cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024): February 2024" : 22 Documents clear
Identifikasi Keanekaragaman Tumbuhan Poaceae di Kampus II UIN Sumatra Utara Hartono, Adi; Tanjung, Indayana Febriani; S., Irwan
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.4811

Abstract

Poaceae atau rumput-rumputan merupakan famili dari ordo Poales yang memiliki banyak manfaat dan pola penyebaran yang cukup luas di negara tropis, termasuk Indonesia. Hal ini dapat diamati melalui banyaknya tumbuhan dari famili Poaceae yang terdapat di lingkungan kampus II UIN Sumatra Utara. Namun, keberadaan tumbuhan tersebut belum diidentifikasi sehingga belum diketahui potensinya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan Poaceae yang ditemukan di kampus II UIN Sumatra Utara sekaligus menelaah potensi yang dimiliki oleh masing-masing ragam spesies tumbuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei eksploratif dan deskriptif, yaitu dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. Sampel tumbuhan dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku karangan Gembong Tjitrosoepomo (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 genus dengan 12 spesies yang ditemukan di kampus II UIN Sumatra Utara.
Paparan Pestisida Menginduksi Senesen Dini pada Mesenchymal Stem Cell In Vitro Adaninggar, Ascarti; Oktavya, Galuh; Putri, Raden Roro Risang Ayu Dewayani; Aprilianti, Suci Hari Utami; Nuriliani, Ardaning
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.6340

Abstract

Pestisida merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai pengendali hama pada aktivitas pertanian. Residu penggunaan pestisida ini dapat mengakibatkan polusi pada lingkungan perairan khususnya di sekitar lahan pertanian. Pestisida yang terakumulasi pada lingkungan perairan maupun hasil pertanian memberikan dampak buruk bagi manusia antara lain gangguan pada sistem organ, jaringan, perkembangan, dan pada tingkat sel mengarah ke senesen. Senesen merupakan suatu kondisi saat sel berhenti melakukan proliferasi. Sel yang mengalami senesen secara alami umumnya terjadi pada individu tua, sebagai respons terhadap pemendekan telomer. Senesen dini akibat paparan pestisida pada umumnya melibatkan mekanisme stres oksidatif, kerusakan DNA, dan disfungsi mitokondria. Senesen memicu penurunan fungsi organ yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti kanker, osteoporosis, penyakit kardiovaskuler hingga demensia. Selain itu, senesen juga dapat menyebabkan berhentinya siklus sel punca antara lain pada mesenchymal stem cells (MSCs). Ulasan ini fokus membahas mekanisme senesen akibat paparan pestisida pada sel punca terutama MSCs. Metode yang digunakan yaitu koleksi data dan analisis dari jurnal terindeks Scopus dengan menggunakan VOSviewer. Berdasarkan hasil ulasan diketahui bahwa pestisida menginduksi senesen pada MSCs melalui jaras peningkatan konsentrasi ROS dalam sel dan penurunan aktivitas ALDH. Hal tersebut menyebabkan aktivasi p53, dan p21, yang kemudian akan menyebabkan hambatan pada CDK2 dan  pRB, berakibat pada  inaktivasi E2F serta induksi senesen. Senesen juga akan memberikan respons patofisiologis lain hingga efek tumorigenesis. 
Salep Ektrak Daun Jamblang (Syzygium cumini) sebagai Penghambat Bakteri Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat Setiawan, Pamela Felita; Alvina, Devi; Subandriyo, Jessica Rieko; Meisy; Paramitha, Prizka Kezia; Widhiastuti, Stefani Santi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.6552

Abstract

Jerawat merupakan gangguan pada permukaan tubuh yang umumnya sering muncul pada wajah. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Penggunaan antibiotik memiliki efek samping pada resiko hipersensitivitas atau alergi, sehingga penggunaan bahan alami sebagai obat herbal menjadi alternatif pengobatan yang baik. Salah satu bahan alami dengan potensi antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes adalah daun tanaman jamblang dengan kandungan antibakteri. Metode pengujian daun jamblang berupa pembuatan ekstrak daun jamblang, skrining fitokimia ekstrak, formulasi salep, uji zona hambat dan uji stabilitas produk salep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan salep ekstrak daun jamblang dalam menghambat bakteri penyebab jerawat P. acnes, serta sifat fisik dan stabilitasnya selama penyimpanan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun jamblang memiliki kandungan flavonoid, triterpenoid, tannin, saponin, dan alkaloid. Hasil terbaik pada uji zona hambat ekstrak dan salep tampak pada konsentrasi 10% yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat 9,17 mm, sedangkan hasil uji stabilitas terbaik pada salep konsentrasi 15% dengan pH 6,5 ± 0,5, daya sebar 3,17 ± 0,26, daya lekat >2 menit. 
Evaluasi Keragaman Fauna Avertebrata DAS Cisadane untuk Konservasi Lahan Basah Kota Bogor Prihatini, Wahyu; Sudrajat, Cecep
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.6857

