Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh pH dan Waktu Kontak Terhadap Adsorpsi Logam Zn(II) pada Komposit Arang Eceng Gondok Termodifikasi Kitosan-Epiklorohidrin Dahlena Ariyani; Noor Cahaya; Dwi Rasy Mujiyanti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.942 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i2.6521

Abstract

A study of the effect of pH and time contact on the adsorption of Zn (II) metal on the charcoal of water hyacinth modified chitosan-epichlorohydrin composites has been performed. This study aims to determine the effect of pH and time on Zn (II) adsorption on the charcoal of water hyacinth modified chitosan-epichlorohydrin. Adsorption of Zn (II) metal on the charcoal of water hyacinth modified chitosan-epichlorohydrin composites was tested for pH with variations in pH 2 to 7 and contact time with variations of 15-75 minutes. The results showed that Zn (II) adsorption reached optimum at pH 4 and contact time for 30 minutes was 87.1%.  
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI ANTIPSIKOTIK TERHADAP EFEK SAMPING SINDROM EKSTRAPIRAMIDAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM noor cahaya
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.453 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13324

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi skizofrenia di Kalimantan Selatan 1,4 per seribu penduduk. Skizofrenia ditangani dengan antipsikotik. Penggunaan antipsikotik dapat menyebabkan efek samping sindrom ekstrapiramidal (EPS) pada pasien skizofrenia. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan kejadian efek samping sindrom ektrapiramidal penggunaan kombinasi haloperidol-chlorpromazin-clozapin dan haloperidol-chlorpromazin pada pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan observasional analitik dan pendekatan kohort prospektif. Populasi penelitian adalah semua pasien rawat inap pada bulan Februari-Maret 2017 yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah subjek penelitian adalah 33 pasien. Hasi analisis yang diperoleh adalah sebanyak 18 pasien (55%)  menggunakan kombinasi haloperidol-chlorpromazin dan 15 pasien (45%) menggunakan kombinasi haloperidol-chlorpromazin-clozapin. Penggunaan kombinasi haloperidol-chlorpromazin menyebabkan 13 pasien (72,2%)  mengalami sindrom ekstrapiramidal dan kombinasi haloperidol-chlorpromazin-clozapin terdapat 8 pasien (53,3%). Penggunaan kombinasi haloperidol-chlorpromazin   dan   kombinasi  haloperidol-chlorpromazin–clozapin tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kejadian sindrom ekstrapiramidal (p-value=0,261).Kata kunci: Skizofrenia, kombinasi antipsikotik, efek samping, sindrom ekstrapiramidal
Pakan banyu (Croton argyratus Blume) stembark ethanol extract effectiveness to total spermatogenic cells of white male rats (Rattus norvegicus) Noor cahaya; M. Aditya Sholihin; Nurlely Nurlely
Pharmaciana Vol 7, No 2 (2017): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.106 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v7i2.6842

Abstract

Stembark of Pakan Banyu (Croton argyratus Blume) empirically used as traditional contraception. The stembark contained active substances as steroids, saponins and alkaloids tannins alleged antifertillity for men. The purpose of this study was to demonstrate the potential of Pakan Banyu stembark ethanol extract to the total number of spermatogonium cells, primary spermatocytes, spermatids and spermatozoa in male rats. This study was an experimental research design posttest only control group design using 20 male rats into 4 groups of 5 mice. The control rats were used in treatment group, the rats were given the pakan banyu stembark extract at a dose of 100, 200 and 500 mg / kg with 0.5% CMC Na suspending agent. The treatment was given orally for 15 days at the 16th days surgery was done to the testicles organs, then microanatomy preparations were made using paraffin method and using HE colour. Analysis of data using One-way ANOVA and Kruskal Wallis with 95% confidence level. The results showed that there is no effect of Pakan Banyu stembark ethanol extract against spermatogonium cells, primary spermatocytes, spermatids and spermatozoa. 
STUDI RETROSPEKTIF PENYALAHGUNAAN OBAT PADA PASIEN KETERGANTUNGAN OBAT DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Nada Windayanti Miratulhusda; Noor Cahaya; Fadilaturrahmah Fadilaturrahmah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.972 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3807

