cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 23038203     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya merupakan kumpulan artikel yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Surabaya. ISSN 2302-8203
Arjuna Subject : -
Articles 3,446 Documents
PERBUATAN CABUL DALAM PERSPEKTIF TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL Rivaldo William Krisma Waruwu; Sonya Claudia Siwu; Michele Kristina
CALYPTRA Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—fornication is an obscene act which means any act that is contrary to the norms of decency or decency as long as it is included in the environment of genital lust. Cases of sexual abuse as a form of sexual violence are quite complex problems because the national commission against violence against women or the National Women's Commission in its annual records shows that the number of sexual violence against women is increasing. As time goes by changes in legislation modernize obscene acts into sexual violence in the form of physical sexual acts with the intention of degrading a person's honor and dignity based on sexuality as stipulated in Law Number 12 of 2022 concerning Crimes of Sexual Violence. Proving the dehumanization of sexual objects is important in this study because the old provisions did not adopt this principle. This research shows that criminal liability for perpetrators of forced sexual acts on women's bodies is based on article 6 letter a of the Sexual Violence Crime Law. Keywords: sexual violence, degrading diginity, criminal liability Abstrak—percabulan merupakan perbuatan cabul yang memiliki pengertian segala perbuatan bertentangan dengan norma kesusilaan atau kesopanan selama termasuk dalam lingkungan birahi kelamin. Kasus pencabulan sebagai bentuk kekerasan seksual menjadi satu permasalahan yang cukup kompleks, sebab komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan atau komnas perempuan dalam catatan tahunannya menunjukan angka terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan semakin meningkat. seiring dengan berjalannya waktu perubahan perundang-undangan memoderenisasi perbuatan cabul menjadi kekerasan seksual berupa perbuatan seksual secara fisik dengan maksud merendahkan harkat dan martabat seseorang berdasarkan seksualitas sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Pembuktian atas dehumanisasi obyek seksual menjadi hal penting dalam kajian ini karena ketentuan lama tidak mengadopsi prinsip tersebut.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaku pertanggungjawaban pidana pelaku pemaksaan perbuatan seksual terhadap fisik wanita adalah menggunakan pasal 6 huruf a Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Kata kunci: kekerasan seksual, merendahkan harkat dan martabat, pertanggungjawaban pidana
PRINSIP INVIOLABILITY DAN EKSTRATERITORIAL DALAM PENEROBOSAN GEDUNG KONSULAT RUSIA OLEH AMERIKA SERIKAT Nathania Shella Iskandar; Wisnu Aryo Dewanto; Suhariwanto
CALYPTRA Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—consular relations as one of the foreign relations is a necessity for every country. both the receiving and sending countries have their respective obligations under international law. the purpose of this research is to find out whether america's actions in entering the empty russian consulate building in seattle violated the principles of inviolability and extraterritoriality in the 1963 vienna convention. this research was conducted using a normative juridical method, using 3 (three) approaches including statute approach, conceptual approach, and case approach. the united states as the recipient country in this study violated the principles of inviolability and extraterritoriality by breaking into an empty russian consulate building in seattle. america should respect the principles of inviolability and extraterritoriality by bringing third parties as neutral parties, and at that time there were no urgent or extraordinary conditions (force majeure). america itself ratified the 1963 vienna convention on diplomatic law so that america could be declared to have violated the principles of international law. Keywords: inviolability, premises, consulate, extrateritoriality Abstrak—Hubungan konsuler sebagai salah satu hubungan luar negeri merupakan kebutuhan bagi setiap negara. Baik negara penerima dan pengirim mempunyai kewajiban masing-masing dalam hukum internasional. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui apakah tindakan Amerika yang masuk kedalam gedung konsulat Rusia yang kosong di Seattle melanggar prinsip inviolability dan extraterritorial dalam Konvensi Wina 1963. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan menggunakan 3 (tiga) pendekatan antara lain statute approach, conceptual approach, dan case approach. Amerika Serikat sebagai negara penerima dalam penelitian ini melanggar prinsip inviolability dan extraterritoriality dengan melakukan pembobolan kedalam gedung konsulat Rusia di Seattle yang kosong. Amerika seharusnya menghargai prinsip inviolability dan extraterritoriality dengan membawa pihak ketiga sebagai pihak netral dan pada saat itu tidak terjadi kondisi mendesak atau hal luar biasa (force majeur). Amerika sendiri meratifikasi Konvensi Wina 1963 tentang hukum diplomatik sehingga Amerika dapat dinyatakan melanggar prinsip hukum internasional. Kata kunci: inviolability, premis, konsulat, ekstrateritorial
TANGGUNG JAWAB PRODUSEN ATAS TINDAKAN MEMPRODUKSI GARAM KONSUMSI TANPA MEMILIKI IZIN EDAR Awwaliyah Firdaus; Go Lisanawati; Elly Hernawati
CALYPTRA Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—The purpose of writing a scientific journal is a condition for graduation and earning a Bachelor of Law degree at the Faculty of Law, University of Surabaya. This thesis raises the case of food problems faced by Indonesian consumers, precisely in Probolinggo district, which was carried out by the defendant, namely business actor S as a producer and seller of anchor brand consumption salt products without having a distribution permit by way of business actor S buying refined salt from salt farmers, then salt It is molded in a checkerboard shape and the salt is put in a heating oven to make it solid and hard. Salt products that have been hard and solid will be sprayed with liquid iodine, after which the salt is put into plastic packaging for business actors to sell to consumers. Business actor S sells the product to consumers without a product distribution permit, so business actor S violates Law Number 18 of 2012 concerning Food. Keyword: food, food production, marketing authorization Abstrak—Penulisan jurnal ilmiah ini adalah sebagai suatu syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Surabaya. Skripsi ini mengangkat kasus permasalahan pangan yang dihadapi konsumen Indonesia, tepatnya dikabupaten Probolinggo yang dilakukan oleh terdakwa yaitu pelaku usaha S sebagai produsen sekaligus penjual produk garam konsumsi merek jangkar tanpa memiliki izin edar dengan cara pelaku usaha S membeli garam halus dari petani garam, kemudian garam tersebut dicetak dengan cetakan berbentuk kotak-kotak dan garam tersebut dimasukan ke dalam oven pemanas supaya menjadi padat dan keras. Produk garam yang telah keras dan padat akan disemprot dengan cairan yodium, setelah itu garam tersebut dimasukan kedalam plastik kemasan untuk pelaku usaha S jual kepada konsumen. Pelaku usaha S menjual produk tersebut kepada konsumen tanpa adanya suatu izin edar produk, sehingga pelaku usaha S melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Kata kunci: pangan, produksi pangan, izin edar
HUBUNGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DAN ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA Gabriel Fransisca Gunawan; Lena Nessyana Pandjaitan
CALYPTRA Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Pharmacy students have assignment demands such as journal writing, reports, presentations, and practical work. Facing these numerous assignments can lead to academic burnout. Academic burnout is a state where an individual experiences emotional exhaustion caused by factors such as high task demands, feelings of incompetence in fulfilling student obligations, and a decline in performance. The main cause of this is the tendency of students to delay or engage in academic procrastination when facing task burdens. This study aims to examine the relationship between academic procrastination and academic burnout among students. The sample for this research consisted of 151 students from the Faculty of Pharmacy at Surabaya University. The research employed a quantitative survey method, collecting data through the modified Maslach Burnout Inventory scale by Schaufeli and the Academic Procrastination Scale (APS) proposed by McCloskey. The