cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
PERANCANGAN INTERIOR KARAOKE DAN SAUNA HAPPY LAND YOGYAKARTA anna marlyta
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.413

Abstract

Karaoke dan Sauna Happy Land Yogyakarta merupakan salah satu projek hiburan dan kebugaran yang akan dikembangkan di Yogyakarta. Sebuah tempat yang menawarkan sarana hiburan dan kebugaran jasmani maupun rohani tentunya akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat mengingat padatnya aktifitas dan pekerjaan masyarakat perkotaan. Sejalan dengan perkembangan itu, tentunya banyak peluang yang besar untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan tempat hiburan dan kebugaran keluarga yang modern, sopan, namun tetap terjangkau harganya.Sasaran pengguna ruang adalah keluarga. Perancangan interior Karaoke dan Sauna Happy Land Yogyakarta yang meliputi area lobby, bar, dan lounge, dengan menerapkan gaya Postmodern dan mengangkat tema Bunga Sakura yang merupakan icon baru Karaoke dan Sauna Happy Land. Tema bunga sakura yang dihadirkan dapat memperkuat kesan Homy pada desain interiornya untuk mengangkat tag line Happy Land Medical Center "beter care, feels like home". Kesan 'homy' hadir pada pemilihan warna yang hangat, kenyamanan furnitur, maupun sirkulasi ruang yang baik, diharapkan mampu menguatkan citra Karaoke dan Sauna Happy Land Yogyakarta melalui aspek desain interiornya. Dengan desain interior yang fungsional dan menarik, diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang.Kata Kunci: Interior, Karaoke Keluarga, Sauna, Sakura
EVALUASI PASCA HUNI (EPH) RUANG RAWAT INAP KELAS I PADA INSTALASI KESEHATAN ANAK (INSKA) RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA bima yanuar arifin
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.414

Abstract

Sebuah bangunan yang sudah melewati jangka waktu yang lama pasti akan melewati berbagai perubahan dan kerusakan, tidak terkecuali bangunan yang terdapat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Salah satunya adalah bangunan pada ruangInstalasi Kesehatan Anak (INSKA) ruang rawat inap kelas I. Gedung yang sudah dihuni sejak tahun 1983 yang masih digunakan sampai saat ini. Penelitian ini difokuskan pada penelitian level indikasi pada elemen teknis, elemen fungsi dan elemen perilaku sehingga dapat menidentifikasi elemen pembentuk ruang (lantai, dinding, plafon), tata kondisional (pencahayaan alami dan pencahayaan buatan), akustik ruang, fire safty, pengaruh elemen fungsional terhadap faktor manusia dan privasi pasien yang merupakan aspek psikologis dan sosial bagi kepuasan si pemakai.Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari pengambilan data adalah 48,12 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inapkelas I INSKA masih sangat baik, 42,03 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inap kelas I INSKA masih baik dan 10,73 % responden menyatakan bahwa ruang rawat inap kelas I INSKA kurang baik. Sehingga diperoleh hasil bahwa darievaluasi pasca huni tentang elemen teknis, elemen fungsi, dan elemen perilaku pada ruang rawat inap kelas I INSKA secara keseluruhan masih memenuhi kriteria-kriteria yang ada.Kata Kunci: Evaluasi Pasca Huni (EPH), Rumah Sakit, ruang rawat inapanak.
Perancangan Interior Lobby, Lounge dan Restaurant Apartemen Grand Asia Afrika Residence Bandung dedi kurniadi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.415

Abstract

Grand Asia Afrika Residence ini merupakan salah satu apartemen yang memiliki keunggulan jika di bandingkan dengan apartemen-apartemen lain yang berada di kota Bandung karena memiliki unit paling banyak dan fasilitas publik terlengkap seperti fitness center, kolam renang, jogging track, taman bermain, minimarket, restoran, cafe, dan fasilitas lainnya sehingga akan membuat penghuni apartemen tidak perlu pergi terlalu jauh untuk memenuhi kebutuhannya. Seiringdengan perkembangan kehidupan masyarakat perkotaan dengan mobilitas yang sibuk dan cepat membuat pilihan untuk tinggal di apartemen dianggap lebih praktis.Perancangan interior apartemen Grand Asia Afrika Residence meliputilobby, lounge, dan restaurant yang mengangkat tema budaya Melayu serta dipadukan dengan gaya post-modern.Kata kunci: Grand Asia Afrika Residence Bandung, apartemen, interior lobby,
PERANCANGAN INTERIOR MARCHÉ MOVENPICK RESTAURANT, PLASA SENAYAN, JAKARTA dina kristiana seftianingsih
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.416

Abstract

Marché Movenpick Restaurant, Plasa Senayan, Jakarta merupakan salah satu restoran yang berada di dalam sebuah Mall yang mengkhususkan pada makanan dan masakan spesial dari Swiss Restoran dengan area seluas ± 1.132 m2dan berlokasi di Plaza Senayan lantai 5, Jakarta Selatan ini akan memberikan pengalaman unik bagi anak-anak dan keluarga. Pihak pengelola menyediakan fasilitas playground berupa rumah kayu khas Swiss yang disebut Pondok Heidi.Konsep perancangannya mengambil tema arsitektur tradisional Swiss yang diadaptasi dari cerita anak-anak Heidi tahun 1880 dengan cara mengekplorasi bentuk-bentuk pondok-pondok pada tahun 1880 dan suasana pedesaan dan pasardi malam hari di bawah pegunungan Alpen. Gaya  perancangannya yang dipilihadalah gaya tradisional Swiss, dimana dalam perancangan interiornya menggunakan desain-desain dengan material-material alam seperti kayu, batu alam, batu bata dan tanah liat dengan bentuk geometris sederhana mencerminkansuasana hangat dan tenang di bawah pegunungan Alpen yang dingin.Material yang sebagian besar digunakan adalah kayu pinus. Sebagian material kayu pinus digunakan pada lantai, dinding dan plafon pondok-pondok restoran. Selain itu perabotan dan furnitur yang digunakan adalah dari material kayu pinus.Kata kunci: Interior, Marché Movenpick Restaurant, arsitektur, tradisional Swiss
STUDI KOMPARASI INTERIOR MASJID-MASJID BERGAYA CINA DI JAWA elianna gerda pertiwi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.417

Abstract

Masa orde baru, merupakan masa keterpurukan bagi warga Tiong Hoa di Indonesia. Rezim Orde Baru melarang segala sesuatu yang berbau Cina.Kemudian lengsernya Presiden Suharto pada tahun 1998 membawa angin segar bagi warga keturunan Tiong Hoa. Termasuk didalamnya adalah masyarakat Tiong Hoa muslim yang jumlahnya minoritas.Dewasa ini, kelompok Muslim Tionghoa ini mulai melakukankonsolidasi baik ke dalam dan ke luar, dengan mengendarai organisasi yang bernama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Melalui Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), mereka membangun masji-masjid bernuansa Cinadi berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud dari eksistensi dan identitas.Hasil penelitian ini menemukan adanya penerapan gaya Cina pada interior masjid-masjid bergaya Cina di Jawa. Pada masjid-masjid bergaya Cina di Jawa yang terletak pada satu garis sumbu timur-barat adalah pintu masuk utama, ruang sholat utama dan mihrab. Hal ini dikarenakan padamasjid-masjid bergaya Cina di Jawa tidak memiliki pavilion bulan dan minaret.Penerapan gaya cina pada elemen pembentuk ruang dan ornamentasi meliputi penggunaan warna merah pada lantai masjid Cheng Hoo Surabaya dan Purbalingga, penggunaan material terakota yang disusun menyerupai batu-bata pada masjid Cheng Hoo Surabaya dan penggunaan dinding berupaGeshanmen (gerbang dengan jendela kisi) dan pengaplikasian bentuk Pat Kwa pada plafon masjid Cheng Hoo Surabaya dan Purbalingga. Sedangkan dari segi ornamentasi, terdapatnya ornamen meander sebagai simbol kebaikan pada ketiga masjid tersebut, pengaplikasian bentuk dasar Pat kwayang memiliki makna keberuntungan pada masjid Cheng Hoo Surabaya dan Purbalingga, pengaplikasian abstraksi ornamen naga yang melambangkan kekuatan pada pilar masjid Jami’ Tan Kok Liong, terdapatnya ornamen ombak pada bagian bawah pilar masjid Cheng Hoo surabaya dan pengaplikasian warna khas Cina yaitu merah, kuning/emas, dan hijau padaketiga masjid tersebut.Kata Kunci : Studi Komparasi, Masjid-Masjid, Bergaya Cina, di Jawa.
PERANAN ELEMEN DESAIN DALAM MEMBENTUK ATMOSFER INTERIOR KAFE DI YOGYAKARTA femilia dini setianthi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.418

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peranan Elemen Desain dalam membentuk Atmosfer Interior Kafe”. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan elemen desain dalam membentuk atmosfer interior kafe. Manfaat penelitian untuk menambah pengetahuan dibidang interior khususnya tentang atmosfer interior kafe. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan melalui pengamatan, pencatatan, dan wawancara. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan kriteria tersebut, maka pada penelitian ini sample yang diambil adalah Starbucks Coffee, Vanilla Sky lounge, Kopi Oey dan Paris bakery and café lounge. Analisis dilakukan dengan triangulasi data lapangan, teori dan hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen desain yang paling berpengaruh terhadap terbentuknya suasana adalah elemen cahaya sedangkan elemen paling sedikit dalam membentuk suasana ruang adalah elemen pola. Elemen desain juga dapat menguatkan tema yang diterapkan pada interior kafe. Suasana yang terbentuk dari elemen desain tersebut antara lain menarik, rileks, luas, sempit, intim, romantis, tegas, berkelas, mewah, hangat, unik dan tematis.Kata Kunci: Elemen desain, Atmosfer (Suasana), Interior Kafe
PERANCANGAN TK NEGERI 2 YOGYAKARTA hana lestari
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.419

Abstract

Ruang kelas untuk anak usia tiga tahun keatas dapat ditemukan seperti di sekolahnegeri, suwasta, dan pusat pengembangan anak, dan hampir setiap lingkungan serta diseluruh dunia. Sekolah ada yang menghadiri kelas dari pagi sampai siang , ada juga dari pagisampai sore hari. Ruang kelas prasekolah dan Taman Kanak-Kanak merupakan tempatistimewa yang memberikan paduan tepat untuk memenuhi kebutuhan anak dalam rangkabelajar, tumbuh dan berkembang.TK Negeri 2 Yogyakarta merupakan salah satu tempat pendidikan yang cukup terkenalkarena TK Negeri 2 Yogyakarta sekolah TK Negeri, maka dari itu TK Negeri 2 Yogyakartabanyak yang mencari dan kualitas pembelajarannya cukup baik. Namun kualitas gedungsekolah ini tidak sebanding dengan kualitas pengajarannya, karena kenyataannya banyak hal(bagian interiornya) yang tidak mendukung bagi pengembangan anak itu sendiri. Misalnyasaja dinding menggunakan warna coklat, padahal warna coklat bukan warna karakter anakanak namun orang dewasa.Maka dari itu perubahan utama yang akan perancang lakukan adalah merencanakan interior lebih sesuai bagi anak-anak Playgroup dan TK, Sehingga antara desain interior dan carapembelajarannya dapat saling mendukung ke arah yang lebih baik pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti dinding mengunakan warna karakter anak dan wallpaper. Selainitu nantinya akan diterapkan tema “Powerpuff Girl”.Kata Kunci: Perancangan, Interior, TK Negeri 2, anak-anak.
EVALUASI PASCAHUNI TINGKAT INVESTIGATIF PADA ASKPEK FUNGSIONAL RUMAH SAKIT MATA Dr. YAP YOGYAKARTA indri fitriani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.420

Abstract

Penelitian Evaluasi Pascahuni ini berjudul “Evaluasi Pascahuni Tingkat Investigatif Pada Aspek Fungsional Interior Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara kinerja interior bangunan Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta dengan aktivitas yang dilakukan oleh penghuni atau pengguna ruang. Manfaat dari Evaluasi Pascahuni ini adalah untuk mengidentifikasi segi baik dan buruk dari kinerja bangunan sehingga dapat memberikan masukan yang lebih baik yang dapat dipakai sebagai dasar untuk desain bangunan atau sejenis dimasa datang atau perbaikannya.Penelitian Evaluasi Pascahuni ini dilakukan sampai dengan level investigatif dengan pertimbangan terbatasnya waktu, alat dan dana yang tersedia. Elemen-elemen fungsional yang diteliti diantaranya yang berhubungan dengan human factors (faktor-faktor manusia, storage (penyimpanan), komunikasi serta fleksibilitas dan perubahan. Pada penelitian ini, mengingat keterbatasan yang ada, penulis hanya menguraikan hasil temuan secara singkat dan rekomendasi berupa konsep pemikiran bagaimana seharusnya kondisi kinerja fungsional yang baik.Hasil penelitian Evaluasi Pascahuni aspek fungsional pada Rumah Sakit Mata Dr. Yap menunjukkan bahwa kinerja dari beberapa elemen fungsional interior bangunan yang diuji belum sesuai dengan aktivitas yang dilakukan pengguna ruang di dalam ruang. Sebagian besar kinerja aspek fungsional pada beberapa ruang tersebut berjalan kurang baik, namun sebagian besar pengguna ruang tidak merasakan kekurangan kinerja tersebut sebagai gangguan, dan masih bisa menjalankan aktivitas mereka, khususnya bagi penghuni internal yang sudah mengalami adaptasi dengan kinerja fungsional ruangan tersebut.Kata Kunci: Evaluasi Pascahuni, Investigatif, Aspek Fungsional, Rumah Sakit Mata.
PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DAN AUDITORIUM KOMPLEKS WISATA PABRIK GULA GONDANG BARU KLATEN JAWA TENGAH intan nur ikhsani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.421

Abstract

Kompleks Wisata Pabrik Gula Gondang Baru merupakan sebuah kawasan wisata disekitar pabrik gula yang memiliki bangunan bersejarah dilindungi pemerintah yang terletak di lokasi yang strategis sehingga mampu menyedotperhatian orang-orang untuk berwisata dan menggunakan seluruh fasilitas yang disediakan.Renovasi fasilitas yang telah dilakukan membuat bangunan tidak menggunakan gaya kolonial Belanda, menjadi salah satu permasalahan yang mendapat perhatian khusus mengingat pabrik gula Gondang Baru merupakan sebuah pabrik yang penuh dengan nilai historis yang masih tetap mempertahankankeaslian arsitektur kolonialnya.Perancangan interior restoran dan auditorium kompleks wisata PG Gondang Baru Klaten ini mengangkat tema i amsterdam dalam gaya kolonial Belanda. Perancangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai serta fungsi dari fasilitas restoran maupun auditorium agar lebih memaksimalkanpemberdayaan seluruh sumber daya perusahaan Kata Kunci : perancangan, interior, Kompleks Wisata Pabrik Gula GondangBaru Klaten, i amsterdam
KEBERLANJUTAN INTERIOR RUMAH ADAT BETAWI DALAM KEMAJUAN JAMAN DI SETU BABAKAN ismail saleh
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.422

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Betawi Setu Babakan terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai suatu Konservasi Budaya ”baru” di tempat tersebut dengantujuan untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang merupakan warisan nenek moyang, salah satunya berupa rumah adat Betawi.Di dalam Cagar Budaya Betawi Setu Babakan terdapat beberapa rumah adat yang memang sudah mengalami renovasi namun pada bagian-bagian yang rusak saja dan bentuknya masih sesuai dengan aslinya baik dari segi arsitektur dan interior. Akan tetapi banyak juga rumah yang mulai berubah, baik dari segi fungsi maupun arsitektur secara modern namun diharuskan tetap mengadopsi bentuk atausimbol arsitektur rumah Betawi oleh pemerintah setempat.Keberlanjutan suatu arsitektur budaya sangat erat  engaruhnya dari peran serta penduduk atau masyarakat yang memiliki kebudayaan. Hal tersebut menyangkut keberlanjutan interior rumah adat Betawi itu pula, seiring dengan kemajuan jaman di masa kini.Kata kunci: Cagar Budaya Betawi Setu Babakan, Konservasi Budaya, Rumah Adat Betawi, Keberlanjutan Interior, Kemajuan Jaman.

Page 10 of 70 | Total Record : 696