cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,333 Documents
PERANCANGAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADI PASCA PANEN Mila Faila Sufa Mila Faila Sufa
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pangan mempunyai  arti  yang  sangat  penting  sebagai  kebutuhan  dasar manusia  yang  harus dipenuhi  karena  itu, pangan menjadi  salah satu  pilar utama dalam  pembangunan  nasional. Apabila ketersedaiaan pangan suatu bangsa tidak mencukupi  dibandingkan  kebutuhannya maka dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi bangsa tersebut, selain itu berbagai gejolak sosial dan  politik  dapat terjadi  jika  ketahanan pangan  terganggu.  Di  Indonesia  pangan diidentikkan dengan beras, karena beras merupakan makanan utama bangsa  Indonesia pada umumnya.  Pemerintah  Indonesia  berupaya  untuk  menjaga  ketersediaan  beras  sepanjang tahun,  dengan  mendistribusikan  beras  secara  merata  dan  menjaga  harga  beras  agar tetap stabil serta  meningkatkan produksi  dalam  negeri (swasembada  pangan). Upaya pemerintah tersebut  menjadi semakin  kompleks mengingat  pertambahan penduduk Indonesia  yang  semakin  besar  dan  tersebar  di  berbagai  geografis  serta  memiliki  keadaan ekonomi  yang bervariasi. Manajemen Rantai pasok  beras perlu dilakukan, agar  persediaan beras cukup  untuk  memenuhi  kebutuhan  dalam  negri.  Penanganan  pasca  panen  dan manajemen  rantai  pasok  perlu  diperbaiki  agar  masyarakat  memenuhi  kebutuhan  pangan dengan harga relatif stabil. Jika persediaan beras  terlalu sedikit maka kebutuhan masyarakat tidak  dapat dipenuhi yang dapat menimbulkan krisis  pangan   namun jika persediaan terlalu besar, mengakibatkan pertambahan biaya yang harus dikeluarkan oleh  instansi berupa biaya penyimpanan  dan  perawatan  beras  yang  tidak  tersalurkan,  beban  bunga  bank,  opportunity loss dan kerusakan. Salah satu permasalahan pokok pada rantai pasok beras adalah masalah distribusi  yang  diakibatkan  oleh  sulitnya  akses  informasi  ketersediaan  beras.  Hal  ini menimbulkan masalah dalam distribusi padi berupa penumpukan beras maupun  kekosongan persediaan  beras  pada  gudang  yang  lain.  Jika  hal  seperti  ini  terus  menerus  terjadi,  maka dapat menimbulkan kerugian baik  terhadap petani, konsumen dan  semua pihak yang  terlibat dalam sistem rantai pasok beras. Fokus penelitian ini adalah merancang kerangka pengukuran kinerja dalam supply chain beras yang didalamnya  terlibat beberapa stakeholder antara  lain kelompok tani, pedagang dan konsumen. Sehingga dari rancangan ukuran kinerja ini nantinya dapat  diketahui  seberapa  baik  kinerja  elemen-elemen  dalam  supply  chain  padi  dan  dapat ditingkatkan efektivitasnya untuk meningkatkan kepuasan stakeholder. Key words : padi, supply chain, kinerja, customer, efektivitas
PENGARUH FAKTOR WUJUD, KEANDALAN, KETANGGAPAN, JAMINAN DAN EMPATI TERHADAP KEPUASAN PRAKTIKAN DI LABORATORIUM DISTRIBUSI ENERGI POLITEKNIK NEGERI SEMARANG Teguh Harijono Mulud; Indung Sudarso Indung Sudarso
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijaksanaan Politeknik Negeri Semarang yang berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kualitas layanan terhadap praktikan di Laboratorium Disitrbusi Energi adalah dengan mengaplikasikan lima faktor yang meliputi,  (1) faktor wujud (tangible), (2) keandalan (reliability),  (3) ketanggapan  (responsivenes),  (4) jaminan  (assurance),  dan (5) empati (emphaty). Diharapkan dengan melaksanakan kelima faktor tersebut, praktikan benar-benar memperoleh kepuasan selama praktik di lab.  Faktor-faktor tersebut mempunyai hubungan yang sangat erat dengan tingkat kepuasan praktikan, sehubungan dengan adanya keluhan praktikan seperti belum terpenuhi kualitas dan kontinuitas praktik sesuai dengan target yang diharapkan, peralatan praktik yang sudah aus, biaya praktik yang mahal, dan penanganan keluhan praktikan dirasakan lambat. Uji anlisis dengan regresi linier berganda membutkikan bahwa ada pengaruh yang signifikan Wujud (tangible), Keandalan (reliability) , Ketanggapan (responsivenes), keyakinan (assurance), empati (emphaty)  terhadap Kepuasan paktikan di lab distribusi energi. Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan praktikan
USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI BERDASARKAN PENDEKATAN SISTEM HACCP (HAZARD ANALISYS CRITICAL CONTROL POINT) (STUDI KASUS PEMBUATAN KUE KROKET DI TOKO ROTI DAN KUE ”RAPI” SEMARANG) Novi Marlyana Novi Marlyana; Wiwiek Fatmawati, Wiwiek Fatmawati,; Nur Amalina
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Toko Roti dan Kue “RAPI” merupakan salah satu industri rumah tangga yang bergerak dibidang makanan. Produksinya meliputi berbagai jenis kue dan roti. Untuk menjamin keamanan atau higienitas produk makanannya Toko Roti dan Kue “RAPI” ini telah mengantongi Surat Ijin DEPKES RI No. 315/11.04/94. Perbaikan proses dengan menggunakansistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) ini diharapkan dapat melengkapi standar yang ada dan dapat diaplikasikan kedalam sistem manajemen mutu sehingga mendapatkan jaminan keamanan makanan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Penerapan HACCP mengedepankan upaya preventive atau pencegahan, dilakukan dengan jalan memperketat pengontrolan setiap tahapan titik kritis pada proses pengadaan pangan hingga pangan dinyatakan aman dan terbebas dari kontaminan. Dalam proses pembuatan kue kroket di Toko Kue dan Roti ”RAPI” ini ditemukan beberapa bahaya (hazard) yang terjadi.  Dengan penerapan HACCP akan menghasilkan produk kue kroket yangmemenuhi standar jaminan keamanan pangan. Kata kunci : keamanan pangan, kue kroket, mutu, sistem HACCP
PEMETAAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KELUARAN PRODUK HASIL PERANCANGAN PEMUTIH BERAS MEKANIK MENGGUNAKAN METODE BIPLOT Siti Nandiroh
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras dengan penampilan bagus mempunyai standar harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras buruk. Dengan adanya selisih harga tersebut ada upaya yang dilakukan pedagang untuk menaikkan harga beras penampilan buruk ke beras penampilan bagus, yaitu dengan menggunakan pemutih dari zat kimia. Hal ini tentu saja sangat berakibat buruk bagi kesehatan konsumen. Pada penelitian sebelumnya, telah berhasil dibuat alat pemutih beras mekanik yang menggunakan tenaga penggerak dari penggiling  beras atau Rice Milling Unit (RMU). Hasil giling beras menunjukkan bahwa gabah berpenampilan buruk, yang biasanya menghasilnya beras buruk mampu menjadi beras dengan penampilan bagus, dan proses penggilingan menjadi lebih singkat. Beras hasil giling produk  pemutih beras mekanik, yang dinamai beras uji coba terbukti mampu bersaing dengan varietas yang lain, yaitu Rojolele, C4, Membramo, IR, 64, Menthik Wangi. Disini disajikan batasan atribut yang mempengaruhi konsumen berpindah dari satu varietas satu ke varietas yang lain adalah harga, jenis/fanatisme, kemasan produk, tampilan, kepulenan dan unsur-unsur yang ada dalam beras. Pemetaan persepsi konsumen menggunakan metode Biplot, menunjukkan peringkat yang stabil dari tiga bulan terakhir yaitu peringkat lima. Hal ini menunjukkan peningkatan performansi beras buruk menjadi lebih bagus yang cukup signifikan. Kata kunci: beras, biplot, konsumen, performansi, varietas.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG JADI MULTI ITEM DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER (STUDI KASUS PADA DEPO ES KRIM PERUSAHAAN “X” DI MAGELANG) Agus Setiawan; Enty Nur Hayati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perusahaan “X” adalah Cabang Distributor es krim Campina di Magelang. Perusahaan mengelola 13 jenis produk jadi (multi item). Di perusahaan ini, sering terjadi kondisi overstock  atau kelebihan persediaan pada produk jenis tertentu dan kondisi stockout atau kekurangan persediaan pada produk jenis tertentu pula. Hal ini terjadi karena untuk masing-masing produk dengan berbagai tipe/jenis tersebut memiliki tingkat penjualan yang berbeda-beda.  Perusahaan “X” mengelola 13 jenis es krim yang siap dipasarkan. Kendala yang dihadapi untuk penyimpanan es krim adalah ruang penyimpanan dan biaya persediaan. Untuk menetapkan jumlah pemesanan es krim pada perusahaan “X” menggunakan metode Lagrange Multiplier.  Jumlah pemesanan optimal untuk 13 jenis es krim yaitu (1) Fantasi Orange Grape = 327 unit, (2) Viola = 127 unit, (3) Fantasy = 148 unit, (4) Big Time = 84 unit,(5) Didi Cup 129 unit, (6) Hula-hula = 114 unit, (7) Olympia Cup = 176 unit, (8) Tropicana = 153 unit, (9) Heart = 86 unit, (10) Double Stick =106 unit, (11) Double Cone = 100 unit, (12) Bazzoka Vanilla = 57 unit dan (13) Bazzoka Coklat = 69 unit. Jumlah pemesanan ini menghasilkan biaya persediaan/nilai total omset baru sebesar Rp 5.700.302,00 dan volume ruang terpakai sebesar 92.819 ml. Kata Kunci : pengendalian persediaan, produk multi item, metode Lagrange Multiplier
PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) PRODUK RIMPANG TEMULAWAK MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL (STUDI KASUS : KLASTER BIOFARMAKA KABUPATEN KARANGANYAR) Fakhrina Fahma; Murman Budijanto; Ayu Purnama
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karanganyar merupakan sentra produksi biofarmaka terbesar di Jawa Tengah dengan luas area lahan 270 hektar dan  jumlah produksi mencapai 1.390.700 kg (Balitpang Provinsi Jawa Tengah, 2010). Demi membantu pengembangan biofarmaka pemerintah Kabupaten Karanganyar membentuk lembaga Klaster Biofarmaka yang beranggotakan 10 kelompok tani. Produk unggulan klaster yang banyak diminati oleh konsumen adalah rimpang temulawak, simplisia temulawak, dan serbuk temulawak. Harga tawar produk yang ditentukan oleh Klaster Biofarmaka kepada petani cenderung rendah, sehingga petani lebih memilih menjual produknya ke tengkulak. Hal ini  terjadi karena rendahnya pengetahuan petani mengenai cara menetapkan harga jual produk sehingga petani tidak memiliki daya tawar produk yang baik. Untuk menghindari adanya kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi temulawak dan untuk menghasilkan biaya yang efisien diperlukan penerapan suatu metode yang tepat untuk menghitung penetapan harga pokok produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode full costing. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditunjukkan bahwa hasil dari perhitungan harga pokok produksi (HPP) dengan menggunakan metode full costing untuk produk temulawak basah adalah Rp 2.116 per kilogram, produk simplisia temulawak adalah Rp 21.278, dan produk serbuk temulawak adalah Rp 47.557. Kata kunci: biofarmaka, klaster, temulawak, harga.
PERANCANGAN KONSEP TEMPAT TIDUR RUMAH SAKIT MEMPERTIMBANGKAN PROSES PEMINDAHAN PASIEN (STUDI KASUS: RUMAH SAKIT ”ZZZ” DI SURAKARTA) Rahmaniyah Dwi Astuti; Ilham Priadythama Ilham Priadythama; Nanung Eko Setyawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manual patient bed transfer is still bringing in a problem for nurses and also for patients when the nursing moves  from or to wards in hospital, especially in a nursing with surgery. For the nurses, it can lead to low back pain because they must bow when they lift and move the patient body. For the patients, the transfer process can definitely cause body movement which  can cause inconvenience, for example for a patient with a physical trauma. Therefore, it would be very helpfull if there is something which can change the traditional technique of patient transfer. The objective of this study is to design a concept of interchangeable hospital bed mattresses.The first step of this study is the problem analysis to the patient transfer process and the beds they currently use. This activity was begins trough observation, direct interrogation, and the deployment of Nordic Body Map equiped questionaire. After the analysis showed the ponits of the problem, there can be developed a bed design concepts with their fitures which can accommodate requirements of the process, encompass the nurses’ anthropometry based bed dimension, the bed mechanical mechanisms, and some supporting fitures. The result of this study are concepts of both hospital wards bed and transit bed which theoretically can eliminate the nurses low back pain. The transfer is enabled with interchangeable mattress slide mechanisms with remote locks to ensure the effectivity and the safety of the process. The transit bed is designed with light costruction and remote brake equiped handle to increase its mobility and  handling.    Kata kunci : nurse, design, manual patient bed transfer. 
ANALISIS HAMBATAN IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI WILAYAH KECAMATAN TINGKIR, SALATIGA Yusuf Sulistyo Nugroho; Fatah Yasin Al Irsyadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-government telah diterapkan di berbagai wilayah dan instansi di seluruh Indonesia, namun tidak semua penerapannya berjalan optimal. Hal ini dikarenakan tiap wilayah atau instansi memiliki keadaan yang berbeda-beda sehingga kendala yang dihadapi juga terjadi perbedaan. Hal ini yang sering dirasakan oleh warga Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga terhadap pelayanan menggunakan e-government yang tidak sepenuhnya berjalan lancar. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model sistem informasi yang diterapkan di Kecamatan Tingkir, Salatiga dan mengetahui alasan utama tidak optimalnya penerapan sistem informasi yang ada. Berdasarkan obyek penelitian, terdapat dua data penting yang diperlukan dari proses studi ini. Pertama, data primer seperti kondisi nyata yang meliputi implementasi dan infrastruktur e-government pemerintah daerah. Data primer ini  diperoleh dengan observasi dan angket yang didistribusikan di 3 instansi pemerintah wilayah Kecamatan Tingkir.  Kedua, data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Berdasarkan pada hal tersebut maka pendekatan studi yang dipakai adalah perpaduan antara metode survei dan non-survei. Dengan perpaduan ini diharapkan mampu dihasilkan data yang lengkap dan tepat sehingga mampu mereduksi bias kesalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa model sistem informasi yang diterapkan di 3 (tiga) instansi pemerintahan yakni Kecamatan Tingkir, Kelurahan Gendongan dan Kelurahan Kalibening pada dasarnya memiliki kesamaan yaitu tersentralisasi/terpusat, namun tingkat kesiapan implementasinya tergantung pada ketersediaan SDM dan komitmen pimpinan lembaga masing-masing. Di samping itu, ketergantungan keputusan pada pimpinan  lembaga menjadi hambatan dalam melaksanakan e-Government. Dengan demikian visi pemimpin sangat berpengaruh terhadap komitmen birokrasi pemerintahan dalam melayani masyarakat melalui e-Government. Kata kunci: e-Government, observasi, implementasi, tersentralisasi
BUILDING AN APPLE IPAD MINI THEATER SYSTEM THROUGH IXTREAMER Budi Berlinton Sitorus
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

iPad as a tablet PC was designed to be used  as personal tablet PC. It offers several exciting features for users to browse, schedule, open documents, play game, listen to music, view photos, and more. Unfortunately, they only can be enjoyed personally. They are possible to extend  by the help of couple of peripherals such as Apple Digital AV adapter, Camera Connection Kit, Composite Cable, etc.  It may not result the great performance which involves limitation to iPad for wider use. The features offered are possible to extent in the purpose of using iPad not only as personal device but also usage of iPad for larger scope. Xtreamer technology, specifically iXtreamer, make it possible for iPad to enhance and build a mini theater system. Their combination will improve the perform of iPad. A research was conducted to  explore the limitations it has and find solutions.  By combining iPad and iXtreamer, an enhanced function of iPad will show how the iPad becomes a mini theater system. This system is extending the capability of iPad previously  as a personal device only  to a great system offering high multimedia features Keywords: tablet PC, iPad, mini theater system, multimedia, iXtreamer
PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN TERHADAP NILAI RESISTANSI SENSOR GAS BERBAHAN POLYMER Budi Gunawan; Arief Sudarmadji
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Polymer adalah bahan yang bersifat non konduktif. Material ini bisa dijadikan sebagai bahan yang bersifat konduktif dengan menambahkan karbon aktif sebagai doping, bahan campuran ini disebut composite polymer-carbon. Sifat konduktifitas dari bahan ini bisa berubah apabila terpapar gas  dengan  perubahan resistansi tergantung dari jenis dan gas yang dideteksinya. Dengan karakteristik ini, composite polymer-carbon bisa digunakan sebagai sensor gas. Sifat konduktifitas dari sensor gas berbahan polymer ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya; jenis gas, konsentrasi gas, suhu dan kelembaban. Penelitian ini akan menguji pengaruh suhu dan kelembaban terhadap nilai resistansi dari sensor  gas berbahan polymer. Dalam pengujian ini akan dibuat sensor gas dari 6 jenis polymer, yaitu: PEG6000, PEG20M, PEG200, PEG1540, Silicon and Squelene. Enam jenis polymer tersebut akan diuji dengan 9 jenis gas, yaitu : Acetone, Acetone Nitrile, Benzene, Ethanol, Methanol, Ethyl Acetone, Chloroform, n-Hexane and Toluene. Metode pengujian dilakukan dalam sebuah chamber terisolasi yang bisa dikondisikan variasi suhu dan kelembabannya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai resistansi dari ke 6 jenis polymer naik sebanding dengan naiknya suhu dan kelembaban. Kata kunci: temperatur, kelembaban, polymer, resistansi, konduktifitas

Page 7 of 134 | Total Record : 1333