cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
TINJAUAN HOSPITALITY DESIGN PADA PUBLIC OPEN SPACE DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus Taman Madukoro) Setiawan, Moch Fathoni; Purnomo, Andi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6889

Abstract

Public open space is part of the city in the form of outer space is used for activities of daily city dwellers. City park is one of the existing public open space in a city. In 2014, the government returned to a park Semarang Madukoro to perform maintenance on the trees and plants that are there. And like a city park that can fulfill its role as a public open space, it should also be noted the feasibility and design for user friendliness or term is a hospitality design. Hospitality design is the design with the principles of feasibility and comfort so as to create a design that is friendly to users. Feasibility and comfort is needed in a public facility. This research is a case study, the steps taken is to collect information and data on each state and the activities that occur in the Madukoro Park. The focus of the case study is to examine the physical condition of the environment in the Madukoro Park. From the results of observations made in the field, it was found that the physical condition Madukoro Park neighborhood in general in good condition, but based on the results of the analysis, there are still some shortcomings in both design, standards compliance and support facilities that did not exist.Ruang terbuka publik merupakan bagian dari kota yang berupa ruang luar digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada pada suatu kota. Pada tahun 2014, pemerintah Kota Semarang kembali memfungsikan taman madukoro dengan melakukan perawatan pada pohon dan tanaman yang ada disana. Dan layaknya sebuah taman kota yang dapat memenuhi perannya sebagai ruang terbuka publik, maka perlu juga diperhatikan tingkat kelayakan dan keramahan disainnya bagi para pengguna atau istilahnya adalah hospitality design. Hospitality design merupakan desain dengan prinsip-prinsip kelayakan dan kenyamanan sehingga dapat menciptakan desain yang ramah terhadap penggunanya. Kelayakan dan kenyamanan sangat diperlukan dalam sebuah fasilitas publik. Penelitian ini termasuk jenis studi kasus, maka langkah yang  ditempuh adalah mengumpulkan informasi dan data pada setiap keadaan dan aktifitas yang terjadi di Taman Madukoro tersebut. Fokus kasus pada penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik lingkungan di Taman Madukoro. Dari hasil observasi yang dilakukan di lapangan,  ditemukan bahwa kondisi fisik lingkungan Taman Madukoro secara umum dalam keadaan baik, Namun berdasarkan hasil analisa, masih terdapat beberapa kekurangan baik dalam desain, kesesuaian dengan standar maupun fasilitas penunjang yang belum ada.
PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PENDUDUK TERHADAP KINERJA JALAN UTAMA KAWASAN PERUMAHAN BUKIT BANARAN SEMARANG -, Supriyono
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.7102

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of trip generation resident of the area's major roads Housing performance Hill Banaran Semarang. Research problem is the number of family members who work / school, educational level, total spending, and the number of vehicles that affect the number of trips. This study used survey methods with quantitative approaches. The research sample was 290 families / homes with proportional stratified random sampling technique. The results showed that 37.6% of families have 2 vehicles and 27.9% had 3 vehicles. Travel Characteristics of Population in the Region Housing Bukit Banaran Semarang, 87.7% use the bike for daily activities. Semarang destination travel locations are Central (27.1%), Gajahmungkur (20.9%), South Semarang (15.3%) and others spread in various districts throughout the city of Semarang. The route is skipped Kelud direction (71%), the direction Bendan (20.7%) and the other in the direction of Sekaran. Conclusions of research that zone 1: Y = 781.48 families/day, zone 2: Y = 518.46 families/day, Zone 3: Y - 414.89 families/ day, zone 4: Y = 420 families/day. Effect of trip generation 220.7 pcu / h whereas the effect predicted rise of the Year 2012 = 264 pcu / h, and Year 2017 = 384 pcu / h less than the capacity of the main housing area at Bukit Banaran 1284.91 pcu / hour.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bangkitan perjalanan penduduk terhadap kinerja jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang. Permasalahan penelitian adalah jumlah anggota keluarga yang bekerja/sekolah, tingkat pendidikan, jumlah pengeluaran, dan jumlah kendaraan yang mempengaruhi jumlah perjalanan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah 290 keluarga / rumah dengan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,6% keluarga memiliki 2 kendaraan dan 27,9% memiliki 3 kendaraan. Karakteristik Perjalanan Penduduk di Kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang, 87,7% menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari. Tujuan lokasi perjalanan adalah Semarang Tengah (27,1%), Gajahmungkur (20,9%), Semarang Selatan (15,3%) dan lainnya menyebar di berbagai kecamatan seluruh Kota Semarang. Rute yang di lewati adalah arah Kelud (71%), arah Bendan (20,7%) dan yang lainnya ke arah Sekaran. Simpulan penelitian bahwa zona 1 : Y = 781,48 kel/hari, zona 2 : Y = 518.46 kel/hari, Zona 3 : Y - 414,89 kel/hari, zona 4 : Y = 420 kel/hari. Pengaruh bangkitan perjalanan 220,7 smp/jam sedangkan prediksi pengaruh bangkitan Tahun 2012 = 264 smp/jam, dan Tahun 2017 = 384 smp/jam lebih kecil daripada kapasitas jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran sebesar 1284,91 smp/jam.
Model Lalu Lintas Pada Jalan Semarang - Boja Sugiyarto, Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20155

Abstract

Abstract: Traffic volume at streetjoint of Semarang - Boja increases from year to year. This matter is caused by local area growth. In order to solve this problem, traffic jam, the knowledge of concerning traffic characteristic and its relation are needed. The aims of this study is to analyze the relation models, which are involved existing traffic characteristic, i.e. volume (V), speed (S), and density (D). Survey covers the traffic volume and speed with manual count method, whilst analysis is based on Greenshield, Greenberg, and Underwood models. Result indicate that the appropriate relation V-S-D model for the street joint of Semarang - Boja correspond to the Underwood model with correlation value r= 0.537 and Us= 55.79 x exp (D/54.19).Abstrak: Volume perjalanan lalu lintas pada ruas jalan Semarang - Boja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan perkembangan daerah ini. Untuk mengatasi masalah kemacetan lalulintas pada ruas jalan ini terlebih dahulu diperlukan pengetahuan mengenai karakteristik lalulintas dan model hubungan antar karakteristik tersebut. Kajian ini bertujuan menganalisis model hubungan antar karakteristik volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) lalulintas, sesuai dengan kondisi  yang  ada. Survai  data meliputi volume  dan  kecepatan lalulintas dengan metode manual count, sedang  analisis model meliputi model Greenshield, Greenberg, dan Underwood. Hasil analisis  menunjukkan bahwa  model hubungan V-S-D yang sesuai untuk ruas jalan Semarang - Boja adalah mengikuti model Underwood dengan nilai r = 0.537, dengan model Us= 55,79 x exp(D/54, 19). 
IDENTIFIKASI KAWASAN PENDUKUNG PERKEMBANGAN KOTA KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA Pigawati, Bitta; Permana, Saldy Ekasila
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i2.1614

Abstract

The increasing function of Kalinyamatan from a sub ordinate district to a definite district growth significantly whereas land supply in the area are limited. Therefore, it is necessarily to be identified which area are available to support the definite function of the   district (Kalinyamatan). The main objective of the reseach is to identify which area are suitable to support the district function based on physical factors determinant. Quantitative method is used, there are factor analysis and AHP. Based on Dirjen OTDA criteria, it   can be identified 3 alternatives area to support Kalinyamatan function, Bamyuputih Village (I), Pendosowalan Village (II) and Manyar Gading Village. Differently, by using AHP it is identified that Manyar Gading Village is the most suitable area instead of 3   villages as Dirjen OTDA has proposed.Keywords: identification, support area, district growthPeningkatan fungsi dan peran Kalinyamatan dari Kecamatan Pembantu menjadi Kecamatan Kota secara definitif berkembang dengan cepat. sementara ketersediaan lahan kota sangat terbatas maka perlu diketahui kawasan mana yang nantinya akan mampu  mendukung perkembangan kota tsb. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kawasan yang diperkirakan mampu mendukung perkembangan fungsi kota berdasarkan faktor penentu perkembangannya secara fisik. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis faktor dan AHP. Berdasarkan kajian kriteria wilayah pengembangan (dirjen Otonomi Daerah) dapat diidentifikasi adanya tiga alternatif kawasan yang mampu mendukung perkembangan fungsi Kota Kalinyamatan yaitu Desa Banyuputih (I) Desa  Pendosowalan (II) dan Desa Manyar Gading (III) setelah dilakukan analisis lebih lanjut dengan metode AHP dapat diketahui kawasan yang mampu mendukung perkembangan fisik Kota Kalinyamatan adalah Desa Manyar Gading.Kata Kunci: identifikasi, kawasan pendukung, perkembangan kecamatan
TEORI, METODA, DAN APLIKASI KARYA ARSITEKTUR TADAO ANDO Setyowati, Wiwit
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6969

Abstract

Theory, method, and application of Tadao Ando studied to comprehending Ando’s architecture masterpiece. The research method with content analysis to primary archives data. Tadao Ando introduce ‘Self Enclosed Modernity’ theory. In this theory contain with components, that is space and shintai, individualism, abstract and representative, nature and architecture, material, geometry, symmetric and assymmetric, minimalism, and also draw and technology. To apply the theory need method so that seen in its architecture masterpiece application. From this study seen continuity in formulate theory, through with method into its masterpiece designTeori, metoda, dan aplikasi karya Tadao Ando dikaji untuk memahami karya arsitekturnya. Pengkajian dilakukan dengan metoda content analisis terhadap data-data arsip tertulis primer. Tadao Ando memperkenalkan teori ‘Self Enclosed Modernity’ dimana didalamnya mengandung komponen ruang dan shintai, individualisme, abstract dan representatif, arsitektur dan alam, material, geometri, simetri dan asimetri, minimalis, serta gambar dan teknologi. Dalam mengaplikasikan teori tersebut diperlukan metoda sehingga terlihat di dalam aplikasi karya arsitekturnya. Dari pengkajian ini terlihat kesinambungan dalam menjabarkan teori melalui metoda kedalam desain karyanya
Identifikasi Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Black Spot) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah SUGIYANTO, Gito; Fadli, Ari
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.10768

Abstract

Road safety is a complicated scientific field of transport research due to the random nature of accident occurrence. Traffic accidents impose serious problems to society in terms of medical costs, economic costs (productivity losts), property damage costs, and human costs. Traffic accidents are increasing and still become the main problem of road transport in Indonesia. One effort to improve transportation safety is by determining and handling the black spot locations. The method that used to identify black spot locations is the frequency-crash method. The aim of this research is to identify black spot locations using Upper Control Limit (UCL) method. The study location is in Purbalingga, Central Java, Indonesia. Database of traffic accidents from 1 January 2010 to 31 December 2015 were obtained from Purbalingga Police. Using the equivalent accident number for death victims or fatality is 10, a severe injury is 5, a minor injury is 1, and property damaged only is 1. Seven roads have accident number value greater than the upper control limit value and identified as a black spot location. Black spot location in Purbalingga regency are Jalan Raya Bayeman, Tlahab Lor; Jalan Raya turut Desa Penolih, Jalan Raya turut Desa Bobotsari, Jalan Raya turut Desa Bojongsari, Jalan Raya turut Desa Jetis, Jalan Raya turut Desa Kembangan, and Jalan Raya turut Desa Panican.
PENGARUH RONGGA PADA DINDING BATAKO TERHADAP SUHU RUANG DALAM Hilmy, Mochamad; -, Indrayadi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v16i1.7225

Abstract

Building is one of the basic human needs , especially for residential functions . In the era around 1980 , indonesia introduced in building materials which is expected to help to meet the basic human needs , namely brick . The building block is relatively lightweight building materials by providing a cavity in the middle , so as to reduce the overall development costs . Indonesia has a humid tropical climate makes the air temperature is high enough . This affects the thermal comfort in the building space . The use of brick walls have due to rising air temperature in the chamber that surrounds mainly in the afternoon until evening . The hypothesis that emerges is the presence of cavities in the walls of the thermal store and increase the temperature in the room . This study will be conducted with the prototype measurements to obtain the data and analysis to obtain the ideal composition . The independent variable in this study is the treatment of cavities in the wall -forming material , while the permanent variable is the temperature in the room . This assessment matches that  brick solid is able to get a lower air temperature in the room in comparison to normal brick.Bangunan gedung merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, terutama untuk fungsi hunian. Pada era sekitar tahun 1980, di indonesia diperkenalkan bahan bangunan yang diharapkan dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tersebut, yaitu batako. Batako tersebut merupakan bahan bangunan yang relatif ringan dengan memberikan rongga di tengahnya, sehingga dapat mengurangi biaya pembangunan secara keseluruhan. Indonesia yang memiliki iklim tropis lembab menjadikan suhu udara cukup tinggi. Hal tersebut mempengaruhi kenyamanan termal ruang dalam bangunan. Penggunaan dinding batako memiliki akibat meningkatnya suhu udara di dalam ruang yang dikelilinginya terutama pada sore hingga malam hari. Hipotesis yang muncul adalah keberadaan rongga di dalam dinding menyimpan termal dan meningkatkan  temperatur ruang dalam. Kajian ini akan dilakukan dengan pengukuran prototipe untuk mendapatkan data dan dilakukan analisa untuk mendapatkan komposisi yang ideal. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perlakuan terhadap rongga di dalam material pembentuk dinding, sedangkan variabel tetapnya adalah temperatur ruang dalam. Pengkajian ini mendapatkan hasil bahwa material batako yang solid mampu mendapatkan temperatur udara lebih rendah di ruang dalam dibandingkan batako normal.
MODEL STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SEDERHANA DI DAERAH RAWAN LONGSOR – GUNUNGPATI SEMARANG Indarto, Himawan; Cahyo A., Hanggoro Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6785

Abstract

Every rainy season, residents in some residential locations prone to landslides in Gunungpati District of Semarang always concerned about the condition of their home and village roads are constantly shifting due to soil mass movement on the slopes. The movement of soil and foundation of the house that is not followed by the movement of the structure of the building houses on them, have very often result in damage to homes. For that we need a technical solution to ease the burden on the citizens. Technical solutions that will be in the form of a study of the system structure is simple house in accordance with the environmental conditions that are prone to landslides. In principle, the concept of making a safe home building structures to ground movement is to seek and make the whole elements of the foundation of the house and sloop, frame building (beams and columns), as well as the construction of the roof of the house, into a coherent whole and can not be separated on occurs when the ground motion (rigid body movement). The application of this concept, among others, is to create a connection that is strong enough and stiff among the various elements of the house, as well as the selection and implementation of appropriate material. The building houses designed using the principle of non-engineered construction and use of cheap materials and readily available, so that development can be done by local people without involving experts. With the existence of this study is expected to be made to the design of the structural model building simple houses to be built in areas prone to landslides. Setiap musim penghujan, warga di beberapa lokasi pemukiman rawan longsor Kecamatan Gunungpati Semarang selalu khawatir akan kondisi rumah dan jalan kampung mereka yang selalu bergeser akibat gerakan massa tanah pada lereng. Pergerakan tanah dan pondasi rumah yang tidak diikuti dengan pergerakan struktur bangunan rumah diatasnya, sudah sangat sering mengakibatkan terjadinya kerusakan pada rumah warga. Untuk itu perlu adanya solusi teknis untuk meringankan beban warga. Solusi teknis yang akan dilakukan berupa penelitian terhadap sistem struktur bangunan rumah sederhana yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang rawan longsor. Pada prinsipnya, konsep membuat struktur bangunan rumah yang aman terhadap pergerakan tanah adalah dengan mengupayakan dan membuat seluruh elemen-elemen rumah yaitu pondasi dan sloof, rangka bangunan (balok dan kolom), serta konstruksi atap rumah, menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak lepas pada saat terjadi gerakan tanah (rigid body movement). Penerapan dari konsep ini antara lain adalah dengan cara membuat sambungan yang cukup kuat dan kaku diantara berbagai elemen rumah tersebut, serta pemilihan material dan pelaksanaan yang tepat. Bangunan rumah dirancang dengan menggunakan prinsip non-engineered construction dan menggunakan material-material yang murah serta mudah didapatkan, sehingga pembangunannya dapat dilakukan sendiri oleh warga setempat tanpa melibatkan tenaga ahli. Dengan adanya kajian ini diharapkan dapat dibuat rancangan model struktur untuk bangunan rumah sederhana yang akan dibangun di daerah rawan longsor.
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH RAWAN BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN LINGKAS UJUNG KOTA TARAKAN Oktaviansyah, Evans
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7093

Abstract

The rate of urban economic development is rapidly increasing making increasing intensity of urban activities and land use are increasingly competitive. The condition also occurred in coastal areas in the city of Tarakan which resulted in the growth of urban slums. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Sub End Lingkas Tarakan City kebarakan settlements and their vulnerability and plan treatment. Method research approach using descriptive-evaluative method, the method pemobobotan level of squalor and fire. The results obtained are 1) Settlement in the Village Edge Lingkas a village on water with a majority of non-permanent structures and slums. 2) The area to the category of fire-prone slums have a tendency, it is influenced by the density of buildings and structures. Neighborhood (RT) to the category of most slum located in RT 6 and 11, while the other belongs to the category RT seedy looking. RT is not classified as slum is RT 1. Flammability level in Sub End Lingkas influenced by the density of buildings, accessibility, building structures and water sources. RT which included highly prone to fire is RT 2, 3, 8, 14, 16, and 18. 3) Setup the slum areas is done by two approaches, namely short-term problems of fire, garbage and sanitation, while the long-term plan to rejuvenate the area. Laju perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin pesat membuat intensitas kegiatan perkotaan meningkatkan dan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut terjadi pula pada kawasan pesisir pantai di Kota Tarakan yang berakibat pada tumbuhnya permukiman kumuh kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan beserta kerawanan kebarakan permukiman dan rencana penanganannya. Metode pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-evaluatif, dengan metode pemobobotan tingkat kekumuhan dan kebakaran. Hasil yang didapatkan yaitu 1) Permukiman di Kelurahan Lingkas Ujung berupa perkampungan di atas air dengan mayoritas struktur bangunan non permanen dan kumuh. 2) Wilayah dengan kategori kumuh memiliki kecenderungan rawan kebakaran, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepadatan bangunan dan struktur bangunan. Rukun Tetangga (RT) dengan kategori paling kumuh berada di RT 6 dan 11, sedangkan RT lainnya termasuk kategori kumuh sedang. RT yang tidak tergolong kumuh adalah RT 1. Tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung dipengaruhi oleh kepadatan bangunan, aksesibilitas, struktur bangunan dan sumber air. RT yang termasuk sangat rawan kebakaran adalah RT 2, 3, 8, 14, 16, dan 18. 3) Penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu jangka pendek untuk permasalahan kebakaran, persampahan dan sanitasi, sedangkan rencana jangka panjang dengan peremajaan kawasan
Optimizing Mixture Composition to Improve the Performance of Porous Asphalt for Wearing Course as an Environmentally Friendly Road Construction Material Sulianti, Ika; Amiruddin, Amiruddin; Ibrahim, Ibrahim; Subrianto, A.
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v21i1.17354

Abstract

Abstract. Porous asphalt is an alternative in flexible pavement which is considered to make water seep into the soil. In previous research have been tested the mixture of  porous asphalt that meets porous asphalt porosity requirements, but found the weaknesses that the stability is still lower than the standard required. Based on result obtained before, the study is aimed at investigating the use of mixture composition variable with different percentages until the optimal conditions were obtained, namely making a normal mixture, 15%, 18.75%, 22.5%, 26.25%, 30% as sand composition reduction. The percentage of sand reducted from previous composition with different asphalt variations. Tests are carried out using the Marshall method. Sequence of tests show that the materials used for experiment meet the requirement.  Optimum Asphalt Content obtained for the mixture are 6% of the total mixed weight. The best Marshall characteristics for AC-WC porous asphalt obtained are at the percentage of 26.25% sand reduction.  

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue