Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 17 No. 4 (2024)"
:
16 Documents
clear
MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN TRANSMISI 500 kV PAKET 3 SUMATERA
Patrickson, Sianturi;
Oei, FukJin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.8284
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan listrik yang terjadi di Indonesia mendorong perlunya evaluasi dan tindakan strategis. Berdasarkan permasalahan tersebut pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan perlunya pembangunan jaringan transmisi Sumatera 500 kV sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat di Pulau Sumatera. Namun, tingkat kompleksitas proyek ini terutama pada paket 3 yang dikerjakan oleh PT XYZ, memberikan risiko terhadap perusahaan sebagai kontraktor. Penelitian dilakukan dengan analisis risiko secara kualitatif menggunakan metode matriks risiko yangbertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko yang terjadi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dari penelitian yang melibatkan 30 orang responden terhadap 54 variabel risiko dalam 7 kategori risiko ini, teridentifikasi 4 variabel risiko dengan tingkat tinggi, 46 variabel risiko dengan tingkat sedang, dan 4 variabel risiko dengan tingkat rendah. Analisis kategori risiko dengan menggunakan diagram radar menunjukkan bahwa kategori yang paling dominan dan berdampak pada proyek adalah keuangan dan ekonomi. Adapun 4 variabel risiko yang memiliki dampak paling besar dan perlu dilakukan manajemen risiko pada proyek tersebut adalah 1.) Lambatnya proses akuisisi dan kompensasi lahan; 2) Pendanaan proyek terhambat karena terhambatnya uang muka/termin dari owner; 3) Pencurian/kehilangan material struktur tower dan stringing; 4) Tidak tersedianya akses untuk material dan equipment ke lokasi.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN (STUDI KASUS: STRUKTUR PIER 5 PADA PROYEK JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA 0+750)
Sari, Undayani;
Raditya, Michael Alfa;
Mulyanto, Arya Budi;
Pardoyo, Bambang;
Muhrozi, Muhrozi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.8418
Perencanaan struktur bawah dalam pembangunan sebuah jembatan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur atasnya. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta - NYIA STA 0+750 memiliki 2 jalur, 1 jalur ke arah Jogja dan 1 jalur ke arah Solo. Pada studi ini dilakukan analisis pada struktur pier 5 arah ke Jogja terkait perencanaan pembebaban, desain pier head, desain pier, desain pondasi, daya dukung, dan penurunan. Dalam analisis desain pier head dan desain pier digunakan metode statis tak tentu dengan metode perhitungan numerik dan didapatkan hasil yang aman untuk menopang beban struktur atas rencana. Dalam analisis desain pondasi digunakan desain diameter 0,8 m dan 1,0 m. Perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi menggunakan metode group pile yang dianalisis menggunakan metode empiris Reese & Wright dan Reese & O'neill serta pemrograman MIDAS GTS NX. Setelah dianlisis maka didapatkan desain bored pile yang digunakan adalah kelompok tiang berjumlah 25-pile berdiameter 1,0 m dengan panjang 10 m dan dengan pilecap berukuran 12 x 12 x 2 m3. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode empiris adalah sebesar 56785,146 kN dan penurunan group bored pile didapatkan hasil 5,768 cm. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode MIDAS GTS NX adalah sebesar 45514,535 kN serta penurunan group bored pile didapatkan hasil 6,556 cm.
DETEKSI KERUSAKAN PADA STRUKTUR JEMBATAN INTEGRAL BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN MODE SHAPE DATA BASE INDICATOR (MSDBI)
Ir. Ence Selamat Elsupandi;
Dr.-Ing. Dina Rubiana Widarda
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.8621
Deteksi kerusakan struktural penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur dan menambah usia layan bangunan. Salah satu metode untuk mendeteksi kerusakan struktur adalah melalui analisis dinamik, di mana perubahan respons dinamik mengindikasikan perubahan kondisi struktur. Dalam penelitian ini dilakukan pendekteksian lokasi kerusakan pada jembatan integral beton bertulang menggunakan metode Mode Shape Data Base Indicator (MSDBI). Untuk melengkapi penelitian, dilakukan juga penilaian jembatan pada studi kasus menggunakan pedoman Penilaian Kondisi Jembatan Untuk Bangunan Atas Dengan Cara Uji Getar. Penerapan metode MSDBI pada struktur jembatan integral beton bertulang merupakan tantangan dalam penelitian ini jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, yaitu penerapannya pada struktur balok dengan tumpuan sederhana. Penelitian dilakukan dengan pemodelan elemen hingga menggunakan software analisis struktur. Studi kasus mengambil jembatan integral eksisting dengan panjang 20 m yang terbuat dari beton bertulang. Kerusakan dimodelkan dengan mengurangi tinggi penampang dan memvariasikan lebar retak girder sebesar 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Peninjauan lokasi kerusakan dilakukan pada bagian ujung dan tengah bentang jembatan di mana simulasi kerusakan menggambarkan terjadinya retakan pada girder dan kerusakan akibat keropos beton pada pelat. Penilaian kondisi jembatan berdasarkan Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan menunjukkan nilai kerusakan struktural relatif di bawah 5% yang digolongkan dalam kondisi Utuh, sementara itu terdeteksi kerusakan yang ditunjukkan oleh nilai indeks MSDBI pada lokasi kerusakan. Terlihat pula bahwa indeks MSDBI berubah ketika terjadi kerusakan. Indeks MSDBI yang dominan terlihat pada ragam getar arah memanjang jembatan. Kata kunci: msdbi, deteksi kerusakan, jembatan, dinamika struktur
SIMULASI NUMERIK KEGAGALAN BALOK BAJA ALUMUNIUM BERLUBANG MENGGUNAKAN SKEMA THREE-POINT LOADING
Prabowo, Andy;
Ie, Michelle Karen Julia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.8649
The aluminium steel structures have relatively long term durability, high strength-to-weight ratio, and corrosion resistance. Investigations on the strength and performance of aluminium structures, both as a structural beam and column, can be found in various existing literature. However, studies that investigate the behaviour and strength of aluminium beams with a web hole remain scarce to date, even though the hole can accommodate building utility lines going through a structural element. This research aims to study the behaviour and strength of perforated aluminium beams using finite element modelling to simulate failure due to a three-point loading scheme. The finite element (FE) model in this study employed two approaches: full-section modelling and half-section modelling, which were then compared to the referred experimental test results. In total, 14 test specimens were built in the FE models, where the failure modes as well as the moment versus curvature curves obtained from the FE models, were quite similar to the test results. Furthermore, failure loads obtained from the test and FE models were very close, with the mean of test-to-FE loads was 0.97 and the coefficient of variation (COV) of 0.038 at maximum. It demonstrates that the numerical model developed in this study is valuable for further parametric study of the aluminium perforated beam, which fails under a three-point loading scheme.
KINERJA KOORDINASI SIMPANG CEBONGAN DAN SIMPANG TAMAN RINGIN CEBONGAN BERDASARKAN PKJI 2023
Ad Zulfa Geofani Firdaus
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.9105
Simpang 4 Cebongan and Simpang 3 Taman Ringin Cebongan are intersections that have a shelf size of 230 m and are located in a commercial environment that is dense with motor vehicles, so that the queue at one of the intersections can interfere with the performance of adjacent intersections. The performance analysis of existing conditions and intersection coordination is based on the 2023 Indonesia’s Road Capacity Guidelines (PKJI), while the microsimulation uses VISSIM PTV software. The results of the analysis show that based on PKJI 2023, the saturation degree values in the existing conditions of Simpang 4 Cebongan and Simpang 3 Taman Ringin Cebongan are 0.8 and 0.52. The solution to reduce the queue length on Jalan Kebon Agung that connects the two intersections is to coordinate the two intersections with a cycle time of 100 seconds at both intersections with 4 phases at Simpang 4 Cebongan and 3 phases at Simpang 3 Taman Ringin Cebongan, so that the bandwidth value from West to East is 29 seconds with a bandwidth efficiency of 29% and from East to West is 19 seconds with a bandwidth efficiency of 19%. The length of the intersection queue with the application of this condition decreased from 198.32 m to 179.93 m.
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH WUDHU DALAM SISTEM DAUR ULANG BERKELANJUTAN
Irwan, Andesta Granitio;
Pratama, Yudistira Bagus;
Okta, Evan Dwi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.9671
Water is one of the important elements in supporting human life so that optimal use of water can have a big impact on life. Water-saving practices, especially during ablution, are often uncontrollable, resulting in water-wasting behavior. In addition, the acidic pH conditions in some of the water samples used are feared to have a long-term adverse impact on individual users. This research provides a solution in saving water with an ablution wastewater recycling system for reuse by utilizing Internet of Things (IoT)-based monitoring that can record water usage discharge using a flowmeter while connected to a smartphone. In the simulation, a prototype is used which is designed as a water recycling system that can be monitored with the addition of a filtration system to filter waste and improve water quality, namely Total Dissolved Solids (TDS), Dissolved Oxygen (DO), and pH. The results showed that in total 52 samples, the average water usage was 2.45 liters / person and 42.31% were in the wasteful category. Comparison of water quality before and after filtering has a significant increase with TDS values reaching 118%, DO 41% and pH 42.31%. This increase shows better water quality after filtering so that it can be reused and the recycling results in the system used have an efficiency of 44% based on the comparison of monitoring volume and actual volume of water.
EVALUASI KINERJA CAMPURAN ASPAL DENGAN LIMBAH BETON DAN GILSONITE
Azzahra, Raisa;
Herno Della, Rhaptyalyani;
Kadarsa, Edi;
Hastuti, Yulia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.9760
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan agregat limbah beton dan bahan tambah Gilsonite pada campuran aspal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran aspal dengan agregat limbah beton memiliki kadar aspal optimum yang lebih tinggi (6,35%) dibandingkan dengan campuran aspal normal (5,65%). Meskipun campuran aspal limbah beton menunjukkan stabilitas yang sedikit lebih rendah (1216,06 kg) dan kepadatan yang lebih rendah (2,255 g/cm³), aliran, VMA, VIM, dan VFA-nya lebih tinggi dibandingkan dengan campuran aspal normal. Penambahan Gilsonite dalam campuran aspal limbah beton memperbaiki stabilitas secara signifikan (1407,7 kg) dan meningkatkan fleksibilitas (4,35 mm), serta meningkatkan VMA (17,94%) dan VIM (5,07%). Namun, penambahan Gilsonite sedikit mengurangi kepadatan dan kekakuan campuran. Secara keseluruhan, campuran aspal limbah beton dengan penambahan Gilsonite menunjukkan potensi peningkatan performa dalam hal stabilitas dan fleksibilitas, meskipun perlu penyesuaian lebih lanjut untuk mengoptimalkan kekakuan dan kepadatan campuran.
ANALISIS SAMBUNGAN MORTISE-TENON KOLOM BETON PRACETAK DENGAN PIPA BAJA DIISI BETON
Jusuf, Andrew Hartanto;
Christianto, Daniel;
Pranoto, Wati Asriningsih;
Leman, Sunarjo;
Tavio
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.10119
Kinerja struktur beton pracetak sangat bergantung pada sambungannya, terutama untuk komponen struktur beton pracetak dengan sambungan kering. Prosedur desain rasional diperlukan untuk memproporsikan spesimen yang akan digunakan dalam studi eksperimental. Dalam penelitian ini, prosedur desain sambungan mortise-tenon kolom-ke-kolom beton pracetak yang didasarkan pada spesimen uji meja getar berupa miniatur gedung rangka momen beton pracetak dengan sambungan dowel baja akan dikembangkan. Rangka momen khusus beton pracetak tiga tingkat digunakan untuk studi kasus penerapan prosedur desain yang telah dikembangkan. Dalam penelitian ini, pipa baja diisi beton dengan tegangan leleh 550 MPa digunakan untuk menggantikan dowel baja. Pipa berukuran Ø130 mm × 20 mm tersebut ditanam sedalam 600 mm ke dalam mortise pada ujung kolom atas dan ke dalam kolom bawah berukuran 450 mm × 450 mm agar bertindak sebagai tenon. Lubang silinder sedalam 600 mm dibuat di ujung kolom atas dengan menggunakan pipa berukuran Ø150 mm × 10 mm agar bertindak sebagai mortise. Beton dengan kuat tekan 35 MPa dan tulangan BJTS-420B digunakan pada semua komponen beton. Distribusi gaya sambungan serupa model Osanai untuk socket foundation digunakan untuk desain sambungan. Tiga kasus beban ditinjau dalam desain sambungan, yang meliputi faktor kuat lebih dan asumsi pembentukan sendi plastis balok. Studi kasus yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tegangan tumpu, luas sengkang perlu, dan ukuran pipa lebih dipengaruhi oleh momen lentur dibandingkan gaya geser. Pipa baja bermutu tinggi dengan tebal relatif besar diperlukan untuk membatasi ukuran kolom.
MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN TRANSMISI 500 kV PAKET 3 SUMATERA
Patrickson, Sianturi;
Oei, FukJin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.8284
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan listrik yang terjadi di Indonesia mendorong perlunya evaluasi dan tindakan strategis. Berdasarkan permasalahan tersebut pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan perlunya pembangunan jaringan transmisi Sumatera 500 kV sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat di Pulau Sumatera. Namun, tingkat kompleksitas proyek ini terutama pada paket 3 yang dikerjakan oleh PT XYZ, memberikan risiko terhadap perusahaan sebagai kontraktor. Penelitian dilakukan dengan analisis risiko secara kualitatif menggunakan metode matriks risiko yangbertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko yang terjadi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dari penelitian yang melibatkan 30 orang responden terhadap 54 variabel risiko dalam 7 kategori risiko ini, teridentifikasi 4 variabel risiko dengan tingkat tinggi, 46 variabel risiko dengan tingkat sedang, dan 4 variabel risiko dengan tingkat rendah. Analisis kategori risiko dengan menggunakan diagram radar menunjukkan bahwa kategori yang paling dominan dan berdampak pada proyek adalah keuangan dan ekonomi. Adapun 4 variabel risiko yang memiliki dampak paling besar dan perlu dilakukan manajemen risiko pada proyek tersebut adalah 1.) Lambatnya proses akuisisi dan kompensasi lahan; 2) Pendanaan proyek terhambat karena terhambatnya uang muka/termin dari owner; 3) Pencurian/kehilangan material struktur tower dan stringing; 4) Tidak tersedianya akses untuk material dan equipment ke lokasi.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN (STUDI KASUS: STRUKTUR PIER 5 PADA PROYEK JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA 0+750)
Sari, Undayani;
Raditya, Michael Alfa;
Mulyanto, Arya Budi;
Pardoyo, Bambang;
Muhrozi, Muhrozi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jts.v17i4.8418
Perencanaan struktur bawah dalam pembangunan sebuah jembatan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur atasnya. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta - NYIA STA 0+750 memiliki 2 jalur, 1 jalur ke arah Jogja dan 1 jalur ke arah Solo. Pada studi ini dilakukan analisis pada struktur pier 5 arah ke Jogja terkait perencanaan pembebaban, desain pier head, desain pier, desain pondasi, daya dukung, dan penurunan. Dalam analisis desain pier head dan desain pier digunakan metode statis tak tentu dengan metode perhitungan numerik dan didapatkan hasil yang aman untuk menopang beban struktur atas rencana. Dalam analisis desain pondasi digunakan desain diameter 0,8 m dan 1,0 m. Perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi menggunakan metode group pile yang dianalisis menggunakan metode empiris Reese & Wright dan Reese & O'neill serta pemrograman MIDAS GTS NX. Setelah dianlisis maka didapatkan desain bored pile yang digunakan adalah kelompok tiang berjumlah 25-pile berdiameter 1,0 m dengan panjang 10 m dan dengan pilecap berukuran 12 x 12 x 2 m3. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode empiris adalah sebesar 56785,146 kN dan penurunan group bored pile didapatkan hasil 5,768 cm. Hasil daya dukung group bored pile yang didapatkan dari metode MIDAS GTS NX adalah sebesar 45514,535 kN serta penurunan group bored pile didapatkan hasil 6,556 cm.