cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Konsistensi Pemahaman Konsep Kecepatan dalam Berbagai Representasi Muhammad Reyza Arief Taqwa; Arif Hidayat; Sutopo Sutopo
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.509 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman konsep dan konsistensi mahasiswa dalam menggunakan konsep saat menyelesaikan soal fisika pada topik kecepatan dalam berbagai format representasi. Dalam penelitian ini digunakan 4 soal pilihan ganda beralasan dalam format representasi berbeda. Penelitian dilakukan pada 26 mahasiswa S1 pendidikan fisika dan 22 mahasiswa S1 fisika tahun pertama di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep kecepatan masih tergolong rendah yang ditandai dengan rata-rata skor mahasiswa hanya mencapai 43,49. Selain itu, alasan yang diberikan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak konsisten dalam mendefinisikan kecepatan karena pemahaman yang belum utuh. Beberapa kekeliruan mahasiswa diantaranya: (1) kecepatan adalah posisi per satuan waktu tempuh, (2), (3) tanpa memahami bahwa persamaan tersebut hanya benar jika percepatan konstan, (4), dan (5) tidak memperhatikan tanda (+/-) pada kecepatan. This study aims to look at the student's conceptual understanding and the students' consistency in used concept when them solved the physics problems in velocity with variety of representation formats. There are 4 MCQs reasoned in a different format representations to achieve these goals. The study was conducted on 26 S1 physical education students and 22 S1 physics students in first year. The results showed that the students' conceptual understanding is still relatively low which is characterized by an average score of students reached only 43.49. Moreover, the reason given students showed that students are still not consistent in defining velocity due to knowledge in pieces. Some students' mistakes are: (1) Velocity is the position per unit of time, (2), (3) without understanding that this equation is only true if the acceleration is constant, (4), and (5) do not pay attention to the sign (+/-) on velocity.
Sampul JRKPF Vol. 5 No. 1 JRKPF UAD
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 20180
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.074 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9871

Abstract

Peningkatan Pembelajaran IPA Fisika Tutor dan Mahasiswa S1 PGSD-UT dalam Multikultural di Provinsi Nanggroe Aceh Darussallam melalui Penggunaan Power Point dan Internet Interaktif Mujadi Mujadi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.357 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i2.1999

Abstract

Keragaman budaya dalam proses pembelajaran berbasis IPTEK dengan pola maupun model yang beragam mempunyai makna yang sama untuk mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Semua pembelajaran akan lebih bermakna dan punya arti jika didalamnya terkandung suatu kebebasan, keadilan, kesederjatan, dan perlindungan terhadap hak-hak manusia. Secara jelas hakekat pendidikan multikultural mempersiapkan seluruh mahasiswa bekerja secara aktif menuju kesamaan struktur. Di era globalisasi ini sistem pendidikan harus mampu menerima dan menyerap serta mengembangkan perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni sebagai bagian penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran yang saat ini telah tersebar di seluruh pelosok tanah air jauh panggang dari api. Keragaman budaya (mulikultural)tidak menghalangi penggunaan Power Point dan Internet Interaktif (PPI) untuk pendidikan yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa/siswa untuk penguasaan konsep IPA Fisika, kemampuan berinovasi, serta meningkatkan keterampilan pada proses pembelajaran. Hasil monitoring tutorial IPA dengan menggunakan PPI berdampak positif secara dua arah, yaitu tutor dan mahasiswa. Teori yang disimulasikan dengan model Power Point dan Internet Interaktif merupakan pembelajaran yang sangat interaktif dan meningkatkan motivasi pembelajaran serta bertambahnya tingkat kemandirian belajar sehingga mendapatkan achievement belajar secara optimal.
Pengaruh Permainan dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Arif Rahman Aththibby; Dedi Hidayatullah Alarifin
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.467 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3246

Abstract

Menanamkan rasa suka, senang, tertarik, dan butuh kepada peserta didik merupakan salah satu kiat yang efektif untuk keberhasilan belajar peserta didik. Belajar tadak hanya dibatasi pada satu tempat, kondisi, ruang, dan waktu tertentu saja. Siswa akan termotivasi mengikuti pembelajaran dengan baik jika guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Keaktifan belajar merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru sehingga pada akhirnya prestasi belajar siswa pun dapat ditingkatkan. Untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar dalam pembelajaran fisika diperlukan suasana yang menyenangkan. Hal itu dapat dilakukan melalui kombinasi brain Gym, ice breaking, dan penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran fisika. Hasil dari penelitian yang dilakukan tentang pengaruh permainan dalam pembejaran fisika terhadap motivasi belajar peserta didik dapat disimpulkan bahwa implementasi permainan dalam pembelajaran fisika baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil rata-rata motivasi belajar siswa dan juga hasil uji-t yang dilakukan. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar fisika bagi peserta didik, guru memiliki opsi menggunakan permainan dalam pembelajaran.
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Data Sharing Technology pada Pokok Bahasan Energi Utari Ayu Wardani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.972 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i1.4543

Abstract

Proses pembelajaran fisika terdiri dari dua aspek yaitu teori dan eksperimen sehingga diperlukan suatu metode yang melibatkan kedua aspek tersebut. Data Sharing bisa menjadi alternatif karena melibatkan teori dan eksperimen. Pada penelitian kali ini digunakan model pembelajaran Discovery Learning dimana model Discovery Learning pada pokok bahasan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan instrumen pendukung dalam model pembelajaran Discovery Learning dengan Data Sharing . Pada proses pembelajaran menggunakan apparatus eksperimen yang dilengkapi panduan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket yang diujikan terdiri dari angket validasi ahli, angket uji pengguna, angket persepsi siswa, dan lembar pengamatan kemampuan afektif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelayakan panduan sebesar 85,74% dan 87,87% termasuk dalam kategori baik. Tingkat persepsi siswa yang masih rendah adalah aspek motivasi. Hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran yaitu beberapa siswa masih ramai, suka berbicara sendiri dan beberapa siswa mengalami kesulitan dalam analisis data. In the process of physics learning there are two important aspect; theory and experiment, so a method that can combine these aspects is needed. Data sharing technology can be the alternative media; through this media these aspects can be combined. Energy is the main topic in this research and thought with Discovery Learning method. This research aimed to develop and validate media which is used in this learning method; Discovery Learning with Data Sharing Technology. An experiment apparatus is used in the learning process. For data collection, survey method is applied. There are expert surveys, user surveys, student perception surveys, and student affective form control. The result for this research is about 85,74% and 87,87% which categorized in a good level. Kata kunci: Discovery Learning; Data Sharing; energi
Rancang Bangun Alat Eksperimen Sederhana Gerak Proyektil Pradita Adnan Wijaya; Umar Fauzi; Fourier Dzar Eljabbar Latief; M. Thoha Firdaus
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.535 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i1.6463

Abstract

Menentukan gerak proyektil merupakan permasalahan penting dalam sejarah perkembangan ilmu mekanika. Gerak proyektil adalah gerak suatu benda yang diberi kecepatan awal, kemudian menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan hambatan udara. Untuk mempermudah pemahaman peserta didik mengenai materi gerak proyektil, telah dibuat suatu alat eksperimen gerak proyektil sederhana. Diharapkan alat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mudah diaplikasikan, ditiru dan terjangkau bagi pihak sekolah maupun lembaga pendidikan. Determining projectile motion is an important issue in the history of the development of mechanics. The motion of a projectile is the motion of an object given the initial velocity, then travels the path whose direction is completely influenced by the acceleration of gravity and air resistance. To facilitate students' understanding of projectile motion material, a simple projectile motion experiments tool has been developed. It is expected that this tool can be used as a learning media that is easy to apply, imitated and affordable for schools and educational institutions.
Penggunaan Hukum Hagen-Poiseuille dalam Penentuan Koefisien Viskositas Zat Cair dengan Prinsip Kontrol Berat Berbantuan Software Logger Pro Lia Adini; Okimustava Okimustava
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.031 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v4i2.8165

Abstract

Pengukuran koefisien viskositas zat cair menggunakan hukum Hagen-Poiseuille dengan metode Microcomputer Based Laboratory telah dilakukan. Viskositas merupakan ukuran penolakan fluida terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear. Hukum Hagen-Poiseuille digunakan dalam penelitian ini karena zat cair yang digunakan merupakan zat cair Newtonian. Tangki viskometer kapiler yang dikaitkan ke sensor gaya diisi zat cair untuk kemudian dialirkan keluar melalui pipa kapiler dengan panjang (9,8±0,09)10-2 m dan diameter dalam (2,1620±0,0096) 10-3 m. Data penurunan massa zat cair direkam menggunakan sensor gaya buatan Vernier Tecnology dan analisis fitting data menggunakan software Logger Pro. Nilai karakteristik waktu diperoleh dari hasil fitting data digunakan untuk perhitungan koefisien viskositas zat cair menggunakan hukum Hagen-Poiseuille. Dari percobaan ini diperoleh nilai koefisien viskositas air sebesar (1,063±0,113) mPa.s yang sesuai dengan nilai acuan teori yaitu 1,002 mPa.s, oli SAE 10W-30 sebesar (79,01±8,90) Pa.s sesuai dengan nilai acuan teori 76,8 Pa.s, dan gliserin sebesar (593,4±56,7) mPa.s sesuai dengan nilai acuan teori 612 mPa.s.Measurement of liquid viscosity coefficient using Hagen-Poiseuille law with Microcomputer-Based Laboratory method has been done. Viscosity is the fluid declination measure of form changes under sheer pressure. Hagen-Poiseuille law is used in this study because the liquid used is a Newtonian liquid. Capillary viscometer tanks attached to force sensors are filled with liquid to be streamed out through capillary tubes of length (9.8 ± 0.09)10-2 m and the inner diameter (2.1620 ± 0.0096)10-3 m. Data on the mass degradation of liquids was recorded using a Vernier Technology force sensor while the data fitting analysis using Logger Pro software. The time characteristic values which obtained from the data fittings are used in the calculation of the liquid viscosity coefficient using Hagen-Poiseuille law. From this experiment, the obtained water viscosity coefficient value is (1.063± 0.113) mPa.s corresponds to the reference value of the theory is 1.002 mPa.s, the SAE oil 10W-30 is (79.01± 8.90) Pa.s corresponds to the reference value of the theory 76.8 Pa.s, and glycerin is (593.4± 56.7) mPa.s corresponds to the reference value of the theory 612 mPa.s.
Implementasi pendekatan pembelajaran STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi gelombang bunyi Nailul Khoiriyah; Abdurrahman Abdurrahman; Ismu Wahyudi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.988 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i2.9977

Abstract

Kualitas sumber daya manusia yang rendah dipengaruhi oleh kualitas pendidikan di Indonesia yang masih tergolong rendah, sehingga perlu diterapkan pembelajaran yang membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMAN 13 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Desain penelitian ini adalah The Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,63 dan kelas kontrol sebesar 0,35 dengan kategori sedang. Secara keseluruhan implementasi pendekatan pembelajaran STEM mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. The low quality of human resources is influenced by the quality of education in Indonesia is still relatively low, so it needs to be applied learning that helps students improve their thinking ability. This study aims to determine the implementation of STEM learning approach to improve students' critical thinking skills. The sample of this research is the students of class XI MIPA 1 and XI MIPA 2 SMAN 13 Bandar Lampung academic year 2017/2018. The design of this study was The Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Students' critical thinking skills data were collected using critical critical thinking test instruments. The results showed that the average value of N-gain in the experimental class was 0.63 and control class was 0.35 in the medium category. Overall implementation of STEM learning approach can improve students' critical thinking ability. Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, Pendekatan STEM, Problem Based Learning
Identification of students' science process skills in Basic Physics Practicum II in using e-module Artha Lumbantoruan; Didik Irawan; Harina Remalis Siregar; Dear Lumbantoruan; Neng Ria Nasih; Sofia Christine Samosir; Utari Prisma Dewi; Dodi Setiawan Putra; Orin Hidayusa Wiza
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jrkpf.v6i2.14185

Abstract

Good science process skills demonstrated by the attitude of students in conducting experiments in the laboratory. This study aims to determine the mastery of science process skills of students of Physics Education in Universitas Jambi, both students who use the printed Guidebook and students who use the e-module as guide in practicum activities by reviewing eight aspects of integrated science process skills. This study uses a quantitative approach with experimental research methods, namely true experimental. In the study sample used was a student of Physics Education were divided into two groups, 35 students for experiment class and 30 students for control class. Assessment instruments used were observation sheet science process skills with a score of skills used in the form of Likert scale. Based on the analysis score mastery of integrated science process skills of students in the experimental class, operationally defining variables have the highest percentage of 51.4% to the category of very good, whereas in the control class, analyzing aspects of investigations has the highest percentage of 53.3% with a good category.Keywords: college, integrated science process skills, practicum, reflection on a flat mirror
Penerapan Modul Pembelajaran Sains dengan Media Pembelajaran Gamelan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Siswa SMP Negeri 3 Sleman Eko Nursulistiyo
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.606 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i2.1993

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan aplikasi konsep getaran, gelombang dan bunyi siswa yang menggunakan modul dengan media pembelajaran gamelan dibandingkan dengan siswa yang belajar secara konvensional di SMP N 3 Sleman kelas VIII. Gamelan digunakan sebagai media pembelajaran dalam beberapa konsep getaran gelombang dan bunyi agar siswa dapat belajar secara kontekstual dan diharapkan apresiasi terhadap alat musik tradisional gamelan dapat meningkat. Pemahaman dan aplikasi konsep siswa diukur dengan menggunakan pretest dan postest. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan RPP yang direncanakan. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata nilai pre-test 39,79 dan rata-rata post-test 83,15 pada kelas eksperimen. Uji paired sample test menunjukkan bahwa nilai probabilitas yang diperoleh adalah 0,000. Untuk kelas kontrol rata-rata nilai pre-test 44,47 dan rata-rata post-test 78,53. Hasil uji paired sample t-test untuk kelas kontrol menunjukkan nilai probabilitas yang diperoleh adalah 0,000. Kedua kelas menunjukkan nilai probabilitas p<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain pemahaman konsep dan aplikasi konsep siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol meningkat. Nilai rata-rata gain skor untuk kelas eksperimen adalah 43,15 dan untuk kelas kontrol adalah 34,06. Berdasarkan perhitungan uji independent sample t-test diperoleh nilai probabilitas 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gain-score yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yang menggunakan modul pembelajaran sains dengan media pembelajaran gamelan menunjukkan peningkatan pemahaman dan aplikasi konsep lebih tinggi daripada kelas kontrol yang melakukan pembelajaran secara konvensional.

Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue