cover
Contact Name
Mursid
Contact Email
mursid.tp@gmail.com
Phone
+6281361618271
Journal Mail Official
editor.jtpunimed@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24077437     DOI : https://doi.org/10.24114/jtp
Core Subject : Education,
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) merupakan jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah dan pengembangan teknologi pendidikan yang memberi kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori dan konsep keilmuan, serta aplikasinya terhadap pendidikan dan pembelajaran secara menyeluruh. Fokus Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) adalah karya inovatif pada pengembangan model, strategi, pendekatan, teknik dan taktik dalam pembelajaran maupun pengembangan multimedia pendidikan yang efektif untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.
Articles 262 Documents
PENERAPAN METODE FLEX BLENDED LEARNING PADA SMKS IMELDA Reni Rahmadani; Ressy Dwitias Sari; Bagoes Maulana; Muhammad Dominique Mendoza; Tansa Trisna Astono Putri
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.39121

Abstract

Abstrak: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mengharuskan banyak sektor dalam pendidikan melakukan perubahan. Pembelajaran blended learning adalah contoh dari salah satu pemanfaatan perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan dalam sektor Pendidikan. Kombinasi pembelajaran dengan sistem tatap muka dan pembelajaran berbasis komputer yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) adalah bentuk pembelajaran blended learning Flex termasuk dalam jenis pembelajaran metode Blended Learning di mana proses belajar mengajar dilakukan dalam bentuk daring namun masih melakukan pembelajaran luring sebagai pendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat dampak dan manfaat dari penerapan flex blended learning dalam proses pembelajaran sehingga dapat mempermudah proses pelaksanaan pendidikan bagi guru dan juga siswa agar tujuan pendidikan dapat dicapai lebih maksimal. Data hasil penelitian diolah dengan menghitung nilai n-gain dan uji t untuk mengetahui dampak dari pembelajaran menggunakan flex blended learning. Hasil menunjukkan nilai n-gain siswa yang melakukan pembelajaran flex blended learning adalah 0,74 lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional yang memiliki nilai 0,54. Uji t menunjukkan nilai sig. 0,00000018 dan nilai thitung 6,78 yang berarti pembelajaran menggunakan flex blended learning menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap pembelajaran konvensional. Dari hasil nilai n-gain dan uji t dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran flex blended learning dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Blended Learning, Flex Blended Learning.Abstract: The rapid development of science and technology requires many sectors in education to make changes. Blended learning is an example of one of the uses of information technology developments that are used in the education sector. The combination of learning with face-to-face systems and computer-based learning conducted online (in the network) and offline (outside the network) is a form of blended learning. Flex is included in the type of Blended Learning model where learning is carried out online but still does offline learning as a support. The purpose of this study is to see the impact and benefits of implementing flex blended learning in the learning process so that it can facilitate the process of implementing education for teachers and students so that educational goals can be achieved more optimally. The research data were processed by calculating the n-gain value and t-test to determine the impact of learning using flex blended learning. The results show that the n-gain value of students who do flex blended learning is 0.74 higher than conventional learning which has a value of 0.54. The t test shows the value of sig. 0.00000018 and t-count 6.78 which means learning using flex blended learning shows a significant difference to conventional learning. From the results of the n-gain value and t test, it can be concluded that flex blended learning can increase the result of student learning outcomes..Keywords: Learning, Blended Learning, Flex Blended Learning.
PENGARUH PERSEPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH, TINGKAT BURNOUT, DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA Alan Twedy Hendra; Rijanto Purbojo
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.37877

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah persepsi implementasi pembelajaran jarak jauh berpengaruh positif, tingkat burnout berpengaruh negatif, dan manajemen waktu berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas X atau tidak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan uji regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui apakah ketiga variabel tersebut secara parsial berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris atau tidak. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa, melakukan wawancara dengan beberapa dari mereka, dan mengumpulkan hasil belajar Bahasa Inggris. Selanjutnya, data diolah dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa persepsi implementasi pembelajaran jarak jauh tidak berpengaruh positif, tingkat burnout tidak berpengaruh negatif, dan manajemen waktu tidak berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Inggris.Kata Kunci: pembelajaran jarak jauh, faktor yang mempengaruhi hasil belajar bahasa inggris.Abstract: This research aims to analyze whether perception on distance learning implementation has a positive effect, burnout level has a negative effect, and time management have a positive effect on the English learning outcomes of Grade X students or not. The quantitative approach was used and simple linear regression was used to determine whether the three variables partially have an effect on the English learning outcomes or not. The data was collected by distributing questionnaires, conducting interviews, and collecting the English learning outcomes. Furthermore, the data was processed using validity, reliability, classical assumption, and hypothesis tests. Based on data analysis, it can be concluded that perception on distance learning implementation does not have a positive effect, burnout level does not have a negative effect, and time management does not have a positive effect on the English learning outcomes.Keywords: distance learning, factors that influence students’ english learning outcomes.
PENGEMBANGAN MODEL RESILIENSI AKADEMIK BERBANTUAN KONSELING KELOMPOK Indri Astuti; Amalia Atika; Emmy Haryati
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.39122

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model  resiliensi akademik  berbantuan konseling kelompok. Adapun data penelitian dihimpun menggunakan instrumen inventori resiliesnsi  dan wawancara. Data dianalisis dengan persentase untuk hasil inventori dan wawancara dengan deskripsi kualitatif. Partisipan penelitian mahasiswa bimbingan dan konseling berjumlah 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan desain model faktual yang berorientasi pada system. Desain konseptual menggunakan model pengembangan pembelajaran  4D untuk meningkatkan  resiliensi akademik berbantuan konseling kelompok.  Tahapan desain model kolaboratif 4D dan konseling kelompok sistematis dan sistemik sehingga  mempermudah mahasiswa dalam melaksanakan praktek konseling kelompok. Respon mahasiswa tentang model resiliensi akademik berbantuan konseling kelompok menunjukkan resiliensi mahasiswa secara umum tinggi, artinya ketangguhan membantu mengentaskan mahasiswa dalam kelompok  tinggi. Selanjutnya secara berurutan aspek resiliensi tertinggi yaitu aspek 0ptimism,  Causal analysis,  empathy, self efficacy,  reaching out, emotion regulation, impulse control. Temuan ini mengisyaratkan mahasiswa mempunyai  keyakinan kuat bahwa masalah pribadi, social, karir dan belajar dapat terselesaikan dengan ketangguhan pribadi dan kekuatan anggota kelompok melalui praktek konseling kelompokKata Kunci: model 4D, resiliensi akademik, pembelajaran konseling kelompok.Abstract: The purpose of this study was to develop a model of academic resilience assisted by group counseling. The research data were collected using resilience inventory instruments and interviews. Data were analyzed by percentage for inventory results and interviews with qualitative descriptions. The research participants of guidance and counseling students amounted to 80 people. The result of the research shows that the design of the factual model is system-oriented. The conceptual design uses a 4D learning development model to improve academic resilience assisted by group counseling. The design stages of the 4D collaborative model and systematic and systemic group counseling make it easier for students to carry out group counseling practices. Student responses about the academic resilience model assisted by group counseling showed that student resilience was generally high, meaning that toughness helped alleviate students in high groups. Next, the highest aspects of resilience are: optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy, reaching out, emotion regulation, impulse control. These findings indicate that students have a strong belief that personal, social, career and learning problems can be resolved with the personal toughness and strength of group members through the practice of group counseling. Keywords: 4D model, academic resilience, group counseling learning
LITERASI TEKNOLOGI DALAM MEMBENTUK KUALITAS INDIVIDU DIMODERASI OLEH TRANSFER PENGETAHUAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA INDIVIDU (GURU) Riawan .; Wahna Widhianingrum; Ranti Kurniasi
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.37914

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keterampilan teknologi yang dimoderasi oleh transfer pengetahuan terhadap kualitas individu. Selain itu, untuk menguji pengaruh keterampilan teknologi yang dimediasi oleh kualitas individu terhadap kinerja individu. Penelitian ini melibatkan 39 responden yang diambil secara acak para guru SMA di Ponorogo. Penelitian ini terdiri dari 4 (empat) variabel yang terdiri dari variabel independent, moderasi, mediasi dan variabel dependent. Variabel yang dimaksud yaitu; keterampilan teknologi (X), transfer pengetahuan (Z), kualitas individu (Y1), dan kinerja individu (Y2). Temuan dalam penelitian adalah keterampilan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas individu, selanjutnya keterampilan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja individu. Kualitas individu tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu. Selanjutnya, transfer pengetahuan tidak dapat memediasi pengaruh antara keterampilan teknologi terhadap kualitas individu. Kata Kunci : keterampilan teknologi, kualitas individu, transfer pengetahuan, kinerja individu AbstractThe purpose of this study was to examine technological skills moderated by knowledge transfer on individual qualities. In addition, to examine the effect of technology skills mediated by individual qualities on individual performance. This study involved 39 respondents who were randomly selected from high school teachers in Ponorogo. This study consists of 4 (four) variables consisting of independent variables, moderation, mediation and dependent variables. The variables in question are; technological skills (X), knowledge transfer (Z), individual quality (Y1), and individual performance (Y2). Findings: The findings in the study are that technology skills have a positive and significant effect on individual quality, then technology skills have a positive and significant effect on individual performance. Individual quality has no significant effect on individual performance. Furthermore, knowledge transfer cannot mediate the effect of technological skills on individual qualities. Keywords : technological skills, individual qualities, knowledge transfer, individual performance
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD Ahmad Sabar; Efendi Napitupulu; Sri Listyarini
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.39123

