cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Pengaruh Metode Latihan dan Power Tungkai terhadap Hasil Shooting Free Throw -, Priyanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan wall shooting dan mata tertutup terhadap hasil shooting free throw, (2) Pengaruh antara power tungkai terhadap hasil shooting free throw, (3) Interaksi antara  metode latihan dan power tungkai terhadap hasil shooting free throw. Populasi dalam penelitian ini adalah Anggota UKM bolabasket putra Unnes yang berjumlah 12 mahasiswa dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan: 1) Metode latihan wall shooting lebih baik dibandingan dengan metode mata tertutup dengan hasil 20,167 > 5,318 dan rerata nilai wall shooting 6,67 > 4,83. 2)Power tungkai sedang lebih baik jika dibandingakan dengan power tungkai rendah dengan hasil 48,167 > 5,318, dengan rerata nilai 7,17 > 4,33 3). Interaksi antara metode metode latihan  dan power tungkai  terhadap hasil shooting free throw dengan hasil 8,167 > 5,167. Kesimpulan 1) Hasil metode wall shooting lebih baik jika dibandingkan dengan metode mata tertutup dalam shooting free throw pada permainan bolabasket, 2) power tungkai kategori sedang lebih baik jika dibandingkan dengan power tungkai kategori rendah dalam shooting free throw pada permainan bolabasket, 3) Terdapat interaksi yang signifikan antara metode latihan  dan power tungkai  terhadap hasil shooting free throw.Kata Kunci: metode latihan; power tungkai; shooting free throwAbstract The aims of research are; 1) the difference between the influence training of wall shooting method and the shooting with closed of eye toward the shooting free throw, (2) the effect of medium and low of   power of leg toward the shooting free throw, (3) the interaction between training methods and the  power of leg toward the shooting free throw. The sample using total sampling technique within 12 student members of UKM Basketball Unnes. The results showed: 1) the training methods better than blind methods (20,167 > 5,318), mean of wall shooting is 6,67 > 4,83  2) the medium of leg power better than low leg power  (48,167 > 5,318), mean (7,17 > 4,33) 3). The interaction of training method and leg power to the result of shooting free thros is  8.167> 5.167. The conclusion are; 1) the training shooting methods is better than blind method in the shooting free throw, 2) the medium leg power is better than the low leg power, 3) Any significant of the interaction of training method and leg power to the shooting free throw.Keywords: treatment metode; leg power; shooting free throw
Pengembangan Instrumen dan Skala Penilaian Service Panjang Pemain Putra 13-15 Tahun Suratman, Suratman; Fransiska, Eka
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i2.5233

Abstract

Penelitian ini untuk mengembangkan instrumen dan skala penilaian service panjang pemain putra usia 1315 tahun PBSI Kota Semarang. Metode penelitiannya adalah penelitian pengembangan dari Borg & Gall, yaitu; 1) penelitian pendahuluan, 2) mengembangkan produk awal (Instrumen service panjang dengan membagi daerah sasaran), 3) Evaluasi ahli menggunakan dua ahli akademisi dan satu ahli kepelatihan, 4) Revisi produk berdasarkan hasil evaluasi ahli dan uji coba kelompok kecil (16 testee), 5) Uji coba kelompok besar (40 testee), (6) Revisi produk hasil uji coba kelompok besar, 7) Hasil akhir instrumen service panjang dengan membagi daerah sasaran. Pengumpulan data menggunakan tes pengukuran secara langsung yang telah dievaluasi oleh tiga ahli bulutangkis. Produk yang dihasilkan adalah instrumen service panjang yang membagi daerah sasaran menjadi tiga, yaitu back boundary nilainya 3 dan dua daerah sasaran di depannya, masing-masing berukuran 0,46m dengan nilai 2 dan 1. Tes dilakukan dengan service panjang 60 kali. Melalui validasi ahli dan pengukuran tes secara langsung diperoleh validitas 0,83 dan reliabilitas 0,97. Kesimpulannya, instrumen service panjang ini dapat digunakan untuk pemain putra usia 13-15 tahun PBSI Kota Semarang.
Kontribusi Power Otot Tungkai dan Keseimbangan terhadap Tendangan Mawashi Geri Atlit Kempo Sepriadi, Sepriadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.14986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar kontribusi daya ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan Tendangan Mawashi Geri atlit Kempo Dojo Balai Kota Padang. Metode penelitian ini adalah metode korelasional. Populasi penelitian ini seluruh kenshi yang terdaftar pada Dojo Balaikota Padang, sedangkan sampel diambil secara purposive sampling sehingga yang menjadi sampel adalah kenshi putra dengan jumlah 31 orang. Data daya ledak otot tungkai diambil dengan standing board jump, keseimbangan dengan tes stork stand, dan kemampuan tendangan mawashi geri dengan tes kemampuan tendangan mawashi geri. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan korelasi ganda lalu dilanjutkan dengan uji koefesien determinasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1). Kontribusi antara daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan tendangan mawashi geri yaitu sebesar 41.46%; (2) Kontribusi antara keseimbangan terhadap kemampuan tendangan mawashi geri yaitu sebesar 20.85%; (3) Kontribusi antara daya ledak otot tungkai dan keseimbangan secara bersama-sama terhadap kemampuan tendangan mawashi geri, yaitu sebesar 48.93%.
Role of Carbohydrate and Dietary Fibery for Soccer Players Yustika, Gaung Perwira
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.14133

Abstract

Soccer is the most well known and a phenomenal sport in the world, with around 270 million players registered to this game (FIFA, 2015). Soccer has already attracted attention either sport scientist and government from many countries to promote the benefit of active physical activity and also maintained people’s health, including the minorities and poorest. (Hammami et al, 2016; Milanovic et al., 2015; Parnell et al., 2016). Furthermore, this sport can be used to support the health public program in order to prevent chronic diseases due to cause lack of physical activity (Krustrup et al., 2010).Quality food choices and adequate nutrition nutrient are important for supporting training program and enhancing the physical performance of professional athletes. Macronutrients provide the metabolic substrates necessary for producing the chemical energy required for skeletal muscle contraction and cardiovascular physiology, while the micronutrients help the metabolic reactions involved in energy production and gas transport in the circulation. Soccer is a sport requiring for both aerobic dominant and also anaerobic energy. It needs the players to exercise repetitively at high intensities using large muscle groups for periods of several seconds to several minutes for the full match (90 min) plus added time. Metabolically, athletes depend to a certain extent on their endogenous glycogen stores in the liver and skeletal muscles. Besides from genetic factor, talent and the effort of training, it has been acknowledged that no single factor plays a bigger role in maximaxing physical performance than dietary plan.This Review article was made to show the important role of carbohydrate and dietary fiber in the aspect of soccer game, resumed from scientific articles especially from Europe/USA where soccer was more advanced there. The writer hoped that this article written and published at Indonesia can be used to developed sport science and sport medicine for his beloved country.
Pengembangan Alat Bantu Push-Up (Push-Up Counting) Sebagai Alternatif Perangkat Kebugaran Jasmani Irawan, Fajar Awang; Sandiyudha, Tegar Bhakti
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.17183

Abstract

Push-up merupakan salah satu bagian dari komponen kondisi fisik yang sering digunakan dalam tes keterampilan fisik dan merupakan salah satu syarat untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model alat push-up yang dapat digunakan secara efektif dan efisien serta lebih praktis dan akurat penggunaanya dalam membantu seseorang melakukan gerakan push-up. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan komponen utama produk diantaranya adalah HC-Sr04, Adruino nano, dan Buzzer. Percobaan pemakaian dilakukan setelah dilakukan uji coba produk berhasil. Total partisipan yang digunakan sejumlah 20 orang dan melakukannya selama 30 detik. Hasil rata rata push-up manual yang dilakukan sebesar 28.7, sedangkan rata rata push-up dengan menggunakan alat bantu sebesar 30.75. Hasil t-hitung yang diperoleh sebesar -7.698 dengan signifikansi .000, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara push-up manual dan push-up dengan alat bantu. Kesimpulannya bahwa alat bantu push-up memiliki pengaruh yang signifikan bila dibandingkan dengan push-up manual yang dilakukan. Alat bantu push-up ini juga lebih praktis digunakan dalam aktivitas fisik baik mandiri maupun dalam tes keterampilan fisik. Harapannya alat bantu push-up ini dapat dikembangkan menjadi alat bantu multifungsi yang dapat digunakan untuk segala macam tes keterampilan
Pengaruh Metode Latihan dan Koordinasi Mata-Kaki terhadap Ketepatan Tendangan Jarak Jauh Anam, Khoiril; Irawan, Fajar Awang; Nurrachmad, Limpad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.17184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan sasaran berubah arah terhadap ketepatan tendangan jarak jauh, untuk mengetahui perbedaan hasil ketepatan tendangan jarak jauh bagi mereka yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, serta untuk mengetahui pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan tendangan jarak jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2, dengan menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 132 orang, sedangkan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis varian (anava) dua jalur pada α = 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan sasaran berubah arah terhadap ketepatan tendangan jarak jauh, ada perbedaan hasil ketepatan tendangan jarak jauh bagi mereka yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, dan  ada pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan tendangan jarak jauh.
Persepsi Dan Minat Siswa Sma Se-Kabupaten Jepara Terhadap Cabang Olahraga Woodball Widiyatmoko, Fajar Ari; Prabowo, Fajar Kurniawan Agung
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.16833

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah sumber daya manusia di Pengprov IWbA (Indonesia Woodball Asosiation) Jawa Tengah, khususnya di Jepara mempunyai potensi dan kualitas yang baik, namun belum maksimal menghsilkan prestasi sesuai harapan. Perlu adanya strategi agar woodball menjadi lebih memasyarakat dan muncul atlet-atlet baru, salah satunya adalah melalui pembinaan di sekolah, baik dalam pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan minat siswa se-Kabupaten Jepara terhadap cabang olahraga woodball. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis deskriptif kuantitatif dengan metode kombinasi atau Mix Metods,. Populasi dalam penelitian ini adalah 7 sekolah SMA di Kabupaten Jepara dengan jumlah sampel 372 siswa. Hasil penelitian menunjukkan persepsi siswa terhadap cabang olahraga woodball dengan kecenderungan posistif dengan prosentase 15%, dan kecenderungan negatif 24%, minat siswa terhadap cabang olahraga woodball yang positif dengan prosentase 43%, dan kecenderungan negatif dengan prosentase 18%. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap olahraga woodball rendah, namun minatnya sangat tinggi. Maka disarankan agar guru penjas mengenalkan woodball kepada siswa dalam pembelajaran. Woodball dapat sebagai alternatif materi permainan bola kecil.
Profil Glukosa Darah Sebelum, Setelah Latihan Fisik Submaksimal dan Selelah Fase Pemulihan Pada Mahasiswa FIK UNP Lesmana, Heru Syarli; Broto, Endang Pati
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.12726

Abstract

Latihan fisik submaksimal merupakan aktivitas dengan pembebanan berat yang berpengaruh pada sistem kardiovaskuler, kadar lemak tubuh, peningkatan kekuatan otot. Rangkaian gerakan yang terus meningkat pada latihan fisik memerlukan enegi yang besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penggunaan glukosa sebagai energi selama latihan fisik submasimal. Glukosa merupakan senyawa yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa dapat menjadi energi dengan jalur secara aerobik maupun anaerobik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP yang memenuhi kriteria inkuisi dengan jumlah 30 orang. Setiap sampel melakukan latihan fisik berupa lari intesitas submaksimal dengan 80% dari Heart Rate Maxmimal. Glukosa darah pada sampel diambil pada saat sebelum latihan, setelah latihan dan setelah fase pemulihan (10 menit setelah latihan dihentikan). Kadar glukosa ditentukan berdasarkan strip test monitoring menggunakan darah kapiler dengan menggunakan Autocheck glucose meter. Hasil penelitian menyimpulkan kadar glukosa mengamali penurunan setelah latihan dan kembali meningkat setelah fase pemulihan.
Physiology of Soccer Game : Literature Review Yustika, Gaung Perwira
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.14132

Abstract

AbstractSoccer is the most popular sport in the world, with around 270 million people participated in this sport (FIFA, 2015). Soccer attracted attention either sport scientist or government all over the world to promoted the benefit of physical activity and also maintained people’s health, including the minorities. (Hammami et al, 2016; Milanovic et al., 2015; Parnell et al., 2016). Besides, this sport can be used to promote the health public in order to prevent chronic diseases cause lack of physical activity (Krustrup et al., 2010).Physiological need of competitive soccer in highest level must have good physical condition in order to give maximal effort in a soccer match (run, hold the ball, passing and shooting). The fitness level optimization is a important aspect in the preparation of a team before joining the competition. There’s already many research done, showed the data that a men’s soccer professional player can reached 9-14 km of total distance covered in a soccer match. And in the Women’s elite soccer game, a player can reached about 8-12 km of total distance covered. (Bloomfeld, et al 2008).But soccer is not always only about physical matter but also mental attributes needed. Research showed that mental fatigue during a soccer game may influenced the technical and physical aspect, made a player can’t showed their true ability.This Review article made to show the physiological aspect of the game in soccer, resumed from scientific articles especially from Europe/USA where soccer was more advanced there. And the writer try to compare to the condition in Indonesia where soccer was still under developed there, the data showed that Indonesia was still in the bottom rank of FIFA. The writer hoped that this article can be used to developed sport science and sport medicine in his beloved country. Keywords : soccer , physiology, physical, energy , mental, sport science.
Model Pengembangan Wisata Alam Gunung Telomoyo oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kedu Utara Indardi, Nanang; Sahri, Sahri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.17518

Abstract

 ABSTRAK Abstrak Gunung Telomoyo merupakan salah satu kekayaan alam yang ada di Kabupaten Magelang dan menjadi destinasi wisata yang belum tergarap secara maksimal. Akses jalan menuju puncak sudah ada, tetapi kondisinya kurang begitu baik. Kondisi inilah yang menyebabkan antusias wisatawan menjadi menurun, padahal potensi alam sekitarnya sangat indah. Penelitian yang dilakukan untuk mengkaji pengembangan wisata alam gunung Telomoyo oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kedu Utara di Kabupaten Magelang. Penelitian ini untuk memudahkan pemetaan tempat garapan wisata sesuai dengan karakteristik dan potensi alam yang ada. Sehingga secara umum aktivitas wisata alam dapat berkembang dan lebih spesifiknya untuk olahraga rekreasi. Pengkajian model pengembangan wisata alam ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan. Dampak positif lain yang diharapkan berupa pengembangan  pengetahuan dan managemen wisata alam yang lebih terorganisir dengan baik, serta kecerdasan emosional dalam mengelola karunia Tuhan. Penelitian bersifat eksploratif dan dilaksanakan dalam 3 tahap dengan meliputi observasi, mapping, tata kelola. Observasi dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan media (gambar, rekaman audio/visual) serta didampingi ahli dan dilakukan berulangkali dengan melibatkan LMDH. Mapping/pemetaan tempat dilakukan dengan memperhatikan potensi alam yang mendukung (kontur tanah, sumber air, luasan lahan, dan lain-lain). Sedang tata kelola diperlukan untuk memastikan kelangsungan managemen wisata alam secara komprehensif dalam jangka waktu yang relatif lama. Kata kunci: pengembangan, wisata alam Telomoyo