cover
Contact Name
Dwi Sulisworo
Contact Email
dwi.sulisworo@uad.ac.id
Phone
+62895416066361
Journal Mail Official
bfi@mpfis.uad.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta - 55161 Telp. (0274) 563515, ext. 4902; Fax. (0274) 564604
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya
ISSN : 20850409     EISSN : 25500465     DOI : 10.12928
The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The coverage of the journal includes but not limited to: Physics Physics Education Computational Physics Experimental Physics Theoretical Physics Astronomy Electronics Instrumentation Sensor Instructional Media Learning strategies Learning Evaluation Learning model
Articles 118 Documents
Penentuan temperatur curie pada kawat nikel berarus listrik dengan metode pendulum Ramadanti Catur Khasanah; Moh. Irma Sukarelawan; Yudi Setyawati
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v12i1.20221

Abstract

Telah dilakukan eksperimen tentang penentuan temperatur Curie pada kawat nikel (Ni) menggunakan metode pendulum. Eksperimen ini dilakukan dengan memvariasikan panjang kawat. Metode pendulum digunakan karena agar dapat memperjelas peristiwa lepasnya magnet pada kawat saat mencapai temperatur curie. Penentuan nilai teperatur curie menggunakan regresi linear antara Panjang kawat terhadap kuadrat tegangan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan pendekatan regresi linier menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Temperatur curie kawat nikel sebesar 625K, tingkat kesesuaian terhadap teori sebesar 99%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PURWANTORO WONOGIRI, JAWA TENGAH Singgih Santoso
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v5i1.245

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengungkap apakah model pembelajaran kolaboratif yang diterapkan pada materi  kinematika gerak lurus dan motivasi belajar dapat meningkatkan hasil belajar fisika dibanding metode ceramah. Penelitian juga ditujukan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kolaboratif yang dikaitkan dengan motivasi belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwantoro di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Penetapan subyek menggunakan teknik incidental sampling. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan menekankan aktivitas membangun kerjasama antarsiswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan  pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan angket motivasi dengan skala Likert. Instrumen telah diujicoba untuk mengetahui indeks validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Pada taraf reliabilitas α= 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar yang diberi perlakuan model pembelajaran kolaboratif dengan lebih tinggi dibanding pada metode ceramah, (2) hasil belajar yang diberi perlakuan model pembelajaran kolaboratif lebih tinggi dibanding dengan metode ceramah yang dikaitkan dengan motivasi belajar. Sumbangan motivasi belajar terhadap peningkatan hasil belajar fisika dengan model pembelajaran kolaboratif adalah 64,8 %.
PAPER–BASED ZnO, ZnO:SnO2 AND SnO2 ULTRAVIOLET SENSORS Reem Saadi Khaleel; Salah Kaduri Haza’a
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v7i2.3397

Abstract

Three photoelectrical devices ZnO, ZnO:SnO2 and SnO2 are made on common pencil drawn circuit over a regular paper as substrate. These three sensors are well capable of detecting UV light and demonstrate features comparable to those of made with complex and expensive techniques. The responses of these sensors are different to the two UV spectra which are used as light sources. Explanation of sensors responses relates samples energy gap values with the UV wavelengths energies and intensities of the two applied UV spectra. Also the role of oxygen adsorption on the variations of samples resistances is discussed. Measurements comparing properties of the three sensors show better performance for ZnO sensor than the two other sensors; but with longer rise and fall times.
Penentuan koefisien pemuaian panjang logam menggunakan metode difraksi celah tunggal Hikmatun Isnawati; Siti Anisatur Rofiqah; M. Firman Ramadhan
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v11i1.20330

Abstract

Abstrak tidak memuat sitasi, rumus, tabel dan gambar. Abstrak menjelaskan intisari dari Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien pemuaian panjang logam Alumunium (Al), Seng (Zn) dan Tembaga (Cu). Metode yang digunakan adalah difraksi celah tunggal. Penentuan koefisien pemuaian menggunakan pendekatan regresi linear antara perubahan suhu (T) terhadap seperlebar difraksi (1/Z). Pengukuran lebar difraksi dilakukan pada setiap kenaikan suhu 5oC dengan mengunakan penggaris dengan tingkat ketelitian hingga orde milimeter. Berdasarkan analisis yang dilakukan koefisien muai Alumunium, Seng dan Tembaga masing-masing sebesar (29,597549±0,000045)x10-6 (oC)-1, (32,065406±0,000096) x 10-6 (oC)-1, dan (11,622974±0,000013) x 10-6 (oC)-1.
Termometer sederhana berbasis pada hubungan Suhu–Intensitas Efi Kurniasari; Moh. Toifur; Yuni Latifah
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v13i1.21854

Abstract

Di masyarakat, termometer yang biasa digunakan untuk mengukur suhu berbasis air raksa atau alkohol. Namun, ada beberapa kelemahan termometer air raksa atau alkohol. Termometer alkohol memiliki kelemahan yaitu dinding kaca menjadi sedikit basah, sulit membaca suhu yang diukur, dan alkohol tidak berwarna. Oleh kerena itu dibuat termometer sederhana yang memiliki keunggulan seperti pembacaan suhu yang lebih teliti, lebih aman digunakan dan bahan-bahan dalam pembuatan termometer lebih sederhana. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasikan setiap lilitan kawat untuk melihat perubahan yang terjadi. Data yang diperoleh dari penelitian di Logger pro dalam bentuk grafik dan nilai yang terukur. Setalah data diperoleh data di pindahkan ke MS excel yaitu nilai t waktu, nilai dari T suhu dan I Intensitas. Hasilnya Rentang suhu yang paling baik untuk melihat kemiringan kurva adalah pada suhu 38 - 100 ºC. Pada saat rentang suhu tersebut terjadi perubahan nilai yang cukup baik sehingga bisa diperoleh nilai konsistensi yang paling baik adalah pada kawat dengan 150 lilitan, nilai R2 = 0,99 dengan persamaan y = -5.5246x + 4174,5.
Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan tes diagnostik 4 tahap pada materi gerak Eka Nela Saputri; Hartatiana Hartatiana; Faizatul Mabruroh
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v13i1.22377

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggunakan instrumen tes diagnostik 4 tahap untuk mengidentifikasi miskonsepsi fisika siswa kelas X materi gerak lurus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian survei. Survei dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Palembang, selaku sekolah yang dijadikan subjek penelitian. Tes diagnostik 4 tahap terdiri atas 4 tingkatan, yaitu pilihan ganda, tingkat keyakinan pilihan, alasan dan tingkat keyakinan alasan. Miskonsepsi siswa dianalisis menggunakan teknik analisis persentase. Hasil diagnosis menunjukkan bahwa persentase siswa yang paham konsep sebesar 8,75%, persentase siswa yang tidak paham konsep sebanyak 45,75%, persentase siswa yang mengalami error 6,44% dan persentase siswa yang mengalami miskonsepsi adalah 38,46%. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa diakibatkan karena kurangnya pemahaman konsep pada materi gerak lurus.
Algoritma YOLO sebagai deteksi korban akibat kerusakan geohazard menggunakan citra (computer vision) Azmi Khusnani; Adi Jufriansah; Sabarudin Saputra
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v13i1.23191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi objek korban akibat kerusakan geohazard menggunakan algoritma YOLO. Alat yang digunakan pada penelitian adalah algoritma YOLO dengan bantuan Google Colab. Dataset yang digunakan berjumlah 80 objek anotasi yang terdiri dari 60 objek sebagai data latih dan 20 objek sebagai data uji dengan sumber gambar yang diperoleh dari internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOLO v4 telah mampu melakukan pendeteksian objek pada setiap objek pada gambar. Hasil ini ditunjukkan dengan munculnya bounding box, serta munculnya nilai akurasi. Nilai akurasi yang muncul menunjukkan hasil kerja mesin dalam identifikasi, semakin besar nilai akurasi maka menunjukkan bahwa hasil deteksi objek semakin baik.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD) sebagai upaya peningkatan hasil belajar fisika siswa Miskijem Miskijem
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v13i1.23200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Penelitian Tindakan Kelas digunakan sebagai metode penelitian berdasarkan model Kemmis dan McTaggart. Paradigma ini dimulai dengan perencanaan, kemudian ke tindakan, kemudian ke observasi, dan akhirnya ke kegiatan refleksi dan penilaian. Dalam dua siklus, penelitian ini dilakukan pada 19 siswa (6 perempuan dan 13 laki-laki) dari kelas X Elektronika A SMKN 1 Dlingo. Instrumen yang digunakan adalah instrumen aktivitas siswa dan instrumen hasil belajar. Dalam penelitian ini nilai KKM adalah 60. Sedangkan tingkat keaktifan siswa minimal cukup (>80 persen). Data aktivitas dan hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 46% dan pada siklus 2 sebesar 11% sehingga penggunaan pendekatan STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMK berhasil.
Model pembelajaran predict observe explain dalam edmodo untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika di SMP: Analisis stacking Ariati Dina Puspitasari; Moh. Irma Sukarelawan; Evda Noptha Damayanti; Annisa Syifa; Fajar Fitri
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v13i1.23204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa melalui penerapan pembelajaran Predict Observe Explain dalam Edmodo. Peneltian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posttest. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 10 orang siswa yang berasal dari kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Yogyakarta. Pemahaman konsep dievaluasi menggunakan 10 soal tes pilihan ganda pada materi Energi. Peningkatan pemahaman konsep siswa dianalisis menggunakan teknik Stacking dan divisualisasikan menggunakan Wright map. Analisis Stacking dan Wright map dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Winsteps 4.6.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan rata-rata pemahaman konseptual secara klasikal sebesar 0,76 logit. Sebanyak 73% siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep pada materi Energi. Peningkatan pemahaman tertinggi sebesar 2,07 logit. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi model Predict Observe Explain dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi Energi.
Pengembangan modul pembelajaran tentang teori hamburan sebagai bahan pengayaan pada mata kuliah Mekanika Kuantum untuk mahasiswa Pendidikan Fisika S-1 Alim Mustofa; Raden Oktova
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v13i2.23680

Abstract

Teori hamburan adalah salah satu pokok bahasan mekanika kuantum yang menarik dan bermanfaat untuk dipelajari, tetapi tidak diberikan pada kuliah karena di luar silabus mata kuliah. Bahan ajar tentang teori hamburan yang ringkas dan sesuai, serta mengunakan bahasa Indonesia perlu dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang layak digunakan untuk sumber belajar mandiri sebagai pengayaan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan, yaknianalisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika S-1 Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2016, 2017, dan 2018 yang sudah menempuh mata kuliah Mekanika Kuantum dengan nilai minimal B. Subjek dipilih berdasarkan purposive sampling. Uji kepuasan mahasiswa terhadap modul dilakukan setelah modul diuji kelayakannya (divalidasi) oleh 2 dosen ahli. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Tingkat kelayakan dan kepuasan terhadap modul yang diberikan oleh dosen ahli dan mahasiswa berturut-turut adalah sebesar 86,92% dan 91,17%. Oleh karena itu, modul sangat layak digunakan untuk sumber belajar mandiri sebagai bahan pengayaan.Development of a learning module on scattering theory as an enrichment material for an Undergraduate Physics Education Quantum Mechanics course. Scattering theory is one of the interesting and useful topics of quantum mechanics to study, but it is not given in lectures because it is outside the syllabus. Teaching materials on scattering theory that are concise and appropriate and using Indonesian need to be developed. This research aims to produce learning modules suitable for use as independent learning resources as an enrichment. This study uses the ADDIE development model of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were 30 students of the Ahmad Dahlan University Undergraduate Physics Education Study Program batch 2016, 2017, and 2018 who had taken Quantum Mechanics courses with a minimum score of B. The subjects were selected using purposive sampling. The student satisfaction test for the module is carried out after the module has been tested for feasibility (validated) by two expert lecturers. The research instrument used was a questionnaire. The level of eligibility and satisfaction with the modules provided by expert lecturers and students were 86.92% and 91.17%, respectively. Therefore, the module is suitable for being used as an independent learning resource as an enrichment material.

Page 9 of 12 | Total Record : 118