cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DeKaVe
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal "dekave" diterbitkan oleh Program studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa FSR, Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai media publikasi ilmiah berupa karya penelitian maupun rancangan dalam bidang komunikasi visual, yang mencakup: bahasa rupa, budaya visual, desain grafis, multi media, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
RESENSI BUKU Komik. Dari Wayang Beber Sampai Komik Digital Baskoro Suryo Banindro
DeKaVe Vol 7, No 2 (2014): DeKaVe Vol. 7 No. 2 Juli-Desember 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.886 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v7i2.1287

Abstract

Buku ini tersusun atas 6 (enam) bagian bahasan seputar komik, pada bagian kata pengantar,Maharsi menyampaikan pokok gagasan pemikiran tentang buku ini, dikatakannya bahwapengamatannya akan komik dari berbagai sudut pandang memberikan kesan yang amatmendalam, mengingat komik ternyata berbicara erat akan waktu sebagai bagian fragmen masalalu dan masa kini. Komik akan menjadi penonggak sejarah yang berulang dan menjadikannyasemakin bermakna mengingat komik dalam eksistensinya senantiasa memberikan gambaranutuh dunia visual naratif yang berkelanjutan, ada perubahan dari masa ke masa sehingga mampumenghiasi peradaban umat manusia. Hasil refleksi kontemplatifnya akan komik, diyakininyabahwa komik merupakan medium jejak sejarah yang sejak dulu sarat akan cerita dan ilmu yangluar biasa banyaknya. Menurutnya energi dari komik yang ada di dalamnya akan semakinbanyak tersebar luas kepada siapa saja yang bisa memahami sekaligus mencintai hasil budaya ini.Pada bagian pertama buku ini dipaparkan tentang pengertian komik menurut para maestro
YOGYAKARTA DALAM KEPUNGAN IKLAN (Sebuah Kajian tentang Estetika Lingkungan) Prayanto Widyo Harsanto
DeKaVe Vol 7, No 2 (2014): DeKaVe Vol. 7 No. 2 Juli-Desember 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.364 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v7i2.1279

Abstract

Banyaknya iklan luar ruang yang memenuhi sudut-sudut kota di Yogyakarta saat ini padaakhirnya menimbulkan berbagai permasalahan. Di Yogyakarta, kini jalan-jalan selain telah dipenuhilalulintas yang padat, masyarakat pengguna jalan masih dijejali berbagai macam bentuk media iklan luarruang, sehingga semakin lengkap kesemrawutan lingkungan kota (tata kota) di Yogyakarta. Kondisi yangdemikian bisa berujung pada kekhawatiran hilangnya slogan yang dicanangkan pemerintah dankebanggaan masyarakat Yogyakarta yaitu Jogya istimewa dan Jogya berhati nyaman. Berfokus pada iklanluar ruang yang bertebaran di Yogyakarta, studi ini menyoroti fakta bahwa ada interaksi antara iklan dankonteks lingkungan-sosial.Untuk mendeskripsikan terhadap fenomena penelitian dengan objek material berupa iklan luar ruang diYogyakarta, maka penelitian menggunakan pendekatan estetika lingkungan-sosial dari Berleant dan VictorPapanek. Dimana estetika lingkungan-sosial adalah estetika kontekstual, berangkat dari karya seni yangterwujud dalam penciptaan karya dan diapresiasi, terkait dengan konteks lingkungan-sosial.Dalam konteks fungsional, iklan dibuat untuk tujuan membantu pemasaran atas produk dan jasa secarapersuasif kepada target audiens. Pada konteks estetis, tampilan/pemasangan iklan luar ruang perlu melihattata ruang kota yang enak dilihat, tidak merusak pandangan dan tidak menyalahi aturan. Karena citravisual kota sangat terkait dengan terbentuknya identitas sebuah kota, sebuah jati diri yang membuat kotadikenal secara spesifik dan berbeda dengan kota-kota lainnya. Tentu saja, citra visual yang baik yangmampu memberikan identitas yang baik pula, dan di lain sisi, citra kota yang buruk akan memberikanidentitas yang buruk pada kota tersebut.
OPINI Desain Komunikasi Visual dan Manusia Indrayana, Andika
DeKaVe Vol 7, No 2 (2015): DeKaVe Volume 7 Nomor 2 Juli-Desember 2015
Publisher : DeKaVe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

proses mendesain, di manaaudiens merupakan aspek dan faktor yang penting sebagai paradigma berpikir sampai berkreasi,desain memiliki ruang yang terbuka untuk berkolaborasi dengan keilmuan lain, seperti antrologiyang memiliki metode yang khas yaitu etnografi, sampai keilmuan psikologi dengan metodekuantitatif. Namun demikian, pemanfaatan metode dari berbagai ilmu dalam proses mendesainuntuk mengidentifikasi karakteristik audiens sebaiknya tidak hanya berguna sebagai penunjangdata an sich, tetapi juga mampu untuk dikembangkan dengan keilmuan desain relasinya dalammencapai tujuan yang diharapkan, sampai pengembangan metode dalam proses mendesain.Riset audiens yang terus dikembangkan dalam keilmuan desain akan bermanfaat untukmengidentifikasi karakteristik dari audiens dari waktu ke waktu. Desainer dapat memiliki datamengenai kedinamisan target audiens yang dapat menunjang aspek dan faktor yang lain, sepertiestetika, fungsi, sampai pemanfaatan teknologi dan media yang akan digunakan.
PERANCANGAN MODEL WUJUD VISUAL TOKOH PEWAYANGAN DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN WATAK TOKOH SEBAGAI ACUAN DESAIN KARAKTER DALAM KARYA DKV Toto Haryadi Haryadi; Khamadi -
DeKaVe Vol 7, No 2 (2014): DeKaVe Vol. 7 No. 2 Juli-Desember 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2925.54 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v7i2.1280

Abstract

Shadow puppets is an arts which is still preserved until now. Recently, shadow puppets can becollaborated with tehcnology through act of revitalization. This is shown by many artworks in the field ofVisual Communication Design which adapt shadow puppets. The figures of shadow puppets become mainpart which is referred for designing of digital artwork, especially “character design”. On the other side,revitalization of puppets in form of character design is more concerned with aesthetic aspect than typicalidentity ones. Whereas, each figure has its own identity and temper which different from each other.This encourages the researchers to look for relation between visual form with typical identity of puppetfigures. The analysis of puppet visual form is required by taking sample based on the classification of thepuppet figures, namely: ‘denawa’, ‘punggawa’, ‘gagahan’, ‘satria’, ‘putran’, ‘putren’, ‘bayen’, ‘dagelan’, and‘kewanan’. The analysis is based on parameters such as: face expression, position and size of body, clothes,and attributes.
Stensil Sebagai Media Aspirasi Dalam Wacana Desain Komunikasi Visual Purwantono, Antonius
DeKaVe Vol 7, No 2 (2015): DeKaVe Volume 7 Nomor 2 Juli-Desember 2015
Publisher : DeKaVe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stencil is one of street art forms such as mural and graffity. Its simplicity and thepeople/community perceptions towards the street art have made stencil as a medium for street art artist toexpress their ideas. Today, stencil becomes the form of street art practices and is used as visual designelements wich can be applied as profitable commodity
WEB SERIES OLAH NALAR (Perancangan Kampanye Sosial Seputar Isu Remaja Indonesia) Aditya Utama
DeKaVe Vol 7, No 2 (2014): DeKaVe Vol. 7 No. 2 Juli-Desember 2014
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3025.404 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v7i2.1277

Abstract

Olah Nalar is a social campaign trying to engage Indonesian youth to think more critically, smartly, andrationally in dealing with social issues that exist in their surrounding. The concepts that will be realized in this creationare divided into three parts, each of which represents three different social issues, namely: fanaticism, technologicaldeterminism, and violent behavior.The format of these works is using communication campaign format and choosing web series as a medium platform.Simply put, web series is chosen because it is considered capable of accommodating the needs of the creator; from thecommunication aspect, the freedom of creativity, as well as the financial considerations.In the process, these works try to present the aspects of novelty in the persuasion area by performing some experimentssuch as the use of soft persuasion style in the delivery of the message, relying on the aspects of logic as the foundationfor the credibility of the message, and the use of visual closing at the end of each video.Hopefully, the logical perspectives that are contained in the video are able to provide new awareness that can organizethe perspective and behavior of the adolescent to become a better person individually and socially.
Perancangan Buku Interaktif Belajar Baca Tulis bagi Orangtua Anak Penderita Disleksia di Surabaya Atalya Sharon Jerusha Turangan; Wibowo Wibowo; Rika Febriani
DeKaVe Vol 9, No 2 (2016): Jurnal DeKaVe Vol. 9 No. 2 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4133.701 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v9i2.1760

Abstract

ANIMASI 2D “BULLYING” SEBAGAI MEDIA MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA ANAK SEKOLAH DASAR Arif Agung Swasono; Andi Haryanto; Novi Mayasari
DeKaVe Vol 8, No 2 (2015): DeKaVe Vol. 8 No. 2 Juli-Desember 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3555.289 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v8i2.1634

Abstract

Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe Daru Tunggul Aji
DeKaVe Vol 8, No 1 (2015): DeKaVe Vol. 8 No. 1 Januari-Juni 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.14 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v8i1.1552

Abstract

Kunjungannya ke Indonesia pada 1998 memberikan kesan tersendiri bagi Oli –panggilan akrab-, Oliver Johannsen Raap lengkapnya. Jawa memberikan daya tarik baginya. Ia bukan saja seorang pecinta sejarah, namun juga kolektor yang telaten. Ia mengumpulkan ribuan benda kuno yang berkaitan dengan Indonesia masa lampau, baik buku, dokumen, benda seni, maupun kartu pos. Pada April 2013 ia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Pekerja di Djawa Tempo Doeloe, dan tujuh bulan setelahnya terbit buku kedua: Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe. Dua buku ini berisikan kartu pos yang dengan telaten ia kategorikan dengan disertai narasi yang menarik.        Industri yang berkaitan dengan fotografi –salah satunya kartu pos- menjadi barang “mahal” pada waktu itu. Fotografer dengan studio fotonya bukan semata pertanda masuknya modernitas, namun juga mengindikasikan lahirnya ukuran-ukuran baru dalam hal relasi kuasa dan strata sosial. Dengan “mata baratnya”, fotografer memiliki kuasa untuk menentukan sekaligus mengkonstruksi masyarakat yang hendak dimodelkan. Mereka diarahkan sedemikian rupa sesuai pesanan (pasar).
KONSEP ART DALAM DESAIN ANIMASI Arief Agung Suwasono
DeKaVe Vol 10, No 1 (2017): Jurnal DeKaVe Vol. 10 No. 1 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.504 KB) | DOI: 10.24821/dkv.v10i1.1765

Abstract

Page 6 of 22 | Total Record : 214


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 2 (2025): DeKaVe Vol. 18 No. 2 2025 Vol 18, No 1 (2025): DeKaVe Vol. 18 No. 1 2025 Vol 17, No 2 (2024): DeKaVe Vol. 17 No. 2 2024 Vol 17, No 1 (2024): DeKaVe Vol. 17 No. 1 2024 Vol 16, No 2 (2023): DeKaVe Vol. 16 No. 2 2023 Vol 16, No 1 (2023): DeKaVe Vol. 16 No. 1 2023 Vol 15, No 2 (2022): DeKaVe Vol. 15 No. 2 2022 Vol 15, No 1 (2022): DeKaVe Vol. 15 No. 1 2022 Vol 14, No 2 (2021): Jurnal DeKaVe Vol.14 No.2 2021 Vol 14, No 1 (2021): Jurnal DeKaVe Vol.14 No.1 2021 Vol 13, No 2 (2020): Jurnal DeKaVe Vol. 13 No. 2 2020 Vol 13, No 1 (2020): Jurnal DeKaVe Vol. 13 No. 1 2020 Vol 1, No 1 (2020): Jurnal DeKaVe Vol. 1 No. 1 2020 Vol 12, No 2 (2019): Jurnal DeKaVe Vol. 12 No. 2 2019 Vol 12, No 1 (2019): Jurnal DeKaVe Vol.12 No.1 2019 Vol 12, No 1 (2019): Jurnal DeKaVe Vol.12 No.1 2019 Vol 11, No 2 (2018): Jurnal DeKaVe Vol. 11 No. 2 2018 Vol 11, No 1 (2018): Jurnal DeKaVe Vol.11 No.1 2018 Vol 10, No 2 (2017): Jurnal DeKaVe Vol.10 No.2 2017 Vol 10, No 1 (2017): Jurnal DeKaVe Vol. 10 No. 1 2017 Vol 10, No 1 (2017): Jurnal DeKaVe Vol. 10 No. 1 2017 Vol 9, No 2 (2016): Jurnal DeKaVe Vol. 9 No. 2 2016 Vol 9, No 1 (2016): DeKaVe Volume 9 Nomor 1 Januari-Juni 2016 Vol 8, No 2 (2015): DeKaVe Vol. 8 No. 2 Juli-Desember 2015 Vol 8, No 1 (2015): DeKaVe Vol. 8 No. 1 Januari-Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): DeKaVe Volume 7 Nomor 2 Juli-Desember 2015 Vol 7, No 1 (2014): DeKaVe Vol. 07 No. 01 2014 Januari - Juni 2014 Vol 7, No 2 (2014): DeKaVe Vol. 7 No. 2 Juli-Desember 2014 Vol 3, No 6 (2013): DeKaVe Vol. 03 No. 06 2013 Juli- Desember 2013 Vol 3, No 5 (2013): DeKaVe Vol. 03 No. 05 2013 Januari - Juni 2013 Vol 2, No 4 (2012): DeKaVe Vol. 02 No. 04 2012 Juli- Desember 2012 Vol 1, No 3 (2012): DeKaVe Vol. 01 No. 03 Januari-Juni 2012 Vol 1, No 2 (2011): DeKaVe Vol. 1 No. 2 2011 Juli-Desember 2011 Vol 1, No 1: Januari 2011 More Issue