cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
ANALISA ENERGI YANG DAPAT DIBANGKITKAN BRIKET BATUBARA DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN DASAR Mochamad Rifai
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4472

Abstract

Cadangan minyak bumi yang ada di dunia semakin menipis termasuk di Indonesia, dengan kondisi yangdemikian itu maka para pakar penelitian mencoba meneliti sumber-sumber energi alternatif yang mempunyaisifat dapat diperbaharui keberadaannya sehingga kelangsungan ketersediannya dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu energi alternatif yang menjadi andalan dan sampai saat ini cukup menjanjikankelangsungan sumbernya adalah batu bara karena batu bara cukup tersedia keberadaannya , batu bara dapatlangsung dipakai atau melalui pengolahan lanjut yang dijadikan briket, dengan komposisi campuran yangberbeda dengan tetap mengacu pada energi yang ramah lingkungan. Komposisi yang dipergunakan dalampenelitian ini adalah serbuk batu bara,tanah liat, kalsium / kapur, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar energi yang dapat dibangkitkan, waktu penyalaanawal dan asap yang ditimbulkan dari empat variasi campuran bahan dasar tersebut.Hasil yang diperoleh adalah batubara dengan komposisi terbaik seperti pada UTT 4 (70% batubara, 24%tanah liat, 1% CMC, 5% kalsium).
PENGARUH VARIASI PROSENTASE KOMPOSISI BRIKET BLOTONG – BATUBARA TERHADAP KALOR YANG MAMPU DIHASILKAN Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4473

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan lepas dari bahan bakar, namun dengan semakin mahalnyaharga bahan bakar minyak maka semakin banyak orang mencari bahan bakar alternatif. Briket blotongyang merupakan pemanfaatan limbah pabrik gula adalah salah satu bahan bakar alternatif yang murah danmenjanjikan. Sayang briket blotong masih mempunyai kekurangan di segi rendahnya kalor pembakaranyang dibangkitkan dan asap pembakaran yang dihasilkan. Pencampuran serbuk batubara dengan blotongdalam pengujian ini merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kekurangan briket blotong. Berdasarhasil pengujian diperoleh briket dengan 70% blotong dan 30% serbuk batubara merupakan komposisiterbaik yang menghasilkan Q kJ total aktual = 5819,287  , Q kJ empiris = 5099,898  , waktu penyalaan 3menit, dan asap hilang 10 menit.
PENGARUH PENAMBAHAN RUANG PENYERAP TERHADAP PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI HARIAN SOLAR STILL DENGAN PERLAKUAN PENDINGIN Nova Risdiyanto Ismail
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4474

Abstract

Masalah kekurangan air bersih banyak terjadi di masyarakat khususnya masyarakat didaerah pantaidan kepulauan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pada daerah tersebut terdapat sumber airyang melimpah yaitu air laut, untuk itu perlu dikembangkan dan diteliti tentang peralatan pemurniansederhana, terjangkau dan mudah operasional dan perawatannya.Solar still merupakan pemurnian air laut menggunakan energi matahari. Dalam hal ini penelitiandikembangkan dengan menambahkan ruang penyerap dan memberikan pendingin udara dan air padadinding kondensasi untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi solar still. Hasil yang diperolehdari eksperimen ini dapat ditingkatkan produktifitas sebesar 2.598 liter/hari dan efisiensi solar stillmenjadi 64.69 %.
PERBANDINGAN FAKTOR GESEKAN PADA KOLEKTOR ENERGI SURYA JENIS PLAT DATAR DENGAN SALURAN BERBELOK-BELOK DAN LURUS Nursubyakto Nursubyakto; Fransiskus A. Widiharsa; Rusdijanto Rusdijanto; Heris Pamuntjar
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4475

Abstract

Setiap fluida yang mengalir melewati saluran, umumnya saluran berbentuk pipa atau duct, selalumengalami faktor gesekan (friction factor). Semakin besar faktor gesekan maka semakin besar pulaenergi yang diperlukan untuk menggerakkan fluida tersebut melewati saluran. Ditinjau dari rezimaliran terlihat aliran turbulen akan menimbulkan faktor gesekan yang lebih besar dibandingkanterhadap aliran laminer. Suatu fluida yang melewati saluran lengkung akan menimbulkan turbulensipada aliran yang laminer di mana aliran tersebut disebut dengan aliran sekunder. Aliran sekunder(secondary flow) adalah aliran yang berpusar. Aliran ini terjadi pada aliran fluida yang melewatisaluran yang melengkung atau berbelok dan profil aliran adalah kembar dan saling berlawanan arah.Terjadinya aliran sekunder ini diakibatkan oleh keseimbangan antara tekanan dan gaya sentrifugal didinding sisi luar saluran. Perlakuan pemanasan pada dinding saluran akan menimbulkan orientasialiran sekunder pada sumbu simetri aliran di mana sumbu simetri akan berputar berlawanan arahjarum jam. Jika saluran berbelok disambung secara seri maka aliran sekunder akan terus berputarputar(spiral) melewati saluran. Keuntungan dengan adanya aliran sekunder yang berputar ini adalahlaju perpindahan panas meningkat meskipun aliran ini akan menimbulkan kerugian tekanan jikadibandingkan dengan saluran dengan pipa lurus. Kerugian tekanan digambarkan dengan faktorgesekan, semakin besar nilai faktor gesekan maka kerugian tekanan juga akan naik. Dimensi pipayang diuji baik untuk pipa berbelok maupun lurus adalah 0,0127 m, panjang pipa 1,161 m untuk pipalurus dan 1,81 m bagi pipa berbelok, serta jari-jari kelengkungan pipa berbelok adalah 0,225 m.Dimensi kolektor yang digunakan baik untuk pipa lurus maupun berbelok adalah 1,0 m panjang, 0,5mlebar dan tinggi 0,4 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian kolektor antara jam 09:45sampai 11:30 faktor gesekan kolektor surya plat datar dengan saluran berbelok atau lengkungmemberikan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pipa lurus. Hal ini memberi peluang bahwapemakaian saluran dengan pipa lengkung akan memberikan hasil yang lebih baik pada jam di manaintensitas matahari mencapai puncaknya, yaitu sekitar tengah hari.
PENINGKATAN KAPASITAS PELEPASAN LOGAM PEMBUBUTAN PADA PAHAT YANG DIPERLAKUKAN HEAT TREATMENT Agus Wibowo
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4476

Abstract

Kapasitas pelepasan logam dan umur pahat sangat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk untukproduksi dalam proses pembubutan. Pada penelitian ini akan dikaji seberapa besar peningkatan kapasitaspembubutan logam rata-rata dari mata pahat terbaik yang telah dikenai heat treament dibanding denganpahat biasa dan proses heat treatment dengan lama pemanasan yang bagaimana yang menghasilkanpeningkatan kapasitas pembubutan logam rata-rata yang paling maksimal.Tujuan dari penelitian adalah mendapatkan peningkatan kapasitas pembubutan logam rata-rata dari matapahat yang telah dikenai heat treament dan memperoleh waktu terbaik dari proses heat treatment yangmenghasilkan peningkatan kapasitas pembubutan logam rata-rata yang paling maksimal.Dari hasil penelitian didapat besar peningkatan kapasitas pembubutan logam rata-rata dari mata pahatterbaik pada pahat dengan kode pahat A5. Proses heat treatment yang menghasilkan peningkatankapasitas pembubutan logam rata-rata yang paling maksimal adalah flame hardening statis dengan caralama pemanasan 60 detik jeda waktu pencelupan 5 detik dan lama pencelupan dengan air 600 detik.
VARIASI DIAMETER TERHADAP KEMAMPUAN BUCKLING PADA KOLOM BERTINGKAT Sufiyanto Sufiyanto
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4477

Abstract

Salah satu cara untuk mengurangi defleksi lateral yang terjadi pada sebuah kolom adalah denganmeningkatkan kekakuan kolom. Cara yang digunakan untuk memperbesar kekakuan kolom adalahdengan membuat kolom bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruhvariasi diameter kecil kolom bertingkat terhadap kemampuan menahan defleksi lateral dan perubahanberat yang ditimbulkan dengan peningkatan diameter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter kecil kolom bertingkat akan meningkatkankekakuan sehingga defleksi lateral berkurang. Tingkat penurunan rasio defleksi yang besar terjadipada kolom bertingkat yang memiliki rasio massa M ≤ 0.8
ANALISIS PENGARUH FRAKSI VOLUME METAL MATRIX COMPOSITE AL 6063 + MgO DENGAN SISTEM INJECTION MOULDING TERHADAP SIFAT KETAHANAN AUS Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4478

Abstract

Pembuatan komposit matrik logam paduan Al-MgO telah banyak dilakukan oleh para peneliti melaluiteknik leburan logam (casting). Alasan penelitian bidang Metal Matrix Composite dengan sisteminjection moulding adalah karena memungkinkan tercampurnya penguat secara baik dan meratadisamping juga bentuk kepresisian produk lebih baik. Dalam penelitian ini dilakukan percobaanpembuatan MMCs melalui teknik cetak tekan (injection moulding). Sebagai matrik digunakan logamaluminium jenis Al-Mg-Si tipe 6063 dan sebagai penguat menggunakan serbuk magnesium (MgO).Dalam percobaan pembuatan MMCs dengan sistem injeksi ini bahan matrik yang digunakan padakondisi cair pada temperatur 750oC dan sebagai penguat yang digunakan dalam bentuk serbuk. Fraksivolume yang digunakan adalah 5%, 10% dan 15%. Pengamatan meliputi pengaruh persen fraksivolume terhadap laju keausan dan pengamatan struktur mikro. Hasil percobaan menunjukkan bahwapersen fraksi volume berpengaruh terhadap perolehan jumlah partikel MgO yang terdispersi danberpengaruh terhadap besaran laju keausan.
PROSES ANODISASI KUNING MENGGUNAKAN ASAM OKSALAT PADA MATERIAL AL 6061 T6 Yani Muriani Zulaida; Abiandini Khoirul Huda
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4479

Abstract

Logam aluminium yang telah mengalami proses anodisasi maka daya hantar listriknya akan berkurangkarena terbentuknya lapisan oksida dipermukaan. Aluminium anodisasi umumnya digunakan sebagaiisolator pada peralatan listrik. Selain itu terjadi perubahan sifat secara mekanik aluminium menjadilebih keras dan getas.Melalui proses anodisasi menggunakan media asam oksalat dan sodium dikromat, permukaanAluminium menjadi berwarna kuning yang akan meningkatkan nilai dekoratif material tersebut.Dengan memvariasikan rapat arus dan waktu, diharapkan diperoleh hasil anodisasi yang optimumterhadap ketahanan korosi dan sifat mekanik. Proses anodisasi dilakukan pada rapat arus 3 A/dm2 dan5 A/dm2. Waktu proses divariasikan selama 20, 40 dan 60 menit pada masing-masing rapat arus.Dari hasil penelitian terlihat bahwa waktu dan rapat arus menentukan ketebalan lapisan oksida yangterbentuk, Semakin besar rapat arus maka ketebalan lapisan oksida semakin tinggi. Dan semakin lamawaktu proses maka oksida yang terbentuk semakin tebal.
PENGGUNAAN POLYVINIL ALCOHOL (PVA) SEBAGAI MEDIA QUENCH TERHADAP BAJA AISI 1045 A. Ali Alhamidi; Dewananta S
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4481

Abstract

Penggunaan polimer sebagai media quench dalam perlakuan panas baja adalah alternatif untukmeningkatkan kekerasan tanpa menyebabkan terjadinya distorsi dimensi / tegangan sisa yang berlebihpada baja AISI 1045. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi polimer dan agitasi terhadapkarakteristik pendinginan baja AISI 1045 dalam larutan polivinil alcohol (PVA) dengan konsentrasi10% dan 40% dengan mengunakan sistem pendinginan tabung agitasi vertical selama 10 menit dan 20menit. Hasil percobaan menunjukan bahwa tingkat konsentrasi polimer akan menurunkan lajupendinginan sedangkan agitasi hanya meningkatkan laju pendinginan rata-rata pada konsentrasi yangrendah.Dari pengujian kekerasan dan strukturmikro menunjukan terjadinya penurunan kekerasandengan semakin meningkatnya konsentrasi polimer. Hal ini disebabkan proses pelepasan panas daripolimer dengan tingkat konsentrasi (viskositas) yang tinggi semakin menurun sehingga lajupendinginan kritis untuk mendapatkan struktur martensit terhambat akibat cepatnya terbentuknyalapisan pelindung.Sedang lamanya agitasi tidk memberi pengaruh yang nyata terhadap pemecahanlapisan pelindung (insulating film) dari polimer terhadap spesimen.
ANALISIS DEFORMASI PANAS PADUAN Co-Cr-Mo SEBAGAI MATERIAL IMPLANT Alfirano Alfirano
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4482

Abstract

Pada penilitian ini, dilakukan proses deformasi panas pada fasa gfcc, hasil transformasi dari fasa ehcpdan stcp untuk paduan Co-Cr-Mo yang mengandung Si dan Mn sebagai pengganti Ni. Dalampercobaan dilakukan uji tempa terhadap tiga jenis paduan yaitu Co-Cr-Mo, Co-Cr-Mo-Si dan Co-Cr-Mo-Mn untuk daerah pemanasan awal 1050 oC – 1200 oC selama 30 menit. Sampel hasil tempadikarakterisasi melalui uji XRD, uji EDAX dan uji kekerasan mikro.Dari hasil percobaan ditunjukkan bahwa pembuatan komponen implan ini bisa dilakukan melaluipengerjaan tempa, dengan syarat paduan mempunyai fasa tunggal dengan struktur kisi kristal kubik(fasa gfcc). Fasa tunggal gfccdiperoleh melalui pemanasan awal sebelum pengerjaan tempa, semua fasaehcp dan stcp bertranformasi menjadi fasa gfcc.Hasil analisa XRD telah memperlihatkan hal ini. Sampel mengalami kegagalan tempa akibat retakuntuk sampel tanpa penambahan unsur pemadu dan sampel yang mengandung Si. Hasil analisaEDAX menunjukkan bahwa terjadinya retakan diduga akibat terbentuknya fasa stcp dan fasaintermetalik MoSi2. Sedangkan sampel dengan unsur pemadu Mn tidak mengalami retak. Nilaikekerasan turun dengan kenaikan temperatur untuk sampel yang mengandung Mn. Namun Nilaikekerasan meningkat kembali pada 1200 oC untuk sampel tanpa unsur pemadu dan denganpenambahan Si.

Page 8 of 26 | Total Record : 254


Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue