cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Apakah Pembelajaran Matematika Secara Daring Efektif? (Studi Kasus pada Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19) Kusumaningrum, Betty; Wijayanto, Zainnur
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.25029

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi diberbagai negara membeikan dampak yang luas pada semua sektor penting seperti pendidikan. Sistem pendidikan diberbagai tingkatan pendidikan telah berubah drastis dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui efektivitas perkuliahan dasring berdasarkan persepsi mahasiswa selama masa pandemi Covid-19. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diberikan secara online kepada 100 orang mahasiswa pendidikan matematika. Subyek penelitian tersebut dipilih dengan metode random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa perkuliahan daring sering terkendala jaringan internet yang sulit dijangkau. Aktivitas perkuliahan daring menjadi tidak lancar. Akibatnya, mahasiswa tidak dapat memahami materi dengan baik. Mahasiswa menginginkan adanya video pembelajaran dan diskusi daring yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp atau Google Classroom.The Covid-19 pandemic that occurred in various countries caused extensive impacts in various important sectors such as education. The education system at various levels of education has changed dramatically from in-class learning to online learning. This research was conducted to determine the effectiveness of online learning based on students' perceptions during the Covid-19 pandemic. The research data were obtained using a questionnaire given online to 100 mathematics education students. The research subjects were selected by random sampling method. Based on research results, it was found that online lectures are often constrained by internet networks that are difficult to reach. Online lecture activities are not smooth. As a result, students cannot understand the material well. Students want online learning videos and discussions through the WhatsApp application or Google Classroom.
Development Students Worksheet Using Ethnomathematics-based CTL Approach on SLETV Subject Material for Grade X Mursalina, Ditya; Marhamah, Marhamah; Retta, Allen Marga
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.28584

Abstract

This study aims to produce worksheets using an ethnomatematic based CTL approach on SLETV material that is valid and practical. This type of research and development is RD. The ADDIE development model consists of: analyze, design, development, implementation, evaluation. However, this research is limited to the implementation stage for individual trials (one to one) and small group trials. The results of this study were obtained from the aspects of validity and practicality. a) the validity aspect is obtained based on 3 validators with assessment aspects based on content, construct, and language with the first validator score of 84.61% in the "valid" category then the second validator is 92.30% with the very valid category and the third validator is 86.53 % with a valid category. b) the practicality aspect is obtained based on 9 student response questionnaires given in the small group trial stage completed with an average score of 83.79% and categorized as "practical".Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk LKS Menggunakan Pendekatan CTL berbasis etnomatematika pada materi SLETV yang valid dan praktis. Jenis penelitian dan pengembangan ini adalah RD. Model pengembangan ADDIE terdiri dari: analyze, design, development, implementation, evaluation.Namun pada penelitian ini dibatasi pada tahap implementasi untuk uji coba perorangan (one to one) dan uji coba kelompok kecil (small group). Hasil penelitian ini di peroleh dari aspek kevalidan dan kepraktisan. a) aspek kevalidan diperoleh berdasarkan 3 validator dengan aspek penilaian berdasarkan isi, konstruk, dan bahasa dengan skor validator pertama yaitu 84,61% dengan kategori “valid” kemudian validator kedua 92,30% dengan kategori sangat valid dan validator ketiga yaitu 86,53% dengan kategori valid. b) aspek kepraktisan diperoleh berdasarkan 9 angket respon siswa yang diberikan pada tahap uji coba kelompok kecil selesai dengan skor rata-rata 83,79% dan dikategorikan “praktis”.
Implementation of Situation-Based Learning Model To Improve The Junior High School Students’ Critical Thinking And Self-Regulated Learning Skills Mulia, Siti; Ikhsan, M.; Duskri, M
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.28098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Situation-Based Learning (SBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis dan kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen, dengan sampel penelitian siswa kelas VIII SMPN 1 Samudera, kelas eksperimen (VIII-1) diterapkan model SBL dan kelas kontrol (VIII-2) diterapkan pembelajaran konvensional. Analisis statistik uji mann-whitney untuk ketrampilan berpikir kritis diperoleh rk=0,835 dan nilai sig 0,0001, untuk kemandirian belajar diperoleh rk=0,611 dan nilai sig 0,0001.  Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa kelas eksperimen bila dibandingkan dengan kelas kontrol. Besaran nilai efek keterampilan berpikir kritis sebesar d = 1.87, dan kemandirian belajar sebesar d = 1.43, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan peningkatan kelas eksperimen dan kelas kontrol sangat signifikan.The aim of the research was determining the effect of the Situation-Based Learning (SBL) learning model in improving students' mathematical critical thinking skills and self-regulated learning in mathematics. This research is quantitative research using a quasi-experimental research design, the research sample are the eighth grade of junior high school students, the experimental class (eighth-1) applied the SBL model and the control class (eighth-2) applied conventional learning. The statistical analysis of the Mann-Whitney test for critical thinking skills obtained rk = 0.835 and a sig value 0.0001, for self-regulated learning rk = 0.611 and a sig value 0.0001 and the effect size of critical thinking skills is d = 1.87, and self-regulated learning is d = 1.43. This shows that their difference in the increase in critical thinking skills and self-regulated learning between the experimental class and the control class is very significant
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Wahyu Utomo, Muhammad Faruq; Pujiastuti, Heni; Mutaqin, Anwar
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i2.25569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika yang ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 4 siswa kelas X IPA 4 MAN 2 Kota Serang semester genap tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan literasi matematika, tes Group Embedded Figure Test (GEFT) untuk mengetahui jenis gaya kognituif siswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Siswa dengan gaya kognitif field independent dan field dependent secara bersamaan mampu menjawab dengan tepat dan memenuhi pencapaian indikator soal dengan baik pada level 1, 2, dan 5. Siswa field independent yang telah mampu menggunakan aspek penalaran spasial dan menggunakan representasinya dengan baik. Siswa field dependent belum mampu menggunakan aspek penalaran spasial dan belum dapat menggunakan representasinya dengan baik. Siswa field independent dan siswa field dependent belum mampu menggunakan konsep generalisasi.This study aims to describe the ability of mathematical literacy in terms of students' cognitive styles. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study consisted of 4 students of Class X IPA 4 MAN 2 Serang City in the even semester of the 2019/2020 school year. The instrument used in this study was a test of mathematical literacy ability, a Group Embedded Figure Test (GEFT) test to find out the types of students' cognitive style, and interview guidelines. The results of this study indicate that students with field independent and field dependent cognitive styles simultaneously are able to answer appropriately and meet the achievement of problem indicators well at levels 1, 2, and 5. Field independent students who have been able to use aspects of spatial reasoning and use their representations with well. Field dependent students have not been able to use aspects of spatial reasoning and have not been able to use their representations properly. Field independent students and field dependent students have not been able to use the concept of generalization. 
[Editorial Review] Ethnomathematics in Educational Research Circles Prabowo, Ardhi; Amidi, Amidi; Munahefi, Detalia Noriza
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v12i1.30566

Abstract

The development of ethnomathematical research is currently experiencing a fairly rapid increase in interest. This can be seen in the many ethnomathematical researches in the inaugural issue of Kreano, a creative-innovative mathematics journal, in English.Perkembangan riset etnomatematika saat ini mengalami peningkatan minat yang cukup pesat. Hal ini dapat dilihat pada banyaknya riset etnomatematika pada terbitan perdana Kreano, jurnal matematika kreatif-inovatif, dalam Bahasa inggris.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama dengan Sistem Character Based Integrated Learning
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3156

Abstract

AbstrakFokus dari penelitian ini adalah mengembangkan suatu perangkat pembelajaran matematika SMP dengan menerapkan sistem Character Based Integrated Learning yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi RPP, LKS, Buku Siswa dan Instru-men Penilaian. Pada sistem Character Based Integrated Learning, kegiatan belajar meng-ajar mengacu pada 9 pilar karakter anak. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap pendefinisian (define), perancangan (de-sign), dan pengembangan (develop) dengan mengacu pada kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. RPP, LKS, dan Buku Siswa yang dihasilkan pada penelitian ini memenuhi kriteria kevalidan dengan skor validasi berturut-turut adalah 3.73, 4, dan 4 dengan skala 1-4. Selain itu, perangkat pembelajaran tersebut juga memenuhi kriteria kepraktisan karena  85% siswa dan guru menyatakan bahwa perangkat pembelajaran praktis digunakan ketika uji keterbacaan. Serta memenuhi kriteria keefektifan karena terdapat 90% siswa tuntas terhadap hasil belajar dan 80% siswa berkarakter baik. Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika, Sistem Character Based Integrated Learning  AbstractThe focus of this research is to develop a set of mathematical learning SMP system by implementing Character -Based Integrated Learning valid, practical, and effective. The learning device includes lesson plans, worksheets, Student Book and Instrument. In Character Based Integrated Learning systems, learning activities refer to the 9 pillars of character kids. Learning software development procedures used in this study is the definition phase (define), design (design), and development (develop) with reference to the criteria of validity, practicality and effectiveness. Lesson plans, worksheets, and books produced by students in this study meets the criteria for the validity of the validation scores are respectively 3.73, 4, and 4. In addition, the learning device also meets the criteria of practicality because 85 % of students and teachers stated that the practical learning is used when the test readability. And meet the criteria of effectiveness because there are 90 % of students completed the study and 80 % student’s result of good character. Keywords: Teaching Material Development; Character Based Integrated Learning System.
Pengembangan Smartphone Learning Management System (S-LMS) Sebagai Media Pembelajaran Matematika di SMA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.21014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan learning management system (LMS) berbasis smartphone  sebagai media pembelajaran matematika. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yaitu Analisis, Desain, Development, Implementasi, dan Evaluasi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu Analisis terhadap keadaan sekolah dan menemukan potensi serta masalah yang ada mengenai media pembelajaran, mendesain media pembelajaran sesuai dengan hasil analisis, mengembangkan hasil desain yang telah dibuat, implementasi terhadap media pembelajaran kepada para ahli yaitu ahli media pembelajaaran dan ahli Pendidikan matematika, serta evaluasi media pembelajaran yang telah layak menurut para ahli kepada siswa serta praktisi yaitu guru. Untuk melihat kelayakan dari media pembelajaran dilakukan validasi produk awal media pembelajaran. Pada tahap implementasi dilakukan validasi produk yang telah dibuat, adapun tingkat kualitas media pembelajaran berdasarkan penilaian terhadap media pembelajaran: 1) Ahli Media Pembelajaran diperoleh persentase 84% dengan kategori sangat baik, 2) Ahli Pendidikan Matematika diperoleh persentase 92,72% dengan kategori sangat baik. Efektifitas media pembelajaran  berdasarkan evaluasi media pembelajaran oleh siswa serta praktisi yaitu guru, adapun hasil yang didapatkan adalah 1) Respon siswa terhadap media pembelajaran diperoleh persentase 87,91% dengan kategori sangat baik, 2) Hasil praktisi guru diperoleh persentase 87,86%.This study aims to develop a smartphone-based learning management system (LMS) as a medium for learning mathematics. The development model used is the ADDIE model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The steps taken are Analysis of the state of the school and finding potential and existing problems regarding learning media, designing learning media in accordance with the results of the analysis, developing the design results that have been made, implementation of learning media to experts namely learning media experts and math education experts, as well as evaluation of instructional media that are appropriate according to experts to students and teachers. To see the feasibility of learning media, the initial product learning media validation is done. At the implementation stage, product validation has been carried out, as for the level of quality of learning media based on the assessment of learning media: 1) Learning media experts obtained a percentage of 84% with very good categories, 2) Mathematics education experts obtained a percentage of 92.72% with very good categories. The effectiveness of learning media is based on the evaluation of instructional media by students and teachers, while the results obtained are 1) Students' responses to learning media obtained a percentage of 87.91% with very good categories, 2) Results of teacher practitioners obtained a percentage of 87.86%
Representasi Eksternal Siswa dalam Pemecahan Masalah SPLDV Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.6615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi eksternal siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam pemecahan masalah SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Menganti dengan banyak subjek penelitian 3 siswa perempuan, yaitu seorang siswa berkemampuan matematika tinggi, seorang siswa berkemampuan matematika sedang, dan seorang siswa berkemampuan matematika rendah dengan jenis kelamin sama. Data representasi eksternal siswa diperoleh dari hasil TPM yang dilengkapi dengan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap memahami masalah, siswa yang berkemampuan matematika tinggi merepresentasikan secara eksternal informasi yang diketahui dan apa yang ditanya pada permasalahan melalui teks tertulis, sedangkan siswa berkemampuan matematika sedang dan rendah merepresentasikan secara eksternal informasi yang diketahui dan apa yang ditanya pada permasalahan melalui simbol dan teks tertulis. Pada tahap merancang rencana, siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah merepresentasikan secara eksternal rencana penyelesaian melalui kata-kata lisan dan membuat model matematika namun siswa berkemampuan matematika rendah tidak dapat membuat model matematika. Pada tahap melaksanakan rencana, siswa berkemampuan matematika tinggi menyatakan secara tertulis tentang penggunaan konsep SPLDV dengan metode substitusi, sedangkan siswa berkemampuan matematika sedang menyatakan penggunaan konsep SPLDV dengan metode eliminasi secara lisan dan siswa berkemampuan matematika rendah menyatakan secara tertulis tentang penggunaan metode eliminasi dan substitusi sedangkan penggunaan konsep SPLDV dinyatakan secara lisan. Selain itu, siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah merepresentasikan secara eksternal pelaksanaan rencana dengan memanipulasi model matematika dan menginterpretasi hasil penyelesaian dengan teks tertulis namun siswa berkemampuan matematika rendah tidak dapat memanipulasi model matematika dengan benar. Pada tahap memeriksa kembali, siswa berkemampuan matematika tinggi memeriksa kembali langkah-langkah penyelesaian yang direpresentasikan secara eksternal dengan coretan-coretan pada lembar permasalahan, sedangkan siswa berkemampuan matematika sedang dan rendah merepresentasikannya secara eksternal melalui kata-kata lisan. Selain itu, siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah juga membuat kesimpulan yang direpresentasikannya secara eksternal melalui teks tertulis.This research describing external representation of students who have high, middle, and low mathematics ability in SLETV problem solving. This research is a qualitative descriptive research that has been done in SMPN 2 Menganti. Three female students have been selected as subject in this research represent high, middle, and low mathematics ability. Student’s external representation data obtain from TPM result including interview result. The result of this research shown that at the stage of understanding the problem, student with high mathematics ability represents externally the information that already known and problem that asked through written text, while students with middle and low mathematics ability represent externally the information that already known and issue that asked through symbols and written text. At the stage of devising the plan, students with high, middle, and low mathematics ability represent externally the finishing plan by speak and make mathematical model but student with low mathematics ability can not create a mathematical model. At the stage of carrying out the plan, student with high mathematics ability stated in writing to use SLETV concept by substitution method, while student with middle mathematics ability stated use of the concept SPLDV with elimination method orally and student with low mathematics ability stated in writing about the use of elimination and substitution methods, while use of the concept SPLDV stated orally. Other than that students with high, middle, and low mathematics ability represent externally the implementation of the plan by manipulating mathematical model and interpret of the problem-solving result by written text but student with low mathematics ability can not manipulate the mathematical model correctly. At the stage of looking back, student with high mathematics ability look back the finishing steps that represented externally by scribbles in problem sheet and make conclusion that represent externally by written text, while students with middle and low mathematics ability represent it externally via word-said orally. Other than that students with high, middle, and low mathematics ability also make a conclusion that it represent externally through written text.
Pemahaman Mahasiswa Field Dependent dalam Merekonstruksi Konsep Grafik Fungsi
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i1.2612

Abstract

Gaya kognitif (cognitive style) adalah cara yang konsisten yang dilakukan seseorang dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal, menanggapi suatu tugas atau menanggapi berbagai jenis situasi lingkungannya. Salah satu gaya kognitif yang dibicarakan luas dalam dunia pendidikan adalah gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). Dalam mengkonstruk konsep matematika, Dubinsky mengajukan sebuah teori, yang dikenal dengan nama teori APOS. Menurut teori ini, ada empat tahap dalam mengkonstruk sebuah konsep matematika, yaitu: tahap aksi, proses, objek, dan skema. Materi grafik fungsi sudah dipelajari mahasiswa ketika mereka mengikuti kuliah Kalkulus 1 pada semester 1 dengan pengajaran klasikal. Setelah mereka menerima materi grafik fungsi melalui pengajaran secara klasikal, maka perlu dikaji bagaimana pemahaman masing-masing individu terhadap konsep grafik fungsi tersebut. Bagaimana mahasiswa yang berbeda gaya kognitifnya dalam merekonstruksi konsep grafik fungsi menurut teori APOS perlu diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman mahasiswa yang bergaya kognitif FD dalam merekonstruksi konsep grafik fungsi berorientasi pada teori APOS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 1 orang. Teknik pengumpulan datanya dengan wawancara berbasis tugas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skema grafik fungsi mahasiswa FD sudah koheren, namun ada bagian-bagian tertentu yang belum sempurna.
Pengembangan Bahan Ajar berbasis HOTS untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i2.16341

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar matematika berbasis Higher Order Thinking  bagi mahasiswa semester II prodi PGSD yang mengambil matakuliah Matematika I. Bahan ajar yang dimaksud berupa materi ajar (modul) berbasis Higher Order Thinking  serta soal evaluasi untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa. Bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan prosedur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa setelah diterapkan bahan ajar matematika berbasis Higher Order Thinking. Selain itu melalui bahan ajar ini, mahasiswa menjadi terbiasa berpikir tingkat tinggi sehingga mampu menyelesaikan setiap permasalahan matematika yang diberikan. Dari penelitian ini diperoleh peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa dari 57,50 menjadi 87,90. Dengan demikian pengembangan modul pembelajaran matematika berbasis HOTS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa.The purpose of this development research is to produce Higher Order Thinking based mathematics teaching materials for PGSD second semester students who take Mathematics courses I. The intended teaching materials are in the form of Higher Order Thinking based teaching materials and evaluation questions to measure students' mathematical problem solving abilities . Teaching materials developed meet valid and effective criteria. This type of research is development research using ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) procedures. The results achieved from this study are the improvement of students' mathematical problem solving abilities after applying mathematics based on Higher Order Thinking. In addition, through this teaching material, students become accustomed to high-level thinking so that they are able to solve any mathematical problems given. From this study, the average student's mathematical problem-solving ability was increased from 57.50 to 87.90. Thus the development of HOTS-based mathematics learning modules can improve students' mathematical problem solving abilities.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue