cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,333 Documents
IDENTIFIKASI SIFAT TRIBOLOGI DARI KARET VULKANISIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE UJI PIN ON DISC Budi Setiyana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.38 KB)

Abstract

Karet vulkanisir yang biasa dipakai untuk material ban kendaraan umumnya berupa karet kompon yang berasal dari karet murni yang diperkuat dengan karbon hitam dan silika. Berdasar kekerasannya, di pasaran ada 3 jenis kompon yaitu hard, medium dan soft.  Penelitian ini hanya membahas tentang performa dari kompon hard, kompon soft dan sebagai pembanding yaitu karet bahan karpet. Adapun performa yang sangat penting untuk dianalisis adalah sifat tribologi dari karet yaitu kapasitas kontak dan ketahanan abrasi. Untuk aplikasinya pada ban kendaraan, kapasitas kontak berkaitan dengan kapasitas pengereman sedang ketahanan abrasi terkait dengan umur dari ban. Uji tarik dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kekuatan bahan, untuk kemudian uji tribologi dilakukan menggunakan tribometer jenis pin on disc. Uji tribologi dilakukan dengan variasi jenis indenter (pin) dan variasi beban sampai jumlah putaran tertentu. Pengujian dilakukan untuk mencari koefisien gesek dan tingkat keausan karet selama dilakukan uji abrasi. Secara umum, karet vulkanisir tipe hard mempunyai ketahanan abrasi yang baik dibanding yang tipe soft. Tetapi disisi lain, karet vulkanisir tipe hard mempunyai koefisien atau kapasitas gesek yang lebih rendah dibanding yang tipe soft.Kata kunci: abrasi, pin on disc, tribologi, vulkanisir.
ANALISIS DAMPAK JALAN TOL TERHADAP FAKTOR SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI DESA KALIGANGSA KULON KABUPATEN BREBES (STUDI KASUS AREA PINTU TOL BREBES TIMUR) Dhony Priyo Suseno; Soedarsono Soedarsono; Nina Anindyawati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.577 KB)

Abstract

Berdasarkan studi Ka-Andal pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang terdapat daftar prioritas dampak penting hipotetik yaitu konflik sosial, banjir/genangan, pertumbuhan perekonomian daerah, gangguan pelayanan umum, dan gangguan kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak pengoperasian jalan tol Pejagan - Pemalang Seksi II terhadap  faktor sosial, ekonomi dan lingkungan yang terjadi di desa Kaligangsa Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes serta mengetahui faktor apa yang terpengaruh paling dominan. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di sekitar area pintu tol Brebes Timur dengan hasil sampling 100 responden dari 135 KK yang berada di jalan Gajah Mada Brebes. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS v.16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak jalan tol terhadap faktor sosial, ekonomi dan lingkungan masuk dalam kategori sedang. Indikator faktor sosial adalah harga tanah, keamanan dan ketertiban, pendatang baru, hubungan kekerabatan, dan akses warga. Indikator faktor ekonomi adalah matapencaharian, perubahan profesi, kesempatan berusaha, omzet usaha, dan lapangan pekerjaan baru. Indikator faktor lingkungan adalah kualitas udara, kemacetan lalu lintas, kebisingan, volume sampah, dan tata guna lahan. Variabel-variabel yang paling dominan ada pada faktor sosial sebesar 34,454%, kemudian faktor ekonomi sebesar 21,351%, dan faktor lingkungan sebesar 13,913%. Kata kunci : Dampak , faktor, indikator
RANCANGAN INVESTIGASI FORENSIK EMAIL DENGAN METODE NATIONAL INSTITUTE OF STANDARDS AND TECHNOLOGY (NIST) Mustafa Mustafa; Imam Riadi; Rusydi Umar
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.444 KB)

Abstract

Ilmu forensik merupakan ilmu yang relatif baru dan bahkan belum banyak dikenal di kalangan masyarakat. Kejahatan di dunia cybercrime memiliki banyak variasi berbeda dengan dunia nyaya, salah satunya adalah pemalsuan atau spam email, dimana spam email  tersebut dapat menjadi alat transportasi konten berbahaya dalam sebuah jaringan. Permasalahan yang timbul pada saat ini adalah sangat jarang penelitian yang dilakukan dalam hal investigasi forensik dalam menghadapi kejahatan dalam dunia cyber, khususnya dalam email spam tersebut. Metode yang digunakan adalah National Institute of Standards and Technology (NIST) dengan tahapan Collection, Examination, Analisys dan Reporting. Metode ini diharapkan dapat menghasilkan bukti digital yang dapat digunakan dalam proses penegakan hukum untuk mengungkap kejahatan digital. Kata kunci : email forensic, email, cyber, komputer forensik
SISTEM PENENTUAN KOMPOSISI NUTRISI PAKAN SAPI DENGAN BACKWARD CHAINING Yuke Eka Cantika; Wina Witanti; Faiza Renaldi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.832 KB)

Abstract

Nutrisi pakan sapi merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk kualitas usaha ternak sapi, pemahaman para peternak sapi akan komposisi nutrisi pakan masih rendah. Banyak peternak serta koperasi sapi masih mengandalkan pengetahuan seorang pakar untuk mengetahui kebutuhan yang baik bagi ternak sapi, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Sistem pakar ini dapat dijadikan informasi dan pedoman untuk penentuan komposisi nutrisi pada pakan sapi dengan menggunakan Backward Chaining. Metode ini menggunakan suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesa kembali ke fakta yang mendukung hipotesa. Penggunaan sistem ini dapat memberikan informasi yang akurat dan acuan bagi pengguna berupa penentuan komposisi nutrisi pada pakan sapi. Sistem ini dapat memberikan bantuan berupa layanan bagi para peternak dan koperasi sapi di wilayah Cisarua Bandung khususnya, dan seluruh peternak di Indonesia umumnya dalam menentukan komposisi pakan sesuai kategori sapi. Kata kunci: backward chaining, pakan sapi, sistem pakar
PENGKLASIFIKASIAN PELANGGAN DENGAN METODE KNN (STUDI KASUS: DALUNG RENT TOYS BALI) Rosalia Hadi; Desi Saryanti; Pivin Suwirmayanti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.77 KB)

Abstract

Ketatnya persaingan dalam industri jasa, khususnya jasa penyewaan mainan di Bali membuat pemiilk usaha harus terus berinovasi dalam strategi pemasarannya. Salah satu strategi pemasaran yang diambil oleh Dalung Rent Toys Bali adalah melalui pemberian reward kepada pelanggan berdasarkan kategori. Kategori yang dimaksud adalah berupa kelas pelanggan bronze, silver dan gold. Pelanggan akan mendapatkan reward berdasarkan kategorinya. Namun, perusahaan ini mengalami permasalahan dalam penentuan kategori pelanggannya Jumlah kriteria yang cukup banyak membuat pemilik usaha mengalami kesulitan dalam menentukan keputusannya. Sehingga dibutuhkan suatu metode untuk menyelesaikan permasalahan terkait pengambilan keputusan tersebut. Adapun model pengambilan keputusan yang digunakan pada penelitian ini adalah KNN. KNN (K-Nearest Neighbor) merupakan metode supervised learning yang digunakan untuk mengklasifikasikan pelanggan berdasarkan pada kategori mayoritas tetangga terdekat ke-k. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengklasifikasian pelanggan dengan metode KNN yang mengambil studi kasus pada Dalung Rent Toys Bali dapat membantu perusahaan, khususnya dalam menentukan kategori pelanggan berdasarkan beberapa kriteria yang ada.Kata kunci : klasifikasi, KNN, pelanggan. 
KARAKTERISASI SELULOSA ASETAT DARI KETELA POHON (Manihot esculanta) Harianingsih Harianingsih; Farikha Maharani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.62 KB)

