cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 406 Documents
KAJIAN PENGGUNAAN FERRO-CEMENT UNTUK RETROFIT KOLOM BETON BERTULANG DENGAN VARIASI TINGKAT PEMBEBANAN Titik Penta Artiningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.948 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1981

Abstract

Abstract: Building collapse that occurred mostly caused by structure failure in containment earthquake load, especially column element. Factors that lead to the failure of the column, among others is column planning that does not calculate ductility or restraint, resulting decline of column performance. One way to improve column strength and ductility are to retrofit the column by wrapping columns using ferro-cement. Research aims to discover the increase amount of axial load capacity from concrete column that has been retrofitted using fine-mesh. Experimental tests carried out on seven short column specimen with a square cross-section sized 120x120 mm and 600 mm high. Column test object are given axial load concentric with variations in loading rate 60%, 70%, and 80% of the maximum axial load. Then, column is retrofitted by being covered with ferro-cement, after that column are given axial load up to collapse. From the test results, column are obtained increased capacity in axial load after being retrofitted in the amount of 34.96%, 28.17%, and 22.87% with variations loading rate in 60%, 70%, and 80%. Abstrak: Keruntuhan bangunan yang terjadi banyak disebabkan oleh kegagalan struktur memikul beban gempa, terutama elemen struktur kolom. Faktor yang mengakibatkan kegagalan kolom antara lain perancangan kolom yang tidak memperhitungkan daktilitas atau pengekangan, sehingga kinerja kolom menurun. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan dan daktilitas kolom existing pada struktur bangunan adalah me-retrofit kolom tersebut dengan cara membungkus kolom menggunakan ferro-cement. Penelitian bertujuan mengetahui besar kenaikan kapasitas beban aksial kolom beton yang di-retrofit menggunakan ferro-cement. Pengujian eksperimental dilakukan terhadap dua varaiasi kolom, yaitu kolom pendek dan kolom langsing penampang persegi 100x100 mm, dengan tinggi masing-masing adalah 600 dan 800 mm. Jumlah benda uji masing-masing variasi kolom adalah 4 buah. Benda uji kolom diberi beban aksial dengan variasi tingkat pembebanan 60%, 70%, 80%, dan 100% dari beban aksial maksimum. Kolom kemudian di-retrofit dengan cara dibungkus ferro-cement, dan selanjutnya kolom diberi beban aksial hingga runtuh. Dari hasil pengujian terhadap kolom pendek diperoleh peningkatan kapasitas beban aksial pada kolom setelah di-retrofit, yaitu sebesar 34,96%, 28,17%, dan 22,87% pada variasi tingkat pembebanan 60%, 70%, dan 80%.
EVALUASI PERATURAN PEMBEBANAN GANDAR KERETA API DI PULAU JAWA TERHADAP KONDISI AKTUAL Tri Muspitasari; Indah Sulistyowati; Widi Kumara
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.648 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1982

Abstract

Abstract: The railway structure includes a variety of constructions intended to supportrailroad and railway operations, one of which is a bridge. Locomotives are self-rail vehiclesthat function as rod or train carriages. Locomotives in Indonesia, especially in Java Island,have varying axle loads and axle distances, thus causing an inward force change that works onthe railway structure. The live load working on the structure of the railway bridge is a loadderived from a railway circuit whose size is determined based on the loading scheme of the1921 Load Plan (RM 1921). With RM 1921 which has been established as a rule of Bridgethrough which a series of railways passing then at a certain point on the bridge girder lengthenswill cause an inner force such as the force of moment and latitude that changes in magnitudedepending on the location of the train circuit. However, the actual condition of axle load andaxle distance is not in accordance with RM 1921. To know the magnitude of force in(maximum moment) then required an analysis calculation that is using line of influence. Fromthe calculation result between actual locomotive and RM 1921, it can be concluded that theactual maximum force of the locomotive is 30.38% less than RM 1921, therefore RM 1921 isstill sufficient to be used in the current condition Abstrak: Struktur jalan rel meliputi bermacam-macam konstruksi yang dimaksudkan untukmendukung jalan rel dan pengoperasian kereta api salah satunya adalah jembatan. Lokomotifmerupakan kendaraan rel yang dapat bergerak sendiri berfungsi sebagai penggerak rangkaiankereta atau gerbong. Lokomotif di Indonesia khususnya di Pulau Jawa mempunyai bebangandar dan jarak gandar yang berbeda-beda, sehingga hal ini mengakibatkan terjadinyaperubahan gaya dalam yang bekerja pada struktur jalan rel kereta api. Beban hidup yangbekerja pada struktur atas jembatan kereta api adalah beban yang berasal dari rangkaian keretaapi yang besarnya ditentukan berdasarkan skema pembebanan Rencana Muatan 1921 (RM1921). Dengan RM 1921 yang sudah ditetapkan sebagai peraturan Jembatan yang dilalui olehrangkaian kereta api yang melintas maka pada suatu titik tertentu pada jembatan gelagarmemanjang akan menimbulkan gaya dalam seperti gaya momen dan lintang yang berubahbesarnya tergantung dari letak rangkaian kereta api. Akan tetapi, kondisi aktual beban gandardan jarak gandar tidak sesuai dengan RM 1921. Untuk mengetahui besarnya gaya dalam(momen maksimum) maka diperlukan suatu perhitungan analisis yaitu menggunakan garispengaruh. Dari hasil perhitungan antara lokomotif aktual dan RM 1921 diperoleh kesimpulangaya dalam (momen) maksimum lokomotif aktual lebih kecil 30,38% dari pada RM 1921, olehkarena itu RM 1921 masih memadai untuk dipakai pada kondisi saat ini.
PEMODELAN NUMERIK 1-D ADVEKSI-DISPERSI UNTUK MEMPREDIKSI KONSTRENTASI POLUTAN DALAM BADAN SUNGAI Adhita Prasetya; Doddi Yudianto; Yiquing Guan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.819 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1983

Abstract

Abstrak: Peran rekayasa Hidrologi dan Hidrolik dalam pengelolaan lingkungan menjadi amat penting dalam mengatasi permasalahan-permasalahan polutan di area perairan. Seperti telah kita ketahui bersama, pengujian kualitas air sungai membutuhkan biaya dan waktu yang cukup lama, selain itu untuk memperoleh informasi areal terpapar polutan tertentu sering kali mengalami kendala. Studi ini mencoba untuk mengatasi beberapa keterbatasan tersebut diatas dengan cara membuat pemodelan numeric 1-D adveksi-dispersi yang bertujuan untuk memprediksi konsenta-si polutan dalam badan sungai. Model numerik yang dikembangkan bertujuan untuk mempred-iksi transportasi massal kontaminan di badan sungai. Dalam melakukan analisa, metode yang digunakan adalah analisis 1 dimensi dan metode numerik menggunakan skema lax-wendroff . selain itu untuk memudahkan dalam pemodelan, dibuat model sungai rectangular dengan lebar saluran (B) 8 m, tinggi muka air (H) =0,4 m, kemiringan sungai ( so) = 0.00005, dan panjang saluran (L) = 150 km, serta dasar saluran adalah beton. Untuk mesimulasikan konsentrasi menggunakan finite difference schemes pada jarak 50 s.d 100 km, software yang digunakan ada-lah MATLAB serta menggunakan skema Lax-Wendroff (LW) untuk memecahkan Persamaan 1D Adveksi-Dispersi. Dari hasil pemodelan dapat disimpulkan terjadi pelebaran kurva konsen-trasi polutan akibat pengaruh dari hidrolika. Pada saat konsentrasi polutan tertinggi berada 50 km dari lokasi pembuangan limbah, area terpapar polutan 40 – 60 km, sedangkan pada jarak 100 km dari lokasi pembuangan limbah, area yang terpapar oleh polutan 80 – 120 km .
REDUKSI BANJIR MENGGUNAKAN KOLAM RETENSI DI SUNGAI BAKALAN, KABUPATEN JEPARA Sunu Ardhi Nugroho; Rintis Hadian; Adi Yusuf Muttaqien
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.781 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1984

Abstract

Abstract: Bakalan River in Jepara Regency is a river with extreme runoff category that often causes flooding that overflows into the river embankment. Flood are often referred to as disas-ters caused by three consecutive days of rain. But the flood analysis that ever happened due to rain 2 days in a row. To overcome the flood, one of the suggested alternatives is retarding ba-sin. This study aims to determine the maximum flood discharge based on repeat period of 5, 20, 50 years and 2-days maximum annual rain in Bakalan River, to know the deposit volume of retarding basin and flood reduction potential after retarding basin was made. Maximum flood discharge were calculated using synthetic hydrograph method (HSS) of Nakayasu and Gama I. The deposit volume of retarding basin and the flood reduction potential can be calculate from flood routing analysis result with HEC-RAS. Flood routing were performed at 46 cross section point (RS) under existing and with retarding basin condition. From the calculation, the maxi-mum flood discharge on repeat period of 5 year (Q5), 20 year (Q20), 50 year (Q50) and 2 day maximum annual rain (Q-2 daily) is 151.641 m3/s; 218.772 m3/sec; 279.463 m3/s and 361.832 m3/sec. Flood routing results indicate that in existing condition there are floods in RS 44 due to Q50 and Q-2 daily, so retarding basin is planned on right site of RS 44 with an area of 60.000 m2 and elevation of +17 m. With retarding basin, flood routing results indicate that the Bakalan River can accommodate maximum flood discharge with deposit volume of retarding basin for Q50 and Q-2 daily respectively 91.480 m3 and 199,890 m3. This volume is equivalent to the flood reduction potential respectively 12.23% and 22.24%. Abstrak: Sungai Bakalan di Kabupaten Jepara merupakan sungai dengan kategori kelas limpasan ekstrim sehingga sering menimbulkan banjir yang melimpas tanggul sungai. Banjir sering disebut sebagai bencana akibat hujan 3 hari berturutan. Namun analisis banjir yang pernah terjadi disebabkan hujan 2 hari berturutan. Untuk mengatasi banjir, salah satu alternatif yang disarankan adalah kolam retensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir maksimum kala ulang 5, 20, 50 tahun dan 2 harian maksimum tahunan di Sungai Bakalan, mengetahui volume simpanan kolam retensi dan potensi penurunan banjir setelah dibuat kolam retensi. Debit banjir maksimum dihitung dengan metode hidrograf satuan sintetis (HSS) Nakayasu dan Gama I. Perhitungan volume simpanan dan potensi penurunan banjir didapatkan dari pengolahan hasil penelusuran banjir dengan HEC-RAS. Penelusuran banjir dilakukan di 46 titik potongan melintang (RS) pada kondisi eksisting dan dengan kolam retensi. Dari perhitungan, dihasilkan debit banjir maksimum kala ulang 5 tahun (Q5), 20 tahun (Q20), 50 tahun (Q50) dan 2 harian maksimum tahunan (Q-2 harian) berturut-turut sebesar 151,641 m3/dt; 218,772 m3/dt; 279,463 m3/dt dan 361,832 m3/dt. Hasil penelusuran banjir menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting terjadi banjir di RS 44 akibat Q50 dan Q-2 harian sehingga direncanakan kolam retensi pada lokasi kanan RS 44 dengan luas 60.000 m2 dan elevasi +17 m. Dengan kolam retensi, hasil penelusuran banjir menunjukkan bahwa Sungai Bakalan dapat menampung debit banjir maksimum dengan volume simpanan kolam retensi untuk Q50 dan Q-2 harian berturut-turut sebesar 91.480 m3 dan 199.890 m3. Volume ini setara dengan penurunan banjir masing-masing 12,23% dan 22,24%.
EIGENVALUE LINEAR BUCKLING OPTIMIZATION OF MODIFIED OPEN WEB STEEL JOIST Johan Ardianto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 4 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.12 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i4.1995

Abstract

Abstract: Open web steel joist (OWSJ) is a lightweight beam structural system that is widely used since the 1900s. It generally composed by T section as flanges on top and bottom, and L sec-tion as an open web on the centre. However, many modifications of OWSJ is commonly seen in construction sites, one of them is the usage of channel sections as top and bottom flange, and rebar steel as the open web. This configuration is mainly used to reduce cost and ease the material sup-ply. The modified OWSJ have potential to act differently than the regular one, hence scientific study need to performed to know the behaviour of the modified system. In this paper, comparison on analytical and finite element approach is conducted. The analytical method is done by mechani-cal calculation assuming there are no buckling of the flanges, web rebars are calculated individual-ly. In real structure, buckling may occur and web rebars also work concurrently. Therefore, finite element analysis with LUSAS software is conducted. The purpose of this research is to know the behaviour of OWSJ in FEM analysis. Result displays lateral torsional buckling is happen and to overcome this problem, gradation of web size is tested, resulting maximum of 10.6 % increase in capacity.
PENGARUH VARIASI WAKTU PEMBEBANAN TERHADAP SIFAT REOLOGI VISCO-ELASTIC ASPAL PEN 80/100 DENGAN PENAMBAHAN ASBUTON MURNI Rani Bastari Alkam
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 4 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.699 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i4.1996

Abstract

Abstract: Time Sweep (loading time) is one of the main variables affecting the performance of asphalt related to loading resistance on the road surface. To describe the loading time effect on the viscoelastic properties of asphalt pen 80/100 with varying content of pure Asbuton with dif-ferent time sweeps, the basic rheological characteristics and mechanical rheological properties were measured with a dynamic shear rheometer in the laboratory. Complex shear modulus (G*) decreased, phase angle values increased, and strain value increased with increasing load-ing time. Vehicle speed and loading frequency were inversely proportional to loading time; thus, it can be concluded that increasing the vehicle speed and increasing the vehicle loading frequency will cause an increase in G*, decrease in phase angle, and decrease in strain. Bitu-men stiffness modulus (E *) was inversely proportional to the increase in loading time. Perma-nent deformation damage criteria, both before and after mechanical rheology test (RTFOT), showed that the shorter the loading time, the stronger the bitumen is in resisting permanent de-formation damage. Based on fatigue cracking criteria, all combinations of loading time and Asbuton content fulfill the statutory requirements for fatigue cracking resistance. Abstrak: Waktu pembebanan (Time Sweep) merupakan salah satu variabel utama yang mempengaruhi kinerja material aspal yang berkaitan dengan ketahanan terhadap pembebanan pada perkerasan jalan. Untuk dapat memperoleh gambaran dari pengaruh variasi waktu pem-bebanan terhadap sifat reologi visco-elastic aspal pen 80/100 dan Asbuton murni maka dil-akukan pengujian sifat reologi dasar dan sifat reologi mekanistik dengan alat Dynamic Shear Rheometer dengan beberapa variasi kadar Asbuton murni. Hasil peneitian menunjukkan pen-ingkatan waktu pembebanan menyebabkan penurunan nilai complex shear modulus (G*), pen-ingkatan nilai phase angle, dan peningkatan nilai regangan. Jika hasil ini dikaitkan dengan ke-cepatan kendaraan dan frekuensi pembebanan yang berbanding terbalik dengan waktu pem-bebanan, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kecepatan kendaraan dan bertambahnya frekuensi pembebanan kendaraan akan menyebabkan peningkatan nilai G*, penurunan nilai phase angle, dan penurunan nilai regangan pada sampel. Dalam tinjauan modulus kekakuan bi-tumen diperoleh peningkatan waktu pembebanan menyebabkan penurunan modulus kekakuan bitumen. Dalam kajian kriteria kerusakan Permanent Deformation baik pada kondisi original maupun pada kondisi setelah RTFOT dapat disimpulkan bahwa semakin kecil waktu pem-bebanan maka semakin kuat bitumen tersebut dalam menahan kerusakan Permanent Defor-mation. Sedangkan, dalam kajian kriteria kerusakan Fatigue Cracking dapat disimpulkan bah-wa seluruh kombinasi waktu pembebanan memenuhi persyaratan jika dilakukan tinjauan ketahanan material terhadap fatigue cracking.
EXPERIMENTAL PERMEABLE ASPHALT PAVEMENT USING LOCAL MATERIAL DOMATO STONE ON QUALITY OF POROUS ASPHALT Firdaus Chairuddin; Wihardi Tjaronge; Muhammad Ramli; Johannes Patanduk
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 4 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.685 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i4.1998

Abstract

Abstract: The lot deposit of Domato Stone as local material from sea location in Banggai island in half Sulawesi of Indonesia. Was still not be exploited better. Some research in the field of road construction showed that Domato Stone was powerful enough when mixture asphalt structure. Permeable asphalt pavement or porous friction course is commonly known as porous asphalt. The porous pavement used in Japan and Europe. The pavement consists in a porous overlay allowing rainwater to flow down to the bottom the overlay and then to drain on the edges of the pavement. Quality of porous asphalt was developed to drain pavement surface flow through its pores, because of is specific properties to measure its ability to drain the water ( Permeability ), a special measur-ing device is required. This study is aimed to measure the coefficient of permeability using the constant head permeability test at transportation laboratory Hasanuddin University. The result was compared with the previous study. The test included horizontal and vertical permeability. Their types of gradation were incorporated to: British Graduation, Binamarga Gradation, and Australian Gradation. The tests were carried out at optimum bitumen content, the result shows that the verti-cal permeability of porous asphalt using British Gradation were: 0,0914, 0,2841 and 0,2912 Cm/sec. Respectively meanwhile for horizontal permeability were 0,1168, 03212, 0,2897 Cm/Sec. The Marshall stabilities were at on contrary to the permeabilities, the porosity was comparable to the permeabilities. The results of researches indicate that porous asphalt mixture showed an influ-ence on the value of the characteristics of porous asphalt particularly at concrete waste fraction grading 50% retained 1/2 " and 50% natural crushed stone retained 3/8" where the values obtained from the analysis of optimum binder content is 9.5%. Based on the Scanning Electron Microscope (SEM) can be seen the microstructure and content of chemical elements present in the porous as-phalt which prove that all elements of the liquid asbuton and concrete waste can blend and bind well.
STRATEGI UNTUK LULUS PADA TAHAP PROSES E-TENDERINGBAGI PENYEDIA JASA KONSULTAN PROYEK KONSTRUKSI MILIK PEMERINTAH Chrysantus Abdi Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 4 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.734 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i4.1999

Abstract

Abstract:This study aims to determine a strategy consultant in order to pass the E-Tendering process in a project organized by the government. Stages in the E-Tendering process is the qualifying stage and submission of the offer. This study was to determine the factors supporting and inhibiting the E-Tendering process. Supporting factors include the experience in E-Tendering, availability of human resources, management conditions, ability of the company, information about jobs, supporting data on employment, job location, Everything related to the bidding documents should be obvious and rational. While Obstacles include the legality and the company's permit, Work Experience, Availability Expert according to the field, limit benefits deserve, Determination of the offer price can not be raised too high in the hope to get a big profit, Filing relatively low price in the hope of enlarging the opportunities to get the project, determine the bid price is right (best), growth in the number of consultants is increasing, competition is increasing consultant in winning contracts for work through competitive bidding. This study is also to determine a strategy consultant in the E-Tendering process. In the qualifying stage, namely the integrity pact, containing data on the qualifications, Affidavit has good performance and is not blacklisted, Statement is not under the supervision of the court, is not bankrupt and not undergoing legal sanctions. While the bid price, Offer letter, letter of agreement Partnership / Joint Operation (JO), Experience Company, approach and methodology, qualifications of experts and the cost of bidding documents. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi konsultan agar dapat lulus dalam proses E-Tendering di proyek yang diselenggarakan oleh pemerintah. Tahapan dalam proses E-Tendering ini adalah tahap kualifikasi dan penyampaian penawaran. Penelitian ini untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses E-Tendering. Faktor Pendukung meliputi Pengalaman dalam E-Tendering, Tersedianya SDM, Kondisi manajemen, Kemampuan perusahaan, Informasi tentang pekerjaan, Data pendukung mengenai pekerjaan, Lokasi pekerjaan, Segala sesuatu berkaitan dengan dokumen penawaran harus nampak jelas dan rasional. Sedangkan Faktor Penghambat meliputi Legalitas dan ijin perusahaan, Pengalaman Kerja, Ketersediaan Tenaga Ahli sesuai bidangnya, Batas keuntungan yang pantas, Penetapan harga penawaran tidak dapat diajukan terlalu tinggi dengan harapan untuk mendapatkan profit yang besar, Pengajuan harga relatif rendah dengan harapan memperbesar peluang mendapatkan proyek, Menentukan harga penawaran yang tepat (terbaik), Pertumbuhan jumlah konsultan yang makin meningkat, Persaingan konsultan semakin meningkat dalam memenangkan kontrak atas pekerjaan melalui penawaran bersaing.Penelitian ini juga untuk mengetahui strategi konsultan dalam proses E-Tendering. Dalam tahap kualifikasi yaitu pakta integritas, isian data kualifikasi, Surat pernyataan memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam daftar hitam, Surat pernyataan tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut dan tidak menjalani sanksi hukum. Sedangkan dalam penawaran yaitu Surat penawaran, Surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi, Pengalaman Perusahaan , pendekatan dan metodologi, kualifikasi tenaga ahli dan dokumen penawaran biaya.
STUDI EFEKTIVITAS PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH SECARA TRADISIONAL DAN ELEKTRONIK Randy Kristovand Tanesia
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 4 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.863 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i4.2000

Abstract

Abstract: During the procurement of goods and services is done in two method online and traditional where the traditional method of using fax and telephone as a media. Two method are not going well because it is considered to have some weaknesses that could hurt the company such as the lack of accurate reports on the stock of products, distribution and product delivery and scheduling product delivery, the ineffectiveness of the work because it uses different media, and lack of transparency. In an effort to compensate for the shortcomings and difficulties in the procurement of goods and services and to create the procurement of goods and services that are transparent and clean should be utilized in the integration of information technology development process of procurement of goods and services, one of which is the E-Procurement. So in this study the authors aimed to distinguish the effectiveness of the procurement of goods and services traditionally and electronically from the aspect of cost, time and satisfaction and to identify the effectiveness of government procurement electronically in eliminating mode can block the development of the use of government budget. From research conducted shows that when viewed from the aspect of cost, time and satisfaction there is no relationship between the procurement of goods and services traditionally and electronically, and the difference between the procurement of goods and services traditionally and electronically. And it can be concluded that the effectiveness of the procurement of goods and services electronically has a moderate level of effectiveness in eliminating mode that can block the development of the use of the government budget. Abstrak: Selama ini pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan dua cara yaitu secara online dan secara tradisional dimana cara tradisional ini menggunakan fax dan telepon sebagai medianya. Dua cara ini tidak berjalan baik karena dinilai memiliki beberapa kelemahan yang dapat merugikan perusahaan seperti kurangnya akuratnya laporan mengenai stok produk, distribusi pengiriman produk serta penjadwalan pengiriman produk, tidak efektifnya pekerjaan karena menggunakan media yang berbeda - beda, serta kurangnya transparansi. Dalam usaha untuk menutup kelemahan - kelemahan dan kesulitan dalam proses pengadaan barang/jasa dan untuk menciptakan pengadaan barang/jasa yang transparan dan bersih perlu dimanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam integrasi proses pengadaan barang/jasa tersebut, salah satunya adalah E-Procurement. Sehingga pada penelitian ini penulis bertujuan untuk membedakan efektivitas pengadaan barang dan jasa secara tradisional dan secara elektronik dari aspek biaya, waktu dan kepuasan serta mengidentifikasi efektivitas pengadaan pemerintah secara elektronik dalam mengeliminir modus yang dapat menghadang perkembangan penggunaan anggaran pemerintahan. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa bila ditinjau dari aspek biaya, waktu dan kepuasan tidak ada hubungan antara pengadaan barang dan jasa secara tradisional dan secara elektronik dan adanya perbedaan antara pengadaan barang dan jasa secara tradisional dan secara elektronik. Dan dapat disimpulkan bahwa efektivitas pengadaan barang dan jasa secara elektronik memiliki tingkat efektivitas sedang dalam mengeliminir modus yang dapat menghadang perkembangan penggunaan anggaran pemerintah.
PENGARUH DAMPAK CONTRACT CHANGE ORDER TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR PROYEK STUDI KASUS: REHABILITASI JEMBATAN NGABLAK Agustina Dwi Kuswandari; A. Koesmargoro; Wulfram I. Ervianto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 4 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.931 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i4.2001

Abstract

Abstract: Factors that often happens when held CCO (Contract Change Order) Is the repeated coordination with owner related work to be done. The highest mean value of the variable is the performance indicator quantity is 3.87 and the lowest on indicators of punctuality that is equal to 3.71, these results indicate that Change orders on bridge rehabilitation work Ngablak caused by the inaccuracy of the time. CCO (Contract Change Order) affect the performance of contractors by 67.4%, so it can be concluded that done CCO (Contract Change Order) is then the contractor does experience a decrease in performance Abstrak: Faktor yang sering terjadi ketika diadakan CCO (Contract Change Order) adalah terjadinya koordinasi yang berulang-ulang dengan owner terkait pekerjaan yang harus diselesaikan. Nilai mean tertinggi pada variabel kinerja adalah pada indikator kuantitas yaitu sebesar 3,87 dan yang terendah pada indikator ketepatan waktu yaitu sebesar 3,71, hasil tersebut menunjukkan bahwa Change order pada pekerjaan rehabilitasi Jembatan Ngablak disebabkan oleh ketidaktepatan waktu. CCO (Contract Change Order) berpengaruh terhadap kinerja kontraktor sebesar 67,4% sehingga dapat disimpulkan bahwa dilakukan CCO (Contract Change Order) ini maka kontraktor mengalami penurunan kinerja.