cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
engaruh Latihan Interval dan Kapasitas Vital Paru terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Crawl Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti; Budianto, Kumbul Slamet
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7882

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihaninterval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru serta interaksi antara latihan interval terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl. Sampel penelitian adalah atlet puteraKU II dan III Club Renang Shima Jeparakelompok umur II dan III usia antara 12-14 tahun berjumlah 8 orang. Sampel dikelompokkanmenjadi 2 (dua) kelompok yaitu sampel dengan kategori kapasitas vital parutinggi dan rendah. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif prosentase dan teknik analisis varians dua jalan dengan program SPSS. Hasil penelitian terdapat perbedaan pengaruh latihaninterval 1:1 dengan latihan interval 1:2 terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawldi peroleh f hitung (13,050) > f tabel (7,709), terdapat perbedaan kapasitas vital paru kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl diperoleh f hitung (11,057) > f tabel (7,709), tidak ada interaksi antara latihan interval dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 m gaya crawl f hitung (1,858) f tabel (7,709). Simpulan terdapat pengaruh antara metode latihan interval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 meter gaya crawl.Tidak terdapat interaksi antara metode latihan interval dan kapasitas vital paruparu terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gayacrawl.
Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Kemampuan Long Pass pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Festiawan, Rifqi; Nurcahyo, Panuwun Joko; Pamungkas, Hendro Jarkasih
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20666

Abstract

Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengetahui ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass ipada ipeserta iekstrakurikuler isepakbola idi iSMA iNegeri i3 iPurwokerto. Metode ipenelitian imenggunakan ipre-experimental idengan ione igroup ipretest iposttest idesign. Variabel ipenelitian iyaitu i(1) ivariabel ibebas: ipemberian ilatihan ismall isided igames. i(2) ivariabel iterikat: ikemampuan ilong ipass. iPopulasi iberjumlah i30 iorang idengan imenggunakan iteknik itotal isampling isehingga idiperoleh ijumlah i30 isampel. iInstrumen iPenelitian iyang idigunakan iadalah ites itendangan ilambung ibobby iCharlton. iPenelitian idilakukan ipada i10 iMaret i2019 isampai i17 iApril i2017. iTeknik ianalisis idata idiperoleh idengan ipeogram iSPSS iversi i16. iHasil iPenelitian idiperoleh inilai irata-rata ikeseluruhan isiswa imelakukan ipretest idan iposttest ites itendangan ilambung ibobby icharlton iyaitu iuntuk ipretest i163,3 ipoin idan iposttest iyaitu i205 ipoin, ikemudian iuntuk inilai iT ihitung i(8,675) i> iT itabel i(1,711) idan inilai isig(2 i– itailed) i(0,000) i< idari i0,05. iDengan ihasil itersebut idapat idisimpulkan iada ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass isepakbola isiswa iputera iekstrakurikuler iSMA iNegeri i3 iPurwokerto i
Perbedaan Kesegaran Jasmani Dilihat dari Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi Mentari, Yulian Afrinda; Yosephin, Betty; Kusdalinah, Kusdalinah
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7891

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui kebiasaan sarapan dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 01 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, tes lari 50 meter untuk kesegaran jasmani. Sampel penelitian adalah siswa SMP Negeri 01 Kota Bengkulu. Analisa data menggunakan uji t test Independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang kurang adalah 96,55 %. Tidak ada perbedaan yang bermakna kebiasaan sarapan dan status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang kurang dan baik (nilai p>0,05).
Nasionalisme Olahraga Qoriah, Anirotul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7877

Abstract

Salah satu nilai Olimpisme menyebutkan bahwa olahraga seharusnya bebas dari kepentingan dan keterlibatan tujuan-tujuan politik dan dilakukan demi kesenangan partisipannya. Meski demikian, kenyataan di dunia olahraga tidaklah seperti itu. Fenomena nasionalisme olahraga menunjukkan bagaimana olahraga dan kepentingan politik saling berhubungan erat. Olahraga sering dijadikan alat pemerintah suatu negara untuk membangun nasionalisme bangsa dan sebaliknya pula, olahraga pun dimajukan dengan suntikan jiwa nasionalisme sebagai motivasi para olahragawan dan atlet. Tulisan ini merupakan kajian literatur tentang fenomena nasionalisme olahraga.Penulis membahas tentang konsep nasionalisme dan nasionalisme olahraga, kaitan nasionalisme dengan olahraga dan manifestasinya di lapangan, persoalan-persoalan nasionalisme olahraga, dan bagaimana memanfaatkan olahraga untuk membangun nasionalisme dan pula memanfaatkan nasionalisme untuk membangun olahraga di Indonesia
Penurunan Berat Badan Atlet Pencak Silat Suwirman, Suwirman; Sepriadi, Sepriadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18555

Abstract

Berat badan merupakan salah satu hal menjadi perhatian khusus. Hal ini karena berat badan atlet sering menjadi persoalan sebelum pertandingan. Dalam usaha menurunkan berat badan atlet pencak silat ada tiga hal yang dapat dilakukan yaitu: mengurangi pemasukan kalori setiap hari, meningkatkan pengeluaran energi setiap hari, dan kombinasi keduanya.Menurunkan berat badan harus dilakukan secara bertahap. Kebiasaan yang salah dalam menurunkan berat badan dan harus dihindari adalah seperti: mengurangi cairan yang banyak dari dalam tubuh, menggunakan baju karet dalam latihan, dan menyengaja muntah waktu akan bertanding. Untuk pengaturan makanan yang dikonsumsi atlet maka dibutuhkan tenaga ahli gizi.
Pengaruh Latihan terhadap Jumlah Sel Natural Killer (NK) Sebagai Indikator Kekebalan Tubuh Latihan Supatmo, Yuswo; Susanto, Hardhono; Sugiharto, Sugiharto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7883

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh latihan SKJL 2010 terhadap jumlah sel NK pada lansia. Penelitian eksperimenpre test- post test control group design ini dengan subyek penelitian lansia usia 55-70 tahun di Kota Semarang. Dari 56 orang diteliti 30 orang secara random yang memenuhi kriteria inklusi dan terbagi dalam tiga kelompok, yaitu 10 orang pada kelompok P1 dengan perlakuan latihan 3 hari/minggu, 10 orang kelompok P2 dengan perlakuan latihan 4 hari/minggu dan 10 orang pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan selama 8 minggu dengan metode latihan SKJL. Pengukuran dilakukan sebelum perlakuan terhadap subyek penelitian dengan mengambil darah vena 3 mL, 30 menit setelah melakukan SKJL 2010 untuk menghitung jumlah sel NK. Setelah perlakuan selama 8 minggu, dilakukan pengukuran dengan protokol yang sama untuk mengambil data jumlah sel NK. Terdapat peningkatan jumlah rerata sel NK pada P1 (0,55%), kelompok P2 (1,18%) dan kelompok kontrol (0,33%), tetapi tidak ada perbedaan yang signi kan antara kelompok P1, P2 dan kelompok kontrol, pengaruh SKJL terhadap jumlah sel NK (p= 0,50). Latihan senam kesegaran jasmani lansia (SKJL) dapat meningkatkan jumlah sel NK, tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna antar kelompok dengan latihan 2 hari/minggu, 3 hari/minggu dan 4 hari/minggu terhadap jumlah sel NK pada lansia.
The Importance of Hydration for Soccer Athletes Yustika, Gaung Perwira; Santoso, Eko Budi; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.18427

Abstract

When playing soccer, the main mechanism for removing heat energy from the body is the evaporation of sweat from the surface of the skin. Although this mechanism is essential in regulating body temperature, this sweating process can often lead to dehydration. Dehydration is the process of losing water in the body and is often explained as a change in body mass during acute exercise. For example, 2% water dehydration is defined as a 2% body mass deficit. Thermoregulation in sweating is the main source of loss of body mass during acute exercise / exercise, but there are other contributing factors, namely loss of water and carbon dioxide through the respiratory tract produced by the substrate oxidation pathway. To get around the state of dehydration soccer players must immediately be rehydrated. Rehydration is an important part of the recovery process, good rehydration must be done both before, and especially after exercising, if the players have a body mass deficit, they must replace it with fluids and electrolytes in preparation for training or the next match.
Penggunaan Narkotika dikalangan Olahragawan Malaysia Parnabas, Vincent A.; Abdullah, Nagoor Meera; Mahamood, Yahaya; Omar-Fauzee, M.S.; Nazaruddin, Mohamad Nizam; Parnabas, Julinamary A.
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalpasti penggunaan narkotika dikalangan atlet mengikut kemahiran, iaitu yang mewakili peringkat Nasional (negara), negeri, daerah dan universiti. Selain itu, ia juga untuk melihat perbezaan penggunaan narkotika dikalangan atlet berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan sampel 111 atlet Malaysia (Negara = 31; Negeri = 35; Daerah = 19; Universitas = 26), yang dipilih secara random semasa pertandingan olahraga antara universitas. Manakala dari segi gender, atlet lelaki adalah 66 dan atlet perempuan adalah 45. Angket Penggunaan Narkotika (Drug Use Questionnaire) digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tahap penggunaan narkotika. Hasil penelitian menunjukkan tujuan utama penggunaan narkotika adalah untuk menang. Selain itu, penggunaan narkotika dikalangan atlet lelaki lebih tinggi daripada perempuan. Hasil penelitian juga menunjukkan narkotika lebih tinggi diguna oleh olahragawan yang mewakili peringkat Nasional (Negara). Ahli-ahli psikologi olahraga harus memainkan peranan penting untuk menggurangkan ketagihan penggunaan narkotika dengan memberi terapi yang berkesan. Pemerintah Malaysia harus melarang olahragawan yang menggunakan narkotika terlibat dalam pertandingan olahraga.
Hubungan Antara Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Julianti, Azizah; Pangastuti, Retno; Ulvie, Yuliana Noor Setiawati
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan aktivitas  sik dengan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede I Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi rawat jalan Puskesmas Kotagede I Kota Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan analisis korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian : status gizi pasien hipertensi dalam kategori obesitas sebesar 64,1%. Aktivitas  sik pada pasien hipertensi dalam kategori sedang sebesar 67,3%. Hasil analisisKendall’s Taudiperoleh nilai p valuesebesar 0,235 (p>0,05) tidak terdapat hubungan obesitas dengan tekanan darah. Hasil analisis Kendall’s Taudiperoleh nilai p value sebesar 0,651 (p>0,05) tidak terdapat hubungan antara aktivitas  sik dengan tekanan darah. Simpulan : tidak terdapat hubungan yang signi kan obesitas dan aktivitas  sik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede I Kota Yogyakarta.
Neuromuscular Taping Teknik Dekompresi Gagal Mencegah Kerusakan Otot Setelah Aktivitas Gerakan Eksentrik Arifin, Muhammad Zainal; Purwanto, Bambang; Tinduh, Damayanti
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.19251

Abstract

Aktivitas eksentrik merupakan jenis aktivitas yang difasilitasi oleh penambahan panjang satu atau beberapa otot dan sering meninggalkan efek nyeri bahkan kerusakan sel otot. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan teknik dekompresi neuromuscular taping terhadap kerusakan otot setelah aktivitas gerakan eksentrik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan post test only with control group design. Empat belas sampel dipilih dari populasi non atlet di SMAN 1 Driyorejo berdasarkan teknik consecutive sampling kemudian dibagi dalam dua kelompok secara random. Intervensi teknik dekompresi neuromuscular taping diberikan pada kelompok perlakuan sebelum melakukan aktivitas gerakan eksentrik. Gerakan fleksi shoulder - ekstensi elbow dengan menahan beban 9% berat badan dalam 20 detik dipilih sebagai protokol dari aktivitas gerakan eksentrik. Pengukuran indikator kerusakan otot menggunakan pemeriksaan serum Ck otot 6 jam setelah istirahat. Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada variabel kerusakan otot (p > 0.05). Disimpulkan dari penelitian ini bahwa neuromuscular taping teknik dekompresi gagal mencegah kerusakan otot setelah aktivitas gerakan eksentrik.