cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 553 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI CALON GURU FISIKA -, Muslim; Suhandi, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat  pembelajaran fisika sekolah yang dapat meningkatkan  pemahaman konsep dan kemampuan berargumentasi calon guru fisika. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa jurusan pendidikan fisika semester III di salah satu LPTK di Bandung dengan menggunakan desain Research and Development yang dimodifikasi dengan menggunakan  mixed method design. Langkah-langkah penelitian meliputi tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan, tahap ujicoba terbatas, tahap analisis dan tahap pelaporan. Perangkat program pembelajaran fisika sekolah dikembangkan menggunakan model pembelajaran pembangkit argumen. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen sebesar 0,72 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,41 dengan kategori sedang. Kemampuan berargumentasi mahasiswa berkembang baik dengan kategori sedang. Aktivitas dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan kategori baik. Mahasiswa memberikan tanggapan sangat positip terhadap model pembelajaran yang dikembangkan. This study aimed to develop the learning instruments of school physics subject to improve conceptual understanding and argumentation ability of prospective physics teachers. This study was done toward the third semester of physics education students of an LPTK in Bandung by using the design of Research and Development modified by the use of the mixed method design. The steps of this study were introductory study, development study, limited implementation, analysis, and report phases. The instrument set of school physics learning programs was developed using the generate-an-argument model. The results of this study showed the increase in conceptual understanding for the experiment class by 0.72 (in a high category) and those for the controlled class by 0.41 (in a medium category). Additionally, the argumentation ability of students developed well in a medium category and the lecturer and students activities in doing the learning process proceeded well. Finally, the students gave very positive response to the learning model developed
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BENCANA ALAM BERVISI SETS TERINTEGRASI DALAM IPA DENGAN MEDIA ANIMASI DAN LEMBAR PERTANYAAN Ferawati*, F.; Rusilowati, A.; -, Supriyadi
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS terintegrasi dalam materi IPA pokok bahasan Perubahan Lingkungan Fisik dengan media animasi dan lembar pertanyaan sebagai solusi alternatif mengatasi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap bencana alam banjir melalui pembelajaran formal sejak dini. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design dengan objek siswa kelas IV SD Tahun Ajaran 2010/2011. Hasil belajar siswa pada materi IPA, bencana alam banjir dan ketuntasan belajar dianalisis dengan uji signifikansi gain. Hasil analisis data menunjukkan siswa yang dikenai pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS terintegrasi dalam materi IPA dengan media animasi dan lembar pertanyaan lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS terintegrasi dalam materi IPA dengan media LKS dan pertanyaan mandiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS yang terintegrasi dalam materi IPA pokok bahasan Perubahan Lingkungan Fisik dengan media animasi dan lembar pertanyaan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep bencana alam dan IPA.This study aims to determine the effectiveness of flood natural disasters learning based on SETS vision integrated to Science subject: Physical Environment Changes applying animation media and the question sheet as an alternative solution to overcome the lack of earlier understanding of society to flood natural disasters. Experimental research design: Control Group Pretest-posttest was used with fourth grade students of elementary school of Bandarharjo 02 academic year 2010/2011 used as the research object. Students’ learning outcomes of science: flood natural disasters topic and students’ achievement were analysed through the use of significance gain test. The results of the analysis of experimental data showed the experiment class achieved better outcomes and achievement than the controlled one. It can be concluded that flood natural disasters learning based on SETS vision integrated to Science subject: Physical Environment Changes applying animation media and the question sheet is effective.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL SKILL SISWA Lestari, R.; Linuwih, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui pengaruh proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah terhadap peningkatan social skill siswa. Pada proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dan satu kelompok terdiri dari dua orang. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, kemudian hasil diskusi kelompok akan dicek oleh pasangan dari kelompok lain. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan angket skala sikap, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Social Skill siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hal ini didapatkan dari data angket skala sikap siklus I ke siklus II ketuntasan klasikalnya meningkat dan sebagian besar siswa sudah memiliki social skill yang baik. Hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah dapat meningkatkan social skill siswa.This two cycles-action research aimed to know learning process applying cooperative learning model-pair checks problem solving type and improvement of student’s social skills. The process of the model was as follows: deviding students into some groups consisting of two students, solving problem by each group and checking result of the discussion by other groups. Data collection method used was test and the use of attitude scale questionnaire, while technique of data analysis used was quantitative data analysis technique. The data analysis result showed that there was an increase of student’s social skill and students’ achievement from cycle one to two. It is concluded that cooperative learning model-pair checks problem solving type can enhance student’s social skills
SEISMOGRAM ANALYSIS OF EARTHQUAKES IN SUMATRA-JAVA AT HYB OBSERVATORY STATION B.J. Santosa, B.J.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini struktur bumi di bawah lempeng Lautan Hindia Timur Laut dikaji melalui analisis seismogram atas seismogram gempa-gempa bumi yang terjadi di Sumatra dan direkam di stasiun observasi HYB, India. Analisis seismogram dilaksanakan dalam domain waktu dan ketiga komponen-komponen Kartesian secara simultan. Perbandingan seismogram menunjukkan bahwa model bumi global PREM memberikan seismogram sintetik yang menyimpang dari seismogram terukur dan waktu tiba gelombang S yang lebih lambat dibandingkan waktu tiba terukur. Untuk mencapai pencocokan seismogram, gradient βh di upper mantle diubah dari positif menjadi negative, sebagaimana dinyatakan dalam model bumi PREMAN, dan koreksi kecepatan positif ditambahkan pada koefisien-koefisien kecepatan orde nol pada struktur kecepatan S dalam semua lapisan mantel bumi. Pengepasan yang bagus dicapai pada gelombang ruang S, gelombang permukaan Love dan Rayleigh, begitu juga dengan gelombang terpantul inti bumi ScS dan ScS2.In this research, the earth structure beneath North East Indian Ocean plates is investigated using waveform analysis of Sumatra’s earthquakes recorded in HYB station. Seismogram analysis was conducted in the time domain and three Cartesians components simultaneously. The seismogram comparison shows that the global earth mantle of PREM provides deviating synthetic seismogram and has later arrival times than those from the measurement. To achieve the seismogram fitting, the gradient βh in the upper mantle layers was altered to positive from its negative slope as stated in the PREM model, and positive corrections are added to the zero order of polynomials coefficients of S velocity structure in all earth mantle layers. The excellent fitting, as well as travel time and waveform, were achieved on the S wave, Love and Rayleigh surface waves, as well as the ScS and ScS2 core reflected waves.
PENGARUH PERGESERAN PUNCAK DIFRAKSI AKIBAT PERUBAHAN RASIO MOL BA2+/FE3+ TERHADAP SIFAT MAGNETIK BAFE12O19 SOL GEL Suastiyanti, D.; Soegijono, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barium hexaferrite BaFe12O19 (BHF) merupakan magnet permanen yang sangat penting khususnya untuk magnetic recording pada peralatan microwave. Serbuk nanokristalin BHF pada penelitian ini disintesa de-ngan metode sol gel auto combustion. Rasio mol Ba2+/Fe3+ dibuat bervariasi  1:12; 1:11,5 dan 1:11.Proses pemanasan dilakukan pada 850oC 10 jam untuk memperoleh BHF nanokristalin. Data XRD memperlihatkan  bahwa BHF dengan rasio 1:12 mempunyai parameter kristal yang sama dengan rasio 1:11, posisi puncak pola difraksi yang saling mendekati khususnya pada 2 θ yang makin besar. Hal ini berkaitan dengan sifat magnetik kedua rasio tersebut yang mempunyai nilai remanen dan koersivitas yang ekstrim. BHF dengan rasio 1:11,5 dengan posisi puncak yang jauh dengan rasio 1:12 dan 1:11 mempunyai nilai remanen dan koersivitas terletak antara nilai remanen dan koersivitas sampel dengan rasio 1:12 dan 1:11. Sampel ini merupakan sampel dengan rasio yang terbaik karena merupakan fasa tunggal yang mempunyai pola difraksi yang hampir tepat sama dengan pola difraksi BHF standar dengan nilai kesesuaian (best FoM) yang paling tinggi 90%, mempunyai butir yang paling halus 22 nm dan sifat magnetik yang lebih baik.Barium hexaferrite BaFe12O19 (BHF) is an important permanent magnet used particularly for magnetic recording applied in microwave devices. Nanocrystalline BHF powder was prepared by sol gel auto combustion method. Hence the mole ratios of Ba2+/Fe3+ were varied at 1:12; 1:11.5 and 1:11. Heating at 850oC for 10 hours for each sample was than done to get final formation of nanocrystalline BHF. The data from XRD confirmed that BHF of ratio 1:12 has same crystall parameters as of ratio 1:11. In addition, position of  diffraction pattern peak of sample of ratio 1:12and 1:11 was almost getting nearerespecially at a greater value of 2 θ. This result has relation with their magnetic properties having an extrim value of remanent and coersive. BHF of ratio 1:11.5 which the peak position is far from ratio 1:12 and 1:11 has value of remanent and coersive between of ratio 1:12 and 1:11. This sample is the samplehaving best ratio sinceit hasa single phase with diffraction pattern  fits with those of BHF standard with the highest value of best FoM of 90%,the finest grain of 22 nm and better magnetic properties
PENINGKATAN KUALITAS FILM TIPIS CdTe SEBAGAI ABSORBER SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN DOPING TEMBAGA (Cu) Marwoto, P.; Darmaputra, N.M.; -, Sugianto; Othaman, Z.; Wibowo, E.; Astuti, S.Y.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film tipis CdTe dengan doping tembaga (Cu) berkonsenterasi 2% telah berhasil ditumbuhkan di atas substrat Indium Tin Oxide (ITO) dengan metode dc magnetron sputtering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh doping Cu(2%) terhadap struktur morfologi, struktur kristal, fotoluminisensi dan resistivitas listrik film CdTe. Citra morfologi Scanning Electron Microscopy (SEM) dan hasil analisis struktur dengan X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa film CdTe:Cu(2%) mempunyai citra permukaan dan struktur kristal yang lebih sempurna dibandingkan film CdTe tanpa doping. Hasil analisis spektrometer fotoluminisensi menunjukkan bahwa film CdTe dan CdTe(2%) mempunyai puncak fotoluminisensi pada tiga panjang gelombang yang identik yaitu 685 nm (1,81 eV), 725 nm (1,71 eV) dan 740 nm (1,67 eV). Film CdTe dengan doping Cu(2%) memiliki intensitas puncak fotoluminisensi yang lebih tajam pada pita energi 1,81 eV dibandingkan dengan film CdTe tanpa doping. Pengukuran arus dan tegangan (I-V) menunjukkan bahwa pemberian doping Cu(2%) dapat menurunkan resistivitas film dari 8,40x109 Ωcm menjadi 6,92x105 Ωcm. Sebagai absorber sel surya, kualitas film tipis CdTe telah berhasil ditingkatkan dengan pemberian doping Cu(2%).CdTe:Cu(2%) thin film has been successfully grown on Indium Tin Oxide (ITO) substrates by using dc magnetron sputtering. This study was carried out in order to investigate the effect of Cu(2%) doping on the morphologycal structure, crystal structure, photoluminesence, and resistivity of CdTe thin film. Scanning Electron Microscopy (SEM)  images and X-Ray Diffraction (XRD) results showed that CdTe:Cu(2%) thin film has morphologycal and crystal structures more perfect than undoped CdTe film. Photoluminesence spectroscopy results showed that CdTe and CdTe:Cu(2%) thin films have luminesence peak at three identical wevelength regions i.e. 685 nm (1.81 eV), 725 nm (1.71 eV) and 740 nm (1.67 eV) however CdTe:Cu(2%) film shows sharper photoluminescence peak at band energy of 1.81 eV. Current-Voltage (I-V) measurement showed that the presenting of Cu doping on CdTe film configuration could decrease its electrical resistivity from 8.40x109 Ωcm to 6.92x105 Ωcm. Indeed, as absorber layer of solar cell, the performance of CdTe thin film has been succsesfully improved by using Cu(2%) as doping.
PENGARUH PENAMBAHAN NiO TERHADAP KARAKTERISTIK KERAMIK FILM TEBAL Fe2O3 UNTUK SENSOR GAS ASETON Suhendi, E.; Hasanah, L.; Gustaman, D.S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan keramik film tebal Fe2O3-NiO telah dilakukan dengan menggunakan Fe2O3 lokal sebagai bahan dasar untuk sensor gas aseton.  Serbuk Fe2O3 dicampur dengan serbuk NiO dengan konsentrasi 0, 10 dan 50% mol secara homogen. Serbuk campuran kemudian dicampur dengan organic vehicle (OV) terbuat dari campuran terpineol dan etil selulose dengan komposisi 75% berat serbuk campuran dan 25% berat OV dan diaduk membentuk pasta. Pasta dilapiskan di atas substrat alumina dengan metode screen printing lalu dibakar pada suhu 900oC selama 90 menit hingga membentuk keramik film tebal. Film tebal dianalisis dengan difraksi sinar-x (XRD) dan mikroskop elektron (SEM). Resistansi listrik keramik film tebal diukur pada berbagai suhu di ruangan berisi udara dan berisi gas aseton. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur kristal yang terbentuk adalah Fe2O3 hematit dan NiFe2O4 kubik spinel sebagai fase kedua untuk penambahan konsentrasi NiO 10% dan 50%. Penambahan NiO diketahui memperkecil ukuran butir film tebal Fe2O3 dan meningkatkan resistansi listriknya. Keramik film tebal yang dibuat sensitif terhadap gas aseton.Fabrication of thick film Fe2O3-NiO ceramics for acetone gas sensor has been carried out using local Fe2O3as raw material.  The Fe2O3 powder was mixed with NiO powder homogeneously with NiO concentration of 0, 10 and 50 mole %. The mixed powder was then mixed with organic vehicle (OV) made of alpha terpineol and ethyl cellulose with composition of 75 weight % mixed powder and 25 weight % OV forming a paste. The paste was coated on alumina substrates by screen printing method, then fired at 900oC for 90 minutes to produce thick film ceramics. The thick film was analyzed using x-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscope (SEM). Resistance of the thick films was measured at different temperatures in chamber containing air and containing acetone gas. XRD characterization showed that the crystal structures are hematite Fe2O3 and NiFe2O4 cubic spinel as second phase for the addition of 10% and 50% NiO concentration. It was known that the addition of NiO decreases grain size of the thick film of Fe2O3 and increases its electrical resistance. The produced thick films were sensitive to acetone gas.
MODEL REMEDIASI MISKONSEPSI MATERI RANGKAIAN LISTRIK DENGAN PENDEKATAN SIMULASI PhET -, Mursalin
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan “One-Group Pretest-Posttest Design”. Sampel penelitian adalah mahasiswa calon guru fisika yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes pilihan ganda dengan pertanyaan (alasan) terbuka disertai dengan model Certainty of Response Index. Tujuan penelitian ini adalah meremediasi miskonsepsi mahasiswa calon guru pada topik rangkaian listrik dengan model simulasi PhET berbantuan lembar kerja. Hasil penelitian pasca pretest diperoleh persentase mahasiswa yang miskonsepsi, terbesar pada konsep: (a) arus listrik pada lampu-2 pasca lampu-1 dicabut pada rangkaian paralel (53%), (b) beda potensial rangkaian terbuka yang mengandung sumber tegangan (48%), (c) gaya gerak listrik dan tegangan jepit (47%), (d) tegangan jepit dan arus listrik rangkaian yang mengandung sumber tegangan paralel (37%), dan (e) arus listrik pada hubungan singkat (28%). Pasca treatment dengan model simulasi PhET berbantuan lembar kerja, hasil posttest menunjukkan 9 konsep (90%) berhasil dipahami dengan baik oleh mahasiswa termasuk yang berstatus menebak konsep, kurang paham konsep, dan miskonsepsi; sedangkan konsep ggl dan tegangan jepit (1 konsep) hanya berhasil meminimalkan pemahaman konsep dan miskonsepsi mahasiswa dengan persentase menebak konsep 22%, kurang paham konsep 17%, dan miskonsepsi 11%. This research used the experiment method withOne-Group Pretest-Posttest Design. The research samples were students of physics teacher candidates that selected by random sampling technique. The research instrument used a multiple-choice test accompanied by Certainty of Response Index model. The aims of this research was to remediate misconceptions of students of physics teacher candidates on the electrical circuits topic with the PhET simulation model. The results of this research after pretest showed that the largest percentage of students’ misconceptions was on the concept of (a) an electrical current to the lamp 2 after the lamp 1 revoked in parallel circuits (53%), (b) the potential difference of open circuit containing a voltage source (48%), (c) emf and terminal voltage (47%), (d) the terminal voltage and current in a circuits containing parallel voltage source (37%), and (e) current in a short-circuit (28%). The post treatment with the PhET simulation model result showed that 9 concepts (90%) managed to be well understood by the students, including the status of guessing the concept, misunderstandingof  the concept, and misconceptions, while the concept of emf and terminal voltage (1 concept) can only minimize studexxnts’ understanding of concepts and misconceptions with a percentage of guessing the concept of 22%, misunderstand the concept of 17%, and misconceptions of 11%.
PENGARUH STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA Dwi, I. M.; Arif, H.; Sentot, K.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi PBL. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pretest postest control group design. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2012-2013. Sampel 72 siswa yang terbagi dalam dua kelas yang diambil dengan teknik Sampling Random Purposive. Instrumen yang digunakan adalah butir soal pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah berbentuk tes uraian. Tes pemahaman konsep adalah untuk mengetahui pemahaman konsep fisika dengan indikator pengetahuan Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl, meliputi kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), serta mengevaluasi (C5). Tes Kemampuan pemecahan masalah adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah fisika dengan langkah-langkah yang sistematis, meliputi analisis masalah, perencanaan pemecahan masalah, aplikasi alternatif pemecahan masalah, serta melakukan refleksi keberhasilan hasil pemecahan masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan tes. Analisis data menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT  dan strategi PBL; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi PBL berbasis ICT  dan strategi PBL. This research aimed to examine the difference between the students’ understanding of concepts and problem solving ability taught by using ICT-based PBL strategy and PBL strategy. The research used a quasi experimental with pretest posttest control group design. The population were the tenth grade students of Bangil Senior High School years 2012-2013. The subject of the study involved were 72 students devided two groups with sampling random purposive techniques. Instrument of concept understanding and problem solving ability was essay questions. The test was to determine the understanding of the concept of understanding physics concepts with knowledge indicators were revised Bloom’s Taxonomy by Anderson and Krathwohl, including the ability to remember (C1), understanding (C2), applying (C3), analyzed (C4), and evaluate (C5). Problem solving ability test was used to determine the ability of solving physics problems with systematic steps, including problem analysis, planning, problem solving, application of alternative solutions, and the results reflectingthe success of problem-solving. Data was collected by test and analyzed using MANOVA. The results showed that: (1) there is significant difference between the students understanding of concepts taught by using ICT-based PBL strategy and PBL strategy; and (2) there is significant difference between the students problem-solving ability that studied using ICT-based PBL strategy and PBL strategy.
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM I Nurdin, B.; Jurubahasa, S.; Ratelit, T.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana  nilai pemberian tugas  dan hasil belajar serta aktivitas  mahasiswa selama perkuliahan  Fisika Umum I melalu pemanfaatan sumber belajar berbasis CTL. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika kelas C angkatan 2010/2011 sebanyak 36 orang yang mengikuti matakuliah Fisika Umum I. Instrumen yang digunakan selama penelitian adalah; (1) tes hasil belajar, (2) lembar aktivitas.(3) tugas- tugas yang diambil dari buku-buku pada  perpustakan dan tugas yang ada  pada bahan ajar, (4) membuat riset mini di laboratorium. Dalam penelitian ini digunakan dua siklus yakni siklus I meliputi materi vektor dan kinematika partikel, sedangkan pada siklus kedua meliputi materi dinamika partikel.Hasil penelitian diperoleh aktivititas belajar mahasiswa Fisika Umum I, termasuk katagori  baik (81,59), sedangkan hasil belajar yang dicapai pada siklus I cenderung berada pada tingkat katagori cukup baik (71,94), dan hasil belajar pada siklus II cenderung berada pada tingkat katagori baik (82,13). Melalui inovasi pembelajaran dengan model pembelajaran melalui  pengoptimalan pemanfatan penggunaan sumber belajar berbasis CTL cukup baik untuk mengefektifkan dan memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar perkuliahan Fisika Umum I. This study describes the marks of assignment, student learning outcomes and activities for General Physics I course through the use of CTL-based learning resources. This classroom action research used sample of 36 students of physics education-class C, academic year 2010/2011taking  the course of General Physics I. The instruments used for the study were: (1) achievement test, (2) the activity sheet, (3) assignments that were taken from books in the library and there was the assignment of teaching materials, and (4)a mini research in the laboratory. This study used two cycles: the first cycle conducted vectors and particle kinematics materials, whereas in the second cyclewere particle dynamics. The results showed that students studying activity of General Physics I was ingood category (81.59), while the learning outcomes achieved in the first cycle was tent to be  in a good at the category level (71.94).The learning outcome in the second cycle was tent to be at the level of good category (82.13). It was concluded that innovative teaching and learning through optimization of resource utilization using CTL-based learning was good enough and provides a significant impact on learning outcomes lecture of General Physics I