Abstract

Penyalahgunaan obat di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik pasien ketergantungan obat, pola penyalahgunaan obat, status rehabilitasi pasien ketika keluar dari rumah sakit dan mengetahui hubungan karakteristik pasien dan pola penyalahgunaan obat terhadap status pengobatan pasien ketika keluar dari rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui rekam medik pasien periode Januari 2012-Desember 2013. Analisis data menggunakan uji statistik Frequency dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat pendidikan terakhir SD persentasenya 34,2%; SMP 36,8%; SMA 26,3% dan D3 2,6%. Pasien menyalahgunakan obat pertama kali pada usia 11-19 tahun persentasenya 50,0%, 20-29 tahun 42,1% dan 30-39 tahun 7,9%. Pola penyalahgunaan obat untuk jenis NAPZA persentasenya 26,3%; non NAPZA 13,3% dan campuran keduanya 60,5%. Penyalahgunaan obat dengan jumlah 1 item persentasenya 15,8%; 2 item 34,2%; 3 item 34,2%; 4 item 10,53% dan 5 item 5,26%. Status rehabilitasi pasien ketika keluar dari rumah sakit untuk new add persentasenya 5,3%; induction 13,2%; younger 13,2%; middle 28,9%; older 18,4% dan re-entry 21,1%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara status pengobatan pasien terhadap pendidikan terakhir (p = 0,722), usia ketika pertama kali menyalahkan obat (p = 0,836) dan jumlah obat yang disalahgunakan (p =0,713).Kata kunci: Studi retrospektif, penyalahgunaan obat
Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Batang Pakan Banyu (Croton argyratus Blume) terhadap Kualitas dan Kuantitas Spermatozoa sebagai Antifertilitas Nurlely Nurlely; Anika Iktishad Aslama; Noor Cahaya; Valentina Meta Srikartika
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.11397

Abstract

Kulit batang pakan banyu (Croton argyratus Blume) secara empiris digunakan sebagai obat kontrasepsi tradisional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak etanol kulit batang pakan banyu terhadap perubahan kualitas dan kuantitas spermatozoa pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Desain penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design. Kulit batang pakan banyu dimaserasi menggunakan etanol 70%. Pada bagian kulit batang terdapat zat aktif steroid, saponin, tanin, dan alkaloid. Uji pengaruh gambaran mikroskopik terhadap kualitas dan kuantitas spermatozoa menggunakan dua puluh ekor tikus jantan dengan 4 kelompok perlakuan yang diberi perlakuan secara oral selama 15 hari yaitu Kontrol negatif (Na CMC 0,5%), dan kelompok perlakuan (ekstrak dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, 500 mg/kgBB). Setelah 15 hari hewan uji dinekropsi untuk mengamati jumlah spermatozoa menggunakan improved neubauer hemositometer, motilitas spermatozoa, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa menggunakan eosin negrosin sebagai pewarna. One way ANOVA digunakan untuk menganalisa data kuantitatif yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB memberikan perbedaan bermakna terhadap kelompok kontrol negatif (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB memberikan pengaruh terhadap perubahan motilitas, abnormalitas, viabilitas, dan jumlah spermatozoa. Kata Kunci: Pakan Banyu, Kontrasepsi Pria, Spermatozoa  Stem Bark of pakan banyu (Croton argyratus Blume) empirically is used as a traditional contraception method. This study aimed to evaluate the effect of the ethanol extract of the pakan banyu stem bark to change in the quality and quantity of spermatozoa in albino male rats (Rattus norvegicus). This research is an experimental research with posttest only control group design. Pakan Banyu stem bark was macerated using 70% ethanol. The extract contained the active substances such as steroids, saponins, tannins, and alkaloids. This study used twenty male rats which were divided into 4 groups: negative control (CMC Na 0,5%), and treatment groups (extract dose of 100, 200 and 500 mg/kg body weight). The treatment was orally administered for 15 days.  After 15 days, the testis was isolated  to observe the number of spermatozoa using improved Neubauer hemocytometer, motility, viability and sperm abnormalities using eosin nigrosin. Quantitative data were analyzed using one-way ANOVA. The results showed that dose of 100, 200, and 500 mg/kg body weight possessed a significant difference to the negative control group (p <0.05). Thus, it can be conclude that  ethanol extract of Pakan Banyu stem bark (C. argyratus Blume) possesses an effect in changing of motility, abnormality, viability, and number of spermatozoa.
ANALISIS PREVALENSI PARKINSONISME PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPAT OBAT ANTIPSIKOTIK GENERASI PERTAMA: ANALYSIS OF PREVALENCE OF PARKINSONISM IN SCHIZOPHRENIC PATIENTS RECEIVING FIRST-GENERATION ANTIPSYCHOTIC DRUG Okta Muthia Sari; Noor Cahaya; Khoerul Anwar; Sandra Putri Wijaya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.205 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.271

Abstract

Antipsikotik generasi pertama secara luas diresepkan untuk pengobatan skizofrenia, efek terapeutiknya juga dikaitkan dengan efek samping movement disorders seperti parkinsonisme. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan antipsikotik generasi pertama dan untuk menganalisis antipsikotik mana yang terkait dengan prevalensi parkinsonisme. Ini adalah studi potong lintang berbasis rumah sakit yang dilakukan di rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif selama periode tahun 2018. Sebanyak 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 33 (46,5%) pasien yang menerima antipsikotik generasi pertama mengalami parkinsonisme. Karakteristik pasien dalam penelitian ini mayoritas jenis kelamin laki-laki (76,1%) dan berumur 20-45 tahun (84,5%). Haloperidol antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan (56.3%) diikuti oleh kombinasi klorpromazin-haloperidol (35.2%). Prevalensi parkinsonisme sebesar 46,5% pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikotik generasi pertama. Berdasarkan analisis, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan umur dengan parkinsonisme. Penggunaan haloperidol dibandingkan dengan klorpromazin-haloperidol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prevalensi parkinson (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini, karakteristik pasien skizofrenia dalam penelitian mayoritas laki-laki dan berumur 20-45 tahun. Haloperidol merupakan antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan sebesar 56.3%. Prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikosis generasi pertama adalah 46,5%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara parkinsonisme dan jenis kelamin atau umur pasien dalam penelitian ini Penggunaan haloperidol dikaitkan dengan prevalensi parkinsonisme dibandingkan dengan antipsikotik generasi pertama kombinasi klorpromazin dan haloperidol pada pasien skizofrenia.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Aquilaria microcarpa Baill.) TERHADAP WAKTU PERDARAHAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Noor Cahaya; Rakhmat Fauzi; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.022 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.96

Abstract

Daun gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian ekstrak etanol daun A. microcarpa terhadap waktu perdarahan tikus putih jantan yang diinduksi heparin. Dua puluh tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif), II (kontrol positif), III, IV dan V  (ekstrak etanol daun A. microcarpa dosis 75mg/KgBB, 100mg/KgBB dan 150mg/KgBB). Hewan uji diberi injeksi heparin selama 5 hari, kemudian diberi sediaan selama 6 hari dicatat waktu tiap 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan waktu perdarahan yaitu 41.74%; 74.74%; 52.09%; 95.86%; 24.36. Hasil statistik menunjukkan perbedaan nyata penurunan waktu perdarahan oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun A. microcarpa berpengaruh terhadap waktu perdarahan pada tikus putih jantan yang diinduksi heparin.
STUDI RETROSPEKTIF PENGGUNAAN TRIHEXYFENIDIL PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP YANG MENDAPAT TERAPI ANTIPSKOTIK DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Anggie Rahaya; Noor Cahaya
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 2 No. 2 (2016): (October 2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.838 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2016.v2.i2.5986