Abstract

Selulosa asetat biasanya dibuat dari air kelapa (nata de coco), karena produksi nata de coco semakin meningkat sehingga bahan baku air kelapa menjadi mahal maka diperlukan alternative media lain untuk pembuatan selulosa asetat.  Sebagai alternative digunakan ketela pohon yang bahan bakunya melimpah di Indonesia. Diversifikasi ketela pohon menjadi bahan baku membran mikrofiltrasi diharapkan dapat bermanfaat untuk proses pemisahan warna pada limbah batik artifisial. Selulosa asetat pada penelitian ini diperoleh dari aktifitas bakteri acetobacter xylinum. Produk selulosa asetat ini biasanya berasal dari air kelapa yang kita kenal dengan nata de coco. Penggunaan selulosa asetat dari nata de coco ini banyak diaplikasikan pada pengembangan produk perawatan luka, diafragma pengeras suara, serat tekstil, kertas, bahan makanan dan bahan pemisah atau membrane. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut mengetahui cara pembuatan selulosa asetat dari ketela pohon. Hasil dari penelitian ini antara lain glukosa yang terkandung dalam ketela pohon sebesar 30%, uji proksimat serbuk selulosa asetat antara lain kadar air 5,23% wb, kadar abu 0,46% wb, kadar selulosa 94,09% wb dan kadar protein 0,22% wb. Kata Kunci : Acetobacter xylinum, Manihot esculanta, selulosa asetat
MQ 2 SEBAGAI SENSOR ANTI ASAP ROKOK BERBASIS ARDUINO DAN BAHASA C Moch Subchan Mauludin; Aan Faisal Alfalah; Didik Dwi Wibowo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.939 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat alat pendeteksi asap rokok dalam suatu ruangan serta memberikan peringatan dengan suara dan tulisan yang berbasiskan mikrokontroler dan bahasa C. Penelitian ini menggunakan sensor gas MQ 2 sebagai pendeteksi asap rokok, arduino sebagai mikrokontroler yang bertugas sebagai pengendali input dan output, buzzer yang mengeluarkan peringatan dalam bentuk suara, LCD untuk memunculkan tulisan adanya asap rokok, serta bahasa C sebagai bahasa pemrogramanya. Output dari sensor gas MQ 2 yang mendeteksi  asap rokok akan diolah di dalam mikrokontroler yang sudah di program dengan bahasa C sehingga akan memunculkan dua keadaan, yaitu keadaan high pada saat tidak terdeteksi asap rokok, dan keadaan low pada saat terdeteksi asap rokok. Alat ini dapat mengeluarkan suara pabila terdeteksi adanya asap rokok dalam ruangan dan memunculkan tulisan adanya asap rokok dalam LCD. Kata kunci:  Sensor MQ 2, Arduino, Bahasa C, Asap rokok
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI CONSULTANT ASSIGNMENT MENGGUNAKAN UNIFIED MODELING LANGUAGE (UML) BERBASIS WEB STUDI KASUS : PT EBIZ CIPTA SOLUSI Lis Suryadi; Firma Agnes Ramadhan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.258 KB)

Abstract

PT. Ebiz Cipta Solusisalah satu perusahaan IT Consultant Assignment, Masalah yang dialami perusahaan seperti kualifikasi consultant tidak sesuai dengan kebutuhan proyek karena curriculum vitae yang tidak update dan kurangnya consultant yang kompeten, biaya jasa consultant melebihi anggaran proyek, pembagian beban kerjayang tidak sesuai, sulitnya menyusun jadwal assignment, pnyesuaian kebutuhan proyek dengan kualifikasi consultant berjalan lama karena format CV yang tidak standar dan penyimpanan data yang tidak tersentralisasi. Tujuan penelitian ini adalah pekerjaan rutin pada proses consultant assignment dapat selesai lebih cepat dan tepat proses pelaksanaan consultant assignment bisa lebih terstruktur dan termonitor dengan baik keluaran yang dihasilkan berupa laporan dari masing-masing proses bisa lebih akurat dan membantu dalam proses pengambilan keputusan. Metode pengembangan sistem menggunakan waterfall model, analisa sistem menggunakan tool Unified Modeling Language(UML). Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut maka dibuatlah sebuah sistem yang dapat menghasilkan informasi untuk menanganiconsultant assignment pada PT Ebiz Cipta Solusi. Sistem informasi ini dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman ASP.NET(C#) dan database SQL SERVER, yang bisa membantu dalam proses administrasi dan juga bisa menghasilkan solusi pembagian tugas dengan melakukan penyaringan terhadap kriteria-kriteria tertentu sehingga dapat membuat proses Consultant Assignment pada PT Ebiz Cipta Solusi menjadi lebih cepat dan tepat. Kata kunci : ASP.NET, Sistem Informasi Consultant Assignment, SQL Server, Unified Modeling Language(UML)
OPTIMALISASI PENYERAPAN RADIASI MATAHARI PADA SOLAR WATER HEATER MENGGUNAKAN VARIASI SUDUT KEMIRINGAN Agam Sulistyo; Arrad Ghani Safitra; Radina Anggun Nurisma
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.749 KB)

Abstract

Solar water heater merupakan salah satu alat yang menggunakan kolektor surya dengan memanfaatkan energi panas matahari untuk memanaskan air. Besarnya radiasi matahari yang diterima oleh kolektor surya diantaranya dipengaruhi oleh sudut kemirigan (β) bidang permukaan kolektor surya. Sudut kemiringan berhubungan dengan sudut datang matahari langsung (θ) sehingga dapat mempengaruhi besarnya radiasi matahari yang diterima oleh kolektor surya. Dengan memvariasikan nilai sudut kemiringan kolektor surya, dapat diketahui nilai sudut yang optimal kolektor surya untuk menyerap energi panas matahari. Arah hadap kolektor surya divariasikan pada keempat arah mata angin dengan sudut kemiringan yang sama untuk menentukan arah mata angin yang optimal. Kemudian sudut kemiringan kolektor surya divariasikan pada sudut 0o, 20o, 25o, 30o, dan 35o. Kolektor surya dibuat dengan menggunakan kaca penutup jenis kaca bening dan tube pemanas yang terbuat dari pipa tembaga. Absorber yang digunakan adalah jenis absorber pelat datar yang terbuat dari pelat aluminium. Aliran air dalam tube pemanas diatur konstan pada debit 75 liter/jam. Pengujian dilakukan di kampus PENS, Surabaya mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dengan pengambilan data setiap satu jam sekali. Berdasarkan hasil pengujian, kolektor surya mengalami penyerapan radiasi optimal pada sudut kemiringan 30o menghadap utara dengan efisiensi rata-rata kolektor surya mencapai 63,93%.Kata kunci: kolektor surya, solar water heater, sudut kemiringan
EVALUASI USABILITY PADA SISTEM INFORMASI PASAR KERJA MENGGUNAKAN SYSTEM USABLITY SCALE (SUS) Kharis Kharis; Paulus Insap Santosa; Wing Wahyu Winarno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.42 KB)

Abstract

Penerapan e-government bertujuan untuk me-ningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu bentuk penerapan e-government adalah Sistem Informasi Pasar Kerja bagi para pencari kerja yang dikelola Kementerian Tenaga Kerja RI.  Akan tetapi, sistem ini belum diketahui kualitas layanannya menurut masyarakat pencari kerja sebagai pengguna utamanya. Usability me-rupakan tolok ukur kualitas suatu produk, layanan atau sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian usability pada Sistem Informasi Pasar Kerja Kemnaker RI. Pengujian dilakukan menggunakan tool berupa System Usability Scale (SUS). Evaluasi usability menggunakan SUS menghasilkan skor 58,4 yang berarti sistem belum mendapatkan penerimaan dari pengguna sebagai produk atau layanan yang dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan tugasnya (dalam hal ini) mencari informasi lowongan pekerjaan, dengan efektif, efisien dan memuaskan.Kata kunci : e-government; System Usability Scale (SUS); usability. 

Page 100 of 134 | Total Record : 1333