cover
Contact Name
-
Contact Email
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deni.setiawan@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Bringin Raya No. 15, Karanganyar, Ngaliyan, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
ISSN : 20872666     EISSN : 2580690     DOI : https://doi.org/10.15294/kreatif
Core Subject : Education,
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan yang diterbitkan secara berkala 6 bulanan.
Articles 263 Documents
ANALISIS KUALITAS LULUSAN HASIL TRACER STUDY PADA PENGGUNA LULUSAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN , Muslikah, Niam Wahzudik, Trimurtini
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.341 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v10i1.25463

Abstract

Kualitas lulusan menunjukkan kualitas dari suatu institusi pendidikan. Pada tahun 2018 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang telah meluluskan total 932 orang. Tracer Study (penelusuran lulusan) merupakan salah satu metode self-evaluation bagi institusi pendidikan tinggi memperoleh informasi tentang lulusanya. Hasil Tracer Study dapat digunakan perguruan tinggi untuk mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang telah dilakukan terhadap anak didiknya. Strategi yang digunakan dalam tracer study dengan google form. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas lulusan terkait penyelenggaraan dan kualitas mutu layanan program FIP Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan survei. Secara umum, pelaksanaan tracer study ini mencakup tiga langkah berikut: 1) pengembangan konsep dan instrumen; 2) pengumpulan data; serta 3) analisis data dan pelaporan. Hasil tracer study dari 31 pengguna lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan menujukkan hasil: lebih dari 50% pengguna lulusan menyatakan bahwa lulusan FIP memiliki etika, keahlian bidang ilmu, kemampuan penggunaan TIK, kemampuan berkomunikasi, kemampuan kerjasama dalam tim dalam kategori sangat baik. Sedangkan kemampuan berbahasa asing lulusan FIP hanya 9,7% masuk kategori sangat baik, 48,4% kategori baik dan 32,3% kategori cukup, bahkan ada 9,7% kategori kurang. Sehingga salah satu saran penting untuk peningkatan kemampuan berbahasa asing bagi mahasiswa FIP.
PELATIHAN TENTANG PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA GURU SEKOLAH DASAR GUGUS KI HAJAR DEWANTORO DABIN I KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG Ansori, Purnomo, Isa
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.159 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v7i2.9375

Abstract

The purpose of this service activities to:. (1) improving and describe the teacher's knowledge of the preparation of research proposals and reports a class action research, (2) improve and describe the ability of teachers in preparing classroom action research, (3) .mendeskripsikan response of teachers to training on proposal preparation and classroom action research report.This service activities using training methods. The target audience of this service activities are elementary teachers Force Ki Hajar Devantoro Dabin I districts Tugu Semarang. Method of service activities that are used to achieve the purpose of service activities is a training technique. Implementation of community service activities is carried out through four stages, namely: (1) planning, (2) the stage of implementation of activities, (3) the stage of observation activities, (4) the stage of reflection activities and closing activities. Evaluation used in community service activities using techniques written assessment, performance assessment, and assessment of products. Evaluation tools used include achievement test, observation sheets, questionnaires.The results of service activities showed: (1) Some 90% of primary school teachers after receiving training, are knowledgeable about the preparation of proposals and reports of classroom action research, in both categories, meaning that it has control of a number of 71 s / d 85% on the preparation of research proposals and reports class actions research, with an average score of 80.9667 means well; (2) Some 76.67% of elementary school teachers after receiving training, have the ability to develop a proposal a class action research, in the excellent category, meaning that it has the capability mastery class action proposal 81.25 s / d 100%, with an average score 83.1 means excellent; (3) Some 73.33% of elementary school teachers have a very good response to the training in writing research proposals and reports a class action research, meaning that it has a very positive attitude and strongly agree (scale 3 and 4 is greater than the scale 1 and 2) for the preparation of proposals and reports of classroom action research, with an average score of 33.80 means very good (scale 3 and 4 is greater than the scale 1 and 2).The suggestions put forward relating to the results of the devotion, among others: (1) to improve the professionalism of teachers, especially the ability of teachers in the preparation of proposals and reports of classroom action research, the need for further training on the preparation of proposals and reports of classroom action research, for teachers SD / MI, (2) LPTK, especially PGSD UNNES need to increase community services for professors to conduct training on the preparation of proposals and reports of classroom action research, for teachers SD / MI.
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH BIOLOGI UMUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS CENDERAWASIH (The Impact of Learning Style towards Students’ Study Achievement on the Subject of General Biology, of Biolog Tanta, Tanta
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.782 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v1i1.1666

Abstract

In designing learning strategy, a lecturer should pay attention to input characteristics, such as students’ learning style, motivation, and other factors. Therefore, it is important for a lecturer to know his teaching style so that there is no gap between lecturer and his students. Students should also know their learning style in order to choose the most effective learning method for them. The objective of this research was to know the impact of students’ learning style towards their study achievement on the subject of general biology. Population of the research were that all the students of semester I  2009/2010 of biology education program, and total of the samples were 31 students. Instruments used to gathering the data were observation, questionnaire, and documentation. It used SPSS to analyze the data. The research result showed that students’ learning style belonged to visual type. Learning style was influential to students’ study achievement on statictic p-value 0.000 (  < 0.05) and t statistic value for independent variable was 8.850 on concrete degree 5%. Type of the regression was Y = 18,292 + 0,892X. The result of statistical validation test F showed the p-value 0.000 ( < 0.05) and determination coefficient or R square was 0.73, and it meant that 73% of the students’ study result were influenced by their learning style. Keyword: learning style, and study achievement.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONSERVASI BERBASIS KARAKTER UNTUK MENGUATKAN KARAKTER KONSERVASI DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PERKULIAHAN ILMU PENDIDIKAN DI PGSD UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Sukarjo, Purnomo
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.529 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v9i2.25403

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1)  menghasilkan   model  pembelajaran konservasi berbasis karakter yang efektif mampu menguatkan karakter konservasi dan meningkatkan hasil belajar dalam perkuliahan Ilmu Pendidikan di PGSD Universitas Negeri Semarang, (2)  menguji tingkat efektivitas model pembelajaran konservasi berbasis karakter dalam menguatkan karakter konservasi dalam perkuliahan Ilmu Pendidikan di PGSD Universitas Negeri Semarang, (3 menguji  tingkat efektivitas model pembelajaran konservasi berbasis karakter dalam meningkatkan hasil belajar dalam perkuliahan Ilmu Pendidikan di PGSD Universitas Negeri Semarang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 PGSD Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Langkah-langkah dalam penelitian Research and Development ini diawali dengan uji coba model melalui penelitian tindakan kelas untuk pengembangan prototipa model pembelajaran konservasi berbasis karakter kemudian dilanjutkan dengan  uji validasi model melalui eksperimen, sampai diperoleh hasil pengembangan yang siap didiseminasikan. Teknik penelitian yang digunakan antara lain: (1) survey, (2) Delphi, (3) penelitian tindakan kelas, serta (4) eksperimen. Teknik pengumpulan menggunakan : (1) wawancara, (2) studi dokumentasi, (3) observasi, (4) skala sikap kepribadian, (5) tes prestasi belajar, (6) Tes Standard Progressive Matrics (SPM) buatan Raven. Teknik analisis hasil pengembangan model menggunakan: (1) Teknik Delphi, (2)  Analisis Kualitatif, (3)  Analisis Deskriptif, (4) Teknik t-test. Teknik analisis hasil  uji validasi model menggunakan : (1) Teknik t-tes, (2)  Analisis Kovarians, (3) Analisis Variance (ANAVA). Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Model pembelajaran Konservasi Berbasis Karakter  yang efektif memiliki prosedur : (a) tahap orientasi, (b) tahap eksplorasi atau pengumpulan informasi, (c) tahap elaborasi atau pengolahan informasi, (d) tahap konfirmasi, (e) tahap evaluasi, (2) Dengan mengontrol variabel inteligensi, model pembelajaran Konservasi Berbasis Karakter lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam menguatkan karakter konservasi dalam  perkuliahan, dimana F hitung (Fo) =2,016 dan F probabilitas (Fp) = 0,151; (3) Dengan mengontrol variabel inteligensi, model pembelajaran Konservasi Berbasis Karakter  lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan, dimana F hitung (Fo) = 2,621  dan F probabilitas (Fp) = 0,089. Saran-saran yang diajukan terkait dengan hasil penelitian ini antara lain adalah  untuk menguatkan karakter konservasi mahasiswa serta meningkatkan  hasil belajar dalam perkuliahan, khususnya di PGSD UNNES, dosen dapat menggunakan model pembelajaran Konservasi Berbasis Karakter sebagai salah satu model pembelajaran.
MENGATASI BULLYING MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Yuyarti, Yuyarti
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.016 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v9i1.16506

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional Indoensia senantiasa berubah seiring dengan perjanalanan hidup masyarakat Indonesia serta tuntutan zaman. Pada masa mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, pendidikan nasional berperan memfasilitasi. Selanjutnya masa reformasi, dunia pendidikan juga terkena perubahan sesuai dengan tuntutan-tuntuan era reformasi. Reformasi mengendaki suatu tatanan berbangsa dan bernegara yang menunjung tinggi kemanusiaan, demokrasi, penegakan hokum, keadilan, dan perwujudan masyarakat madani/ sipil. Reformasi juga menguatkan adanya kebutuhan sosok manuisa yang bertaqwa dan berakhlak mulia, berjiwa patriotis, dan memiliki semangat nasionalisme, dan juga menguasai IPTEK, yang dituntut dapat memfasilitasi terwujudnya sosok manusia dan masyarakat yang reformis. Bersamaan dengan perubahan yang dihadapi bangsa pada era dan pasca era reformasi muncul tuntutan globalisasi yang makin merasuk dan menerpa dengan keras terhadap seluruh aspek kehidupan, kondisi ini menuntut untuk segera diantisipasi oleh bangsa Indonesia dengan mempersiapkan tenaga pembangunan yang tangguh dan berwawasan global.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP TEKNIK SELF ASSESSMENT DAN PEER ASSESSMENT PADA MATA KULIAH METODE PENELITIAN PENDIDIKAN Widihastrini, Florentina
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.053 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v8i2.16497

Abstract

Pelaksanaan  penilaian sikap pada mata kuliah metode penelitian pendidikan di jurusan PGSD UNNES belum dilaksanakan secara optimal, dosen dalam melakukan penilaian sikap hanya sekedar mencatat siapa saja mahasiswa yang aktif dengan menggunakan lembar observasi seadanya dengan indikator yang diukur belum lengkap sesuai aspek yang seharusnya diukur, artinya dalam melakukan penilaian sikap belum menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Untuk mengungkap sikap mahasiswa terhadap mata kuliah metode penelitian pendidikan peneliti mengembangkan penilaian sikap yang valid dan reliabel. Permasalahan yang harus dijawab dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kelayakan instrumen self assessment dan peer assessmeeent? (2) bagaimanakah  keefektifan instrumen self assessment dan peer assessmeeent? pada mata kuliah metode penelitian di PGSD UNNES?Penelitian ini mengembangkan produkinstrumen penilaian sikap.  Subyek penelitiaan adalah mahasiswa semester gasal yang mengikuti mata kuliah metode penelitian pendidikan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari analisis data produk menggunakan statistik deskriptif persentase, dan uji keefektifan instrumen penilaian sikap menggunakan uji validitas isi dan reliabilitas antar rater.Hasil pengujian instrumen dilakukan tim validator yang terdiri dari pakar di bidang materi dengan skor rerata persentase 81%danbidang bahasa 82%,sehingga dinyatakan layakdigunakan pada uji pemakaian. Sedangkan angket tanggapan mahasiswa pada instrument self asesment dan peer asesment adalah 86% dan 81% sehingga instrumen dinyatakan layak digunakan pada uji pemakaian. Uji keefektifanantara self assessment dan peer assessment  menunjukkan skor persentase 83.33% pada kriteria baik, sehingga dapat mengungkap kesejajaran antara penggunaan self assessment dan peer assessment. Saran bahwa penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengungkap dan menganalisis setiap aspek pada karakteristik penilaian sikap.
KEEFEKTIFAN MODEL SOMATIC, AUDITORY, INTELLECTUALLY, VISUALIZATION PADA MATA PELAJARAN IPA Nisa, Isa Ansori, Sri Hartati, Ghaida
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.737 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v7i1.9366

Abstract

The purpose of this research is was to test the effectiveness of somatic, auditory, visualization, intellectually model on science 4 grade class at elementary school in gatot subroto cluster distric Semarang. This research used an experimental method with a research design that is nonequivalent control group design. The population in this research is student of 4 grade class at elementary school in gatot subroto cluster distric Semarang. The sampling technique is using cluster random sampling. Total sample in this research is 129 students. Data collection technique is using testing and observation. Analyzed using statistical t-test. The average value of the experimental group is 86.25 and the average value of the control group is 74.38. Therefore, it can be concluded that the average learning outcomes of students who were taught using learning model SAVI more effective than those taught using cooperative learning. The analysis of product moment, there is a relationship between learning outcomes and student activity using SAVI models for science instructional Elementary School fourth grade students in Gugus Gatot Subroto. The conclusion of research was SAVI model is effectiveness used on science instructional 4 grade class at elementary school in gatot subroto cluster distric Semarang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DAN KARAKTER RASA INGIN TAHU MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PESERTA DIDIK KELAS VI Wijayama, Bayu
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.787 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v10i2.23612

Abstract

Rendahnya hasil belajar muatan mata pelajaran IPA disebabkan guru hanya mengikuti sintak pembelajaran di buku guru kurikulum 2013 edisi revisi. Kegiatan pembelajaran hanya mengisi buku peserta didik, sedangkan model pembelajaran yang tertera pada buku guru dan peserta didik tidak dilaksanakan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan pembelajaran tematik dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Tujan penelitan ini untuk meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan hasil belajar peserta didik kelas VI di SDN Sadeng 03 Kota Semarang melalui model Problem Based Learning. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dimulai dari 1) perencanaan tindakan (planning), 2) penerapan tindakan (action), 3) pengamaatan (observing) 4) refleksi mengevaluasi proses dan hasil tindakan (reflecting). Data kualitatif didapat dari instrument pengamatan karakter rasa ingin tahu peserta didik. Data kuantitatif berupa hasil belajar kognitif yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan karakter peserta didik pra siklus yaitu 4.76%, siklus I 61.9% dan siklus II 80.95%. Peningkatan hasil belajar klasikal sebesar 14%. Ketuntasan hasil belajar klasikal siklus I sebesar 76% atau sebanyak 16 peserta didik yang tuntas mendapat nilai lebih dari 70 (KKM) meningkat menjadi 90% atau sebanyak 19 peserta didik yang tuntas mendapat nilai diatas KKM 70 pada siklus II.
STRATEGI ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA DALAM MENGHADAPI PERBEDAAN KEBUDAYAAN KOTA TEGAL (STUDI KASUS MAHASISWA PGSD UPP TEGAL FIP UNNES) Junaedi, Akhmad
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.778 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v8i1.16487

Abstract

Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah mahasiswa PGSD UPP Tegal FIP UNNES. Pada dasarnya mereka berasal dari berbagai latar belakang yang tidak sama. Perbedaan tersebut harus diakomodasi agar mereka dapat beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptasi budaya mahasiswa dalam menghadapi perbedaan di Kota Tegal dan hambatan yang dihadapi mereka dalam melaksanakan strategi adaptasi budaya. Kajian ini penting karena masyarakat Tegal sangat majemuk, sehingga mereka memiliki keunikan dalam kehidupannya. Kehidupan yang dimaksud adalah dalam hal sosial, budaya, ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sehingga kajian dari aspek tersebut dapat diketahui melalui beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa melakukan strategi adaptasi budaya pada masyarakat Tegal dengan cara: (1) Memahami cara hidup orang Tegal, baik melalui interaksi langsung maupun tidak langsung, (2) Berusaha menerima perbedaan budaya diantara mereka, (3) Meredam egosentrisme dan primordialisme dalam diri mereka karena faktanya mereka sedang tinggal di Tegal. Hambatan yang dihadapai mahasiswa PGSD UPP Tegal dalam menghadapi perbedaan budaya Kota Tegal adalah: (a) Sulit menerjemahkan bahasa dan dialek yang digunakan masyarakat setempat, (b) Keterbatasan ruang gerak mahasiswa di tingkat Keluraha, misal enggan menikuti organisasi sosial, (c) Kesibukan mahasiswa di kampus, misal kuliah dan mengikuti organisasi kampus yang tidak berhubungan dengan masyarakat.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY-TWO STRAY PADA SISWA KELAS IV SD TAMBAKAJI 05 KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Indriyani, Cici
Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.848 KB) | DOI: 10.15294/kreatif.v1i2.1680

Abstract

Based on preliminary observations in elementary Tambakaji Ngaliyan Semarang District 05 found problems in learning social studies teacher in fourth grade that is less varied in using learning methods. Teachers not only explain the material and use of learning media. Many things are abstract in the IPS so that learning is not suitable if the material presented in the conventional course. Learning is too monotonous and less involved students, so students are passive, impact students' interest in learning social studies is lacking. This led to student learning outcomes are still low. Formulation of the problem in this study were: (1) Does the model of cooperative learning techniques two stay-two stray elementary school teachers can improve their skills in teaching Tambakaji 05? (2) Does using the model of cooperative learning techniques two stay-two stray fourth grade student activity Tambakaji 05 can be increased? (3) Does using the model of cooperative learning techniques two stay-two stray students' fourth grade Tambakaji 05 will increase?. Classroom Action Research objectives are: (1) To improve teachers' skills in teaching social studies with a model of cooperative learning techniques two stay-two stray in District 05 Elementary Tambakaji Ngaliyan Semarang City. (2) To enhance the learning activities of students in the IPS model of cooperative learning techniques with two stay-two stray on the SD 05 District Tambakaji Ngaliyan Semarang City (3) To improve learning outcomes in students' social studies fourth grade Tambakaji District 05 Ngaliyan Semarang City. The research was conducted in the second study cycle, each cycle consists of planning, implementation of action, observation, and reflection. Research subjects is the Teacher and Students fourth grade Tambakaji 05, amounting to 29 students consisting of 15 male students and 14 female students. The variables of this study is teacher skills, student activities, and student learning outcomes. Tool used is the test data, observations, field notes, and documentation. Analysis of the data in this classroom action research using quantitative and qualitative analysis. The results of this study showed an average score of skills of teachers in the cycle I 2.8 with an average percentage of 70% with good category and the average score of 3.3 second cycle teachers' skills with the percentage of 83% in the category very well. average score of student activity in the cycle I 2.85 with the percentage of 71% in the category of good and cycle II 3.22 with the percentage of 80.5% in the category very well. Exhaustiveness learning outcomes of the cycle I and cycle II increased. Exhaustiveness classical learning of students in the initial conditions before the action has only 51%. Having done the action research cycles I exhaustiveness classical to 69%. After a second cycle of exhaustiveness classical action showed 83%, or as many as 23 students who have thoroughly studied. Based on the results of these studies can be concluded that the model of cooperative learning techniques with two stay-two stray can improve the quality of teaching social studies in fourth grade students Tambakaji 05 Ngaliyan District of Semarang. From the research it is advisable for teachers to use cooperative learning techniques model a two stay-two stray in teaching social studies as well as trying on other subjects. Keywords: Quality of teaching Social Studies, Engineering Cooperative Two stay-Two Stray