cover
Contact Name
Dwi Sulisworo
Contact Email
dwi.sulisworo@uad.ac.id
Phone
+62895416066361
Journal Mail Official
bfi@mpfis.uad.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta - 55161 Telp. (0274) 563515, ext. 4902; Fax. (0274) 564604
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya
ISSN : 20850409     EISSN : 25500465     DOI : 10.12928
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The coverage of the journal includes but not limited to: Physics Physics Education Computational Physics Experimental Physics Theoretical Physics Astronomy Electronics Instrumentation Sensor Instructional Media Learning strategies Learning Evaluation Learning model
Articles 118 Documents
PENDUGAAN KEBERADAAN ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE GRADIO VERY LOW FREQUENCY (VLF) DI DAERAH GIRIJATI, PURWOSARI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Wahyu Hidayat; . Suharsono
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v7i2.3441

Abstract

Telah dilakukan penelitian pendugaan aliran sungai bawah tanah di daerah Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dengan menggunakan metode geofisika Gradio Very Low Frequency (VLF) Elektromagnetik (Gradient VLF-EM) untuk mengetahui respon VLF mode sudut tilt dan eliptisitas. Interpretasi dilakukan dari data VLF sudut tilt dan elliptisitas untuk mengestimasi aliran sungai bawah tanah yang diinterpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Akuisisi data dilakukan pada tanggal 9 – 15 Juli 2014. Pengolahan data menggunakan bahasa pemrograman Matlab. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan pengolahan data yang difilter dengan moving average melalui filter Karous-Hajelt dan filter Fraser sehingga memperlihatkan anomali benda konduktif bawah tanah. Nilai kerapatan arus ekivalen dari lintasan 1 hingga lintasan 5 berkisar dari 0-1200%. Zona konduktif mempunyai kerapatan arus ekivalen ? 600%. Dari peta penampang rapat arus ekivalen lintasan 1 sampai dengan 5 diduga sungai bawah tanah di daerah Girijati, Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta mengalir dari Timur Laut ke Barat Daya, terdiri atas dua aliran sungai bawah tanah dan tidak saling berhubungan dengan kedalaman 10-70 meter.Kata kunci: Gradient VLF-EM, respon VLF, zona konduktif.
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal fisika pada materi elastisitas bahan kelas XI IPA SMA muhammadiyah Maumere Kataria Inus; Erwin Prasetyo; Florentinus Primarius Naraama Koten; Pujianti Bejahida Donuata
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v11i2.20231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Fisika pada materi Elastisitas Bahan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Maumere yang berjumlah 27 orang. Pemilihan subyek penelitian didasarkan pada penilaian urutan hasil tes siswa yang melakukan kesalahan. Dua siswa dari kelompok atas, dua siswa dari kelompok tengah, dan dua siswa dari kelompok bawah bertindak sebagai peserta pembelajaran. Enam subyek dipilih berdasarkan rangking jumlah kesalahan dari tiap kelompoknya. Kemudian 6 subyek dilakukan wawancara secara intensif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam memahami, transformasi, keterampilan pemrosesan, dan menulis. Kesalahan transformasi adalah yang paling umum dari empat jenis kesalahan yang dibuat oleh siswa. Kesalahan ini disebabkan oleh siswa kurang memahami konten soal elastisitas bahan dan langkah-langkah dalam menyelesakan soal.
PERBAIKAN REPRODUSIBILITAS FABRIKASI DAN STABILITAS IMPEDANSI FILM KOMPOSIT PVA-ELEKTROLIT DENGAN MODIFIKATOR Cr2O3 SEBAGAI BAHAN PEKA KELEMBABAN Sri Budiawanti
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v7i1.1540

Abstract

Film peka kelembaban berbasis PVA telah berhasil dipreparasi dan dideposisikan pada substrat berelektroda dengan metode dip coating. Struktur elektroda substrat berupa interdigital dengan bahan elektroda terbuat dari film tembaga yang dilapis dengan perak.Untuk menghasilkan ikatan silang pada PVA (polivinil alkohol) digunakan ammonium perokdisulfat (APS) sebagai inisiator. Sifat listrik film dikarakterisasi menggunakan RCL meter di dalam chamber yang kondisi kelembabannya dikontrol dengan menggunakan larutan garam. Impedansi film peka kelembaban berbasis PVA secara umum menurun dengan meningkatnya kelembaban relatif. Film PVA-elektrolit menunjukkan reprodusibilitas fabrikasi dan stabilitas impedansi yang kurang baik. Cr2O3 digunakan sebagai modifikator untuk memperbaiki sifat peka kelembaban film PVA-elektrolit. Hasil karakterisasi film PVA yang dimodifikasi dengan Cr2O3 menunjukkan bahwa penambahan Cr2O3 dapat memperbaiki reprodusibilitas fabrikasi dan stabilitas impedansi film PVA-elektrolit.Kata kunci: polivinil alkohol (PVA), Cr2O3, kelembaban
Daftar Isi Volume 10 No. 1 Januari 2018 Berkala Fisika Indonesia
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v10i1.9484

Abstract

-
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PRETES DAN POSTES PADA MODEL PEMBELAJARAN CTL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TENTANG MASSA JENIS Alimatu Fatmawati
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 4, No 1 & 2 (2012)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v4i1 & 2.239

Abstract

Untuk meningkatkan  hasil belajar  fisika  siswa, seorang guru memerlukan  model pembelajaran yang tepat,  dansalah satu    model pembelajaran yang  dapat  digunakan adalah  model CTL (Contextual Teaching and Learning)dengan pemberian pretes dan postes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan antara  hasil belajarsiswa pada model pembelajaran CTL dengan pemberian pretes dan postes  (kelas eksperimen)  dan  pada model pembelajaran CTL tanpa pemberian pretes dan postes (kelas kontrol) pada pokok bahasan massa jenis. Populasi penelitian ini adalah  siswa  kelas I SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta tahun ajaran  2005/2006. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik  cluster random sampling, dan kelas yang terpilih adalah kelas IB dan IC. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yang terdiri atas 50 butir soal. Aspek yang dinilai meliputi aspek afektif,  kognitif dan psikomotorik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL dengan memberikan pretes dan postes menghasilkan nilai rerata 27,63 sedangkan pada  kelompok  kontrol  diperoleh rerata 23,46. Dengan nilai hitungt=  2,29 dan tabelt= 2,00 pada taraf reliabilitas 5%  dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL dengan pemberian pretes dan postes  dapat meningkatkan  hasil belajar  siswa lebih besar dari pada model pembelajaran CTL  tanpa pemberian pretes dan postes.
PENINGKATAN MOTIVASI, KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KUANTUM DI SMA NEGERI 4 MAGELANG, JAWA TENGAH M. Arief Fauzan Bukhori
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v6i1.355

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas tentang upaya peningkatan motivasi, kerjasama dan hasil belajar siswa pada pembelajaran fisika melalui pendekatan kontekstual berbasis kuantum melalui dua siklus pada siswa kelas XI-IPA-2 di SMA Negeri 4 Magelang, Jawa Tengah pada semester gasal tahun pelajaran 2009/2010 dengan melibatkan 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendekatan kontekstual berbasis kuantum memberikan motivasi maksimal kepada siswa sehingga bergairah dalam belajar, di mana siswa termotivasi pada siklus I (75,0 %) dan siklus II (83,3 %), serta dapat menumbuhkan kerjasama yang konstruktif antarsiswa dalam diskusi kelompok, dengan tingkat kerjasama pada siklus I sebesar 72,2 % dan pada siklus II sebesar 89,2 %, (2) pelaksanaan proses belajar siswa menggunakan pendekatan kontekstual berbasis kuantum dapat berjalan efektif, pada siklus I (70,3 %) dan siklus II (89,0 %), (4) Hasil belajar siswa mencapai penguasaan yang optimal setelah menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis kuantum, dapat dilihat melalui nilai postes yang telah mencapai ketuntasan belajar pada siklus I (70,6%) dan siklus II (91,2 %).Kata kunci: motivasi belajar, kerjasama, pembelajaran efektif, hasil belajar fisika, pendekatan kontekstual berbasis kuantum
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP ARUS SEARAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS III SMP NEGERI 3 PLAYEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, D. I. YOGYAKARTA _ Andayaningsih
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 3, No 1 & 2 (2011)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v3i1 & 2.5595

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas dalam upaya untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika tentang arus searah dan meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa Kelas III SMP. Tujuan lain penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar guru dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan pada siswa kelas III SMP Negeri 3 Playen, Kabupaten Gunungkidul, D. I. Yogyakarta tahun pelajaran 2004/2005. Penelitian ini menggunakan desain model Kemmis dan Mc Taggart, yang terdiri atas tiga siklus. Analisis data yang dilakukan menekankan pada deskripsi data, dengan cara menghitung rata-rata skor setiap variabel penelitian. Selanjutnya rata-rata tersebut dibandingkan dengan kriteria penilaian yang telah ditentukan, untuk melihat tingkat keberhasilan setiap aspek dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan dan penguasaan konsep fisika siswa, serta dapat membantu perkembangan keterampilan sosial siswa.Kata kunci: penguasaan konsep fisika, pembelajaran kooperatif, penelitian tindakan kelas
Karakterisasi arang aktif swietenia mahagoni sebagai adsorben logam timbal (Pb) dan seng (Zn) di perairan teluk Kendari: Efek temperatur aktivasi Muhammad Anas; Hunaidah Made Ali; Muhammad Sofyan; Idris Idris; Sulwan Sulwan; Suritno Fayanto
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v12i2.20342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur aktivasi (600oC, 700oC, 800oC, dan 900oC) terhadap daya serap logam timbal (Pb) dan seng (Zn) menggunakan arang aktif kayu mahoni. Arang aktif dihasilkan melalui proses preparasi, karbonasi dan aktivasi untuk menghasilkan butiran adsorben 100 mesh. Massa adsorben masing-masing 10 gr dan waktu kontak 100 menit. Adsorben dimasukkan ke dalam labu elemenyer yang terisi air logam kemudian dihomogenkan dan dilihat penurunan konsentrasi air logam tersebut. Konsentrasi air logam diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum penyerapan logam Pb dan Zn pada temperatur 800oC dan 700oC. Efisiensi penyerapan logam Pb 82,84%, dan logam Zn 55,8%. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar temperatur aktivasi dari suatu arang aktif, semakin tinggi daya serap dan efisiensi penyerapan logam Pb dan Zn.
Penentuan Modulus Young Kawat Besi dengan Percobaan Regangan Dwi Martini; Raden Oktova
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v2i1.230

Abstract

Salah satu subbab dalam pokok bahasan elastisitas yang dipelajari di klas XI SMA adalah odulus Young, dan pokok bahasan ini diharapkan akan lebih mudah dipahami oleh siswa jika dilakukan percobaan atau demonstrasi. Untuk itu, telah dibuat suatu alat percobaan untuk menentukan modulus Young kawat logam, dalam hal ini diambil sampel kawat yang terbuat dari besi. Untuk meningkatkan ketelitian, digunakan analisis regresi linier berbobot dengan dua metode: yang pertama, regresi linier perubahan panjang kawat, ?L terhadap massa beban, m pada panjang mula7mula, L0  tetap; yang kedua, regresi linier ?L terhadap L0 pada massa, m tetap. Untuk perhitungan regresi digunakan program  REGLIN yang ditulis dalam bahasa Compaq Visual Fortran 6.5 dan dijalankan dengan sistem operasi Windows XP. Keluaran program regresi ini adalah koefisien7koefisien fungsi linier, yaitu 0 a  dan 1 a  beserta ralatnya. Dalam perhitungan akhir modulus Young digunakan nilai kemiringan garis hasil regresi linier berbobot, 1 a  serta m, L0, dan diameter kawat, d. Dengan program yang sama juga dilakukan uji  chisquare (?2) untuk menguji korelasinya, dan terbukti ada korelasi linier  ?L dan m pada L0  tetap, serta  ?L dan L0 pada m tetap. Dilakukan pula uji ?2 untuk mengetahui korelasi antara nilai modulus Young yang diperoleh dan kadar besi, dan terbukti tidak ada korelasi. Agar diperoleh hasil yang teliti untuk menentukan percepatan gravitasi bumi, dilakukan percobaan bandul matematis dengan analisis regresi linier  berbobot  kuadrat periode terhadap panjang tali, dan diperoleh  g = (9,76  ± 0,07) m/s2. Percobaan modulus Young dilakukan dengan lima sampel kawat besi dengan diameter yang berbeda. Untuk metode pertama, yaitu dengan regresi EL terhadap m pada L0  tetap, diperoleh nilai modulus Young kawat besi (1,44 ± 0,02)1011 N/m2. Untuk metode kedua, yaitu dengan regresi EL terhadap L0 pada m tetap diperoleh nilai modulus Young  kawat besi (1,55 ± 0,02) 1011 N/m2. Dapat disimpulkan bahwa alat percobaan untuk menentukan modulus Young yang dirancang terbukti dapat digunakan untuk menentukan modulus Young dengan hasil yang mendekati nilai acuan, yaitu 2,1×1011 N/m2.
Penerapan Strategi Pembelajaran Probex untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2007/2008 pada Konsep Kalor . Juniati
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v1i2.255

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan yang pertama ingin membuktikan bahwa penerapan strategi pembelajaran Probex (predict observe explain) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi peserta didik. Kedua ingin meningkatkan hasil belajar fisika pada konsep kalor. Subyek penelitian adalah kelas VIIE SMP N 3 Purworejo, Jawa Tengah tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 24 peserta didik. Prosedur yang penulis lakukan dalam penelitian ini melalui dua siklus pada 20 April sampai dengan 3 Juni 2008. Siklus I dalam proses pembelajaran penulis menerapkan strategi pembelajaran Probex melakukan pengamatan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, memberi postes untuk mengukur ketercapaian hasil belajar. Pada siklus II prosedur yang penulis lakukan sama dengan siklus I hanya dalam pembelajaran penulis tambah dengan pemanfaatan TIK. Hasil perlakuan pada siklus I dan II menunjukkan bahwa peserta didik selalu termotivasi  untuk belajar fisika meningkat dari siklus I 25% menjadi 52,5% pada siklus II. Sedangkan kerjasama meningkat dari siklus I 38% menjadi 44,2% pada siklus II.  Nilai pretes dan postes untuk konsep kalor juga meningkat ketuntasan dari 33,3% menjadi 66,6% pada siklus I dan nilai pretes dan postes pada siklus II  dengan ketuntasan 79% menjadi 95,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Probex pada konsep kalor dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar belajar fisika.

Page 8 of 12 | Total Record : 118