cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENGEMBANGAN PROSES MULTI MATERIAL DEPOSITION INDIRECT SINTERING (MMD-Is) UNTUK SERBUK Cu Mohammad Nurhilal; Susilo Adi Widyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan pengembangan pembuatan produk multi material masih dilakukan untuk menghasilkan produk yang optimal. MMD-Is memiliki kemampuan dalam membuat produk multi material yang tersusun dalam formasi blok, dengan metode MMD-Is berbagai karakteristik produk multi material dapat dibuat. Penelitian pengembangan proses multi material indirect sintering dilakukan untuk untuk menentukan prosedur proses MMD-Is melalui rancang bangun konstruksi built part, menentukan variasi parameter mampu alir (luasan efektif lubang nosel D/d, putaran ulir pengumpan), variasi parameter deposisi (scanning gap, deposition gap, feeding speed ). Hasil penelitian menunjukan bahwa rancang bangun built part dapat membuat produk dari  serbuk tembaga dan besi cor. Mampu alir serbuk besi cor 100-75 μm hampir sama dengan aliran serbuk 100-150 μm, rasio diameter nosel dan ulir pengumpan (D/d = 1,6) menghasilkan aliran yang optimal, semakin tinggi putaran ulir pengumpan semakin tinggi kapasitas aliran serbuk. Akurasi dimensi produk dihasilkan pada harga scanning gap = 1,5 mm, deposition gap = 1 mm , dan feeding speed = 3 mm/dtk. Kata kunci: MMD-Is, mampu alir, akurasi dimensi produk
UNJUKKERJA TURBIN AIR MIKRO ALIRAN SILANG TERHADAP VARIASI SUDUT SUDU JALAN (RUNNER) PADA DEBIT KONSTAN UNTUK PLTMH Yusuf Dewantoro Herlambang; Gatot Suwoto; Bono .
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan eksperimental turbin air mikro aliran silang dengan variasi sudut sudu adalah menyelidiki pengaruh variasi sudut sudu jalan (runner) pada turbin air mikro aliran silang terhadap unjukkerja turbin pada debit konstan dan sekaligus instalasi turbin mikro aliran silang tersebut untuk proses pengujian, sehingga dapat diketahui kinerja dan karakteristik dari masing-masing runner turbin dengan sudut sudu yang bervariasi. Variasi itu sendiri terdiri dari turbin dengan sudut sudu (β) masing-masing adalah 250, 300, 350, dan 400. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah perancangan dan pembuatan (installing dan assembling), pengujian alat, serta analisis. Turbin mikro aliran silang dengan variasi sudut sudu jalan ini memiliki dimensi yaitu diameter luar (D1) 135 mm, diameter dalam (D2) 90 mm, diameter poros (dp) 19 mm dan panjang sudu 76 mm. Instalasi pada turbin mikro aliran silang tersebut terdiri dari empat komponen utama yaitu air sebagai sumber energi, turbin, generator, dan sistem perpipaan. Dalam pengujian, besar debit aliran fluida yang digunakan untuk memutarkan turbin mikro aliran silang diatur dengan penggunaan variasi bukaan katup hingga didapatkan data pengujian yaitu beda tekanan pada venturi, temperatur air, tekanan masuk turbin, tekanan keluar turbin, torsi, putaran, tegangan dan arus yang dihasikan generator. Hasil penelitian diperoleh kinerja dari turbin air mikro aliran silang dengan sudut sudu (β) 300 memiliki efisiensi turbin yang optimum pada debit konstan 0,00423 m3/s yaitu 70,527% pada pada putaran 824 rpm saat pembebanan 725 Watt. Sementara efisiensi maksimum turbin dengan sudut sudu 250, 350, dan 400 berturut-turut adalah 66,126%, 64,002%, dan 66,904%.Kata kunci : turbin air mikro aliran silang, sudut runner, unjukkerjaPendahuluanPotensi mikrohidro di Indonesia diperkirakan sebesar 500 MW, sementara yang telah
PENINGKATAN EFISIENSI MODUL SURYA 50 WP DENGAN PENAMBAHAN REFLEKTOR . Muchammad; Hendri Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi energi cahaya matahari sebagai sumber energi terbarukan banyak tersedia di alam. Oleh karena itu, sejak diciptakan sebuah teknologi yang dapat mengkonversikan cahaya matahari menjadi energi listrik yang dinamakan sel surya, maka harapan pada pengembangan teknologi ini menjadi sangat besar. Tetapi pada kenyataannya, efisiensi dari sel surya yang ada saat ini masih rendah.Pada penelitian ini, digunakan 2 buah cermin datar sebagai reflektor yang dipasang di sisi kanan dan kiri dari modul surya dengan tujuan agar memaksimalkan intensitas pancaran matahari, sehingga perolehan daya pada modul surya dapat meningkat dan efisiensinya diharapkan meningkat pula. Pengukuran modul surya dilakukan pada posisi normal dengan bumi dengan mengatur sudut reflektor sebesar 50, 60, 70 dan 80 derajat.Pada pengujian modul surya 50 WP ini, efisiensi sangat bergantung pada iradiasi, arus hubung singkat dan tegangan rangkaian terbuka.Kata kunci: energi, reflektor, modul surya, efisiensi.