Abstract

Trihexyphenidyl (THP) is used to treat symptoms of Parkinson's disease or involuntary movements due to the side effects of certain psychiatric drugs. It can also decrease other side effects such as muscle stiffness/rigidity (extrapyramidal syndrome or EPS). EPS were an unavoidable consequence of effective antipsychotic therapy. EPS reduce beneficial effects of antipsychotic treatment on the negative, cognitive, and mood symptom domains, while increasing the risk of tardive dyskinesia and reducing compliance. The purpose of this research was to analyze the percentage use of THP and the pattern of THP usage on schizophrenia patient which treated at Sambang Lihum Hospital. This retrospective observational study was conducted at an inpatient Sambang Lihum Hospital. This research were conducted to 264 medical records of patients period January 2013 to December 2013 which receive antipsychotics medication. Data were analyzed by univariate analysis. The result showed 94.32% (n=264) received THP. This research has shown the pattern of THP usage in Sambang Lihum Hospital which was to give THP directly to patients without EPS examination is 96.79% (n=249) and there are 15.66% (n=249) patients evaluated after 14 days after THP administered. Key Words: Schizophrenia, Trihexyphenidyl, EPS
Pengaruh Pemberian Gel Kuersetin Terhadap Jumlah Fibroblas dan Re-Epitelisasi Dalam Proses Penyembuhan Luka Bakar Derajat IIA Pada Tikus Jantan noor cahaya; Errenna Erfenna; Dina Rahmawanty
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 2 No 1 (2018): September 2018
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.679 KB)

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan pada kulit akibat terpajan panas dan sering ditemukan seperti luka bakar derajat II A. Penanganan yang kurang tepat akan mempengaruhi proses penyembuhan. Penyembuhan luka bakar akan terjadi lebih cepat jika pertumbuhan sel fibroblas dan re-epitelisasi tidak terganggu. Kuersetin merupakan senyawa yang dapat membantu proses penyembuhan luka karena memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas gel kuersetin terhadap peningkatan jumlah fibroblas dan re-epitelisasi dalam proses penyembuhan luka bakar derajat II A. Penelitian ini menggunakan 45 tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (gel komersial) dan uji (gel kuersetin). Masing-masing kelompok diberi perlakuan yang berbeda, yaitu perlakuan 5 hari, 11 hari dan 21 hari. Kemudian induksi luka bakar dilakukan dengan logam yang dipanaskan pada suhu 100ºC selama 3 menit dan ditempelkan pada punggung tikus selama 10 detik dengan diameter luka 2 cm. Selanjutnya dilakukan pengambilan jaringan dan pembuatan preparat histologi. Perhitungan dilakukan pada 3 lapang pandang dengan pembesaran 400 x untuk fibroblas dan 100 x untuk re-epitelisasi. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya peningkatan jumlah fibroblas dan re-epitelisasi (p<0,05). Kesimpulan: gel kuersetin dapat memberikan peningkatan jumlah fibroblas dan re-epitelisasi pada proses penyembuhan luka bakar. Kata Kunci: Fibroblas, Kuersetin, Luka bakar, Re-epitelisasi
STUDI DESKRIPTIF DUA KOMBINASI ANTIPSIKOTIK DAN SINDROM PARKINSONISME DALAM PENGOBATAN SKIZOFRENIA PARANOID noor cahaya; Herningtyas Nautika Lingga; Riska Novisra Nasution; Bella Na Fhory
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia is the most common psychotic disorders. Incidence rate 1-2% in the population counted from populations who have experienced the condition. The most common type is paranoid schizophrenia. Antipsychotic combination therapy is widely used in schizophrenia. There are some problems in schizophrenia therapy due to antipsychotics use, one of them is parkinsonism as a side effect of treatment. The aimed of the research was to identified the combination therapy and symptoms of parkinsonism experienced by paranoid schizophrenia patients who use therapy with 2 combinations of antipsychotics. This was a descriptive study, retrospective data collection technique using 93 medical records in 2018 period. The results showed the use of 2 types of antipsychotic combinations,haloperidol-chlorpromazine (44.1%) and haloperidol-risperidone (55.9%) combinations. The number of patients who experienced parkinsonism on haloperidol-chlorpromazine combination therapy (N = 41) was 20 patients and who did not experience 21 patients. Whereas in the combination therapy of haloperidol-risperidone (N = 52), there were 16 patients with parkinsonism and 36 patients who did not. Parkinsonism experienced by patients include hypersaliva; muscle tremors and rigidity. Percentage of parkinsonism in haloperidol-chlorpromazine combination therapy, including hypersaliva 42%; 50% tremor and 8% muscle rigidity. In the haloperidol-risperidone combination group, hypersaliva was 61%; tremor 15% and muscle rigidity 24%. The conclusion obtained from the results of the study is the percentage of parkinsonism in haloperidol-chlorpromazine combination therapy is greater than haloperidol-risperidone combination therapy.