Articles
28 Documents
Search results for
, issue
"Vol 23, No 1 (2019): June"
:
28 Documents
clear
Sosialisasi Penilaian Sikap Peserta Didik pada Kurikulum 2013 bagi Guru SD Gugus Melati Kec. Ngaliyan Kota Semarang
Purwanti, Eko
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terbitnya regulasi penilaian yaitu Permendikbud nomor 53 tahun 2015 tentang penilaian hasil belajar merupakan inovasi pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik. Khususnya penyelenggaraan penilaian sikap peserta didik di SD segugus Melati Kecamatan Ngaliyan Semarang masih memiliki berbagai masalah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mensosialisasikan regulasi penilaian sikap peserta didik kepada guru, kepala sekolah dan pengawas. Indikator keberhasilan kegiatan pengabdian ini meliputi (1) Jumlah peserta hadir adalah 47 orang. (2) Sebagian besar peserta mengikuti kegiatan sosialisasi ini dari awal sampai akhir. (3) Rerata hasil tes akhir sebesar 66,94 lebih tinggi dari pada hasil tes awal sebesar 64,41. (4) Presentasi pelaporan peserta tentang hasil praktik penilaian sikap yang telah dilaksanakan di sekolah masing-masing dalam kategori baik. Disimpulkan bahwa sosialisasi penilaian sikap peserta didik kepada guru kelas I, IV, Guru Agama, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah di SD Gugus Melati UPTD Pendidikan Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang adalah berhasil.
Perluasan Kader Konservasi pada Masyarakat Nelayan melalui Pemberdayaan Kelompok Nelayan di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal
Lestari, Eta Yuni
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah menjadikan konservasi sebagai visi sejak tahun 2010, konsep konservasi dapat diterapkan melalui 7 (tujuh) pilar konservasi yang menjadi visi di Unnes yang meliputi; paperless, green archtechture, pengolahan limbah, nirkertas, internal transportation, konservasi moral dan budaya, dan energi bersih. Ketujuh pilar dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan semua kegiatan tri dharma perguruan tinggi Program konservasi Unnes. Visi konservasi diharapkan tidak hanya dilaksanakan di Unnes saja melainkan diperluas ke wilayah yang membutuhkan visi konservasi untuk perkembangan daerah masing-masing. Salah satunya di masyarakat nelayan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, Pertama masyarakat nelayan melalui pemberdayaan kelompok nelayan dapat memiliki karakter peduli lingkungan untuk menjaga keberlangsungan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kedua, diperoleh Model atau program-program dalam upaya perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan di di kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian ini dibatasi pada perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan melalui pemberdayaan kelompok nelayan dengan  melaksanakan 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Sedangkan metode kegiatan dilaksanakan melalui kegaiatan sosialisasi yang diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan pada masyarakat nelayan di kawasan pantai. luaran hasil pengabdian ini diharapkan akan terbentuk desa konservasi yang berkarakter peduli terhadap lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas karakter bagi para nelayan dan masyakarat sekitar pantai, hingga mampu memanfaatkan kegiatan untuk menggali potensi yang dimiliki di desa nelayan untuk mempercepat proses kesejahteraan masyarakat desa nelayan. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, masyarakat menalayan menjadi paham akan pentingnya menjaga lingkungan terutama melaksanakan konservasi untuk menjaga kelangsungan sumber daya alam yang merupakan sumber mata pencaharian mereka.
Pelatihan Tari bagi Kelompok Sadar Wisata di Desa Wisata Menari Tanon Kabupaten Semarang
Paranti, Lesa;
Putri, Rimasari Pramesti;
Marsiana, Deva
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanon is one of tourism village in Semarang Regency that has potentials in natural and human resources. The problems are 1) traditional art in Tanon needs to be developed, 2) the limit resources able to develop the art, because they studed art in autodidact. Based on the promblems, it is important to give the dance training to improve their knowledge and skill, at once create a dance to add the traditional dance as welcoming dance. The activity consists of 10 persons. The steps are making Forum Grup Discussion with the leader of Pokdarwis dan dance coordinators, training and mentoring activities, and evaluation. The method used collaborative learning. The result shows that an increase in their dancing skill, created a Lembu Tanon dance as welcoming sance. The activities carried out produce the outer covering of articles and publication in the printed and online. We hope the activities to continue autonomously by the members to dancer junior.
Meningkatkan Kompetensi Profesional Konselor melalui Pelatihan Konseling Realita
Munawaroh, Eem;
Anni, Catharina Tri;
Sunawan, Sunawan
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatan kompetensi profesional konselor melalui pelatihan konseling realita di MGBK SMA Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap: 1) Identifikasi peserta pengabdian tujuannya untuk mencari subyek yang kemampuan konselingnya masih kurang; 2) pelaksanaan kegiatan dalam tga bentuk: a) ceramah, tanya jawab dan diskusi mendalam materi konseling realita; b) simulasi konseling realita dengan teman (peer konseling); c) Praktik konseling realita dengan siswa di sekolah masing-masing; 3) kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan pelatihan tersebut. Hasil pengolahan instrumen pre test dan post test yang diberikan kepada 30 Guru Bimbingan dan Konseling peserta pelatihan konseling realita, presentase penguasaan teknik konseling realita sebelum pelatihan adalah sebesar 47, 75%, sedangkan penguasaan teknik konseling setelah pelatihan dilaksanakan adalah sebesar 51,25 %. Terdapat peningkatan pemahaman praktik teknik konseling realita sebanyak 3.5%. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan penguasaan teknik konseling realita pada Guru Bimbingan dan Konseling kabupaten Semarang setelah diberikan pelatihan konseling realita
Pelatihan Tari bagi Kelompok Sadar Wisata di Desa Wisata Menari Tanon Kabupaten Semarang
Paranti, Lesa;
Putri, Rimasari Pramesti;
Marsiana, Deva
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16107
Tanon is one of tourism village in Semarang Regency that has potentials in natural and human resources. The problems are 1) traditional art in Tanon needs to be developed, 2) the limit resources able to develop the art, because they studed art in autodidact. Based on the promblems, it is important to give the dance training to improve their knowledge and skill, at once create a dance to add the traditional dance as welcoming dance. The activity consists of 10 persons. The steps are making Forum Grup Discussion with the leader of Pokdarwis dan dance coordinators, training and mentoring activities, and evaluation. The method used collaborative learning. The result shows that an increase in their dancing skill, created a Lembu Tanon dance as welcoming sance. The activities carried out produce the outer covering of articles and publication in the printed and online. We hope the activities to continue autonomously by the members to dancer junior.
Meningkatkan Kompetensi Profesional Konselor melalui Pelatihan Konseling Realita
Munawaroh, Eem;
Anni, Catharina Tri;
Sunawan, Sunawan
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16538
Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatan kompetensi profesional konselor melalui pelatihan konseling realita di MGBK SMA Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap: 1) Identifikasi peserta pengabdian tujuannya untuk mencari subyek yang kemampuan konselingnya masih kurang; 2) pelaksanaan kegiatan dalam tga bentuk: a) ceramah, tanya jawab dan diskusi mendalam materi konseling realita; b) simulasi konseling realita dengan teman (peer konseling); c) Praktik konseling realita dengan siswa di sekolah masing-masing; 3) kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat keberhasilan pelatihan tersebut. Hasil pengolahan instrumen pre test dan post test yang diberikan kepada 30 Guru Bimbingan dan Konseling peserta pelatihan konseling realita, presentase penguasaan teknik konseling realita sebelum pelatihan adalah sebesar 47, 75%, sedangkan penguasaan teknik konseling setelah pelatihan dilaksanakan adalah sebesar 51,25 %. Terdapat peningkatan pemahaman praktik teknik konseling realita sebanyak 3.5%. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan penguasaan teknik konseling realita pada Guru Bimbingan dan Konseling kabupaten Semarang setelah diberikan pelatihan konseling realita
Pelatihan Pembelajaran Matematika Kreatif dengan Pendekatan Konstruktivisme bagi Guru-Guru Sekolah Dasar YPII
Hendikawati, Putriaji;
Wijayanti, Kristina;
Sunarmi, Sunarmi;
Veronica, Rahayu Budhiati;
Waluya, Stevanus Budi
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.12613
Meningkatkan kualitas guru merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas guru untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam pembelajaran akan memberi dampak positif dalam pembelajaran. Kualitas guru dapat ditingkatkan dengan menambah pengetahuan mengenai berbagai metode, pendekatan serta strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk mengatasi masalah pembelajaran di kelas sehingga dapat terwujud pembelajaran yang inovatif yang akan memaksimalkan pencapaian prestasi siswa. Seiring berkembangnya teori belajar, saat ini terjadi perubahan pada pembelajaran matematika di sekolah dasar yang menekankan pada pemahaman konsep dasar matematika. Pemahaman konsep akan tercapai bila siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri pembelajaran yang diperolehnya dan hal ini dapat dicapai salah satunya dengan pendekatan konstruktivisme. Guru-guru Sekolah Dasar Kebon Dalem Semarang masih mengalami kesulitan dalam mengajarkan konsep matematika kepada siswanya. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan sosialisasi serta pelatihan kepada guru-guru Sekolah Dasar Kebon Dalem yang tergabung dalam Yayasan Penyelenggaran Ilahi Indonesia yang ada di Semarang tentang pembelajaran matematika kreatif dengan pendekatan konstruktivisme serta bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran. Selama kegiatan para guru sangat tertarik dan antusias mengembangkan kemampuan mengajar matematika yang kreatif dengan pendekatan konstruktivisme sebagai solusi atas permasalahan membelajarkan matematika yang selama ini dialami.
Pelatihan Pembuatan Telur Asin Aneka Rasa Kelompok Usaha Masyarakat Otara di Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Subarkah, Danang
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16159
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pengolahan telur asin aneka rasa menggunakan UPSE Maker dan meningkatkan keterampilan pengolahan telur asin aneka rasa. Target khusus kegiatan ini adalah: 1) mitra dapat mengolah telur asin aneka rasa; 2) terjadi peningkatan omzet mitra secara ekonomi; 3) peningkatan pemahaman ketrampilan masyarakat. Â Metode kegiatan antara lain: 1) sosialisasi program metode ceramah; 2) pelatihan pengolahan telur asin aneka rasa menggunakan UPSE Maker dan cara perendaman manual; 3) evaluasi pelatihan melalui tes dan pengamatan; 4) pendampingan dan konsultasi menggunakan metode diskusi. Hasil yang dicapai adalah: (1) pelatihan pembuatan telur asin aneka rasa dengan menggunakan alat UPSE dan manual telah dilakukan sehingga terbentuk 4 pengrajin telur asin; (2) penerapan kemasan dengan tambahan informasi proksimat dan ijin edar produk sehingga menarik minat konsumen dan menjangkau pemasaran lebih luas; (3) terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok KUM otara untuk mengolah telur asin aneka rasa; (4) Penerapan media pemasaran online dan offline menjangkau pemasaran lebih luas dan meningkatkan omzet sebesar 7,5kali
Pelatihan Implementasi Model Pembelajaran PBL Berbantuan Miracast untuk Meningkatkan Keterampilan Profesional dan Literasi Teknologi Guru-Guru SD Gugus Drupadi Gunungpati Kota Semarang
Setyasto, Novi;
Hartati, Hartati;
Sutaryono, Sutaryono;
Sutikno, Putri Yanuarita
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16553
Pemberlakuan Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses berimplikasi terjadinya pergeseran paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran, penggunaan pendekatan ilmiah (scientific), dan tematik terpadu sehingga perlu diterapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem based learning). Namun kenyataan di lapangan berbeda. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Gugus Drupadi Gunungpati Kota Semarang yang beranggotakan 53 Guru SD, menunjukkan bahwa kurang lebih 75% guru (atau sekitar 40 orang guru) masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis pemecahan masalah di kelas dan masih kesulitan dalam mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas yang sesuai dengan standar proses. Solusi yang dapat diterapkan adalah dengan pengadaan kegiatan pelatihan Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Miracast. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan mengajar dan literasi teknologi guru-guru SD di Gugus Drupadi melalui kegiatan pelatihan implementasi model PBL berbantuan Miracast di SD. Peserta kegiatan ini adalah 40 orang guru SD. Metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan kepada para guru-guru SD di Gugus Dewadaru II. Â Metode pelatihan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah: ceramah, tanya jawab, praktek, dan simulasi. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini adalah bertambahnya pengetahuan, literasi teknologi dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan PBL berbantuan Miracast yang ditunjukkan dengan: 1) tersusunnya 34 perangkat pembelajaran dengan model PBL, 2) sejumlah 27 dari 40 peserta pelatihan memberikan respons sangat positif terhadap kualitas materi pelatihan dan 13 peserta memberikan respons positif dengan skor rata-rata 4,68.
Obama Ciput (Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur) Strategi Melestarikan Kesenian Wayang Krucil melalui Program One Village One Product di Kabupaten Blora
Setyowati, Fitri Andriani;
Amanah, Amanah;
Warmih, Warmih;
Oktarina, Nina
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.14983
Indonesia memiliki potensi kesenian yang luar biasa salah satunya kesenian wayang krucil. wayang krucil merupakan jenis wayang yang terbuat dari kombinasi antara kayu dan kulit sapi yang berasal dari Kabupaten Blora, memiliki ukuran lebih kecil dari wayang golek dan wayang kulit. Namun sampai saat ini wayang krucil tidak terkenal sebagaimana wayang golek dan wayang kulit Cirebon serta keberadaan wayang krucil berada didalam 75 jenis wayang yang hampir punah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena jumlah pembeli wayang krucil semakin menurun sehingga banyak pengusaha wayang krucil tidak aktif lagi menjalankan usahanya. Selain itu disebabkan karena generasi muda telah mengenal kesenian dan budaya dari luar dan mulai meninggalkan kesenian tradisional, hal ini membuktikan bahwa perlu adanya tindakan serius dari pemuda khususnya dari pemerintah melakukan upaya untuk tetap melestarikan kesenian yang membuat Kabupaten Blora tetap terkenal sebagai kabupaten yang memiliki wayang uniknya. Oleh karena itu penulis mengajukan gagasan “OBAMA CIPUT†(Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur): Strategi Melestarikan Kesenian Wayang Krucil Melalui Program One Village One Product di Kabupaten Blora. Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur merupakan pengelolaan berbasis masyarakat yang dilakukan oleh para pengusaha wayang krucil dimana masyarakat lokal terlibat secara aktif dalam proses pelestarian dan pengelolaan kesenian wyang krucil yang bertempat di Desa Klopodhuwur. Dengan adanya Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur diharapkan kesenian wayang krucil akan tetap terjaga karena setiap minggunya masyarakat Desa Klopodhuwur akan dilatih untuk membuat wayang krucil dengan bentuk dan corak yang beranekaragam, dalam hal ini nilai guna wayang krucil tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga dapat digunakan sebagai inverior rumah tangga serta media pembelajaran yang menarik. Desa Klopodhuwur merupakan sebuah desa yang memiliki kelompok Suku Samin, keberadaan Suku Samin membuat daya tarik wisatawan untuk datang dan melihat kehidupan Suku Samin. Adanya wisatawan yang berkunjung di Desa Klopodhuwur sebagai salah satu strategi pemasaran wayang krucil karena para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh wayang krucil dapat langsung membeli di pusat penjualan wayang krucil di Desa Klopodhuwur. Hal ini akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung lebih lama di Kabupaten Blora. Dengan strategi tersebut, akan berdampak kepada tempat-tempat wisata lain yang ada di Blora untuk dikunjungi para wisatawan sehingga akan meningkatkan perekonomian Kabupaten Blora dan akhirnya akan terwujud Indonesia berdaulat