cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
KARATERISTIK MAKRO DAN MIKRO PLAT BAJA-ALUMINIUM TERHADAP KETAHANAN BALISTIK Helmy Purwanto; Rudy Soenoko; Anindito Purnowidodo; Agus Suprapto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan material tahan balistik atau peluru tidak hanya pada material baja, tetapi mengarah pada material yang mempunyai massa jenis ringan. Aluminium merupakan alternatif material yang dapat diaplikasikan dalam kontruksi tahan balistik. Perpaduan kekerasan dan keuletan menjadi salah satu faktor untuk menahan laju peluru yang dikeluarkan dari senapan. Pembuatan panel ganda berlapis (layer) aluminium-baja atau baja-aluminum dilakukan untuk mengetahui ketahanan balistik dengan menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm (MU5-TJ) yang ditembakkan dari jarak 15 m. Aluminium cair dituang pada plat baja ketebalan 6 mm hingga menjadi satu-kesatuan plat ganda berlapis dengan metode squeeze casting. Hasil pengujian balistik menunjukkan panel aluminum-baja dan baja aluminium tidak dapat tertembus peluru walaupun terjadi penurunan kekerasan plat baja karena proses panas pada saat pengecoran. Lapisan yang lebih keras di sisi muka mempunyai ketahanan balistik yang lebih  optimal dibandingkan dengan lapisan yang lebih lunak pada sisi depan dari arah laju peluru. Kata kunci: plat berlapis, pengecoran squeeze, ketahanan balistik
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL MENENGAH CINCAU HITAM MELALUI PENERAPKEMBANGAN ALAT PEMERAS HIDRAULIK PRESS Mohamad Endy Yulianto; Zainal Abidin; Sri Utami Handayani; Mandy Ayulia Dwisukma; Hanifah Hanifah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan teknologi tepat guna ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan alat proses  ramah lingkungan menggunakan mesin pemeras mekanis untuk produksi cincau hitam. Pengembangan dan penerapan alat pemeras mekanis pada UKM Cincau Hitam “Juragan Janggelan” di Weleri Kabupaten Kendal untuk mereduksi waktu pendinginan dan pemerasan dari 4 jam menjadi 2 jam, sehingga meningkatkan produktivitas. Pola pemecahan masalah yang diterapkembangkan secara umum dibagi menjadi empat tahap, meliputi: desain dan pabrikasi, pelatihan penggunaan alat, pengoperasian alat dan monitoring serta uji keandalan mesin. Parameter yang digunakan untuk mengukur hasil produksi dan keragamannya adalah kualitas produk (kekentalan), kecepatan pemeras mekanis, kapasitas produksi, dan waktu proses. Pemeras mekanis berupa hidraulik press terpabrikasi yang terdiri dari tangki pengepress, kawat filter, piston pengepres, dan penampung ekstrak. Rebusan tanaman janggelan dimasukkan ke dalam bak penyaring. Setelah isi bak seimbang, pompa piston hidraulik akan mengepres, sehingga cairan akan terlempar ke pinggir akibat gaya sentrifugal. Cairan tersebut akan menembus penyaring dan terkumpul pada casing luar, lalu dialirkan menuju bak penampung. Jika cairan sudah tidak mengalir, piston pengepres diturunkan. Setelah selesai kawat filter dapat dibersihkan dari sisa  ampas. Filtrat dapat  ditampung dalam bak penampungan. Hasil analisa produksi  menunjukkan bahwa alat pemeras mekanis yang diaplikasikan di UKM Juragan Janggelan mampu meningkatkan produktivitas mencapai 6,8%. Kata kunci : cincau hitam, janggelan, pemeras mekanis, produksi
PENGARUH PERSENTASE ZEOLIT ALAM TERHADAP TEGANGAN GESER PADA UJI PULLOUT SERAT KONTINYU BAJA TAHAN KARAT Sri M. B. Respati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keramik alumina merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai biokompatibel. Sifat keramik alumina  yang rapuh harus dapat diperkuat dengan menggunakan bahan yang lebih ulet. Bahan yang lebih ulet dapat dipakai logam. Logam yang dipilih adalah baja tahan karat 316 agar tetap biokompatibel. Penggabungan dua bahan ini sangat kontras sifatnya sehingga perlu adanya penelitian hubungan antar interfce keduanya.Tetapi suhu leleh baja tahan karat masih dibawah  suhu sintering alumina maka perlu adanya tambahan bahan lain agar dapat menurunkan suhu sintering alumina dibawah suhu leleh baja tahan karat. Bahan tambahan lain yaitu zeolit alam. Studi tentang ikatan antara serat baja tahan karat dengan matrik keramik alumina-zeolit alam untuk menghasilkan keramik metal komposit. Pengujian pullout pada temperatur kamar dilakukan untuk mengetahui tegangan ikatan permukaan antara serat dengan matriknya. Spesimen pullout menggunakan bahan matrik alumina-zeolit alam dengan variabel persen berat zeolit alam. Sintering pada temperatur tinggi menggunakan burner furnace dilakukan untuk menyatukan antara serat dengan matriknya. Tegangan dan gaya pullout didapat dari uji pullout unutk mengetahui gaya ikatan permukaan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tegangan tertinggi pada campuran 30% berat zeolit. Kata Kunci: alumina, natural zeolite, ss316, ceramic matrix composite, sintering,
ARSITEKTUR BANGUNAN KOTA SEMARANG Paulus Hariyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatidiri arsitektur biasanya mengikuti alur sosial  historis sejarah masyarakatnya. Dalam penelitian ini akan dicoba dilihat pengaruh aspek sosial historis  pada arsitektur kota Semarang. Sebagai kota yang memiliki pelabuhan laut, Semarang didatangi beberapa bangsa asing, seperti Cina, Belanda, dan Arab. Bahkan pada awal abad ke-20 Semarang dikenal di dunia internasional dengan adanya pameran Tentoonstelling pada tahun 1914. Kejayaan pada masa lalu ini sedikit atau banyak memberikan pengaruh psikologis pada masyarakatnya dalam mendesain bangunan, baik bangunan komersial maupun rumah tinggal. Obyek penelitian akan dibatasi pada bangunan dekade terakhir. Metode penelitian yang digunakan: analisis komparasi, analisis historis. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui style apa yang mempengaruhi arsitektur bangunan di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan komersial cenderung memiliki style minimalis dengan variasi tertentu, sedangkan bangunan rumah tinggal juga menunjukkan memiliki style minimalis dan ada kecenderungan mengarah pada style Yunani Kuno Kata kunci: style arsitektur, komersial, rumah tinggal, Semarang.
SINTESIS FILM KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DARI AMPAS TAPIOKA ASAM POLILAKTAT DAN PEMLASTIK GLISEROL ,KAJIAN KARAKTERITIK MEKANIK Wahyuningsih Wahyuningsih; Heny kusumayanti; Fahmi arifan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia penelitian dan pengembangan teknologi kemasan plastik biodegradable masih sangat terbatas. Hal ini terjadi karena se lain kemampuan sumber dayamanusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi bahan, juga dukungan dana penelitian yang terbatas. Dipahami bahwa penelitian dalam bidang ilmu dasar memerlukan waktu lama dan dana yang besar. Sebenarnya prospek pengembangan biopolimer untuk kemasan plastik biodegradable di Indonesia sangat potensial.Tujuan Penelitian ini adalah , untuk mempelajari  waktu degradasi dan karakteristik mekanik   film kemasan ramah lingkungan dari ampas tapioca,kitosan dan asam poli laktat.Tujuan khusus menelaah aktivitas  asam polilaktat  dan untuk melihat produktivitas film kemasan. Optimalisasi kondisi operasi proses terhadap produktifitas  film kemasan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 formula film kemasan yang dirancang dengan komposisi beragam, formula II yang disintesis dari komposit pati-gliserol- APL yang mengandung gliserol 10 mL (1% dari total aquades) memiliki karakteristik  mekanik yang relatif lebih baik dari formula lainnya.  Filmkemasan (formula II) memiliki karakteristik mekanik lebih tinggi dibanding formula lainnya yang dapat dilihat pada nilai kuat tarik, elongasi dan modulusnya. Formula II memiliki kuat tarik: 104,42 N/m2, elongasi: 33,8%, dan modulus 327,31 N/m2 Kata Kunci: Film Kemasan.ampas tapioca,poliasamlaktat,karakteristik mekanik
PERMUKIMAN KAMPUNG NELAYAN ‘BLANAKAN’ KABUPATEN SUBANG DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI PERMUKIMANNYA Udjianto Pawitro; Widji Indahingtyas; Bambang Subekti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkiraan BPS (2008), masyarakat kampung nelayan masih didominasi oleh masyarakat miskin dengan tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan yang tergolong rendah. Kondisi sosial-ekonomi dari masyarakat kampong nelayan ini juga berpengaruh terhadap bentukan permukiman pada kampung nelayan yang didiaminya. Pola permukiman kampong nelayan pada umumnya belumlah tertata dengan baik, karena proses terbentuknya merupakan proses yang alamiah yang cenderung spontan serta sporadic. Secara fisikal kondisi permukiman kampung nelayan, masih belum terawat dan terpelihara dengan baik, terutama dari segi pola permukiman, kondisi sarana-prasarana hingga kondisi penyehatan lingkungannya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat miskin di permukiman kampung nelayan, pada pokoknya merupakan upaya yang bersifat multi-disiplin yang didalamnya meliputi bahasan: sosio-budaya, sosio-ekonomi dan sosio-ekologis dari warga masyarakatnya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat miskin di kampong nelayan ini, salah satunya adalah berupa kegiatan pemberdayaan dengan pendekatan ‘PRA’ (Participatory Research Action) guna meningkatkan dan memperbaiki kondisi lingkungan fisik permukimannya. Dalam penelitian ini dibahas dua sub-topik utama, yaitu: (a) kondisi permukiman kampung nelayan, dan (b) upaya pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan / perbaikan kondisi lingkungan fisik permukiman kampung nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis secara deskriptif dengan didukung kegiatan pra-penelitian berupa: (a) studi literature, (b) survey lapangan dan (c) pencarian data-data pendukung melalui web-searching.  Sedang studi kasus yang diangkat dalam penelitian ini adalah: permukiman kampung nelayan di Blanakan Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat. Temuan dalam penelitian ini adalah penataan pada tingkat atau skala lingkungan permukiman kampung nelayan, kondisi fisik kampung nelayan perlu diupayakan untuk ditingkatkan penataan lingkungan fisik-ekologisnya. Pada kawasan permukiman yang padat penduduk serta padat hunian, maka kondisi dan kualitas dari : (a) jalan-jalan lingkungan skala permukiman, (b) saluran drainase air hujan, (c) penanganan sanitasi lingkungan berupa MCK (mandi-cuci-kakus), (d) penyediaan sumber air bersih bagi para masyarakat nelayan, dan (e) sarana pembuangan sampah – perlu untuk ditingkatkan dan diperbaiki.  Sedangkan penataan pada tingkat atau skala bangunan rumah tinggal nelayan, kondisi fisik bangunan yang perlu diperbaiki adalah meliputi : (a) kondisi struktur – konstruksi dari bangunan rumah tinggal nelayan, (b) kondisi penggunaan bahan bangunan atau ’the materials of the buildings’, (c) kondisi sanitasi pada rumah tinggal, terutama dalam penanganan kakus dan saluran pembuangan air kotor rumah tangga, dan (d) kondisi tata-udara dan tata-cahaya pada beberapa bangunan rumah tinggal nelayan dinilai masih rendah. Kata kunci : permukiman kampung nelayan, pemberdayaan masyarakat miskin
PENGUKURAN JANGKAUAN GERAK PADA LUTUT ORANG INDONESIA SEBAGAI DATA AWAL PERANCANGAN KAKI TIRUAN ATAS LUTUT Hanna Lestari; Dwi Nurul Izzhati; Nur Rachmat; Dwi Setyawan; E. Saputra Saputra; R. Ismail Ismail
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas kaki akibat proses amputasi atau disabilitas bawaan sejak lahir di Indonesia memiliki pilihan untuk menggunakan kaki tiruan dengan sendi konvensional dan kaki tiruan dengan sendi mekanik. Sayangnya produk kaki tiruan dengan sendi mekanik masih didominasi oleh produk impor. Langkah awal dari upaya menggantikan kaki tiruan atas lutut (above knee prostheses) produk impor dengan produk dalam negeri adalah dengan melakukan penelitian mengenai jangkauan gerak (range of motion) pada sendi lutut. Range of motion (RoM) pada orang Indonesia, yang memiliki ras Mongoloid, dapat memiliki perbedaan dengan rancangan jangkauan gerak pada kaki tiruan produk impor yang telah dijual di Indonesia. Perbedaan dapat dijumpai akibat adanya perbedaan antropometri postur orang Indonesia yang diklasifikasikan sebagai ras Mongoloid dengan penduduk Eropa/Amerika yang tergolong ras Kaukasoid. Begitu juga dengan beberapa aktifitas yang dominan dilakukan oleh orang Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data pengukuran RoM bagi orang Indonesia saat melakukan gerakan sehari-hari untuk diolah menjadi data ilmiah yang penting untuk digunakan dalam proses desain dan perancangan kaki tiruan. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan mengambil data jangkauan gerak (RoM) orang Indonesia dengan variasi: jenis kelamin, berat badan dan dua jenis gerakan. Gerakan utama yang akan diambil adalah gerakan sujud dan gerakan duduk pertama pada shalat. Hasil pengukuran jangkauan gerak lutut saat responden melakukan gerakan duduk pertama dalam salat berkisar antara 145°-160°. Rata-rata jangkauan gerak lutut saat responden adalah 152°. Hasil ini menunjukkan kebutuhan jangkauan gerak yang sangat besar pada aktifitas duduk tersebut. Data gerakan sendi lutut yang telah didapatkan akan digunakan untuk mendesain karakteristik lutut pada kaki tiruan buatan produk domestik dengan karakter gerakan orang Indonesia. Kata kunci: jangkauan gerak, kaki tiruan, orang Indonesia, sendi lutut
KAJIAN GERIATRI DAN RUANG TERBUKA PUBLIK DALAM MENDUKUNG PENYEDIAAN TAMAN LANSIA DI KOTA SEMARANG Hetyorini Hetyorini; Dwi Ngestiningsih
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup sehat di usia senja merupakan dambaan bagi para lanjut usia. Kesehatan lanjut usia  inilah yang mendukung meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Masyarakat lanjut usia (lansia) membutuhkan interaksi dengan masyarakat publik, dalam hal ini adalah kebutuhan lanjut usia akan ruang interaksi sosial berupa ruang terbuka publik (public space) dalam bentuk taman lansia. Pada tahun 2007 Jawa Tengah menempati urutan ke-3 dari lima propinsi di Indonesia dengan jumlah lanjut usia terbesar namun saat ini belum memiliki taman khusus lansia dan belum memiliki Perda Lansia. Penelitian ini  bertujuan untuk mengkaji dan menciptakan keterpaduan antara ilmu geriatri dengan arsitektur didalam perencanaan sebuah taman lansia yang diharapkan dapat mewadahi kebutuhan ruang sosial yang baik bagi lansia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia khususnya di kota Semarang. Metode  yang  digunakan  yaitu  deskriptif  kualitatif  dimana  untuk pencarian data dengan cara purposive sampling dan area sampling. Hasil penelitian ini akan mengarahkan dalam mendesain taman lansia yang tepat bagi warga lansia di Kota Semarang dan dapat bermanfaat sesuai fungsinya serta didalam perencanaan ruang terbuka publik biasanya hanya melibatkan bidang perencanaan kota tanpa melihat aspek lain (dalam hal ini adalah ilmu geriatri) yang ternyata sangat mendukung keberhasilan perencanaan. Kata kunci : lansia, geriatri, ruang terbuka publik
PENGARUH PEMBERIAN MADU KELENGKENG TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SUPEROXIDE DISMUTASE DAN KATALASE PADA TIKUS YANG DIINDUKSI Pb Asetat Ari Yuniastuti; Kamilatussainah Kamilatussainah; Fitri Arum Sasi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  aktivitas enzim antioksidan superoksida dismutase (SOD) dan katalase dalam plasma tikus wistar yang diiunduksi Pb asetat dan suplementasi madu kelengkeng. Penelitian eksperimental laboratorik, dengan rancangan The Post Test-Only Group Designdilakukan pada bulan Maret 2015 menggunakan hewan coba tikus putih wistar umur 2-3 bulan dengan berat badan 150-250. Sebanyak 20 ekor tikus diadaptasi dan diberi pakan standar selama 2 minggu. Selanjutnya dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, yaitu : kelompok kontrol hanya diberi pakan standar,  K(-): kelompok tikus yang diberi perlakuan Pb asetat 10 mg/kgBB, P1 : kelompok tikus yang disuplementasi madu kelengkeng 0,9 ml/200 grBB dan Pb asetat 10 mg/kgBB, P2: kelompok tikus yangdisuplementasi madu kelengkeng 1,8 ml/200 grBB dan Pb asetat 10 mg/kgBB dilakukan selama 14 hari. Setelah akhir perlakuan tikus diambil darahnya melalui plexus retroorbitalis untuk diukur kadar SOD dan CAT.  Hasil pemeriksaan dianalisis dengan uji Chi Square dengan batas signifikansi = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus kelompok kontrol kadar SOD 141,50μ/ml dan CAT 0,8μ/ml; K(-) kadar SOD 77,71μ/ml dan CAT 0,12μ/ml; P1 kadar SOD 289,82 μ/ml dan CAT 1,21. Sedangkan pada tikus P2,kadar SOD 391,59 dan kadar CAT 3,62. Secara statistik terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Kata kunci: antioksidan, katalase, madu kelengkeng, superoksid dismutase
METODA “RAIN WATER HARVESTING” UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DORMITORI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEBAGAI SOLUSI TEKNOLOGI YANG EKOLOGIS Sofyan Afriyanto STB; Bambang Suskiyatno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air hujan yang melimpah sampai saat ini masih saja dibiarkan tanpa pengelolaan, terbuang mengalir ke sungai bahkan tidak diupayakan meresap kembali ke tanah. Banyak kasus justru menyalahkan air hujan sebagai penyebab terjadinya bencana banjir. Diwaktu dulu air hujan menjadi sumber air bersih, jauh sebelum perusahaan air bersih mengambil alih perannya. Jumlah penduduk yang makin meningkat, menyebabkan perusahaan air bersih kota tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan bagi seluruh masyarakat. Sehingga beralih pada sumber air bersih alternative, antara lain yang menjadi pilihan adalah air tanah. Makin banyak pengambilan sumber air tanah, sumur bong maupun artetis menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah, sehingga pemerintah terpaksa mengeluarkan regulasi pelarangan pengambilan air tanah untuk kebutuhan hidup dan operasional bangunan. Regulasi tentang pelarangan pengambilan air tanah dan digalakkannya pembangunan berwawasan lingkungan, pemanenan air hujan dapat menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan air bersih kembali. Karena tidak merusak lingkungan bahkan merupakan upaya pengelolaan sumber alam yang sekaligus mengantisipasi dampak perusakan lingkungan akibat banjir. Dormitori merupakan hunian komunal bertingkat bagi mahasiswa seperti halnya rumah susun sangat membutuhkan air bersih dalam jumlah banyak. Tipe bangunan yang besar dengan area lahan yang luas berpeluang menjadi area panen air hujan dalam jumlah cukup banyak.   Persoalan utama air hujan sebagai air bersih adalah upaya penyaringan atau pemurnian dari berbagai polutan ikutan. Sehingga kualitas air hujan dapat disetarakan dengan persyaratan kualitas air bersih. Maka mengetahui kandungan polutan di dalam air hujan di tempat dimana akan dipanen adalah hal yang penting. Aplikasi sistem pemanenan, filtrasi, penampungan dan distribusi air bersih dari air hujan harus diupayakan dengan teknologi sederhana agar tidak mengeluarkan biaya operasional yang mahal pada bangunan dormitori. Penerapan sistem pemanenan air hujan pada bangunan dormitori ini akan menjadi pendukung nilai ekologis secara fisik maupun mutu kehidupan penghuni terhadap lingkungan, (‘Green Living’). Kata kunci : air bersih, air hujan, pemurnian

Page 48 of 140 | Total Record : 1394