cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
FUNGSI TARI SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN (The Function of Dance as A Performing Art) Ratih E.W., Endang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.854

Abstract

Fungsi tari dalam kehidupan manusia, dapat dibedakan menjadi empat,yaitu tari sebagai sarana upacara, sebagai hiburan, seni pertunjukan, dansebagai media pendidikan. Antara keempat jenis tari yang berbeda-bedafungsinya tersebut, masing-masing mempunyai ciri atau kekhasantersendiri. Namun pada saat ini dari keempat jenis tari tersebut secarasepintas perbedaannya semakin kabur. Banyak seniman tari yangmengambil inspirasi dari tari-tarian upacara magis menjadi sebuah taripertunjukan. Banyak aspek yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:faktor tari sebagai seni (obyek Apresiasi), yaitu bagaimana kita menyajikansuatu tarian yang bernilai estetis, tentu saja hal ini didukung dengan mediabantu lain seperti iringan, rias dan busana, dekorasi dan tata pentas yangbaik dan komunikatif. Kedua adalah faktor penonton (Apresiator), yangperlu diperhatikan adalah tari yang kita sajikan untuk dokomunikasikankepada penonton. Kedua faktor tersebut harus betul-betul diperhatikankarena keduanya saling mendukung satu sama lain.Kata Kunci : Fungsi, Tari, Pertunjukan.
Bangkitnya Kembali Kesenian Tradisional Rakyat sebagai Warisan Budaya Nenek Moyang di Bukit Menoreh Bhumi Sabhara Budhara (The Re-animation of the Traditional Folk Arts as the Ancestors Cultural Heritage at Bukit Menoreh Bhumi Sambhara Budhara) Handayani, Conny
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i2.754

Abstract

Seni Tradisional Rakyat atau Traditional Folk Arts akhir-akhir ini tidak lagipopuler di kalangan anak-anak muda. Penghambat utama adalah kemajuantehnologi media yang berupa radio, tv, video, vcd dan sebagainya. Sebagianbesar anak muda Indonesia baik di desa dan terutama di perkotaan cenderungmendengarkan/menonton program yang berbau kebarat-baratan atau musikirama dangdut yang lebih dinamis dan variatif. Namun kaum muda di daerahperbukitan Menoreh di Bhumi Sambhara Budhara tidak tergoyahkan olehkemajuan zaman maupun kemajuan tehnologi media. Mereka tetap mencintaiKesenian Tradisional Rakyat Warisan Budaya Nenek Moyangnya. Merekaterus berusaha melestarikannya, bahkan terus berkreasi danmempertahankannya tanpa mempedulikan krisis ekonomi yangberkepanjangan dan melanda pedesaan saat ini.Kata kunci: Kesenian Tradisional Rakyat, Warisan, Nenek Moyang
PERUBAHAN PERILAKU KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI PENDIDIKAN SENI TARI Kusumastuti, Eny
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v9i2.639

Abstract

Education with a dimension of EQ (Emotional Quotions) can be found in theconcept of dance education. This study examined how the implementationprocess, and changes in emotional intelligence behaviour of young childrenthrough learning the art of dance. The approach is qualitative. Data collectiontechniques used interviews, participant observation, and studydocumentation. Techniques of data analysis used reducing, clarifying,describing, concluded, and interpret all the information selectively. The resultsshowed that the process of implementation of dance education in earlychildhood can not be separated from teaching and learning process, whichincludes: objectives, teaching materials, teaching methods and learningactivities, facilities and infrastructure, evaluation, social and culturalconditions. Emotional intelligence behaviour change early childhood throughlearning the art of dance can be seen through: (1) a sense of pride, (2) has abrave nature, (3) able to control emotions, (4) able to hone refinement, (5) beable to nurture a sense of responsible, (6) able to nurture a sense of self, (7) easyto interact with others, (8) has a good performance, (9) are able to developimagination, and (10) becomes a creative child.Kata Kunci : pendidikan seni tari, kecerdasan emosional, anak usia dini.
PENGARUH BUSANA TERHADAP GERAKAN TARI OLEG TAMULILINGAN Astini, Siluh Made
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2536

Abstract

Tari Oleg Tamulilingan merupakan  salah satu warisan nusantara yang muncul di pulau Bali pada tahun 1950-an. Tari ini eksis sampai sekarang karena balutan busananya yang menarik sehingga beberapa teba gerak dipengaruhi oleh balutan busana tersebut, yang memberikan kesan feminim dan maskulin. Kain yang menjulur ke belakang di sela-sela kaki kanan dan kaki kiri, rambut panjang yang berjuntai ke bawah, oncer yang bergelayut di pinggang sebelah kanan dan sebelah kiri, memberikan kesan lemah gemulainya gerakan tari.  Langkah kaki untuk bisa berjalan napak dengan tempo yang pelan dan berjalan jinjit dengan tempo yang cepat sangat dipengaruhi oleh disain kain yang menjulur ke belakang sepanjang 1 meter yang melewati di antara kaki kanan dan kaki kiri.Tari ini menggambarkan percintaan sepasang kumbang yang sedang mengisap sari atau bunga. Sepasang penari putra dan putri merealisasikan tari ini dengan balutan busana yang indah dan gerakan-gerakan yang menarik. Kedinamisan gerak dari sepasang penari  ini juga bisa dilihat dari tempo yang dimainkan seperti cepat, sedang, dan lambat. Tari ini selalu tampil di hotel-hotel atau di beberapa tempat pariwisata yang ada di Bali untuk menghibur wisatawan dan wisatawati yang berkunjung ke Bali. Oleg Tamulilingan dance is one of Indonesian archipelago heritages, which originated in Bali Island in the 1950-s. The dance has been existing up to this present. The dancers wear alluring costumes and the costumes influence the dancers’ dance movement, either feminine or masculine movement. The cloth extending backward between right and left feet, long hair elongating downward, oncer slinging round the right and left waists, giving its suave dance movement. The footsteps to walk on sole in a slow tempo and on tiptoe in a quick tempo is really influenced by cloth design extending backward of 1 meter long between the right and left feet. This dance portrays a love romance between a couple of bees, which were sucking nectars. A couple of male and female dancers communicate this dance by their appealing costumes and movement. The dynamic movement of the dancers could also be noticed from its tempo. This dance is always performed in hotels and several tourism sites in Bali to entertain visitors to Bali.
Adaptasi Pola Ritme Kendangan Ciblon ke dalam Ansambel Perkusi Barat: sebuah Eksperimentasi Penggunaan Idiom-idiom Musik Tradisi Jawa pada Musik Barat Salim, Agus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 3 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i3.823

Abstract

Mengadaptasikan dalam pengertian ini berarti "meminjam"; "mencocokkan" atau ''mengimplementasikan". Kajian untuk pola ritme kendangan ciblon yang akan diimplementasikan  ke  dalam  ansambel  perkusi,  merupakan  sebuah eksperimentasi penggunaan idiom-idiom musik tradisional Jawa pada musik Barat. Proses adaptasi ini berawal dan pola ritme maupun warna suara kendangan ciblon di mana hal itu akan diimplementasikan ke dalam ansambel perkusi. Kajian tersebut menunjukkan bahwa ke dua elemen itu kemungkinan dapat dilakukan. Dan perbedaan yang ada antara musik Barat dan musik tradisional Jawa akan mendasari sebuah penciptaan musik baru. Beberapa cara yang dilakukan dalam implementasi, yaitu penulisan notasi khusus yang mengacu pada sistem notasi Barat, penyeleksian pola ritme kendangan ciblon dan kemudian akan diimplementasikan ke dalam ensambel perkusi, seperti alat musik bongo, conga, tom-tom consert dan lain sebagainya. Hasilnya adalah sebuah genre musik yang memiliki wama baru yang dapat memberi perspektif dan kemungkinan baru di dalam dunia komposisi musik. Kata kunci: Pola Ritme, Musik Barat, Musik Tradisional Jawa.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERTUNJUKAN MUSIK DANGDUT ORGAN TUNGGAL Andaryani, Eka Titi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v11i2.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  : (1) Bentuk pertunjukan dan budaya masyarakat setempat terhadap pertunjukan musik dangdut organ tunggal; (2) Persepsi masyarakat Kota Tegal terhadap pertunjukan musik dangdut organ tunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan cara menggambarkan atau menguraikan keadaan yang terjadi pada objek penelitian yang dalam hal ini pertunjukan musik dangdut organ tunggal di kota Tegal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, wawancara serta dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertunjukan musik dangdut organ tunggal di kota Tegal seringkali dihadiri oleh banyak penonton dari berbagai tingkatan usia. Lagu-lagu yang disajikan pada pertunjukan organ tunggal sebagian besar berupa tarling dangdut. Pertunjukan musik dangdut tersebut dijadikan cerminan status sosial masyarakat Kota Tegal. This study is aimed to find out: (1) Performing Arts and Culture of local people in solo organ dangdut musical performance; (2) Tegal People’s Perception towards solo organ dangdut musical performance. This study uses descriptive-qualitative approach by describing or figuring out the facts in the solo organ dangdut musical performance in Tegal. Techniques of data collection in this research include library study, observation, interview and documenting. This research uses descriptive analysis. From this research, it is concluded that the solo organ dangdut performance in Tegal attracts more audience of different ages. The songs that are presented in the solo organ performance are mostly dangdut. The dangdut musical performance can reflect social status of Tegal people.
FUNGSI MITOS DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PENDUKUNGNYA (The Function of Myth in Social Cultural Life of Its Supporting Community) Iswidayanti, Sri
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.790

Abstract

Kebudayaan sebagai abstraksi pengalaman manusia bersifat dinamis dan cenderunguntuk berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat pendukungnya, di sisilain mitos juga mencerminkan kebudayaan dan cenderung menyampaikan pesanpesanyang bersifat transformative, yang terpadu dalam satu mitos, ataupun bisaterwujud dalam versi baru dalam mitos yang sama. Fungsi mitos dalam kehidupansosial budaya masyarakat pendukungnya adalah: (1) untuk mengembangkan simbolsimbolyang penuh makna serta menjelaskan fenomena lingkungan yang merekahadapi; (2) sebagai pegangan bagi masyarakat pendukungnya untuk membinakesetiakawanan sosial di antara para anggota agar ia dapat saling membedakanantara komunitas yang satu dan yang lain ; dan (3) sebagai sarana pendidikan yangpaling efektif terutama untuk mengukuhkan dan menanamkan nilai-nilai budaya,norma-norma sosial dan keyakinan tertentu. Pada umumnya mitos-mitosdikembangkan untuk menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai budaya, pemikiranmaupun pengetahuan tertentu, yang berfungsi untuk merangsang perkembangankreativitas dalam berpikir.Kata Kunci : mitos, pesan terselubung, budaya, kreatifitas berpikir
Music As An Integrated Education Tool for Preschool Students Wadiyo, W
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i2.4691

Abstract

Integrated study is considered to be important for preschool students. This study is aiming at understanding the implementation of learning music in integrated learning context in preschool education level especially kindergarten. Research methodology employed in this research was qualitative method. The subject of this study was the implementation of learning in preschool education level especially kindergartens in Semarang. This study focuses on how music or children song is used as integrated education tool by the teacher. Observation, interview and study of documentation were implemented here as the data collection technique. In addition, source triangulation technique was applied here as the validation technique, while interactive analysis was used as the data analysis technique. Results of the research show that the application of learning music process in preschool level of kindergarten school in Semarang is integrated with the other lessons. The development of its learning materials refers to the curriculum by considering the developments of the children in general. The main technique in the implementation of the learning process is by singing together. Messages of the music or song are used in order to deliver the education message according to the theme of learning.
LATAR BELAKANG PENCIPTAAN SENI (Background of Creative Art) Aesijah, Siti
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i2.845

Abstract

Seni adalah sebagian dari kehidupan manusia sejak berabad-abad yanglalu. Menjadi persoalan sehari-hari dan berkembang sejarah denganperkembangan hidup manusia itu sendiri. Bahkan hasil-hasil karya senidapat dikatakan merupakan sebagian indikator dari fitrah kemanusiaan.Dalam masyarakat modern sekarang ini seni mempunyai peranan hampirdi segala sektor kehidupan, dan menyangkut berbagai kebutuhanmanusia. Berbagai faktor pendorong kelahiran seni adalah merupakangejala kejiwaan yang menimbulkan hidup manusiawi. Jiwa manusia yangdikatakan sebagai rahasia agama, dari padanya timbul berbagai doronganhidup. Dorongan hidup itu antara lain adalah dorongan untuk melahirkanseni, yang bersumber pada rasa keindahan (Read, 1973).Kata Kunci : manusia, kebudayaan, penciptaan, seni
Gender dan Musik: Kajian tentang Konstruksi Peran Laki-laki dan Perempuan dalam Proses Pendidikan Musik (Gender and Music: Research of Men’s and Women’s Role Construction in the Music Education Process ) Utomo, Udi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.744

Abstract

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara alami (biologis) dalam berbagaikonteks budaya seringkali mendasari diferensiasi peran (division of labor) yang ada.Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji tentang bagaimanakonstruksi peran laki-laki dan perempuan dalam dunia pendidikan, khususnyabidang pendidikan seni musik. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputiwawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan yakni dengan mengembangkan deskripsi kasus, yang prosesnyadilakukan dengan tahap reduksi data, kategorisasi, dan penafsiran data(verifikasi/penarikan kesimpulan).Hasil penelitian menunjukan bahwa konstruksiperan laki-laki dan perempuan dalam proses pendidikan musik terjadi padalingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Realitas obyektif yangmencakup berbagai pandangan, sikap, perilaku, dan pemberian makna terhadapdiferensiasi peran laki-laki dan perempuan berdasarkan budaya (nurture) yangterdapat dalam lingkungan keluarga memiliki peran yang menonjol dalam proseskonstruksi peran dikalangan siswa dan mahasiswa perempuan. Sedangkan bagisiswa dan mahasiswa laki-laki, proses konstruksi peran selain terjadi di dalamlingkungan keluarga juga terjadi di dalam lingkungan sosial masyarakat. Biasgender yang terjadi dalam proses konstruksi peran laki-laki dan perempuan dalampenelitian ini ditunjukan dengan masih adanya pandangan stereotype gender dikalangan orang tua, siswa, dan mahasiswa musik.Kata kunci : Gender, Musik, Konstruksi, Peran, Pendidikan.

Page 44 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue