cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
IMPLEMENTING ORGANIZATIONAL SKILLS IN THE CLASSROOM Marisi Debora
BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i3.5595

Abstract

This article presents the writer’s experience in the classroom in implementing the organizational skills. The article also discuss the reason for teaching organizational skills in the classroom, materials needed for the teaching and the implementation of the organizational skills in the classroom. The materials can be adjusted to the availability in the class and the students’ own stationery. The two stages of implementation later build the students’ independence which is the goal of teaching and preparing them for successful academic life.   Key Words: organizational skills, teaching organizational skills, implementing
TERJEMAHAN SATIRE PADA NOVEL ANIMAL FARM Azwar Arif; Muhizar Muchtar; Umar Mono
BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i3.12218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur ungkapan satire dan teknik terjemahan ungkapan satire pada novel Animal Farm dalam Bahasa Indonesia. Konsep tentang satire yang dikemukakan oleh Keraf (2006) digunakan dalam menganalisis unsur-unsur ungkapan satire pada terjemahan novel Animal Farm dan metode teknik terjemahan yang digunakan berdasarkan teori Molina dan Albir (2002). Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bentuk content analysis Penelitian ini bersumber dari teks novel berbahasa Inggris karya George Orwell yang berjudul Animal Farm dan terjemahnya oleh Bakdi Soemanto. Data penelitian ini adalah ungkapan satire yang bersumber dari novel Animal Farm dan terjemahannya Animal Farm. Hasil penelitian ini terdapat 29 data ungkapan satire pada novel Animal Farm dan terjemahannya yaitu Ironi 15 data (51,72%), sarkasme 8 data (27,59%), dan parodi  6 data (20,69%). Sedangkan teknik penelitian terdapat 11 teknik yang digunakan berdasarkan teori teknik penerjemahan Molina dan Albir (2002) yaitu Harfiah 21 data (43,75 %), amplifikasi 8 data (16,67 %), deskripsi 3 data (6,25 %), transposisi 3 data ( 6,25 %), adaptasi 2 data  (4,16 %), kompensasi 2 data (4,16 %), kreasi diskursif 2 data (4,16 %), generalisasi 2 data (4,16 %), modulasi 2 data  (4,16 %), reduksi 2 data (4,16 %), dan partikulasi 1 data (2,08 %). Dalam proses analisis terjemahan ungkapan satire dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur ungkapan satire yang dominan yang terdapat pada novel Animal Farm adalah teknik harfiah.
KESANTUNAN LINGUISTIK: BAGAIMANA MENELITINYA DI MASYARAKAT PRAKTISI KITA (SEBUAH INSPIRASI DARI RICHARD J. WATTS) Sri Minda Murni
BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i81 TH 38.2496

Abstract

Indonesian politeness system is one of among the most complicated and systematic politeness system in the world. In fact, it is hardly to define what Indonesian politeness is and how it works due to the huge diversity featuired by the 583 ethnic languages and dialects existed in the country. Other important considerations are the large number of  communities of practice existed in the society. Two important sources of inspiration to the Indonesia politeness system are: Islamic religion and cultural values. Watts’s approach on research on linguistic politeness is relevant as to how to define the Indonesian politeness system by considering the differences between the politic and  polite behavior as well as the socially stricted and individually chosen strategies. Kata Kunci: politic behavior, polite behavior, socially-stricted utterances, strategically-chosen utterances, community of practice.
PLURALISME DAN MEDIA Hendra Kurnia Pulungan
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5675

Abstract

  Pluralisme saat ini tidak hanya diartikan untuk dipakai dalam konteks agama, budaya dan sosial masyrakat, tetapi juga melebar pada media. Prinsip pluralisme mediamerupakan otonomi penyiar layanan secara  independen dalam memberikan tontonan kepada masyarakat. Tulisan ini selanjutnya ingin mendeskripsikan peranan pluralisme yang dilakukan media dengan konten yang disampaikan media tersebut. Dapat dilihat bahwasanya perkembangan program acara pada stasiun televisi yang berbeda tak selamanya menyampaikan informasi yang berbeda juga. Ternyata konsentrasi pluralisme media hanya terletak pada perkembangan dan pertumbuhan perusahaan media yang demokratis, sehingga informasi yang diberikan oleh media-media yang ada cenderung seragam.Isi media massa tidak dapat terlepas dari siapa penguasa sumber-sumber produksi media massa. Ini dapat  dilihat antara lain dari kepemilikian media massa, kepemilikan rumah produksi penghasil acara-acara televisi yang ada. Dapat dikatakan bahwa penguasa sumber- sumber media televisi adalah pengusaha. Ideologi dari aktivitas  pengusaha adalah menjual  sesuatu untuk  mendapatkan profit/keuntungan. Tanpa keuntungan perusahaan akan ditutup. Jadi  televisi adalah bisnis, pemilik televisi adalah pengusaha media.   Kata Kunci: pluralisme dan media televisi
SEMESTAAN POLARISASI KALIMAT TANYA (YES/NO QUESTION) DALAM BAHASA INDONESIA,PRANCIS, INGGRIS, JERMAN, ITALIA, MANDARIN, ARAB, SPANYOL Nurhayati Siregar
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2375

Abstract

Berbicara kalimat Tanya tak terlepas dari semestaan bahasa  yang terdapat hampir di semua bahasa di dunia ini. Kalimat Tanya yang dikenal dengan Yes/No Question secara semestaan bahasa terdapat dalam 8  bahasa yang dibandingkan dalam tulisan ini yaitu bahasa Indonesia, Inggris,Prancis,Italia,Jerman,Mandarin,Arab,dan Spanyol  dikasifikasikan secara tipologis. Kata Kunci: semestaan bahasa, kalimat Tanya yes/ no question, klasifikasi tipologi bahasa.
THE ROLE OF INTERNET IN LEARNING Feriyanti Elina Gultom
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18573

Abstract

The rapid development of internet technology and penetrated to all corners of the world has been utilized by various countries, institutions, and experts for various interests including for the education world. Until now, the internet became a necessity for the world of education. Internet is a giant library of the world, because in the internet there are billions of information resources, so we can use the information according to the needs. Internet allowed students study independently. Students can access online from various libraries, museums, databases, and get a primary source of various historical events, biographies, recordings, reports, statistical data. Internet conditioned students to study independently. Students can access online from various libraries, museums, databases, and get a primary source of various historical events, biographies, recordings, reports, statistical data. Students can act as a researcher, not just information consumers only. Information is analyzed according to their learning and conduct searches that match real life. E-Learning is one of the systems or educational concepts that utilize information technology in the teaching and learning process. Students and teachers do not need to be physically present in class, as students can learn teaching materials and work on learning and exam assignments by accessing a computer network that has been set up online. Key words: Role, Internet, Learning 
ANALISIS KESALAHAN KALIMAT BAHASA JERMAN DENGAN MENGGUNAKAN BAUMDIAGRAMM OLEH MAHASISWA BAHASA JERMAN (STUDI KASUS PADA MATA KULIAH LINGUISTIK : SYNTAX) Linda Aruan
BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i82 TH 38.2528

Abstract

Baumdiagramm adalah salah satu teknik dalam penganalisisan kalimat bahasa Jerman pada bidang linguistik terutama kajian Syntax. Pada penganalisisan tersebut diperlukan pemahaman terhadap struktur kalimat, kelas kata dan jenis frase dalam bahasa Jerman.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dibuat mahasiswa dalam menganalisis kalimat bahasa Jerman dengan menggunakan BaumdiagrammMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil analisis kalimat bahasa Jerman dengan menggunakan Baumdiagramm, kalimat ini dianalisis oleh mahasiswa semester V angkatan 2008 yang berjumlah 30 orang. Data tersebut adalah berupa tes dengan jumlah 10 kalimat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada data yang dianalisis mahasiswa, masih terdapat banyak kesalahan dalam penganalisisan kalimat bahasa Jerman dengan menggunakan Baumdiagramm. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan karena mahasiswa karena mahasiswa kurang memahami struktur kalimat, kelas kata, dan jenis frase dalam bahasa Jerman. Kata kunci : Baumdiagramm, Syntax, Analisis Kesalahan
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE CHAIN WRITING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 37 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2019/2020 Rinny Setia; Mutsyuhito Solin
BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i1.18582