Abstract

Abstrak: Proses pembelajaran yang dilakukan guru masih belum mampu mengaktifkan siswa secara optimal dalam belajar. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh: (1) strategi pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa, (2) kepercayaan diri terhadap hasil belajar siswa, dan (3) interaksi strategi pembelajaran dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar IPA siswa. Sampel penelitian sebanyak 2 kelas. Intrumen penelitian berupa angket dan tes hasil belajar IPA yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan teknik ANAVA dua jalur dengan desain faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkkan: hasil belajar siswa yang diajarkan pembelajaran kooperatif tipe group investigation (77,14) lebih tinggi dibandingkan yang diajarkan tipe picture and picture (70,27); hasil belajar siswa dengan kepercayaan diri tinggi (77,08) lebih tinggi dibandingkan siswa dengan kepercayaan diri rendah (70,75); dan tidak terdapat interaksi strategi pembelajaran kooperatif dan tingkat kepercayaan diri. Kesimpulan penelitian: (1) terdapat pengaruh strategi pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa, (2) terdapat pengaruh kepercayaan diri terhadap hasil belajar siswa, dan (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran kooperatif dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar IPA siswa.Kata kunci: group investigation, picture and picture, hasil belajar IPAAbstract: The learning process carried out by the teacher is still not able to activate students optimally in learning. The research aims to analyze the effect of: (1) cooperative learning strategies on student learning outcomes, (2) confidence in student learning outcomes, and (3) the interaction of learning strategies and self-confidence on students' science learning outcomes. The research sample was 2 classes. Research instruments in the form of questionnaires and tests of science learning outcomes that have met the valid and reliable criteria. Data were analyzed using two-way ANOVA technique with a 2×2 factorial design. The results showed: the learning outcomes of students who were taught cooperative learning with the group investigation type (77.14) were higher than those taught by the picture and picture type (70.27); student learning outcomes with high self-confidence (77.08) are higher than students with low self-confidence (70.75); and there is no interaction between cooperative learning strategies and the level of self-confidence. Research conclusions: (1) there is an effect of cooperative learning strategies on student learning outcomes, (2) there is an effect of self-confidence on student learning outcomes, and (3) there is no interaction between cooperative learning strategies and self-confidence on students' science learning outcomes. Keywords: group investigation, picture and picture, science learning outcomes
PENGEMBANGAN KURSUS ONLINE INTERAKTIF DENGAN SISTEM E-LEARNING DAN GAMIFIKASI Dwi Susanto; Aliv Faizal Muhammad; Halimatus Sa'dyah; Salim Nabhan; Irwan Sumarsono
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.37497

Abstract

Abstrak: Sejak wabah pandemi Cover-19, permintaan untuk menyediakan sumber daya pendidikan untuk pembelajaran jarak jauh terus meningkat. Karena keterlibatan belajar dan partisipasi aktif siswa menjadi beberapa aspek mendasar dari proses pembelajaran online mandiri yang efektif, aspek interaktivitas dan motivasi menjadi penting. Gamifikasi disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran online asinkron. Poin, penghargaan, catatan prestasi, dan aspek gamifikasi lainnya telah dilaporkan efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kelas bahasa Inggris akan menjadi contoh konten pembelajaran di sistem E-learning yang didukung gamification ini. Pembelajaran online ini dilengkapi dengan berbagai kuis yaitu pilihan ganda, drag and drop, isian, teka-teki silang, serta kuis dikte berbasis pengenalan suara. Aktivitas siswa dicatat sebagai poin. Hasil implementasi ini menunjukkan bahwa model tersebut dapat diterapkan untuk mata pelajaran lain untuk dikonversi atau disediakan dalam pembelajaran online, khususnya untuk gaya belajar mandiri melalui model e-learning asinkron.Keyword: Pembelajaran Bahasa Inggris, Wordpress, H5P, Gamifikasi, E-Learning Abstract: Since the Cover-19 pandemic outbreak, the demand for providing educational resources to distance learning keeps increasing. As students' learning engagement and active participation become some of fundamental aspects of effective autonomous online learning process, interactivity and motivational aspects become of necessity. Gamification is suggested to be implemented in an asynchronous online course. Points, rewards, and achievement records, and other gamification aspects have been reported effective in increasing students' engagement in the learning. An English course was to be the sample course content made available in an online course in which this gamification-supported E-learning system is implemented. The online course comes with types of quizzes namely multiple choice, drag and drop, fill in the blank, crossword puzzle, as well as speech recognition based dictation quiz. The students' activities are recorded as points awarded to the students' user page. The result of this implementation shows that the model can be implemented for other learning subject to be converted or made available in an online learning course, especially for autonomous learning style through asynchronous e-learning model.Keywords: Teaching English, Wordpress, H5P, Gamification, E-Learning
IMPLEMENTASI DESAIN MODEL ADDIE PADA PELATIHAN KOMPETENSI TEKNIK INSTALASI LISTRIK BERBANTUAN ANDROID Bambang Chariana Utama; Indri Astuti; Utari Hesti Lestari
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.39125

Abstract

Abstrak: Pengangguran merupakan salah satu masalah yang  muncul paling sulit dalam  proses pembangunan. Masalah tersebut muncul karena rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya keterampilan yang memadai, dan pertumbuhan teknologi yang dapat meminimalisasi  penggunaan tenaga kerja manusia. Solusi untuk mengurangi pengangguran diantaranya dengan melaksanakan pelatihan keterampilan. Hasil pelatihan berbasis kompetensi diharapkan dapat menghasilkan personel yang berkualitas dan diakui. Kemajuan teknologi juga telah mendorong kita ke era digitalisasi. Diperlukan terobosan di semua sektor untuk mendukung tujuan akhir  pelatihan berbasis kompetensi. Salah satunya adalah  digitalisasi modul pelatihan berbasis kompetensi. Tujuan dari penelitian ini adalah  menggunakan model penelitian ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi) untuk membuat e-modul atau modul elektronik berbasis Android.Kata Kunci: e-modul, Pelatihan Kompetensi, model ADDIEUnemployment is one of the most difficult problems in the development process. These problems arise due to low levels of education, lack of adequate skills, and technological advances that can reduce the use of human labor. One solution to reduce unemployment is to implement skills training. The results of competency-based training are expected to produce qualified and recognized personnel. Advances in technology have also pushed us into the era of digitalization. Breakthroughs are needed in all sectors to support the ultimate goal of competency-based training. One of them is the digitization of competency-based training modules. The purpose of this research is to use the ADDIE research model (analysis, design, development, implementation, and evaluation) to create an e-module or electronic module based on Android. Keywords: e-modul, Competency Training, ADDIE model
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PENDIDIKAN TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA Muhammad Dominique Mendoza; Olnes Yosefa Hutajulu; Azmi Rizky Lubis; Reni Rahmadani; Tansa Trisna Astono Putri
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v15i2.39120

Abstract

Abstrak: Saat ini, media sosial ada sebagai sarana untuk berkomunikasi di antara orang-orang terlepas dari lokasi, memungkinkan mereka untuk dengan mudah berbagi informasi, mengakses file, gambar, dan video, mengirim pesan, dan melakukan percakapan secara langsung (real time), dimana hal ini memungkinkan komunikasi yang mudah dan efektif. Studi menunjukkan bahwa media sosial mendukung kegiatan pendidikan dengan memfasilitasi interaksi, kolaborasi, partisipasi aktif, berbagi sumber daya, dan berpikir kritis. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi akademik mahasiswa. Populasi yang digunakan pada penelitian ini berasal dari sampel mahasiswa pada Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer (PTIK) sebesar 216 mahasiswa. Berdasarkan hasil pengujian didapat hasil bahwa variabel komunikasi dengan media sosial tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa. Pada variabel Kolaborasi terdapat pengaruh yang signifikan secara terhadap prestasi akademik mahasiswa, kolaborasi memberikan pengaruh yang paling besar dan signifikan secara terhadap prestasi akademik mahasiswa. Pada variabel berbagi bahan dan materi melalui sosial media memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini membuktikan perkembangan teknologi saat ini merupakan inkubator bagi munculnya aplikasi dan sarana komunikasi elektronik secara masif, dan media sosial merupakan salah satu sarana elektronik yang dapat berperan efektif dalam proses komunikasi berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan.Kata Kunci: Media Sosial, Komunikasi, Kolaborasi, Berbagi Materi dan Bahan Ajar, Prestasi AkademikAbstract: Today, social media exists to facilitate communication among people regardless of location, enabling them to easily share information, access files, images, and videos, send messages, and have real-time conversations. This allows easy and effective communication. Studies show that social media supports educational activities by facilitating interaction, collaboration, active participation, resource sharing, and critical thinking. This study focuses on the effect of using social media on student academic achievement. The population used in this study came from a sample of 216 students in the Program Studi Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer (PTIK). Based on the test results, it was found that the communication variable with social media did not have a significant impact on student's academic achievement. The collaboration variable has a significant effect on student academic achievement, collaboration has the biggest and most significant influence on student academic achievement. The variable sharing of materials and materials through social media has a positive and significant effect on student academic achievement. This research proves that current technological developments are an incubator for the emergence of massive electronic communication applications and facilities, and social media is one of the electronic means that can play an effective role in the communication process in various fields, especially in the field of education.Keywords: Social Media, Communication, Collaboration, Sharing of Teaching Materials and Materials, Academic Achievements
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA PELAJARAN IPA KELAS V SD Elfiana Lubis; Efendi Napitupulu; Ucu Rahayu
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44819

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains dan pengetahuan kognitif siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, mengetahui peningkatan keterampilan proses sains dan pengetahuan kognitif siswa menggunakan pembelajaran ekspositori, mengetahui pengaruh keterampilan proses sains menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dibandingkan pembelajaran ekspositori, mengetahui pengaruh kemampuan kognitif siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dibandingkan pembelajaran ceramah pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD. Sampel ditetapkan sebanyak 60 orang  terdiri dari 2 (dua) kelas.  Desain penelitian eksperimen. Hasil penelitian dikemukakan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan ekspositori. Terdapat peningkatan kemampuan kognitif siswa menggunakan model inkuiri terbimbing dan ekspositori yaitu pada kelas inkuri terbimbing hasil pretes kemampuan kognitif diperoleh skor rata-rata sebesar 62,79 dan penilaian postes kemampuan kognitif diperoleh skor rata-rata sebesar 76,50. Pada kelas ekspositori yaitu penilaian pretes kemampuan kognitif diperoleh skor rata-rata sebesar 59,67 dan penilaian postes kemampuan kognitif diperoleh skor rata-rata sebesar 69,10.  Terdapat perbedaan kemampuan proses sains menggunakan model inkuiri terbimbing dengan eksposiotri. Berdasarkan uji beda keterampilan proses sains setelah pelaksanaan pembelajaran pada masing-masing kelas menunjukkan bahwa kedua data keterampilan proses sains siswa mempunyai nilai thitung(4,426)>ttabel(1,671) dan sig.2-tailed (0,000)<α=0,05. Terdapat perbedaan kemampuan kognitif siswa menggunakan model inkuiri terbimbing dengan eksposiotri. Berdasarkan uji beda kemampuan kognitif setelah pelaksanaan pembelajaran pada masing-masing kelas menunjukkan bahwa  kedua data kemampuan awal kognitif siswa mempunyai nilai thitung(2,844)>ttabel(1,671) dan sig.2-tailed (0,006)<α=0,05. Kata Kunci: model inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, kognitif siswa                                                                                      Abstract: The research aims to determine the increase in science process skills and cognitive knowledge of students using the guided inquiry learning model, to determine the increase in students' science process skills and cognitive knowledge using expository learning, to determine the effect of science process skills using the guided inquiry learning model better than expository learning, to know the influence of students' cognitive abilities using the guided inquiry learning model is better than lecture learning in the science subject of fifth grade elementary school students. The sample was determined as many as 60 people consisting of 2 (two) classes. Experimental research design. The results of the study stated that there was an increase in students' science process skills using guided inquiry and expository learning models. There was an increase in students' cognitive abilities using the guided inquiry and expository models, namely in the guided inquiry class the results of the cognitive ability pretest obtained an average score of 62.79 and the posttest assessment of cognitive abilities obtained an average score of 76.50. In the expository class, namely the pre-test assessment of cognitive abilities, an average score of 59.67 was obtained and the post-test assessment of cognitive abilities obtained an average score of 69.10. There are differences in the ability of the science process to use the guided inquiry model with expository. Based on the different tests of science process skills after the implementation of learning in each class, it shows that both data on students' science process skills have values tcount(4.426)> ttable(1.671) and sig.2-tailed (0.000)<α=0.05. There are differences in students' cognitive abilities using the guided inquiry model with expository. Based on different tests of cognitive abilities after the implementation of learning in each class shows that both data on students' initial cognitive abilities have values tcount(2.844)> ttable(1.671) and sig.2-tailed (0.006)<α=0.05.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL TIONGHUA DAYAK MELAYU KALIMANTAN BARAT BAGI SATUAN PAUD Sunarti .; Aunurahman .; Indri Astuti; Marmawi .
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44838

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul pembelajaran multicultural Tionghua Dayak Melayu Kalimantan Barat bagi satuan PAUD. E-modul ini didesain menggunakan aplikasi Flip Pdf. Corporation dan dapat digunakan pada perangkat ponsel android maupun laptop. Tujuan dari media ini agara pendidik PAUD memahami dan mempergunakan e-modul ini untuk pembelajaran di satuan PAUD. Penelitian menggunakan Research and Development. Model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekapitulasi rata-rata validasi ahli desain 4,8 dan hasil rekapitulasi rata-rata validasi ahli media 4,7 menyatakan “valid” dan hasil revisi produk dari validasi ahli dilanjutkan tahap uji coba uji coba produk kepada guru PAUD meliputi uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan menunjukkan hasil respon “sangat positif”. Tahap implementasi, pelatihan penerapan e-modul pembelajaran multicultural Tionghua Dayak Melayu Kalimantan Barat bagi Satuan PAUD pada pendidik PAUD dalam proses pembelajaran dan tahapan terakhir berupa evaluasi dari produk e-modul  terhadap hasil respon pendidik PAUD dengan kategori “sangat positif” dan hasil penggunaan serta manfaat pendidik PAUD terdapat perbedaan nilai sebelum dan sesudah menggunakan e-modul. Pada respon pendidik PAUD terhadap penggunaan e-modul sangat positif, dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata respon pendidik PAUD sebesar 97,10% yaitu 85 < ???????? ???????????????????? < dengan kriteria “Sangat Positif” dengan demikian respon pendidik terhadap e-modul pembelajaran sangat tinggi, pendidik merasa senang, termotivasi dan tertarik melakukan pembelajaran dengan e-modul. Kata Kunci: e-modul, multicultural tionghua dayak melayu, model ADDIE, PAUD. Abstract: The purpose of this study was to develop a multicultural learning e-module for Chinese Dayak Malay West Kalimantan for PAUD units. This e-module is designed using the Flip Pdf application. Corporation and can be used on Android mobile devices and laptops. The purpose of this media is for PAUD educators to understand and use this e-module for learning in PAUD units. Research using Research and Development. ADDIE development model. The results showed that the average recapitulation of design expert validation was 4.8 and the average recapitulation results of media expert validation were 4.7 which stated "valid" and the results of product revisions from expert validation were continued with the trial phase of product trials to PAUD teachers including individual tests , small group tests, and field tests showed "very positive" responses. The implementation stage, training on the implementation of the Chinese Dayak Melayu West Kalimantan multicultural learning e-module for PAUD Units for PAUD educators in the learning process and the last stage is an evaluation of the e-module product on the response results of PAUD educators in the "very positive" category and the results of use and benefits PAUD educators have differences in scores before and after using the e-module. The response of PAUD educators to the use of e-modules is very positive, as evidenced by the average response value of PAUD educators of 97.10%, namely 85 < ???????? ???????????????????? < with the criteria "Very Positive" so that the response of educators to the learning e-module is very high , educators feel happy, motivated and interested in learning with e-modules. Keywords: e-module, multicultural Chinese Dayak Malay, ADDIE model, PAUD.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2025): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2024): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2024): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 17, No 1 (2024): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 16, No 2 (2023): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 15, No 1 (2022): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 14, No 2 (2021): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 14, No 1 (2021): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 13, No 2 (2020): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 13, No 1 (2020): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 12, No 2 (2019): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 12, No 1 (2019): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 2 (2018): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2018): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 10, No 2 (2017): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 10, No 1 (2017): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2016): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2016): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2015): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2015): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2014): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2014): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2013): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2013): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2012): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2012): April - Jurnal Teknologi Pendidikan More Issue