cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Tingkat Keterampilan Tehnik Dasar Sepakbola LPI SMP 3 Pontianak Tahun 2012 Atiq, Ahmad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i1.2552

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan tehnik dasar sepakbola LPI smp 3 pontianak Tahun 2012. Metode penelitian ini yang di gunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data mengunakan tes tehnik dasar sepakbola Short Passed terbaik 7.33 dtk sedang 8.00 dtk dan kurang 8.02 dtk, Dribling ball terbaik 1.30 dtk sedang 2.01 dtk dan kurang 2.30 dtk, Running With the ball terbaik 1.03 dtk sedang 2.28 dtk dan kurang 2.30 dtk, Heading the ball terbaik 6m sedang 5m kurang 4.5m, Shoting at the ball terbaik 55 sedang 40 kurang 30, Thow In terbaik 13 m sedang 11 m kurang 8 m, populasi dalam penelitian ini siswa yang ikut LPI smp 3 pontianak yang berjumlah 20 pemain, pengambilan data melalui tes keterampilan mengunakan metode diskriptif.The study aims to determine the skill level of the basic technique of football LPI smp 3 pontianak 2012. This research method that is used is descriptive method, the test data collection using basic techniques Passed Short best football was 7:33 sec 8:00 sec 8:02 sec and less, Dribling best ball was 1:30 sec 2:01 sec 2:30 sec and less, Running With the best ball 1:03 sec was 2:28 sec 2:30 sec and less, Heading the best ball was 5m 6m 4.5m less, Shoting at the best ball 55 was 40 less 30, Thow in the best 13 m was 11 m less than 8 m, the population in this study students who participated LPI smp 3 pontianak totaling 20 players, data collection through testing skills using descriptive method.
Sumbangan Konsentrasi terhadap Kecepatan Tendangan Pencak Silat Ihsan, Nurul; Suwirman, Suwirman
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.11873

Abstract

This study aims to determine the contribution contribution to the speed of pencak silat kick. This research is a correlational research. The sample in this study is the martial arts atlet of Universitas Negeri Padang which amounted to 50 people with sampling random sampling technique. Instrument used in concentration data collection with great concentrations exercise, while the instrument speed kicks with Nurul Shark test. Data analysis technique with product moment correlational formula. Based on the analysis of concentration with kick speed obtained correlation coefficient r = 0.28 at signification level ? = 0,05 and dk = n - 2 obtained rtabel = 0,26. This indicates that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning the hypothesis is accepted is true. Furthermore, to know the contribution of concentration to kicking speed sought through coefficient of determination (r2) = 7.82%.
Pendekatan Skill Time Tehnik Dasar Passing Sepakbola Pada Kelas 1 SD Islamiyah Pontianak Atiq, Ahmad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 1 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i1.2660

Abstract

Physical education is an education that is geared towards the development of human motion as a whole and therefore the need for special attention and continuous, in this era of education itself should never be made arbitrarily without any firm and clear concepts, many teachers in the learning process experienced problems such as not looking at the characteristics of students who are facing conditions that is where the actual students need to move freely liluasan but the fact that students feel pressured irregular movement patterns are not conveyed by skill learning approach therefore time is the right solution in the process dariyang easy steps towards a difficult or from leading to the complex simple, the results are still having difficulty teryata approach in conducting basic technique passing the ball in the leg.
Sistem Informasi Perencanaan Pola Hidup Sehat melalui Keseimbangan Aktivitas dan Asupan Makanan A.P., Ranu Baskora; -, Sutardji; Woro, Oktia
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2033

Abstract

Salah satu faktor yang penting dalam pengaturan Pola hidup yang sehat adalah ketersediaan informasi tentang kesehatan yang cepat, baik dan akurat. Kajian ini menghasilkan sistem informasi berbasis komputer yang cepat mengenai kebutuhan kalori tubuh kita sehari-hari sekaligus kita diajak untuk mengurai pola aktivitas  kita setiap hari dalam menit.Sehingga prakiraan keseimbangan kebutuhan energi aktiftas dengan konsumsi makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat kita lakukan. Asupan makanan sehari-hari kitapun dapat direncanakan melalui produk sistem informasi  ini, Perencanaan pola hidup sehat, selaras dan seimbangpun dapat dirancang. Dengan produk ini kita dapat  memprediksi seberapa besar sebenarnya kebutuhan kalori tubuh kita, zat makanan berupa karbohidrat , lemak dan protein yang kita butuhkan dalam satu hari.Kata Kunci:  pola hidup; kalori; pola aktivitas tubuh; asupan makananAbstract One of factor which is of important deep arrangement Pattern to live that healthy is information accessibility about fast one health, well and accurate. This study result fasts one computer-based information system hit body calorie requirement our everyday at a swoop we are asked out to decompose our activity pattern everyday in minute. So balance  energy activity requirement by consumes food that our consumption everyday gets we do. consumption is our knockabout food even gets to be plotted through this information system product, Planning patterns to live healthy, harmony and even handed even gets to be designed. With this product we can predict how big actually body calorie requirement us, alimentary substance as carbohydrate, fat and protein that we needs deep one days.Keywords: living pattern; calorie;  activity pattern; food consumption
Pengaruh Pendekatan Tradisional dan Pendekatan Pendidikan Gerak dalam Pembelajaran Penjasorkes terhadap Kebugaran Jasmani dan Kemampuan Memecahkan Masalah sejati, Restian Gigih; Kristiyanto, Agus; Doewes, Muchsin
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i2.8984

Abstract

Tujuan : (1) Mengetahui perbedaan pengaruhterhadap kesegaran jasmani antara siswa yang diajar dengan pendekatan pendidikan gerak dengan siswa yang diajar dengan pendekatan tradisional serta pengaruhnya kepada kelompok siswa kelas tinggi,kelompok siswa kelas rendah.(2) Mengetahui interaksi pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani terhadap kesegaran jasmanikelompok siswa. (3) Mengetahui yang lebih efektif  memberikan kemajuanpendekatan tradisional atau pendidikan gerak.Penelitian ini eksperimental. Populasinya : siswa SD N 01,02 dan 03 Kemiri.160 sampel yang diambil (purposive sampling).Variabel bebas : Pendekatan tradisional,pendekatan pendidikan gerak. Variabel terikatnya :Kesegaran jasmani, dan memecahkan masalah.Pengumpulan data : Randomized group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan(ANAVA). Simpulan : (1) Ada perbedaan pengaruhkesegaran jasmani siswa diajarpendekatan pendidikan gerak dengan siswa diajar pendidikan tradisional dengan nilai signifikasi 0,0000 adalah 0,05 dari F=1.491 serta perbedaan pengaruhnya kelompok kelas tinggi dan kelompok kelas rendahdengan nilai signifikasi 0,0000 adalah = 0,05 F=1.7773 (3) Ada interaksi pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani terhadap kesegaran jasmani sekelompok siswa .(4) Ada perbedaan pengaruhkemampuan memecahkan masalah antara siswa diajarpendekatan pendidikan gerak dengan siswa diajar pendekatan tradisional.(5) Terdapat interaksi pendekatan pembelajarn pendidikan jasmani terhadap kemampuan memecahkan masalah.Kelompok siswa pendekatan pendidikan gerakunggul dibandingkan pendekatan tradisional probabilitas 0,002 dari Tabel of between subjects effects Fhitung.Purposes: (1) To know the difference of influences towards physical fitness between students who were taught using movement education approach with ones who were taught using traditional approach as well as the impacts on high class student groups, low class student groups. (2) To know the interaction of physical education learning approach towards physical fitness of student groups. (3) To know which one is the most effective advancement traditional approach or movement education. This research is experimental. The population: students of SD N 01,02,03 Kemiri. 160 samples were collected (purposive sampling).  Free variables: traditional approach, movement education approach. Bound variables: physical fitness, and problem solving capabilities. Data collection: randomized group pre-test-post-test designs. Data analysis used (ANAVA). Conclusions: (1) There were different impacts between physical fitness of  students being taught using movement education approach with students being taught using traditional education with significance value 0.000 is 0.05 of F=1.491 as well as differences of impacts on the high class group and low class group with significance value 0.0000 is = 0.05 F=1.7773 (3) There were interactions of physical education learning approach towards the physical fitness of a group of students. (4) There were differences of impacts on the problem solving capabilities between students being taught using movement education approach and students being taught using traditional approach. (5) There were interactions of physical education learning approach towards problem solving capabilities. Movement education approach student group was more advanced than traditional approach probability 0.002 from the Table of between subjects effects Fhitung.
Pengembangan Pembangunan Industri Keolahragaan Berdasarkan Pendekatan Pengaturan Manajemen Pengelolaan Kegiatan Olahraga Priyono, Bambang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i2.2651

Abstract

Bahkan Industri adalah salat Satu pasar terbesarnya di Dunia Dan memberikan kontribusi Besar Yang berdampak positif Ekonomi. Sektor Industri Pariwisata bahkan Masih baru Negara, Dinamis, Dan Berkembang Serta Dalam, tempo relatif yang singkat berubah Drastis. OLAHRAGA JUGA dirancang sebagai Industri modern yang berskala global. Dalam, MEMBANGUN Karakter Bangsa, OLAHRAGA sudah menjadi Identitas Industri Yang memiliki value per share tambah Yang signifikan. Industri OLAHRAGA merupakan Industri Yang menciptakan value per share tambah Artikel Baru memproduksi Dan menyediakan OLAHRAGA. Kondisi Industri OLAHRAGA Yang Masih Kecil sebagaimana disebutkan di Atas tentu Saja Ulasan Sangat bertentangan Artikel Baru tuntutan Arus Pasar prabayar bebas. Industri OLAHRAGA Bisa dibagi menjadi doa, yaitu olahraganya SENDIRI Serta pendukungnya. Industri mikro keolahragaan merupakan upaya kolektif Bahasa Dari berbagai pihak untuk mengembangkan therapy terapi Ekonomi ANTARA PRODUSEN Dan Chicken, Artikel Baru dijembatani Oleh bentuk-bentuk Produksi Barang atau Jasa OLAHRAGA. Materi Utama tulisan inisial berfokus FUNDS pertumbuhan usaha atau kegiatan OLAHRAGA Yang menjadi Ditempatkan Pendirian Pratama Afiliasi Pariwisata, Rekreasi Dan OLAHRAGA sebagai BAGIAN terpisahkan Yang Utama Bahasa Dari pengembangan Industri OLAHRAGA Dan Pengembangan strategi pemasaran. Pengelolaan Serta Manajemen Industri keolahragaan menjadi JUGA Satu diantara beberapa Hal Yang Ulasan Sangat mendasar Dalam, proses penelaahan Pembangunan Dan pengembangan nihil. Secara gari Besar terdapat Tiga segmen Industri OLAHRAGA yaitu: 1) kinerja Sport, 2) Sport Production, 3) Promosi Sport. Saran Dan rekomendasi Yang dapat diberikan Bahasa Dari Penulis diantaranya adalah berkaitan tentang Usage ‘masyarakat, cerminan produktivitas Industri keolahragaan, Dan Pola Pengambilan kebijakan Bahasa Dari pemangku kepentingan berkaitan FUNDS Kepemilikan Modal keolahragaan.
Latihan Multilateral Alternatif Untuk Meningkatkan Kondisi Fisik Pemain Bola Basket Hidyah, Taufiq
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2024

Abstract

Tujuan Penelitian ini membandingkan model latihan multilateral, model pembebanan  dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik pemain bola basket. Metode yang digunakan yaitu eksperimen rancangan faktorial 2 x 2 x 2, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada perbedaan antara model latihan multilateral dan model latihan konvensional terhadap hasil kondisi fisik, (2) Tidak ada perbedaan antara model pembebanan linier dan tidak linier terhadap hasil kondisi fisik., (3) Ada perbedaan antara kemampuan motorik tinggi dan kemampuan motorik rendah terhadap hasil kondisi fisik, (4) Tidak ada interaksi antara model latihan dan model pembebanan terhadap hasil kondisi fisik, (5) Tidak ada interaksi antara model latihan dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik, (6) Ada interaksi antara model pembebanan dengan kemampuan motorik siswa terhadap hasil kondisi fisik, (7) Tidak ada interaksi antara model latihan, model pembebanan dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik. Simpulan; 1) model latihan multilateral  memiliki pengaruh yang lebih baik dalam pencapaian hasil kondisi fisik pemain bola basket, 2) Kemampuan motorik yang tinggi terbukti sangat berpengaruh terhadap capaian hasil kondisi fisik pemain bola basket, 3) Model pembebanan linier atau tidak linier walaupun tidak berbeda dalam hasil tetapi memiliki pengaruh terhadap pencapaian hasil kondisi fisik pemain bola basket.Kata Kunci: model latihan; model pembebanan; kondisi fisikAbstract The aims are to compare models of multilateral exercises, model loading and motor skills on the results of the physical condition of the basketball players aged students. The experimental factorial design 2 x 2 x 2 is the method, with purposive sampling technique. The result showed (1) there is difference effect of conventional model and multilateral training model to the physical condition. (2) there is no difference effect of the model linear and non-linear loading to the physical condition, (3) There is difference effect of high-motor skills and low motor skills to  the physical condition (4) There is no interaction of training model and the model of loading to the physical, (5) There is no interaction of  motor skills and training model to the physical condition, (6) There is any interaction of loading model and skills motor to the physical condition, (7) There is no interaction of training model, loading model and motor skills to the physical condition. The conclusion are 1) the multilateral training model better to peak physical condition, 2) there is any effect of high motor skills to the peak physical condition, 3) the linear loading model or not linear has not different in result but has effect to peak physical condition.Keywords: training model; loading model; skills motor; the physical condition
Pengaruh Stretching terhadap Nyeri Punggung Bawah dan Lingkup Gerak Sendi pada Penyadap Getah Karet Koesyanto, Herry; Yuwono, Cahyo; Wahadi, Wahadi; Jeni, Sapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i2.5232

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tingkat keluhan nyeri punggung dan lingkup gerak sendi dengan pelatihan peregangan dan tanpa pelatihan peregangan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent control group design yang melibatkan 1 kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Responden penelitian ini adalah 60 orang penyadap getah karet. Instrumen yang digunakan adalah pedoman peregangan nyeri punggung bawah, skala pengukuran nyeri Visual Analog Scale dan Rapid Entire Body Assesment (REBA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan peregangan mempengaruhi nyeri punggung bawah (nilai p adalah 0,066>0,05). Namun latihan peregangan tidak berpengaruh terhadap lingkup gerak sendi (nilai p adalah 0,001<0,005) pada pekerja penyadapan getah karet PTPN IX (Persero) Kebun Merbuh Kendal.
Peranan Pendidikan Jasmani Menghadapi Era Globalisasi -, Margono
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 1 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i1.2557

Abstract

Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari pendidikan Keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras, dan seimbang. Masalah yang dihadapi saat ini antara lain : masih ditemukan pengajaran penjas secara tradisional, pendidikan jasmani, diajar oleh guru yang bukan berlatar belakang penjas, sarana dan prasarana penjas yang terbatas. Pendidikan Jasmani meiliki perana penting dalam menunujang SDM berkualitas menghadapi era globalisasi.Physical education is part of the Overall education that promotes physical activity and healthy living guidance for the growth and development of the physical, mental, social and emotional harmony, harmony, and balance. Problems faced today are: still found traditional teaching physical education, physical education, taught by teachers who are not background of physical education, infrastructure penjas limited. Physical Education menunujang has particularly important role in the quality of human resources in the era of globalization.
Identifikasi Tingkat Konsumsi Air dan Status Dehidrasi Atlet Pencak Silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah Semarang Ulvie, Yuliana Noor Setiawati; Kusuma, Hapsari Sulistya; Agusty, Ritalia
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i2.12146

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat konsumsi air dan status dehidrasi atlet pencak silat Tapak Suci kota Semarang. Penelitian ini menggambarkan tingkat konsumsi air dan status dehidrasi atlet pencak silat Tapak Suci kota Semarang. Metode yang digunakan adalah dengan pengukuran tingkat konsumsi air dengan menggunakan recall 24 jam dan pengukuran status dehidrasi dengan parameter warna urin. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan anggota pencak silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah kota Semarang yang berjumlah 25 orang, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 23 orang (92%) atlet mengalami dehidrasi ringan berdasarkan parameter pengukuran dehidrasi menggunakan warna urin. Ditemukan 22 orang (88,0%) atlet yang mengkonsumsi air dalam kategori defisit dengan rata-rata konsumsi air sebanyak 68% atau sebanyak 2,3 liter dalam sehari.The purpose of this research is to know the description of water consumption level and dehydration status of martial arts athletes of Tapak Suci Semarang city. This study describes the level of water consumption and dehydration status. The method used is to measure the level of water consumption by using a 24-hour recall and measurement of dehydration status with urine color parameters. The population of this study is the total members of Pencak Silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah Semarang, which is 25 people, the sample in this study is the entire population. The results showed that 23 (92%) athletes were mildly dehydrated based on dehydration measurement parameters using urine color. Found 22 people (88.0%) athletes who consume water in the deficit category with an average water consumption of 68% or as much as 2.3 liters a day