cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
Analisa stabilitas lereng dan Perencanaan penstabilan lereng (Studi Kasus POLRES Arosuka Kabupaten Solok) Yono Julianto; Abdul Hakam; Rina Yuliet
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polres Arosuka bertempat di kabupaten solok pada tanggal 04 desember 2017 mengalami peristiwa longsor yang menyebabkan bangunan dan jalan mengalami kerusakan parah disebabkan curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang tinggi mempengaruhi kestabilan tanah dikarenakan air hujan meresap masuk melalui pori – pori maupun rekahan tanah sehingga menambah kadar air dalam tanah. Untuk itu perlu dilakukan tinjauan kestabilan lereng yang teliti dengan mempertimbangkan aspek rekayasa geoteknik. Perhitungan kestabilan lereng dilakukan dengan metoda irisan (Slice) dan program plaxis. Nilai dari kestabilan lereng (SF) dengan menggunakan metoda irisan dari iterasi pertama sebesar 1.28, iterasi kedua sebesar 1.20 dan iterasi ketiga sebesar 1.23 dan pehitungan stabilitas menggunakan program plaxis didapatkan nilai SF sebesar 1.22. Dari hasil perhitungan nilai SF lebih kecil dari syarat keamanan lereng dengan nilai SF sebesar 1.25 sehingga diperlukan penstabilan lereng menggunakan perkerasan. Penstabilan lereng menggunakan Sheet pile didapatkan nilai total displacement sebesar 0,231 m dan nilai keamanan sebesar 1,35 1,50 dari nilai batas keamanan sehingga Sheet pile perlu ditambahkan jangkar (angkur) dalam penanggulanan keamanan lereng sehingga didapatkan nilai nilai total displacement sebesar 0,166 m dan nilai keamanan lereng menjadi 1,70 1,50 dari nilai batas keamanan lereng menggunakan perkerasan.Kata kunci: analisa stabilitas lereng, Sheet pile, plaxis
Analisa Kinerja Proyek Menggunakan Metoda Earned Value Management dan Pengendalian dengan Metoda Time Cost Trade Off (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Silaosinan Kabupaten Mentawai) Jajang Atmaja; Etri Suhelmidawati; Hendra Alexander; Monika Natalia; Rafella Nola Hanika
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan
Deteksi Perubahan Garis Pantai Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Menggunakan Aplikasi Penginderaan Jauh Dwi Marsiska Driptufany
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman merupakan kabupaten/kota yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, hal ini mengakibatkan pantai Kabupaten dan Kota Pariaman rentan terjadinya abrasi dan akresi. Selain mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abrasi dan akresi, sebaran lokasi perubahan garis pantai akibat dampak abrasi dan akresi perlu dipantau secara spasial dan temporal untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan garis pantai Kab. Padang Pariaman dan Kota Pariaman menggunakan data citra multi temporal. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh sebagai kajian yang cepat untuk menganalisis perubahan garis pantai dengan Citra Landsat 7 ETM tahun 2004 dan 2009, Citra Landsat 8 OLI tahun 2014, dan Citra Sentinel 2a tahun 2019 sebagai data sekunder. Perubahan garis pantai diperoleh menggunakan metode overlay peta hasil interpretasi citra 4 waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan garis pantai tahun 2004-2009 karena abrasi dengan perubahan maksimal sebesar -20,98 meter/5 tahun, sedangkan perubahan yang terjadi karena akresi maksimal 0,78 meter/ 5 tahun. Pada garis pantai tahun 2009-2014 terjadinya perubahan karena abrasi dengan perubahan maksimal sebesar -41,79 meter/5 tahun, selain itu ada pula perubahan akibat akresi maksimal 8,65 meter/5 tahun. Sedangkan pada garis pantai tahun 2014-2019 terjadi karena abrasi dengan perubahan maksimal sebesar -17,13 meter/5 tahun, dan akresi maksimal 10,15 meter/5 tahun. Dari tahun 2004-2019 garis pantai banyak mengalami abrasi karena beberapa penyebabnya seperti gempa bumi, pasang air laut dan kurangnya batu pemecah ombak, sedangkan akresi yang terjadi pada kawasan pantai terjadi karena sedimentasi pasir laut oleh kawasan pantai serta beberapa faktor pembangunan yang sedang marak dilakukan di kawasan pesisir pantai Padang Pariman untuk meningkatkan kualitas pariwisata.Kata kunci: perubahan garis pantai, penginderaan jauh, abrasi, akresi
Manajemen Kecepatan dan Jarak Aman Antar Kendaraan Berdasarkan Perbedaan Kecepatan Kendaraan yang Berjalan Beriringan Don Gaspar Noesaku da Costa; Oktovianus Edvict Semiun; Ardy Liufeto
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilihan kecepatan yang tidak sesuai sudah terbukti menjadi faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama pada segmen jalan berisiko seperti simpang tak bersinyal, jalan menurun dan lainnya. Sejumlah penelitian terdahulu telah melaporkan bahwa peluang kecelakaan pengendara sepeda motor di persimpangan prioritas dipengaruhi oleh tidak saja pilihan kecepatan saat memasuki area persimpangan dan kemampuan pengereman pengendara arus mayor namun juga pilihan celah penyeberangan kritis pengedara jalan minor. Studi ini bertujuan untuk menentukan peluang kecelakaan tipe tabrak belakang kendaraan yang berjalan beriringan di jalan mayor akibat pilihan celah penyeberangan kritis pengendara jalan minor. Untuk itu survei kecepatan dan jarak antar kendaraan serta celah penyeberangan kritis dilakukan dengan menggunakan kamera video. Selanjutnya, peluang kecelakaan tipe tabrak belakang disimulasikan berdasarkan perbedaan kemampuan pengereman pengendara sepeda motor yang diperoleh dari hasil penelitian terkait terdahulu. Diketahui bahwa hampir tidak terdapat perbedaan kecepatan antara kendaraan yang berjalan beriringan sehingga dari hasil simulasi terindikasi kuat bahwa peluang tabrak belakang sangat ditentukan oleh perbedaan kemampuan pengereman pengendara. Hal itu berarti bahwa diperlukan upaya terstruktur dan sistematis untuk memperbaiki kemampuan pengereman pengemudi dan perilaku berkeselamatan di jalan. Kata kunci: batas kecepatan, kemampuan pengereman, tabrak belakang
Pembuatan Dinding Beton Ringan Akustik dengan Pemanfaatan Limbah Serat Serabut Kelapa (Cocofiber) Melloukey Ardan; Ninny Siregar; Nuril Mahda
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material partisi ruangan yang kedap suara semakin dibutuhkan. Material komposit berbahan dasar serat sabut kelapa (cocofiber) merupakan sebuah alternatif material kedap suara yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, serat sabut kelapa berfungsi sebagai agregat aditif yang berfungsi sebagai penyerap suara pada campuran beton ringan sehingga beton menjadi lebih kedap suara dibanding beton normal. Serat alam pada umumnya memiliki kemampuan meredam suara khususnya dalam mengendalikan kebisingan, karena mempunyai sifat porositas dan struktur amorf yang lebih tinggi dibanding serat sintetik. Penelitian ini merupakan inovasi dibidang ilmu material bangunan (fisika bangunan) pada teknik sipil, yang memanfaatkan serat sabut kelapa (cocofiber) untuk dijadikan sebagai bahan tambahan (aditif) pada dinding beton ringan akustik. Serat sabut kelapa (cocofiber) merupakan limbah yang belum maksimal dimanfaatkan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan beton ringan yang dapat meredam suara (akustik) dengan memanfaatkan beberapa variasi campuran serat sabut kelapa (cocofiber). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Beton Fakultas Teknik Universitas Medan Area untuk pembuatan Mix Design dan di Laboratorium Noise and Vibration Control Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara untuk pengujian dan pengukuran akustik dengan alat tube impedanse (tabung peredam kebisingan). Pengujian dengan frekuensi 1000 Hz dan 4000 Hz. Varian campuran serat sabut kelapa (cocofiber) 0% dan 15%. Hasil yang didapat adalah daya serap suara optimum tercapai pada penambahan cocofiber 15%.Kata kunci: akustik, beton ringan, cocofiber
Analisis Matematis untuk Pemompaan Air Tanah 2 Dimensi Steady pada Aquifer Bebas Maizir Maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih dapat diambil dari sumber air tanah dengan menggunakan teknologi pompa. Pemompaan air tanah yang berlebihan dapat menyebabkan ketidak seimbangan sink – source yang mengakibatkan terjadinya defisit sumber air tanah itu sendiri. Masalah pemompaan sumber air tanah yang berpengaruh pada source dan sink ini dapat dianalisis secara matematis. Analisis matematis ini bertujuan untuk menurunkan persamaan matematis keadaan air tanah akibat pengaruh source dan sink. Analisisnya diturunkan dengan metode elemen hingga (finite element). Diskritisasi domain aliran air tanah, elemen hingganya menggunakan elemen segitiga dengan fungsi pendekatan linear. Hasil analisis matematis dengan metode elemen hingga ini ditujukan untuk pembuatan model simulasi matematik guna memprediksi aliran air tanah dua dimensi keadaan steady (steady-state) 2D pada aquifer bebas (unconfined aquifer) akibat perlakuan sink dan source. Parameter aquifer dianggap konstan sepanjang elemen, tetapi dapat bervariasi di antara elemen ke elemen lainnya. Syarat batas diberlakukan untuk kedua jenis batas yaitu batas flux spesifik dan batas head spesifik. Sinks dan sources dibolehkan pada titik nodal. Dari hasil analisis ini, jika dibuatkan model simulasinya dengan diberikan data masukan berupa debit source atau sink, keadaan awal dan keadaan batasnya, maka kita akan dapat mensimulasikan keadaan muka air tanah akibat pemompaan dengan perlakuan source dan/atau sink. Dari hasil simulasinya juga akan dapat menggambarkan keadaan elevasi muka air tanah sebelum dan sesudah adanya perlakuan source atau sink.Kata kunci: air tanah, debit source atau sink, elevasi muka air tanah
Pengaruh Metode Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mulyati Mulyati; Ziga Arkis
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan (curing) beton merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Perawatan beton dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode sesuai dengan jenis dan kondisi elemen struktur yang akan dirawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton yang dihasilkan dari beberapa metode perawatan beton yang digunakan, dan untuk mengetahui metode perawatan beton yang baik. Pada penelitian ini dibuat benda uji untuk campuran beton normal dengan kuat tekan rencana f’c = 18,675 MPa, menggunakan cetakan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 12 buah untuk pengujian kuat tekan beton umur 28 hari. Perawatan beton menggunakan metode merendam dalam air, membasahi permukaan dengan air, membungkus dengan plastik hitam, dan membungkus dengan karung goni basah, yang dilakukan sampai umur pengujian kuat tekan beton. Dari hasil pengujian kuat tekan beton diperoleh besarnya nilai kuat tekan rata-rata benda uji beton untuk masing-masing metode perawatan beton adalah merendam dalam air sebesar 18,95 MPa, membasahi permukaan dengan air sebesar 13,70 MPa, membungkus dengan plastik hitam sebesar 18,93 MPa, dan membungkus dengan karung goni basah sebesar 17,41 MPa. Berdasarkan nilai kuat tekan beton yang diperoleh dapat diketahui bahwa perawatan beton metode merendam dalam air dan metode membungkus dengan plastik hitam dapat mencapai kuat tekan beton rencana, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa metode perawatan beton yang baik yaitu merendam dalam air dan membungkus dengan plastik hitam.Kata kunci: metode perawatan, kuat tekan, beton normal
Analisis Kerentanan Pantai Pulau Rupat Provinsi Riau Berdasarkan Metode Indeks Kerentanan Pantai Rizki Ramadhan Husaini; Novreta Ersyi Darfia
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki garis pantai. Pulau Rupat merupakan bagian dari Provinsi Riau yang letaknya berbatasan langsung dengan Selat Melaka. Potensi Pulau Rupat sebagai wilayah pesisir banyak dimanfaatkan sebagai objek pariwisata, pemukiman dan industri. Sebagai pulau terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka perlu identifikasi dan pemetaan tingkat kerentanan pantai di Pulau Rupat sehingga dapat memberikan rekomendasi wilayah mana di Pulau Rupat yang harus diselamatkan dari kerusakan pantai. Metode penelitian yang digunakan yaitu berdasarkan pendekatan Indeks Kerentanan Pantai (IKP) dan Geographical Information System (GIS) untuk menentukan parameter perubahan garis pantai. Sedangkan data penelitan bersumber dari hasil survey lapangan kerusakan pantai di wilayah penelitian serta data citra satelit selama 20 tahun terakhir (2000-2020) untuk melihat besarnya perubahan garis pantai. Berdasarkan hasil analisis, tingkat kerentanan pantai di Pulau Rupat berada dalam kategori rendah hingga sangat tinggi dengan kondisi teknis mengalami abrasi maupun akresi. Penelitian ini juga memberikan hasil bahwa Desa Tanjung Jaya, Tanjung Punak, Teluk Lapin, Kedur, Makeruh, Pergam, Batu Panjang, Tanjung Kapal terjadi pengurangan garis pantai di mana Desa Pergam memiliki pengurangan garis pantai tertinggi yaitu sebesar 3,557 m/tahun.Kata kunci: pantai, kerentanan, kerusakan, rupat, IKP, GIS
Beton Ringan dengan Bahan Plastik sebagai Agregat Kasar untuk Konstruksi di Atas Lahan Gambut Doni Rinaldi Basri; Husni Mubarak
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau merupakan wilayah yang memiliki lahan gambut yang terluas di Sumatra 4,044 juta Ha (56,1% dari luas lahan gambut Sumatera atau 45% dari luas daratan Propinsi Riau). Tanah gambut memiliki daya dukung rendah, tingkat kompresibilitas yang tinggi dan kandungan air yang juga tinggi sehingga kurang baik digunakan sebagai pendukung bangunan konstruksi. Oleh karena itu untuk menahan konstruksi yang berada di atas tanah gambut perlu inovasi baru terhadap betonnya yaitu menggunakan beton ringan. Pada penelitan beton ringan ini agregat kasar (batu) diganti menggunakan plastik PET (polyethylene terephthalate) selanjutnya dilakukan analisis uji tekan beton dan massa/berat beton. Tujuan pengujian tersebut adalah untuk mangetahui campuran plastik yang mana tergolong dalam beton ringan dan cocok digunakan untuk konstruksi di atas lahan gambut. Manfaat dari penelitian ini adalah membuat beton ringan yang bisa digunakan pada lahan gambut. Penggantian agregat kasar dengan plastik PET dibuat dengan variasi campuran 0%, 40%, 50%, 70%  dan 100%, dari hasil pengujian campuran 70% dan 100% yang termasuk beton ringan dengan berat 6.4 Kg  dan 5.81 Kg. Pada capuran 70% PET mutu beton K-193 termasuk beton ringan dengan kekuatan menengah, sehingga campuran ini dapat digunakan pada konstruksi lahan gambut. Kata kunci: beton ringan, plastik PET, kuat tekan, lahan gambut
Analisis Penurunan Segera pada Pondasi Telapak Berdasarkan Nilai Daya Dukung Terzaghi, Mayerhof, Brinch Hansen, dan Vesic Egidius Kalogo; Krisantos Ria Bela; Paulus Sianto
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi telapak merupakan pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung sebuah kolom serta meneruskan beban yang bekerja menuju ke tanah dasar. Apabila dalam mendesain suatu pondasi tidak mencapai tanah keras, maka akan terjadi penurunan. Untuk mengetahui penurunan yang terjadi pada pondasi telapak, maka harus dilakukan perhitungan daya dukung tanah terlebih dahulu. Adapun teori daya dukung tanah yang sering digunakan yaitu teori Terzaghi, Meyerhof, Brinch Hansen, dan Vesic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung kemudian dilakukan perhitungan penurunan segera yang terjadi pada pondasi telapak. Penelitian ini akan diselesaikan dengan cara melakukan pengujian sampel tanah di laboratorium. Adapun sampel tanah yang akan digunakan yaitu pada ruas Jalan Amabi Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Berdasarkan hasil perhitungan nilai daya dukung dan penurunan segera untuk pondasi telapak berukuran 2m × 2m pada titik A dengan jenis tanah adalah lempung kepasiran, Terzaghi memperoleh nilai daya dukung terkecil yaitu 129,77 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 0,6540 m. Untuk titik B, dengan jenis tanah adalah Limestone/tanah putih, nilai daya dukung terendah juga dimiliki oleh Terzaghi yaitu 758,95 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 1,4953 m. Untuk titik C dengan jenis tanah adalah lempung kepasiran, nilai daya dukung terendah dimiliki oleh Meyerhof yaitu 444,75 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 2,2412 m. Dan untuk titik D dengan jenis tanah adalah lempung kepasiran, nilai daya dukung terendah dimiliki oleh Terzaghi yaitu 283,14 kg/cm2 dengan penurunan segera yang terjadi adalah 1,4269 m. Untuk angka keamanan yang dipakai adalah (FS) = 2.Kata kunci: penurunan segera, pondasi telapak, daya dukung tanah

Page 9 of 10 | Total Record : 93