cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Meningkatkan Daya Saing Daerah melalui Profesionalisme Birokrasi Pemerintahan Dalam Rangka Pasar Tunggal Asean 2015 hos, jamaluddin
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.141 KB)

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kondisi aktual birokrasi pemerintahan saat ini dan berupaya memberikan sumbangan pemikiran terhadap upaya pengembangan profesionalisme birokrasi. Secara faktual, birokrasi pemerintahan saat ini masih memiliki beberapa kelemahan. Pertama, ide dan program-program kepala daerah yang tertuang dalam visi-misi belum sepenuhnya bisa diterjemahkan dengan baik di tataran praktis. Kedua, persepsi dan gaya manajerial para pejabat di lingkungan birokrasi masih banyak yang menyimpang dari prinsip-prinsip demokrasi yang mengakibatkan terjadinya patologi dan maladministrasi. Ketiga, rendahnya pengetahuan dan keterampilan para petugas pelaksana berbagai kegiatan operasional yang berakibat pada rendahnya produktivitas dan mutu pelayanan. Keempat, mental melayani belum tumbuh pada sebagian besar aparat. Kelima, aparatur pemerintah daerah kurang kreatif dan masih sangat lemah dalam berinovasi. Serangkaian permasalahan birokrasi tersebut, mengindikasikan perlunya grand strategy dalam penataan birokrasi secara sistemik, agar lebih efisien dan profesional. Pemerintah daerah dengan demikian perlu melakukan “revitalisasi pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pemerintahan” melalui pembangunan profesionalisme birokrasi. Hal ini menuntut perubahan kompetensi SDM secara menyeluruh yang perlu dijabarkan secara konsisten dan proporsional dalam rangka mendukung peningkatan daya saing daerah. Kata kunci: pasar tunggal ASEAN, profesionalisme birokrasi, pelayanan publik, daya saing daerah ABSTRACT This article aims to describe actual condition of present government as well as become an attempt to develop bureaucracy professionalism. Governmental bureaucracy still has some weaknesses. First, vision and mission of the major or head of a regency are usually not practical. Second, official managerial perception and style which shift away from democracy principles result in pathology and maladministration. Third, operational administrators’ knowledge and skill which are still low result in lack of productivity and quality of service. Fourth, the spirit to service is not implanted in most officials’ self. Fifth, local officials are not creative and weak in innovation. Regarding the mentioned problems, it is indicated that a grand strategy is needed in managing systemic bureaucracy to make it more efficient and professional. Therefore, local government should revitalize the implementation of its managerial functions through bureaucracy professionalism development. It demands a thorough consistent and proportional change in human resources’ competence in order to support local competitiveness. Keywords: asean economic community, bureaucracy professionalism, public service, local competitiveness
Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui “In Country Program”; Studi Kasus “In Country Program” di UIN Malang rahayu, mundi
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.873 KB)

Abstract

ABSTRAK “In Country Program” merupakan program kerjasama antara Deakin University Australia dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah dilakukan sejak tahun 2008. Dalam program ini, mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dari Deakin University Australia dikirim ke UIN Malang untuk mengikuti mata kuliah bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia, sekaligus merasakan pengalaman hidup di tengah masyarakat Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi secara deskripsif kualitatif  program pengenalan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing dan dampaknya. Kegiatan pengenalan budaya  ini dilakukan selama  40 hari dan mahasiswa mengikuti program budaya dalam berbagai bentuk aktivitas.  Dari analisis yang dilakukan dalam program ini disimpulkan bahwa kegiatan “In Country Program” ini mempunyai dampak secara social, ekonomi, politik dan budaya  yang positif bagi pihak mahasiswa Deakin Australian dan bagi mahasiswa UIN Malang, secara khusus, dan bagi masyarakat  Malang dan sekitarnya pada umumnya. Dengan meningkatkan kerjasama dan memperbaiki kualitas program kebudayaan seperti ini, akan  menjadikannya selain sebagai soft power diplomacy, juga menjadi strategi meningkatkan daya saing daerah di bidang pendidikan. Kata Kunci: “In Country Program”, budaya Indonesia , pendidikan   ABSTRACT “In Country Program” is a program of learning  Indonesian language and culture. This program is conducted by Deakin University Australia in cooperation with UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. It has been conducted since 2008. In this program, students of Deakin University Australia were sent to UIN Malang to take Bahasa Indonesia course and Cultural course. This program is aimed of giving the students real experience of living among Indonesian people. Through descriptive qualitative method the research explores the  In Country Program and its impact towards the students and other stakeholders. The language and cultural activities of this program is done for 40 days. From the analysis of this program it can be concluded that the “In Country Program” has positive social, economy, politic and cultural impacts for the students of Deakin Australian and of UIN Malang, specifically,  and for the people of Malang generally. By having the improvement in this cooperation and quality of the program, it will improve the competitive advantage of the university, and education as well as the local government.   Keywords: In Country Program, Indonesian culture, education
Peningkatan Peran Teknologi Friction Welding Dalam Memproduksi As Sepeda Motor Produk Industri Kecil husodo, nur
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.596 KB)

Abstract

ABSTRAK   Produk as sepeda motor diproduksi dengan metode tempa manual oleh industri kecil. Metode produksi ini memerlukan waktu proses yang lama dan hasilnya mempunyai nilai kekuatan puntir rendah. Salah satu alternatif produksi yaitu dengan metode las gesek ( friction welding). Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi  teknologi las gesek  dalam memproduksi as sepeda motor. Mesin las gesek  dioperasikan dengan memvariasi tekanan tempa   sebesar 1040, 1127, 1214 dan 1300  kg/cm.2 Pembuatan sampel uji dilakukan dengan kecepatan putar  4215 Rpm,  waktu gesek 45 detik  dan. tekanan gesek  173 kg/cm2.  Sampel diuji sifat mekaniknya   melalui uji kekerasan, uji tarik, uji puntir dan struktur mikro  Selanjutnya hasil dari uji puntir dibandingkan dengan produk industri kecil. Semakin besar tekanan tempa maka semakin besar kekuatan sambungan. Hasil uji puntir tertinggi nilainya 150 N.m. Sedangkan produk as roda sepeda motor di industri kecil nilainya 20 N.m. Teknologi  friction welding sangat baik digunakan untuk menghasilkan produk as sepeda motor.   Kata kunci: as roda sepeda motor, las gesek, tekanan gesek, waktu gesekan, tekanan tempa ABSTRACT   Products the axle of motorcycles produced by the method of manual forging by small industries. This production method requires a long processing time and the result shave lower torque strength values​​. One alternative method of productionis by friction welding. The purpose of this research was to evaluate the friction welding technology in producing the axle of motorcycles. Friction welding machine is operated by varying the pressures forging by 1040, 1127, 1214 and 1300 kg/cm2. Preparation of test samples made​​ with 4215 rpm rotational speed, friction time is 45 seconds and. Friction pressure is 173 kg/cm2.  Samples test edits mechanical properties through hardness tests, tensile test, thetorque test and structure micro. Further results from torque test as  compared with small industrial products. The results of this research is  the greater forging pressure produce greater mechanical strength. Torque test results on the product of the friction welding  is 150 Nm, while the axles motorcycle products in the small industry is 20 Nm. Excellent friction welding technology used to produce products as motorcycles. Keywords: motorcycle axles,  friction welding,  friction pressure, friction time, forging spressure
Upaya Mewujudkan Desa Mandiri Energi Melalui Pengembangan PLTM Tipe Kincir Air siswoyo, hari
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.564 KB)

Abstract

ABSTRAK   Salah satu kendala pembangunan yang terkait dengan bidang energi adalah masih adanya desa-desa terpencil yang belum atau sulit dijangkau jaringan listrik PLN. Namun demikian apabila pada daerah tersebut terdapat potensi energi baru terbarukan dalam hal ini sumber daya air yang memiliki potensi debit dan tinggi jatuh maka dapat diupayakan untuk dikembangkan suatu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). Pengembangan PLTM tipe kincir secara umum bertujuan mendukung program nasional untuk mewujudkan desa mandiri energi dan secara khusus bertujuan menyediakan fasilitas listrik bagi masyarakat daerah setempat. Metodologi dalam pembangunan suatu PLTM secara garis besar meliputi tahapan pelaksanaan studi dan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, dan kegiatan operasional dan pemeliharaan. Hasil pembangunan PLTM tipe kincir dapat membangkitkan energi listrik sebesar 3 kVA yang bermanfaat bagai masyarakat desa setempat.   Kata Kunci : energi baru terbarukan, PLTM, tipe kincir.     ABSTRACT One of the obstacles of development associated with energy sector is there still existing many cloistered villages which are not reached out yet or difficult to be reached by PLN electric network. However, when a new renewable energy potential is available, such as water resource that has discharge potential and height of fall,an effort to develop a microhydro power plant (PLTM) can be performed. Generally, the development of PLTM wheel type has purpose to support national program to create villages having self-energy or “desa mandiri energi”, and especially to supply electric facility for society in those areas. In outline, methodologies of building a PLTM include step of study implementation and planing, construction implementation, and operational activity and maintenance. The result of PLTM wheel type can generat 3 kVA electric power for village people. Key Words : new energy can be renewed, PLTM, wheel type.
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prioritas Produk Unggulan Daerah Menggunakan Metode Weighted Product (WP) alfita, riza
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.165 KB)

Abstract

  ABSTRAK   Persaingan produk unggulan daerah semakin ketat seiring dengan terus meningkatnya laju pertumbuhan industri. Persaingan ini mengakibatkan setiap industri harus lebih jeli dalam merumuskan strategi kebijakan. Pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas produk unggulan daerah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan diperlukan suatu keputusan yang akurat dan efektif agar tidak salah memilih dan meminimalisir kerugian baik dari segi biaya maupun waktu. Metode Weighted Product merupakan bagian dari konsep Multi-Attibut Decision Making (MADM) dimana diperlukan normalisasi pada perhitungannya. Dengan menggunakan metode Weighted Product, diharapkan dapat dikembangkan  software  sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan oleh suatu instansi, karena instansi cukup memilih beberapa barang yang akan menjadi alternatif pemilihan dan memberikan nilai bobot pada perbandingan alternatif dan kriterianya, adapun kriteria tersebut adalah omset, tenaga kerja, target pasar, teknologi, spesifikasi, asal bahan baku, jumlah bahan baku. Kata Kunci :sistem pengambil keputusan, weighted product, produk unggulan daerah ABSTRACT   The competition in regions priority world is closely in line with continual increase of industry growth rapid. This affected formulation of policy strategy in the industry must be decided by accurately. The effective and accurate decision-making to determine the production of priority craft products which are suitable with the requirement and capability were needed by the region to avoid false choice and minimize the loss both of cost and time. Weighted Product Method is part of Multi-Attribute Decision Making concept which is required the normalization in its calculation. The decision support software system which was used by the craft agency was expected able to be developed by using the Weighted Product Method. There are precisely several items that would be chosen as the alternative choice and given its value on alternative comparison and criteria such as the number of its turnover, employee, target market,  technology, specification, origin of raw materials, amount of raw materials. Keywords: decision-making system, weighted product, region priority world
Pengelolaan Modal Pengetahuan Dalam Membangun Kemampuan Inovasi Pada UKM Gerabah Kasongan Kabupaten Bantul nugroho, hari susanto
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.286 KB)

