cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan
ISSN : 2088687X     EISSN : 26567040     DOI : 10.12928
Core Subject : Education,
Admathedu is a peer-reviewed open access journal published twice in a year (June and December) since 2011. The Admathedu aims to provide an national forum for researchers and professionals to share their ideas on all topics related to mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 393 Documents
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SIAPA YANG LEBIH TINGGI: GURU KELAS VERSUS GURU MATA PELAJARAN? Ari Wibowo; Hardi Hardi
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i1.13697

Abstract

One learning approach that can be chosen by teachers who teach mathematics in upper class (class IV, V, VI) is by correlating or connecting mathematics. Mathematics connection is correlation among mathematics topics, correlation among mathematics and other sciences, and correlation between mathematics and real life or daily life. In this research, it is studied mathematics connection ability of upper class teachers on aljabar topic that is measured by contextual questions and factors influencing them. The population in this research is Islamic Elementary School teachers in Surakarta residency, either state or private, who teach mathematics in upper class. Meanwhile, the sample, 65, is taken randomly from the population by using cluster sample collection technique. The statistics analysis technique used is descriptive and explorative statistics and ordinal logistic regression analysis. In mathematics connection ability with other sciences, almost half (43.6 %) class teachers can answer at the highest level (complete answer). It is more than the number of subject matter teacher that is less than one-fifth (17.4 %). Explanatory variable which is included in this model is teacher status variable (class teacher and subject matter teacher). It doesnt influence significantly to teacher level in inter topic mathematics connection ability question and in mathematics connection ability question with real life or daily life. However, explanatory variable of teacher status influences significantly to teacher answer level in mathematics connection ability question with other sciences. Based on the result of ordinal logistic regression analysis, the estimated odds is 0.275. The estimated odds that class teachers answer is in low level answer, that is 0.275 times the estimated odds for subject matter teachers answer. So, class teachers answer in low level is less than subject matter teachers answer. Next, based on confidence interval 95 % of odds ratio value, it can be explained that class teacher has less probability (0.103-0.734 times), than subject matter teacher to answer in low level, in questions measuring mathematics connection ability with other sciences.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA DI TINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT TIPE CAMPERS DAN TIPE QUITTERS Supriadi Supriadi; Hidayani Hidayani; Irna Rusani; Nika Fetria Trisnawati
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i1.20941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan langkah-langkah polya ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) bertipe campers dan quitters. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui pemberian Angket AQ dan penelitian ini dilakukan di kelas X-A SMA Negeri 3 Kota Sorong dengan subjek berjumlah 4 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 2 siswa bertipe campers, dan kelompok kedua terdiri dari 2 siswa bertipe quitters.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes, metode wawancara tak terstruktur yang dilakukan kepada subjek yang telah terpilih dan metode dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan subjek dengan tipe campers pada soal yang di berikan cenderung dapat menentukan syarat cukup dan syarat perlu dalam memahami masalah, dapat menentukan keterkaitan syarat cukup dan syarat perlu dalam tahap menyusun rencana pemecahan masalah, dapat menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang benar dan tepat, namun cenderung belum dapat menggunakan informasi yang sudah ada untuk memeriksa kembali jawaban yang di peroleh. Subjek dengan tipe quitter pada soal yang di berikan cenderung tidak dapat menentukan syarat cukup dan syarat perlu dalam memahami masalah, tidak dapat menentukan keterkaitan syarat cukup dan syarat perlu dalam tahap menyusun rencana pemecahan masalah, tidak dapat menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah yang benar dan tepat, dan tidak dapat menggunakan informasi yang sudah ada untuk memeriksa kembali jawaban yang di peroleh. 
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI BENTUK ALJABAR BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN Raniya Stiefany Galingging; Sonya Fanny Tauran
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i2.22094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran matematis siswa secara keseluruhan dan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan tipe kepribadian pada materi Bentuk Aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tipe kepribadian dan soal tes penalaran matematis. Berdasarkan hasil penelitian, siswa di kelas VIII Perguruan Advent XV Ciracas tergolong memiliki KPM sedang sebanyak 46% siswa. Siswa melankolis dengan KPM tinggi memenuhi indikator 1 sampai 5. Siswa sanguinis dengan KPM tinggi memenuhi indikator 2 dan 5. Siswa plegmatis dengan KPM tinggi memenuhi indikator 2 dan 5. Siswa koleris dengan KPM tinggi memenuhi indikator 2,3, dan 5. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat hubungan tipe kepribadian dengan hasil kemampuan penalaran matematis siswa.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN 3D PAGEFLIP PROFESSIONAL MATERI NILAI MUTLAK Ade Marganda; Netriwati Netriwati; Siska Andriani
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i1.15603

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa E-Modul pada mata kuliah analisis real materi nilai mutlak dengan menggunakan e-modul dapat memperoleh informasi tanpa banyak membuang waktu dan bisa dibawa kemana-mana agar tercapai pembelajaran yang efektif dan menarik. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) berdasarkan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa jurusan pendidikan matematika UIN Raden Intan Lampung. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara, angket, dan tes. Hasil penilaian berdasarkan angket validasi ahli materi terhadap e-modul ini termasuk dalam kategori valid dengan nilai rata-rata sebesar 3,52 dari rata-rata skor tertinggi 4.00. Penilaian ahli media terhadap e-modul ini termasuk dalam kategori valid dengan nilai rata-rata sebesar 3,50. Pada uji coba skala kecil yang diikuti oleh 10 mahasiswa memperoleh skor rata-rata 3,46 dari skor tertinggi dengan rata-rata 4.00 berdasarkan hasil dari angket respon yang telah diisi oleh mahasiswa, hasil ini menempatkan e-modul pada kriteria sangat menarik. Pada uji coba lapangan skala besar yang diikuti oleh 30 mahasiswa skor rata-rata kemenarikan yang diperoleh yaitu 3,51 sangat menarik. Kualitas keefektifan produk dilihat dari tes hasil belajar. Hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan uji effect size dengan hasil 0,71 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa e-modul berbantuan software 3D PageFlip Professional pada mata kuliah analisis real materi nilai mutlak layak dan efektif untuk dijadikan alat bantu pembelajaran.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEPTUAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UINSU MEDAN TERHADAP MATERI GRUP PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR Abdullah Afdhol Richsan; Dilla Safera Siregar; Siti Maysarah
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i1.22417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual mahasiswa pendidikan matematika terhadap materi grup pada mata kuliah struktur aljabar. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa pendidikan matematika semester 5 yang telah mempelajari materi grup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara dengan mempertimbangkan indikator pemahaman konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata indikator pemahaman konseptual mahasiswa terhadap materi grup berada pada tingkat menengah. Kemudian dinyatakan bahwa mahasiswa dengan kemampuan matematis yang tinggi akan memiliki pemahaman konseptual yang baik, sedangkan mahasiswa dengan kemampuan matematis yang rendah tidak memiliki pemahaman konseptual yang baik.
DAMPAK ROTATING TRIO EXCHANGE DAN CURIOSITY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP Dhika Rayi Artania
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i2.22301

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis ialah suatu kemampuan yang penting dalam matematika. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dan Curiosity terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik SMP. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Populasi dipenelitian ini ialah seluruh kelas VIII MTs Ma'arif NU 5 Sekampung. Sampel yang digunakan  ialah  kelas VIII.A sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dan kelas VIII.B sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran ekspositori. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep matematis serta angket curiosity. Uji hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Uji normalitas dengan uji Liliefors dan uji homogenitas dengan uji Barlett. Dari hasil analisis diperoleh H0A ditolak, Fhitung > Ftabel yaitu 10,285 > 4,13. Dengan begitu, ada dampak model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik. H0B ditolak, Fhitung  > Ftabel yaitu 51,53 > 3,28. Dengan begitu, ada dampak Curiosity terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik. H0AB diterima, Fhitung  < Ftabel yaitu 0,36 < 3,28. Dengan begitu tidak ada interaksi antara Rotating Trio Exchange (RTE) dan Curiosity terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik.Kata Kunci : Curiosity, Pemahaman Konsep Matematis, Rotating Trio Exchange.
MODEL PEMBELAJARAN HYPOTHETICAL LEARNING TRAJECTORY: DAMPAK KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS BERBASIS GENDER Kiki Ambar Sari; Achi Rinaldi; Siska Andriani
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i1.19874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran HLT (Hypothetical Learning Trajectory) terhadap kemampuan representasi matematis ditinjau dari perbedaan gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experimental Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 3 Tumijajar Tulang Bawang Barat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak kelas, sehingga kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji anava dua jalan dengan sel tak sama, diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran HLT dan model pembelajaran konvensional terhadap representasi matematis peserta didik. Berdasarkan perhitungan analisis data terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik ditinjau dari gender. Berdasarkan perhitungan analisis data terlihat bahwa tidak terdapat intaraksi antara model pembelajaran dan perbedaan gender terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik.
VALIDITAS LEMBAR KERJA MATEMATIKA SISWA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN Sari Mariana; Putri Yulia; Nur Rusliah
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i2.20132

Abstract

Metode pengembangan ini menggunakan model ADDIE, penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan dan pembuatan produk (development), implementasi (implementasion), evaluasi (evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Sungai Penuh pada kelas VII Dilihat dari observasi langsung di dalam kelas sebagian dari siswa kurang menyukai pembelajaran matematika dan proses pembelajaran belum berpusat kepada siswa guru lebih dominan pada saat proses pembelajaran . hal ini disebabkan kurangnya variasi model atau metode dalam mengajar, dan bahan ajar yang digunakan hanya buku paket yang tidak dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran dirasa siswa kurang bermakna dan membosankan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Dengan Pendidikan Lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Dengan Pendidikan Lingkungan yang layak digunakan dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan Himpunan di kelas VII SMPN 4 Sungai Penuh. Hasil dari penelitian ini menunjukan LKS matematika sudah valid dan layak digunakan berdasarkan sudut pandang pakar, penggunaan LKS pada proses pembelajaran mampu membuat siswa menjadi aktif dan membuat proses pembelajaran berpusat pada siswa.
MODEL PEMBELAJARAN PACE DAN SELF EFFICACY: DAMPAK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Dewi Khusuma
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i2.22368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak model pembelajaran Project Activity Cooperative Exercise (PACE) dan self efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian Quasy Eksperimental Design dengan rancangan penelitian faktorial . Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan angket Self Efficacy. Teknik analisis data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji Anova Dua Jalan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat dampak model pembelajaran Project Activity Cooperative Exercise (PACE) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Tidak terdapat dampak Self Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Project Activity Cooperative Exercise (PACE) dan Self Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA MENGGUNAKAN SOAL LIMIT FUNGSI BERBASIS HOTS Sumargiyani Sumargiyani; Afit Istiandaru; Muhammad Asrori Ainurrahman
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 11, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedu.v11i1.20307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa calon guru matematika menggunakan soal limit fungsi berbasis HOTS. Aspek-aspek kemampuan yang dianalisis meliputi: (1) menggeneralisasi masalah, (2) mengidentifikasi masalah, (3) merumuskan masalah ke dalam model matematika, (4) mendeduksi dengan menggunakan prinsip serta memberikan kesimpulan dari permasalahan, dan (5) memberikan penjelasan lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan sembilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan Kelas B Tahun Akademik 2019/2020 sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes berpikir kritis matematis dan wawancara tak terstruktur pada materi limit fungsi. Data dianalisis dengan melakukan reduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian mahasiswa mampu menggeneralisasi dan mengidentifikasi masalah pembuktian limit fungsi dua pihak, namun masih banyak yang belum mampu merumuskan masalah ke dalam model matematika; (2) sebagian mahasiswa mampu menggeneralisasi dan mengidentifikasi masalah pembuktian limit fungsi satu pihak, namun masih banyak yang belum mampu memahami konsep dasar limit fungsi satu pihak dan merumuskan masalah ke dalam model matematika; (3) banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan masalah non pembuktian, menerapkan prosedur dan menarik simpulan pemecahan masalah, namun hanya sebagian mahasiswa yang mampu menyelesaikan masalah pembuktian limit fungsi satu pihak, melakukan generalisasi, dan menggunakan simbol dengan tepat.