cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 1,193 Documents
Potensi Calotropis gigantea dalam Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) Rafael Rape Liwun; Indah Murwani Yulianti; Boy Rahardjo Sidharta
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2985

Abstract

Timbal (Pb), sering disebut timah hitam, merupakan salah satu logam berat yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya pemulihan tanah yang tercemar logam berat perlu dilakukan salah satunya dengan fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman Calotropis giganteapotensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb serta melihat efektivitasnya.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan logam berat Pb sebanyak 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm. Tanaman yang digunakan adalah biduri (Calotropis gigantea) yang telah dilakukan aklimasi selama 1 bulan dan perlakuan fitoremediasi selama 28 hari. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa: tanaman Calotropis giganteamemiliki potensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb dengan kemampuan menyerap sampai 93% pada kadar Pb yang rendah namun semakin kecil pada kadar yang tinggi; besarnya faktor transfer Pb Calotropis gigantea masih di bawah 1 sehingga kurang baik sebagai tanaman fitoremediator. Semakin besar logam berat Pb yang terserap semakin meningkatkan berat kering pada tanaman Calotropis gigantea.
Optimasi Konsentrasi Giberelin (GA3) untuk Meningkatkan Daya Kecambah Meniran Hijau (Phyllanthus niruri L.) Melyani Melyani; Sujarwati Sujarwati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 3 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i3.2988

Abstract

Phyllanthus niruri L. merupakan tumbuhan yang berfungsi sebagai obat. Perbanyakan dengan buah setelah 28 hari penanaman buah tidak berkecambah dan dengan biji memiliki perkecambahan yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hormon giberelin (GA3) dan kombinasi GA3 dengan IAA terhadap daya kecambah buah dan biji P. niruri, serta menentukan konsentrasi giberelin (GA3) dan kombinasi GA3 dengan IAA yang optimal untuk meningkatkan daya kecambah buah dan biji P. niruri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), terdiri dari 2 faktor: organ tanaman (buah, biji) dan zat pengatur tumbuh GA3 (200, 250, 300, 350 ppm) dan kombinasi GA3 (200, 250, 300, 350 ppm) dengan IAA 100 ppm, dengan 3 ulangan. Hasil dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perendaman buah menggunakan GA3 dapat meningkatkan daya kecambah buah P. niruri. Konsentrasi 250 ppm GA3 memberikan hasil terbaik dengan persentase perkecambahan 5,55%. Perendaman biji menggunakan GA3 dapat meningkatkan daya kecambah biji P. niruri. Konsentrasi 300 ppm GA3 memberikan hasil terbaik dengan persentase perkecambahan 80,5%, laju perkecambahan 4,64 hari, indeks vigor 3,53. Perlakuan kombinasi GA3 dan IAA menurunkan daya kecambah pada buah dan biji P. niruri.
Keanekaragaman Jenis Herpetofauna (Ordo Squamata) di Kawasan Hutan Rawa Gambut Tropis Mangsang-Kepayang, Sumatera Selatan Eka Haryati Yuliany
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2996

Abstract

Herpetofauna is a group of fauna consisting of amphibians and reptiles. The Squamata Order is one of the Reptiles that has the highest number of species. The Mangsang-Kepayang tropical peat swamp forest area of South Sumatra kepayang is one of the key biodiversity on the island of Sumatra. The diversity of herpetofauna can be used as a parameter of the balance and quality of the area where it lives. The problem raised in this study is how is the diversity of herpetofauna species (order Squamata) in the area of the tropical peat swamp forest of Mangsang-Kepayang, South Sumatra? Based on the problems that arise, then this study aims at the diversity of herpetofauna species (order Squamata) in the area of tropical peat swamp forest in Mangsang-Kepayang, South Sumatra. Sampling along the Boyong-Code River from upstream to downstream uses a combination of several methods, namely VES (Visual Encounter Survey), Time Search, and Road Cruising. The results obtained are 7 species of members of the Suborder Lacertilia (lizards) and 2 species of members of the Suborder Serpentes (snakes). Based on these results it can be seen that the area of Mangsang-Kepayang tropical peat swamp forest in South Sumatra is a suitable habitat for Squamata Order members.
Pengaruh Bioaktivator Selulolitik untuk Mempercepat Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Diah Nurul Aini; Hanifa Hanifa; Dessy Sari Mulfa; Tetty Marta Linda
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i1.3023

