cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 553 Documents
PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING DAN PROYEK, KREATIVITAS, SERTA KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Deta, U. A.; -, Suparmi; Widha, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terbimbing dan proyek, kreativitas serta keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Papar tahun ajaran 2011/2012. Populasi dari penelitian adalah siswa kelas XI IA. Sampel  kelas diambil dengan metode cluster random sampling. Uji hipotesis menggunakan ANAVA. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa: (1)Terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang diberi pembelajaran menggunakan metode inkuiri terbimbing dan proyek dengan yang diberi pembelajaran menggunakan PBL; (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar afektif antara siswa dengan kreativitas tinggi dan rendah; (3) Terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif, psikomotor, dan afektif antara siswa dengan keterampilan proses sains tinggi dan rendah; (4) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas terhadap prestasi belajar afektif; (5) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan kreativitas terhadap prestasi belajar psikomotor dan afektif;(6) Terdapat interaksi antara kreativitas dengan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar afektif; dan (7) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran, kreativitas, dan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif. This research aims to determine the effect of guided inquiry and project method, creativity,and science process skills to students’ achievement.Research was conducted in SMA Negeri 1 Papar in 2011/2012 academic year. Population of research were the XI grade students. Samples were taken buy using cluster random sampling method. Hypothesis test used ANOVA. Based on the analyzes results, it was obtained that 1) there was a  difference between students cognitive achievement reached by students learning used guided inquiry applying project method and problem based learning method, 2) there was a difference in affective students’ achievement between high and low creative students, 3) there was difference in cognitive, psychomotor, and affective students’ achievement between high and low science process skills students, 4) there was a relation between learning method applying creativity and affective achievement, 5) ) there was a relation among learning method applying creativity and psychomotor and affective achievement, 6) there wasa relation between creativity applying science  process skills with affective achievement; and 7)there was relation among learning methods, creativity, and science process skills and cognitive and affective achievement.
MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA PERKULIAHAN FISIKA LINGKUNGAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP KEPEDULIAN LINGKUNGAN Khanafiyah, S.; Yulianti, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepedulian lingkungan adalah salah satu indikator nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa yang telah ditentukan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kepedulian lingkungan dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction pada  mata kuliah Fisika Lingkungan. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan menggunakan pretest- postest experimental design. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur sikap kepedulian lingkungan, lembar observasi untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika lingkungan yang dilaksanakan dengan model problem based instruction dapat meningkatkan sikap kepedulian lingkungan dan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah. Environmental awareness is one of value indicators for culture and nation character education determined by Kementrian Pendidikan Nasional. The aim of this research was to increase environmental awareness attitude and problem-solving ability of student through the application of Problem Based Instruction on Fisika Lingkungan subject. The research design used was quasi experimental with pretest-postest experimental design. The research instruments were questionnaire to measure environmental awareness attitude and observation sheet to measure problem-solving ability of student. The result of this research showed that the application of problem based instruction on Fisika Lingkungan subject can increase environmental awareness attitude and problem-solving ability of student.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MAHASISWA SEMESTER I MATERI DINAMIKA -, Marnita
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar di bangku kuliah umumnya bersifat Teacher Centered, sehingga mahasiswa sulit menemukan sendiri suatu konsep tertentu. Sebagai pengajar harusnya dosen dapat mengaplikasikan berbagai model pembelajaran diantaranya adalah model pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran kontekstual salah satu model yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains maupun aktivitas mahasiswa dan dosen. Penelitian ini adalah penelitian  tindakan kelas pada 35 orang mahasiswa semester I unit B Prodi Pendidikan Fisika. Melalui penelitian ini diharapkan akan dapat meningkatkan keterampilan proses sains serta aktivitas dosen dan mahasiswa. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah data hasil belajar berupa keterampilan proses sains mahasiswa dan data hasil observasi (pengamatan) aktivitas dosen dan mahasiswa. Setelah semua data terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sains mahasiswa semester I program studi pendidikan Fisika melalui pembelajaran kontekstual materi Dinamika. Teaching and learning process in the University is mostly teacher-centered. Therefore, it is difficult for students to develop the concept of science by themselves. A lecturer should be able to apply a variety of learning model such as contextual teaching and learning model. Contextual teaching and learning model is a model that can improve science process skills and activities of student and lecturer. This classroom action research was conducted in first semester of physics departement consisting of 35 students. The research was expected to improve science process skills and activities of students an lecturer. The data were obtained from assessment results in the form of science process skills, observation of students and lecturer activities. The data was analyzed by using percentage formula. The result showed that there was an improvement of science process skills of the students in first semester of physics departement through the application of contextual teaching and learning model in Dynamics material.
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP Yuliati, L.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE). Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1)there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students who useda separate instructional materials science field studies, and 2)an integrated science teaching materialsis effective to be applied toenhance higher order thinking skills of students.
LEARNING CYCLE-7E MODEL TO INCREASE STUDENT’S CRITICAL THINKING ON SCIENCE -, Hartono
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model pembelajaran Learning Cycle-7E  yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan menuntaskan hasil belajar siswa SMPN 21 Semarang terhadap matapelajaran IPA. Penelitian PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama belum menunjukkan peningkatan yang maksimum. Aktivitas bertanya kepada guru, keseriusan melaksanakan tugas, dan persiapan dalam mengikuti pelajaran masih pada kategori sedang. Ketuntasan belajar secara individual dan klasikal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Oleh sebab itu, aktivitas ini menjadi fokus perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil pada siklus ke-dua menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kemampuan berpikir kritis telah tumbuh, aktivitas bertanya pada guru dan keseriusan dalam melaksanakan tugas meningkat pada kategori tinggi. Ketuntasan belajar klasikal sebesar 79%, melebihi kriteria keberhasilan tindakan yang ditetapkan pada penelitian ini yaitu sebesar 75%. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran Learning Cycle-7E dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, tanpa mengganggu hasil belajar kognitifnya. This research aimed to increase the students’ critical thinking by designing Learning Cycle- 7E which is suitable with the criteria set out in SJHS 21 Semarang. Thisclassroom action research was carried out in two cycles. In cycle-I, the students’ critical thinking was growing but not maximum, their activity during learning process was in medium category. That is why there were several aspects of students’ activity that need to be investigated. They were the students’courage to ask the teacher, their seriousness to do the assignments, and their readiness to learn as well as to prepare a question prior learning. The students’ average cognitive learning outcomes and the classical learning outcomes were not very satisfied. The result of the cycle-II showed a significant improvements. The students’ critical thinking was growing. The students’ activity  learning process was in high level. Activity aspects which improve in cycle-II were the students’ willing to ask the teacher and seriousness in doing the task. The average of cognitive learning outcames has obtained the determined criteria and the cognitive classical mastery outcomes reached 79% which was higher than the one determined for the class, 75%. In the other hand, the students’ activity and critical thinking still develop without reduction in students’ cognitive ability
PENGARUH BLENDED LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN PENALARAN FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X -, Hermawanto; Kusairi, S.; -, Wartono
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh blended learning terhadap penguasaan konsep fisika 2) Mengetahui pengaruh blended learning terhadap penalaran fisika. Rancangan yang digunakan adalah Randomized Posttest only Control Group Design. Populasinya adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Batu. Sampelnya yaitu kelas X-6 dan X-10 sebagai kelas eksperimen, kelas X-11 dan X-12 sebagai kelas kontrol. Hasil uji t penguasan konsep didapat thitung = 6,64 > = ttabel =1,66, menunjukkan ada perbedaan, sedangkan untuk uji lanjut yaitu uji Tuckey menunjukkan Qhitung = 7,55 > Q tabel = 2,85, menunjukan bahwa penguasaan konsep peserta didik yang menggunakan blended learning lebih tinggi dari pada konvensional. Berkaitan dengan penalaran, hasil uji t menunjukkan thitung = 2,65 > ttabel = 1,66, menunjukkan ada perbedaan. Sedangkan untuk uji lanjut yaitu uji Tuckey menunjukkan Qhitung = 3,19 > Qtabel = 2,85, menunjukkan bahwa penalaran peserta didik yang menggunakan blended learning lebih tinggi dari pada konvensional. Simpulan penelitian ini adalah 1) Ada pengaruh blended learning terhadap penguasaan konsep fisika, 2) Ada pengaruh blended learning terhadap penalaran fisika. Pembelajaran blended learning dapat meningkatkan penguasaan konsep dan penalaran fisika serta melatih peserta didik untuk mandiri dan aktif. TThe aims of this research are 1) knowing the influence of blended learning study toward concept physics achievement and 2) knowing the influence of blended learning toward physics reasoning. This research used Randomized Posttest only Control Group Design and conducted in odd semester 2012-2013 academic year. The research population were students of grade X in senior high school 1 Batu. The research samples were four classes: X-6 and X-10 as the experiment classes and X-11 and X-12 as the control classes. The instrument is test of physics concept achievement and physics reasoning in multiple choice form. The results showed that there was no difference between the concept physics achievement who studied with and without blended learning, while further test the Tuckey test showed QResult= 7.55> Q Table = 2.85 indicating that the students’ mastery of concepts using blended learning was higher than the conventional one. In terms of physics reasoning, test results showed tResult t = 2.65> tTable = 1.66, showing that there was no difference in physics reasoning between students who learn with blended and without blended. Additionally, for the further Tuckey test showed QResult = 3.19> QTabel = 2.85, indicating that the reasoning of learners who used blended learning was higher than conventional. It was concluded that 1) there is the influence of Blended Learning study toward physics concept achievement and 2) there is influence of blended learning study toward physics reasoning.In addition, blended learning study can increase physics concept achievement and reasoning. Blended learning trains the students to be independent and active, and the procces of teaching and learning can be effective and efficient.
PEMBUATAN SENSOR GAS HIDROGEN BERBASIS FILM TIPIS GaN DENGAN TEKNIK SOL GEL SPIN COATING UNTUK KOMPONEN PADA SISTEM PENDETEKSI KEBOCORAN GAS Rusdiana, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sensor gas dengan sensitivitas baik, dipergunakan sebagai komponen dalam sistem pendeteksi kebocoran gas hidrogen. Bahan dasar sensor berbahan  film tipis semikonduktor Gallium Nitrida (GaN) yang ditumbuhkan di atas substrat sapphire (Al2O3) menggunakan teknik sol gel spin coating. Parameter penumbuhan film tipis temperatur penumbuhan 8500 C, laju spinner 1000 rpm, molaritas Ga2O3 1,33 M dan laju aliran gas nitrogen 100 sccm.  Hasil pengujian sifat listrik dalam lingkungan gas hidrogen ternyata resistansi listrik sensor gas menurun secara tajam dari 1,5 x 10-2 Ohm.cm menjadi 7 x 10-3 Ohm.cm bila laju aliran gas diperbesar dari 20 sccm hingga 150 sccm. Pengujian sensitivitas sensor gas dilakukan dalam lingkungan gas hidrogen dan gas nitrogen. Hasil pengujian sensor gas dalam lingkungan gas hidrogen memiliki sensitivitas sekitar 60 % sedangkan dalam lingkungan gas nitrogen sekitar 50 % laju aliran gas 100 sccm. Tingkat sensitivitas sensor gas dalam lingkungan gas hidrogen lebih tinggi dibandingkan dalam lingkungan gas nitrogen. This research aims to make the gas sensors using GaN films that grown on sapphire substrate (Al2O3) by sol gel spin coating techniques with growth temparature 8500 C, spinner rate 1000 rpm, molarity of Ga2O3 1.33 M and nitrogen flow rate 100 sccm. Upon exposure to volatile organic compound (VOC), especially to hydrogen gas, the electrical resistance of semiconducting GaN thin film was found to rapidly decrease from 1.5 x 10-2 Ohm.cm to 7 x 10-3 Ohm.cm after increasing the hydrogen gas flow rate from 20 sccm to 150 sccm. The gas sensors exhibited good sensitivity of about 60 % in 100 sccm flowing hydrogen gas and about 50 % in 100 sccm flowing nitrogen gas.
APLIKASI PERANGKAT LUNAK BERBASIS MATLAB UNTUK PENGUKURAN RADIOGRAF DIGITAL -, Susilo; Wahyu, S. B.; -, Kusminarto
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran densitas optis terhadap radiograf digital citra stepwedge aluminium standart menggunakan perangkat lunak berbasis Matlab pada sistem radiografi Computed Radiography. Data hasil pemotretan berupa file radiograf citra stepwedge dianalisis menggunakan perangkat ukur densitas optis (derajat kehitaman) dari film radiograf berupa densitometer optis sebagai pembanding dan menggunakan perangkat lunak hasil rekayasa berbasis program aplikasi Matlab 7.1. Hasil analisis kedua pengukuran dibuat grafik untuk menunjukkan hubungan antara nilai-nilai pengukuran densitas optis terhadap ketebalan step. Persamaan kedua kurva mempunyai pola kecenderungan yang sama dan dinyatakan secara matematis sebagai persamaan plynomial. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pengukuran stepwedge menggunakan perangkat lunak berbasis Matlab hasil rekayasa ini dapat dikembangkan sebagai metode alternatif pada sistem pencitraan radiografi Computed Radiography berupa data digital tanpa film. Measurements of the optical density of stepwedge radiographs of aluminium standard have been carried out by using Matlab-based software on the CR radiography system (Computed Radiography). Data files of stepwedge radiographs from captured images were analyzed by using optical densitometer (optical density measurement; black scale) and a Matlab 7.1- based manipulated application-software program. The optical densitometer results were used as comparison. The measurements results were plotted in order to show the relationship between the values of the optical density measurement and the thickness of step. The equation of the both graphs has similar trends and can be mathematically expressed as polynomial equation. These results showed that the method of stepwedge measurement by using manipulated software can be developed as an alternative method on the radiograph imaging-system (CR radiography system) in the form of non-film digital data.
PENGARUH RADIASI SINAR X TERHADAP MOTILITAS SPERMA PADA TIKUS MENCIT (Mus muculus) Fauziyah, A.; Dwijananti, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinar X merupakan radiasi pengion yang pada penggunaannya dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar X terhadap motilitas sperma. Sebagai objek penelitian digunakan mencit yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok K (kontrol), A ,B , C, D dan E serta dosis radiasi masing-masing kelompok adalah 0;100;125;150;175;200 mGy dengan mengunakan mesin sinar X. Setelah ± 30 hari, dilakukan pengambilan sperma pada mencit dan kemudian dilakukan pengamatan meliputi jumlah konsentrasi sperma dan daya gerak sperma (motilitas) dengan menggunakan mikroskop cahaya. Hasil pengamatan, menunjukkan bahwa pemberian dosis radiasi sinar X memberikan pengaruh terhadap jumlah konsentrasi dan motilitas sperma. Semakin besar dosis radiasi yang diberikan maka konsentrasi sperma dan motilitas motile motilitasnya semakin menurun serta semakin bertambah motilitas immotile. Hal ini membuktikan bahwa pemberian radiasi sinar X terhadap mencit dapat menyebabkan infertilitas. X-rayconsists ofionizingradiationtypeswhichcancause infertility. This studyaims to determinethe effect ofX-ray radiationonspermmotility. Mice were usedasobjectsof researchthatwere dividedinto 6groups: A,B, C, DandE with dose for each group was 0;100;125;150;175;200 mGy. After± 30days, sperm retrievalwas performedin mice andthenthe observationswas performedincluding theamount ofsperm concentration andspermmotility(the mobility) using a lightmicroscope. From the observation, it was known thatX-ray radiationdoseinfluences the amount ofspermconcentration andmotility. The larger thedose ofradiation givento the concentration ofmotilesperm and the motility of motile,the smaller the motilityandthe larger the motility of immotile. This proves that the use of theX-rayradiation to themicecan causeinfertile.
Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta -, Sarwanto; Sulistyo, E.T.; Prayitno, B.A.; Pratama, H.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3046

Abstract

Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash) dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi) IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK). Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D). Tahap-tahap penelitian meliputi (1) studi pendahuluan; (2) pengembangan PCK; (3) validasi PCK; dan (4) pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK). The research method used was a research & development (R & D), with the stages of (1) preliminary study, (2) development of PCK, (3) validation PCK, and (4) product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.