cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
ANALISIS SENYAWA MINYAK ATSIRI BIJI PALA SECARA GC-MS DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Hery Muhamad Ansory; Prietta Khania Kusuma Putri; Nur ‘Aini Hidayah; Anita Nilawati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.179 KB)

Abstract

Pala merupakan tanaman asli Indonesia. Bagian buah pala meliputi daging buah, kulit biji dan biji pala. Secara komersial biji pala merupakan bagian terpenting dari buah pala dan dapat dibuat menjadi berbagai produk antara lain minyak atsiri dan oleoresin. Kadar minyak atsiri pada biji pala yang banyak diperlukan sebagai obat berkadar minyak atsiri yang tidak  kurang dari 5% volume berat. Penelitian tentang minyak atsiri saat ini banyak diarahkan untuk memanfaatkannya sebagai antimikroba penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Isolasi minyak biji pala dilakukan dengan metode destilasi air dan didapatkan rendemen sebanyak 0,301 %. Minyak atsiri biji pala dianalisis dengan GC-MS dan diuji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococus aureus. Analisis GC-MS bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia. Hasil GC-MS diambil 5 senyawa yang mempunyai peak paling tinggi atau yang dominan. Senyawa tersebut yaitu γ-terpinene, 3-cyclohexene-1-ol,4-metthyl-1-(1-methylethyl), safrol, Miristisin, metil ester. Minyak atsiri biji pala diujikan terhadap bakteri Escherichia coli dan Stapylococus aureus dengan metode difusi dan dilusi. Hasil uji dengan metode dilusi tidak dapat ditentukan KHM dan KBM dikarenakan pelarut yang kurang cocok. Hasil uji difusi termasuk dalam kategori lemah untuk bakteri E. coli dan termasuk kategori kuat untuk bakteri S. aureus. Kata kunci : antibakteri, biji pala,GC-MS, senyawa.
RELATIVE PERCENT DIFFERENCE (RPD) SEBAGAI JAMINAN MUTU OPTIMASI ALAT GCMS APLIKASI SENYAWA KHAS PADA BERBAGAI MINYAK ATSIRI Yusuf Habibi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.418 KB)

Abstract

Laboratorium berbasis kimia yang memiliki alat GCMS untuk praktikum atau pengujian pasti memiliki metoda optimasi untuk membaca sampel. Salah satu sampel yang diuji dengan menggunakan alat GCMS adalah minyak atsiri. Sedang dalam minyak atsiri sendiri memiliki jenis yang banyak sesuai tanamannya. Penelitian dilakukan supaya laboratorium memiliki standar optimasi alat GCMS untuk berbagai minyak atsiri. Telah dilakukan penelitian RPD sebagai jaminan mutu optimasi alat GCMS aplikasi senyawa khas pada berbagai minyak atsiri. Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang variasi optimasi alat GCMS terhadap kadar 1,8-Cineol dalam minyak kayu putih diperoleh optimasi yang sesuai yaitu suhu injektor dan detektor 200 C, suhu interface 300 C, suhu kolom 60 – 300 C dengan kenaikan 10 C/menit, tekanan 20 kPa, dan laju alir kolom 0,5 ml/mnt. Optimasi ini diaplikasikan pada minyak atsiri lain seperti minyak nilam, minyak jahe, dan minyak cengkeh. Seperti diketahui senyawa khas yang dimiliki  masing-masing adalah patchouli alkohol, zingiberen, dan eugenol. Dengan pembacaan sebanyak 2 kali didapatkan kadar patchouli alcohol dari minyak nilam 59% dengan RPD 2,55%; kadar zingiberen dari minyak jahe 19,32% dengan RPD 8,41%; dan kadar eugenol dari minyak cengkeh 45,89% dengan RPD 3,64%. Nilai RPD kurang dari 10% menunjukkan bahwa optimasi alat GCMS teliti dan bisa berlaku pada berbagai minyak atsiri.  Kata kunci: minyak atsiri, optimasi GCMS, Relatif Percent Different (RPD) 
AKUISISI DATA SINYAL ECG DAN PULSE OXSIMETRY ( SPO2 ) MENGGUNAKAN BIOMEDICAL MEASUREMENT KL.710 Sumber Sumber; Abd Kholiq
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.465 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi peralatan medis yang semakin cepatdi masyarakat membuat system perawatan kesehatan menjadi lebih baik dan profesional..Penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian. Lebih dari 30 % dari total penduduk dunia pada tahun 2008. Sinyal ECG dan SPO2 menggunakan biomedical measurement KL-710, KL 710 disetting pada frekuensi sampling 1000 Hz. Dengan nilai bit per menit sinyal ECG dan SPO2 yang tidak lebih dari 120 peak per menit, maka frekuensi sampling 1000 Hzdirasa cukup untuk mendapatkan sinyal sadapan yang diinginkan. Periode elektrokardiogram pada pria menunjukkan rata-rata 1 detik periode ini turun sebesar 0,06 detik dibandingkan dengan periode wanita yang menghasilkan periode 0,94 detik. Dengan penurunan ini belum menunjukkan bahwa terjadi pergeseran nilai pada puncak SPO2 nya. Dengan pergeseran nilai periode pada pria dan perempuan. Maka nilai bit per menit untuk pengukuran elektrokardiogramnya bergeser senilai 4. Hal ini disebabkan ritme SPO2 walaupun secara teori memiliki puncak yang sama dengan Beat per menit tetapi pada kenyataannya terdapat perbedaan 2 sampai 3 puncak per menit. Kata kunci: ECG, HRV, PRV, SPO2
RANCANG BANGUN RELE ARUS LEBIH BERBASIS MONITORING INTERNET OF THINGS (IOT) DAN ARDUINO SEBAGAI PROTEKSI ELEKTRONIK 1 FASA Verdiano Frandhiyawan; Istiyo Winarno; Daeng Rahmatullah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.326 KB)

Abstract

Kebutuhan pemenuhan daya listrik yang sering digunakan sehari-hari salah satunya adalah perlunya proteksi keamanan gangguan arus lebih pada sistem tenaga listrik menggunakan Mini Circuit Braker. Dalam menyelesaikan permasalahan digunkan kurva Standart Inverse, Very Inverse dan Extremely Inverse untuk menentukan kapasitas kecepatan rele dengan menseting arus yang masuk pada peralatan rancang bangun Over Current Relay. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan dan pengujian keseluruhan hardware rancang bangun rele arus lebih berbasis monitoring Internet of Things (IoT) dan arduino sebagai proteksi elektronik 1 fasa. Pengujian pada penelitian ini menggunakan software arduino IDE yang membantu fungsi dan pengoperasian komponen lainnya, menggantikan kinerja sistem Mini Circuit Braker buatan pabrik. Pengujian arus diseting sebesar 1 Ampere hingga 4 Ampere dengan Time Multiplier Setting (TMS) 0,09 pada Standart Inverse, Very Inverse dan Extremely Inverse. Pada Standart Inverse, pengujian real arus gangguan sebesar 1 Ampere dengan waktu operasi rele trip adalah 542 milisecond, Very Inverse rele trip 563 milisecond dan 804 milisecond untuk Extremely Inverse. Saat arus gangguan sebesar 4 Ampere rele trip sebesar 257 milisecond untuk Standart Inverse, Very Inverse sebesar 122 milisecond dan 060 milisecond untuk Extremely Inverse. Pada hasil pengujian dan data dapat disimpulkan kinerja operasi rele arus lebih telah bekerja sesuai kurva karakteristik Inverse IEC 60255. Sehingga semua peralatan elektronik yang digunakan bisa di antisipasi lebih cukup baik agar tidak rusak.Kata kunci : ACS712, Internet of Things, Over Current Relay Karakteristik Inverse, ZMPT101B. 
PENERAPAN METODE GROUP TECHNOLOGY UNTUK MEMINIMASI JARAK MATERIAL HANDLING PADA PT. PQR Isharyanti Putri Pratiwi; Rahmaniyah Dwi Astuti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.138 KB)

Abstract

Semakin optimal suatu sistem pada tingkat produksi, pemindahan material berada pada tingkat yang lebih minimal dan produktivitas tentu lebih besar dari sistem produksi yang belum optimal. PT PQR adalah perusahaan di bidang garmen, untuk meningkatkan produktivitas perlu dilakukan perbaikan tata letak. Pengaturan tata letak yang tidak benar dapat menyebabkan peningkatan jarak pergerakan material yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas produksi yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah tata letak yang digunakan saat ini efektif dan bagaimana membuat perbaikan tata letak untuk meminimalkan jarak pemindahan material. Perbaikan pada tata letak fasilitas dilakukan dengan model Group Technology untuk mengelompokkan komponen(Part Family) dengan kesamaan proses produksi atau mesin yang digunakan. Ada dua alternatif tata letak Grup Technology yang diusulkan. Alternatif 2 dipilih karena telah menurunkan jarak untuk pemindahan material hingga 13,76%. Kata kunci : Perancangan Tata Letak Fasilitas, Group Technology, Rank Order Clustering, Material Handling
MENINGKATKAN KETANGGUHAN C-Mn STEEL BUATAN DALAM NEGERI Padang Yanuar; Iman Mujiarto; Yoeli Janto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.591 KB)

Abstract

Perlakuan panas adalah proses memanaskan dan mendinginkan logam untuk mendapatkan sifat khas yang diinginkan, salah satunya adalah sifat ketangguhan. Ketangguhan adalah kombinasi antara kekuatan dan kekerasan, salah satu hasil baja perlakuan panas adalah baja tangguh yang digunakan pada alat berat, komponen kendaraan tempur dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan dan mengevaluasi perubahan karakterisasi C-Mn Steel buatan dalam negeri. Metode penelitian adalah melakukan austenitisasi C-Mn buatan dalam negeri pada temperatur tertentu dengan holding time dilanjutkan proses quenching di media air, tempering pada temperatur tertentu dan holding, kemudian diakhiri dengan pendinginan udara atmosfir. Setelah kedua perlakuan panas ini dihasilkan ketangguhan yang meningkat. Observasi yang dilakukan adalah metalografi, kekerasan dan uji takik (impact testes) untuk melihat berturut-turut struktur mikro, angka kekerasan dan energi yang diserap. Observasi dilakukan terhadap benda kerja kondisi normal dan setelah proses perlakuan panas. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan nilai kekerasan 220 BHN dan nilai ketangguhan sebesar 1 Joule setelah dilakukan proses quenched and tempered steel.Kata kunci: C-Mn Steel, hardness, quenching, tempering, toughness
PENINGKATAN LAJU INFILTRASI DAN KESUBURAN LAHAN DENGAN METODE BIOSOILDAM PADA LAPISAN TANAH KERAS DAN TANDUS Nugroho Widiasmadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.358 KB)

Abstract

Tujuan riset ini adalah untuk meningkatkan laju infiltrasi pada lahan tandus dan keras (bekas tambang) dengan melibatkan Microba Alfaafa (MA-11) melalui teknologi Biosoildam. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2017 di Pulau Lumba Kepulauan Riau.  Alat yang digunakan adalah Double Ring Infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi pada tiga jarak radial dari pusat lubang microba (Biohole), Pengukur kandungan garam elektrolit sebagai indikasi kesuburan tanah menggunakan Electrolit Conductifity., serta penggunaan PH meter sebagai pengukur derajad keasaman tanah. Perhitungan infiltrasi dilakukan tiap 5 menit dan diamati setiap 15 hari sekali selama 45 hari. Hasilnya dengan mikroba laju infiltrasi antara 21.7 cm/jam-34,2 cm/jam, kesuburan antara 580 uS/cm – 675 uS/cm, PH antara 6- 6,5. Sedangkan tanpa mikroba laju infiltrasi antara 20,9 cm/jam -22,0 cm/jam , kesuburan antara 91 uS/cm – 100 uS/cm , dengan PH 5,7 – 6.Kata Kunci : laju infiltrasi , biosoildam, lahan, mikroba alfaafa, kesuburan, keasaman
PEMILIHAN TEKNOLOGI WASTE TO ENERGY UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (STUDI KASUS: TPA MOJOREJO KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH) Afrizal Abdi Musyafiq; Budi Nur Cahyo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.683 KB)

Abstract

Pemilihan teknologi yang tepat dalam analisa kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan agar sistem dapat berjalan sesuai dengan karakteristik sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus di TPA Mojorejo Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas sampah yang masuk ke TPA Mojorejo dari beberapa sumber timbulan sampah yang sudah terlayani seiap harinya dan melakukan tinjauan tentang kelayakan teknologi PLTSa yang akan dipilih dengan metode Grid Analysis (GA) dan dapat diaplikasikan di TPA Mojorejo. Metode penelitian ini adalah pemilihan sampel sampah dilakukan secara acak. Sampel sampah yag dipilih dari jumlah masuk ke TPA Mojorejo setiap bulannya diproses untuk dilakukan pemilahan sampah berdasarkan karakteristiknya. Hasil pemilahan sampel sampah berupa sampah bakar dan tidak bakar. Pemilihan teknologi dilakukan dengan metode GA. Faktor-faktor yang disajikan dalam pertimbangan pemilihan teknologi PLTSa di TPA Mojorejo adalah kapasitas sampah masuk, ketersediaan teknologi, luas area TPA, efisiensi proses, dan reduksi volume sampah. Teknologi yang dijadikan pilihan adalah pirolisis/gasifikasi; insenerator; hidrotermal; anaerobic digestion; dan landfill. Hasil pengambilan keputusan dalam pemilihan teknologi waste to energy untuk PLTSa di TPA Mojorejo adalah teknologi hidrotermal. Kata kunci : Grid Analysis, Pemilihan Teknologi, PLTSa, TPA Mojorejo, waste to energy
STUDI EKSPERIMEN STRUKTUR ANTAR MUKA ALIRAN STRATIFIED PADA ALIRAN DUA FASA ADIABATIS SEARAH BERDASAR NILAI BEDA TEKANAN Rianto Wibowo; Akhmad Zidni Hudaya; Masruki Kabib
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.812 KB)

Abstract

Keakuratan perhitungan rekayasa untuk aliran dua fasa sangat tergantung dari model dan karakteristik spesifik dari peta pola aliran tersebut, sehingga penentuan penentuan pola-pola aliran dan sub-sub pola aliran menjadi sangat penting.Pada tataran aplikasi, pengkajian pola aliranstratifiedmenggunakan metode analisis statistik dengan fluktuasi tekanan sangat cocok diaplikasikan pada industri karena tidak ada persyaratan untuk bahan pipa, khususnya dimana sensor tekanan akan dipasang. Hal ini juga akan menghapus segala keterbatasan pengkajian pola aliranstratified dengan menggunakan metode konduktansi. Tujuan dari studi ini adalah mengklasifikasisub-sub pola aliran stratified air-udara pada pipa horizontal berdasarkan hasil pengukuran sinyal keluaran sensor tekanan. Metodologi yang digunakan adalah kaji eksperimental visualisasi dan pengukuran fluktuasi beda tekanan. Pipa acrylic transparan dengan diameter dalam 26 mm dan panjang 10 m digunakan agar sub-sub pola aliran stratifieddapat diamati secara visual menggunakan kamera video kecepatan tinggi. Untuk mengukur fluktuasi beda tekanan dilakukan dengan pengukuran tekanandiferensial pada seksi uji dengan posisi tap 180 D dan 210 D.  Hasil penelitian menunjukan visualisasi sub-sub pola aliran stratified yang diamati masih cukup sulit dideteksi jikahanya dengan kehadiran fluktuasi beda tekanan saja. Kata kunci: Aliran stratified, pengukuran tekanan, sub-sub pola aliran, visualisasi
IMPLEMENTASI SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATAN PRODUKTIVITAS OB. Bayu Sinatra; Narto Narto; Lukmandono Lukmandono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 8 2017
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.821 KB)

Abstract

Era pasar global menuntut setiap pelaku industri berlomba untuk menyediakan produk yang berkulitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi defect dengan pendekatan six sigma. Metode Six sigma merupakan suatu sistem yang komperhensif dan fleksibel untuk melakukan proses perbaikan yang berkesinambungan. PT. “Z” memproduksi kemasan-kemasan dengan jenis aliran flow shop, yang pada umumnya kemasan yang dicetak melalui urutan proses dan urutan mesin yang hampir sama. Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki proses sekaligus mengurangi cacat produk sehingga diharapkan ada peningkatan dan perbaikan produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada baseline kinerjanya ditemukan cacat sebanyak 13.958.703 pcs dalam pemakaian kertas 354.795.081 lembar. Kecacatan produk yang paling tinggi yaitu pada jenis cacat sobek sebesar 20,7%, cacat miring 20,6%, cacat buram 20,3%, cacat kotor 19,4% dan cacat terlipat 19,1%. terdapat 4 macam potential cause pada jenis kecacatan sobek yang harus diperbaiki untuk mengurangi defect, sehingga produktivitas dapat ditingkatkan.Kata kunci: Defect, DMAIC, FMEA, Produktivitas, Six Sigma.

Page 99 of 140 | Total Record : 1394