cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 553 Documents
SARON DEMUNG’S TIMBRE AND SONOGRAM OF GAMELANS GUNTURMADU FROM KERATON NGAYOGYAKARTA Kuswanto, H.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spectrum warna bunyi (timbre) dan sonogram dari Saron Demung Gamelan Gunturmadu dari Keraton Ngayogyakarta. Suara setiap wilahan direkam dengan bantuan pengolah suara yang ada pada komputer.  Akurasi frekuensi yang dapat diperoleh dengan pengolah ini adalah 1 Hz. Frekuensi dasar dari saron demung gamelan Gunturmadu untuk setiap wilahan #1 sampai dengan #7 masing-masing adalah 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz. Lokasi frekuensi harmonik  tidak berturutan akan tetapi disisipi dengan frekuensi tak harmonis. Jumlah frekuensi harmonis dan tak harmonis yang membentuk warna bunyi untuk setiap wilahan berbeda. Ketebalan garis frekuensi dasar pada sonogram bertahan lebih lama dibandingkan dengan frekuensi lain pada suatu wilahan.The aim of this research is to study the timbre spectrums of Saron Demung instruments of gamelans Gunturmadu of Keraton Ngayogyakarta. This gamelan, as a set of traditional Javanese ensemble, are a pelog scale, seven scale in one octave. Sound of Saron Demung instruments are recorded by sound software. This software can display waveform in time domain and spectrum in frequency domain. The fundamental frequency is shown directly by software.  Other peak frequencies can be traced by shifting the cursor on top of it. The accuracy of frequency that can be produced is 1 Hz. Fundamentals frequencies of  Saron Demung  keys  #1 to #7 of gamelan Gunturmadu are 197, 207, 221, 261, 285, 304, 326 Hz respectively. The location of the harmonic frequencies are not always consecutive, but sometimes punctuated by another frequency. The numbers of harmonics and inharmonic frequencies of each keys are different. The thick lines of the fundamental frequency in sonogram exist in longer time than the other.
KAJIAN FISIKA INDEKS-KEABUAN DENGAN TEKNIK RADIOGRAFI DIGITAL PADA PEMERIKSAAN TULANG METASTATIK -, Susilo; Maesadji, T. N.; -, Kusminarto; Wahyu, S. B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap tulang menggunakan perhitungan indeks-keabuan dengan teknik radiografi digital. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan perangkat lunak berbasis Matlab dalam mengkaji nilai indeks-keabuan yang digunakan sebagai bagian system perangkat lunak untuk mendiagnosis tulang metastatik. Hasil pengukuran densitas radiograf stepwedge digunakan untuk menguji linearitas perangkat lunak tersebut, dan diperoleh hasil berupa persamaan linear Y = 0,153X + 0,267, dengan koefisien determinasi R2 = 0,975. Dengan perangkat lunak yang sama digunakan untuk mengukur densitas radiograf tulang pada ROI (region of interest) tulang tertentu menggunakan nilai indeks-keabuan. Aplikasi perangkat lunak tersebut dalam menganalisis radiograf tulang dapat digunakan untuk mendiagnosis tulang metastatik. Hasil ini menunjukkan bahwa indeks-keabuan sebagai bagian dari perangkat lunak berbasis Matlab dapat dikembangkan untuk diagnosis tulang metastatik pada senter-senter kesehatan rumah sakit yang telah menggunakan sistem Computed Radiography (CR) sehingga lebih efektif dan efisien.Bone examination based on calculation of gray-index using digital radiography (DR) technique has been performed. This study uses a Matlab based-software, a part of the software system in assessing the value of gray-index to diagnose metastatic bone. The measurement result of stepwedge radiograph-density is used to test the linearity of the software and it is obtained that the result is in the form of linear equation of Y= 0.153X + 0.267, with determination coefficient R2 of 0.975.  In addition, this technique can be used to measure bone radiographs density on the region of interest (ROI) using the value of gray-index. The application of this software in the analyzing of bone radiographs can be used to diagnose metastatic bone. These results indicate that the Matlab based-software can be developed to diagnose metastatic bone at the health centers which have been using computed radiography system to make it more effective and efficient.
ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV Abdullah, A. G.; Su’ud, Z.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP) accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.
PENGEMBANGAN “CELS” DALAM EKSPERIMEN FISIKA DASAR UNTUK MENGEMBANGKAN PERFORMANCE SKILLS DAN MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Samsudin, A.; Suhendi, E.; Efendi, R.; Suhandi, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan keterampilan kinerja (performance skills) mahasiswa dalam bereksperimen melalui Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS) pada eksperimen elastisitas untuk benda tegar. CELS merupakan kegiatan eksperimen yang memadukan antara eksperimen verifikatif dengan eksperimen berbasis multimedia komputer baik berupa simulasi komputer maupun video yang dikembangkan dari internet. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R and D) dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Eksperimen Fisika Dasar di salah satu LPTK Jawa Barat. Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini, yaitu: analisis kebutuhan, desain perkuliahan, pengembangan media, evaluasi produk (validasi ahli, one to one evaluation, small goup evaluation, dan field evaluation), dan hasil produk CELS. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar mahasiswa dan lembar pengamatan berbasis performance assessment (penilaian kinerja). Analisis data menggunakan analisis skala sikap atau skala Likert (1, 2, dan 3) untuk menghasilkan persentase pencapaian motivasi belajar dan analisis dengan Rating Scale (skala 4 dan skala 5) untuk penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CELS dapat me-ningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan mengembangkan kemampuan kinerja mahasiswa yang meliputi aspek: mempersiapkan alat dan bahan, melaksanakan (melakukan eksperimen), dan menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan.The prurposes of the research were to improve learning motivation and develop performance skills of students in doing experiment through the use of Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS) on elasticity experiment of rigid body. CELS is an experiment activity combining between verification and computer-based experiments including either computer simulation or video developed from the internet. This research used R&D method and its research subjects were “Basic Physics Experiment” students of an education institute located in West Java. The research stages developed were analyzing the need, designing the course, developing the media, evaluating the product consisting of expert validation, one to one evaluation, small group evaluation and field evaluation, and producing CELS final product.  Research data were gathered by using student learning motivation questionnaire and performance assessment based observation sheet. The Liker scale analysis was used in order to gain the percentage of learning motivation achievement, while the rating scale was used to gather performance assessment. The result showed that the use of CELS can increase the learning motivation of the students and develop performance skills of students including preparing tools and material, performing the experiment and using the measurement result to derive the conclusion.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATAKULIAH PILIHAN FISIKA ZAT PADAT MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA MELALUI MODEL STAD DAN STRATEGI SELF-EXPLANATION -, P a r n o
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matakuliah pilihan Fisika Zat Padat mahasiswa prodi Pendidikan Fisika melalui pembelajaran model STAD dengan strategi Self-Explanation. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen rancangan nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model STAD dengan strategi Self-Explanation mampu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, yang ditandai oleh gain score ternormalisasi rata-rata kelas eksperimen 0,601 (kategori medium) lebih tinggi daripada kelas kontrol 0,445 (kategori medium); dan mahasiswa kelas model STAD dengan strategi belajar Self-Explanation memiliki peningkatan prestasi belajar lebih tinggi secara signifikan daripada kelas model STAD tanpa strategi belajar. Penelitian menghasilkan effect size 0,95 kategori jauh lebih besar daripada biasa. Di samping itu, mahasiswa kelas eksperimen memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran lebih tinggi daripada kelas kontrol. The aim of the study is to improve students’ achievement on Solid State Physics through use of the STAD learning model applying Self-Explanation strategy. The study used quasi-experimental with non-equivalent control group design. The result showed that the STAD model applying Self-Explanation strategy can improve students’ achievement.  Experiment class attained the average of normalized gain score of 0.601 (medium category), while those gained by control class was 0.445 (medium category). Experiment class students have higher achievement than control class. This research has effect size of 0.95 showing larger category than typical one. In addition, experiment class students gave higher positive response than control class for learning process.
PENERAPAN VIRTUAL EXPERIMENT BERBASIS INKUIRI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MAHASISWA Yulianti, D.; Khanafiyah, S.; -, Sugiyanto
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa sebagai calon guru fisika bertugas sebagi pilar bagi perkembangan fisika di masyarakat, oleh karena itu dituntut menguasai fisika dan kemandirian di dalam mempelajari fisika. Kemandirian mahasiswa yang rendah perlu dilatih melalui penelitian tindakan kelas yang bersiklus. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengembangkan kemandirian mahasiswa prodi Pendidikan Fisika melalui penerapan virtual experiment berbasis inkuiri pada pembelajaran Mekanika I Tujuan yang lain meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran inkuiri menggunakan virtual experiment  Penelitian  berlangsung tiga siklus, tiga pertemuan pada bahasan gerak parabola. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data hasil belajar kognitif   diperoleh melalui, tes dan lembar pengamatan untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomotorik. Hasil yang diperoleh kemandirian mahasiswa dapat berkembang dan terjadi pe-ningkatan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa prodi Pendidikan Fisika FMIPA Unnes semester III tahun 2011/2012This three-cycle classroom action research was aimed to develop physics education student autonomy and to increase students’ cognitive, afective and psychomotoric achievements by applying inquiry virtual experiment on Mechanics I lecture. Each cycle consists of planning, action, observing and reflection activity. The cognitive data was collected by using test, while the affective and psychomotoric ones were collected by using observation sheet. The result showed an increase of student autonomy and students’ cognitive, affective and psycomotoric achievements of third semester students of physics education of FMIPA Unnes year 2011/2012.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE-SOLUTION POSING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DAN KARAKTER SISWA SMA Astra, I. M.; -, Umiatin; Jannah, M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar Fisika siswa SMA dan karakter yang bisa dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, populasi yang dipakai adalah seluruh peserta siswa di SMA Labschool Jakarta, dengan sampel dua kelas yang berasal dari kelas IX SMA Labschool Jakarta satu kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas lainnya sebagai kelas kontrol. Melalui model pembelajaran ini juga dapat dikembangkan karakter siswa meliputi berfikir kreatif, kritis dan logis bekerja dengan teliti, jujur dan berperilaku santun serta keterampilan social seperti bekerja sama dan saling menghargai. Kesimpulannya adalah adanya pengaruh model pembelajaran Problem Posing tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar Fisika siswa, dimana kelas yang diajar dengan model Problem Posing tipe Pre-Solution Posing lebih besar dari pada kelas yang tidak diajar dengan model Problem Posing tipe Pre-Solution.The research was aimed to find out the effect of learning model of Problem Posing, Pre-Solution Posing Type, on the outcome of Physics Learning and the potentially developed characters of senior high school students. This research was conducted by using experimental quasi method. Research population were all students of Labschool Senior High School Jakarta. The samples were two classes taken from IX grade of Labschool Senior High School. One class was treated as the experimental class and the other as the control. The potentially developed characters of students taught by applying this learning type were creative, critical and logical thinking, thorough, honest, and courteous. It was concluded that there was an effect of learning model of Problem Posing, Pre-Solution Posing Type, on the outcome of Physics Learning. The class taught by applying learning model of Problem Posing, Pre-solution type, gained better mark of Physics subject
COLLABORATIVE RANKING TASKS (CRT) BERBANTUAN e-LEARNING UNTUK MENINGKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA CALON GURU FISIKA Wijaya, A. F.C.; Ramalis, T. R.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kemampuan mahasiswa dalam proses membangun konsep dan keterampilan generik sains membuat kompetensi mereka tidaklah utuh sebagai calon guru. Collaborative Ranking Tasks (CRT) sebagai format baru dari latihan konseptual dan dilakukan secara kolaboratif dan ditunjang multimedia pembelajaran dalam sistem managemen e-Learning diharapkan dapat menjadi solusinya. Penelitian kuasi eksperimen pada 120 mahasiswa perkuliahan IPBA semester genap 2010-2011 yang dipilih secara purposive sampling dan terbagi menjadi dua kelompok kontrol dan eksperimen, penerapan CRT berbantuan e-Learning diarahkan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan keterampilan generik sains (KGS) mereka. Dengan menggunakan instrumen pilihan ganda pada kelompok eksperimen dan kontrol, penguasaan konsep dan KGS mahasiswa dianalisis berdasarkan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi <g> mereka. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan penguasaan konsep pada kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dibandingkan dengan peningkatan penguasaan konsep pada kelompok kontrol. Dengan demikian penerapan CRT berbantuan e-learning pada perkuliahan IPBA berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep dan KGS mahasiswa. Lackof developing mastery concept and generic science skills of physics university students causes them as a prospective physics teacher having incomplete competence. Collaborative Ranking Tasks (CRT)as a new form of conceptual exercise that is built collaborativelyby means of multimedia assistance hopefuly becomes the solution.By employing quasi-experimental research method, this study was aimed to investigate the effectiveness of CRT with e-Learning support system to improve university students’ mastery concepts and generic skills. The subjects of the study were 120 university students which were chosen through purposive sampling and divided into experimental group and control group. The research instruments were multiple choice exercises tested into the experimental group received a treatment – that is CRT in e-Learning support system – and the control group.It was found that the concept mastery of the experimental group has better significant improvement than the control group.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA Mariati, P.S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah  dikembangkan suatu model pembelajaran fisika berbasis problem solving yang dapat meningkatkan kemampuan metakognisi dan pemahaman konsep mahasiswa. Model ini dikembangkan dengan metode R and D melalui langkah-langkah 4-D, yaitu: define, design, develop, and disseminate. Subyek dalam implementasi model adalah mahasiswa pendidikan fisika pada salah satu perguruan tinggi di Medan tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari 50 orang. Metode yang digunakan dalam implementasi model adalah kuasi eksperimental dengan desain randomized control group pretest-postest design. Data kemampuan metakognisi dikumpulkan  dengan tes berbentuk uraian dan data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan berganda. Data dianalisis dengan menggunakan nilai gain yang dinormalisasi, N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis problem solving dapat meningkatkan kemampuan metakognisi dan pemahaman konsep mahasiswa pada topik Kinematika Partikel, termasuk dalam kategori sedang.A problem solving based physics learning model can enhance students’ metacognition ability and conceptual understanding has been developed. This model was developed by using R and D method consisting of 4-D steps: define, design, develop and disseminate. The research subjects were physics education students at one of the universities in Medan in academic year of 2010/2011 that consists of 50 students. Method used was quasi-experimental: randomized control group pretest-postest design. The metacognition ability data were collected by essay test and conceptual understanding ones were collected by multiple-choice test. Data were analyzed by using normalized gain score. Results of this research showed that problem solving based learning model can enhance students’ metacognition ability and conceptual understanding of particle kinematics topics in middle category.
IMPACT OF REPRESENTATIONAL APPROACH ON THE IMPROVEMENT OF STUDENTS’ UNDERSTANDING OF ACCELERATION -, Sutopo; -, Liliasari; Waldrip, B.; Rusdiana, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak pendekatan representasi pada peningkatan pemahaman siswa tentang konsep percepatan. Subjek penelitian terdiri atas 24 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Malang yang mengambil matakuliah Kapita Selekta Fisika Sekolah pada semester gasal tahun akademik 2011/2012. Dengan menggunakan desain penelitian mixed-method, disimpulkan beberapa dampak sebagai berikut: (1) Skor penguasaan konsep mahasiswa meningkat secara signifikan dari rata-rata 50,8% menjadi 85,0%, dengan efect size yang sangat tinggi (1,67) dan gain ternormalisasi yang juga tinggi (0,71). (2) Mahasiswa mampu menggunakan definisi operasional percepatan   untuk menganalisis diagram gerak yang berupa multi-flash; (3) Mahasiswa bisa memperbaiki sejumlah miskonsepsinya tentang percepatan; (4) Namun, sebagian kecil mahasiswa masih terpaku dengan miskonsepsinya bahwa percepatan benda yang ditembakkan ke atas berkurang seiring dengan ketinggiannya, dan tegangan tali pada ayunan selalu sama dengan berat pendulum.This research examined the impact of representational approach on the improvement of students’ understanding of acceleration. Subject consisted of 24 prospective physics teacher students of State University of Malang, enrolling Selected Topic of School Physics course in Semester I of 2011/2012 academic year. Using mixed-methods design, this study concluded that (1) students’ mean score of conceptual test increased significantly from 50.8% to 85.0% with very large d-effect size (1.67) and high normalized-gain (0.71), (2) students became able to use operational definition of acceleration   to analyze multi-flash motion diagram, and (3) students remediated their misconceptions of acceleration. However, few students stuck in their misconception that acceleration of a shot-up object is decreasing with its elevation, and the tension in the rope of a swinging pendulum is equal to the weight of its bob.

Page 11 of 56 | Total Record : 553