KARAKTERISASI MATERIAL REFRAKTORI BASA BERBAHAN DASAR MAGNESIA (MgO) GUNA LINING TUNGKU INDUKSI PENGECORAN BAJA DI PT X KLATEN Sri Nugroho; Yusuf Umardhani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian karakterisasi refraktori ini dilakukan terhadap gabungan material yang terdiri dari agregat besar dan kecil yang digunakan untuk tungku induksi peleburan baja PT X Klaten. Material tersebut dicetak dengan tekanan 240 MPa dengan diameter cetakan 17,8 mm dan tinggi 50 mm. Proses pembuatan spesimen melalui proses sintering dengan variasi temperatur 12000C, 12500C, 13000C, 13500C, 14000C, dan 14500C dan waktu penahanan 2 jam. Sedangkan laju kenaikan temperatur/heating rate yaitu 100C/menit dan laju pendinginan/cooling rate sebesar 200C/menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan ukuran butir dengan cara pengayakan/meshing, komposisi kimia dari senyawa penyusun refraktori dengan XRD (X-Ray Diffraction), densitas dan porositas yang merupakan sifat fisis dari refraktori. Hasil yang didapat untuk material refraktori yang agregat besar memiliki ukuran butir lebih besar dari 0,150 mm sedangkan agregat kecil berukuran lebih kecil dari 0,150mm. Komposisi kimia utama penyusun material refraktori adalah magnesia (MgO) dengan fraksi berat ~95%. 12000C, 12500C, 13000C, 13500C, 14000C dan 14500C diperoleh nilai densitas yaitu 3,04 g/cm3, 3.05g/cm3, 3,07 g/cm3, 3.08 g/cm3, 3,11 g/cm3 , 3.12 g/cm3 Secara teori, nilai densitas untuk refraktori magnesia adalah 3,58 g/cm3. Dan untuk porositasnya bernilai 15.7%, 12.9%, 12.4%, 11.6%, 9.2%, 6.8%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya temperatur sintering akan berpengaruh terhadap kenaikan densitas dan menurunkan porositas dari refraktori.Kata kunci : refraktori, magnesia (MgO), sintering, XRD, densitas, porositas
SIFAT FISIK DAN MEKANIK KOMPOSIT SEMEN-CaCl2-AREN DENGAN VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN Dikdo Kus Indarto; Dody Ariawan; WR Wijang
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to investigate bending strength values of arengata-cement composite that based on variation of pressing pressure at manufacture. The composite consists of randomized arengata fiber as filler/reinforced (80 mesh size) and portland cement (50% weight ratio)-CaCl2 (10% weight ratio) mixing as matrix. The bending strength was characterized by Universal Testing Machine and the bending specimens based on ASTM D3039. The bending strength have been measured as a function of variation pressing pressure (70 Kg/cm2, 76 Kg/cm2, 82 Kg/cm2 dan 88 Kg/cm2). The experiment  result indicate that  bending strength increase with the increase of pressing pressure. As the result, the highest bending strength (125, MPa) and density (1,57 gr/cm3) were reached at 88 Kg/cm2 pressing pressure and the lowest water absorption was reached at 88 Kg/cm2 pressing pressure. Based on Scanning Electron Microscop observation, composite with 88 Kg/cm2 pressing pressure shows a good bond between matrik and fibre. Keywords : aren-cement composite, weight fraction of CaCl2 and bending strength.
ANALISA HUBUNGAN CELAH PLATINA DENGAN TEGANGAN INDUKSI YANG TIMBUL UNTUK PENGAPIAN MOBIL . Mustaqim; Slamet Mulyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang besar tegangan induksi tegangan tinggi pada sistem pengapian konvensional pada mobil telah dilakukan. Sistem pengapian adalah salah satu sistem listrik pada motor bensin yang berfungsi untuk membuat percikan di busi. Hal ini digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara pada langkah terakhir dari tahap kompresi. Hal ini juga sebagai tahap awal proses produksi listrik pada motor. Pada penelitain ini digunakan mobil toyota kijang 5 K. Penelitian dilakukan untuk mencari hubungan antara besar celah platina dengan besar tegangan induksi yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Dari penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh beberapa hasil tentang hubungan celah platina dengan tegangan induksi yang timbul untuk pengapian mobil. Dimana untuk semua celah platina yang diuji dari ukuran 0,1 mm sampai dengan 1 mm, tegangan induksi meningkat mencapai optimum pada celah antara 0,4 mm dan 0,5 mm, percikan bunga api berwarna biru besar dan arus kumparan pimer yaitu 2,80 amper, sedangkan tegangan yang timbul dari koil minimum (Va) = 25564 volt dan optimum antara 34000 volt sampai 35000 volt.Kata kunci : internal combustion engine, spark plug
SIMULASI PEMBANGKITAN DAN PENGUKURAN TEGANGAN TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN SELA BOLA . Wahyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi pemrograman dengan komputer memudahkan dalam mempelajari teknik tegangan tinggi. Melalui program Delphi dapat mensimulasikan pembangkitan dan pengukuran tegangan tinggi. Tujuan simulasi ini untuk menampilkan pembangkitan dan pengukuran tegangan tinggi dengan metode sela bola dan untuk membandingkan dengan data prcobaan. Dalam prakteknya melakukan pengujian tembus pada sela bola akan mendapatkan pembangkitan dan pengukuran tegangan tinggi. Pada saat tembus antara sola bola itulah di anggap tegangan maksimum yang konstan. Metode yang dipakai adalah mensimulasikan dengan program Delphi dan membuat animasi tegangan tembus antara sela bola berbagai jarak sela. Hasil yang amati dari pemrograman adalah pembangkitan dan pengukuran tegangan tinggi, membandingkan antara tegangan tembus standar dan tegangan pada keadaan sempat. Variasi perubahan temperatur dan tekanan barometer akan ditampilkan dalam makalah ini dan simulasi pembagkitan pengukuran tegangan tinggi arus bolak-balik, searah dan impuls. Dari hasil simulasi dan hasil pengukuran laboraturium ada perbedaan rata-rata 2,3 kilo volt atau 3,9 % dari hasil simulasiKata kunci : pembangkitan, pengukuran, sela bola
REDUCTION OF ELECTRODE GROUNDING IMPEDANCE WITH BENTONITE Wiwik Purwati Widyaningsih
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of an electrical protection goal is to make the lowest possible of grounding resistance. In this case, some earth fault current is homogenlydistributed throughcent the near by ground. Electrical system and equipment grounding play important role in preventing any dangerous touch, step, and transfer voltage to human being. Therefore, it is needed to have the lowest grounding impedance as low as zero ohm.The purpose of electrical grounding is to provide grounding impedance value as small as possible to make fault current homogenly distributed into the ground.This research aims to decrease grounding impedance by means of grounding impedance reduction methode with the addition of bentonite, deepening cultivition of grounding and altering the high of bentonite laying in the ground.The result of this research indicated that deepen the cultivition gave, the smaller the ground impedance obtained was 25.40 Ω without bentonite and with bentonite was 10.20 Ω at the deepen of cultivation on 1.0 meter. The addition of bentonite, the smaller the ground impedance obtained was 15,20 Ω or 59,84 % at the addition of heigh of bentonite on 0.5 meter.The decrease of grounding impedance can be done by deepening cultivation of grounding electrode and addition of heigh of bentonite.Keywords : Reduction of grounding impedance, Bentonite.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEREKONOMIAN INDUSTRI MINYAK GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) DENGAN MENERAPKAN MESIN EKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE M. Endy Yulianto; Fahmi Arifan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil minyak gandapura yang ada di Wonosobo adalah Kelompok Tani Rukun yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Usaha minyak gondopuro ini dikelola oleh Kelompok Tani Rukun yang para pekerjanya merupakan warga daerah setempat. Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi kelompok-kelompok tani penyuling minyak gandapura saat ini, adalah bahwa minyak gandapura tidak lagi kompetitif dipasaran mengingat Cina sudah bisa memproduksi minyak gandapura (metil salisilat) sintetis. Oleh karenanya, perlu pengembangan diversifikasi produk dari tanaman gandapura. Diversifikasi produk dari gandapura pada dasarnya bisa berupa produksi gaultherin. Produk gaultherin memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura (untuk 15 ml minyak gondopuro seharga 22 dolar, sedangkan 10 mg gaultherin seharga 690 dolar). Akan tetapi, produksi gaultherin dari tanaman gandapura di Indonesia, sampai saat ini belum dikomersialkan. Oleh karenanya, penerapan teknologi ekstraksi gaultherin dari daun gondopuro, diharapkan akan menggairahkan petani bersama-sama pemerintah daerah untuk budidaya tanaman gondopuro. Kegiatan IbM tentang produksi senyawa aktif gaultherin dari daun gandapura melalui penerapan teknologi ekstraksi akan dilaksanakan oleh tim dari Perguruan Tinggi bersama Kelompok Tani Rukun, meliputi: perancangan dan pabrikasi mesin ekstraktor skala komersial, uji kinerja mesin ekstraktor skala komersial dan studi produktivitas, penyuluhan dan pelatihan yang ditujukan untuk Kelompok Tani Rukun tentang pengoperasian alat ekstraktor guna produksi gaultherin dari daun gondopuro. Setelah diadakan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gaultherin dari gondopuro,  beberapa pekerja dari kelompok tani rukun menyatakan ketertarikan dan mengajukan diri untuk mencoba mengekstrak daun gondopuro. Oleh karenanya, pengembangan diversifikasi produk tanaman gandapura akan meningkatkan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura. Kata kunci: industri mikro minyak gondopuro
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP TEGANGAN DALAM SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN . Sugiyanto; M. Tauviqirrahman; Rifky Ismail; . Jamari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan permanen pada sendi memerlukan tindakan penggantian dengan sendi buatan (artificial hip replacement). Pemilihan sifat material pengganti komponen dan dimensi yang digunakan perlu dilakukan secara cermat untuk mendapatkan kemampuan maskimal sambungan tulang pinggul buatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pembebanan sebagai model berat beban pada manusia terhadap tegangan yang terjadi dalam sistem sambungan tulang pinggul buatan. Perangkat lunak berdasarkan metode elemen hingga digunakan untuk memodelkan berbagai lapisan komponen sambungan yang adaBerdasarkan studi ini, diketahui bahwa material viskoelastik berpengaruh terhadap distribusi tegangan yang terjadi pada tiap-tiap lapisan. Besarnya tegangan von Mises maksimum yang terjadi pada semua lapisan dalam sistem sambungan tulang pinggul buatan yang dikembangkan untuk femoral head dengan diameter 33 mm terbukti memenuhi persyaratan secara keteknisan karena tidak melebihi tegangan luluh material pembentuknya.Kata kunci: Sambungan tulang pinggul buatan, Viscoelastik

Page 16 of 140 | Total Record : 1394