dimaksud dengan deformasi plastis adalah terjadinya perubahan bentuk bahan secara peranen. Dalam penelitian ini dilakukan deformasi dengan cara penempaan secara manual yaitu dengan cara meberikan beban secara bertahap terhadap baja ST 42 sehingga terjadi perubahan baik diameter maupun ketebalan benda.Deformasi yang diterapkan pada baja ST 42 pada penelitian ini adalah sebesar 20 %, 40% dan 60% dan dilakukan pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar deformasi yang diberikan menunjukkan semakin besar pula kekerasannya yaitu untuk deformasi 20% sebesar 18 HRC, untuk deformasi 40% sebesar 21 HRC dan untuk deformasi 60% sebesar 23 HRC. Demikian juga terjadi perubahan besar butir yaitu 0,0294 mm, 0,0292 mm dan 0,0244 mm.
FASA MARTENSIT, FERIT PROEUTEKTOID, PERLIT HALUS PADA MEDIUM CARBON STEEL 0,45%C HASIL PROSES HARDENING DAN NORMALIZING Djoko Andrijono; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4537

Abstract

Baja karbon menengah 0,4% C untuk pembuatan komponen otomotif dengan proses pemesinan diperlukan sifat keuletan dan kekerasan. Salah satu cara untuk memperbaiki kedua sifat tersebut, dapat dilakukan dengan proses perlakuan panas jenis proses hardening dan normalizing. Tujuan penelitian untuk mengetahui, membandingkan, menganalisa baja karbon menengah 0,45% C setelah proses hardening 8300C pendinginan air, oli SAE 90 dan normalizing 7800C pendinginan udara dengan waktu tahan 15 menit, 30 menit, 45 menit yang sama serta untuk mengetahui, menganalisa komposisi kimia baja karbon menengah 0,45% C. Manfaat penelitian untuk mengetahui, menganalisa peningkatan sifat keuletan, kekerasan baja karbon menengah 0,45% C setelah proses hardening 8300C dan normalizing 7800C serta memberikan kontribusi bagi usaha kecil menengah, khususnya di bidang pemesinan pembuatan komponen otomotif. Kesimpulan proses hardening 8300C terbentuk fasa martensit, angka kekerasan lebih tinggi dibanding proses normalizing 7800C terbentuk fasa ferit proeutektoid dan perlit halus angka kekerasan semakin menurun, sehingga sifat keuletannya semakin meningkat.
ANALISA PENGARUH KOMPOSISI PROPERTIES NATURAL GAS TERHADAP ENGINE PERFORMANCE GAS TURBINE Muhammad Agus Sahbana; Akhmad Farid; Eko Sukti Wibowo
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4538

Abstract

Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya performa turbin gas adalah terjadi perubahan properties bahan bakar yang digunakan, seperti yang terjadi di Gas Turbine Rolls Royce RB211-24G di offshore Platform Belanak-FPSO ConocoPhillips Indonesia. Hal ini mengakibatkan unit mengalami beberapa kali shotdown dan membutuhkan troubleshooting yang cukup lama. Sehingga berdampak pada tingkat produktivitas ekspor gas alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti properties bahan bakar yang digunakan untuk dibandingkan terhadap effisiensi turbin pada saaat dioperasikan. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan monitoring dan trending selama periode bulan Mei 2013 terhadap properties bahan bakar (variable terikat), yang meliputi nilai Heating Value, CO2 content dan C1 content. Kemudian dibandingkan dengan parameter operasional gas turbin (variabel bebas), yang terdiri dari nilai: tekanan, temperatur, putaran pada bagian kompresor dan power turbine (P1, P2, T1, T2, P4, P5, T4, T5, N1, N2). Setiap properties dalam suplai bahan bakar memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap performa gas turbin. Semakin tinggi heating value (maksikum 1.044,6 BTU), akan menghasilkan efisiensi turbin yang optimum (maksimum 73,29%). Kadar gas CO2 terendah sebesar 3,19%, mampu menghasilkan effisiensi turbin paling besar dengan nilai 77,90%. Sedangkan nilai kadar gas C1 dengan nilai tertinggi sebesar 88,72%, dapat menhasilkan nilai effisiensi turbine paling optimum sebesar 73,90%.
KARAKTERISTIK SUPERHEATER DENGAN METODE EFEKTIFITAS PADA GRAFIS REGRESI Hardian Subhi; Budi Utomo
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4539

Abstract

Analisis yang digunakan akan lebih mudah dilaksanakan jika pengunaan metode berdasarkan atas efektifitas penukar kalor dimana sejumlah fluida panas yang akan diberikan pada fluida dingin dalam rangka mendapatkan sejumlah kalor tertentu kepada fluida yang dimaksud diatas. Energi yang dilepaskan oleh fluida panas dan energi yang diterima oleh fluida dingin merupakan perpindahan kalor yang sebenarnya sehingga peneliti mencoba untuk aliran lawan arah (Counter Flow). Dalam hal ini perlu ada batasan pada perpindahan kalor maksimum dimana nilai maksimum akan dicapai jika salah satu fluida mengalami perubahan suhu yaitu beda suhu maksimum yang terdapat dalam superheater selisih antara suhu masuk fluida panas dan fluida dingin, dengan demikian kapasitas panas menghasilkan harga minimum sehingga neraca energi sebagai bentuk kekekalan hukum energi. Energi yang diterima sama dengan energi yang dilepas. Efektifitas sangat bermanfaat dalam persoalan rancang bangun dapat membedakan dengan rancang bangun yang lain. Pada alat penukar kalor, bagian yang sangat penting dalam analisis koefisien perpindahan kalor menyeluruh merupakan hambatan termal total terhadap perpindahan kalor antar kedua fluida tersebut diatas sehingga efektifitas didefinisikan perbandingan antara perpindahan kalor nyata dengan perpindahan kalor yang mungkin.
ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN RODA GIGI TRANSMISI DENGAN PEMODELAN GRAFIS COSMOSXpress Rachmanto Hadiputranto
TRANSMISI Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i2.4540

Abstract

Tegangan yang terjadi pada batang gigi roda gigi transmisi menjadi hal yang penting untuk dikaji. Teganganmenjadi hal yang dominan karena dapat mempengaruhi keadaan struktur. Analisis tegangan pada sebuah rodagigi dapat dilakukan secara perhitungan manual. Namun perhitungan secara mekanika manual mempunyaiketerbatasan yaitu ketidakmampuan menggambarkan distribusi tegangannya. Dengan bantuan piranti lunakterintegrasi Solid Works 2005 untuk penggambaran dan COSMOSXpress untuk analisis distribusi tegangan,maka dapat diperoleh pemodelan grafis yang menghasilkan informasi penting seperti tegangan ekivalendalam skala Von Mises dan faktor keamanan. Sementara terdapat perbedaan 23,09% dari hasil perhitungantegangan lentur secara manual bila dibandingkan dengan COSMOSXpress. Hasil akhir analisis teganganlentur aktual pada batang gigi roda gigi transmisi ini masih cukup aman dimana σl aktual lebih kecil darikekuatan luluhnya yaitu 620,4 N/mm2. Distribusi tegangan ekivalen dapat terlihat dari gradasi warna padamodel grafis.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue