cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,333 Documents
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH BEBAN TERHADAP PERUBAHAN KOEFISIEN GESEK PADA ROLLING CONTACT DENGAN TRIBOMETER PIN- ON- DISC FASE RUNNING-IN Aan Burhanudin; Didi Dwi Krisnandi; Eko Armanto; Dian Prabowo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri dan rekayasa perancangan, tribologi merupakan salah satu ilmu penting yang pempunyai kontribusi efisien pada suatu komponen permesinan. Tribologi mempelajari tentang fenomena gesekan, keausan dan pelumasan pada dua buah benda yang saling berkontak. Hal tersebut berpengaruh terhadap umur pakai suatu komponen, khususnya yang bergerak pada kondisi cepat dengan tingkat pembebanan besar. Kontak permukaan suatu sistem permesinan dapat berupa sliding contact (kontak luncur) dan rolling contact (kontak mengelinding). Dalam rolling contact, para peneliti membagi keausan menjadi tiga fase yaitu: running-in, steady state, dan wear out. Pada kondisi running-in awal terjadi kontak sampai pada proses keausan steady state. Tanapan ini terjadi secara cepat dan mempunyai pengaruh terhadap kehandalan serta efisiensi suatu permesinan.  Penelitian ini menggunakan alat berupa pin-on-disc untuk mengukur perubahan  gaya gesek, koefisien gesek pada material kuningan, alumunium pada kondisi running-in. Material alumunium mempunyai H = 0.24 GPa, E = 75 GPa, v = 0.34, sedang untuk material kuningan mempunyai H = 1.8 GPa, E = 115 GPa, v = 0.35. Untuk kecepatan yang digunakan dengan kecepatan rendah antara 10 rpm, dimana proses running-in terjadi secara cepat, bola atau pin berupa baja dengan asumsi tidak mengalami keausan. Material bola berupa  baja krom dengan diameter 10 mm, H = 7.5 GPa, E = 430 GPa, v = 0.3. Dari hasil pengujian didapatkan gaya gesek yang timbul pada kuningan lebih besar dibanding dengan gaya gesek yang timbul pada alumunium. Demikian pula koefisien gesek pada kuningan lebih tinggi dibanding pada alumunium. Fase running-in yang terjadi pada kuningan lebih lama (± 340 second) dibanding fase running-in pada alumunium (± 210 second).
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PEMANAS PADA DISC UNTUK ALAT UJI TRIBOMETER TIPE PIN-ON- DISC Dian Prabowo; Aan Burhanudin; Eko Armanto; Didi Dwi; . Jamari; . Syaiful
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini merupakan suatu kajian dasar dalam ilmu Mekanika  kontak (contact mechanics)  yang berorientasi pada aplikasi  tentang tegangan dan deformasi yang timbul ketika dua permukaan solid bodies saling bersentuhan satu sama lain pada satu titik atau lebih (contact). Perancangan ini akan menelaah karakteristik suatu material yang ditimbulkan oleh adanya perbedaan beban yang diterima, variasi temperatur dan pemodelan kontak (sliding dan rolling). Alat uji pin-on-disc ini terhubung dengan suatu program pada komputer sehingga pengaturan variasi putaran, temperatur dan jumlah putaran disc dapat dengan mudah di atur dengan tujuan agar dalam pengujian lebih mudah untuk memvariasikan parameter yang akan dipakai. Kontrol yang dipakai pada alat ini menggunakan mikrokontroler sebagai pengatur dari peralatan yang ada pada alat uji ini ke komputer. Variasi yang disediakan pada alat ini terdapat pada beban yang dapat diganti, temperatur yang dapat dirubah dari 5 ˚C sampai 80˚C, putaran motor DC  dapat diatur dan jumlah putaran disk dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengujian. Untuk mengetahui gaya yang bekerja karena adanya pengaruh putaran pada lengan dipasang sensor gaya yang dapat langsung diketahui datanya pada komputer. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu tipe DS18B20 merupakan sensor suhu digital yang mempunyai keluaran berupa data, sensor gaya menggunakan loadcell,  sensor putaran menggunakan optocoupler U, pemanas yang digunakan yaitu peltier dan catu daya menggunakan swiching. Hasil  penelitian menunjukkan  temperatur    memiliki peran  dalam mempengaruhi  keausan  pada suatu material, semakin tinggi suhu yang diberikan semakin tinggi tingkat keausan yang akan terjadi. Kata Kunci: Perancangan, Mekanika kontak, Pin on Disc, Temperatur, Sensor
PROSES PERMESINAN BUBUT PADA KACA . Rusnaldy; Susilo A.W; Yusuf U; Norman I Norman I; Triana A; Dika F.P.S
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca termasuk jenis material yang getas. Sebagai material yang getas, sifat ketermesinan (machinability) kaca sangat rendah karena nilai fracture toughness-nya yang rendah. Kekuatan fracture (fracture strength) kaca lebih rendah dari kekuatan luluhnya (yield strength). Ketika kaca diberi beban tarik atau tekuk pada suhu kamar, maka kaca akan hancur sebelum terjadi deformasi plastis. Itu sebabnya maka proses pemesinan jarang diterapkan pada kaca. Permasalahan utama proses pemesinan material getas seperti kaca adalah proses pembentukan geram dapat menimbulkan kerusakan yang cukup parah di permukaan dan di bawah permukaan (subsurface). Kerusakan seperti ini jelas menurunkan kualitas hasil proses pemesinan. Untuk menghasilkan permukaan yang halus pada material getas, adalah sangat penting jika material getas dilakukan proses pemesinan dalam kondisi ulet (ductile cutting mode). Untuk itu maka serangkaian eksperimen proses pemesinan bubut pada kaca telah dilakukan untuk mencari parameter optimum dari proses pemesinan kaca. Selain itu juga diteliti umur  pahat yang digunakan dan proses pendinginan apa yang mampu untuk memperpanjang umur pahat. Sehingga nantinya akan berdampak pada nilai ekonomi proses pemesinan kaca jika nanti dapat diterapkan di masyarakat. Dari hasil yang didapatkan ternyata proses bubut pada kaca dapat dilakukan. Kondisi permukaan paling baik didapatkan ketika proses bubut dilakukan pada  radius nose 5 mm, depth of cut 0,5 mm, feed rate 0,045 mm/rev, kecepatan spindel 30 rpm dan kondisi permesinan menggunakan  cairan pendingin dromus. Dari hasil ini juga terlihat bahwa Laju keausan tepi pahat HSS pada proses permesinan kaca sangat tinggi, sehingga dengan pertimbangan ekonomis pahat HSS tidak dapat digunakan Kata Kunci  : Permesinan, Kaca, High hydrostatic pressure, Ductile cutting mode, Laju Keausan Pahat
PERANCANGAN MESIN UJI TRIBOLOGI PIN-ON-DISC Eko Armanto; Aan Burhanudin; Didi Dwi Krisnandi; Dian Prabowo; . Ismoyo; . Jamari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang perancangan mesin uji tribologi pin-on-disc.  Pin-on-disc adalah salah satu mesin uji gesek tribologi. Tribology salah satu ilmu terapan di bidang teknik mesin yang mempelajari gesekan, keausan dan pelumasan, memberikan kontribusi dalam upaya meminimalkan keausan dan kehilangan material akibat kontak antara dua permukaan karena  berdampak pada efisiensi, hidup mesin, desain mesin, jadwal pemeliharaan  mesin. Proses perancangan pada umumnya, tediri dari beberapa tahapan  meliputi  tahapan, penyusunan dokumen, tahapan analisis masalah, penyusunan spesifikasi, tahapan perancangan konsep produk, dan tahapan pembuatan produk. Tahapan-tahapan perancangan di atas bersifat iteratif (iterative), artinya hasil setiap tahapan dijadikan umpan balik (feedback) bagi tahapan yang sebelumnya. Konsep produk biasanya diekspresikan dengan sketsa gambar tiga dimensi (3D) dengan uraian dan keterangan gambar. Kata kunci: perancangan, pin-on-disc, gesekan, koefisien gesek
PEMODELAN MINIMIZE TOTAL BIAYA PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PROSES MANUFAKTURING PRODUK FURNITURE Sutrisno Sutrisno B; Abd. Haris; . Romadhon
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengendalian kualitas merupakan usaha preveentif (pencegahan) sebelum terjadi kesalahan, dan mengarahkan agar kesalahan tidak terjadi. Persoalan pengendalian kualitas adalah bagaimana menjaga dan mengarahkan agar produk dan jasa dapat memenuhi standar kualitas yang direncanakan. Tujuan penelitian ini  untuk (1). Memecahkan masalah kerusakan produk  dengan metode  SQC (Statistical Quality Control), (2). Menentukan biya kualitas total minimum (minimize total cost quality) yang meliputi QCC (Quality Control Cost) dan QAC (Quality Assurance Cost). Penelitian dilakukan dengan metode observasi secara mendalam (indept observation), pengumpulan data secara langsung pada obyek observasi yaitu pengendalian kualitas pada proses manufaktur produk furniture, analisis data menggunakan formula statistiscal Quality Control (SQC) untuk mengetahui batas control atas (UCL) dan batas control bawah (LCL) yang dilengkapi dengan control chart. Hasil analisis control charts menunjukkan bahwa  rata-rata kerusakan produk sebesar   2,6 % dari 96.500 produk yang diperiksa. Uper Control Limit (UCL)  sebesar 3,1 %, Lower Control Limit (LCL) 2,1 %. Total biaya minimum kualitas   sebesar Rp. 18.909.379 yang terdiri dari  Quality Control Cost sebesar RP. 9.456.579  dan  Quality Assurance Cost  sebesar Rp.  9.452.800.  Sedangkan análisis intensitas pengendalian kualitas yakni produk rusak yang benar-benar terjadi sebanyak 2.531 unit, jumlah produk rusak yang dikehendaki yaitu yang menanggung biaya kualitas terendah (q*) sebanyak  3.376 unit.   Key word: Uper Control Limit, Lower Control Limit, Minimum QCC, Minimun QAC
PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) PENGOLAHAN PASCA PANEN RIMPANG TANAMAN OBAT DAN IDENTIFIKASI GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DI KLASTER BIOFARMAKA KARANGANYAR Fakhrina Fahma; Wahid A. Jauhari; Pungky Nor Kusumawardhani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini banyak masyarakat yang beralih dari mengkonsumsi obat kimia ke obat herbal yang berasal dari tanaman obat (biofarmaka). Perubahan pola konsumsi obat ini dikarenakanobat herbal memiliki risiko efek samping yang minim apabila digunakan secara tepat. Produk biofarmaka yang salah satunya berasal dari tumbuhan sangat berpotensi untuk pengembangan Industri Obat Tradisonal (IOT) dan kosmetika (Purnaningsih, 2008). Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah telah mengembangkan beberapa klaster biofarmaka salah satunya di Karanganyar.  Meskipun Karanganyar dikenal sebagai daerah yang berpotensi besar dalam produk biofarmaka, masih terdapat banyak masalah yang menghambat pengembangan biofarmaka terutama yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas supply produk yang dipanen. Masalah tersebut muncul dikarenakan tidak adanya suatu sistem penjaminan  mutu dari hasil panen tanaman-tanaman biofarmaka. Untuk menjamin mutu produk dari klaster perlu adanya dokumentasi terkait budidaya dan proses produksi. Sistem pendokumentasian mutu dapat berupa Standard Operating Procedure (SOP) dari budidaya tanaman hingga pasca panen dan GMP (Good Manufacturing Practices) Planyang mengatur agar hasil pengolahan proses produksi nantinya sesuai dengan standar mutu dan  aman untuk dikonsumsi. SOP disusun berdasarkan studi kasus di Kelompok Tani Sumber Rejeki I dan studi lapangan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT).  Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan ketua dan pengurus klaster, ketua dan anggota kelompok tani, dan pihak-pihak terkait lainnya yaitu dinas pertanian dan B2P2TO-OT.  SOP ini dapat digunakansebagai SOP percontohan di kelompok-kelompok tani lainnya. SOP ini sebagai standarisasi untuk meminimalkan variasi proses budidaya dan pasca panen antar kelompok tani, sehingga dapat menjamin mutu produk biofarmaka yang dihasilkan. Pengembangan dan penggunaan SOP dapat meminimasi variasi output dan meningkatkan kualitas melalui implementasi yang konsisten pada proses atau prosedur di dalam organisasi (U.S. Environmental Protection Agency, 2007).  SOP yang tersusun nantinya dapat diimplementasikan sehingga tercapai cara penanganan dan pengolahan pangan hasil pertanian yang baik melalui Good Manufacturing Practices (GMP). Dengan adanya sebuah sistem dokumentasi GMP (GMP Plan) diharapkan klaster memiliki sebuah pedoman untuk dapat mengimplementasikan proses pasca panen yangbaik, sehingga dapat menghasilkan produk yang aman dan dapat memenuhi standar penerimaan baik pasar maupun perusahaan jamu. Kata kunci: Klaster biofarmaka, SOP, GMP, Rimpang Biofarmaka
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PADA DIVISI CETAK KORAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN USE-PDSA DI PT MASSCOM GRAPHY SEMARANG Diana Puspita Sari; Heru Prastawa; Yuliana Rahmasari Yuliana Rahmasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Masscom Graphy merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang percetakan. Penelitian ini dilakukan di divisi cetak Koran, karena pada divisi ini persentase waste melebihi target yang ditetapkan perusahaan.  Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab dan memberikan usulan perbaikan. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian yaitu metode USE-PDSA (Understand, State, Evaluate, Plan, Do, Study and Act). Metode USE-PDSA  merupakan langkah-langkah analisis dan solusi masalah kualitas yang secara sistematis,  rasional, ilmiah, efisien, dan efektif dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar penyebab permasalahan adalah penggantian plate, kertas putus dan kotor kurang setelan. Rekomendasi yang diusulkan adalah perlu diadakan  pelatihan bagi karyawan, perbaikan alat pada mesin cetak koran, dan pemberian reward pada karyawan. Kata Kunci : Divisi cetak koran , PT Masscom Graphy, USE-PDSA, Waste
PERENCANAAN KEGIATAN MAINTENANCE PADA SISTEM PIPE MAKING LINE DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II (STUDI KASUS PT INDONESIA STEEL TUBE WORKS SEMARANG) Dyah Ika Rinawati; Bambang Purwanggono; Eko Lisysantaka
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perusahaan mass production, terjadinya breakdown mesin dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan  karena adanya kehilangan kapasitas. Oleh karena itu perlu dilakukan maintenance guna menurunkan frekuensi breakdown maupun tingkat keparahannya.  PT Indonesia Steel Tube Works (PT ISTW) telah menerapkan  maintenance baik secara preventive maupun corrective. Namun hingga saat ini PT ISTW belum bisa mencapai target breakdown sebesar 0,5%. Lini yang memiliki tingkat breakdown yang tertinggi di PT ISTW adalah Pipe Making Line. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rencana kegiatan maintenance guna menjamin keandalan sistem pada Pipe Making Line berdasarkan modus-modus kegagalan mesin dan konsekuensinya.  Metode yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) II, dimana penilaian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif  .  Data yang dikumpulkan antara lain  modus dan efek kegagalan yang diperoleh dari hasil wawancara serta  manual vendor mesin,  maintenance activity report  dan  machine history record  yang merupakan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan kegiatan maintenance untuk modus-modus kegagalan yang terdiri dari scheduled discard task, on condition task, no-scheduled maintenance dan usulan redesign. Kata kunci: Maintenance, Reliability Centered Maintenance (RCM)
OPTIMASI KUANTITAS DAN JENIS PRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN Ratnanto Fitriadi Ratnanto Fitriadi; Indah Pratiwi,; Rudi Teguh Aryanto Rudi Teguh Aryanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses optimasi adalah untuk menentukan kombinasi yang merupakan solusi yang optimal terhadap permasalahan yang bersifat trade off. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan “SSS” di Solo yang memproduksi bermacam-macam timbangan sebagai alat ukur. Permasalahan perusahaan adalah multi objective yaitu mempunyai beberapa tujuan, diantaranya untuk memenuhi semua order, memaksimalkan utilitas resources, meminimalkan biaya produksi dan pemakaian material, yang pada akhirnya penentuan kombinasi dari jumlah dan jenis produk diharapkan memaksimalkan keuntungan. Langkah pertama setelah mengidentifikasi permasalahan adalah membuat model/ persamaan matematis, selanjutnya adalah proses pengumpulan dan pengolahan data yang diperlukan sebelum melakukan tahap optimasi. Dalam menentukan fungsi tujuan perusahaan diperlukan proses pembobotan dan perankingan, hal ini menunjukkan proses interaktif yang mengakomodasi preferensi dari manajemen perusahaan. Dengan pendekatan condorcet secara sederhana kepentingan perusahaan dari beberapa perspektif dapat diakomodasi dan dengan mudah dapat dirubah pembobotannya sebagai langkah yang interaktif dan fleksibel (seandainya ada kebijakan baru dari perusahaan). Data yang digunakan diantaranya adalah data jumlah permintaan, harga bahan  baku, proses produksi, biaya produksi yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya listrik, biaya kerja lembur, biaya bahan baku dan bahan pembantu. Pengumpulan data dilakukan  dengan proses observasi, interview dan dokumentasi.  Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kombinasi produk yang optimal  untuk memenuhi kebutuhan pesanan adalah produk timbangan dacin 110 yang harus dibuat sebanyak 1.683 unit; produk dacin 50 sebanyak 1.675 unit; produk meja DXO sebanyak 2.517 unit; produk meja ariesta sebanyak 2.433 unit; produk sentisimal 500 sebanyak 883 unit; produk sentisimal 300 sebanyak 896 unit dan produk sentisimal 150 sebanyak 904 unit. Sehingga hasil penjualan  yang  diperoleh adalah menunjukkan keuntungan yang dapat diraih oleh perusahaan. Kata kunci: optimasi produk, timbangan, condorcet, multi objective 
ANALISIS EFEKTIFITAS REMINDING UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS PT. TELKOM SEMARANG) . Suwarti; Dwiana Hendrawati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sektor bisnis pada jasa telekomunikasi di Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat adalah industri telekomunikasi.hal tersebut menjadikan persaingandi bidang telekomunikasi semakin kuat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektifitas reminding untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.Semua perusahaan mempunyai pelanggan sebagai sumber penghasilan. Reminding adalah mengingatkan ataupun memberitahukan kepada  pelanggan akan produk atau  jasa yang digunakan agar pelanggan  tetap  loyal, dengan adanya  reminding  pelanggan akan tahu hak dan kewajiban yang harus dilakukan.Kepuasan pelanggan dapat menjadi dasar menuju terwujudnya   konsumen  yang  loyal. Tujuan perusahaan perlu diukur. apakah efektif atau tidak. Efektifitas bertujuan untuk menentukan tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan.  Untuk menilai kualitas jasa pelayanan PT. Telkom Semarang digunakan lima dimensi kualitas jasa yaitu  reliability, responsiveness,assurance, emphaty, tangibles. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan penelitian studi kasus.Yaitu didasarkan data deskripsi dari suatu status,keadaan, sikap,hubungan,atau suatu sistem pemikiran masalah yang menjadi obyek penelitian. Dengan langkah-langkah mulai dari pengumpulan data,penyusunan dan analisis data serta interpretasi dari data analisis. Rata-rata efektifitas kepuasan pelanggan dari kelima dimensi pada PT. Telkom Semarang  sebesar 71.115 berada pada rentang nilai skor 68 – 84 dengan kriteria efektif. Dengan demikian  efektifitas reminding  dalam kategori efektif   untuk meningkatkan kepuasan pelanggan studi.kasus PT. Telkom Semarang. Kata kunci: reminding, Telkom, kepuasan .

Page 6 of 134 | Total Record : 1333