sampling technique used in this study was accidental sampling. The results of this research indicate a significant relationship between academic procrastination and academic burnout among students (sig 0.000 < 0.05). With a positive correlation, higher levels of academic procrastination are associated with higher levels of academic burnout. Furthermore, there was also a significant association found between self-efficacy and academic burnout, with a value of 0.048 < 0.05. Keywords: academic procrastination, academic burnout, pharmacy faculty students, self-efficacy Abstrak—Mahasiswa Farmasi memiliki tuntutan penugasan berupa pembuatan jurnal, laporan, presentasi, serta praktikum. Dalam menghadapi banyaknya penugasan tersebut dapat menimbulkan academic burnout. Academic burnout adalah keadaan seseorang yang mengalami rasa lelah secara emosional diakibatkan oleh faktor tuntutan tugas yang banyak, perasaan tidak kompeten dalam menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa, hingga pada merosotnya prestasi. Penyebabnya adalahnya dalam menghadapi beban tugas tersebut mahasiswa kerap melakukan penundaan atau prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara prokrastinasi akademik dan academic burnout pada Mahasiswa. Sampel pada penelitian ini adalah 151 Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif survei dengan pengumpulan data melalui skala Maslach Burnout Inventory yang telah dimodifikasi oleh Schaufeli dan skala Academic Procrastination Scale (APS) yang dikemukakan McCloskey. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan insidental sampling. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dan academic burnout pada Mahasiswa (sig 0,000 < 0,05). Dengan memperoleh korelasi positif maka semakin tinggi prokrastinasi akademik maka akan semakin tinggi pula academic burnout, selain itu juga ditemukan asosiasi antara keyakinan akan kemampuan diri dan academic burnout sebesar 0,048 < 0,05. Kata kunci: prokrastinasi akademik, academic burnout, mahasiswa fakultas farmasi, keyakinan akan kemampuan diri
PERANCANGAN TABLEWARE MENGADAPTASI BUNGKUS MAKANAN TRADISIONAL PINCUK DARI INDONESIA Christopher Enrique Pradipta; Guguh Sujatmiko; Hairunnas
CALYPTRA Vol. 12 No. 1 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract —This research aims to create a cutlery product that is comfortable when carried in hand, when we eat sometimes there are situations where we don't use a table to place cutlery and of course, we will carry the cutlery in our hands and eat in that position. However, it's a shame that the existing cutlery designs don't have a plan adapted for use in that situation. In the process of solving this problem, the author has an idea to adjust the traditional food packaging, pincuk which has a function similar to the objectives of the research. In the process of conducting this research, the authors also made observations on the forms of cutlery that already existed, the most influential positions of the arms and hand grips when holding an object, and traditional food wrappers. From the results of observations and research that has been carried out, various kinds of model studies can then be made to find the shape and design that best suits the research objectives. The result is a cutlery product that is comfortable to carry in the hand and to eat in that position, but still maintains the existing advantages of cutlery products in general. Keywords: tableware, pincuk, adaptation Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu produk alat makan yang nyaman saat dibawa di tangan, saat kita makan terkadang ada situasi dimana kita tidak memakai meja untuk meletakkan alat makan dan tentunya kita akan membawa alat makan tersebut di tangan dan makan dalam posisi itu. Namun, sayangnya desain alat-alat makan yang ada tidak memilki desain yang disesuaikan untuk pemakaian dalam situasi tersebut. Dalam proses penyelesain masalah ini penulis memilki sebuah ide untuk mengadaptasi bungkus makanan tradisional pincuk yang memilki fungsi serupa dengan tujuan dari penelitian. Dalam proses penelitian yang dilakukan ini, penulis juga melakukan observasi terhadap bentuk alat makan yang telah ada, posisi lengan dan genggaman tangan yang paling efektik saat menggenggam suatu objek, dan terhadap bungkus makanan tradisional. Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan, kemudian dapat dilakukan pembuatan berbagai macam studi model untuk menemukan bentuk dan desain yang paling sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil akhir merupakan suatu produk alat makan yang nyaman saat dibawa di tangan dan untuk makan dalam posisi tersebut, namun masih tetap menjaga keunggulan yang ada dari produk alat makan pada umumnya. Kata kunci: peralatan makan, pincuk, adaptasi
PEMBUATAN APLIKASI SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENCARIAN RUMAH KONTRAKAN DENGAN METODE ANALYTICAL HEIRARCHY PROCESS (AHP) Mahendra Saputra Setiaadi; Endah Asmawati; Susana Limanto
CALYPTRA Vol. 12 No. 1 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Many factors are taken into consideration in choosing a rented house which is one of the problems that must be faced by tenants. Factors for choosing a house based on price are accompanied by the location of the rented house and then the facilities offered, such as the number of rooms, land area, number of bathrooms, electricity, clean water, land and building area and so on. To overcome the existing problems, we need a decision support system that can assist tenants in finding a rented house by considering the desired factors. From the results of the questionnaire, it was found that the tenants were dissatisfied with the search results because the recommendations that appeared varied, making it confusing to choose. Then tenants find it difficult to choose a house because there are too many alternatives offered. Meanwhile, the owner is dissatisfied with the application used in advertising because if you want his house to appear at the top of the search, you have to pay more. Therefore the author will create a decision support system that can recommend rented houses based on the criteria that tenants want. The system created uses the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. The AHP method is used because AHP can provide an appropriate solution in making a multi-criteria decision and the decision can be accounted for. Keywords: ahp, house, rent, system, support, decision Abstrak— Banyak faktor menjadi pertimbangan dalam memilih sebuah rumah kontrakan adalah salah satu masalah ynag harus dihadapi oleh penyewa. Faktor-faktor pemilihan rumah berdasarkan harga diiringi dengan lokasi rumah kontrakan kemudian fasilitas yang ditawarkan seperti jumlah kamar, luas tanah, jumlah kamar mandi, daya listrik, air bersih, luas tanah dan bangunan dan sebagainya. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu penyewa dalam mencari rumah kontrakan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang diinginkan. Dari hasil kuesioner yang didapat bahwa penyewa tidak puas dengan hasil pencarian karena rekomendasi yang dimunculkan beraneka ragam sehingga membuat bingung untuk memilih. Kemudian penyewa merasa kesulitan memilih rumah karena terlalu banyak alternatif yang ditawarkan. Sedangkan dari pemilik merasa tidak puas dengan aplikasi yang digunakan dalam beriklan karena jika ingin rumahnya muncul ke pencarian paling atas maka harus membayar lebih. Oleh karena itu penulis akan membuat sistem pendukung keputusan yang dapat merekomendasikan rumah kontrakan berdasarkan kriteria yang diinginkan penyewa. Sistem yang dibuat menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan karena AHP dapat memberi sebuah solusi yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan multi kriteria dan keputusannya dapat dipertanggung jawabkan. Kata kunci: ahp, rumah, kontrakan, sistem, pendukung, keputusan
PENGARUH PARAMETER PROSES BUBUT TERHADAP LAJU PEMBUANGAN MATERIAL DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA DRY MACHINING BAJA AISI 1045 Jesslyne Chenia Noel; Arum Soesanti; Hudiyo Firmanto
CALYPTRA Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Currently, machining, especially in the turning process using coolant fluids, is widely utilized in manufacturing. Coolant fluids are employed to reduce machining temperatures resulting from friction, especially at the cutting tool, which can lead to reduced tool lifespan, faster wear, and increased surface roughness. However, the positive impact of coolant usage is often accompanied by negative consequences. Dry Machining serves as an alternative machining method to achieve desired machining results. The machining parameters involved are cutting speed (V), feed depth (a), and feed rate (f) in the roughing process for AISI 1045 steel. This study aims to investigate the influence of these machining parameters on Material Removal Rate (MRR) and surface roughness (Ra) in dry machining. The experimental design adopts a three-level full factorial approach. From the Ra data, the highest independent influence is observed in (f) with a 0.7174 μm increase in Ra for each level. Regarding parameter interaction, the highest influence on Ra is the interaction between (f) and (a), with a 0.012 μm increase for each level. In terms of MRR data, the highest independent influence is (V) with a 26,407.810 mm3/min increase for each level. The highest interaction influence on MRR is the interaction between (a) and (V), resulting in a 6,778,575 mm3/min increase for each level. Keywords: dry machining, surface roughness, material removal rate, AISI 1045, three-level full factorial Abstrak—Saat ini, pemesinan khususnya pada proses bubut menggunakan cairan coolant umum digunakan dalam manufaktur. Cairan coolant digunakan untuk mengurangi temperatur pemesinan akibat gesekan yang dihasilkan selama pemesinan, terutama pada pahat. Panas tersebut dapat menyebabkan pengurangan umur pahat, keausan yang lebih cepat, dan peningkatan kekasaran permukaan hasil pemesinan. Namun, dampak positif penggunaan coolant sering kali disertai dampak negatif. Dry Machining menjadi alternatif pemesinan untuk mencapai hasil pemesinan yang diinginkan. Parameter pemesinan yang digunakan adalah kecepatan potong (V), kedalaman pemakanan (a), dan gerak pemakanan (f). Jenis proses bubutnya adalah roughing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh parameter pemesinan bubut terhadap MRR dan Ra pada dry machining AISI 1045. Desain eksperimen dilakukan dengan three-level full factorial. Dari data Ra, pengaruh tertinggi secara independen adalah f sebesar 0,7174 μm terhadap Ra. Sedangkan secara interaksi parameter, pengaruh tertinggi terhadap Ra adalah interaksi f dengan a. sebesar 0,012 μm. Dari data MRR,, menunjukkan pengaruh tertinggi secara independen adalah V, sebesar 26.407,810 mm3/min. Secara interaksi antar parameter, pengaruh tertinggi terhadap respon MRR adalah interaksi a dan V sebesar 6.778,575 mm3/min. Secara keseluruhan, jika dry dibandingkan dengan wet machining cenderung memberikan Ra yang lebih baik karena adanya pendinginan. Namun, pilihan tersebut harus mempertimbangkan aspek biaya dan dampak lingkungannya. Kata kunci: dry machining, kekasaran permukaan, laju pembuangan material, AISI 1045, three-level full factorial
ANALISIS PENGARUH VARIASI POSISI BATERAI DAN FORMASI PENUMPANG TERHADAP KESTABILAN DINAMIS KENDARAAN LISTRIK CEVI-C1 Timotius William Anggawirawan; Susila Candra; Yuwono Budi Pratiknyo
CALYPTRA Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Vehicle dynamic stability is influenced by many factors, but the main influencing factor is distribution of mass within the vehicle. Previous battery position of CEVI-C1 was located in the front and rear compartments. After being reconditioned, the battery position is located in the rear compartment only. There is no prior research on the effect of changes in battery position and passenger formation on the dynamic stability of CEVI-C1. Therefore, a dynamic stability analysis of CEVI-C1 is needed. The dynamic stability of CEVI-C1 is assessed through the vehicle's directional behavior when cornering. This behavior can be determined through several analyzes, which is slip, skid, and roll analysis. The results of the analysis show that CEVI-C1 tends to understeer in all variations. The results of CEVI-C1 skid analysis show that the average maximum vehicle speed in all variations of battery position and passenger formation has a value of 52 km/h. In the roll analysis, the battery position in the middle and front compartments has a maximum speed value of 72 km/h, while the battery position in the rear compartment has a value of 55 km/h. This difference is due to different vertical position of the vehicle's center of mass (CG). From the results of slip, skid, and roll analysis, it can be concluded that the battery position in the front compartment of CEVI-C1 has a better dynamic stability value than other compartments. Keywords: battery position, electric vehicle, passenger formation, roll, skid Abstrak—Kestabilan dinamis sebuah kendaraan dipengaruhi oleh banyak hal, namun