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Metode Chain Writing Terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 37 Medan Tahun Pembelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu menggunakan metode chain writing kemudian mengetahui efektivitasnya dari hasil belajar siswa.Dari jumlah tersebut ditetapkan sampel sebanyak 70 siswa, yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol sebanyak 35 siswa.Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain post-test only control group design. Instrumen atau alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes dalam bentuk penugasan, yaitu menulis sebuah teks deskripsi.Dari hasil analisis data diketahui bahwa metode chain writing lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi oleh siswa kelas VII SMP Negeri 37 Medan. Dalam hal ini diperoleh nilai dengan rata-rata di kelas eksperimen (menggunakan metode chain writing) = 82,18, standar deviasi = 10,52, sedangkan rata-rata di kelas kontrol (menggunakan metode ceramah) = 13,22. Berdasarkan uji normalitas, hasil kelas eksperimen berdistribusi normal, yaitu Lhitung < Ltabel,  (0,142 < 0,156), dan kelas kontrol juga berdistribusi normal, yaitu Lhitung < Ltabel, (0,119< 0,156). Kemudian dari uji homogenitas dinyatakan bahwa sampel berasal dari populasi yang homogen dengan Fhitung <  Ftabel, yakni 1,57 < 1,82. Selanjutnya dilihat dari perhitungan uji hipotesis bahwa hipotesis penelitian ini diterima dengan to>ttabelyaitu 3,20>2,00, maka membuktikan bahwa hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini membuktikan metodechain writinglebih efektif digunakan dibandingkan metode ceramah dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 37 Medan tahun pembelajaran 2019/2020. Kata Kunci: Metode Chain Writing, Menulis Teks Deskripsi.  
KREASI RAGAM HIAS GEBENG Netty Juliana
BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i1.10273

Abstract

Kain gebeng ini adalah salah satu proses dari desain struktur, karena penciptaan gebeng dibuat melalui susunan jalinan benang pakan dan benang lungsi pada ATBM.Bahan yang digunakan pada gebeng adalah benang sutera yang menggunakan lebih dari dua macam warna atau disebut dengan warna pelangi. Aneka warna-warni benang pakan itu yang akan membentuk berbagai macam corak yang dihasilkan sesuai konsep rancangan. Hal ini yang disebut dengan benang limar dalam bahasa budaya Sumatera Selatan. Proses pembuatan benang limar dapat dilakukan dengan proses pencelupan (dyeing) dan proses coletan kuas) serta Peawarnaan yang digunakan pada gebeng limar yaitu reaktif dan napthol.Ragam hias pada gebeng ini umumnya berbentuk limar yang menampilkan corak lebih dari dua macam ragam hias. Pada penelitian ini akan mengkaji dua jenis gebeng yaitu gebeng limar bungo mawar dan gebeng limar bintang tawur.Perbedaan dua jenis gebeng tersebut terletak pada bentuk susunan ragam hiasnya.Gebeng limar bungo mawar merupakan desain strukturnya dipenuhi dengan limar ragam hias. Sedangkan gebeng limar bintang tawur yakni  susunan pola coraknya berbentuk berserak atau corak limarnya tidak seluruhnya menutupi permukaan benang. Hal ini yang membedakan gebeng limar bungo mawar dengan gebeng limar bintang tawur.Bentuk ragam hias gebeng umumnya ditemukan berbentuk stilasi geometrik.Gebeng ini diaplikasikan sebagai sarung pendek pria dewasa yang dikenakan pada acara resmi maupun adat istiadat Sumatera Selatan.
Analisis Estetika Resepsi terhadap Novel The Invisible Man dari Perspektif Gender ARIATNA ARIATNA; INDRA HARTOYO
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2408

Abstract

Sebuah karya sastra akan dapat dinikmati dan diapresiasi oleh pembacanya apabila pembaca dapat memahami tujuan penulis. Pemahaman ini sangat ditentukan oleh dua faktor umum seperti unsur intelektualitas dan unsur emosionalitas. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap tiga hal pokok yang berkaitan dengan resepsi mahasiswa terhadap novel The Insible Man, yaitu dari sisi intelektualitas, sisi emosional, dan sisi gender. Dalam proses pengumpulan data, sebanyak 40 orang responden, 20 pria dan 20 wanita, dilibatkan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa dari sisi intelektualitas, responden yang bersikap positif sangat tinggi, yaitu sebesar 16,1% (sangat setuju), 40,4% (setuju) dan 31,8% (cukup setuju). Dari sisi emosional, resepsi positif responden juga cukup tinggi, yaitu 20,4% (sangat setuju), 32,5% (setuju) dan 24,2% (cukup setuju). Sedangkan dari sudut pandang gender, diperoleh temuan berikut. Penilaian responden pria dari perspektif intelektualitas dan emosional tergolong tinggi (positif) atau dengan total 81,2% yang setuju. Sedangkan, dari responden wanita diperoleh penilaian yang juga cukup tinggi (positif) yaitu total sebesar 84,9%,  meskipun terjadi perbedaan dalam sikap berdasarkan analisis per item. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat sikap positif responden dari kedua perspektif. Kemudian, secara umum, dari sudut pandang gender, responden pria dan wanita sama-sama semiliki sikap positif terhadap novel tersebut.   Kata Kunci: perspektif intelektualitas, perspektif emosional, gender.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue