Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PENDUDUK TERHADAP KINERJA JALAN UTAMA KAWASAN PERUMAHAN BUKIT BANARAN SEMARANG -, Supriyono
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of trip generation resident of the areas major roads Housing performance Hill Banaran Semarang. Research problem is the number of family members who work / school, educational level, total spending, and the number of vehicles that affect the number of trips. This study used survey methods with quantitative approaches. The research sample was 290 families / homes with proportional stratified random sampling technique. The results showed that 37.6% of families have 2 vehicles and 27.9% had 3 vehicles. Travel Characteristics of Population in the Region Housing Bukit Banaran Semarang, 87.7% use the bike for daily activities. Semarang destination travel locations are Central (27.1%), Gajahmungkur (20.9%), South Semarang (15.3%) and others spread in various districts throughout the city of Semarang. The route is skipped Kelud direction (71%), the direction Bendan (20.7%) and the other in the direction of Sekaran. Conclusions of research that zone 1: Y = 781.48 families/day, zone 2: Y = 518.46 families/day, Zone 3: Y - 414.89 families/ day, zone 4: Y = 420 families/day. Effect of trip generation 220.7 pcu / h whereas the effect predicted rise of the Year 2012 = 264 pcu / h, and Year 2017 = 384 pcu / h less than the capacity of the main housing area at Bukit Banaran 1284.91 pcu / hour.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bangkitan perjalanan penduduk terhadap kinerja jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang. Permasalahan penelitian adalah jumlah anggota keluarga yang bekerja/sekolah, tingkat pendidikan, jumlah pengeluaran, dan jumlah kendaraan yang mempengaruhi jumlah perjalanan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah 290 keluarga / rumah dengan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,6% keluarga memiliki 2 kendaraan dan 27,9% memiliki 3 kendaraan. Karakteristik Perjalanan Penduduk di Kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang, 87,7% menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari. Tujuan lokasi perjalanan adalah Semarang Tengah (27,1%), Gajahmungkur (20,9%), Semarang Selatan (15,3%) dan lainnya menyebar di berbagai kecamatan seluruh Kota Semarang. Rute yang di lewati adalah arah Kelud (71%), arah Bendan (20,7%) dan yang lainnya ke arah Sekaran. Simpulan penelitian bahwa zona 1 : Y = 781,48 kel/hari, zona 2 : Y = 518.46 kel/hari, Zona 3 : Y - 414,89 kel/hari, zona 4 : Y = 420 kel/hari. Pengaruh bangkitan perjalanan 220,7 smp/jam sedangkan prediksi pengaruh bangkitan Tahun 2012 = 264 smp/jam, dan Tahun 2017 = 384 smp/jam lebih kecil daripada kapasitas jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran sebesar 1284,91 smp/jam.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DAN SIKAP TERHADAP PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY -, Supriyono; -, Vita
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 2, No 2 (2011): September 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v2i2.2478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan sikap terhadap pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). CSR sebagai program sosial suatu perusahaan nampaknya masih menjadi euforia.Padahal tujuan dari program ini belum dinikmati masyarakat keseluruhan. Dengan menggunakan 96 responden, menunjukkan bahwa hanya 8% yang telah melakukan program CSR dengan tepat, sedangkan sisanya hanya melakukan untuk amal. Ini berarti bahwa sebagian besar perusahaan besar dan menengah di Bandung, belum cukup peduli terhadap program CSR. Hasil penelitian juga menunjukkan ada kesenjangan antara apa yang mereka anggap dan apa yang mereka kerjakan dalam program CSR. Temuan kami menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku usaha, khususnya di Bandung masih dikategorikan sebagai obstructionists dan pembela dari pada akomodatif dan proaktif. Ini berarti praktek tanggung jawab sosial mereka masih rendah. Kita sebagai komunitas akademik harus selalu menyosialisasikannya untuk lebih peduli, tidak hanya kepada pemegang saham tetapi semua pemangku kepentingan.CSR as an enterprise’s social program seem likely still to be euphoria. Therefore, the main purpose of the program has failed to reach the goal. By using 96 respondents, the results showthat only 8% of them have done the CSR programs appropriately, while the rest are still doing no more than charity. It means that most of the businesses in Bandung,were not yet care enough of the CSR programs. The result of the research also shown there was a gap between what they perceived and what they really do in CSR programs. Our finding also indicates that most businesses actors in Bandung were still categorized as obstructionists and defenders rather than accommodative and proactive. This means they are still low in practices of social responsibility. As an academic community we should always socialized it as much as possible to care more, not only to shareholder but all the stakeholders.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM RITMIK SI BUYUNG MENGGUNAKAN LAGU POTONG BEBEK ANGSA KELAS 1 SD NEGERI 1 NOTOG KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016 Kustati, Kustati; Hartiwan, Uen; Supriyono2, Supriyono
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.373 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa aktivitas ritmik si buyung menggunakan lagu potong bebek angsa bagi peserta didik Kelas 1 SD Negeri 1 Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri 1 Notog sejumlah 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa putra dan 9 siswa putri. Bahwa hasil penelitian aktivitas ritmik senam si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog menunjukan adanya peningkatan belajar siswa dari siklus I (61%) ke siklus II (87%), hal ini juga berarti mengalami kenaikan 26%. Simpulan dalam penelitan ini adalah metode Penjasorkes materi senam ritmik si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes pada siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog. The aim of this research was to determine the increase in the learning process and student learning outcomes in rhythmic activity of the pitcher using pieces of duck swan song for learners Class 1 SD Negeri 1 Notog Patikraja District of Banyumas. This type of research is a classroom action research. The subjects of this study is the first grade students of SD Negeri 1 Notog number of 23 students consisting of 14 boys and 9 female student. That the results of research activity in rhythmic gymnastics pitcher uses the song Cut Duck Goose Class 1 SD Negeri 1 Notog shows the increase of student learning from the first cycle (61%) to the second cycle (87%), it also means an increase of 26%. The conclusions in this research is the method of rhythmic gymnastics material Penjasorkes pitcher uses the song Cut Duck Goose can improve learning outcomes on student Penjasorkes Class 1 SD Negeri 1 Notog.
Hubungan antara Persepsi dan Sikap terhadap Pelaksanaan Corporate Social Responsibility -, Supriyono; -, Vita
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 2, No 2 (2011): September 2011 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v2i2.2478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan sikap terhadap pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). CSR sebagai program sosial suatu perusahaan nampaknya masih menjadi euforia.Padahal tujuan dari program ini belum dinikmati masyarakat keseluruhan. Dengan menggunakan 96 responden, menunjukkan bahwa hanya 8% yang telah melakukan program CSR dengan tepat, sedangkan sisanya hanya melakukan untuk amal. Ini berarti bahwa sebagian besar perusahaan besar dan menengah di Bandung, belum cukup peduli terhadap program CSR. Hasil penelitian juga menunjukkan ada kesenjangan antara apa yang mereka anggap dan apa yang mereka kerjakan dalam program CSR. Temuan kami menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku usaha, khususnya di Bandung masih dikategorikan sebagai obstructionists dan pembela dari pada akomodatif dan proaktif. Ini berarti praktek tanggung jawab sosial mereka masih rendah. Kita sebagai komunitas akademik harus selalu menyosialisasikannya untuk lebih peduli, tidak hanya kepada pemegang saham tetapi semua pemangku kepentingan.CSR as an enterprise’s social program seem likely still to be euphoria. Therefore, the main purpose of the program has failed to reach the goal. By using 96 respondents, the results showthat only 8% of them have done the CSR programs appropriately, while the rest are still doing no more than charity. It means that most of the businesses in Bandung,were not yet care enough of the CSR programs. The result of the research also shown there was a gap between what they perceived and what they really do in CSR programs. Our finding also indicates that most businesses actors in Bandung were still categorized as obstructionists and defenders rather than accommodative and proactive. This means they are still low in practices of social responsibility. As an academic community we should always socialized it as much as possible to care more, not only to shareholder but all the stakeholders.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM RITMIK SI BUYUNG MENGGUNAKAN LAGU POTONG BEBEK ANGSA KELAS 1 SD NEGERI 1 NOTOG KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016 Kustati, Kustati; Hartiwan, Uen; Supriyono2, Supriyono
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016): Journal of Physical Education Health and Sport
Publisher : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.373 KB) | DOI: 10.15294/jpehs.v3i1.6499

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa aktivitas ritmik si buyung menggunakan lagu potong bebek angsa bagi peserta didik Kelas 1 SD Negeri 1 Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri 1 Notog sejumlah 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa putra dan 9 siswa putri. Bahwa hasil penelitian aktivitas ritmik senam si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog menunjukan adanya peningkatan belajar siswa dari siklus I (61%) ke siklus II (87%), hal ini juga berarti mengalami kenaikan 26%. Simpulan dalam penelitan ini adalah metode Penjasorkes materi senam ritmik si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes pada siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog.The aim of this research was to determine the increase in the learning process and student learning outcomes in rhythmic activity of the pitcher using pieces of duck swan song for learners Class 1 SD Negeri 1 Notog Patikraja District of Banyumas. This type of research is a classroom action research. The subjects of this study is the first grade students of SD Negeri 1 Notog number of 23 students consisting of 14 boys and 9 female student. That the results of research activity in rhythmic gymnastics pitcher uses the song Cut Duck Goose Class 1 SD Negeri 1 Notog shows the increase of student learning from the first cycle (61%) to the second cycle (87%), it also means an increase of 26%. The conclusions in this research is the method of rhythmic gymnastics material Penjasorkes pitcher uses the song Cut Duck Goose can improve learning outcomes on student Penjasorkes Class 1 SD Negeri 1 Notog.
MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA BERBASIS NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK -, Supriyono
EDUTECH Vol 13, No 3 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i3.3087

Abstract

Abstract, Condition of Indonesia is now being hit by a climate of character which does not support the output of Pancasila culture . The waning of characters can be seen from the number of people taking drugs, fighting between the village and the school , consumerist lifestyle , which is concerned with the practice of religious life and the juridical formalism symbols that make it easy to competed. The crisis of character now has spread on campus so easily found student attitudes and behaviors that conflict with moral values .As a man who respects the harmony and compatibility of national identity as it is appropriate if the values of Pancasila moral values to serve as a foundation to live a life of society , nation and state . Ethical principles of Pancasila intrinsically humanistic , meaning that the values of Pancasila based on values rooted in the dignity of man as a being cultured . Pancasila as the state ideology of the nation and contain values of divinity , human values, the value of unity , democratic values and the values of justice . If people are able to realize and really be able to run five moral rules or values contained in the fifth Pancasila , then humans can save the nation from various conflicts . Building character through the values of Pancasila can unite the entire diversity of Indonesia .Keywords : Character , values of Pancasila , and Conflict ResolutionAbstrak, Kondisi bangsa Indonesia sekarang sedang dilanda oleh sebuah iklim karakter kehidupan yang tidak mendukung tumbunya budaya Pancasila. Memudarnya karakter dapat dilihat dari banyaknya orang mengkonsumsi narkoba, tawuran antar kampung dan sekolah, pola hidup konsumeris, praktik hidup keagamaan yang mementingkan formalisme yuridis dan simbol-simbol yang memudahkan untuk diadu domba. Krisis karakter sekarang ini sudah menjalar pada lingkungan kampus sehingga mudah ditemui sikap dan perilaku mahasiswa yang bertentangan dengan nilai moral.Sebagai manusia yang menjunjung keharmonisan dan keserasian sebagai jati diri bangsa maka sangatlah tepat jika nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai nilai moral untuk landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Prinsip etika Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik, artinya nilai-nilai Pancasila mendasarkan pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa mengandung nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan. Apabila manusia mampu menyadari dan benar-benar bisa menjalankan kelima aturan moral atau kelima nilai yang terkandung dalam Pancasila, maka manusia dapat menyelamatkan bangsa dari berbagai konflik. Membangun karakter melalui nilai-nilai Pancasila dapat mempersatukan seluruh kebhinekaan bangsa Indonesia.Kata Kunci: Karakter, Nilai-nilai Pancasila, dan Resolusi Konflik
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM RITMIK SI BUYUNG MENGGUNAKAN LAGU POTONG BEBEK ANGSA KELAS 1 SD NEGERI 1 NOTOG KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN AJARAN 2016 Kustati, Kustati; Hartiwan, Uen; Supriyono2, Supriyono
Journal of Physical Education Health and Sport Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpehs.v3i1.6499

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa aktivitas ritmik si buyung menggunakan lagu potong bebek angsa bagi peserta didik Kelas 1 SD Negeri 1 Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri 1 Notog sejumlah 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa putra dan 9 siswa putri. Bahwa hasil penelitian aktivitas ritmik senam si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog menunjukan adanya peningkatan belajar siswa dari siklus I (61%) ke siklus II (87%), hal ini juga berarti mengalami kenaikan 26%. Simpulan dalam penelitan ini adalah metode Penjasorkes materi senam ritmik si buyung menggunakan lagu Potong Bebek Angsa dapat meningkatkan hasil belajar Penjasorkes pada siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Notog. The aim of this research was to determine the increase in the learning process and student learning outcomes in rhythmic activity of the pitcher using pieces of duck swan song for learners Class 1 SD Negeri 1 Notog Patikraja District of Banyumas. This type of research is a classroom action research. The subjects of this study is the first grade students of SD Negeri 1 Notog number of 23 students consisting of 14 boys and 9 female student. That the results of research activity in rhythmic gymnastics pitcher uses the song Cut Duck Goose Class 1 SD Negeri 1 Notog shows the increase of student learning from the first cycle (61%) to the second cycle (87%), it also means an increase of 26%. The conclusions in this research is the method of rhythmic gymnastics material Penjasorkes pitcher uses the song Cut Duck Goose can improve learning outcomes on student Penjasorkes Class 1 SD Negeri 1 Notog.
PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PENDUDUK TERHADAP KINERJA JALAN UTAMA KAWASAN PERUMAHAN BUKIT BANARAN SEMARANG -, Supriyono
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i1.7102

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of trip generation resident of the area's major roads Housing performance Hill Banaran Semarang. Research problem is the number of family members who work / school, educational level, total spending, and the number of vehicles that affect the number of trips. This study used survey methods with quantitative approaches. The research sample was 290 families / homes with proportional stratified random sampling technique. The results showed that 37.6% of families have 2 vehicles and 27.9% had 3 vehicles. Travel Characteristics of Population in the Region Housing Bukit Banaran Semarang, 87.7% use the bike for daily activities. Semarang destination travel locations are Central (27.1%), Gajahmungkur (20.9%), South Semarang (15.3%) and others spread in various districts throughout the city of Semarang. The route is skipped Kelud direction (71%), the direction Bendan (20.7%) and the other in the direction of Sekaran. Conclusions of research that zone 1: Y = 781.48 families/day, zone 2: Y = 518.46 families/day, Zone 3: Y - 414.89 families/ day, zone 4: Y = 420 families/day. Effect of trip generation 220.7 pcu / h whereas the effect predicted rise of the Year 2012 = 264 pcu / h, and Year 2017 = 384 pcu / h less than the capacity of the main housing area at Bukit Banaran 1284.91 pcu / hour.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bangkitan perjalanan penduduk terhadap kinerja jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang. Permasalahan penelitian adalah jumlah anggota keluarga yang bekerja/sekolah, tingkat pendidikan, jumlah pengeluaran, dan jumlah kendaraan yang mempengaruhi jumlah perjalanan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah 290 keluarga / rumah dengan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,6% keluarga memiliki 2 kendaraan dan 27,9% memiliki 3 kendaraan. Karakteristik Perjalanan Penduduk di Kawasan Perumahan Bukit Banaran Semarang, 87,7% menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari. Tujuan lokasi perjalanan adalah Semarang Tengah (27,1%), Gajahmungkur (20,9%), Semarang Selatan (15,3%) dan lainnya menyebar di berbagai kecamatan seluruh Kota Semarang. Rute yang di lewati adalah arah Kelud (71%), arah Bendan (20,7%) dan yang lainnya ke arah Sekaran. Simpulan penelitian bahwa zona 1 : Y = 781,48 kel/hari, zona 2 : Y = 518.46 kel/hari, Zona 3 : Y - 414,89 kel/hari, zona 4 : Y = 420 kel/hari. Pengaruh bangkitan perjalanan 220,7 smp/jam sedangkan prediksi pengaruh bangkitan Tahun 2012 = 264 smp/jam, dan Tahun 2017 = 384 smp/jam lebih kecil daripada kapasitas jalan utama kawasan Perumahan Bukit Banaran sebesar 1284,91 smp/jam.
Synthesis and Characterization of Cassava Shell Based Biodegradable Plastic with Kitosan Addition Supriyono Supriyono; Hamdan Hadi Kusuma; Mulyatun Mulyatun; Biaunik Niski Kumila
Journal of Natural Sciences and Mathematics Research Vol 3, No 1 (2017): June
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.055 KB) | DOI: 10.21580/jnsmr.2017.3.1.1694

Abstract

Wasted-plastic which is a hardly-decomposed material was one of the major problems of trash-recycling management in Indonesia. Replacing a common plastic with biodegradable plastic was one of the solution to reduce the amount of undecomposed-materials in the enviroment. Therefore, the aim of this resarch is to study how to synthesis cassava shell based biodegradable plastic and to analyse the effect of kitosan addition on cassava shell based biodegradable plastic properties. There are three basic characterization processes performed to analyse the sample properties, i.e mechanical test, FTIR and biodegradability test. Kitosan enhanced the mechanical and biodegradability properties of samples. The elongation-percentage decreased down to 8,57% along with the increasing the amount of kitosan concentration. FTIR data indicated the presence of O-H, N-H, C-H, C=C, NO2 and C-O organic functional group on biodegradable plastic samples. Kitosan reduce the decomposition process of samples due to its hydrophilicity. Sample with highest concentration of kitosan decomposed at the longest time up to 14 days. . ©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved.
Rancang Bangun Model Mesin Penyembelih Sapi Modern Sistem Pneumatik Dengan Pemutar Motor Listrik Suyadi Suyadi; Supriyono Supriyono; Arifudin Amin
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v12i2.1052

Abstract

Proses penyembelihan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH)  sebagian besar masih menggunakan cara tradisonal sehingga terjadi kesulitan dalam prosesnya dikarenakan masih membutuhkan banyak orang jagal untuk merebahkan sapi sehingga kurang memperhatikan dari segi keamanan bagi penjagalnya apabila sapi mengamuk, kehigienisan daging yang kurang, serta kurang efisien. Maka dari itu diperlukan mesin yang lebih modern untuk mendapatkan proses produksi yang lebih mudah, aman, dan hiegenis yakni mesin penyembelih sapi modern sistem pneumatik dengan pemutar motor listrik, dimana mesin ini menggunakan 3 silinder pneumatik sebagai pendorong dan menggunakan motor listrik sebagai pemutar.Penelitian tugas akhir ini menggunakan metode study literatur terhadap perkembangan mesin penyembelih sapi yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Hasil  penelitian tugas akhir menunjukan bahwa model mesin penyembelihan sapi modern sistem pneumatik dengan pemutar motor listrik ini lebih mudah, hiegenis dan aman dengan menggunakan tekanan kompresor 6 [bar] cukup untuk menggerakan seluruh silinder pneumatik dengan baik, waktu siklus penembelihan yang lebih cepat dan kebutuhan operator proses penyembelihan yang lebih sedikit.