cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
HUBUNGAN ANTARA OTONOMI KERJA, ORIENTASI PERAN GENDER KELUARGA, KESEIMBANGAN KERJA-KELUARGA DENGAN KEPUASAN KERJA DAN KEPUASAN KELUARGA PADA PEREMPUAN YANG BERPERAN GANDA Anwar, Hilwa
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13312

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara otonomi kerja, pola gender dalam keluarga dan keseimbangan kerja-keluarga terhadap kepuasan kerja dan kepuasan keluarga pada perempuan yang berperan ganda.Subjek penelitian ini berjumlah 108 perempuan yang sudah berkeluarga dan bekerja di sektor formal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dan diolah dengan menggunakan analisis jalur. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa otonomi kerja dan orientasi peran gender keluarga yang egalitarian secara bersama-sama memiliki hubungan positif dengan keseimbangan kerja-keluarga. Besar sumbangan efektif otonomi kerja dan orientasi peran gender egalitarian adalah sebesar 8,9%. Dari hasil analisis jalur diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara orientasi peran gender keluarga yang egalitarian dengan kepuasan keluarga melalui keseimbangan kerja-keluarga, dengan sumbangan efektif sebesar 18,9%. Sementara hubungan antara otonomi kerja dengan kepuasan kerja menunjukkan korelasi yang tidak signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung atau melalui variabel keseimbangan kerja-keluarga.  
Dinamika Psikologis Perubahan Citra Tubuh Pada Wanita Pada Saat Kehamilan Juliadilla, Risa
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9573

Abstract

Abstrak. Kehamilan merupakan fase penting bagi para wanita karena sebagai periode perubahan bagi penampilan dan berat badan. Sebagian wanita mampu menerima perubahan bentuk tubuhnya  dan merasa senang dengan perubahan saat kehamilan, namun juga terdapat beberapa wanita tidak merasa puas dengan bentuk badannya. Penelitian ini bertujuan untuk  memahami dinamika psikologis pada wanita hamil yang mengalami perubahan pada bentuk tubuhnya. Subjek pada penelitian ini adalah dua wanita yang sedang hamil trisemester 2 dan 3 serta  mengalami perubahan berat badan diluar rekomendasi ahli kesehatan (bidan atau dokter). Data diperoleh dari melalui wawancara pada subjek dan informan yang sering berinteraksi dengan subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, obeservasi dan asesmen diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data  model Miles & Huberman yaitu reduksi data,  penyajian data,  penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengujian validitas menggunakan triangulasi data dan teori, diskusi bersama dengan rekan sejawat dan mengadakan member check hasil wawancara untuk mengetahui kesesuaian data dengan subjek. Pengujian reliabilitas menggunakan uji depenability yaitu memastikan koherensi  dengan diskusi mengenai temuan dan analisis pada orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita saat hamil juga sering  merasa tidak puas dengan citra tubuh selama masa kehamilan. Berdasarkan hasil dinamika psikologis pada kedua subjek, proses skema merupakan penentuan penafsiran individu mengenai dirinya termasuk perubahan citra tubuh yang dialaminya. Penafsiran negatif pada diri subjek akan mempengaruhi emosi individu dan terwujudkan dalam bentuk sikap. Disamping itu juga terdapat kontribusi penilaian dan perbandingan dari pihak eksternal sehingga menimbulkan penilaian serta penafsiran pada masing-masing subjek.  Penafsiran  tersebut mempengaruhi komponen persepsi, sikap dan perilaku subjek mengenai citra tubuhnya selama masa kehamilan. Abstract. Pregnancy is an important phase for women because as a period of change for appearance and weight. Some women are able to accept changes in body form and was pleased with the changes during pregnancy, but there are also some women do not feel satisfied with her body shape.This research is aimed to understand the psychological dynamic happening to pregnant women into experience the changing of their bodies. The subjects of this research are two women who are second and third tri semester of their pregnancies and they face the changing of their weights beyond the health expert recomendation (midwife or doctor). Data were obtained from interviews on the subject and informants who often interact with the subject. Data collection techniques used were interviews, observation and self assessment.This research uses qualitative method with phenomenalogical approach. This study uses data analysis techniques model of Miles & Huberman of data reduction, data presentation, conclusion and verification. Testing the validity of using triangulation of data and theory, discussions with colleagues and holding member check on the interview to determine the suitability of the data subject. Reliability testing using depenability test is to ensure coherence with the discussions on the findings and analysis on others. The result of this research shows that pregnant women often feel not satistfied with their body’s image during their pregnancy periods. Based on the psychological dynamic results on those two subjects, schema process is the well as the experience of the changing of their body’s image. Negative intepretation of the subjects themselves will influences their individual emotions and will be shown through their attitude. Beside that, there also the assesment contribution and the comparison from external side that cause assesment interpretation to each subject.The interpretation influences components of perception, attitude and behavior of body’s image changing through pregnancy period. 
TINGKAT KECEMASAN SARJANA FRESH GRADUATE MENGHADAPI PERSAINGAN KERJA DAN MENINGKATNYA PENGANGGURAN INTELEKTUAL Sejati, Nurmantika Wiji; Prihastuty, Rahmawati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13345

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran secara deskriptif tingkat kecemasan sarjana fresh graduate menghadapi persaingan kerja dan meningkatnya pengangguran intelektual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang. Subjek penelitian berjumlah 205 alumni mahasiswa UNNES tahun 201 l yang ditentukan menggunakan teknik insidental sampling. Penelitian ini diukur menggunakan skala kecemasan. Uji analisis menggunakan teknik product moment dengan bantuan program SPSS 17.00 for windows.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan tergolong dalam kategori rendah dengan perolehan hasil sebesar 52,7% atau 108 subjek. Hasil tersebut ditinjau dari antara lain aspek fisik dengan perolehan hasil terbanyak 64,4% atau 132 subjek pada kategori rendah, aspek behavior dengan perolehan hasil terbanyak 76,6% atau 157 subjek pada kategori sedang dan aspek kognitif dengan perolehan hasil terbanyak 64,4% atau 132 subjek pada kategori sedang.Kesimpulan yang didapat bahwa dapat dilihat secara umum pada Sarjana fresh graduate Unnes dalam menghadapi persaingan kerja dan pengangguran intelektual tergolong dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa responden lebih tenang dalam mengahadapl persamgan kerja yang semakin ketat dan adanya fenomena pengangguran intelektual sekarang. Kata kunci : kecemasan, fresh graduate Abstract. This research is the portrayal of the phenomenon condition about how difficult and hard the job competition after the students finish their study that it indirectly makes the anxiety to fresh graduate student. The fresh graduate student anxiety facing the competitive job and the intellectual unemployment is the psychological condition including the depression and the fearfulness which comes to anybody because there is a condition causing an individual threatened by something that make their fear and painful coming from the inside and outside of themselves so that those make the anxiety disturbing their health and restfulness which it is sometimes causing physical disturbance,This research aims to find out descriptively the portrayal of the fresh graduate student anxiety facing the job competition and the increasing of intellectual unemployment. The method of the research is descriptive quantitative method.Then, This research is taken in Semarang State University. Moreover, The number of the research subject is 205 fresh graduate students of UNNES on 201 l which is determined by using incidental sampling technique. Furthermore, This research is measured by using anxiety scale. The last, Analysis test uses product moment technique by applying SPSS l7_()0_/or windows program. The result of the research shows that the anxiety level is in low category with the result 52,7 % or 108 subject, The result is observed by physical aspect with the dominant result 64,4 % or 132 subject in low category, behavior aspect 76,6% or 157 subject in medium category, and cognitive aspect 64,4% or l32 subject in medium category with the dominant result.The conclusion can be concluded that mostly the fresh graduate student of UNNES in facing competitive job and intellectual unemployment is in low level category. The result shows that respondent is more repose-full facing the hardest job competition and the phenomenon of intellectual unemployment nowadays.
PENGARUH DAYA TARIK ENDORSER IKLAN PRODUK MODE BUSANA DI MAJALAH TERHADAP BODY DISSATIDFACTION PADA REMAJA PUTRI Fitriana, Neni; Deliana, Sri Maryati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13336

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik endorser iklan produk mode busana di majalah terhadap body dissatisfaction pada remaja putri. Subjek pada penelian ini berjumlah 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan adalah insidental sampling. Body dissatisfaction diukur dengan skala body dissatisfaction. Skala body dissatisfaction terdiri sari 39 aitem valid. Aitem valid tersebut mempunyai p < 0,05 yaitu rentanf signifikansi 0,000 sampai dengan 0,001. Skala body dissatisfaction mempunyai koefisiensi reliabilitas sebesar 0,928. Skala daya tarik endorser iklan produk mode busana di majalah terdiri dari 33 aitem valid. Aitem yang valid tersebut mempunyai p < 0,05 yaitu rentang signifikansi 0,000 sampai 0,001. Skala daya tarik endrorser iklan mempunyai koefisiensi reliabilitas sebesar 0,939. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment dan uji pengaruh digunakan analisis regresi menggunakan bantuan program SPSS 17 for windows.Hasil penelitian menunjukkan variabel body dissatisfaction pada remaja putri tergolong tinggi. Demikian juga variabel daya tarik endorser iklan produk mode busana di majalah yang juga tergolong tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara body dissatisfaction dengan daya tarik endorser iklan produk mode busana di majalah dengan F sebesar 431.590 korelasi body dissatisfaction dengan daya tarik iklan endorser iklan produk di majalah diperoleh koefisien r = 0,903 dengan signifikansi atau p = 0,000. Dari hasil penelitin menunjukkan pengaruh daya tarik endorser terhadap body dissatisfaction dengan R square sebesar 81,5%.Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara daya tarik iklan endorser iklan produk mode busana di majalah terhadap body dissatisfaction pada remaja putri di Universitas Negeri Semarang.Kata Kunci: daya tarik endorser iklan; body dissatisfaction; majalah; remaja putri Abstract. This research is based the existence of phenomenon that occurs in young women who experience body dissatisfaction, where young women are having negative thoughts and feeling dissatisfied eith the shape, size and weight.Body dissatisfaction has a negtive impact for the sufferer, such as: unhealthy dietary behaviors, eating disorders, cosmetic surgery and low self-esteem. One of the factors that cause body dissatisfaction is advertising a produk endorser attractiveness fashions whit thin bodies and high character displayed in the magazine. Yong women who are interested in advertising endorser body shape is the process of body identification and comparing the real with the idealized body, so they are prone to body dissatisfaction.            This study is correlational quantitative study aimed to determine the effect of endorser attractiveness fashions product advertising in magazines on body dissatisfaction in adolescent girls. Other research on this subject amounted to 100 subjects. Sampling technique used was incidental sampling. Body dissatisfaction was measured by the scale of body dissatisfaction. Body dissatisfaction scale consist of 39 item valid. It has a valid item p < 0.05 significance is the range of 0.000 to 0.001. Body dissatisfaction scale had reliability coefficient of 0.928. Endorser attractiveness scale product advertising in magazines fashions consisted of 33 item valid. It has valid item p < 0.05 significance is the range of 0.000 to 0.001. Endorser attractiveness scale advertising has reliability coefficient of 0.939. Correlation test using the product moment correlation technique and the influence of test used regression analysis using SPSS 17 for windows.The results showed variable body satisfaction in adolescent girls is high. Similarly, endorser attractiveness variable product advertising in magazines fashions also quite high. The results showed that there is influence between body satisfaction with product advertising endorser attractiveness fashions in the magazines with the F 431.590 for correlation with body satisfaction appeal endorser advertising product advertising in magazines coefficient r = 0.903 with a significance or p = 0.000. From the research results show the influence of advertising a product endorser attractiveness of body satisfaction in the magazines advertising with R square of 81.5%.            It is shown that there is significant influence between endorser attractiveness advertising product advertising magazines fashions of body satisfaction in adolescent girls at the Semarang State University.
BENARKAH KEBERADAAN TAKHAYUL MENJADIKAN RUMAH YANG SAMA MEMILIKI NILAI (HARGA) YANG BERBEDA? Muhammad, Amri Hana
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11908

Abstract

Abstrak. Sedikitnya kajian psikologis mengenai dampak takhayul mendorong munculnya kajian ini. Pada beberapa latar belakang budaya, takhayul terbukti mempengaruhi likelyhood dalam consumer choice untuk produk-produk low-involvement. Takhayul juga menjadikan konsumen bersedia membayar lebih mahal produk dengan atribut takhayul positif, yang ditunjukkan dengan pemberian nilai willingness to pay (WTP) lebih tinggi dibandingkan nilai produk tanpa atribut takhayul. Kajian eksperimental mengenai dampak takhayul pada nilai barang high involvement (dalam hal ini pada rumah) belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan willingness to pay (WTP) sebagai gambaran nilai (harga) beli rumah ditinjau dari tipe takhayul (positif, netral, dan negatif) yang melekat pada rumah. Hipotesis yang diangkat dalam penelitian ini adalah: ada perbedaan nilai (harga) rumah ditinjau dari tipe takhayul. Pendekatan kuantitatif dengan alat pengumpul data berupa contingent valuation yang disusun berdasar desain treatment by subject digunakan untuk mengungkap WTP. Data dianalisis dengan analysis of varians (anova). Subjek yang dilibatkan dalam kajian ini sebanyak 113 individu berlatar belakang budaya Jawa, usia 28 tahun ke atas dan telah bekerja. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapati: tidak ada perbedaan WTP antara rumah dengan atribut takhayul positif dan rumah tanpa atribut takhayul (netral). Ada perbedaan WTP antara rumah dengan atribut takhayul positif dan rumah dengan atribut takhayul negatif. Ada perbedaan WTP antara rumah tanpa atribut takhayul (netral) dan rumah dengan atribut takhayul negatif. Temuan lain juga dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: willingness to pay, nilai (harga) rumah, desain treatment by subject, tipe takhayul Abstract. There is a little number of psychological study about the effects of superstition. In some cultural background, superstition give an affect on the likelyhood of low involvement product in consumer choice behavior context. Superstitions also makes consumers willingness to pay (product value) became more expensive, particularly on product with positive superstition attributes, than value of the product without superstition attributes. There is no experimental studies on the superstition effects on the value of high involvement goods (in this case: home) until now. This study aimed to determine the willingness to pay (WTP) as an illustration of house value (price) predicted by superstition types (positive, neutral, and negative) are attached to the house. Hypotheses raised in this study is: there is a difference value (price) of the house predicted by superstition type. Contingent valuations as data collecting used, and treatment by subject design arranged as experimental design. The datas were analyzed by analysis of variance (ANOVA). Subjects were included in this study was 113 responden wich Javanese cultural background, 28 years old or oder, and have been working for some years. Based on the results of hypothesis testing found: there is no difference between the house WTP with positive superstition attributes and the house WTP without superstition attributes (neutral). There is a difference between the house WTP with positive superstition attributes and the house with negative superstition attributes. There is a difference between the house WTP without superstition attributes (neutral) and the house WTP with negative superstition attribute. Another findings are also discussed.                Keywords: willingness to pay, the house value (price), treatment by subject design, superstition types
DINAMIKA KEPRIBADIAN ANAK JALANAN PEREMPUAN YANG TERLIBAT PELACURAN DITINJAU DARI TEORI ALFRED ADLER Ulfah, Nahdliyatul; Deliana, Sri Maryati
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dinamika kepribadian anak jalanan perempuan yang terlibat pelacuran ditinjau dari teori Alfred Adler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan satu subjek utama dan lima informan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data dan triangulasi investigator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami perasaan inferior yang perkuat dari faktor-faktor pendorong pelacuran yaitu tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah serta pelecehan seksual. Kompensasi dari perasaan-perasaan inferior tersebut dilakukan dengan cara memiliki pacar dengan pengaruh kuat pada komunitas jalanan, minta ditemani pacar setiap hari, dan menjalani kehidupan bebas. Perasaan inferior juga memicu finalisme semu yang dipersepsi kabur yang dipengaruhi oleh lingkungan dan diri subjek. Karena hal itu, maka perjuangan menuju superioritas yang terpusat pada diri sendiri (private logic) dilakukan melalui mengadu domba laki-laki yang menyukainya dan melakukan hubungan seks dengan banyak orang (sexual poligamously). Hal ini berdampak pada minat sosial rendah yang ditandai dengan hubungan orang tua buruk, hubungan dengan pacar ekstrim (sangat baik namun juga kadang sangat sadis), dan tidak ada afeksi antar teman serta diwarnai oleh gaya hidup subjek seperti alcholic, drugs, perokok, perilaku kriminal, berganti-ganti pasangan dan berbohong (mytomania). Akhirnya, dinamika kepribadian ini mengarahkan pada kenakalan remaja dan bias agama yang tertuju pada pelacuran (immorality sexual ).AbstractChildren who had got sexual abuse, who came from poor family with low education level and had the wrong treatment from their parents encouraged them go to the streets and got involved in prostitution. Subjects experienced feelings of inferiority, such as insecurity, feeling of worthlessness and feeling constrained. The use of Alfred Adler’s personality theory was able to explain about the natural inferiority of the subject and also its compensation with striving to be superior (toward the direction of perfection). The purpose of this study was to determine the dynamic personality of female street children involved in prostitution from point of view of Alfred Adler’s theory. The method used in this study was a qualitative method with the instrumental case study approach. Meanwhile, the method of collecling data used in this study was interviews and observation. The sources of data in this study used one primary subject and five informants. Validity of data was obtained with techniques of data and investigator triangulation. From this observation it can be concluded that the subject had a feeling of inferiority strengthened from factors of prostitution; the low of the education level and economic and sexual harasstnent. The compensation of these inferior feelinlgs was done by having a boyfriend with a strong influence on community streets, ask him to be with her every day, and live free. These feelings of inferiority also triggered finalisme fictitious perceive blur influenced by the environment and herself. As the result, the struggle toward the superiority of the self (private logic) was done by playing man against others who loved her and had sex with people (sexual poligamously). It resulted a low social interest which was characterized by poor parental relationship, extreme relationship with boyfriend (very good but also sometimes very violent), and there was no affection between friends and subjects’ lifestyle such as alcholic, drugs, smoking, criminal behavior, multiple sexual partners and lie (mytomania). Eventually, this dynamic of personality led to a juvenile delinquency and religious bias directed to prostitution (sexual immorality).
TIPE KOMITMEN PERKAWINAN PADA PASANGAN YANG MENIKAH DINI DI KABUPATEN BREBES Afrida, Selvy Nur; Andromeda, Andromeda
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11609

Abstract

Abstrak. Pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Dalam menjalin hubungan pernikahan dan menjadi suami istri tentu perlu adanya kesiapan yang matang, baik kesiapan fisik, mental serta kesiapan usia dalam pernikahan. Pernikahan dini di Indonesia menempati urutan tertinggi se-ASEAN setelah Kamboja. Pedesaan adalah  penyumbang  terbesar  terjadinya  pernikahan  dini.  Namun  demikian, dampak lain dari pernikahan dini yang belum siap secara mental dan psikis yaitu terjadinya perceraian. Tahun 2013 BkkbN menyatakan bahwa Indonesia sudah menempati urutan tertinggi se-Asia Pasifik dan ternyata setiap tahun jumlah perceraian  semakin  meningkat.  Komitmen  Perkawinan  yang  rendah mengakibatkan   maraknya   perceraian   yang  terjadi   pada  pasangan   terutama pasangan yang menikah dini. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mendeskripsikan secara jelas tetang bagaimana  tipe komitmen perkawinan pada pasangan   yang   menikah   dini   di   Kabupaten   Brebes   (yaitu   institutional commitment, rational commitment, dan emotional commitment). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Brebes. Subjek penelitian berjumlah 306 orang yang ditentukan dengan menggunakan multiple stage sampling. Data diambil dengan menggunakan skala likert dengan 29 item. Hasil uji validitas berkisar antara 0,127 sampai 0,494 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,784. Hasil penelitian menunjukan komitmen perkawinan pasangan yang menikah dini di Kabupaten Brebes dalam kategori tinggi dengan tipe yang paling mendominasi adalah rational commitment. Adapun tipe komitmen perkawinan pada suami mayoritas pada rational commitment, yang kedua ada pada emotional commitment, dan yang terahir pada institutional commitment. Sedangkan pada tipe komitmen perkawinan istri mayoritas adalah emotional commitment, rational commitmen, dan institutional commitment. Kata Kunci : Komitmen Perkawinan, Menikah Dini Abstract. Marriage is one of worship that its sanctity should be maintained by both sides of husband and wife. In the marriage should have mature readiness such as physical readiness, mental readiness, and age readiness. In the early marriage, Indonesia  becomes  the  highest  rank  after  Kamboja.  Rural  is  the  biggest contributor of it. The effect of early marriage is divorce. In 2013, National Family Planning Coordinating Board (BKKBN) stated that Indonesia is the highest rank in Asia and every year the number of divorce increase. The low marriage commitment becomes the cause of divorce especially in early marriage. So, the aim of this research is to describe about types of marriage commitment toward couples who married early in Brebes (such as institutional commitment, rational commitment, and emotional commitment). This research conducted in Brebes. The sample of this research is 306 people by using multiple stage sampling. Data was taken by using Likert scale in 29  items.  Result  of  validity  test  is  about  0.127  until  0.494  and  reliability coefficient is 0.784. The result indicates that Brebes becomes the high category especially in rational commitment. Furthermore, husband commitment marriage is most in the rational commitment, second in the emotional commitment, and the last is in the institutional commitment. Besides, type of wife commitment marriage is most in the emotional commitment, second in the rational commitment, and the last in the institutional commitment. Keywords : Marital Commitment, Early Marriage
Resiliensi Pada Remaja Binaan Bapas Ditinjau Dari Coping Stress Pasudewi, Cantika Y.; Undarwati, Anna
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13318

Abstract

Abstrak. Berdasarkan data yang diperoleh dari Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), diketahui sebanyak 80% remaja dengan kasus kriminal mengalami gejala-gejala stres saat akan sidang dan wajib lapor. Remaja yang sedang menjalani pembinaan dalam proses hukum pidana membutuhkan resiliensi yang tinggi untuk mampu menjalani tekanan peradilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan resiliensi pada remaja binaan Bapas ditinjau dari coping stress.             Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja dengan karakteristik usia 12 hingga 21 tahun yang terdaftar sebagai klien binaan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kota Pekalongan UPT Kanwil Jawa Tengah periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2013. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Data penelitian diambil menggunakan angket coping stress dan skala resiliensi. Angket coping stress terdiri dari 36 item. Skala resiliensi terdiri dari 37 item dengan  kisaran nilai koefisien r ix sebesar 0,284 sampai dengan 0,548. Koefisien reliabilitas skala resiliensi sangat tinggi, yaitu 0,864. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode statistik non-parametrik Mann Whitney Utest.Berdasarkan penghitungan skor angket coping stress, didapatkan 26 subjek mempunyai karakteristik EFC dan 32 subjek mempunyai karakteristik PFC. Hasil teknik analisis data diperoleh Z skor sebesar -1,112 dengan taraf signifikansi sebesar p = 0,266, dimana p > 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang berbunyi “ada perbedaan resiliensi pada remaja binaan Bapas ditinjau dari coping stress” ditolak. Resiliensi pada remaja binaan Bapas tidak dapat dibedakan berdasarkan jenis coping. Resiliensi pada sebagian besar remaja binaan Bapas berada pada kategori sedang, yaitu sebesar 82,76%. Sisanya 17,24% pada kategori tinggi dan tidak ada yang berada pada kategori rendah. Kata kunci : resiliensi, remaja, coping stress Abstract. Based on data obtained from the Research Society (Litmas), known as much as 80% of adolescents with criminal cases experiencing symptoms of stress when going to court and required to report. Adolescents who are undergoing training in the process of criminal law requires a high resilience to be able to undergo judicial pressure. This research aimed to determine differences in resilience of Bapas’ adolescents target in terms of coping stress.This research is a comparative quantitative study. The population in this study is characteristic of adolescents with ages 12 to 21 years were enrolled as clients of Balai Pemasyarakatan (Bapas) UPT Pekalongan Central Java Regional Office, period of 2012 until 2013. The sampling technique used was a saturated sample technique. The data were taken using a questionnaire coping stress and resilience scale. Coping stress questionnaire consists of 36 items. Resilience scale consists of 37 items with a coefficient r ix range of 0.284 to 0.548. Resilience scale reliability coefficient is 0.864 which means very high. The data analysis technique used is non-parametric statistical methods Mann Whitney Utest.Based on the coping stress questionnaire scores, 26 subjects have obtained EFC characteristics and 32 subjects have obtained PFC characteristics. Results of data analysis techniques derived Z score of -1.112 with a significance level of p = 0.266, where p> 0.05. This means that the hypothesis "there is a difference of resilience of Bapas’ adolescents in terms of coping stress" was rejected. Resilience of Bapas’ adolescents can not be distinguished by the type of coping. Most of  Bapas’ adolescents have resilience in middle category, amounting to 82.76%. The remaining 17.24% in high category and no one is in the low category.
PERAN WISDOM DAN KNOWLEDGE TERHADAP RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI STRES AKADEMIK Yuliasih, Yuliasih; Akmal, Sari Zakiah
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11599

Abstract

Abstrak. Mahasiswa harus berhadapan dengan berbagai tuntutan. Hal itu membuat mahasiswa sangat rentan mengalami stres akademik. Stres akademik yang terus-menerus dibiarkan tanpa tertangani dapat berdampak negatif bagi kehidupan mahasiswa. Untuk dapat menghindari dampak tersebut mahasiswa harus memiliki resiliensi. Dalam upaya untuk mengembangkan resiliensi, diperlukan kekuatan karakter yang dapat bereperan sebagai faktor protektif internal. Wisdom dan knowledge diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan karakter yang berperan terhadap resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan Wisdom dan Knowledge terhadap  resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling purposive dengan jumlah sampel 102 mahasiswa di jabotedabek dan Jawa Barat yang sedang mengalami stres akademik. Penelitian ini menggunakan skala VIA-IS untuk mengukur wisdom dan knowledge, CD-RISC untuk mengukur resiliensi, dan SSI untuk mengukur stres akademik. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi ganda. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat peranan yang signifkan wisdom dan knowledge terhadap resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik (F = 22,639, p = 0,000, R = 0,541).  Kekuatan karakter dari keutaaman wisdom dan knowledge yang berperan signifikan terhadap resiliensi yaitu, curiosity, perspective, dan creativity.  Kata Kunci: mahasiswa, resiliensi, stres akademik, kekuatan karakter, wisdom dan knowledge  Abstract. College students have to deal with various demands, which in turn makes them highly susceptible to academic stress. Academic stress that is constantly allowed to exist without any intervention will give a negative impact on the students’ lives. In order to avoid such impacts, college students must possess resilience. In an effort to develop the resilience, character strengths are required to act as an internal protective factor. Wisdom and knowledge are expected to be a few of the character strengths that contribute to resilience in college students experiencing academic stress. This study aims to determine the role of wisdom and knowledge towards resilience of college students experiencing academic stress. This study is a quantitative research with associative design. The sampling technique used is purposive sampling with a sample of 102 college students in Jabodetabek and West Java who claim to experience academic stress. This study uses VIA-IS scale to measure wisdom and knowledge, CD-RISC to measure resilience, and SSI to measure academic stress. The analytical method used is multiple regression test. Results of the analysis shows that there is wisdom and knowledge play a significant role on the resilience of college students experiencing academic stress (F = 22.639, p = 0.000, R = 0,0541). Character strengths of virtue wisdom and knowledge which specifically contribute to resilience are curiosity, perspective, and creativity. Keywords : academic stress, character strenghts, college student, resilience, wisdom and knowledge
ANALISIS GAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING KORBAN KEJAHATAN PENCURIAN DAN PENCULIKAN Nathania, Felicia; Husna, Nursadhrina; Selvia, Amira; Kevin, Laurentius; Audrey, Cresentia; Hutapea, Bonar
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14111

Abstract

Abstrak.Ketatnya persaingan di daerah perkotaan mendorong orang melakukan tindak kejahatan untuk bertahan hidup. Tindak kejahatan yang dialami para korbannya mampu mempengaruhi kesejahteraan mereka.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa gambaran subjective well-being korban tindak kejahatan pencurian dan penculikan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi terhadap dua orang korban kejahatan di kota Jakarta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Metode triangulasi dan member check digunakan untuk mengecek konsistensi hasil wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah secara umum tindak kejahatan mempengaruhi subjective well-being para korbannya.Perasaan takut dan trauma merupakan dampak yang paling terlihat meskipun tingkat keparahannya berbeda pada kedua subyek berdasarkan tipe kejahatan yang dialami.Subyek pertama merasa takut setelah mengalami perampokan walaupun pada akhirnya dapat melakukan aktivitas seperti biasa.Subyek kedua mengalami trauma berkepanjangan hingga saat ini setelah mengalami tindak penculikan dengan indikasi perdagangan manusia (human trafficking). Kata kunci: Kriminal, Subjective Well-being, Korban.  Abstract. Tight competitions in urban area urge people to do crimes to survive. Crimes that experienced by the victims could affect their subjective well-being. The aim of this study is to analys the representation of subjective well-being victims of thievery and kidnapping. This study is a qualitative research with an interview and observation method to two crime victims in Jakarta. The data analysis techniques uses in this study is model of Miles and Huberman of data reduction, data display, and coclusion drawing/verifying. Triangulation theory method and member check used to verify the consistency of interviews. Results obtained in the study were generally crimes affecting the subjective well-being of the victims. Feelings of afraid and traumatic are the most visible effects although the severiry is different in both subjects depend on type of crimes experinced. First subject feel afraid after experienced thievery even eventually she can do her daily activity just like normal. Second subject experienced long term trauma after the kidnapping crime win indication of human trafficking.

Page 11 of 56 | Total Record : 558