cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
PENERAPAN ALGORITMA BAYESIAN REGULARIZATION BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI PENYAKIT DIABETES Suwarno, S; Abdillah, A A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2015, penderita diabetes di Indonesia sebanyak 10 juta jiwa. Banyaknya penderita diabetes ini semakin bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data International Diabetes Federation, diperkirakan pada tahun 2040 banyaknya penduduk Indonesia yang terkena penyakit diabates akan meningkat menjadi 16.2 juta jiwa penduduk. Upaya pendeteksian sejak dini penyakit diabetes perlu dilakukan. Hal ini untuk mengurangi komplikasi penyakit pada penderita pada masa yang akan datang. Neural network merupakan salah satu metode klasifikasi yang dapat digunakan untuk memprediksi penyakit diabetes. Penelitian ini bertujuan membuat sistem prediksi penyakit diabetes. Kinerja diagnostik sistem Jaringan syaraf tiruan dievaluasi menggunakan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) untuk mengetahui tingkat accuracy, sensitivity, dan specificity. Hasil evaluasi menunjukkan klasifikasi menggunakan sistem jaringan syaraf tiruan backpropagation masuk ke dalam kriteria good classification. Artinya, hasil klasifikasi ini dapat digunakan untuk membuat sistem prediksi penyakit diabates.As 2015, an estimated 10 million people had diabetes in Indonesia. Trends suggested the rate would continue to rise year by year. According to the latest International Diabetes Federation, people living with diabetes is expected to rise to 16.2 million by 2040.  Early detection of diabetes is needed to reduce number of people living with diabetes. Neural network classification is one method that can be used to predict diabetes. This research aims to make diabetes disease prediction systems. Artificial neural network diagnostic system performance was evaluated using analysis of Receiver Operating Characteristic (ROC) to determine the level of accuracy, sensitivity, and specificity. The results of the evaluation showed that the classification system using backpropagation neural network is good. The results of the classification is used to make diabetes disease prediction systems.
KENDALI OPTIMAL DARI SISTEM INVENTORI DENGAN PENINGKATAN DAN PENURUNAN BARANG Affandi, P; Faisal, Faisal; Yulida, Y
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat banyak permasalahan yang melibatkan teori sistem dan teori kontrol serta aplikasinya. Contohnya, beberapa referensi teori  yang mengaplikasikan teori kontrol ke dalam masalah inventori. Masalah klasik dalam masalah inventori adalah bagaimana mengatur perubahan permintaan konsumen pada sebuah produk barang jadi. Selain mengalami penurunan yang disebabkan kerusakan dan kemerosotan, ternyata inventori juga bisa mengalami peningkatan. Biasanya, inventori yang mengalami peningkatan terjadi pada inventori yang melakukan proses produksi yang berlangsung secara terus menerus; Sedangkan permintaan sedikit juga terjadi pada inventori makhluk hidup yang mengalami perkembangbiakan. Selanjutnya, hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah inventori. Dapat disimpulkan bahwa secara teori, sistem Inventori dapat mengalami peningkatan dan penurunan. Masalah ini dapat dimodelkan dan diselesaikan dengan menggunakan teknik kontrol optimal, sehingga akan diperoleh nilai optimal tingkat inventori dan rata-rata produksi optimal.There are many problems involving the theory of systems, control theory and its application. For example, some reference theories apply control theory to the inventory problems. The classical problem in the inventory problem was how to manage changes in consumer demand in a finished product. Besides it declines caused by damage and deterioration, evidently inventory can also increase. Typically, inventories that increased were inventories have production process continues over time; While little demand also occurred in inventories of living beings who have breeding. evidently, this led to an increasing in the amount of inventory. It can be concluded that, in theory, inventory system can be increased and decreased. This problem can be modeled and solved using optimal control techniques, so it will be obtained an optimum value of inventory levels and the average optimal production.
SELEKSI IN VITRO EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM MENGGUNAKAN KANAMISIN Aisyah, Aisyah; Anggraito, Y U
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang optimal untuk seleksi in vitro kedelai varietas tahan tanah kering masam dan mengetahui respon pertumbuhan kedelai varietas tahan tanah kering masam terhadap berbagai konsentrasi antibiotik kanamisin. Jenis eksplan yang digunakan adalah setengah biji. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi kanamisin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, dan 200 mg/L), dan varietas kedelai yang tahan tanah kering masam (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, dan Burangrang). Parameter yang diukur adalah hari muncul tunas, jumlah eksplan yang tumbuh tunas, jumlah tunas yang tumbuh dan jumlah eksplan yang hidup. Data dianalisis menggunakan Anava dua jalur dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kanamisin optimal berdasarkan LD50 (Lethal Dosis 50%) untuk setiap varietas memiliki sensitivitas yang berbeda. Varietas Gema, Gepak Kuning dan Tanggamus pada 150 mg/L, varietas Grobogan pada 100 mg/L, sedangkan varietas Burangrang sensitif pada konsentrasi 200 mg/L. Semakin meningkatnya konsentrasi kanamisin menyebabkan penurunan jumlah eksplan hidup, jumlah tunas dan eksplan yang membentuk tunas, serta penundaan munculnya tunas.This research aimed to determine the optimal concentration for in vitro selection of dry acid soil resistance soybean variety and evaluate the growth response of dry acid soil resistance soybean variety to various concentrations of the kanamycin antibiotic. The half-seed explants were used. The research used completely randomized design with two factors: the concentration of kanamycin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, and 200 mg/L), and soybean varieties which are resistant to dry acid soil (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, and Burangrang). Parameters measured were: the emerging shoot day, number of explants emerging shoots, number of shoots, and the number of survive explants. Data were analyzed used two-way ANOVA and Duncan test. The result of research showed that optimal concentration of kanamycin based on LD50 (Lethal Dose 50%) in each variety were different. Gema, Gepak Kuning, and Tanggamus variety were 150 mg/L,Grobogan vaiety in 100 mg/L, while Burangrang variety has its sensitivity on consentration 200 mg/L. The increasing of kanamycin concentration caused a decrease in the number of survive explants, the number of shoots, and explants forming shoots, and delaying of shoots emerging.
PENGENDALIAN KELAJUAN KENDARAAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC CONTROLLER (FLC) PADA SISTEM CRUISE KONTROL Susanto, S.; Sunarno, S.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kelajuan kendaraan menggunakan FLC pada cruise control telah dilakukan dengan menginjeksi sistem fuzzy pada sistem gerak kendaraan. Sistem fuzzy terdiri dari dua himpunan masukan berupa error kelajuan dan laju error kelajuan sistem. Penambahan Fuzzy Logic Controller pada sistem gerak kendaraan berpengaruh terhadap respon sistem untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Dengan penambahan FLC respon kecepatan dalam mencapai kecepatan yang diinginkan semakin cepat sehingga sesuai untuk diterapkan pada cruise control.Control vehicle speed using the cruise control FLC has been done by injecting a fuzzy system on the vehicle motion system. The system consists of two sets fuzzy input is the speed error and the error rate of the speed of the system. The addition of Fuzzy Logic Controller in the vehicle motion system affect the response of the system to achieve the desired speed. With the addition of FLC response speed in reaching the desired speed more quickly so appropriate to be applied to the cruise control.
TRANSFER PANAS LUBANG HITAM SCHWARZSCHILD Tiandho, Y; -, Triyanta
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanika kuantum menunjukkan bahwa lubang hitam memiliki temperatur sebagai indikasi dapat mengemisikan partikel. Persamaan transfer panas secara general mengandung operator Laplacian yang sifatnya dipengaruhi oleh ruang. Kelengkungan ruang-waktu di daerah sekitar lubang hitam sangat besar sehingga operator Laplacian untuk menghitung distribusi temperaturnya merupakan Laplacian ruang lengkung. Persamaan Fourier untuk lubang hitam Schwarzschild bergantung pada jarak dan radius Schwarzschild. Pada keadaan tunak solusi dari komponen radius mengandung polinomial Legendre dan solusi dari komponen sudut ruang mengadung fungsi spherical harmonics. Untuk kasus dengan persamaan diferensial terhadap waktu bernilai konstan solusi menyimpulkan bahwa temperatur bertambah seiring waktu. Hasil yang telah didapatkan secara umum dapat digunakan untuk menentukan distribusi temperatur pada ruang lengkung akibat suatu objek bermassa M. Koreksi ini sekaligus menggambarkan peristiwa transfer panas dalam konteks relativitas umum.Quantum mechanics show that black hole has temperature that indicated that black hole can emit particles.<0} {0>Persamaan transfer panas secara general mengandung operator Laplacian yang sifatnya dipengaruhi oleh ruang.<}0{>Generally the heat transfer equation contains Laplacian operators that is influenced by space.<0} {0>Kelengkungan ruang-waktu di daerah sekitar lubang hitam sangat besar sehingga operator Laplacian untuk menghitung distribusi temperaturnya merupakan Laplacian ruang lengkung.<}0{>The space-time arch in the surrounding of black hole is very big so that Laplacian operators to calculate the temperature distribution is the arch space Laplacian.<0} {0>Persamaan Fourier untuk lubang hitam Schwarzschild bergantung pada jarak dan radius Schwarzschild.<}0{>Fourier equation for Schwarzschild black hole is depended on the distance and radius of Schwarzschild.<0} {0>Pada keadaan tunak solusi dari komponen radius mengandung polinomial Legendre dan solusi dari komponen sudut ruang mengadung fungsi spherical harmonics.<}0{>At ateady state the dolution od radius component containing Legendre polynomial and the solution of component corner containing spherical harmonics function.<0} {0>Untuk kasus dengan persamaan diferensial terhadap waktu bernilai konstan solusi menyimpulkan bahwa temperatur bertambah seiring waktu.<}0{>For the case with differential equationon the constant time, the solution is that temperature will increase over time.<0} {0>Hasil yang telah didapatkan secara umum dapat digunakan untuk menentukan distribusi temperatur pada ruang lengkung akibat suatu objek bermassa M. Koreksi ini sekaligus menggambarkan peristiwa transfer panas dalam konteks relativitas umum.<}0{>The result can generally be used to determine the distribution of temperature in the arch space due to mass object M. This correction can at once reflects the heat transfer phenomenon in context of general relativity.
SINTESIS DIMETIL ASETAL SITRONELAL DENGAN KATALIS GAS HCL Cahyono, E
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan gugus aldehida melalui pembentukan asetal umumnya dilakukan dengan metanol atau etanol terkatalis asam. Sitronelal memiliki gugus aldehida dan gugus alkena. Dalam lingkungan asam, sitronelal mudah mengalami siklisasi membentuk isopulegol dan isomernya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dimetil asetal sitronelal dengan katalis gas HCl. Penggunaan gas HCl secara terbatas dimaksudkan untuk menghindari siklisasi sitronelal. Dalam suatu reaktor, 10 mL sitronelal ditambah dengan 20 mL metanol absolut dan 2 g CaCl2 pada labu leher tiga. Gas HCl dialirkan dengan laju alir 12 mL/menit pada temperatur ruang hingga pH campuran menjadi 2-3. Kemudian dilakukan pengadukan pada 30°C selama 48 jam dan diambil sampel pada durasi reaksi 12, 24 dan 48 jam. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur dan jumlah CaCl2. Dimetil asetal sitronelal yang dihasilkan diisolasi dengan distilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan diuji strukturnya dengan GC-MS, IR dan 1H-NMR. Peningkatan temperatur dan jumlah CaCl2 meningkatkan konversi sitronelal. Setelah 48 jam kuantitas dimetil asetal sitronelal mencapai 48,65%. Distilasi fraksinasi pengurangan tekanan (5 cmHg) terbukti meningkatkan kemurnian dimetil asetal sitronelal menjadi 86,39% terhadap produk kasarnya. Elusidasi struktur dengan spektrofotometer infra merah (IR) dan resonansi magnetik inti (1H-NMR) pada hasil distilasi fraksinasi membuktikan adanya struktur asetal sitronelal.  Aldehyde group protection through acetal formation is generally performed by acid catalyzed methanol or ethanol. Citronellal that has aldehyde and alkene groups. In acidic environment, it is prone to do cyclization to form isopulegol and its isomers. This study aims to synthesize dimethyl acetal of citronellal with HCl gas catalysts. The limitation of HCl using gas was intended to avoid the citronellal cyclization. In a reactor, 10 mL citronellal was added with 20 mL of absolute methanol and 2 g CaCl2 in the three-neck flask. HCl gas was flowed at 12 mL/minute at room temperature until the mixture pH reached the scale of 2-3. The stirring was done at 30C for 48 hours and the samples was taken with the reaction duration of 12, 24 and 48 hours then the effect of temperature and the CaCl2 amount was investigated. Dimethyl acetal citronellal was isolated by fractional distillation by reducing the pressure and its structure was analyzed by GC-MS, IR and 1H-NMR. The increasing of temperature and amount of CaCl2 increased the citronellal conversion, then After 48 hours the quantity of dimethyl acetal of citronellal reached 48.65%. Fractional distillation by pressure reduction (5 cmHg) was proven to be able to improve the purity of dimethyl acetal citronellal up to 86.39% towards its crude product. Structure elucidation with IR and 1H-NMR in distilled fractionation product have proven the presence of citronellal acetal structure.
SINTESIS DAN MODIFIKASI LAPIS TIPIS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT Alauhdin, M; Widiarti, N
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang medis, kitosan telah banyak digunakan yakni pada sistem penghantaran dan pelepasan obat. Pelepasan obat dengan kitosan memiliki keterbatasan karena kitosan cepat sekali menyerap air dan memiliki derajat swelling yang tinggi sehingga menyebabkan pelepasan obat terjadi dengan cepat. Diharapkan dengan memodifikasi struktur kitosan secara kimia dapat meningkatan kelarutannya dalam pelarut-pelarut organik. Telah dilakukan sintesis dan modifikasi lapis tipis kitosan. Modifikasi dilakukan melalui pembentukan ikatan silang kitosan dengan tripolifosfat (TPP) pada kondisi asam untuk menghasilkan kitosan-TPP. Ikatan silang yang terbentuk diamati dengan FTIR. Sementara itu, pengaruh hasil pengikatan silang diamati dengan membandingkan rasio swelling kitosan-TPP pada kondisi pH yang berbeda-beda. Rasio swelling lapis tipis cenderung konstan setelah terjadi pengikatan silang kitosan dengan tripolifosfat. Reaksi tripolifosfat dengan kitosan melalui pembentukan ikatan silang menjadikan lapis tipis semakin rapat sehingga molekul air sulit untuk berdifusi masuk ke dalam struktur kitosan-tripolifosfat. Hasil ini menunjukkan bahwa pengikatan silang mampu mengurangi kelarutan dan meningkatkan sifat mekanik kitosan. Rasio swelling lapis tipis berkurang dengan adanya pengikatan silang. Hal ini mengindikasikan bahwa pengikatan silang oleh TPP dapat mengurangi hidrofilitas lapis tipis karena gugus amino yang reaktif telah bereaksi dengan ion tripolifosfat. In the medical field, chitosan has been widely used in the delivery systems and drug release. Drug release with chitosan has limitations because chitosan absorbs water very quickly and have a high degree of swelling that causes the release of the drug occurs rapidly. It is expected that by modifying the chemical structure of chitosan could improve its solubility in organic solvents. The synthesis and modification of chitosan thin film have been done. It was performed through the formation of crosslinked chitosan with tripolyphosphate (TPP) in acidic conditions to produce chitosan-TPP. The formed crosslinkings were observed using FTIR, while their influence was observed by comparing the swelling ratio of chitosan-TPP thin films at different pH values. The thin film swelling ratio tends to stable after crosslinking reaction. The crosslinking decreased water diffusion into the chitosan-TPP structures. These results showed that the crosslinking can decrease the solubility and increase the mechanical properties of the chitosan. The crosslinking also reduced the swelling ratio of thin film. It indicated that TPP crosslinking decreased hydrophility of the thin film due to the reactive amino groups of chitosan have reacted with tripolyphosphate ions.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGENALAN EKSPRESI WAJAH MENGGUNAKAN FISHERFACE DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Abidin, Z
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam komunikasi interpersonal, wajah sering digunakan untuk berekspresi. Melalui ekspresi wajah, maka dapat dipahami emosi yang sedang bergejolak pada diri individu. Ekspresi wajah merupakan salah satu karakteristik perilaku. Penggunaan sistem teknologi biometrika dengan karakteristik ekspresi wajah memungkinkan untuk mengenali mood atau emosi seseorang. Komponen dasar sistem analisis ekspresi wajah adalah deteksi wajah, ekstraksi data wajah, dan pengenalan ekspresi wajah. Sehingga untuk membangun sebuah sistem pengenal ekspersi wajah, maka perlu dirancang tiga buah sub sistem yaitu sistem deteksi wajah, sistem pembelajaran jaringan syaraf tiruan. Prinsipnya data wajah yang telah dideteksi, diolah menggunakan fisherface, yang selanjutnya hasilnya digunakan sebagai input untuk jaringan syaraf tiruan. Bobot yang dihasilkan pada saat proses pembelajaran jaringan syaraf tiruan inilah yang akan digunakan untuk pengenalan ekspresi wajah. In daily life, especially in interpersonal communication, face often used for express of emotions. Facial expressions are the facial changes in response to a person’s internal emotional states. A facial expression is one of the behavioral characteristics. The use of facial expression characteristics enables to recognize of person’s mood. Basic components of a facial expression analysis system are face detection, face data extraction, and facial expression recognition. So that, to build a facial expression recognition system, it should be designed three subsystems, namely face detection system, learning of neural network system, and facial expression recognition system itself. In principle, face data that has been successfully detected, then it will be constructed by fisherface, and the results of it will be used as an input of neural network. Afterwards, the weights of neural network learning will be used to recognize facial expression.
ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN ELUSIDASI STRUKTUR SENYAWA ALKALOID DALAM EKSTRAK METANOL-ASAM NITRAT DARI BIJI MAHONI BEBAS MINYAK (Swietenia macrophylla, King) Mursiti, S; Matsjeh, S; -, Jumina; -, Mustofa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak __________________________________________________________________________________________ Telah dilakukan penelitian tentang isolasi, identifikasi, dan elusidasi struktur  senyawa alkaloid dalam ekstrak metanol-asam nitrat dari biji mahoni bebas minyak (Swietenia macrophylla King). Biji mahoni diambil minyaknya dengan cara ekstraksi soxhlet menggunakan pelarut petroleum eter selama 8 jam. Isolasi senyawa alkaloid menggunakan metanol dan larutan asam nitrat 10%. Sebanyak satu gram ampas biji mahoni bebas minyak dicampur dengan 1 mL larutan asam nitrat 10%, kemudian ditambah 5 mL metanol dalam erlenmeyer bertutup disertai pengocokan selama 5 menit pada suhu 60oC menggunakan penangas air, setelah itu disaring, ditambah 1 mL larutan amonia 10%, kemudian disaring, dan dipekatkan. Ekstrak kemudian dianalisis dengan KLT, kemudian dipisahkan dengan kromatografi kolom. Sebagai penyerap pada kolom digunakan silika gel 40, panjang kolom 27 cm, diameter 2,8 cm, eluen yang digunakan  adalah kloroform:metanol (95:5), dan jumlah tetesan 15-20  per menit. Setiap fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom dianalisis dengan KLT menggunakan lampu UV. Uji alkaloid menggunakan pereaksi Dragendorff 130 dan 132. Fraksi yang positif merupakan fraksi yang mengandung alkaloid. Kemudian fraksi ini dianalisis lebih lanjut untuk identifikasi struktur dengan GC, spektrometer IR, UV, dan 1HNMR. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam ekstrak diperkirakan terdapat senyawa alkaloid yakni 3,4,5-trietil-6-metoksi-2-metil-1,2-dihidro-piridin.   Abstract __________________________________________________________________________________________ It has been conducted a research on the isolation, identification and structural elucidation of alkaloid compounds in methanol-nitric acid extract of the oil-free mahogany seeds (Swietenia macrophylla, King). The oil was taken from mahogany seed by Soxhlet extraction and using petroleum ether solvent for 8 hours, while the isolation of alkaloid compound used methanol and 10 % nitric acid solution. A gram of oil-free mahogany slag was mixed with 1 mL of 10 % nitric acid solution, then it was added with 5 mL of methanol in a cap erlenmeyer and stirred for 5 min at 60 °C by using water bath, after that it was filtered and added by 1 mL of 10 % ammonia solution, then it was filtered and concentrated. The extract was analyzed by TLC and separated by column chromatography. As absorbent, it used silica gel column 40 with length of 27 cm, diameter 2.8 cm, while the eluent that was used was chloroform : methanol (95:5), and the number of droplets was 15-20 per minute. Each fraction obtained from column chromatography was analyzed by TLC using UV light. While, alkaloids test was analyzed by using Dragendorff reagent 130 and 132. Positive fraction is the fraction containing alkaloids, then this fraction was analyzed further more to identify the structure by using GC, IR spectrometer, UV and 1HNMR. The analysis showed that the extract was estimated that there are alkaloid compounds consisting of 3,4,5-triethyl-6-methoxy-2-methyl-1,2-dihydro-pyridine.
PAPARAN SENG DI PERAIRAN KALIGARANG TERHADAP EKSPRESI Zn-THIONEIN DAN KONSENTRASI SENG PADA HATI IKAN MAS Dewi, NK; Perdhana, FF; Yuniastuti, A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui paparan seng (Zn) di perairan Kaligarang terhadap ekspresi Zn-thionein dan konsentrasi seng pada hati ikan mas (Cyprinus carpio L). Sebanyak 200 ekor ikan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok 100 ekor. Kelompok kontrol dipelihara di kolam ikan di Balai Benih Ikan Kabupaten Semarang, sedangkan kelompok perlakuan dipelihara pada karamba jaring apung di bagian hilir sungai Kaligarang. Setiap minggu sampel ikan diambil masing-masing lima ekor dari kedua kelompok secara acak untuk diambil organ hatinya dan dianalisis konsentrasi seng dan Zn-thionein. Ikan pada kedua kelompok dipelihara hingga Zn-thionein muncul pada hati ikan. Metallothionein diisolasi dari hati ikan dan dianalisis menggunakan metode High-Performance Liquid Chromatography, dengan larutan standar seng. Setiap satu minggu sekali, konsentrasi seng terlarut pada sampel air dari kedua kelompok diukur dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy hingga Zn-thionein muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi seng yang terlarut dalam air sungai Kaligarang adalah 0,078 mg/l, lebih tinggi dari nilai baku mutu air kelas I (0,05 mg/l). Rata-rata konsentrasi seng yang terabsorbi oleh hati ikan mas pada minggu ke-6 adalah 0,025868 mg/l, lebih rendah dari batas maksimum cemaran seng (100 mg/kg). Rata-rata konsentrasi seng pada hati ikan sebesar 0,025868 µg/g dapat menginduksi munculnya Zn-thionein pada hati ikan mas yang hidup di perairan Kaligarang pada minggu ke-6 perlakuan. The research aims to find concentration of dissolved zinc in the water of Kaligarang River and absorbed zinc concentration inside the liver of carp, also to analyze zinc exposure in Kaligarang River toward Zn-thionein induction inside the liver of carp. The concentration of dissolved zinc was measured using Atomic Absorption Spectroscopy method until Zn-thionein emerges. Metallothionein was isolated from the liver of carp and analyzed using High-Performance Liquid Chromatography method, with the standard solution of zinc. The zinc concentration in the water from control group of 0 mg/l, while zinc concentration in the water from Kaligarang River of 0,078 mg/l. Zn-thionein does not emerge at both groups until the fifth week of treatment. Zn-thionein emerge at treatment group in the sixth week with an average concentration inside the liver of carp of 0,025868 µg/g. The result of t-test for zinc concentration inside the liver of carp from treatment group is significantly higher than control group. The concentration of dissolved zinc of 0,078 mg/l (higher than the Threshold Limit Values). The average zinc concentration inside the liver of carp of 0,025868 µg/g (lower than the permitted maximum value) was able to induce the emergence of Zn-thionein at the sixth week of treatment.