cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
KEMAHIRAN ANAK-ANAK BILINGUAL DALAM MENULISKAN CERITA KE DALAM BAHASA IBU (BAHASA SUNDA) DAN BAHASA KEDUA (BAHASA INDONESIA) Wikanengsih, Wikanengsih; Rostikawati, Yeni
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemahiran anak-anak bilingual dalam menceritakan kembali isi cerita ke dalam dua bahasa yang mereka kuasai, yaitu bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa sebuah film pendek tanpa suara berdurasi enam menit berjudul The Pear Story. Objek yang diteliti adalah para siswa Sekolah Dasar pada tingkat 4,5,dan 6 dari tiga buah Sekolah Dasar yang terletak di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat . Mereka ditugaskan menuliskan isi cerita film yang telah ditontonnya ke dalam Bahasa Sunda dan ke dalam Bahasa Indonesia. Tulisan mereka dibandingkan berdasarkan jumlah kata dan panjang pendeknya kalimat yang mereka gunakan dalam tulisan itu. Hasilnya menunjukkan, siswa yang diteliti lebih banyak menggunakan kata dalam tulisan yang berbahasa Indonesia dibandingkan dengan tulisannya yang berbahasa Sunda. Semakin tinggi tingkat kelas maka semakin banyak jumlah kata yang digunakan dalam tulisan berbahasa Indonesia. Interferensi bahasa terjadi pada narasi dalam Bahasa Sunda dari segi kosakata, sedangkan dalam narasi berbahasa Indonesia tidak ditemukan interferensi Bahasa Sunda dari segi kosakata. Interferensi terjadi pada tulisan berbahasa Indonesia dari segi struktur kalimat. Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak-anak bilingual dalam menuliskan kembali cerita yang telah ditontonnya lebih baik yang menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan yang menggunakan bahasa Sunda.
FLEXIBILITY OF LANGUAGE EXPERIENCE IN INDONESIAN HUMOR CULTURE (SYSTEMIC FUNCTIONAL GRAMMAR) Yuwana, Rawuh Yuda; Santosa, Riyadi; Sumarlam, Sumarlam
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research is to find flexibility of Indonesian humor culture using language experience. This research is a descriptive-qualitative research. Collecting data uses listening method by using basic technique of tap and then write. Analyzing data in this research uses equalizing reference method by using comparing technique to support codification, reduction, presentation, and interpretation such as work design of qualitative research. The results of this research, those are: exploiting the common truth that people already know; changing constituents with his language experience; putting false pronouns deliberately; conveying something incomplete; diverting different languages; providing an unrelated response at all; exploiting the language gap to distort its meaning; conveying something unnatural, absurd, even impressed controversy
REGISTER PENGAMEN: STUDI PEMAKAIAN BAHASA KELOMPOK PROFESI DI SURAKARTA Lestari, Prembayun Miji
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui register pengamen kelompok profesi di Surakarta danmemaparkan pola interaksi verbal atau karakteristik pemakaian bahasa yang digunakan para pengamendalam kegiatan mengamen dan berkomunikasi sehari-hari. Landasan teori penelitian ini mengacu padasejumlah teori dalam sosiolinguistik, yaitu seputar bahasa dan masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptifkualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data percakapan sehari-hari. Sumber data adalah informandan peristiwa atau aktivitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah criterion-based selectiondan teknik internal sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi di lapangan danwawancara mendalam. Teknik-teknik yang diterapkan dalam observasi langsung adalah teknik sadap, tekniksimak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Wawancara mendalamdilakukan dengan cara wawancara individual, wawancara dengan informan inti, dan wawancara kelompok.Analisis data ini bersifat kontekstual dengan model analisis interaktif yaitu dengan menggunakan langkahlangkahreduksi data, sajian data dan verifikasi. Kesimpulannya bahwa pengamen memiliki bahasa khas /register yang tidak dimiliki masyarakat lain. Pola interaksi verbal (baik komunikasi yang sifatnya internal,eksternal maupun campuran) dapat berwujud bahasa campuran Jawa – Indonesia ragam nonformal.Kata kunci: register, pola interaksi verba, karakteristik pemakaian bahasa.
NILAI PENDIDIKAN DALAM CERITA RAKYAT DAN PERANANNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Juanda, Juanda
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi nilai pendidikan seperti nilai kebaikan dan kejahatan, nilai kualitas dan nilai sosial dalam cerita rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif. Penelitian ini sumber datanya dari sastra lisan yang telah dibukukan oleh Bambang Suwondo tahun 1980/1981 “Cerita Rakyat (Mite dan Legenda) Daerah Sulawesi Selatan”. Sampel dalam penelitian ini adalah cerita rakyat yang berjudul: Kepemimpinan Batara Wajo La Tenribali, La Tungke, Burung Beo yang Setia, Sebabnya Kalelawar Menggantungkan Diri, dan La Benngo. Temuan nilai pendidikan dalam penelitian ini adalah terdapat nilai kebaikan yaitu: saling membantu dalam kehidupan kerajaan dan keluarga, saling memotivasi, ingat-mengingatkan, tolong-menolong dan saling menghargai; temuan nilai kejahatan, seperti penipuan, penyiksaan, ketidakadilan dan kelicikan; nilai kualitas adalah kejujuran, keadilan, dan kesopanan; nilai sosial ialah kekeluargaan, kepedulian dan kegotongroyongan. Cerita rakyat etnis Bugis dapat diaplikasikan dalam pembentukan karakter siswa.
ANALISIS WACANA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM NASKAH DRAMA BUNGA RUMAH MAKAN KARYA UTUY TATANG SONTANI Oktavia, Wahyu; Zuliyandari, Diyan
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis wacana tekstual dan kontekstual dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik catat. Sumber data yakni berupa teks dokumen pada naskah drama Bunga Rumah Makan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menjaring dan mencatat data dalam naskah drama Bunga Rumah Makan. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data berdasarkan analisis tekstual dan kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya analisis tekstual dan kontekstual ditemukan 25 data. Terdapat 23 data yang menunjukkan analisis tekstual yang terdiri dari pengacuan (reference), penyulihan (substitution), pelesapan (ellipsis), dan perangkaian (conjunction). Adapun aspek leksikal dalam analisis tekstual yang meliputi repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), antonimi (lawan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas-bawah), dan ekuivalensi (kesepadanan). Sedangkan terdapat 2 data yang menunjukkan analisis kontekstual terdiri dari prinsip penafsiran personal, prinsip penafsiran lokasional, prinsip penafsiran temporal, dan prinsip analogi.
ANALISIS PENERAPAN LINGUISTIK STRUKTURAL DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TINGKAT SMP/MTS KELAS VI Puspitasari, Yunita
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperangkat materi pengajaran bahasa dikemas dalam buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Teori linguistik struktural berusaha mendeskripsikan bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana penerapan linguistik struktural dalam materi ajar buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/ MTs Kelas VII, (2) apa saja cakupan materi tata bahasanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan linguistik struktural dalam materi ajar dan cakupan materi tata bahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII. Ancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah penggalan teks yang terdapat pada buku mata pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten deskriptif. Data dianalisis menggunakan teori Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan disimpulkan bahwa tingkat persentase penerapan linguistik struktural dalam buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII mencapai 65% yang tergolong kategori baik. Cakupan materi tata bahasa dalam buku teks meliputi morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Teori struktural masih memiliki peran sebagai landasan teori linguistik yang kuat dalam penyusunan buku ajar. Penyajian materi tata bahasa baiknya diintegrasikan dengan praktik keterampilan berbahasa terus menerus yang membawa otomatisasi bahasa. Buku teks pengajaran bahasa terutama buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII senantiasa perlu diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dinamika kebutuhan dan standar yang telah ditentukan.
THE PSYCHOANALYTIC STUDY OF EMMA BOVARY IN GUSTAVE FALUBERT’S MADAME BOVARY Sumarsono, Irwan
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presents the psychoanalytic analysis of Gustave Flaubert’s Madame Bovary. The adultery conducted by the main female character of the novel is the center of the study that is analyzed by using Freud’s psychoanalysis. The study uses the psychoanalysis theory to analyze how the id, ego and superego influence the main character in committing the adultery, and the reasons of the female character’s adultery in the novel. It is found that the female character’s id controls her adultery very much that drives her to conduct it.
POLA KOMUNIKASI BAHASA MELAYU DI LINGKUNGAN AKADEMIK (Pada Mahasiswa di UIN Sunan Syarif Kasim Riau) Nugraheni, Aninditya Sri; Syuhda, Nisa
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terbentuknya bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, bila dirunut dari sejarah perkembangan bahasa Melayu, dan penggunaan fonologi pada pola komunikasi mahasiswa di UIN Sultan Syarif Kasim, Riau. Penelitian ini termasuk jenis field Research. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui: beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa kesatuan karena bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (Lingua Franca) di Nusantara. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa Melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus). Suku Jawa, Suku Sunda dan suku-suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. Sedangkan penggunaan fonologi pada pola komunikasi mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim, Riau dijumpai pemakaian kata-kata, seperti: haghi, kite, belaja, ape, ngaja, macam, biase je, beghape, masok, tak salah, tinggal, due, tetules, biase dhe, abes, nak, kemane, tak de, ghumah, aje, keje, mintak, dan temanke, eh, siape, kampon, mbahas, nantik, entah, tanye, die, oh ye, libor, semalam, kemane, tegolek-golek, ghumah, ndak, timbul, dan pulak. Kata-kata di atas, berpadanan dengan bahasa Indonesia dengan: (1) hari, (2) kita, (3) belajar, (4) apa, (5) mengajar, (6) seperti, (7) biasa saja, (8) berapa, (9) masuk, (10) tidak salah, (11) hanya/tersisa, (12) dua, (13) tertulis, (14) biasanya, (15) sesudah/habis, (16) ingin, (17) kemana, (18) nggak ada/tidak ada, (19) ada, (20) kerja, (21) ingin/mau/berkeinginan, (22) ditemani. (23) hei, (24) siapa, (25) mereka/rombongan/ kelompok mereka, (26) membahas, (27) nanti, (28) tidak tau, (29) tanya, (30) saja, (31) dia, (32) oh iya, (33) libur, (34) kemarin, (35) kemana, (36) berbaring-baring/bermalas-malasan, (37) rumah, (38) nggak/tidak, (39) muncul/kelihatan, (40) pula.
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM TINDAK TUTUR MELARANG DAN MENGKRITIK PADA TUJUH ETNI Halawa, Noibe; Gani, Erizal; R, Syahrul
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan kesantunan bertutur dalam melarang dan mengkritik berdasarkan etnis yang meliputi: 1) Mitra lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya dan belum akrab; 2) Mitra tutur sama besar atau sama kedudukannya dan belum akrab; 3) Mitra tutur lebih muda atau lebih rendah kedudukannya dan belum akrab; 4) Mitra tutur orang yang disegani; 5) Mitra tutur lebih tua atau tinggi kedudukannya dan sudah akrab; 6) Mitra tutur sama besar atau sama kedudukannya dan sudah akrab; dan 7) Mitra tutur lebih muda atau lebih rendah dan sudah akrab. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket kepada 100 responden serta teknik analisisnya dilakukan dengan persentase. Dari tujuh konteks kesantunan berbahasa Indonesia dalam tindak tutur melarang didominasi oleh bertutur terus terang tanpa basa basi (TTB) sebanyak 5 strategi bertutur, terus terang dengan basa basi kesantunan positif (TBKP) sebanyak 2 strategi bertutur. Sedangkan pada tindak tutur mengkritik didominasi oleh terus terang dengan basa basi kesantunan positif (TBKP) sebanyak 4 strategi bertutur sedangkan bertutur terus terang tanpa basa basi (TTB) 2 strategi bertutur.
Strategi Pemberitaan di Media Online Nasional tentang Kasus Tercecernya KTP Elektronik (Analisis Teori Van Leeuwen) Rilma, Andre Febra; R, Syahrul; Gani, Erizal
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perbedaan sudut pandang antara media online nasional Indonesia yaitu Vivanew.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnes.com dan Sindonews.com dan mendeskripsikan kecenderungan sikap media online tersebut dalam mengonstruksikan kasus tercecernya KTP elektronik. Strategi eksklusi digunakan untuk melihat bagaimana aktor dikeluarkan atau disembunyikan dalam teks berita. Strategi eksklusi maupun inklusi ini melihat bagaimana bentuk pemakaian bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Data penelitian ini didapatkan dari pemberitaan kasus tercecernya KTP elektronik pada bulan Mei 2018 di media online Vivanews.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com dan Sindonews.com dalam rentang waktu 27-29 Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis dari Theo Van Leeuwen untuk mendeskripsikan bagaimana peristiwa dan aktor digambarkan dalam pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk teori eksklusi Leeuwen yang ditemukan dalam lima berita di media online ini bahwa Vivanews.com Detiknews.com, dan Sindonews.com  dalam berita tentang tercecernya ktp elektronik cenderung menggunakan strategi inkluisi sedangkan, Kompas.com, Metrotvnews.com lebih kearah eksklusi. Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com memiliki kecenderungan membela kemendagri yang disalahkan dalam kasus ini dengan menyembunyikan pelakunya baik dalam menggunakan strategi inklusi maupun eksklusi. This research was conducted with the aim of describing the different perspectives between Indonesian national online media, Vivanew.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnes.com and Sindonews.com and describing the attitude tendency of online media in constructing cases of scattered electronic KTPs. Exclusion strategies are used to see how actors are issued or hidden in news texts. This exclusion and inclusion strategy looks at how the language is used to convey messages to the public. The data of this study were obtained from the reporting of cases of electronic KTP scattering in May 2018 in online media Vivanews.com Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com and Sindonews.com in the period of 27-29 May 2018. This study used a qualitative descriptive method with the approach of critical discourse analysis from Theo Van Leeuwen to describe how events and actors are portrayed in the news. The results showed that Leeuwen's exclusion theory found in five news in this online media that Vivanews.com Detiknews.com, and Sindonews.com in the news about the scattering of electronic cards tended to use the inclusion strategy while, Kompas.com, Metrotvnews.com was more exclusion. Detiknews.com, Kompas.com, Metrotvnews.com have a tendency to defend the Ministry of Home Affairs who is blamed in this case by hiding the perpetrators both in using inclusion and exclusion strategies.