Abstract

Lahan basah merupakan ekosistem perairan darat yang berperan penting memsok air bagi kebutuhan manusia. Penurunan kualitas perairan sungai akan berdampak terhadap keragaman jenis fauna avertebrata di ekosistem tersebut. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane merupakan aliran sungai besar, dengan daerah tangkapan air seluas 1.100 km2. Salah satu cara menilai kualitas air sungai secara biologi adalah melalui analisis makroavertebrata, karena kepekaannya terhadap bahan pencemar. Penelitian ini ditujukan untuk konservasi DAS Cisadane melalui analisis keragaman dan kelimpahan makroavertebrata. Pengambilan data dilakukan pada empat stasiun pengamatan, yaitu area Maseng (stasiun I), Pamoyanan Sari (stasiun II), Cibalagung (stasiun III), dan Bubulak (stasiun IV). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 21 spesies avertebrata, dengan tiga spesies paling melimpah, yaitu Pantala flavescenes (capung ciwet), Parathelphusa convexa (ketam/yuyu sawah), dan Lumbricina (cacing tanah). Tingkat keragaman spesies avertebrata secara keseluruhan termasuk dalam kategori keragaman sedang (indeks H’= 1,93). Tingkat keragaman spesies, dan kelimpahan spesies avertebrata ke arah hilir DAS Cisadane semakin menurun, berdasarkan kriteria indeks keragaman Shannon-Wienner, dan kelimpahan relatif spesies. Kualitas air sungai Cisadane terindikasi tercemar ringan-sedang di stasiun I, II, III, dan tercemar sedang-berat di stasiun IV.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sempur Air (Dillenia suffruticosa) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes Syafriana, Vilya; Febriani, Amelia; Rohmawati, Fitri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.7116

Abstract

Sempur air (Dillenia suffruticosa) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional yang dapat ditemui di hutan tropis seperti di Indonesia. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sempur air mampu menghambat pertumbuhan salah satu bakteri penyebab jerawat Staphylococcus aureus. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun sempur air terhadap bakteri penyebab jerawat lainnya, yaitu Propionibacterium acnes. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada medium Nutrient Agar (NA). Penapisan fitokimia dari ekstrak ini diperoleh hasil bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid tannin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sempur air mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% sebesar 7,04±0,24; 7,45±0,71; 9,53±0,35; dan 13,07±0,31 mm secara berurutan. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa ekstrak etanol daun sempur air berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap P. acnes. 
Pengaruh Perlakuan PEG (Polyethylene Glycol) pada Media Kultur In Vitro terhadap Anatomi Akar, Kandungan Katalase dan Akumulasi Malondialdehid Kedelai Varietas Deja 2 (Glycine max cv. “deja 2”) Arif, Mohammad Fadhil; Aloysius, Suyitno
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.7346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kedelai varietas Deja 2 pada kondisi cekaman kekeringan dengan parameter akumulasi malondialdehid (MDA), kandungan katalase (CAT) dan struktur anatomi akar. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen melalui kultur in vitro biji menggunakan media ½ MS (Murashige & Skoog) yang diberi PEG (Polyethylene Glycol) 6000. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi PEG meliputi 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%. Variabel terikatnya adalah kuantitas akumulasi MDA, kandungan CAT dan karakter anatomis akar kedelai Deja 2. Variabel terkendali meliputi jenis dan cara penggunaan PEG, kondisi lingkungan, dan karakteristik benih yang digunakan. Pengujian MDA menggunakan metode dari Gechev dengan pembacaan spektrofotometer 532 nm dan 600 nm. Pengujian kandungan katalase dilakukan dengan metode Aebi dan Lester dengan pembacaan spektrofotometer 240 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi MDA meningkat seiring meningkatnya konsentrasi PEG sampai konsentrasi 5%, dan menurun pada konsentrasi 7,5%. Kandungan CAT juga meningkat bahkan sampai pada PEG 7,5%. Perlakuan PEG tidak memberikan pengaruh signifikan pada luas akar, panjang stele dan tebal korteks melainkan pada tebal struktur epidermisnya.
The Aquatic Productivity using The Indicator of Plankton Diversity and Abundance in Telaga Dringo, Indonesia Rahayu, Nur Laila; Hilmi, Endang; Artini, Dewi; Listyaningrum, Sisca Febrianti; Widyatama, Rodrigo Tyas Perwira; Ansah, Anang Adri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.7497

Abstract

Aquatic productivity is the most basic trophic level in every aquatic ecosystem. Lake Dringo is a protected area and one of the highest lakes on the island of Java. Ecosystem balance can be seen from the study of water productivity. The purpose of this study was to determine the primary productivity and secondary productivity of waters in the Lake Dringo Nature Reserve, Central Java. The purposive sampling method was used in this study by establishing five stations and three replications at each station. The combination of primary and secondary productivity has a total abundance of 22,491-38,556 ind/liter. The highest abundance was Chlorophyta at 33% while the lowest abundance was Rotifera at 4%. This shows that there is no species dominance so that the primary productivity of the waters is still good. 
Cell Surface and Adherence Properties of Indonesian Indigenous Lactic Acid Bacteria as Probiotic Candidate Leksono, Benediktus Yudo; Purwijantiningsih, Ekawati; Wibisono, Gracia Irene Benaya
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.8124

Abstract

Adherence to intestinal mucosa is one of the crucial probiotic traits. This ability varied among strains. This study aims to evaluate the cell surface properties and adherence potential of Indonesian Indigenous LAB. The adherence potential was evaluated using auto- aggregation, coaggregation against Salmonella, cell hydrophobicity, and adherence to stainless-steel surface. All strains classified as having medium high aggregation (>90%) after 24 h of incubation and can coaggregate with Salmonella (58-92%). Among all strains, Levilactobacillus brevis AB3 showed the highest hydrophobicity (36%) and adhesion to stainless steel (6.37 log CFU/mL). Current findings suggest that Indonesian Indigenous LAB, especially L. brevis AB3, possessed an adherence property and has a potential to be developed into probiotic bacteria.
Sinergisme Pertumbuhan dan Tingkat Kesukaan pada Pembuatan Tempe Probiotik dengan Penambahan Pichia kudriavzevii TMT-2 dan Lactobacillus plantarum Dad-13 Yafi , Muhammad Raihan; Yulianto, Wisnu Adi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.8181

Abstract

Tempe probiotik dapat dibuat dengan penambahan khamir probiotik (Pichia kudriavzevii TMT-2) dan bakteri asam laktat (Lactobacillus plantarum Dad-13). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sinergisme pertumbuhan antara jamur tempe, khamir dan bakteri probiotik, serta menentukan tempe probiotik yang disukai oleh panelis. Penelitian ini dikerjakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu faktor pertama ialah jenis inokulum (tempe jamur merk Raprima, Raprima + Pichia kudriavzevii TMT-2, Raprima + L. plantarum Dad-13, Raprima + P. kudriavzevii TMT-2 + L. plantarum Dad-13. Faktor kedua adalah lama fermentasi (0, 24, 48, dan 72 jam). Hasil penelitian menunjukkan penambahan yeast, bakteri, dan dan bakteri probiotik tidak menghambat pertumbuhan jamur tempe. Penambahan khamir probiotik mempercepat laju pertumbuhan jamur tempe. Khamir dan bakteri probiotik yang ditambahkan dapat tumbuh dengan baik dan dapat mencapai 9 log10 CFU/g pada akhir fermentasi. Penambahan khamir dan bakteri probiotik tidak menurunkan tingkat kesukaan panelis dibandingkan dengan kontrol (jamur tempe). Berdasarkan jumlah probiotik dan tigkat kesukaan panelis perlakuan terbaik adalah tempe yang diinokulasi dengan Raprima + P. kudriavzevii TMT-2 + L. plantarum Dad-13. Tempe tersebut mengandung jumlah jamur sebanyak 8,53 log10 CFU/g, khamir 9,06 log10 CFU/g, dan bakteri 8,88 log10 CFU/g. Tempe probiotik ini layak untuk dikembangkan khususnya diversifikasi produk olahannya dan tingkat kesukaan konsumen.
Assessing the Potential of Prambanan Biodiversity Park for Sustainable Food Resources and Agriculture in Kemudo, Klaten, Central Java Bimantio, Mohammad Prasanto; Ferhat, Amallia; Putra, Dian Pratama; Nugraha, Nanda Satya; Ayu, Indah Kusuma; Suendra, Akhta
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.8182

Abstract

Prambanan Biodiversity Park (TKP), Klaten, Central Java, is an important natural reserve for preservation of local biodiversity and environmental protection by PT.Sarihusada Generasi Mahardhika. This research investigates the park's potential in providing food resources and supporting agricultural practices for nearby communities through plant species identification including ecological relationships between species and plants that contribute to pest control in agricultural systems. The collected data provides an overview of the park's biodiversity and serves as a baseline for further analysis. The research finds several potential benefits of utilizing TKP for food resources and agriculture. The diverse flora of the park offers a variety of edible plants, such as Moringa oleifera and fruit-based species, which can enhance local diets and provide nutritional diversity. Furthermore, traditional plants like mojo hold potential as natural pesticides, contributing to pest control in agricultural fields. The research recommends the development of conservation strategies and policies focused on sustainable practices, community participation, and educational initiatives to maximize the potential benefits. TKP emerges as an invaluable resource capable of supplying essential food provisions and supporting eco-friendly agricultural practices for neighboring communities, thereby emphasizing the criticality of interweaving biodiversity preservation within the framework of local food systems.

Page 1 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue