cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
KAJIAN PERBANDINGAN PENGGUNAAN ASPAL MODIFIKASI ASBUTON DAN ASPHALT RUBBER (AR) UNTUK INFRASTRUKTUR JALAN Eva Wahyu Indriyati
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.717 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1527

Abstract

Salah satu usaha mengurangi kerusakan jalan akibat beban yang berlebih adalah memodifikasi aspal dengan aspal yang lebih keras atau bahan kimia lain. Beberapa material yang digunakan untuk membentuk aspal modifikasi yang memiliki sifat reologi yang lebih baik adalah Asbuton dan serbuk ban bekas. Asbuton dipilih untuk meningkatkan sifat reologi aspal minyak Pen 60/70 karena sifat dasar Asbuton yang memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi serta deposit yang sangat besar di daerah asalnya yaitu Pulau Buton. Sedangkan penggunaan serbuk ban bekas pada Asphalt Rubber (AR) didasari pada hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan banyaknya kelebihan Asphalt Rubber (AR) dalam campuran beraspal, diantaranya meningkatkan ketahanan terhadap alur, meningkatkan ketahanan terhadap retak permukaan perkerasan, mengurangi fatigue/reflection cracking, menurunkan kepekaan terhadap temperatur, lebih awet sehingga menurunkan biaya pemeliharaan. Untuk dapat memperoleh gambaran dari perbaikan sifat reologi akibat penambahan Asbuton dan serbuk ban bekas dilakukan kajian dari hasil pengujian sifat reologi mekanistik dengan alat Dynamic Shear Rheometer pada aspal modifikasi Asbuton dan Asphalt Rubber (AR). Kesimpulan dari sisi sifat reologi mekanistik aspal modifikasi Asbuton dan Asphalt Rubber (AR) adalah bahwa kedua aspal modifikasi tersebut menghasilkan nilai Performance Grade (PG) yang lebih baik. Selanjutnya dari analisis terhadap kriteria kerusakan perkerasan, disimpulkan bahwa Asphalt Rubber (AR) memiliki ketahanan lebih baik terhadap deformasi permanen maupun terhadap retak lelah, sedangkan penambahan Asbuton pada aspal minyak Pen 60/70 akan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi permanen, tetapi mengurangi ketahanan terhadap retak lelah.
PEMBUATAN PROGRAM AIRFUL 1.0 UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN GEOMETRI RUNWAY, TAXIWAY, APRON DAN TERMINAL PENUMPANG Alidina Nurul Hidayah; Cita Adiningrum
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.366 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1528

Abstract

Bandar udara merupakan salah satu prasarana transportasi yang mempunyai peran yang sangat penting saat ini. Perkembangan angkutan udara yang pesat harus diimbangi dengan pengembangan bandar udara sehingga tujuan dari transportasi dapat terpenuhi. Dalam perencanaan, perancangan maupun pengembangan fasilitas bandar udara baik itu sisi udara (runway, taxiway, dan apron) maupun sisi darat (terminal penumpang) diperlukan banyak tabel dan rumus yang harus digunakan sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan dalam proses analisis secara manual. Pemrograman komputer dalam pembuatan software prediksi kebutuhan runway, taxiway, apron dan terminal penumpang dapat dijadikan solusi agar proses analisis dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan teliti. Analisis pada fasilitas sisi udara (runway, taxiway dan apron) didasarkan pada pedoman ICAO (1999) sedangkan pada fasilitas sisi darat (terminal penumpang) didasarkan pada perpaduan beberapa pedoman seperti SKEP/347/XII/99, JICA(1992) dan IATA (1989). Software pemrograman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Basic 2010 berbasis Windows. Data yang digunakan untuk uji validitas merupakan data sekunder yang diambil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pada fasilitas sisi darat dan udara, data sekunder diambil dari tugas akhir yang telah dilakukan sebelumnya oleh Zulaekhah (2010) dan Setyana (2010) dengan studi kasus pada Bandara Ngurah Rai, Bali. Hasil uji validitas dari perbandingan antara analisis secara manual dan dengan menggunakan program AirFuLs 10 pada fasilitas bandar udara seperti runway, taxiway, apron dan terminal penumpang sebesar 0,000%. Hal ini membuktikan bahwa program AirFuLs 1.0 yang telah dibuat dapat dikatakan valid untuk digunakan.
KAJIAN STABILITAS TITIK P21 LERENG TANGGUL PENAHAN LUMPUR SIDOARJO Budijanto Widjaja; Virda Alfionida
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.01 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1529

Abstract

Munculnya semburan lumpur panas di Porong Sidoarjo, Jawa Timur sejak tahun 2006, telah mengakibatkan tergenangnya kawasan pemukiman dan pertanian serta memiliki potensi bahwa lumpur tersebut masih tetap menyembur beberapa tahun ke depan. Sejumlah upaya telah dilakukan diantaranya dengan membuat tanggul panahan lumpur. Berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan dilihat dari struktur luar tanggul, tanggul masih dalam keadaan yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan terhadap stabilitas lereng pada tanggul Lumpur Sidoarjo terutama pada titik P21. Faktor keamanan yang dianalisis menggunakan program komputer Plaxis. Simulasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan urutan konstruksi timbunan yang telah direncanakan hingga saat setelah konstruksi selesai dilaksanakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa faktor keamanan berubah terhadap waktu dan memiliki nilai kritis pada saat konstruksi timbunan selesai dilakukan yaitu sebesar 0.99. Kemudian, faktor keamanan meningkat setelah proses konsolidasi pada tahun ke-8 yaitu 1.59. Secara umum, berdasarkan hasil simulasi ini dan asumsi yang ada, tanggul P21 berada dalam kondisi aman terhadap longsoran.
KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI YANG DISTABILISASI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0.5 DAN 0.75 MENGGUNAKAN SEMEN Yusep Muslih Purwana; Raden Harya Dananjaya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.379 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1530

Abstract

Tanah lempung plastisitas tinggi diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan daya dukung dan kekuatan yang rendah. Stabilisasi tanah dibutuhkan untuk meningkatkan sifat tekniknya. Pencampuran tanah menggunakan semen telah dilakukan untuk menstabilisasi tanah ini. Pengaruh semen dan faktor air semen terhadap kuat tekan tanah dengan masa perawatan yang berbeda telah diinvestigasi. Uji kuat tekan bebas tanah (UCS) dilakukan pada tanah yang distabilisasi dengan kandungan semen 5%, 10%, dan 15% dari berat basah tanah dengan faktor air semen 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat semen. Masa perawatan sampel adalah 0, 3, 7, dan 14 hari. Tanah distabilisasi pada indeks likuidtias 0.50 dan 0.75. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi semen yang digunakan, maka semakin besar peningkatan kuat tekan tanah, namun sebaliknya semakin tinggi faktor air semen yang digunakan, maka kuat tekan tanah semakin berkurang. Selain itu, tanan yang distabilisasi pada indeks likuiditas yang lebih rendah memberikan kuat tekan yang lebih tinggi. Kuat tekan tanah tertinggi dicapai pada campuran semen 15% dengan faktor air semen 20% yang distabilisasi pada indeks likuiditas 0.50, dimana kuat tekan tanah meningkat hingga 29.5 kali dari kuat tekan semula.
STABILITAS LERENG DAN BENDUNG PADA EMBUNG DS. NGAWU, KEC. PLAYEN, KAB. GUNUNG KIDUL, DIY Sumiyati Gunawan; Yenny Endang Sulistyowati; Haniti Mangku Timur
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.091 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1532

Abstract

Desa Ngawu, Kab. Gunung Kidul salah satu daerah yang saat kemarau selalu mengalami kekeringan. Karena memiliki jenis tanah lempung lunak, yang membuat bergesernya buis beton ke tengah embung saat pelaksanaan embung kecil terdahulu. Minimnya dana dalam proses pengerjaan embung kecil tersebut,  menjadi penyebab perencanaan talud yang tidak maksimal. Upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan air di Desa Ngawu adalah membuat embung memanjang. yang aman dari bahaya guling, geser, piping dan daya dukung tanah. Dilakukan pengujian sondir, boring dan pengukuran pemetaan untuk data pengukuran lokasi dan parameter tanah untuk menganalisis stabilitasnya .  Perencanaan talud menggunakan bronjong (kawat yang dianyam dengan lubang segi enam, diisi batu pecah yang berada di lokasi dengan berat volume ± 20 kN/m3). Langkah pertama,  mencari garis longsor kritis dengan menggunakan metode Fellinius. Langkah kedua, desain dimensi bronjong dan analisis stabilitas. Data hidrologi berupa hasil dimensi bendung, diambil  dari hasil TGA Usfi Ula Kalwa yang berjudul “Perencaaan Embung Memanjang Ds. Ngawu, Kec. Playen, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta”. Dari hasil analisis, maka diambil garis longsor dengan SF=2.54 , dasar bonjong pada 3,00m dari muka tanah. Stabilitas bronjong (SF) terhadap bahaya bahaya guling, geser,dan daya dukung tanah adalah sebagai berikut 14.134 ; 2.99 ; dan 8.5. Stabilitas bendung (SF), terhadap bahaya guling, geser, piping dan daya dukung tanah adalah sebagai berikut 5.053 ; 2.0 ; 6 ; dan 3.9 , Sehingga dapat disimpulkan tidak diperlukan perencanaan angker untuk menambah kekuatan stabilitas.
Sampul Belakang Dalam Dwijoko Ansusanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.778 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1537

Abstract

PENGUJIAN KUAT LEKAT BETON BARU SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) PADA BETON LAMA I Ketut Sudarsana
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.891 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1977

Abstract

Perkuatan elemen struktur beton bertulang yang telah berdiri sering dilakukan dengan memperbesar dimensinya melalui penambahan ketebalan beton sebesar 50 sampai 80 mm. Perma-salahan yang sering dijumpai pada aplikasi metode ini adalah hasil pengecoran yang keropos se-hingga lekatannya kurang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat lekat dari beton ba-ru SCC pada permukaan beton lama. Sebanyak sembilan buah benda uji prisma ukuran 100x100x500mm dibuat dari dua jenis beton yang berbeda yaitu beton normal (f’c = 22 MPa) dan SCC (f’c = 26,4 MPa). Ada tiga variasi sudut interface (α) yang ditinjau yaitu 60o, 70o dan 75o dengan masing-masing variasi dibuat 3 buah benda uji. Sebelum dilakukan pengecoran beton SCC, permukaan miring beton lama terlebih dahulu dikasarkan sehingga membentuk alur-alur ver-tical, horizontal dan diagonal dengan kedalaman +/- 2,5 mm. Beban konsentrik tekan dikerjakan secara menerus dengan kecepatan standar test silinder beton sampai benda uji runtuh. Tegangan normal (σ) dan tegangan geser (τ) yang dihitung dari gaya aksial maksimum masing-masin benda uji dipakai untuk menentukan nilai kohesi (c) dan sudut geser () beton. Hasil pengujian menun-jukan bahwa nilai kohesi (c) beton SCC dan beton lama adalah sebesar 1.13 MPa dengan sudut ge-ser 53,2o.
STUDI KUAT LENTUR BALOK PROFIL C GANDA DENGAN PERANGKAI TULANGAN DIAGONAL Haryanto Yoso Wigroho; Jonathan Alfarado
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.062 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1978

Abstract

Abstract: Building construction like column, beam and girder at bridge generally used WF (wide flange) profile steel which is a steel from hot rolled steel process. For light construction like gording normally used channel (C) profile steel which is cold formed steel process. Therefore, this thesis research want to try to make a beam use channel (C) profile steel. In this paper, the test spec-imen in form of double channel (C) profile steel reinforcement with diagonal connector varied range of the connector welding with a distance h, 1,5h, 3h. Where h is then beam height of 20 cm. The method used in this thesis research is an experimental method which aims to find out the max-imum load that can be acceptable by double channel (C) profile beam. The result obtained from this thesis research are the test specimen with the code BCG200-2 can withstand the load of 1821,5280 kg, and then the test specimen with the code BCG300-1 can withstand the load of 1600,3116 kg, and the last test specimen with the code BCG600-2 can withstand the load of 841,8180 kg. From the result of this thesis research obtained too that the test specimen with the code BCG200-2 is the beam with most bending stress that is 102,9526 MPa. Abstrak: Konstruksi bangunan seperti kolom, balok dan gelagar jembatan biasanya menggunakan baja profil WF (wide flange) yang merupakan baja dari proses pembentukan keadaan panas (hot rolled steel). Untuk konstruksi ringan seperti gording biasanya digunakan baja profil C yang meru-pakan baja dari pembentukan keadaan dingin (cold formed). Maka dari itu, pada penelitian ini ingin mencoba membuat balok dengan menggunakan baja profil C. Pada tugas akhir ini, benda uji berupa baja profil C ganda dengan perangkai tulangan diagonal yang divariasikan jarak las perangkainya dengan jarak h, 1,5h, 3h. Dimana h adalah tingga balok yaitu 20 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini ialah metode eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar beban maksimal yang dapat diterima balok profil C ganda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah benda uji dengan kode BCG200-2 mampu menahan beban sebesar 1821,5280 kg, kemudian benda uji dengan kode BCG300-1 mampu menahan beban sebe-sar 1600,3116 kg, dan yang terakhir benda uji dengan kode BCG600-2 mampu menahan beban sebesar 841,8180 kg. Dari hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa benda uji dengan kode BCG200-2 adalah balok dengan tegangan lentur terbesar yaitu 102,9526 MPa.
STUDI PENGARUH AIR LAUT PADA MORTAR BETON NORMAL DAN MORTAR BETON DENGAN FLY ASH Mochammad Qomaruddin; Abda Rizka Nabella; Irene Sitohang; Han Ay Lie
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.081 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1979

Abstract

Abstract: Fly ash is the residue of coal combustion in the form of grain which is transported by exhaust gas which can be used in the mortar and concrete manufacture. One of the main source of fly ash is the result of coal combustion at Tanjung Jati B power plant in Jepara. The purpose of this research is to observe fly ash-based mortar behavior toward compressive strength, flexural tensile strength, and absorption by substitution of cement with 20% fly ash precentage of mass ratio followed by immersion with freshwater and sea water taken from Jepara waters. this is used for the compressive strength of the cube 50 x 50 x 50 mm (ASTM C109 / C109M - 16), test specimens for testing the bending strength of 40 x 40 x 160 mm (ASTM C348 - 14), and 100 x 200 cylinders mm for observation of absorption behavior (ASTM C1585 - 13). Non-fly ash test specimens soaked in fresh water act as controls. Non-soaked seawater asphalt test subjects produce the highest compressive strength, but the speci-mens with freshwater-immersed fly ash show no higher yield. In contrast to the compressive strength results, the seawater-impregnated test specimens yield the lowest tensile strength, while the presence of fly ash in other test specimens has little effect. In the absorption test, the use of fly ash mortar with sea water bath resulted in increased velocity and absorption rate, whereas fly ash on specimens soaked in fresh water did not have a significant effect on the mortar absorption behavior. Abstrak: Fly ash adalah sisa hasil pembakaran batu bara berupa butir halus yang diangkut oleh gas buang yang dapat digunakan dalam pembuatan mortar dan beton. Salah satu sumber fly ash adalah hasil pembakaran batubara di PLTU Tanjung Jati B Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati perilaku mortar berbasis fly ash terhadap kuat tekan, kuat tarik lentur, dan absorpsinya dengan melakukan substitusi semen dengan prosentase fly ash20% dari per-bandingan massa diikuti perendaman dengan air tawar dan air laut yang diambil dari perairan Jepara.Dalam penelitian ini digunakan benda uji untukkuat tekan berupa kubus 50 x 50 x 50 mm (ASTM C109/C109M – 16), benda uji untuk pengujian kuat tarik lentur berbentuk balok 40 x 40 x 160 mm (ASTM C348 – 14), dan silinder 100 x 200 mm untuk pengamatan perilaku absorpsi (ASTM C1585 – 13). Benda uji tanpa fly ash yang direndam dengan air tawar bertin-dak sebagai benda uji kontrol. Benda uji tanpa fly ash yang direndam air laut menghasilkan kuat tekan tertinggi, tetapi benda uji dengan fly ash yang direndam air tawar tidak menunjuk-kan hasil yang lebih tinggi. Berbeda dengan hasil kuat tekan, benda uji tanpa fly ash yang direndam air laut menghasilkan kuat tarik lentur terendah, sedangkan keberadaan fly ash pada benda uji kategori lain memberikan dampak yang kecil. Dalam pengujian absorpsi, penggunaan mortar dengan fly ash dengan rendaman air laut mengakibatkanpeningkatkan ke-cepatan dan tingkat absorpsi, sedangkan fly ash pada benda uji yang direndam dengan air tawar tidak memberikan pengaruh yang berarti dalam perilaku absorpsi mortar.
KERUNTUHAN PROGRESIF GEDUNG BERATURAN SISTEM GANDA Dhika Fazrian; Zulfikar Djauhari; Ridwan Ridwan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.764 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1980

Abstract

Abstract: This research aimed to examine the progressive collapse of dual system building structures due to the loss of one or more structural elements that lead to successive collapse of other elements. Three cases of building structures were analyzed in this study using finite element software. Several columns on the first floor of the structure was removed and then the analysis was conducted to each structure until the progressive collapse existed. The nonlinear statics analysis was used to examine the location of the critical column while the linear statics analysis was carried out to find the demand capacity ratio, the bending moment ratio and robustness indicator as suggested by GSA 2003 and SNI 2847-2013. The results showed that the structure denoted in case 1 and case 2 that was loaded comply with GSA 2003 experienced the progressive collapse. On the other hand this phenomenon did not appear on the structure that was loaded in accordance with SNI 2847-2013. Furthermore, there was an increase in the bending moment capacity of the column/beam on all cases that were loaded comply with SNI 2847-2013 and GSA 2003. Robustness indicator is almost equal one with the type of progressive collapse is pancake collapse type. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji keruntuhan progresif struktur gedung beraturan sistem ganda akibat hilangnya salah satu atau lebih elemen struktur yang menyebabkan keruntuhan secara beruntun elemen yang ada didekatnya. Tiga kasus struktur bangunan dianalisis dalam penelitian ini dengan menggunakan perangkat lunak berbasis elemen hingga. Beberapa kolom di lantai petama pada struktur dihilangkan dan dianalisis hingga struktur mengalami keruntuhan progresif. Analisis statik nonlinier digunakan untuk menge-tahui bagian kolom kritis dan analisis statik linier untuk mengetahui nilai rasio kapasitas, momen lentur, dan ketahanan batas sesuai dengan kriteria GSA 2003 dan SNI 2847-2013. Kesimpulannya adalah terjadi keruntuhan progresif sesuai kriteria GSA 2003 pada kasus 1 dan kasus 2. Sedangkan untuk kriteria SNI 2847-2013 tidak terjadi keruntuhan progresif. Terjadi peningkatan momen lentur pada setiap kasus sesuai kriteria GSA 2003 maupun SNI 2847-2013 dan nilai ketahanan batas mendekati satu dengan tipe keruntuhan progresif adalah pancake.