cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD-ANALYTICAL NETWORK PROCESS (BSC-ANP) DI PT. MADUBARU YOGYAKARTA Hery Suliantoro; Dewi Nugrahani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri di bidang produksi gula merupakan industri yang menjanjikan, karena gula merupakan salah satu bahan pokok dalam kebutuhan manusia sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak industri penghasil gula di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan, perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat dibandingkan pesaing. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah peran supply chain perusahaan. PT. Madubaru merupakan perusahaan yang produk utamanya adalah gula.Kondisi rantai pasok di PT. Madubaru kurang efisien, ditinjau dari aspek pemasok, konsumen dan biayanya. Oleh karena itu perlu diperlukan pengukuran kinerja supply chain untuk mengetahui dan mengevaluasi sistem kinerja rantai pasok di PT. Madubaru untuk periode yang akan datang. Pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan metode balanced scorecard yang mencakup 4 perspektif, yaitu finansial, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran. Pembobotan dilakukan dengan Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan prioritas perbaikan pada rantai pasok perusahaan. Hasilnya menunjukan bahwa perspektif yang memiliki bobot terbesar dan menjadi fokus utama perbaikan rantai pasok adalah perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil pengukuran terhadap kinerja rantai pasok secara keseluruhan sebesar 70,266%. Pencapaian tersebut termasuk dalam kategori menengah dan belum mencapai target yang dicanangkan perusahaan. Kata Kunci :supply chain, pengukuran kinerja supply chain, balanced scorecard, ANP
PENGARUH DOSIS RAGI DAN BEBAN ORGANIK TERHADAP KINERJA DCMFCs DAN GAC-DCMFCs DALAM PRODUKSI LISTRIK DAN EFISIENSI PENURUNAN COD Ganjar Samudro; Sri Sumiyati; Bimastyaji S. Ramadan; Lintang Iradati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian skala laboratorium ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan kinerja DCMFCs dan GAC-DCMFCs dalam produksi listrik dan efisiensi penurunan COD yang dipengaruhi oleh dosis ragi dan perbedaan beban organik. DCMFCs disusun dengan dua kompartemen anoda dan katoda yang masing-masing dihubungkan dengan jembatan garam yang telah dipreparasi larutan 1 M NaCl, sedangkan GAC-DCMFCs disusun dengan penambahan media GAC pada ruang anoda. Kompartemen anoda dikondisikan anaerob dan katoda diisi larutan elektrolit 0,15 M KMNO4, yang dibuat dari plastik dengan volume kerja 600 mL. Dosis ragi divariasikan (1,5; 3; 4,5) g/L. Beban organik divariasikan (0,4; 0,8; 1,2) mg/menit. Rancangan penelitian dibuat secara paralel dengan total sebanyak 18 reaktor dengan pengambilan sampel duplikat. Hasil penelitian didapatkan bahwa dosis ragi 3 g/L dan beban organik 0,8 mg/menit pada kondisi optimum, total kinerja produksi listrik diatas 185 mW/m2 dan efisiensi penurunan COD diatas 90%  lebih tinggi pada DCMFCs dibandingkan GAC-DCMFCs. Media GAC dalam chamber anoda DCMFCs yang dipengaruhi oleh adanya ragi dapat meningkatkan efisiensi penurunan COD dan nilai resistensi terhadap transfer elektron. Kata kunci: COD, DCMFCs, GAC-DCMFCs, listrik, ragi
PENGARUH KETEBALAN LAPISAN POLA PADA METODE LOST FOAM CASTING TERHADAP AKURASI UKURAN BESI COR NODULAR FCD 450 Kardo Rajagukguk; Suyitno Suyitno; Sutiyoko Sutiyoko
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lost foam casting merupakan salah satu metode pengecoran yang menggunakan bahan expanded polystyrene (EPS) sebagai bahan untuk pembuatan pola dan ditanam dalam pasir silika. Ketika logam cair dimasukkan ke dalam cetakan, EPS akan mencair dan menguap sehingga tempat itu akan diisi oleh cairan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tebal lapisan pada pola expanded polystyrene terhadap akurasi ukuran besi cor nodular FCD 450 dengan menggunakan metode lost foam casting. Pola EPS yang digunakan memiliki ketebalan 3-24 mm. Material pelapis yang digunakan adalah material rekraktori Zircon (ZrO2) dan bahan pengikat Colloidal Silica (O2Si). Ketebalan material pelapis yang diterapkan pada pola EPS yakni 0-1300 mikron. Pola EPS ditanam dalam pasir silika kemudian dipadatkan dengan cara digetarkan. Paduan logam FCD 450 dilebur dalam crucible furnace dan dituang ke dalam cetakan pada suhu sekitar 1350 oC-1450 oC. Rata-rata akurasi ukuran untuk masing tebal lapisan pola 0 (tanpa pelapisan), 200, 500 dan 1300 mikron berturut-turut adalah -0,05, 0,04, -0,07, dan -0,13. Tebal lapisan 200 mikron memberikan nilai akurasi ukuran terbaik dari ketiga variasi ketebalan lapisan pola. Tebal lapisan 0 (tanpa pelapisan), 500 dan 1300 mikron akan mengakibatkan penurunan akurasi ukuran. Pola yang tidak dilapisi akan memberikan dampak yang buruk terhadap hasil coran.   Kata kunci: akurasi ukuran, besi cor nodular FCD 450, expanded polystyrene (EPS), lost foam casting
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN KERETA API KELAS EKONOMI DENGAN PENDEKATAN MODIFIED SERVQUAL Hery Suliantoro; Aris Munandar
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi kereta api saat ini sangat tinggi, terutama pada kereta api kelas ekonomi. Hal ini memberikan tuntutan kepada PT. Kereta Api Indonesia untuk selalu memperhatikan kualitas pelayanannya. Hasil pengamatan dan studi pendahuluan menunjukkan masih terdapat beberap keluhan penumpang terhadap tingkat pelayanan berupa tempat duduk dan fasilitas serta ketepatan jadual pemberangkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pelayanan menggunakan Modified SERVQUAL. Model ini merupakan hasil penggabungan atribut standar transportasi di eropa EN 13816 dengan konsep SERVQUAL. Level of service digunakan untuk mengelompokkan seluruh rute perjalanan kereta api kelas ekonomi  dan Uji ANOVA digunakan untuk melihat atribut yang berpengaruh terhadap level of service. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 atribut yang memiliki pengaruh terhadap level of service yaitutujuan atau rute, informasi di dalam kereta, ketepatan waktu, fasilitas umum didalam  stasiun, kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, kebisingan, fasilitas pendukung saat terjadi keadaan darurat. Kata kunci: Pelayanan, Modified SERVQUAL, level of service dan ANOVA.
PENGARUH KOMPOSISI KIMIA DAN KECEPATAN KEMIRINGAN CETAKAN TILT CASTING TERHADAP STUKTUR MIKRO PADUAN Al-Si-Cu Bambang Tjiroso; Suyitno Suyitno; Bahtiar Bahtiar
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kimia dan kecepatan kemiringan cetakan tilt casting terhadap struktur mikro paduan Al-Si-Cu. Temperatur tuang yang digunakan 710 °C dan temperatur cetakan 220 °C. Paduan dilebur  dalam dapur krusibel untuk memperoleh empat variasi komposisi paduan Al-Si-Cu. Logam cair dipindahkan dari furnace ke wadah tuang yang menempel pada cetakan dengan posisi horisontal. Cetakan dimiringkan sampai posisi vertikal untuk menuang logam cair masuk kedalam cetakan dengan variasi kecepatan kemiringan cetakan 9, 12, dan 15 °/detik. Logam cair didiamkan sampai membeku. Hasil pengujian komposisi kimia diperoleh empat variasi paduan yaitu 1,17% Cu, 1,65% Cu, 2,14% Cu, dan 2,76% Cu. Pengamatan struktur mikro dilakukan pada keseluruan produk cor dengan kecepatan kemiringan cetakan 9, 12,dan 15°/ detik. Penumpukan segregasi paduan silikon terlihat dengan warna kehitam-hitaman. Struktur terdiri dari matriks Al (putih), jaringan interdendritik silikon eutektik (abu-abu gelap,tajam), Cu;Mg-Si-Al (abu-abu terang), dan Fe;Si-Al (abu-abu sedang). Kata kunci: komposisi kimia, struktur mikro, tilt casting
