cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
STUDI APLIKASI DAN PEMASYARAKATAN SISTEM REFRIGERASI ABSORPSI PADA SEKTOR INDUSTRI PROSES Hariyotejo Pujowidodo; Bambang Teguh Prasetyo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir sebagian besar gedung perkantoran maupun di industri proses petrokimia/consumer goods, beban konsumsi energi listrik terbesar berasal dari pemakaian untuk pendinginan/pengkondisi udara (AC). Teknologi sistem refrigerasi absorpsi memberikan peluang penghematan energi listrik dan konservasi lingkungan melalui penggunaan energi sumber panas (termal) yang berasal dari energi panas buang (waste heat energy) dan medium refrigeran air. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peluang pemanfaatan energi limbah panas di industri proses sebagai rekomendasi untuk mendukung langkah pengembangan program kegiatan Rancang Bangun Sistem Refrigerasi Absorpsi. Kegiatan dilaksanakan menurut metode pengumpulan data kuesioner tentang informasi potensi panas buang, kebutuhan pendingin dan prospek implementasi/kerjasama serta kegiatan survei observasi di industrI proses calon mitra dengan melakukan presentasi/sosialisasi dan diskusi teknis dengan narasumber. Hasil studi memberikan data dan informasi bahwa sumber energi limbah panas pada industri proses terdiri dari fluida gas pembakaran, steam dan air sisa proses; yang memiliki potensi pemanfaatan untuk refrigerasi Absorpsi lebih dari 60 kW pada industri petrokimia dengan potensi kapasitas limbah panas lebih dari 2 TPH dan temperatur 200 oC.Kata kunci: limbah termal, konservasi lingkungan, penghematan energi, refrigerasi, absorpsi
BEHAVIORAL DETERMINANTS WORKERS IN THE USE OF PPE BASED ON HAZARD ASSESSMENT IN FOUNDRY COMPANY CEPER KLATEN Ireng Sigit Atmanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Foundry industry is an industry body to process ore into finished metal. In Klaten Ceper foundry in this work with the iron foundry casting temperature reaches 1600 ° C. In this industry most workers are not using personal protective equipment in the working environment although there are threats of environmental hazards such as high temperature, infrared radiation, hot metal splash, dust from burning, electric induction, and bits of metal materials. This study is an exploratory qualitative research with respondents eight people consisting of seven people working at the foundry and one person working on finishing division. Collecting data through direct observation by checklist and in-depth interviews using questionnaires. The results of this study indicate that the practice of the use of PPE at foundry industry can not be implemented. Based on in-depth interviews obtained information that factors into the determinants of workers not using PPE is the physical work environment factors and management who have not applied the system of occupational safety and health. Advised the company to prepare regulations, require the use of PPE and provide opportunities for workers to follow safety and health training, and creating a comfortable working environment. PPE need to be designed for metal foundry in the tropics thus providing convenience for its users but still meet the standards of occupational safety and health. Keywords: Behavior, PPE, Hazard Assessment, Metal Casting
STUDI EKSPERIMENTAL KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR ALIRAN GELEMBUNG UDARA-AIR SEARAH DALAM PIPA KOIL HELIK VERTIKAL Wandi Arnandi; Samsul Kamal
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan kecepatan superfisial air dan udara terhadap koefisien perpindahan kalor aliran gelembung udara-air searah dalam pipa koil helik vertikal. Seksi uji berupa penukar kalor pipa koil helik jenis shell and tube aliran berlawanan arah. Air panas dialirkan dibagian shell dan campuran air dan udara pada pola aliran gelembung dialirkan dibagian tube. Pipa koil dibuat dari pipa tembaga berdiameter dalam 7,02 mm, panjang 1700 mm, diameter koil 150 mm, jarak koil 30 dan 50 mm . Kecepatan superfisial air divariasi 0,302 m/s dan 0,388 m/s, dan kecepatan superfisial udara 0 – 0,0694 m/s. Laju aliran massa air panas dipertahankan konstan pada 0,05 kg/s dan temperatur masuk 40oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien perpindahan kalor naik dengan bertambahnya kecepatan superfisial air dan udara dan turun dengan bertambahnya jarak koil.Kata kunci : Koefisien perpindahan kalor, aliran gelembung udara-air, pipa koil helik
VISUALISASI MANAJEMEN DATA LABORATORIUM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR POLINES BERBASIS WEB Margana, .
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visualisasi (Inggris: visualization) adalah rekayasa dalam pembuatan gambar, diagram atau animasi untuk penampilan suatu informasi. Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Sedangkan manajemen data adalah proses pengelolaan data sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya untuk umum (Djoko Kartono,2009).Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengembangkan sistem informasi yang ditampilkan secara visual, baik dalam dua maupun tiga dimensi, sedangkan data atau informasi disimpan dalam server sehingga data tersebut sewaktu-waktu bisa diubah atau ditambah, kegiatan ini disebut pemeliharaan data.Metode yang dikaji dalam penelitian ini adalah perancangan visualisasi manajemen data pembangkit listrik tenaga air polines berbasis Web yang dapat memberikan kemudahan pengaksesan informasi yang ada di jaringan internet dengan menggunakan teknologi informasi yang ada.Dalam penelitian ini bahan yang diperlukan adalah data atribut dan data spasial laboratorium. Data spasial berupa gambar visual ruang tiga dimensi yang dibuat dengan menggunakan program ArchiCAD 10 selanjutnya dikonversi dalam format movie dan diproses dengan makromedia flash 8 dieksport menjadi flash.swf. Data atribut diperoleh dengan mengambil gambar peralatan menggunakan format JPEG dan formulir ataupun buku yang ada. Kedua jenis data tersebut disimpan dalam basis data menggunakan MySQL, Sedangkan bahasa pemrograman menggunakan PHP.Hasil penelitian menunjukkan sistem yang dirancang dapat memberikan gambaran secara visual peralatan dan ruang yang ada di Laboratorium pembangkit listrik tenaga air Polines berbasis web. Selain itu , tersedia fasilitas pengelolaan data laboratorium Konversi Energi. Teknologi berbasis web pada penelitian ini memungkinkan pembentukan maupun pemeliharaan basis data laboratorium di lapangan.Kata kunci: basis data, sistem informasi, visualisasi, web
EFISIENSI PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA LAMPU PENERANGAN Iman Setiono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, dengan banyak diciptakan peralatan kerja yang banyak menggunakan energy listrik, ternyata menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan konsumsi energy listrik di berbagai sektor kehidupan. Makin banyak peralatan yang di produksi, semakin tinggi pula pemakaian energy listrik yang digunakan, bahkan lebih cenderung ke pola konsumerisme. Tingkat komsumerisme yang tinggi ini membayangi akan munculnya krisis energy listrik di kemudian hari. Agar terhindar dari krisis energy listrik, maka upaya penghematan pemakaian energy listrik perlu digalakan. Salah satu cara adalah dengan menciptakan peralatan yang hemat pemakaian energy listriknya tetapi dapat menghasilkan keluaran yang maksimal. Sebagai salah satu contohnya adalah lampu penerangan hemat energy.Lampu merupakan peralatan penting yang sangat dibutuhkan pada berbagai sektor kehidupan yang dapat mencapai 100 % , artinya semua orang menggunakan. Sehubungan dengn hal tersebut maka penelitian tentang tingkat effisiensi pemakaian energy listrik pada lampu penerangan ini dilakukan. Sampel penelitian diambil dari lima merek lampu yang ada dipasaran dengan berbagai daya yang masing –masing merek ada yang mewakili. Dari hasil analisa data , tingkat penghematan energy listrik yang dapat dicapai adalah sampai 500 %, bila dibandingkan dengan lampu pijar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa : lampu hemat energy hanya menggunakan energy listrik sebesar seperlima dari lampu pijar , tetapi dapat menghasilkan tingkat kecahayaan yang sama dengan lampu pijar pada daya yang lima kali lebih tinggi.Kata kunci : Lampu penerangan ; penghematan pemakaian energy listrik.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PRODUK HASIL PROSES MICRO FORGING PADA MATERIAL ALUMINIUM, DENGAN SISTEM CLOSED DIE FORGING PADA KONDISI COLD DAN HOT WORKING SECARA EKSPERIMENTAL DAN ANALISA DENGAN FEM Norman Iskandar; . Rusnaldy; Ismoyo Haryanto; . Paryanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, komponen yang berskala kecil-micro semakin luas digunakan. Hal ini menjadikan tantangan baru, karena ternyata karakteristik dasar maupun prosesnya tidaklah sama ketika suatu material dibuat dalam bentuk yang sama namun dimensi ukurannya berbeda. Hal-hal yang kadang tidak signifikan dalam pembuatan  produk berdimensi besar, ternyata sangat signifikan pada produk yang dibuat dalam dimensi mini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakteristik dari produk yang terbuat dari material aluminium murni guna pembuatan komponen micro dengan menggunakan proses forging, sistem closed die forging yang dikerjakan pada kondisi Cold workong dan Hot working. Kondisi cold working  dalam temperatur ruangan 20oC  sedangkan kondisi hotworking pada temperatur 200oC dan dengan menggunakan variasi pembebanan 75N,85N, 95N, 105N, 115N, 125N. Serta set up ketinggian jatuh beban setinggi 25mm. Penelitian dilakukan dengan cara eksperimen dan dengan penggunaan Software berbasis FEM Deform 2D. Kata kunci: micro forging, aluminium, closed die, FEM
PENERAPAN FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MEMPERTAHANKAN KESETABILAN SISTEM AKIBAT PERUBAHAN DEADTIME PADA SISTEM KONTROL PROSES DENGAN DEADTIME Mukhtar Hanafi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deadtime akan terjadi pada proses atau plant yang membutuhkan jeda waktu bagi sensor untuk mendeteksi terjadinya error, dan ini berpengaruh pada kecepatan kontroler untuk meresponnya. Jika deadtime yang terjadi lama atau berubah ubah, maka akan berpengaruh pada kesetabilan atau performa sistem kontrol secara keseluruhan. Metode kontrol PID (Proporsional-Integral-Derevatif) merupakan metode kontrol yang banyak diterapkan pada sistem kontrol yang memiliki deadtime ini. Untuk mendapatkan respon sistem yang baik atau setabil, pada kontroler ini diperlukan penalaan atau tuning untuk mendapatkan parameter pengontrolan yang tepat. Pada sistem kontrol dengan deadtime, penalaan harus dilakukan pada plant dengan menentukan parameter deadtime-nya lebih dahulu. Jika terjadi perubahan pada parameter deadtime diluar toleransi yang diijinkan, maka harus dilakukan penalaan ulang untuk mepertahankan kesetabilan sistem, dan ini membutuhkan waktu dan keahlian tertentu. Fuzzy Logic Controller (FLC) menawarkan metode pengontrolan yang berbeda. Dengan basis pengetahuan yang dimiliki, sistem kontrol fuzzy mampu menyesuaikan perubahan parameter akibat keidaklineran dan ketidakpastian sistem. Simulasi menggunakan matlab dilakukan pada penelitian ini untuk mengetahui unjuk kerja dari sistem kontrol FLC dan PID pada plant atau proses dengan deadtime. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan load atau disturbance yang diujikan, kontroler FLC mampu mempertahankan kesetabilan sistem untuk berbagai perubahan waktu tunda.Kata kunci: deadtime, FLC, kesetabilan, basis pengetahuan
ANALISIS KEGAGALAN PISTON SEPEDA MOTOR BENSIN 110 cc Sri Nugroho; Azis Purwanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piston merupakan salah satu komponen sepeda motor yang berkerja pada tekanan dan temperatur tinggi sehingga rentan terhadap kegagalan. Piston ini telah dipakai selama 8 tahun dan menempuh jarak tempuh rata-rata 100 km per hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kegagalan sebuah piston sepeda motor bensin 110 cc. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengamatan visual, pengujian komposisi kimia, kekerasan dan struktur mikro terhadap piston gagal dan piston yang masih baru. Dari hasil pengamatan visual ditemukan piston gagal di bagian crown. Hasil uji komposisi kimia kedua piston tersebut masuk pada paduan Al-Si-Cu-Mg dengan seri AA336.0 dan tidak mengalami perubahan selama pemakaian. Pengujian struktur mikro terlihat presipitat sudah tersebar merata di seluruh matrik α-Al dan sudah berada pada fasa θ sehingga berpengaruh terhadap sifat mekaniknya. Nilai kekerasan bagian crown piston gagal bila dibandingkan dengan piston baru mengalami penurunan menjadi 46,5 dan 51 HRB masing-masing pada bagian tengah dan pinggirnya. Adanya distribusi kekerasan pada piston gagal menunjukkan bagian tengah crown piston terpajan pada temperatur yang lebih tinggi daripada pinggirnya, berbeda dengan piston baru yang distribusi kekerasannya relatif homogen dengan kekerasan rata-rata 74 HRB. Pada bagian skirt, distribusi kekerasan antara piston baru dan gagal relatif homogen, dan tidak terlalu mengalami penurunan kekerasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan piston sepeda motor 110 cc terjadi karena fenomena overaging pada bagian crown piston.Kata kunci: piston, paduan Al-Si-Cu-Mg, crown, skirt, matrik α-Al, fasa θ
UPAYA PENINGKATAN KINERJA MELALUI PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA GUNA MENGURANGI NON VALUE ADDED ACTIVITIES Novi Marlyana Marlyana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-value added activities (aktivitas yang tidak bernilai tambah) atau dikenal juga dengan pemborosan dapat dikenali melalui beberapa aktivitas, yaitu: produksi yang berlebih (over production), gerakan yang tidak dibutuhkan (motion), persediaan berlebihan (inventory), transportasi (transportation), menunggu (waiting), dan cacat (defect). Dalam Lean Six Sigma dilakukan suatu  pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktifitas - aktifitas yang tidak bernilai tambah tersebut  melalui peningkatan terus menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam (six) sigma. Sebagai contoh pada suatu kasus dalam proses produksi di PT X, sebuah perusahaan produsen minuman dalam kemasan, ditemukan adanya cacat produk. Cacat produk tersebut menjadi salah satu bagian dari waste proses produksi yang relatif tinggi sebagai indikator adanya ketidakefisienan mesin. Besaran cacat mencapai 41,46% dari total produksi. Maka dalam hal ini dilakukan upaya peningkatan kinerja proses dan kualitas produk melalui pengurangan atau penghilangan waste yang ada. Dengan menggunakan metode Lean Six Sigma diperoleh peningkatan kinerja menjadi 52,88% dan tingkat sigma yang dicapai oleh perusahaan adalah 4,98. Dengan adanya peningkatan kinerja maka diharapkan kegiatan proses produksi dapat berjalan dengan efektif, biaya menjadi lebih efisien, serta energi pun dapat digunakan secara optimal. Kata kunci: Kinerja, Lean Six Sigma, Non Value Added Activities, Waste
PENENTUAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK KERJA YANG OPTIMAL MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN ANFIS (ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM) Ratih Setyaningrum; M Khoirun Nadjmudin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri mempunyai potensi besar dalam menekan angka pengangguran di Indonesia. Sebagian besar masyarakat bekerja di industri besar maupun kecil. Pertumbuhan perekonomian di Indonesia didominasi oleh kegiatan industri lokal, oleh sebab itu industri lokal harus dikembangkan agar mampu bersaing di era globalisasi. Namun kebanyakan industri belum memperhatikan lingkungan kerja sehingga kesehatan dan keselamatan pekerja nyaris terabaikan. Pekerja sering mengeluh nyeri/sakit saat bekerja atau sesudah bekerja. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi lingkungan fisik kerja yang berpengaruh terhadap kinerja manusia. Penelitian diawali dengan membandingkan melakukan percobaan lingkungan fisik kerja di laboratorium ergonomi, Fakultas Teknik, Universitas Dian Nuswantoro. Lingkungan fisik yang diuji meliputi temperatur, kebisingan, pencahayaan, dan vibrasi / getaran. Data lingkungan fisik digunakan sebagai input dalam proses pembelajaran dan pelatihan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System menggunakan algoritma subtractive clustering dan algoritma pembelajaran hybrid. Data pelatihan sebanyak 81 data, data testing sebanyak 81 data dan data checking sebanyak 81 data. Adaptive Neuro-Fuzzy Infenrence System mampu melakukan pembelajaran/pelatihan dengan hasil galat pembelajaran sebesar 0,0157, dengan range of influence sebesar 0,3 dan epoch sebesar 30.Tingkat keberhasilan mendekati target mencapai 98%.Kata Kunci : Lingkungan Fisik, Optimal, ANFIS.

Page 15 of 140 | Total Record : 1394