cover
Contact Name
Mursid
Contact Email
mursid.tp@gmail.com
Phone
+6281361618271
Journal Mail Official
editor.jtpunimed@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 24077437     DOI : https://doi.org/10.24114/jtp
Core Subject : Education,
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) merupakan jurnal ilmiah yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah dan pengembangan teknologi pendidikan yang memberi kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori dan konsep keilmuan, serta aplikasinya terhadap pendidikan dan pembelajaran secara menyeluruh. Fokus Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) adalah karya inovatif pada pengembangan model, strategi, pendekatan, teknik dan taktik dalam pembelajaran maupun pengembangan multimedia pendidikan yang efektif untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.
Articles 262 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION MENGGUNAKAN MIND MAP DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SD Chairia Ulfa Siagian; Efendi Napitupulu; Ucu Rahayu
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44820

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa yang memiliki minat belajar rendah dan minat belajar tinggi serta interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat minat belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar IPA siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group invrestigation menggunakan Mind Map dan pembelajaran group investigasi concept map .Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil SDN Sei kamah II Tahun pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 4 kelas berjumlah 120 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling .Instrumen yang digunakan terdiri dari tes hasil belajar dan lembar observasi minat belajar siswa.Data dalam penelitian ini di analisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang memiliki minat belajar rendah dan minat belajar tinggi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group invrestigation menggunakan Mind Map di bandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran group investigasi concept map  dan terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe group invrestigation menggunakan Mind Map dan tingkat minat belajar dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Kata Kunci : Group Investigation, Mind Map, minat belajar, hasil belajar Abstrak: This study aims to identify the learning outcomes of students who have low learning interest and high learning interest as well as the interaction between learning models and students' interest levels in influencing students' science learning outcomes who are taught with Group Investigation type cooperative learning models using Mind Maps and concept mapping learning. This research is a quasi-experimental research. The population of this research is all students of class V odd semester of Sei Kamah II Elementary School in the academic year 2021/2022 which consists of 4 classes totaling 120 people. Sampling was done by cluster random sampling. The instruments used consisted of learning outcomes tests and student learning interest observation sheets. The data in this study were analyzed using two-way ANAVA. The results showed that there were differences in science learning outcomes between students who had low interest in learning and high interest in learning who used the Group Investigation cooperative learning model using a Mind Map compared to students who used the concept mapping  learning model and there was an interaction between the Group Investigation learning model using a Mind Map. and the level of interest in learning in influencing student learning outcomes. Keyword: Group Investigation, Mind Map, Interest, and Learning Outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INTRUCTION) BERBANTUAN MEDIA HAND OUT TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR POLA SISWA KELAS X TATA BUSANA SMK NEGERI 1 STABAT Veronica Yulisna Sinukaban; Damai Linda Gea Vetricia; Ambiyar .; Mahesi Agni Zaus
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44839

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran langsung berbantuan media hand out terhadap hasil belajar dasar pola pada siswa kelas X Tata busana di SMK Negeri 1 Stabat tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian Post Test Only Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dari populasi seluruh siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Stabat yang terdiri kelas X-1 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Intruction) berbantuan Media Hand out dan X-2 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran  konvensional berbantuan Media hand out. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan yang telah dinyatakan valid oleh validator. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan uji t diperoleh thitung > ttabel  (20,05 > 1,66), yang artinya bahwa Hipotesis alternatif (Ha) diterima, yaitu adanya pengaruh yang positif dan signifikan tinggi pada hasil belajar pembuatan pola dasar badan atas dengan teknik draping dengan menggunakan model pembelajaran  langsung (Direct Intruction) berbantuan media hand out pada siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Stabat. Kata Kunci: Direct Intruction, Media Hand Out, Hasil Belajar ABSTRACTThis researh have purpose to know the effect of direct instruction model aided hand out media toward learning outcomes of basic patterns in class X fashion at vocational high school 1 Stabat in academic years 2016/2017. The type of researh is quasi-experiment with design Post Test Only Design. The sampel was take by using total sampling, that is class X-2 which totaled 35 people as experiment class using direct intruction model assisted hand out media and X-1 which totaled 35 people as control class using conventional learning models aided hand outs media. The instrument used in this research is the observation sheet that has been declared valid by the validator. The calculation result of hypothesis testing by t test obtained tcount > ttable (20.05 > 1.66), which means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted. the existence of positive and significant influence on the learning result of basic pattern making upper body with a draping technique using direct intruction model aided hand out media in class X fashion at vocational high school 1 Stabat. Keywords: Direct Intruction, Hand Out, Learning Outcomes.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MATERI RECOUNT TEXT PADA SISWA KELAS X SMA Kornelia Katorowilian Kusumajayati; Aunnurahman .; Eny Enawaty; Indri Astuti
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44821

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain video animasi untuk pembelajaran Bahasa Inggris materi recount text. Metode penelitian ini adalah Research and Development dengan model desain pengembangan ASSURE. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA sebanyak 42 orang yang dilibatkan dalam tahap implementasi dan evaluasi produk. Pengumpulan data menggunakan instrument angket dan kusioner. Hasil penelitian berupa (1) Desain video animasi yang dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ASSURE. Desain video animasi divalidasi oleh enam orang ahli yaitu validasi desain, materi dan media. Hasil rata-rata validasi desain adalah 3,76 dimana berdasarkan hasil perhitungan Aiken’s V adalah valid dan hasil realibilitas antar rater adalah 0,750 yaitu kategori baik. Hasil rata-rata validasi materi adalah 3,79 dimana berdasarkan perhitungan Aiken’s V adalah valid dimana hasil realibilitas antar rater adalah 0,615 yaitu kategori baik. Hasil rata-rata validasi media adalah 3,75 dimana berdasarkan hasil perhitungan Aiken’s V adalah valid dan hasil relaibilitas antar rater adalah  0,737 yaitu kategori baik. (2) Profil video animasi menampilkan video animasi dengan karakter animasi 3D dan terdiri dari cover, profil pengembang, salam (greeting), tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, gambar serta teks monolog/ dialog. Video animasi dapat diakses secara offline melalui file folder dan dapat diakses online melalui link https://youtu.be/8w4E92GNeWMA.  Berdasarkan hasil kuesioner pada tahap implementasi dan evaluasi diperoleh skor rata-rata hasil uji kelompok kecil (one to one) adalah 87,50, uji kelompok sedang adalah 91,94 dan uji coba kelompok besar adalah 88,22 dengan kriteria respon adalah positif.    Kata kunci: Media Pembelajaran, Video Animasi, Recount Text Abstract: This study aims to develop an animated video design for learning English for recount text material. This research method is Research and Development with the ASSURE development design model. The research subjects were 42 high school class X students who were involved in the product implementation and evaluation stages. Data collection using questionnaires and questionnaires. The results of the research are (1) Animated video design developed using the ASSURE development model. The animated video design was validated by six experts namely design, material and media validation. The average result of design validation is 3.76 which is based on the calculation results of Aiken's V is valid and the result of reliability between raters is 0.750 which is a good category. The average result of material validation is 3.79 which is valid based on Aiken's V calculations where the inter-rater reliability results are 0.615, which is a good category. The average result of media validation is 3.75 which is based on the calculation results of Aiken's V is valid and the result of reliability between raters is 0.737 which is a good category. (2) Animated video profiles display animated videos with 3D animated characters and consist of covers, developer profiles, greetings, learning objectives, learning materials, images and monologue/dialogue texts. The animated video can be accessed offline via the file folder and can be accessed online via the link https://youtu.be/8w4E92GNeWMA . Based on the results of the questionnaire in the implementation and evaluation stages, the average score for the small group test (one to one) was 87.50, the medium group test was 91.94 and the large group test was 88.22 with a positive response criterion. Keywords: Learning Media, Animation Video, Recount Text
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN READING COMPREHENSION FACTUAL REPORT TEXT Kornelin Letroiwen; Aunurrahman .; Indri Astuti
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44842