KAJIAN PENGARUH MEDIA PERENDAMAN TERHADAP KETANGGUHAN IMPAK KOMPOSIT HDPE LIMBAH-CANTULA SEBAGAI BAHAN PANEL RAMAH LINGKUNGAN Achmad Nurhidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh variasi media perendaman terhadap kekuatan impak serta menyelidiki patahan akibat beban impak komposit HDPE Limbah-Cantula sebagai bahan panel ramah lingkungan. Material penelitian adalah serbuk HDPE limbah dan serat Cantula dengan perbandingan Vf serat 40%, dicampur  menggunakan mixer dengan  putaran  250 rpm selama 60 menit. Saat pencampuran ditambahkan isopropil alkohol, sebesar 0,5 wt%. Selanjutnya dioven selama 10 menit dengan temperatur 60 C. Proses berikutnya dicetak dalam mesin hot press pada tekanan  30 bar,  temperatur 120 C dan variasi rasio fraksi volume awal hingga akhir selama 10 menit. Pengujian memakai alat uji impak izot, spesimen uji dibuat menurut ASTM D-5941, foto mikro dan SEM digunakan untuk analisis penampang patahan. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan akibat perendaman komposit HDPE Limbah-Cantula terhadap karakteristik mekanik mengalami penurunan kekuatan impact rata-rata sebesar 21,46%. Kekuatan impak terbesar terjadi tanpa perendaman sebesar 5553,40 j/m2, sedangkan variasi perendaman berturut-turut oli bekas mesin 3681,69 j/m2, air hujan 3033,64 j/m2, air sumur 2701,56 j/m2, dan air destilasi 2063,42 j/m2. Perilaku patahan yang hampir bersamaan antara HDPE limbah dan Cantula pada spesimen tanpa perlakuan perendaman mengindikasikan bahwa serat dan matrik memiliki interaksi ikatan yang kuat. Spesimen yang direndam mengalami penurunan dibandingkan dengan spesimen yang tidak direndam. Hal ini disebabkan selama proses perendaman terjadi kerusakan ikatan antar muka komposit HDPE limbah-Cantula, sehingga menyebabkan kandungan kimia akan diserap spesimen sehingga melemahkan ikatan antar muka (debonding) dan menimbulkan microcracks yang berpotensi mempengaruhi ukuran pori semakin besar serta banyak. Kata kunci : HDPE limbah-cantula, perendaman, kekuatan impact
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ENDOFIT PENGHASIL INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DARI TANAMAN PARE (Momordica Charantia L) Sri Pujiyanto; Sunarno Sunarno; Annisa Widyasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik yang serius di Indonesia. Jumlah penderita diabetes mengalami peningkatan setiap tahunnya. Inhibitor α-glukosidase merupakan senyawa yang dapat menghambat enzim α-glukosidase sehingga bermanfaat sebagai obat antidiabetes. Tanaman Pare (Momordica charantia) diketahui memiliki kasiat sebagai anti diabetes. Senyawa aktif yang dihasilkan tanaman tersebut dapat berasal dari endofit yang hidup di dalam jaringan tanaman. Eksplorasi bakteri endofit dari tanaman pare merupakan salah satu cara untuk mendapatkan isolat bakteri penghasil inhibitor enzim α-glukosidase. Isolasi bakteri dilakukan dengan menginokulasikan  sampel tanaman yang telah disterilisasi permukaan pada media agar. Isolat bakteri yang didapat selanjutnya dimurnikan dan di karakterisasi lebih lanjut baik morfologi maupun aktivitas inhibitor α-glukosidasenya. Pengujian aktivitas inhibitor α-glukosidase menggunakan metode spektrofotometer dengan nitrofenil-α-D-glukopiranosida sebagai substrat. Hasil penelitian diperoleh  5 isolat bakteri endofit penghasil inhibior α-glukosidase. Penghambatan terbesar ditunjukkan oleh isolat bakteri Ad 1 yaitu sebesar 27,4% . Kata kunci: antidiabetes, Momordica charantia, bakteri endofit, inhibitor α-glukosidase
KOMPOSISI DISTRIBUSI BUTIR PASIR CETAK TERHADAP TINGKAT PRODUKTIFITAS AKIBAT CACAT PRODUK COR (Studi Kasus di IKM Budi Jaya Logam Kecamatan Juwana – Pati) Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya produk logam yang dibuat melalui teknik pengecoran logam banyak dijumpai baik untuk keperluan sebagai perabot rumah tangga, transportasi maupun untuk kebutuhan industri lainnya. Beberapa pertimbangan dipilihnya metode teknik pengecoran logam adalah dapat dipergunakan untuk bentuk yang komplek, sesuai untuk produk ukuran kecil dan besar serta sesuai untuk produk massal dengan biaya yang relatif murah. Penggunan media pasir sebagai cetakan juga masih mendominasi pada beberapa IKM pengecoran logam di Juwana Kabupaten Pati. Permintaan pasar akan kualitas produk logam cor yang lebih baik, seringkali menjadi kendala bagi IKM yang memang masih bekerja secara konvensional tanpa adanya dukungan teknologi yang memadai. Salah satu peralatan teknik yang dibutuhkan adalah mesin pengayak pasir untuk mendapatkan ukuran partikel pasir cetak yang sesuai. Metode yang dilakukan adalah membuat mesin pengayak pasir dengan mesh bertingkat. Adapun mesh yang digunakan adalah mesh 100 dan 200 dengan jenis pasir yang digunakan adalah pasir gunung dengan kadar air 10-20%. Untuk mendapatkan kepadatan pasir pada cetakan diberikan tekanan 45 kg/cm2 dengan mesin press hidrolis. Komposisi campuran dari pasir gunung ukuran mesh 200 sebesar 10, 20 dan 30% yang selanjutnya dilakukan proses blending dan mixing dari partikel. Pengujian dilakukan dengan menghitung prosentase kegagalan produk dan jenis cacat produk cor yang timbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil campuran partikel dengan mesh 200 akan meningkatkan cacat terutama pada permukaan benda cor, kekasaran, porositas  dan berakibat menurunnya produktifitas. Kata Kunci: pasir gunung, kadar air, distribusi butir pasir, cacat cor.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH Ahmad Faiz Haqqoni; Irwan Iftadi; Wakhid Ahmad Jauhari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan kemasan untuk produk teh seduh hitam. Objek penelitian merupakan produk hasil olahan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rancangan kemasan yang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan konsumen, terhadap kemasan teh seduh. Untuk itu, digunakan metode Quality Function Deployment (QFD), yang merupakan metode perancangan produk berbasis keinginan konsumen. Dalam penelitian ini, QFD yang digunakan hanya sampai matriks pertama (matriks perencanaan), atau sering disebut House of Quality (HOQ). Dari hasil penyusunan HOQ, diperoleh tingkat kepentingan untuk masing-masing karakteristik teknis yang telah dibuat, dimana selanjutnya, karakteristik-karakteristik teknis dengan nilai kepentingan yang tinggi dapat dijadikan atribut prioritas dalam melakukan perancangan kemasan untuk produk teh seduh hitam. Kata kunci: House of Quality (HOQ), Kemasan, Quality Function Deployment (QFD), Teh
PENGARUH KONSENTRASI SILANE COUPLING AGENT TERHADAP SIFAT TARIK KOMPOSIT SERAT KENAF-POLYPROPYLENE Alip Astabi; Wijang Wisnu Raharjo; Heru Sukanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang berpengaruh pada sifat tarik komposit adalah kualitas ikatan serat-matrik. Perbaikan kualitas ikatan dapat dilakukan dengan silane coupling agent. Akan tetapi, perbedaan komposisi kimia disetiap jenis serat alam akan berdampak pada keefektifan pemakaian silane kopling agen. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konsentrasi silane coupling agent  terhadap sifat mekanik komposit serat kenaf-polypropylene. Variasi konsentrasi silane coupling agent yang digunakan adalah 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75%, dan 1% dengan lama perendaman 4 jam. Pembuatan komposit dilakukan dengan hot press. Parameter proses yang digunakan adalah suhu proses 180 oC, waktu penahanan 5 menit dan tekanan pengepresan 5 bar. Sifat tarik komposit diamati melalui pengujian tarik yang mengacu ke standar ASTM D 638. Sedangkan, kualitas ikatan serat-matrik diamati menggunakan scanning electron microscopy (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi silane coupling agent 0.50% menghasilkan komposit dengan kekuatan tarik tertinggi yaitu 26.30 MPa. Kata kunci : Komposit kenaf-polypropylene, sifat tarik, silane coupling agent,

Page 46 of 140 | Total Record : 1394