cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
Simvastatin sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi Aloksan Akrom Akrom; Meilan Meilan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.53 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i1.3022

Abstract

Secara klinis simvastatin dimanfaatkan tidak hanya sebagai antidislipidemia namun juga diindikasikan sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Adanya gugus karbonil pada struktur simvastatin yang dapat berikatan dengan electron bebas dari radikal reaktif diduga kuat berhubungan dengan aktifitas antioksidan ini.Bagaimana pengaruh simvastatin terhadap fungsi hepar pada tikus SD yang diinduksi aloksan belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh simvastatin terhadap kadar SGPT dan SGOT pada tikus Sprague dawley (SD) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode pre and post test design pada 7 kelompok hewan uji (n=7). Kelompok pertama sebagai kontrol normal. Kelompok kedua, kontrol negatif, hewan uji diberi aloksan (12,5 mg/kgBB). Kelompok ketiga diberi simvastatin (15mg/kgBB) selama 7 hari sebelum dan 2 hari setelah diinduksi aloksan. Kelompok keempat diberi vitamin C (20mg/kgBB) selama 7 hari sebelum dan 2 hari setelah diinduksi aloksan.Induksialoksan dilakukan pada hari ke-7 secara intraperitoneal. Darah tikus diambil melalui sinus orbitalispada hari ke-7 sebelum diinduksi aloksan dan pada hari ke9. Kadar SGPT dan SGOT ditetapkan secara enzimatik. Kadar SGPT/SGOT yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan 7 hari dengan simvastatin dan vitamin C tidak mempengaruhi kadar SGPT dan SGOT. Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok perlakuan tidak berbeda dengan rerata kadar SGPT/SGOT kelompok normal (p>0,05). Induksi aloksan meningkatkan rerata kadar SGPT/SGOT. Pemberian simvastatin dan vitamin C sebelum dan setelah diinduksi aloksan dapat mengurangi peningkatan rerata kadar SGPT/SGOT pada kelompok perlakuan dankelompok kontrol positif.  Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok simvastatin lebih rendah dari pada kelompok vitamin C (p<0,05).  Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok simvastatin dan vitamin C lebih rendah dari kelompok aloksan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa simvastatin dapat  mencegah kenaikan kadar SGPT/SGOT tikus yang diinduksi aloksan.
STUDI RETROSPEKTIF PENYALAHGUNAAN OBAT PADA PASIEN KETERGANTUNGAN OBAT DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Nada Windayanti Miratulhusda; Noor Cahaya; Fadilaturrahmah Fadilaturrahmah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.972 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3807

Abstract

Penyalahgunaan obat di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik pasien ketergantungan obat, pola penyalahgunaan obat, status rehabilitasi pasien ketika keluar dari rumah sakit dan mengetahui hubungan karakteristik pasien dan pola penyalahgunaan obat terhadap status pengobatan pasien ketika keluar dari rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui rekam medik pasien periode Januari 2012-Desember 2013. Analisis data menggunakan uji statistik Frequency dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat pendidikan terakhir SD persentasenya 34,2%; SMP 36,8%; SMA 26,3% dan D3 2,6%. Pasien menyalahgunakan obat pertama kali pada usia 11-19 tahun persentasenya 50,0%, 20-29 tahun 42,1% dan 30-39 tahun 7,9%. Pola penyalahgunaan obat untuk jenis NAPZA persentasenya 26,3%; non NAPZA 13,3% dan campuran keduanya 60,5%. Penyalahgunaan obat dengan jumlah 1 item persentasenya 15,8%; 2 item 34,2%; 3 item 34,2%; 4 item 10,53% dan 5 item 5,26%. Status rehabilitasi pasien ketika keluar dari rumah sakit untuk new add persentasenya 5,3%; induction 13,2%; younger 13,2%; middle 28,9%; older 18,4% dan re-entry 21,1%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara status pengobatan pasien terhadap pendidikan terakhir (p = 0,722), usia ketika pertama kali menyalahkan obat (p = 0,836) dan jumlah obat yang disalahgunakan (p =0,713).Kata kunci: Studi retrospektif, penyalahgunaan obat
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL Ulva lactuca L. DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Wahyu Widyaningsih; Suwidjiyo Pramono; Sitarina Widyarini; Sugiyanto Sugiyanto
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.042 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i2.7772

Abstract

Ganggang hijau (Ulva lactuca L.) merupakan spesies ganggang laut yang berpotensi sebagai obat kardiovaskuler. Untuk mendukung pemanfaatannya perlu dilakukan skrining fitokimia kandungan ganggang hijau yang berasal dari pantai Drini, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah melakukan skrining fitokimia Ulva lactuca yang berasal dari pantai Drini dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ulva lactuca diekstraksi dengan metode maserasi dengan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh ditetapkan randemen,  kadar air, kadar abu dan kadar logam berat (Pb dan Cd). Penetapan kadar air dengan alat Hydrogen Moisturizer Analyzer (HMA), kadar abu dengan metode gravimetri dan penetapan logam berat Pb dan Cd dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Skrining fitokimia dilakukan untuk mengindentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, antrakuinon dan terpenoid dengan KLT. Identifikasi klorofil dilakukan dengan metode Nollet (2004). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol Ulva lactuca  mempunyai randemen 14,52%, kadar air 9,67±0,07%, kadar abu 34,05% , kadar logam Pb<0,07 mg/kg dan kadar logam Cd<0,01 mg/kg. Terdapat golongan senyawa flavonoid, alkaloid dan klorofil dalam  ekstrak etanol Ulva lactuca L. yang diperoleh dari pantai Drini.
PENGARUH PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PERBANDINGAN ANTARA SISTEM TMH DENGAN SISTEM MANDIRI INHEALTH Dede Dwi Nathalia; Delina Hasan; MGS Aritonang
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.067 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i1.9828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan seberapa besar pengaruh pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien antara sistem TMH dengan sistem Mandiri Inhealth. Dari data tahun 2009 sampai dengan 2015 terjadi peningkatan biaya kesehatan PT.TMH dan premi serta pelayanan kesehatan berupa manfaat asuransi (benefit) dan jenis pelayanan kesehatan yang diperoleh pasien PT. TMH tidak bisa tercover seluruhnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan survei analitik. Pengukuran pelayanan kesehatan (variabel X1 dan X2) menggunakan konsep servqual (dimensi reliability, reponsiveness, assurance, empathy dan tangibles) serta pengukuran kepuasan pasien (variabel Y) dengan dimensi perceive performance dan expectation. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok pasien karyawan aktif dan pensiunan karyawan PT.TMH yang didata pada bulan Juli 2015 sampai dengan November 2015 dengan total jumlah 14.048. Metode pengambilan sampel dengan metode proportionate random sampling maka jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden. Subyek penelitian ini adalah karyawan PT.TMH dan pensiunan PT. TMH yang tinggalnya di sekitar Jabodetabek. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil uji t independen dengan nilai p = 0,000 < 0,05 untuk skor pelayanan kesehatan dan skor kepuasan pasien. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan dengan sistem PT. TMH dan pelayanan kesehatan dengan sistem Mandiri Inhealth mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pasien, tetapi ada perbedaan yang signifikan pada kedua sistem tersebut dimana pelayanan kesehatan sistem PT.TMH lebih baik dan lebih memuaskan daripada sistem Mandiri Inhealth.
PREPARASI 4-ASETAMIDOFENIL BENZOAT DAN UJI AKTIFITAS ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus) M Artabah Muchlisin; Bambang Tri Purwanto; Engrid Juni Astuti
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10, No 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.1 KB) | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1165

Abstract

> Untuk mengembangkan senyawa turunan acetaminophen baru, dilakukan preparasi 4-acetamidofenil benzoat senyawa. Senyawa ini disintesis dengan mereaksikan dari acetamidofenil dengan benzoil klorida dengan metode Schotten Baumann. Kemurnian senyawa dibuktikan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan titik lebur. Pada hasil KLT, senyawa yang disintesis memiliki 1 spot dengan tiga eluen yang berbeda dan memiliki rentang titik lebur 171,67-172,67ºC. Sehingga dapat disimpulkan senyawa hasil sintesis murni. Karakterisasi struktur senyawa hasil sintesis dianalisis dengan spektrofotometer UV-VIS, spektrofotometer IR, NMR. Hasil analisis struktural menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis adalah 4 - acetamidofenil benzoat. Uji aktivitas analgesik dilakukan pada tikus menggunakan metode penghambatan nyeri dengan asam asetat glasial 0,6 % sebagai agen penginduksi nyeri. Hasil sintesis 4 - acetamidofenil benzoat memiliki ED50 73,48 mg / kg dan acetaminofen memiliki ED50 68,30 mg / kg. Secara statistik, potensi analgesik 4 - acetamidofenil benzoat sebanding dengan acetaminofen .
EFEK HEPATOPROTEKTOR FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Sprague Dawley SANGITAN (Sambucus canadensis L.) PADA TIKUS Hayati Hayati; Hadi Sunaryo; Tri Hutomo Syahbandono
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 1: Maret 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3592.656 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i1.1397

Abstract

Daun  sangitan  secara  tradisional  telah  digunakan  sebagai  obat  penyakit  hati. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efek  fraksi  etil  asetat  daun  sangitan sebagai hepatoprotektor melalui pengukuran SGOT dan SGPT pada tikus yang diinduksi CCl4. Pengujian dilakukan selama 11 hari terhadap 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok.Pengukuran kadar SGOT dan SGPT dilakukan pada hari ke-11 dengan spektrofotometer klinis. Kontrol normal diberi  minyak zaitun secara  oral.  Kontrol  positif  sebagai pembanding diberikan  Cursil®.  Kontrol negatif  yang diinduksi  dengan  karbon  tetraklorida  dosis  0,4  mg/g  BB dan  3 kelompok  perlakuan  yang  diberi  fraksi  etil  asetat  dengan  dosis  berturut- turut 0,9650, 1,93  dan  3,86  mg/kg  BB.  Hasil  uji  Anova  satu  arah  menunjukkan pemberian perlakuan berpengaruh terhadap SGPT dan SGOT. Dapat disimpulkan bahwa  pemberian  fraksi etil  asetat daun  sangitan  dapat  memberikan efek hepatoprotektor.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT DEMAM PADA ANAK-ANAK Danang Yulianto; Azis Ikhsanudin
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4700.947 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1881

Abstract

Swamedikasi biasanya dilakukan untuk penanggulangan secara cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga, serta meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang jauh dari puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara pengetahuan dan sikap orang tua terhadap swamedikasi obat demam pada anak-anak.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah warga Dusun Cepor, Sendangtirto, Berbah, Sleman yang memiliki anak usia 1sampai 12 tahun yang berjumlah 172 KK, dan diperoleh sampel sebanyak 62 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji bivariat dan regresi logistik berganda.Berdasarkan analisis data diperoleh hasil regresi logistik terdapat pengaruh positif dan secara statistik signifikan antara pengetahuan orang tua dengan swamedikasi obat demam pada anak-anak, dimana orang tua dengan tingkat pengetahuan tentang obat yang baik memiliki tingkat swamedikasi yang baik dan tinggi  (( 28,464  x lebih besar daripada yang pengetahuan sedang atau  kurang ( OR= 28,464 ; CI 95%  3,087 sampai dengan  262,467; p = 0,003)) dan tidak terdapat pengaruh positif dan secara statistik signifikan antara sikap orang tua dengan swamedikasi obat demam pada anak-anak, dimana sikap orang tua mempunyai kemungkinan lebih tinggi 3,049 x lebih besar dari pada yang tidak mempunyai sikap (OR= 3,049; CI 95% 0,320 sampai dengan 29,012; p = 0,332). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,596 memiliki pengertian bahwa 59,6 persen swamedikasi obat demam pada anak-anak tidak dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel pengetahuan orang tua dan sikap orang tua, dan sisanya  dipengaruhi oleh faktor yang lainnya.  
Uji Sifat Fisik Dan Aktivitas Ekstrak Daun Petai Cina (Leucaena Glauca, Benth) Dalam Berbagai Tipe Basis Salep Sebagai Obat Luka Bakar Olvia Becatami Widyantoro; Nining Sugihartini
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.59 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3758

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang dapat disebabkan kontak dengan sumber panas. Daun petai cina mengandung senyawa aktif saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang mempunyai aktivitas sebagai penyembuh luka bakar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tipe basis salep terhadap aktivitas penyembuhan luka bakar dan sifat fisiknya. Ekstrak daun petai cina diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak dibuat salep dengan basis salep hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air. Salep dievaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, proteksi dan daya penyembuh luka bakar menggunakan hewan uji marmut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukkan bahwa urutan basis salep yang memberikan homogenitas yang bagus adalah hidrokarbon, absorbsi dan larut air. Urutan daya sebar terluas adalah hidrokarbon, larut air, absorbsi dan tercuci air. Dari hasil uji daya lekat urutan daya lekat dari yang terlama adalah hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air, sedangkan urutan kecepatan penyembuhan luka bakar dari yang tercepat adalah hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air. Diketahui pula bahwa tipe basis tidak mempengaruhi nilai pH. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan basis salep dari urutan terbaik adalah hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air.  
Kualitas Hidup Mahasiswa Profesi Apoteker Dengan Health Related Quality Of Life (HRQOL) SF-6D Di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Ana Hidayati; Farida Nur Mufliha; Imaniar Noor Faridah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.275 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5748

Abstract

Kualitas hidup individu dipengaruhi oleh status kesehatannya masing-masing. Individu sehat maupun sakit dapat diukur kualitas hidupnya. Pengukuran menggunakan instrumen Short Form 36 (SF-36). Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional. Sampel merupakan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker angkatan XXXI di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan yang diberi kuesioner SF-36 dan form karakteristik sampel. Analisis untuk SF-36 dipetakan ke SF-6D dan data karakteristik dinyatakan dalam presentase. Analisis hubungan antara karakteristik sampel dengan kualitas hidup dilakukan dengan Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.            Jumlah subyek yang digunakan pada penelitian berjumlah 126 mahasiswa. Hasil kualitas hidup mahasiswa profesi apoteker pada SF-6D menunjukkan skor sebesar 0,739. Hasil uji antara skor kualitas hidup dengan karakteristik menunjukkan adanya hubungan dengan kualitas hidup pada jenis transportasi ( p=0,039 ) dan riwayat penyakit ( p=0,01 ).          Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa skor  kualitas hidup mahasiswa dari SF Indeks pada SF-6D yaitu 0,739. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa adalah transportasi dan riwayat penyakit.           Kata kunci : kualitas hidup, mahasiswa profesi apoteker, SF-36, SF-6D
PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS BOJONG NANGKA TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS Novi Henriyati Rahmi; Sampurno Sampurno; Wahono Sumaryono
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.15 KB) | DOI: 10.12928/mf.v16i1.12917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana pengaruh bauran pemasaran jasa dalam hal ini produk (product), harga (price), promosi (promotion), lokasi (place), orang (people), bukti fisik / fasilitas fisik (physical evidence), dan proses (process), dan kualitas pelayanan kesehatan dalam hal ini bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) di Puskesmas Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor terhadap kepuasan pasien BPJS. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif metode potong lintang atau cross sectional. Tempat penelitian adalah di Puskesmas Bojong Nangka, Gunung Putri, Bogor. Sampel penelitian berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner dan observasi. Analisis data penelitian yaitu dengan uji Regresi Linier Berganda dengan hasil Y1 = 1,515 + 0,064X1 + 0,073X2. Kesimpulan penelitian adalah bahwa bauran pemasaran dan kualitas pelayanan kesehatan berpengaruh secara parsial maupun bersama-sama terhadap kepuasan pasien BPJS.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol 19, No 2: September 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 2: September 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol 15, No 2: September 2018 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol. 10 No. 2: September 2013 More Issue