cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
OPTIMASI EKSTRAKSI DAUN SURIAN (Toonana Sureni Merr) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAE (Microwave Assisted Extraction) Safa’ah Nurfa’izin; Titis Puspitasari; Sury Widiyanti; Indah Hartati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara agraris yang didunkung dengan kondisi alama yang subur. Upaya petani dalam meningkatkan hasil penen adalah dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia secara berlebih untuk menyuburkan dan mengatasi hama tanaman. Akibatnya berdampak negative pada manusia dan lingkungan. Untuk menguranginya dapat menggunakan Bio-insektisida yang merupakan obat pengendali hama atau penyakit dengan bahan dasar tanaman/tumbuhan yang memiliki bahan aktif sebagai pertahanan alami. Tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku bio-insektisida adalah tanaman surian (Toona sureni merr). Kandungan ekstrak senyawa triterpenoid tersebut berfungsi untuk Refelen, Antifidan,  Mencegah serangga, Racun syaraf, Attraktan. Guna menghindari terjadinya degradasi termal senyawa aktif dari daun surian, maka alternative metode ekstraksi adalah melalui ekstraksi berbantu gelombang mikro. Ekstraksi dilakukan untuk mengkaji pengaruh variable proses dan menentukan kondisi optimum proses ekstraksi gelombang mikro. Penelitian dilakukan dengan 4 variabel bebas yaitu daya 10, 30, 50, 70, 100 watt, rasio 1:6, 1:8, 1:10, 1:12, 1:14, waktu 1, 2, 3, 4 menit, konsentrasi pelarut 46%, 56%, 66%, 76%, 86%, 96% ethanol. Hasil optimum percobaan pada daya 100 watt, rasio 1:12, waktu 3 menit, konsentrasi 56% dengan hasil 7,01 gram ekstrak daun surian. Kata Kunci: Ekstraksi, Daun surian, Variabel, Optimasi
PENINGKATAN KAPASITAS PEMANAS AIR KOLEKTOR PEMANAS AIR SURYA PLAT DATAR DENGAN PENAMBAHAN BAHAN PENYIMPAN KALOR Suharti Suharti; Andi Hasniar; Mahdyah Nur; Firman Firman
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan parafin sebagai bahan penyimpan kalor pada pemanas air surya plat datar dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pemanasan dan efisiensi pemanas air. Sebuah kolektor surya plat datar digunakan untuk menyerap energi panas matahari dan panasnya diteruskan ke pipa-pipa yang berisi air sehingga terjadi peningkatan suhu air yang berada di dalam pipa tersebut. Penelitian diawali dengan perancangan kolektor surya jenis plat datar. Absorber terbuat dari dua pipa tembaga yang berdiameter masing-masing pipa bagian luar 3/4” dan pipa bagian dalam 3/8”. Antara pipa bagian dalam dan bagian luar diisi bahan penyimpan kalor. Intensitas cahaya matahari diukur dengan piranometer serta debit air dan  temperature masing-masing diukur dengan water flowmeter dan thermometer sistem akusisi data. Sudut kemiringan kolektor di atur dengan sudut yang sama dengan posisi lintang 508’24’’LS dan diarahkan ke utara. Pengujian dilakukan pada pukul 09:30 – 15:30 WITA dengan selang waktu 30 menit selama 3 hari. Dari penelitian ini menghasilkan efisiensi antara pemanas air surya plat datar dengan menggunakan bahan penyimpan kalor sebesar 99 %, sedangkan  tanpa bahan penyimpan kalor 14,1 %. Kapasitas pemanasan meningkat dari 50 liter per hari menjadi 144 liter per hari. Kata kunci: parafin, bahan penyimpan kalor, kolektor surya, pemanas air, efisiensi.
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAH LIMBAH KAIN DAN KERTAS SEBAGAI SERAT PENGUAT UNTUK INDUSTRI PEMBUATAN ETERNIT Moh. Dahlan; Rochmad Winarso; Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Kudus, saat ini berkembang UMKM dalam usaha pembuatan eternit. UMKM ini kebanyakan terletak di Desa Getas Pejaten, kurang lebih 7 km dari pusat kota.. Bahan baku pembuatan eternit terdiri ini terdiri dari semen, serat kain. Disastu  sisi,  di  Kabupaten  Kudus  banyak  tumbuh  sentra-sentra  industri  garment seperti di desa Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan dan masih banyak lagi yang menghasilkan limbah kain tidak termanfaatkan. Untuk itu diperlukan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah tersebut guna memenuhi UKM pembuatan eternit, Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah;  merancang  bangun  mesin  pengolah  limbah kertas dan kain menjadi bahan baku eternit untuk produksi UKM eternit Metode   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah;   1) melakukan survey ketersediaan  bahan  baku  berupa  sampah  kain/kertas, serta  menganalisa  kualitas  serat penguat  bahan  baku.  2)  merancang  desain  dari  mesin  pengolah  limbah  kain/kertas,  3) menentukan  kebutuhan  komponen  serta  kesiapan  laboratorium  pendukung  yang  akan digunakan untuk membuat mesin tersebut. 4) pengujian mesin yang telah dirancang. Luaran yang direncanakan dari penelitian ini adalah; prototipe mesin pengolah limbah kain dan kertas dengan kapasitas mesin crusher sebanyak 1200 gr/putaran. Tenaga penggerak menggunakan motor listrik 5 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 4300 kg/jam. Kekhususan  yang merupakan daya tawar dari penelitian ini adalah; pemanfaatan bahan limbah dari lokal (konveksi dan industri textile di wilayah Kudus) untuk pemenuhan kebutuhan   bahan   baku   UMKM   lokal   (industri   eternit   di   wilayah   Kudus) sekaligus mengurangi dampak lingkungan, diistilahkan dengan; “Zero Waste from Local to Local for Green Environment”.   Kata kunci: limbah kain, serat, eternit, crusher
PEMODELAN KOMPUTASI 3D SEL TUNAM MEMBRANE PERTUKARAN PROTON (PEMFC) MELALUI TEKNIK BEDA HINGGA Hariyotejo Pujowidodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEM  Fuel Cell merupakan salah satu jenis peralatan konversi elektrokimia yang terdiri dari lapisan aktif elektrolit, berupa membran, sebagai tempat terjadinya reaksi kimia yang mengubah sumber energi potensial kimia hidrogen menjadi energi potensial listrik. Dalam studi ini akan dikaji kinerja pola kanal serpentine terhadap densitas arus yang dihasilkan melalui simulasi komputasi numerik 3 dimensi metode beda hingga (finite element) tools komersial COMSOL 3.2™ pada sebuah bagian sistem kanal saluran. Model terdiri dari domain kanal elektrode berikut lapisan difusi gas dan sub domain lapisan aktif katalis menggunakan prinsip kesetimbangan massa dan muatan (charge and mass balance). Diharapkan melalui studi pemodelan ini dapat dilakukan kajian karakteristik dinamika fluida melalui perpindahan momentum dan massa yang melalui kanal distribusi, lapisan difusi dan lapisan aktif tempat terjadinya reaksi elektrokimia. Pada kanal serpentine dengan belokan yang tajam, pressure drop terbesar diakibatkan oleh adanya hambatan akibat perubahan geometri (U-Turn) yang tajam (perpendicular 90 o). Densitas arus yang terjadi bergantung pada distribusi spesies oksidan O2 dan produk air yang terjadi. Distribusi massa dan komposisi spesies sangat mempengaruhi kinerja yang dihasilkan. Kata kunci: densitas massa, momentum, serpentine , spesies
PENYIMPANAN ENERGI PANAS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMANAS AIR TENAGA SURYA DENGAN KONSENTRATOR SEMI SILINDRIS Firda Fara Karman; A. Ganesa Nawan Surya; Talitha S. Ekaputri; Herdianto Herdianto; Firman Firman
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara eksperimental perpindahan kalor pada kolektor pemanas air tenaga surya dengan menggunakan konsentrator parallel semi silindris yang terbuat dari kaca. Penggunaan konsentrator parallel semi silindris dimaksudkan untuk meningkatkan penyerapan kalor, sehingga kinerja pemanas air tenaga surya semakin meningkat. Material penyimpanan kalor diisikan ke dalam sela-sela pipa antara pipa tembaga Ø ½” dan pipa aluminium Ø 1” yang disusun secara berderetan di dalam kolektor. Pengujian aliran fluida dalam pipa tembaga dilakukan untuk menganalisis proses penyimpanan kalor pada material penyimpan kalor. Pengujian dilakukan dengan variasi debit air 0,1; 0,3 dan 0,5 liter/menit selama 3 hari. Temperatur air dalam tangki dan kolektor diukur dengan menggunakan thermometer sistem aquisisi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama 3 hari maka didapatkan nilai temperatur tertinggi yaitu 44 °C dengan radiasi matahari mencapai 1000 W/m2 dengan efisiensi 13% sedangakan yang tidak menggunakan penyimpan kalor yaitu 56°C dengan radiasi matahari 1015 W/m2 dengan efisiensi 17,17%. Kata Kunci: energy surya, pemanas air, material penyimpan kalor, konsentrator    semi silindris.
UJI KARAKTERISTIK PADA PREPARASI KATALIS Zn/ZEOLIT Suroso Agus Saputro; Enda Merizki br Ginting; Widayat Widayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kerja dari zeolit yakni dengan melakukan proses aktivasi dan modifikasi sebagai bahan pengemban logam aktif atau yang biasa disebut dengan impregnasi. Modifikasi zeolit dengan impregnasi menggunakan logam Zinc didasarkan pada upaya memperbaiki kinerja katalis logam murni, karena memiliki stabilitas termal rendah, mudah mengalami penurunan luas permukaan dan terjadi sintering (penggumpalan) serta tingginya harga dan biaya pemakaian. Perlakuan pengemban logam pada padatan zeolit melalui impregnasi akan menjadikan logam dalam zeolit sebagai katalis bersifat bifungsional. Zeolit disentesa terlebih dahulu dari waterglass dan  Al2(SO4)3.18H2O. Modifikasi zeolit sintesa dimulai dengan proses aktivasi dengan cara dikalsinasi pada suhu 800oC selama 5 jam. Penambahan logam Zinc pada zeolit digunakan larutan ZnSO4.7H2O  dengan konsentrasi 2%; 3%; 4%; 5%, dan 6%. Zeolit modifikasi dikarakterisasi kristalinitasnya dengan analisis XRD. Untuk luas permukaan dianalisa dengan BET. Analisa morfologi permukaan digunakan SEM dan untuk mengetahui kandungan unsur digunakan XRF. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan zeolit sintesa menghasilkan kristalinitas sebesar 15,95% . Luas permukaan dari analisa BET dari hasil impregnasi logam Zn 2%; 3%; 4%,5%, dan 6% secara berurutan adalah 0,402; 0,631; 1,027; 0,887 dan 0,801 m2/g. Analisis SEM menunjukkan morfologi yang sama setelah dilakukan impregnasi dengan berbagai konsentrasi. Kata kunci : impregnasi,  logam Zn, Difraksi sinar-X, luas permukaan
PENGARUH Cu PADA PADUAN Al-Si-Cu TERHADAP PEMBENTUKAN STRUKTUR KOLUMNAR PADA PEMBEKUAN SEARAH Agus Dwi Iskandar; Suyitno Suyitno; Muhamad Muhamad
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh Cu pada paduan Al-Si-Cu terhadap pembentukan struktur kolumnar pada pembekuan searah secara vertikal. Sampel paduan Al-Si-Cu dengan konsentrasi Cu 1-2,7wt% dilebur dalam tungku listrik. Sampel pada kondisi cair didinginkan dalam tungku listrik yang dilengkapi sistem pembekuan searah secara vertikal dengan kecepatan pembekuan konstan (3,49-9,22 µm/detik) dan tebal pendingin logam 1mm dan 10mm. Termokopel tipe K dipasang pada tiga jarak yang berbeda dari permukaan antara cetakan dan pendingin logam untuk mengukur temperatur selama pembekuan searah. Setelah proses pembekuan searah selesai, cetakan dikeluarkan dari tungku dan dibuka untuk mengambil sampel uji. Parameter pembekuan searah (konsentrasi Cu) telah diamati sebagai fungsi dari pembentukan struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan struktur dendrit kolumnar dengan jarak lengan dendrit primer yang halus dan seragam terdapat pada paduan dengan konsentrasi 2,76%Cu. Pada konsentrasi Cu yang lebih tinggi pertumbuhan dendrit primer meningkat dan pertumbuhan dendrit sekunder berkurang. Pada konsentrasi Cu yang rendah dendrit kolumnar tumbuh dengan jarak lengan dendrit primer lebih kasar, pertumbuhan lengan dendrit sekunder meningkat dan pertumbuhan dendrit primer menurun. Kata Kunci : dendrit, kolumnar, paduan Al-Si-Cu, pembekuan searah, struktur mikro
STUDI EKSPERIMENTAL PENGGERAK MULA TERMOAKUSTIK PISTON AIR DENGAN DIAMETER SELANG OSILASI 1 INCI Aditya Nugraha; Agus Kurniawan; Bayu Prabandono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggerak mula termoakustik adalah salah satu renewable energy yang mengubah energy panas menjadi energi gas dan suara sehingga dapat menggerakkan air. Fenomena ini sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini akan menyajikan sebuah model penggerak mula termoakustik sehingga menghasilkan daya dan efisiensi energi yang cukup tinggi. Model ini terdiri dari  bagian pendingin, regenerator dari steelwool dengan panjang 60mm, tabung resonator dan bagian osilasi berupa selang transparan dengan diameter 1 inci. Energi mekaniknya berupa gerak osilasi fluida zat cair dalam hal ini air yang berada di dalam selang yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk profil U. Penelitian ini dilakukan menggunakan tabung resonator yang ukuran tabung outside 15,7 x 70 mm, outside 20 x 90 mm, dan outside 25,2 x 100 mm. Model dengan ukuran tabung resonator outside 25,2 x 100 mm menghasilkan daya terbesar sebesar 0,226 watt dan efisiensi energi terbesar sebesar 0,279 %. Semakin besar dimensi tabung resonator, daya dan efisiensi yang dihasilkan akan semakin besar. Kata kunci: renewable energy, penggerak mula termoakustik, tabung resonator
KAJIAN AKTIVITAS DAN STABILITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KASAR BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Tagor Marsillam Siregar; Eveline Eveline; Felita Anthony Jaya
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang  daun(Allium  fistulosum  L.)telah  diketahui memiliki potensi  sebagai sumber antioksidan alami namun penelitian tentang aktivitas antioksidan bawang daun  masih jarang  dilakukan. Pada penelitian ini bawang daun diekstraksi melalui metodemaserasi menggunakan tiga jenis pelarut dengan polaritas berbeda yaitu etanol (polar), etil asetat (semi polar) dan heksan (non polar) selama 4, 8 dan 12 jam.  Penentuan ekstrak kasar bawang daun terpilih dilakukan  berdasarkan hasil analisis aktivitas antioksidan, total fenolik dan total flavonoid dengan metode spektrofotometri. Selanjutnya ekstrak kasar bawang daun terpilih diuji stabilitasnya terhadap pH (4, 5, 6 dan 7) dan temperatur  (70,  80,  and  90ᴼC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar bawang daun terpilih diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etil asetat selama 12 jam.Ekstrak bawang daun tidak stabil terhadap perlakuan panas dan perubahan pH.Ekstrak bawang daun lebih stabil ketika berada pada kondisi suhu 70ᴼC dan pH 4-5. Uji  fitokimia  menunjukkan  bahwa bawang  daun  mengandung  senyawa golongan  tanin,  alkaloid,  fenolik,  flavonoid, dan  steroid. Hasil  analisis GC-MS terhadap ekstrak kasar bawang daun  terpilih  memperlihatkan adanya senyawa golongan fenolik, yaitu 2-methoxy-4-vinylphenol, golongan hidrokarbon seperti         2-tetradecene  dan  eicosane,  golongan asam lemak seperti asam linoleat dan asam linolenat,  golongan  diterpenoid  seperti neophytadiene,  dan  golongan  vitamin seperti vitamin E. Kata Kunci:Allium fistulosum L., antioksidan, maserasi, pH, stabilitas, temperatur
PENGARUH KOMPOSISI BAHAN KOMPOSIT KARET TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEAUSAN BAHAN KARET LUAR BAN PADA LINTASAN SEMEN Muhammad Alfatih Hendrawan; Pramuko Ilmu Purboputro
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan rangkaian penelitian dalam hal mendapatkan bahan ban luar yang baik. Pada peneltian ini mencari karakteristik kompon karet berdasarkan variasi komposisi sulfur : 3, 3.5, dan 4 phr, yang dinamakan kompon 1, 2 dan 3..Karakterisasinya dilakukan untuk mendapatkan kekuatan tarik dan keausannya. Metoda yang dilakukan adalah dengan melakukan pengujian tarik dan pengujian keausan, yang kemudian dilakukan pembandingan dengan kompon dasar pabrikan. Bahan karet yang diolah diambil dari pencampuran karet ala, karet buatan dan karet kompo pabrikan. Hasil yang didapat dari pengujian tarik adalah pengujian tarik kompon variasi 1, 2, 3 dan kompon pabrikan untuk beban tarik rata-rata terkecil pada kompon 1 dengan beban per satuan luas sebesar 13,46 N/mm2 atau 403,191 N dan tertinggi pada kompon pabrikan dengan beban 18,06 N/mm2 atau 542,493 N. Sedangkan untuk pertambahan panjang  rata-rata terkecil pada kompon variasi 1 sebesar 6,25 mm dan terbesar pada kompon pabrikan sebesar 13 mm.Dilihat dari besarnya uji tarik, kompon variasi 3 memiliki hasil yang mendekati kompon pabrikan. Dari pengujian keausan lintasan kering didapat, kompon pabrikan memiliki nilai keausan terendah yaitu 11,667 mm3/detik. Pada pengujian yang sama , kompon variasi 1 dan kompon variasi 2 memiliki nilai keausan yang tinggi yaitu masing – masing 21,667 mm3/detik dan 18,333 mm3/detik. Sedangkan kompon variasi 3 memiliki nilai keausan yang mendekati kompon pabrikan yaitu 13,333 mm3/detik. Pada pengujian lintasan basah, kompon pabrikan memiliki nilai keausan terendah yaitu 3,333 mm3/detik. Pada pengujian yang sama , kompon variasi 1 memiliki nilai keausan yang tinggi yaitu 10 mm3/detik. Sedangkan kompon variasi 3 dan kompon 4 memiliki nilai keausan yang hampir sama yaitu masing masing 6,667 mm3/detik dan 5 mm3/detik.) Kata kunci: komposisi sulfur, kekuatan tarik, keausan lintasan semen

Page 44 of 140 | Total Record : 1394