Abstract

Oil palm plantations are very extensive in Indonesia which have produced oil palm solid waste in the form of oil palm empty fruit bunches (OPEFB, shells and fibers. Generally, OPEFB is processed into compost but has a constraint that requires a long time of three months. The solution is to provided bioactivators.  This study aims to determine variations in the amount of cellulolytic bioactivators in composting OPEFB that is 0 ml (P1), 50 ml (P2), 75 ml (P3) and 100 ml (P4). Composting is carried out at an incubation laboratory scale for 45 days. The best research results were obtained in P4 treatment with compost quality: N-total of 2.13; C-organic: 35,45 and C/N ratio 16,68 which are in accordance with SNI standards. This cellulotic bioactivator can be developed for the production of TKKS compost on a larger scale.
Pengaruh Variasi Persentase Ragi dan Jenis Bungkus pada Tapai Ubi Jalar Putih terhadap Uji Kesukaan Panelis Siti Mutmainah; Nurul Qomariyah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 3 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i3.3055

Abstract

Tapai merupakan salah satu makanan tradisional yang yang mengandung karbohidrat tinggi, umumnya adalah beras ketan, singkong, umbi-umbian, dan kacang-kacangan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi jalar putih yang mengandung pati di dalamnya. Kualitas tapai dipengaruhi oleh banyaknya ragi yang ditaburkan untuk fermentasi. Selain itu, penggunaan pembungkus tapai berbahan plastik cukup banyak ditemukan karena dinilai lebih praktis dan minimnya daun pisang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesukaan panelis pada tapai ubi jalar putih dengan perbedaan persentase ragi dan jenis pembungkus. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak kelompok dengan 2 faktorial dan 3 kali ulangan. Parameter diujikan adalah tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan panelis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan membandingkan masing-masing perlakuan. Berdasarkan data yang diperoleh semakin tinggi ragi yang diberikan tingkat kelembekan dan keasaman semakin meningkat serta menghasilkan aroma alkhohol yang sangat tajam. Selain itu menurut kebanyakan panelis pembungkus plastik menghasilkan kualitas baik dari segi aroma, yaitu aromanya murni seperti tapai sedangkan pada bungkus daun pisang aromanya terkesan aneh. Berdasarkan analisis kesukaan panelis, tapai dengan ragi 0,25 % yang dibungkus plastik mendapatkan persentase 66,7% dari panelis, lalu 20% menyukai tape dengan ragi 0,25% yang dibungkus daun, dan 13,3% menyukai tapai dengan ragi 0,5% yang dibungkus plastik.
Analisis Kandungan N, P, K, Porositas Media Pembibitan dan Pertumbuhan Bibit Sengon Paraserianthes falcataria (L) Nielsen Slamet Santosa; Muhammad Ruslan Umar; Nur Jannah Amir
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v5i1.3068

Abstract

Media pembibitan merupakan faktor eksternal yang juga menentukan pertumbuhan bibit tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan N,P, K, porosita,s dan pertumbuhan bibit sengon Paraserianthes falcataria (L) Nielsen pada 5 macam media pembibitan. Media pembibitan dibuat dari tanah ultisol dicampur sekam padi atau serbuk gergaji dengan takaran berbeda lalu diinkubasi selama 30 hari. Hasil analisis kandungan N total  media M1 yaitu 0.18% (kategori rendah); media M2, M3, M4 dan M5, berkisar antara 0.20-0.50% (kategori sedang). Kandungan P media M1 yaitu 13.98 mg/kg  (kategori rendah); media M2, M3, M4 dan M5,  berkisar antara 26-35 mg/kg (kategori tinggi).  Kandungan K semua media berkisar antara 9.68-18.63 me/100g (kategori tinggi).  Porositas media M1= 52%; M2=66%; M3 = 84%; M4 = 75% dan M5 =71%.  Hasil analisis pertumbuhan bibit sengon P. falcataria (L) Nielsen pada 5 media pembibitan yaitu: tinggi = 12.3-17.5 cm; diameter batang = 0.65-0.85 cm; jumlah daun = 110–140 helai dan panjang akar = 9.0–14.3 cm. Media pembibitan M3 berbahan tanah ultisol 50% dan sekam padi 50% menghasilkan kandungan N sedang, kandungan P dan K tinggi, porositas tertinggi, dan menghasilkan  pertumbuhan bibit sengon P. falcataria (L) Nielsen terbaik.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Desi Purwaningsih; Destik Wulandari
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v5i1.3077

Abstract

Pseudomonas aeruginosa ATCC 27833 merupakan bakteri patogen oportunistik penyebab infeksi nosocomial pada pasien septikemia, sistik fibrosis, luka bakar, dan infeksi luka yang dapat menyebabkan tingkat mortilitas tinggi. Bakteri P. aeruginosa dilaporkan mengalami resistensi terhadap beberapa macam antibiotik. Hal tersebut dapat mengakibatkan lamanya waktu penyembuhan dan meningkatkan resiko kematian. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini ialah dengan mengambil jalan alternatif menggunakan obat-obatan alami berbahan dasar tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antimikroba adalah suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun suruhan dalam membunuh bakteri P. aeruginosa. Metode uji antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dilusi untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Ekstrak suruhan dibuat dalam 9 seri konsentrasi yaitu 50, 25, 12,5, 6,25, 3,12, 1,56, 0,78, 0,39, dan 0,19%. Hasil uji menunjukkan nilai KHM yang tidak dapat ditentukan karena campuran ekstrak daun suruhan dan bakteri P. aeruginosa sangat keruh. Nilai KBM yang diperoleh dari uji aktivitas antibakteri ekstrak daun suruhan terhadap bakteri P. aeruginosa adalah sebesar 25%.
Status Kepunahan dan Upaya Konservasi Jenis-jenis Ikan Chondrichtyes yang Teridentifikasi di TPI Tegalsari, Kota Tegal Ning Setiati; Dyah Rini Indriyanti; Partaya Partaya
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v5i1.3090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji status kepunahan jenis ikan hiu dan ikan pari yang diperdagangkan di TPI Tegalsari Kota Tegal. Metode penelitian ialah metode deskriptif eksploratif, Metode tersebebut dilakukan dengan identifikasi sampel yang diperoleh selama dua bulan di TPI  Tegalsari Kota Tegal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 10 jenis ikan Chondrichthyes, yang terdiri dari 2 ordo. Pertama ialah ordo Lamniformes yang meliputi species (status kepunahan) Sphyrna lewini  (EN), Carcharinusfalciformes (LC), Carcharinusplumbeus (NT), dan Chiloschyliumpunctatum (NT). Ordo kedua ialah Rajiformes yang meliputi Gymnuramicrura (DD), Himanturauarnak (VU), Dasyatisannotatus (NT), Dasyatissephen (NT), Dasyatiskuhlii (DD), dan Aetobatisnarinari (NT). Kesimpulan penelitian ini ialah 10 jenis ikan Chondricthyes yang terancam punah berada dalam status kepunahan. Upaya konservasi yang dapat dilakukan ialah penerapan eputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/Kepmen-Kp/2013 tentang penetapan status pelindungan penuh dan mengatur pelindungan ikan hiu dan ikan pari sebagai respons daftar Appendix II dalam CITES. Tahapannya KKP mengecek dua kali muatan container dan  menerapkan tes DNA hiu sebelum diekspor.
Keanekaragaman Jenis Capung Famili Libellulidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas Merti Triyanti; Destien Atmi Arisandy
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i1.3216

Abstract

Spesies capung di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas banyak ditemukan, namun belum terdata dengan baik sehingga perlu dilakukan pendataan jenis capung dan kajian mengenai keanekaragaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keanekaragaman capung famili Libellulidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan teknik menjelajah transek dengan menentukan 3 stasiun pengamatan. Setiap stasiun terdiri dari 5 buah transek dengan luas transek 100x100 m. Penangkapan famili libellulidae di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas menggunakan jaring net, pengidentifikasian dengan melakukan pengamatan ciri-ciri morfologi capung famili Libellulidae. Terdapat 5 spesies capung dari famili Libellulidae yang ditemukan, yaitu: Orthetrum sabina, Neurothemis fluctuans, Bracythemis contaminata, Rhodothemis rufa, dan Onycothemis culminicola. Komposisi jenis yang paling tinggi yaitu Orthetrum sabina sebesar 46,34%, sedangkan yang paling rendah yaitu Onycothemis culminicola sebesar 6,09%. Indeks keseragaman termasuk kategori tinggi, komunitas stabil, indeks dominansi (C) termasuk kategori rendah dan indeks keanekaragaman termasuk kategori rendah dengan nilai sebesar 1,61.
Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol 96% Rimpang Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.) terhadap Cendawan Pythium sp. secara In Vitro Oktira Roka Aji; Hasna Chaerani Zakkiyah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i1.3220

Abstract

Pythium sp. menyebabkan penyakit rebah kecambah pada berbagai macam tumbuhan. Semangka, mentimun, dan pisang adalah beberapa contoh tanaman yang sering terkena penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh cendawan tersebut. Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) merupakan bahan alami yang bisa dijadikan sebagai biofungisida karena mengandung zat aktif, yaitu zerumbon, flavonoid, alkaloid, saponin, kurkumin dan lain-lain, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai pemanfaatannya sebagai antifungi pada tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi optimum ekstrak rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) dalam menghambat pertumbuhan cendawan Pythium sp. dan menentukan persentase aktivitas antifungi optimum dari ekstrak lempuyang wangi (Z. aromaticum Val.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimum dari ekstrak lempuyang wangi dalam menghambat pertumbuhan cendawan Pythium sp. adalah 50%. Persentase aktivitas antifungi optimum dari ekstrak lempuyang wangi sebesar 51,9725%.

Page 55 of 120 | Total Record : 1193


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026): February 2026 Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue