cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
PENERAPAN METODA MARKOV CHAIN UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PEMELIHARAAN BERDASARKAN PADA BIAYA DOWN TIME DI PERUSAHAAN “Y” GRESIK Suardika, Ida Bagus
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i1.4507

Abstract

Kelancaran proses produksi pada suatu perusahaan salah satunya ditentukan oleh kondisi fasilitas produksiyang digunakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pentingya peranan pemeliharaan fasilitas produksi.Pemeliharaan yang memburuk dapat mengakibatkan produk menjadi cacat dan juga dapat mengakibatkanongkos produksi menjadi meningkat karena fasilitas produksi mengalami kerusakan, untuk itu perlu adanyapemeliharan. Kegiatan pemeliharaan preventive di Perusahaan “Y” Gresik dalam pelaksanaannya masihkurang sehingga menimbulkan kerusakan baik itu ringan, sedang maupun berat. Kondisi tersebut sangatmerugikan karena menimbulkan biaya down time akibat fasilitas produksi tidak beroperasi. Untukmengurangi biaya tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan pemeliharaanfasilitas, dengan menggunakan metode Markov Chain. Adapun usulan pemeliharaan tersebut adalah :1. Pemeliharaan preventif pada status 3 (kerusakan sedang) dan pemeliharaan korektif pada status 4(kerusakan berat) (P1).2. Pemeliharaan preventif pada status 2 (kerusakan ringan) dan pemeliharaan korektif pada status 3(kerusakan sedang) dan 4 (kerusakan berat) (P2).3. Pemeliharaan preventif pada status 2 (kerusakan ringan) dan 3 (kerusakan sedang) serta pemeliharaankorektif pada status 4 (kerusakan berat) (P3).4. Pemeliharaan korektif pada status 3 (kerusakan sedang) dan 4 (kerusakan berat) (P4).Berdasarkan hasil perhitungan biaya rata-rata ekspektasi dipilih usulan pemeliharaan P3 untuk masingmasingfasilitas produksi. Penghematan biaya yang tejadi adalah: untuk forklif sebesar 11,91%, cooking vatsebesar 15,06%, mesin slicer sebesar 9,16 %, mesin goullotine sebesar 12,48%, mesin glue speader sebesar10,47%, mesin hot press sebesar 34,18%, mesin hand cutting sebesar 27,58%, mesin sander sebesar 11,86%,genset sebesar 24,8 %, boiler sebesar 14,78%.
KARBURISASI MENGGUNAKAN DAPUR FLUIDIZED BED TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA PADUAN PADA KUNCI PRODUK LOKAL I Wayan Sujana; Ahmad Zaeni
TRANSMISI Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i1.4508

Abstract

Saat ini banyak produk lokal (semisal kunci pas) yang dibuat tidak mengikuti prosedur yang semestinya,produk ini dibuat meniru yang asli atau imitasi. Walau dari segi ekonomis harganya relatif lebih murah,namun akan merugikan konsumen mengingat, kualitas dan umur pakai yang kurang dibanding produkaslinya, dan bahkan dapat membahayakan keselamatan pemakai. Dengan dilatar belakangi permasalahan ini,munculah pemikiran untuk meneliti kekurangan yang ada pada kunci pas imitasi dan mengatasi kekurangantersebut dengan proses karburisasi. Dalam penelitian ini proses karburisasi dilakukan dengan menggunakanfluidized bed furnace, dimana specimen dipanaskan sampai temperatur 9500C dengan waktu proseskarburisasi tanpa difusi (boost) 180 menit untuk setiap spesimen. Setelah itu dilakukan proses difusi denganvariasi waktu: 60, 120, dan 180 menit. Kemudian dilakukan quenching dengan media udara. Hasil pengujiankekerasan permukaan menunjukkan terjadinya penurunan nilai kekerasan permukaan antara sebelum prosesdengan sesudah proses karburisasi sebagai akibat proses dekarburasi. Sebelum proses karburisasi nilaikekerasan permukaan rata-rata 150.94 VHN, sedangkan nilai kekerasan permukaan setelah dilakukankarburisasi selama 180 menit (tanpa difusi) 102.76 VHN, untuk difusi 60 menit kekerasan permukaan ratarata102.91 VHN, dan difusi 120 menit kekerasan permukaan rata-rata 103.89 VHN, sedangkan untuk lamawaktu difusi 180 menit kekerasan permukaan rata-rata adalah 107.53 VHN.
PENGARUH VARIASI CAMPURAN BAHAN BAKAR TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL M. Agus Sahbana
TRANSMISI Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i2.4509

Abstract

Krisis energi telah membawa dunia pada kenyataan bahwa bahan bakar yang berasal dari minyak fosil (fossilfuel) tidak akan bertahan lama karena bersifat non renewable (tidak dapat diperbarui). Kenyataan inimenunjukkan bahwa kita butuh energi alternatif sebagai pengganti fossil fuel. Energi alternatif tersebutbanyak sekali macam dan jenisnya. Minyak nabati salah satu sumber energi alternatif yang bisa dipergunakanuntuk menggantikan fossil fuel di kemudian hari, cara sederhana yaitu mencampur minyak nabati denganfossil fuel agar diketahui seberapa jauh pengaruhnya terhadap kinerja mesin. Penelitian ini menggunakanmesin diesel dengan bahan bakar solar yang di variasi pencampurannya dengan minyak tanah dan minyakgoreng. Hasil yang didapat dari variasi pertama dengan minyak tanah adalah daya dan torsi meningkat namunkonsumsi bahan bakar serta kepekatan gas buang juga meningkat. Variasi kedua menunjukkan daya dan torsimenurun namun dibarengi juga dengan penurunan konsumsi bahan bakar dan kepekatan gas buang.
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS PEMBAKARAN BRIKET BLOTONG BERDASARKAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN BRIKET Rudi Hariyanto
TRANSMISI Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i2.4510

Abstract

Saat ini aktif digiatkan penggunaan bahan bakar alternatif. Salah satu jenis bahan bakar alternatif adalahpemanfaatan blotong menjadi briket. Blotong merupakan limbah pabrik gula yang tak termanfaatkansebelumnya dan lebih dianggap sebagai sampah. Berdasar pengujian awal, menunjukkan energi panas yangdihasilkan oleh briket blotong sangat rendah dan cepat sekali habis terbakar. Oleh karenanya, dalampenelitian ini dilakukan usaha untuk memperbaiki kelemahan briket blotong tersebut melalui caramencampur blotong dengan serbuk batu bara. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang pernahdilakukan oleh Daniel (2007). Adapun perbedaannya adalah pada perbandingan komposisi campuran briketyang dibuat lebih bervariasi. Komposisi campuran yang diuji antara lain 90:10, 80:20, 70:30, 60:40 dan50:50 sebagai perbandingan blotong dengan serbuk batu bara. Setelah diuji coba melalui proses pembakarandan dianalisa berdasar pengolahan data-data temperaturnya, maka didapatkan briket campuran blotong danserbuk batu bara yang terbaik adalah yang mempunyai komposisi 60 : 40.
ANALISA PENGARUH PARAMETER POTONG TERHADAP RASIO PEMAMPATAN TEBAL GERAM (λh) PADA LOGAM TEMBAGA Sudjatmiko Sudjatmiko; Agus Iswantoko
TRANSMISI Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i2.4511

Abstract

Rasio pemampatan tebal geram dapat digunakan sebagai ukuran untuk proses pemesinan. Dimana kondisipemotongan seperti material benda kerja, kondisi dan jenis mesin perkakas dalam hal ini kecepatan potong(Vc) dan gerak pemakanan (f) mempunyai pengaruh terhadap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), danditentukan dari perbandingan tebal geram setelah proses pemotongan (hc) dengan tebal geram sebelumpemotongan (h). Pada tulisan ini membahas tentang pengaruh dari kecepatan pemotongan (Vc) dan gerakpemakanan (f) terhadap rasio pemampatan tebal geram pada tembaga dengan proses sekrap konvensional.Pada proses pemesinan, nilai rasio pemampatan tebal geram (lh) yang berbanding terbalik dengan sudutgeser (φ), memberikan indikasi efisiensi proses pemesinan itu sendiri. Karena sudut geser (φ) yang besardipakai sebagai ukuran untuk proses pemesinan, diantaranya menghasilkan permukaan yang bagus (halus)serta gaya dan daya pemotongan yang relatif kecilHasil penelitian yang diperoleh menunjukkan kecepatan potong (Vc) dan kecepatan makan (Vf) yang tinggidimana tingginya kecepatan makan ini dipengaruhi oleh besarnya gerak pemakanan (f) maka akanmenurunkan koefisien gesek (μ) antara geram dengan pahat sehingga berpengaruh semakin sempitnya luasanbidang geser sebagai akibat dari naiknya sudut geser (Φ), sudut geser yang besar akan menghasilkan nilairasio pemampatan tebal geram (lh) yang kecil.
ANALISIS DINAMIK PERANGKAT MEKANIK AKSIS Z PADA VERTICAL MACHINING CENTER MC 07-PF Rachmanto Hadiputranto
TRANSMISI Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i2.4512

Abstract

Analisis dinamik dalam tulisan ini merupakan sebuah penelitian yang diperlukan untuk memverifikasi tingkatkeamanan struktur vertical machining center setelah mengalami modifikasi. Salah satu kriteria keamanannyaadalah tingkat gaya gravitasi (G Force) yang muncul saat mesin mengalami percepatan. Secara umumkemampuan struktur mesin perkakas CNC dibatasi hanya sampai 2 kali gaya gravitasi atau 2G. G Force yangberlebihan akan menyebabkan vibrasi berlebihan, mempengaruhi kualitas produk dan ketahanan strukturmesin. Perangkat mekanik aksis Z menghasilkan gerakan translasi linier resiprokal. Gerakan translasi linierresiprokal yang tercepat akan muncul saat mesin melakukan gerak cepat pemosisian (rapid traverse). Padasiklus gerakan ini akan muncul G Force, dimana G Force yang dihasilkan harus dalam batas yang aman.Apabila G Force yang dihasilkan melebihi batas aman, maka perlu dipertimbangkan untuk menggantispesifikasi motor aksis Z yang mempunyai kecepatan putar maksimum yang lebih rendah. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan obeservasi secara langsung pada mesin danmelakukan kajian secara analitis berdasarkan prinsip dinamika teknik dan penerapan Hukum Newton. Hasilanalisis membuktikan bahwa G Force maksimum yang dihasilkan tidak melebihi batas aman, yaitu sebesar1,029 G sehingga motor aksis Z tidak perlu diganti dengan tipe lain.
PROSES FORGING DENGAN VARIASI TEMPERATUR PADA PADUAN ALUMINIUM SERI 308,0 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN Mardjuki Mardjuki
TRANSMISI Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i2.4513

Abstract

Salah satu proses pembentukan yang banyak digunakan saat ini adalah proses forging (tempa). Proses tempamerupakan proses pembentukan logam dengan cara penekanan ke dalam suatu cetakan sehingga logamtersebut membentuk profil sesuai dengan pola pada cetakan, sehingga terbentuk suatu produk. Pada prosesforging ini menggunakan cetakan permanent yang terbuat dari logam baja.Penelitian ini dilakukan pada bahan Aluminium paduan dengan memvariasikan temperatur forging mulai350°C, 400°C, 450°C dan 500°C. Perbedaan sifat mekanis diamati melalui beberapa pengujian yangmeliputi: pengujian tarik dan kekerasan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur forging mulai dari 350°C, 400°C, 450°C dan 500°C, nilaikekuatan tarik dan kekerasan yang dihasilkan cenderung semakin menurun. Hal ini disebabkan karenasemakin tinggi temperatur pada proses forging maka pergerakan dislokasi akan semakin mudah sehinggadapat menurunkan kekuatan tarik dan kekerasannnya.
IDENTIFIKASI KOMPOSISI DAN KEKERASAN BAJA KARBON RENDAH HASIL PROSES CYANIDING DENGAN VARIASI LAMA PENGERASAN DAN MEDIA PENDINGIN Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v5i2.4514

Abstract

Cyaniding merupakan salah satu proses pengerasan permukaan pada sebuah logam yang merupakan suatupengerjaan tahap penyelesaian (finishing) untuk meningkatkan kekerasan permukaan. Sebagai bahanpenelitian digunakan baja karbon rendah. Pada penelitian ini akan dilihat bagaimana pengaruh cyanidingberdasarkan variasi lama pengerasan dan media pendingin. Variasi lama pengerasan yang dipakai agalah 30,35, 40 dan 45 menit. Media pendingin yaitu oli SAE 40 dan air. Pengujian menunjukkan bahwa denganvariasi lama dan media pendingin, maka akan mengalami perubahan komposisi dan kekerasan. Perubahanunsur karbon menjadi 0,31% dari 0,08% pada lama pengerasan 45 menit dengan media pendingin oli SAE 40dan 0,35% dari 0,08% dengan media pendingin air . Adapun kekerasan menjadi 225 BHN dari 180 BHNpada lama pengerasan 45 menit dengan media pendingin oli SAE 40 dan 279 BHN dari 180 BHN denganmedia pendingin air.
MEKANISME KEGAGALAN RODA GIGI Agus Suprapto; Rudi Ismanto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4516

Abstract

Kegagalan/kerusakan pada komponen mesin kendaraan banyak sekali menimbulkan berbagai akibat, sepertikehilangan waktu dalam melakukan aktivitas, biaya perbaikan menjadi tinggi.Pengujian yang dilakukan dalam dalam hal ini meliputi uji kekerasan, struktur mikro dan analisa permukaan,sedangkan spesimen yang digunakan adalah roda gigi transmisi.Setiap pengujian hasilnya bervariasi, penyebab dari kegagalan ini sendiri diakibatkan oleh adanya kelelahan,pitting, keausan dan adanya beban kejut, dampak dari penyebab tersebut terjadilah kegagalan pada roda gigitransmisi.
ANALISIS FATIQUE LIFE CYCLE PADA HIGH PRESSURE TURBINE NOZZLE TERHADAP EXHAUST GAS TEMPERATURE ENGINE CFM56-3 Agus Pramono
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4517

Abstract

Cycle fatigue life merupakan suatu siklus yang menunjukkan gejala kelelahan yang dialami material, yangdiakibatkan oleh suatu proses melemahnya kekuatan material yang terdapat pada suatu komposisi materialterhadap material dasar (nuclei) terhadap pengaruh temperatur dan pressure yang dialami oleh suatu materialpada engine CFM56-3. Adapun high pressure turbine nozzle merupakan hal yang akan dibahas dalam analisacycle fatigue dengan sebuah material yang dimilikinya dengan nama directionally solidified rene 142(DSR142). Adapun gejala-gejala yang akan timbul dalam proses fatigue terdapat dua kategori yaitu low cyclefatigue dan high cycle fatigue. Low cycle fatigue ialah suatu plastic dan elastic deformasi yang terjadi akibatpengaruh shock temperature pada saat turbin di on-off atau start-stop, sedangkan high cycle fatigue sendiriialah low load elastic defomasi terjadi akibat adanya suatu variasi tekanan gas yang disebabkan oleh prosespembakaran.

Page 11 of 26 | Total Record : 254


Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue