Articles
254 Documents
VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN AWAL CETAKAN PADA PENGECORAN Al-Si BEKAS
Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4483
Teknologi pengecoran logam di lapangan yang banyak digunakan dalam pembuatan komponenmemiliki kekurangan banyak cacat terutama terjadinya porositas sehingga menghasilkan banyak hasilreject yang akhirnya mempengaruhi biaya proses produksi. Pada penelitian ini dilakukan pengecoranAl-Si bekas menggunakan dapur krusibel yang dirancang menggunakan bahan bakar gas LPG sebagaialternatif lain pada proses pengecoran. Adapun pengujian dilakukan untuk melihat kualitas hasil coranterutama pada harga kekerasan dan cacat coran secara makro.Proses pengecoran dilakukan menggunakan temperatur pemanasan awal cetakan yang bervariasi yaitu280C, 3000C dan 6000C. Cetakan yang digunakan adalah jenis cetakan logam. Pemanasan awalcetakan logam ini bertujuan untuk dapat meminimalisir cacat coran secara makro dengan mengurangiterjadinya shock temperature pada saat proses pendinginan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal pemanasan cetakan logam makanilai kekerasan dan cacat coran semakin rendah sehingga hasil pengecoran ini dapat digunakan untukproses lanjut yaitu pembentukan logam karena sifatnya yang lunak dan minim cacat. Hasil kekerasanterendah diperoleh 36,57 HRB dan cacat coran terendah mencapai 1,53%, yang diperoleh dengantemperatur pemanasan awal cewtakan 6000C.
IMPLEMENTASI MESIN PENGADUK ADONAN BAHAN BAKU SAMBAL KACANG DENGAN SISTEM MEKANIS MENGGUNAKAN TEKNIK PENGATURAN OTOMATIS
Sudjatmiko Sudjatmiko
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4484
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memperkenalkan , sekaligusmengintroduksikan alat pengaduk adonan bahan baku sambal kacang dengan sistem mekanismenggunakan teknik pengaturan otomatis.Dengan teknologi lama mitra menghasilkan produk dalam 1 hari sekitar 150 kg sambal kacang,tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil adonan sambalkacangMetode penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menggunakan kaji tindak yang dibuatbersama dengan mitra yang melalui beberapa tahapan, mulai dari rancangan sekaligus pembuatanalat, evaluasi hasil dan kualitas produk .Hasil kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa terdapat kenaikanproduksi 26,7 % dan waktu proses adonan 25 % untuk setiap kali proses kapasitas maksimum 45kg/4 menit, keuntungan bersih dalam 1 bulan produksi Rp. 633.467,- dengan hasil yang dicapai1.560 kg/bulan,sedangkan rentabilitas [R] yang dapat dicapai 2,56%
PENGARUH PERBEDAAN TINGGI PIPA ISAP DAN TINGGI PIPA PENGELUARAN TERHADAP KONTINUTAS ALIRAN PADA POMPA VAKUM TANPA ENERGI
Herry Suprianto
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4485
Dari hasil analisa data diperoleh bahwa tinggi pipa isap tidak berpengaruh terhadap kontinuitas aliran.Hal ini disebabkan karena energi pengisapan pada pompa vakum tidak tergantung pada tinggi isap.Tinggi atau panjang pipa pengeluaran sangat berpengaruh terhadap kontinuitas aliran. Semakinpanjang pipa pengeluaran maka akan diperoleh kontinuitas aliran, hal ini dapat dilihat pada tinggisaluran pengeluaran 1,00 m dengan tinggi pipa isap 7,5 m diperoleh beda aliran sebesar 0,088 . 10-4m3/s atau 0,0088 liter/s.Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara tinggi pipa isap dan tinggi pipa pengeluaransangat berpengaruh terhadap kontinuitas aliran.
GEOMETRI RADIASI MATAHARI DI KOTA MALANG
Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4486
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter-parameter arah dan posisi yang berpengaruh padaradiasi matahari yang diterima di Malang (8o Lintang Selatan dan 112o Bujur Timur) dalam setahun.Parameterāparameter itu meliputi selisih waktu antara waktu sesungguhnya (solar time) dengan WIB,panjang hari, lintasan matahari , altitude, azimuth, kemiringan (slope) dan insiden. Dari hasilmenunjukkan bahwa sebagian besar matahari berada di utara kota Malang yaitu selama 223 hari daritanggal 2 Maret sampai dengan 10 Oktober atau sebesar 61% dalam setahun dan sisanya 39% berada diselatan. Posisi matahari tegak lurus permukaan horisontal terjadi pada tanggal 2 Maret dan 11 Oktober.
ANALISA PEMBUATAN PORTABLE SOLAR CHARGER YANG DIAPLIKASIKAN PADA JAKET
Muhammad Agus Sahbana;
Suriansyah Sabarudin;
Suryo Saputro
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4487
Masyarakat pengguna gadget sangat membutuhkan listrik untuk men-charge atau mengisi ulang daya baterai agar gadget tetap menyala. Hal ini yang membuat para produsen teknologi membuat alat berupa power bank. Power bank adalah alat penyimpan suatu energi. namun, pada kenyataannya masyarakat tetap kesulitan mencharge gadget karena penggunaan power bank tetap membutuhkan listrik sebagai daya utama pada power bank. Selain itu, penggunaan power bank dinilai tidak praktis karena harus membawa dua alat (gadget dan powerbank) secara bersama-sama. Oleh sebab itu perlu adanya alternatif pengganti listrik yang praktis untuk men-charger gadget dengan pembuatan portable solar charger yang di aplikasikan ke jaket. Dalam pembuatan alat ini ada beberapa langkah yang dilakukan seperti : pemilihan jaket yang akan dijadikan media penempatan solar cell yang akan dijadikan alternatif untuk men-charger handhone dalam melakukan perjalanan berkendara sepeda motor, kemudian pemilihan bahan untuk pembuatan solar cell yang akan ditempatkan dijaket kulit, langka selanjutnya adalah perakitan solar cell dan melakukan proses penjahitan dijaket. Dalam penelitian ini hasil di peroleh dari mengukur tegangan, arus yang masuk dan juga menghitung daya yang di hasilkan panel surya. Dari hasil penelitian menemukan Rata-rata keluaran daya dengan menggunakan 9 panel surya pada saat berkendara adalah 46,46 watt. Rata-rata keluaran daya dengan menggunakan 9 panel surya pada saat berjalan adalah 30,09 watt, Rata-rata keluaran daya pada saat berkendara lebih besar daripada saat berjalan. Faktor eksternal seperti cuaca mempengaruhi daya yang dihasilkan keluaran daya terbesar ada pada jam 12.00.
ANALISIS UJI EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN DI KOTA BALIKPAPAN (KAL-TIM)
Marsius Ferdinand
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4488
Pembangunan di sektor ekonomi yang mengalami perkembangan akhir-akhir ini menyebabkan terjadinya peningkatan kemampuan penduduk untuk membeli kendaraan bermotor. Hal ini terlihat dari jumlah kendaraan bermotor yang selalu meningkat setiap tahunnya. Akibatnya jumlah energi yang dikonsumsi kendaraan juga meningkat, sehingga volume emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bertambah besar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa baik kendaraan yang berbahan bakar bensin maupun solar sama-sama mengeluarkan gas CO2 yang hampir sama banyak, sehingga diharapkan pengguna kendaraan bermotor sebisa mungkin menghemat penggunaan kendaraan bermotor agar dapat mengurangi kadar CO2 di Kota Balikpapan. Selain itu, pemerintah Kota Balikpapan diharapkan dapat memperbanyak penanaman pohon sebagai salah satu cara untuk mengurangi polusi udara.v
PENGARUH PUTARAN FAN KONDENSOR TERHADAP PERFORMANSI SISTEM REFRIGERASI DENGAN MENGGUNAKAN REFRIGERAN HIDROKARBON
Hadi Riyanto;
Budha Maryanti
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4489
Penggunaan sistem refrigerasi selama ini masih menggunakan refrigeran sintetis seperti R-134a (HFC) dan sekarang sudah banyak beralih menggunakan refrigeran hidrokarbon (HC). Berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa pemakaian refrigeran hidrokarbon juga akan meningkatkan nilai performansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh putaran fan kondensor terhadap performansi sistem refrigerasi dengan menggunakan kedua jenis refrigerant tersebut. Penelitian dilakukan di laboratorium mesin pendingin Program Studi Teknik Mesin Universitas Balikpapan dengan menggunakan satu unit alat uji sistem refrigerasi yang telah dimodifikasi dengan menambahkan fan/ kipas pada kondensor dan pressure gauge. Pengujian dengani variasi kecepatan putaran fan kondensor akan terlihat perbedaan nilai Coefficient of performance (COP). Penggunaan R-134a pada kecepatan putaran fan kondensor 300 rpm sebesar 2,84; pada 700 rpm sebesar 2,91 dan pada 1100 rpm sebesar 2,97 dimana terjadi peningkatan pada setiap variasinya sebesar 2,06% sampai 2,46%. Kemudian untuk hidrokarbon MC-134 pada kecepatan putaran fan kondensor 300 rpm sebesar 2,87; pada 700 rpm sebesar 3,01dan pada 1100 rpm sebesar 3,07 dimana tiap-tiap variasinya terjadi peningkatan nilai COP sebesar 2% sampai 4,87%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa putaran fan kondensor sangat berpengaruh terhadap performansi sistem refrigerasi
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN MAHASISWA DENGAN PENDEKATAN SERVQUAL DAN LEAN SIX SIGMA (STUDY KASUS PADA PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BALIKPAPAN)
Sadat NS Sidabutar
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4490
Universitas Balikpapan (Uniba) Balikpapan merupakan salah satu organisasi atau intansi yang menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian, sebagai suatu masyarakat ilmiah yang penuh citra luhur dan mencerdaskan kehidupan bangsa.Program Studi Teknik Mesin merupakan salah satu jurusan di Fakultas Teknologi Industri Uniba. Kondisi nyata yang dihadapi oleh Program Studi Teknik Mesin Uniba saat ini di dalam memberikan layanan kepada mahasiswa terutama pada staff pengajar maupun staff akademis belum optimal. Sejumlah atribut layanan yang di harapkan dapat mengupayakan dalam peningkatan kualitas layanan mahasiswa. Dalam hal ini sebaiknya pihak Program Studi Teknik Mesin meningkatkan kualitas layanan, baik dari segi status akreditas, sarana prasarana dan kinerja staff pengajar, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan materi dapat diserap/dipahami mahasiswa, demikian juga hubungan staff administrasi lainnya ditingkatkan.
FUEL CELL SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PENGISI BATERAI DENGAN PENGENDALI PANAS
Mohammad Ma'ruf;
Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4491
Fuel cell merupakan alat konversi energi yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Fuel cell dapat menguraikan gas hidrogen menjadi energi listrik. Dengan memanfaatkan gas hidrogen sebagai bahan bakar, fuel cell dapat melakukan reaksi bahwa kandungan electron dan proton dari gas hydrogen bisa dipisahkan sehingga bisa menghasilkan energi listrik. Beberapa komponen yang digunakan untuk memisahkannya yaitu anoda (sebagai kutub negatif), katoda (sebagai kutub positif), serta katalis (untuk membantu proses pemisahan atom electron dan proton dari hidrogen), membrane (sebagai konduktor yang mengakibatkan proton mengalir ke katoda). Dikarenakan hasil dari fuel cell adalah energi listrik, maka aplikasinya dapat diterapkan pada mobil listrik sebagai sumber pengisian baterai atau sebagai alat penerangan lainnya. Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efisiensi fuel cell yang digunakan dan reaksi antara hidrogen dan oksigen pada suhu stack 700 C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen nyata di lapangan dan metode analisa hasil yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan fuelcell dan reaksi kimianya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil daya maksimal 9,17865 (watt), tekanan hidrogen 1,5 bar dengan efisiensi fuel cell 30% dan waktu 30 (dt).
Modifikasi Sepatu Kuda dengan Menambah Pengait dan Merubah Bentuk Lubang Paku pada Karet Sepatu Kuda Denkavkud
Januar Regolan Ginting;
Sufiyanto Sufiyanto;
Ardyanto Ardyanto
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4493
Denkavkud merupakan satuan tempur berkuda yang ada dalam jajaran TNI AD yang menggunakan kuda sebagai alat transportasi. Prajurit sering mengalami kendala dalam mengendarai kuda pada jalan beraspal atau diperkeras. Kuda tidak bisa berjalan dan berlari secara maksimal pada medan diperkeras karena licin. Penelitianini bertujuan untuk memodifikasi sepatu kuda dengan penambahan pengait pada sepatu kuda Denkavkud. Modifikasi ini diharapkan dapat membuat sepatu kuda tidak mudah lepas dalam keadaan medan diperkeras atau diaspal.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (uji dinamis) pada modifikasi desain sepatu kuda yang bertujuan untuk mendapat data karakteristik desain tersebut.Analisa kekuatan pada plat sepatu kuda dan pengujian keausan lapisan karet digunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses modifikasi sepatu kuda. Pada uji dinamik, prediksi umur dari tapal kuda yang telah dimodifikasiĀ adalah selama 36 hari. Tingkat keausan pada uji dinamik diperoleh rata-rata 0.125 mm / 15 km. Pada pengujian keausan, prediksi umur bahan karet yang digunakan pada sepatu kuda yaitu 24 hari. Rata-rata laju keausan karet adalah 3,2 . 10-4 gr/m. Keausan yang terjadi adalah 4,65 gram / hari dengan jarak tempuh kuda 15 km / hari.