Abstract

ABSTRAK UKM dengan kekuatan eksternal seperti konsumen, distributor, pemasok, dan pesaing menjadi elemen penting sebagai sumber pengetahuan dalam pengembangan kemampuan inovasi. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode grounded research dan beberapa proses pendukung untuk pengumpulan data penelitian. Obyek penelitian adalah aktivitas para perajin gerabah di Sentra UKM Kasongan dalam mencari informasi, melakukan pembelajaran, dan merekayasa inovasi produk. Penelitian berhasil menemu-kenali bahwa pengelolaan pengetahuan menyebabkan munculnya karakter yang khas. Analisis terhadap proses pengelolaan dan pemanfaatan pengetahuan serta rekayasa kemampuan inovasi dipengaruhi oleh aspek kemitraan yang ada di kawasan Kasongan. Kedua elemen tersebut membedakan UKM dalam 2 kategori berdasarkan informational, technological, dan innovation capability. Berdasarkan karakteristik kemampuan, maka disusun kategori UKM dalam mengelola pengetahuan, yakni tradisional dan modern, dimana ada disparitas dalam pengelolaan pengetahuan dan kemampuan inovasi. Kata kunci : the economic of proximity, informational capability, technological capability, innovation capability UKM with external forces such as consumers, distributors, suppliers, and competitors become an important element as a source of knowledge in the development of innovation capabilities. This study was descriptive using methods of grounded research and several supporting processes for gathering research data. Object of research is the activity of the crafters of pottery in the Sentra Kasongan SMEs in finding information, doing the learning, and innovation to engineer the product. The study managed to find recognize that the management of knowledge led to the emergence of a distinctive character. The analysis of process management and utilization of engineering knowledge and innovation capacity is influenced by aspects of partnerships that exist in the region Kasongan. Both of these elements distinguish SMEs in two categories based on informational, technological, and innovation capability. Based on the characteristics of ability, then set the category of SMEs in managing knowledge, namely traditional and modern, where there are disparities in knowledge management and innovation capability. Keywords : the economic of proximity, informational capability, technological capability, innovation capability
Model Rantai Pasok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Alas Kaki Cibaduyut harsanto, budi
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) alas kaki semakin berat dengan membanjirnya produk impor melalui Asean China Free Trade Area (ACFTA). Upaya meningkatkan daya saing dan membangun keunggulan kompetitif semakin mendesak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model rantai pasok UMK alas kaki yang berada pada kawasan Cibaduyut. Model ini diharapkan dapat menggambarkan berbagai hambatan yang dihadapi sehingga dapat diketahui strategi yang dibutuhkan untuk penguatan daya saing di masa mendatang. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan survey. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dari pelaku UMK alas kaki kawasan Cibaduyut. Analisa SWOT digunakan untuk mengetahui potret permasalahan serta hambatan yang dihadapi UMK. Penelitian menghasilkan dua model rantai pasok di Kawasan Cibaduyut yakni model rantai pasok sepatu kulit dan model rantai pasok sepatu sport/casual. Kata kunci: rantai pasok, UMK, keunggulan kompetitif   ABSTRACT   Micro and Small Enterprises (MSEs) of footwear face an increasingly serious challenge with many products imported into the domestic market through Asean China Free Trade Area (ACFTA). Thus, the efforts to improve competitiveness and build competitive  advantage become urgent. The purpose of this study is to produce a model of MSEs supply chain of  footwear in Cibaduyut industrial center. These models aim to represent the various obstacles faced by MSEs so we can know the strategies needed to strengthen competitiveness in the future. Descriptive study was conducted by using surveys. Primary data was collected using questionnaires from MSEs footwear producers in Cibaduyut industry center. SWOT analysis is used to determine the problem and barriers suffered by MSEs. The research resulted two models of supply chains in the Cibaduyut industry center:  leather shoe supply chain model and sport/casual shoe supply chain model. Keywords: supply chain, MSEs, competitive advantage
Peningkatan Kualitas Keunggulan Daerah Berbasis Pengembangan Internal Business Process Untuk Menghadapi Bisnis Global ASEAN 2015 manurung, elizabeth t
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.069 KB)

Abstract

ABSTRAK Pasar Tunggal ASEAN 2015 memungkinkan produk asing masuk ke dalam pasar domestik. Faktanya sekarangpun produk asing telah membanjiri pasar domestik sehingga mematikan industri pengolahan dalam negeri, karena produk domestik kalah bersaing. Hal ini terjadi karena produk domestik dianggap berkualitas rendah, mahal, desain kurang menarik, serta pemeliharaannya lebih rumit. Meningkatkan daya saing produk lokal dapat dilakukan salah satunya melalui pengembangan internal business process, sehingga akan dihasilkan produk lebih berkualitas, efisien (melalui value added activities), serta pengiriman tepat waktu, dan berikutnya kepuasan konsumen dapat dicapai. Internal business process yang diterapkan dalam memproses produk unggulan di tiap daerah adan meningkatkan daya saing daerah tersebut. Bila hal ini terjadi secara menyeluruh, maka kestabilan ekonomi negara dapat dicapai dan tidak perlu didikte oleh produk asing. Kata kunci: pasar tunggal 2015, produk asing, produk domestik, internal business                     process. ABSTRACT ASEAN single market 2015 allows Indonesian domestic market to open to all asean products. In fact, many imported products has come to domestic market and fill all markets more and more. And one impact of this condition is many of manufactured industries has become bankrupt, now adays, due to their uncompetitive products, like higher price but with low quality, low design, and also difficult to maintain . The development of internal business prosess could be used as one of the toos in oreder to develop domestic products quality. And through this tool, company can achieve good quality of product, efficiency, and on time delivery and further more custmers will be satisfied.If every town has implemented this too, we are not doubt that every town can increase their competitiveness. From the macro point of view, all these condition will come-up to nation economic stability and we are all not depend on imported product. Keywords: asean community 2015,foreign product, domestic product, internal business                     process.
Sevo Game To Improve The Students’ Vocabulary Mastery At The Fourth Grade Of Sd Negeri 1 Sukoharjo Bandung hadi, cholichul
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.464 KB)

Abstract

ABSTRAK Kosakata adalah elemen penting dalam pembelajaran bahasa.Di kelas empat SD Negeri 1 Sukoharjo memiliki masalah serius dalam kosakata menguasai. Ini menunjukkan bahwa siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Jadi, pada 55% rata-rata siswa mendapatkan skor di bawah kriteria keberhasilan (65 0-100 skala). Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menawarkan permainan sevo. Pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek adalah 18 siswa. Prosedur penelitian studi pendahuluan dan penelitian tindakan diimplementasikan dalam bentuk siklus. Instrumen penelitian terdiri dari panduan observasi dalam proses belajar, tes, kuesioner, dan catatan lapangan. Hasil dari mereka adalah sumber data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 8 siswa (44%) lulus uji pada studi awal, 11 siswa (61%) lulus tes pada siklus pertama, dan pada siklus terakhir 17 siswa (94%) lulus ujian. Berdasarkan perbandingan, dapat disimpulkan bahwa sevo permainan dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Berdasarkan hasil ditemukan, penulis menyarankan kepada guru dan siswa untuk menggunakan permainan dalam pengajaran kosa kata sevo belajar. Kata kunci: meningkatkan, penguasaan kosakata, sevo game. ABSTRACT Vocabulary is a vital element in language learning.At the fourth grade of SD Negeri 1 Sukoharjo has serious problem in mastering vocabulary. It shows that the students do not pay attention to the teacher explanation. Thus, on the average 55 % of the students get score under the criteria of success (65 from 0 – 100 scale). To solve this problem, the researcher offers sevo game. The research approaches are quantitative and qualitative. The design of this research is classroom action research. The subjects are 18 students. The research procedures are preliminary study and research action implemented in the form of cycles. Research instruments consist of observation guide in learning process, test, questionnaire, and field notes. The results of them are the data sources of the research. The result of the study shows 8 students (44%) passed the test on the preliminary study, 11 students (61%) passed the test on the first cycle, and on the last cycle 17 students (94%) passed the test. Based on the comparison, it is concluded that sevo game can be used to improve the students’ vocabulary mastery. Based on the result found, the writer suggests to the teacher and the students to use sevo game in teaching learning vocabulary. Keywords: improve, vocabulary mastery, sevo game.
Pengembangan Ekonomi Lokal Batik Tegalan: Pendekatan Swot Analisis Dan General Electrics suliyanto, suliyanto
Prosiding Seminas Competitive Advantage Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.456 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bagi pengembangan potensi ekonomi lokal khususnya Batik Tegalan.  Data dikumpul dan dengan menggunakan metode wawancara dan kuesioner.  Alat analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, SWOT dan analisis General Electrics (GE). Berdasarkan analisis SWOT dapat diidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman Batik Tegalan, sedangkan berdasarkan analisis General Electrics (GE) diperoleh informasi bahwa posisi strategis Industri Batik Tegalan adalah memiliki daya tarik menengah dan kekuatan persaingan rata-rata, sehingga strategi pengembangan yang cocok bagi industri batik tegalan adalah melakukan identifikasi segmen pertumbuhan, melakukan spesialisasi dan melakukan investasi secara selektif. Kata kunci: batik tegalan, analisis swot, analisis general electrics (ge) ABSTRACT This study aimed to formulate strategies to develop economy potency of Kota Tegal specialy Batik Tegalan. The data was collected using the interview method and quesioners. The analysis tools are qualitative analysis, SWOT and General Electrics (GE) analysis.Based on the SWOT analysis can be identified some strengths, weaknesses, opportunities and threats Batik Tegalan, while based on the analysis of General Electrics (GE) obtained information that the strategic position Batik Tegalan Industry is having a mid-appeal and strength of competition is relatively low, so that a suitable development strategy for Batik Tegalan industry is to identify growth segments, specialize and invest selectively. Keywords: batik tegalan,  swot analysis, general electrics (ge) analysis

Page 2 of 35 | Total Record : 346