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain video animasi untuk pembelajaran Bahasa Inggris materi factual report text. Metode penelitian ini adalah Research and Development dengan model desain pengembangan ASSURE. Sebanyak 42 siswa kelas XI SMKN 1 Ngabang terlibat dalam penelitian ini. Adapun data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Profil video animasi menampilkan video animasi dengan karakter animasi 2D dan terdiri dari cover, profil pengembang, salam (greeting), kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, definisi, fungsi sosial, struktur teks, unsur kebahasaan, materi pembelajaran, contoh materi  factual report text. Hasil Uji validasi ahli desain yaitu 3,79, hasil uji validasi ahli materi 3,57 dan hasil uji validasi ahli media yaitu 3,55. Dari  hasil uji validasi ahli desain, ahli materi, ahli media menunjukkan  semua rata – rata nya diatas 3,0, yang artinya hasil nya valid. Hal ini menandakan  video animasi factual report text  daapat digunakan pada pembelajaran bahasa inggris. Untuk memperkuat  validnya video animasi ini maka dilakukaan uji coba pada siswa SMK  yang merupakan pengguna langsung video animasi tersbut. Adapun hasil uji coba  one to one  adalah 95,31, hasil uji coba kelompok sedang adalah 93,81, hasil ujicoba kelompok besar  adalah 94,75, hasil uji coba ketiga kelompok tersebut lebih tinggi dari kriteria respons siswa Rs ≥ 85. Rata-rata hasil pretest yaitu 62,67 dan rata-rata hasil postest yaitu 81,3, hal tersebut menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan video animasi factual report text. Kata kunci: media pembelajaran, video animasi, reading comprehension, factual report text Abstract: This study aims to develop an animated video design for learning English on factual report text material. This research method is Research and Development with the ASSURE development design model. A total of 42 class XI students of SMKN 1 Ngabang were involved in this study. The data obtained were analyzed qualitatively and quantitatively. The animated video profile displays animated videos with 2D animated characters and consists of covers, developer profiles, greetings, basic competencies, learning objectives, definitions, social functions, text structures, linguistic elements, learning materials, animated images. The result of the design expert validation test was 3.79, the material expert validation test result was 3.57 and the media expert validation test result was 3.55. From the results of the validation test by design experts, material experts, media experts all show that the average is above 3.0, which means the results are valid. This indicates that factual report text animated videos can be used in learning English. To strengthen the validity of this animated video, a trial was carried out on SMK students who are direct users of the animated video. The results of the one to one trial were 95.31, the results of the medium group trial were 93.81, the results of the large group trial were 94.75, the results of the three group trials were higher than the media response criteria of Rs ≥ 85. The average pretest result is 62.67 and the average posttest result is 81.3. This shows that there is an increase in student learning outcomes after using factual report text animated videos. Keywords: learning media, animated videos, reading comprehension, factual report text
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATAKULIAH PENGGUNAAN DAN PENGATURAN MOTOR LISTRIK DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI FLASH Muhammad Dani Solihin; Erita Astrid; Rosma Siregar; Muhammad Isnaini; Harvei Desmon Hutahaean
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44822

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran yang baik sangat efektif digunakan dalam pembelajaran. Peneliti mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan tujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran dalam bentuk CD Interaktif yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran pada penelitian ini berdasarkan model desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Adapun metode penelitian dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah penggunaan metode research and development  (R & D). Hasil penelitian menunjukkan CD Interaktif ternyata mendapat respon antusias dari mahasiswa dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: Media Pembelajaran, Model ADDIE, Penelitian dan Pengembangan Abstrack: Learning media is very important in the learning process. Good learning media is very effective in learning. Researchers develop interactive learning media with the aim of producing products in the form of learning media in the form of Interactive CDs that can be used in the learning process. The learning media in this study are based on the ADDIE design model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research method is carried out using the steps of using research and development (R & D) methods. The results showed that the Interactive CD received an enthusiastic response from students and was very effective in teaching and learning. Keywords: Learning Media, ADDIE Model, Research and Development
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V SD Antonius Situmorang; Efendi Napitupulu; Endang Wahyuningrum
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44816

Abstract

Abstrak: Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, tidak terkecuali siswa tingkat SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa, dan (3) interaksi antara pendekatan PMR dan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Sampel penelitian sebanyak 2 kelas. Data dianalisis dengan teknik ANAVA dua jalur dengan desain faktorial 2×2. Keseimpulan penelitian: (1) terdapat pengaruh pendekatan PMR terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa, kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajarkan dengan pendekatan PMR lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran ekspositori; (2) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa, siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi kemampuan berpikir kreatif matematikanya lebih tinggi dibandingkan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah; dan (3) terdapat interaksi antara pendekatan PMR dan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa, kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi lebih cocok diajarkan dengan pendekatan PMR sedangkan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah lebih cocok jika diajarkan dengan pembelajaran ekspositori. Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, PMR, Ekspositori Abstract: The ability to think creatively is one of the abilities that students need to have in learning mathematics, including elementary school students. This study aims to analyze: (1) the effect of realistic mathematics learning approach (PMR) on students' mathematical creative thinking abilities, (2) the influence of learning motivation on students' mathematical creative thinking abilities, and (3) the interaction between the PMR approach and learning motivation on students' mathematical abilities. students' mathematical creative thinking. The research sample consisted of 2 class. Data analysis used two-way ANOVA technique with 2×2 factorial design. Research conclusions: (1) there was an effect of the PMR approach on students' mathematical creative thinking skills, the mathematical creative thinking skills of students taught with the PMR approach were higher than those taught with expository learning; (2) there is an influence of learning motivation on students' mathematical creative thinking skills, students who have high learning motivation have higher mathematical creative thinking abilities than students who have low learning motivation; and (3) there is an interaction between the PMR approach and learning motivation on students' mathematical creative thinking skills, groups of students who have high learning motivation are more suitable to be taught using the PMR approach while groups of students who have low learning motivation are more suitable if taught by expository learning. Keywods: Creative Thinking Ability, PMR, Expository
KOMPETENSI BERPIKIR INOVATIF GURU STUDI KASUS SMPN 10 SINGKAWANG Noni .; Indri Astuti; Afandi .
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i1.44837

Abstract

Abstrak: Proses pendidikan yang dilaksanakan harus berjalan secara optimal, oleh karena itu guru memiliki peran penting dalam mengembangkan dan merancang sebuah pembelajaran agar memberikan pengalaman belajar yang maksimal bagi siswa. Kompetensi guru yang inovatif harus dimiliki guru saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menilai kompetensi inovatif guru di SMPN 10 Singkawang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh 15 guru yang mengajar di SMPN 10 Singkawang dengan mengisi angket kompetensi inovatif guru. Kuesioner terdiri dari 4 indikator yaitu mengamati, bertanya, berjejaring ide dan bereksperimen. Penilaian kompetensi yang inovatif sangat membantu dalam memberikan gambaran tentang kualitas yang dimiliki guru sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk menjadi lebih baik lagi. Kualitas guru di SMPN 10 Singkawang tergambar dengan jelas dalam hasil penelitian, guru di SMPN 10 Singkawang memiliki kompetensi guru yang inovatif dengan kriteria baik. (Rata-rata: 73,03). Kata Kunci: Kompetensi, Inovatif, Guru, Kuisioner. Abstract: The educational process carried out must run optimally, therefore the teacher has an important role in developing and designing a lesson in order to provide a maximum learning experience for students. Innovative teacher competencies must be owned by today's teachers. This study aims to see and assess the competence of innovative teachers at SMPN 10 Singkawang. The sample in this study were 15 teachers who teach at SMPN 10 Singkawang by filling out an innovative teacher competency questionnaire. The questionnaire consists of 4 indicators, namely observing, asking questions, networking ideas and experimenting. Innovative competency assessments are very helpful in providing an overview of the qualities possessed by teachers so that improvements can be made for the better. The quality of teachers at SMPN 10 Singkawang is clearly reflected in the results of the study, teachers at SMPN 10 Singkawang have innovative teacher competencies with good criteria. (Average: 73.03). Keywords: Competence, Innovative, Teacher , Questionnaire.
STUDI DESKRIPTIF KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL DALAM PENDIDIKAN JASMANI DI SMA Garciac Febrianto; Indri Astuti
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 2 (2023): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i2.50904

Abstract

Abstrak: Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui keaktifan belajar peserta didik menggunakan media pembelajaran video tutorial pada siswa SMAN 1 Mempawah Hilir dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, guru wajib menciptakan kondisi yang mengarahkan siswa untuk aktif dalam belajar yaitu dengan strategi yang inovatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang prilaku aktif belajar anak dalam pembelajaran pendidikan jasmani, yang bertujuan untuk mendeskripsikan keaktifan belajar peserta didik terhadap media pembelajaran video tutorial dalam kelas pendidikan jasmani di SMAN 1 Mempawah Hilir. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini merupakan peserta didik kelas XI SMAN 1 Mempawah Hilir.. Pemilihan sampel yaitu dengan metode simple random sampling, yaitu jumlah sampel sebanyak 40 peserta didik. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa berdasarkan angket pernyataan tentang keaktifan belajar terdapat rata-rata persentase dari 6 pernyataan positif sebesar 78%, berdasarkan table kriteria berada pada kategori baik, maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kelas XI SMAN 1 Mempawah sebagian besar memiliki prilaku aktif dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Kata kunci : pendidikan jasmani, media pembelajaran video tutorial aktif belajar Abstract: This study was prepared with the aim of determining the learning activity of students using video tutorial learning media for students of SMAN 1 Mempawah Hilir in participating in physical education learning, teachers are required to create conditions that direct students to be active in learning, namely with innovative strategies. This study is a descriptive research on children's active learning behavior in physical education learning, which aims to describe the learning activity of students towards video tutorial learning media in physical education classes at SMAN 1 Mempawah Hilir. The study method used is a quantitative descriptive method. The respondents in this study were students of grade XI SMAN 1 Mempawah Hilir. Sample selection is by simple random sampling method, which is the number of samples as many as 40 students. In this study, it was found that based on the questionnaire of statements about learning activity, there was an average percentage of 6 positive statements of 78%, based on the table of criteria being in the good category, therefore it can be concluded that grade XI students of SMAN 1 Mempawah mostly have active behavior in physical education learning. Keywords: physical education, learning media, video tutorials, active learning
KELAYAKAN MULTI MEDIA INTERAKTIF PADA POKOK BAHASAN MODEL PEMBELAJARAN YANG DIKEMBANGKAN MENGGUNAKAN MODEL PENGEMBANGAN ADDIE Siti Ulgari; Erma Yulia2; Bonaraja Purba; Marlan .
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 2 (2023): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i2.50907

Abstract

Abstrak: Desain Pembelajaran merupakan mata kuliah wajib di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Unimed, salah satu materinya membahas bidang model pembelajaran yang selama ini hanya menggunakan media pembelajaran tercetak secara hardcopy dan dipresentasikan menggunakan media Power Point.  Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa diperlukan media pembelajaran yang bersifat interaktif.  Mengingat tidak tersedianya media pembelajaran multimedia interaktif, maka dikembangkan multimedia interaktif pokok bahasan Model Pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan ADDIE.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan multimedia interaktif pokok bahasan Model Pembelajaran menggunakan model pengembangan ADDIE.  Kelayakan multimedia interaktif didapatkan dari tiga tahap model pengembangan ADDIE,  yakni: (1) analysis, melakukan analisis kebutuhan Mata kuliah Desain Pembelajaran; (2) design, menentukan tujuan pembelajaran dan merancang multimedia interaktif; (3) development, mengembangkan multimedia interaktif dengan melibatkan ahli materi, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran sebagai validator (ADD). Teknik pengumpulan data untuk mengevaluasi kelayakan multimedia interaktif dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Kriteria evaluasi kelayakan menggunakan skala Likert, dengan 5 jenis nilai yaitu: 5 (sangat baik), 4 (baik), 3 (cukup baik), 2 (kurang) dan 1 (sangat kurang) yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan ahli materi sebesar 89,67%, ahli disain pembelajaran sebesar 88,50% dan ahli media pembelajaran sebesar 86,33%. Disimpulkan bahwa model pembelajaran multimedia interaktif yang dikembangkan sangat layak untuk diimplementasikan. Kata kunci:  kelayakan, multimedia interaktif, model pembelajaran, ADDIE Abstract: The Learning Design course in the Unimed Mechanical Engineering Education Department is a compulsory subject, where one of the materials discusses the field of learning models which so far only use printed learning media in hardcopy and presented using Power Point media. To increase student competence, interactive learning media is needed. Given the unavailability of learning media in the form of interactive multimedia, an interactive multimedia learning model was developed using the ADDIE development model. The aims of this research was to determine the feasibility of interactive multimedia as the subject matter of the learning model using the ADDIE development model. The feasibility of interactive multimedia is obtained from the three stages of the ADDIE development model, namely: (1) analysis, conducting a needs analysis for the Learning Design course; (2) design, determining the learning objectives and designing interactive multimedia; (3) development, developing interactive multimedia by involving the experts of material, learning design and learning media as validators (ADD). Techniques of data collection to assess the feasibility of interactive multimedia are carried out by distributing questionnaires. The feasibility assessment criteria used a Likert scale, with category values of 5 (excellent), 4 (very good), 3 (good), 2 (fair) and 1 (poor), which were analyzed descriptively. The results of this study showed that the feasibility of material experts was 89.67%, instructional design experts 88.50%, and instructional media experts 86.33%. The main result can be concluded that the interactive multimedia subject of the learning model developed is very feasible to be implemented.Keywords: feasibility, interactive multimedia, learning model, ADDIE 
PENGEMBANGAN E-MODUL AJAR BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI CAHAYA DAN PENGLIHATAN DI SEKOLAH DASAR Sri Oktaviani; Aunurrahman .; Haratua Tiur Maria; Indri Astuty; Eny Enawaty
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 16, No 2 (2023): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v16i2.50905

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis literasi sains materi cahaya dan penglihatan di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Dick, Carey & Carey (2015) yang berorientasi pada pendekatan sistem melalui sembilan tahap. Sumber data penelitian ini adalah angket penilaian validator instrument, validator materi, validator media, validator desain, validator bahasa dan validator soal.  Hasil penelitian diperoleh dari angket respon siswa serta nilai pretest dan posttest. E-modul ajar yang dikembangkan terdiri pendahuluan, isi dan penutup. Hasil efektivitas dari nilai prestest dan posttest menunjukkan perbedaan signifikan diperoleh 𝑝 < 0.05, yaitu 0.000 < 0.05. Sedangkan untuk respon peserta didik adalah 3,59 dari rata-rata maksimal 4,00 dapat dikategorikan sangat sehingga dapat disimpulkan efektif e-modul ajar berbasis literasi sains pada materi cahaya dan penglihatan di Sekolah Dasar. Keywords: Pengembangan, E-Modul, Literasi Sains, Cahaya dan Penglihatan Abstract: This study aims to produce science literacy based teaching e-modules of light and vision in elementary schools. The research method used is Dick, Carey & Carey (2015) which was oriented towards a systems approach through nine stages. The data sources for this research were questionnaires for assessing instrument validators, material validators, media validators, design validators, language validators and question validators. The research results were obtained from student response questionnaires pretest and posttest scores. The developed e-module consists of introduction, content and closing. The effectiveness results from the pretest and posttest values show a significant difference obtained 𝑝 < 0.05, namely 0.000 < 0.05. As for the student response, it was 3.59 out of a maximum average of 4.00 which can be categorized as very high so that it can be concluded that the science literacy based teaching e-modules of light and vision in elementary schools was effective. Kata Kunci: Development, E-Module, Scientific Literacy, Light and Vision

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2025): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2024): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2024): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 17, No 1 (2024): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 16, No 2 (2023): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 16, No 1 (2023): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 15, No 2 (2022): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 15, No 1 (2022): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 14, No 2 (2021): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 14, No 1 (2021): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 13, No 2 (2020): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 13, No 1 (2020): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 12, No 2 (2019): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 12, No 1 (2019): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 2 (2018): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 1 (2018): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 10, No 2 (2017): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 10, No 1 (2017): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 9, No 2 (2016): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 9, No 1 (2016): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2015): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 1 (2015): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 2 (2014): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 7, No 1 (2014): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2013): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2013): April - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2012): Oktober - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2012): April - Jurnal Teknologi Pendidikan More Issue