pengaruh utama kestabilan ini adalah distribusi massa dalam kendaraan. Posisi Baterai CEVI-C1 sebelumnya terletak pada kompartemen depan dan belakang. Setelah direkondisi, posisi baterai terletak pada kompartemen belakang saja. Belum ada penelitian yang meneliti tentang pengaruh perubahan posisi baterai dan formasi penumpang terhadap kestabilan dinamis CEVI-C1. Oleh karena itu diperlukan analisis kestabilan dinamis pada CEVI-C1. Analisis kestabilan dinamis CEVI-C1 dinilai melalui perilaku arah kendaraan ketika berbelok. Perilaku ini dapat diketahui melalui beberapa analisis, yaitu analisis slip, skid, dan roll. Hasil analisis menunjukkan bahwa CEVI-C1 cenderung berperilaku understeer pada semua variasi. Hasil analisis skid CEVI-C1 menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan maksimum kendaraan dalam semua variasi posisi baterai dan formasi penumpang memiliki nilai 52km/jam. Pada analisis roll, posisi baterai pada kompartemen tengah dan depan memiliki nilai kecepatan maksimum 72 km/jam, sedangkan posisi baterai pada kompartemen belakang memiliki nilai 55km/jam. Perbedaan nilai ini diakibatkan posisi vertikal pusat massa kendaraan (CG) yang berbeda. Dari hasil analisis slip, skid, dan roll, dapat disimpulkan bahwa posisi baterai pada kompartemen depan CEVI-C1 memiliki nilai kestabilan dinamis yang lebih baik daripada kompartemen lainnya. Kata Kunci: formasi penumpang, mobil listrik, posisi baterai, roll, skid
ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN KASUS PEMBANTAIAN RAS NUER DI SUDAN SELATAN DITINJAU DARI STATUTA ROMA 1998 Maria Hana Angelita; Wisnu Aryo Dewanto; Muhammad Insan Tarigan
CALYPTRA Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract —The international legal provisions for the crime of genocide are regulated in Article 5 of the 1998 Rome Statute. The massacre case that occurred in South Sudan can be categorized as a crime of genocide primarily because it specifically attacked a particular group, namely the Nuer Race. South Sudan is not a state party to the 1998 Rome Statute. Judicial developments regarding the case until 2019 have not been resolved even though action has been taken by the African Union, so it is indicated that there is a condition of 'Unwilling' by South Sudan regarding the resolution of the case. The aim of this research is to provide a juridical analysis of whether the ICC as a complementary judicial institution with national jurisdiction can play a role in resolving cases even though South Sudan is not a party state. The research results refer to Article 12 paragraph 3 of the 1998 Rome Statute that the ICC has the authority to play a role in resolving cases as regulated in Article 13 letter b of the 1998 Rome Statute through the 'proprio motu' authority to the ICC Prosecutor to carry out investigations. Keywords: rome statute 1998, icc, crime of genocide, massacre of the nuer race south sudan, proprio motu Abstrak—Ketentuan hukum secara internasional dari kejahatan genosida diatur dalam Pasal 5 Statuta Roma 1998. Kasus pembantaian yang terjadi di Sudan Selatan dapat dikategorikan sebagai suatu kejahatan genosida utamanya karena secara khusus menyerang terhadap suatu kelompok tertentu yaitu pembantaian Ras Nuer. Sudan Selatan bukan merupakan negara pihak dalam Statuta Roma 1998. Perkembangan peradilan terhadap kasus hingga 2019 tidak terselesaikan meski telah ditindak oleh African Union, sehingga diindikasikan terdapat kondisi ‘Unwilling’ oleh Sudan Selatan terhadap penyelesaian kasus. Tujuan dari penelitian ini ingin memberikan analisis yuridis apakah ICC selaku lembaga peradilan pelengkap yurisdiksi nasional dapat turut berperan dalam penyelesaian kasus meski Sudan Selatan bukan merupakan negara pihak. Hasil penelitian mengacu pada Pasal 12 paragraf 3 Statuta Roma 1998 bahwa ICC memiliki kewenangan untuk ikut berperan dalam penyelesaian kasus sebagaimana yang diatur dalam Pasal 13 huruf b Statuta Roma 1998 melalui adanya kewenangan ‘proprio motu’ kepada Jaksa ICC untuk melakukan investigasi. Kata kunci: statuta roma 1998, icc, kejahatan genosida, pembantaian ras nuer sudan selatan, proprio motu
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS LAGU YANG DIKLAIM PIHAK LAIN MELALUI AGGREGATOR MUSIK Marcello Benjamin Setiawan; Yoan Nursari Simanjuntak; Elly Hernawati
CALYPTRA Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November)
Publisher : Perpustakaan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Songs are one of the copyrighted works that are protected under Copyright Law Number 28 of 2014. This protection gives rise to moral and economic rights for the creator. Economic rights can be utilized by creators to obtain economic value from their creations. Copyright protection implies that every party who wants to make economic use of a work needs to obtain permission from the creator first. Music Aggregator is a service that helps creators distribute their creations. This has the potential to be misused by various parties to distribute other people’s creations. The type of research used is normative juridical, which is based on positive legal norms which are related to this research in order to obtain coherent truth. The results of the research shows that parties who make economic use of a work without permission from the creator can be subject to Article 1365 of the Civil Code on the basis of an unlawful act and Article 1246 of the Civil Code as a provision for material compensation. Keywords: songs, music aggregator, economical rights Abstrak—Ciptaan lagu merupakan salah satu karya cipta yang dilindungi dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Perlindungan tersebut menimbulkan hak moral dan hak ekonomi bagi penciptanya. Hak ekonomi dapat dimanfaatkan oleh pencipta untuk memperoleh nilai ekonomi dari ciptaannya. Perlindungan hak cipta mengisyaratkan bahwa setiap pihak yang ingin memanfaatkan suatu ciptaan secara ekonomi perlu memperoleh izin dari pencipta terlebih dahulu. Aggregator Musik adalah sebuah jasa yang membantu para pencipta dalam mendistribusikan ciptaannya. Hal ini berpotensi untuk disalahgunakan oleh berbagai pihak untuk mendistribusikan karya yang bukan menjadi milik mereka. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu didasarkan pada norma-norma hukum positif yang memiliki keterkaitan dalam penelitian ini agar memperoleh kebenaran bersifat koherensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pihak yang memanfaatkan sebuah ciptaan secara ekonomi tanpa izin dari pencipta dapat dikenakan Pasal 1365 KUHPer atas dasar perbuatan melawan hukum dan Pasal 1246 KUHPer sebagai ketentuan bentuk ganti kerugian materiil. Kata kunci: lagu, aggregator musik, hak ekonomi

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 13 No. 1 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 12 No. 2 (2024): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 12 No. 1 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 11 No. 2 (2023): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 11 No. 1 (2022): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 9 No. 2 (2021): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 9 No. 1 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (November) Vol. 8 No. 2 (2020): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Mei) Vol. 8 No. 1 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 7 No. 2 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 7 No. 1 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 6 No. 2 (2018): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 6 No. 1 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 5 No. 2 (2017): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol. 5 No. 1 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 5, No 1 (2016): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No. 2 (2016): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 4, No 2 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 4 No. 1 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol 4, No 1 (2015): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 2 (2015): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 3, No 2 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 3, No 1 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 3 No. 1 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 2 No. 2 (2014): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 2, No 2 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2, No 1 (2013): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 2 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September) Vol. 1 No. 1 (2013): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (Maret) Vol 1, No 1 (2012): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya More Issue