cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
Penetapan kadar flavonoid total buah alpukat biasa (Persea americana Mill.) dan alpukat mentega (Persea americana Mill.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis Hani Asmorowati; Novena Yeti Lindawati
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss2.art1

Abstract

IntisariLatar belakang: Flavonoid merupakan antioksidan yang dapat menurunkan resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperbaiki fungsi sel-sel beta pankreas. Sumber flavonoid dapat ditemukan pada buah alpukat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar flavonoid total buah alpukat biasa (Perseaamericana Mill.)dan alpukat mentega(Persea americana Mill.)menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis.Metode: Pada metode spektrofotometri Uv-Vis, diukurpadapanjang gelombang 413,6 nm dengan reagen AlCl3 sebagai pembentuk senyawa kompleks.  Hasil: Didapatkan kadar rata-rata flavonoid total pada ekstrak etanol buah alpukat biasa 10,95% b/b dengan koefisien variasi 0,33% dan pada alpukat mentega 10,31% b/b dengan koefisien variasi 0,28%. Kesimpulan: Uji statistik T-Test menunjukkan bahwa kadar flavonoid total pada buah alpukat biasa dan alpukat mentega terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,000 (< 0,05)).Kata kunci: Flavonoid, buah alpukat biasa, buah alpukat mentega, spektrofotometri Uv-Vis.Determination of Total Fluid Flavonoid Conditions (Persea americana Mill.) and Mentega Avocados (Persea Americana Mill.) Using UV-VIS Spectrofotometry MethodAbstractBackground: Flavonoids are antioxidants that can reduce insulin resistance, increase insulin sensitivity, and improve the function of pancreatic beta cells. Sources of flavonoids can be found in avocados.Objective: This study aims to determine the levels of total flavonoids of ordinary avocados (Persea americana Mill.) and butter avocados (Persea americana Mill.) using the Uv-Vis spectrophotometric method.Method: In the Uv-Vis spectrophotometry method, the wavelength of 413.6 nm with the AlCl3 reagent as forming complex compounds.Results: The average level of total flavonoids in the ethanol extract of ordinary avocado was 10.95% b/b with koefisien variation 0.33% and in avocado butter 10.31% b/b with koefisien variation 0.28%.Conclusion: The T-Test statistical test showed the total amount of flavonoids in ordinary avocados and butter avocados differed significantly (p = 0,000 (<0.05)).Keywords: Flavonoids, ordinary avocados, butter avocado, Uv-Vis spectrophotometry.
PENGARUH PRAPERLAKUAN JUS PISANG AMBON ( Musa paradisiaca L. ) TERHADAP BIOAVAILABILITAS SULFAMEZATIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN Hayati, Farida; Hakim, Arief Rahman; Riptasari, Rhatna Dewi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 1 No. 1 (2004)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of ambon banana’s fruit ( Musa paradisiaca L. ) juice on the bioavailability of sulfamezathin on the rat that aim to know there are interaction result from their consumption together has been studied. The study was using experiment’s animal is white rats Wistar’s spesies that have age around 3-4 months and their weight 200-300 g. This experimental was used completely randomized design with three group’s test, each group’s test is contain seven rats. The first group is pretreatment single dose sulfamezathin (60 mg/kg ww; peroral ), second is sullfamezathin and banana ( 12,6 g/kg ww; peroral ) together and third group is sulfamezathin after one hour dose banana like second group. Respectively blood samples take up from tail vein of rat at 15, 30, 45, 60, 90, 120, 150, 180, 240, 360, 480 and 600 minutes. Consentrations of Sulfamezatin were measured use Bratton Marshall methode with spektrofotometer instrument at 545 mn wavelength. Consentrations of sulfamezathin versus times by software of Stripe used to calculate pharmacokinetics parameters in each group’s test and the value parameters of pharmacokinetics have statistic analysis by ANOVA and if there are difference’s significant ( p < 0,05 ) from calculated value, statistic analysis continued by Tukey test. The results from experimental banana at second and third groups in compare with control at the first group can increased significant ( p < 0,05 ) parameters C maks, t maks, AUC0- .Bioavailability, Sulfamezathin, Ambon banana, Musa paradisiaca L.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa. L) TERHADAP UDEMA KAKI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Anastasia Setyopuspito Pramitaningastuti; Ebta Narasukma Anggraeny
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Inflammation is the body's defense mechanism in a response of a tissue injury and another external factor. Flavonoids in leaves of Annona squamosa. L suspected produces anti-inflammatory effects. This study aims to evaluated the anti-inflammatory effects of ethanol extract from leaves of  Annona squamosa. L. on edema at rat’s foot which induced with 5% of white egg solution. The treatments were carried out on four groups. The negative control group was administered with CMC Na suspension, the positive control group was administered with sodium diclofenac suspension, and the extract groups were administered with 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW of A. squamosa leaves  extract. This study was conducted using Rat hind paw edema method. An artificial inflammation in foot of rats was created by using egg whites (5%). The volume of edema was measured by plestimometer every 30 minutes for 3 hours. Data were analyzed statistically (ANOVA). In conclusion, ethanol extract of A. squamosa leaves produces anti-inflammatory effects in male rats induced egg whites. The effective dose of ethanol extract of A. squamosa leaf as an anti-inflammatory agent in the male rat was 200 mg/kgBW. Keywords :  Annona squamosa. L. leaves, anti-inflammantory, edema Intisari Peradangan merupakan mekanisme pertahanan tubuh sebagai respon jaringan terhadap cidera dan faktor eksternal lainnya. Flavonoid dalam daun Srikaya (Annona squamosa L) diduga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antiinflamasi ekstrak etanol dari daun Srikaya (Annona squamosa. L) terhadap udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi dengan larutan putih telur 5%. Perlakuan dilakukan pada empat kelompok, kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC Na, kelompok kontrol positif diberikan suspensi natrium diklofenak, dan kelompok ekstrak diberikan ekstrak daun Srikaya (Annona squamosa. L) dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Rat hind paw udema atau pembentukan radang buatan di kaki tikus putih jantan dengan menggunakan putih telur 5%. Volume udema diukur dengan menggunakan alat plestimometer setiap 30 menit selama 3 jam. Data dianalisis secara statistik (ANOVA). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun Srikaya memiliki efek anti-inflamasi pada tikus jantan yang diinduksi putih telur 5%. Dosis efektif ekstrak etanol daun Srikaya sebagai agen anti-inflamasi pada tikus jantan yang diinduksi putih telur 5% yaitu 200 mg / kgBB. Kata kunci : Daun Srikaya (Annona squamosa. L.), antiinflammasi, udema 
Analisis kandungan bahan kimia obat natrium diklofenak dalam jamu pegal linu yang dijual di Kota Mataram Elliya Rosyada; Handa Muliasari; Emmy Yuanita
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss1.art2

Abstract

IntisariLatar Belakang: Dioscorea alata L. sebagai salah satu sumber pati perlu dipelajari untuk pengembangan potensial sebagai tablet disintegran.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan potensi pati Dioscorea alata L. sebagai bahan disintegran tablet.Metode: Analisis karakteristik meliputi proksimat, kandungan amilosa, morfologi granular, kristalinitas, kekuatan pengembangan, dan pengikatan kapasitas air. Studi potensial sebagai disintegran dilakukan dengan merumuskan tablet piroksikam menggunakan pati Dioscorea alata L.. Evaluasi sifat-sifat disintegran dilakukan dengan uji disintegrasi, uji kerapuhan, uji kekerasan, dan uji disolusi tablet.Hasil: Berdasarkan studi karakteristik pati Dioscorea alata L., kadar air, abu, protein, dan lemak masing-masing adalah 13,08%, 0,23%, 1,43%, dan 0,81%. Kemudian, Amilosa adalah 18,08%. Daya bengkak dan pengikatan kapasitas air menunjukkan 1,21 dan 3,31. Analisis morfologi granular menunjukkan bentuk ellipsoid dan bola. Kristal pati menunjukkan bentuk semikristal dengan pola kristal ortorombik. Uji disintegrasi tablet menunjukkan bahwa formula I dan II, memiliki waktu hancur 3,50 dan 4,25. Uji kelayakan formula I dan formula II adalah 0,011% dan 0,008%. Uji kekerasan Formula I dan Formula II menunjukkan 5kg dan 6kg. Uji disolusi Formula I dan Formula II menunjukkan 88,85% dan 85,58%.Kesimpulan: Dari hasil tersebut, pati Dioscorea alata L. berpotensi sebagai bahan penghancur tabletKata kunci: Dioscorea alata L., tablet, disintegrant, pati, bahan bakuAnalysis of Diclofenac as drug chemical in jamu for rheumatism sold in Mataram cityAbstract  Background: Dioscorea alata L is one of the starch sources needs to be studied for potential development as a tablet disintegrant.Objective: The aims of the research are to determine  the characteristic of Dioscorea alata L.starch and to find out the potential astablet disintegrant material.Method: Characteristic analysis include are proximate, amylose content, granular morphology, crystallinity, swelling power, and water capacity binding. The potential study as disintegrant  was performed by formulating a piroxicam tablet using  Dioscorea alata L.starch. Evaluation of thedisintegrant properties was performed by disintegration test,friability test, hardness test, and dissolution test of the tablets.Results: Based on the characteristic study of Dioscorea alata L.starch, water, ash, protein, and fat contents are 13.08%, 0.23%, 1.43%, and 0.81%, respectively. Then, Amylose is 18.08%. Swelling power and water capacity binding  shows 1.21 and 3.31.Glanular morphology analysis showsellipsoid and spherical form. Thecrystallinity of the starch shows assemicrystal form withorthorhombic crystal pattern. Tablet disintegration test shows that formula I and II, has disintegration time 3.50 and 4.25. Friability test of formula I and formula II is 0.011% and 0.008%. Hardness test of Formula I and Formula II shows 5kg and 6kg.  Dissolution test of Formula I and formula II shows 88.85% and 85.58%.Conclusion: Over the results, the Dioscorea alata L. starch has the potential as the tablet disintegrant materialKeywords: Dioscorea alata L., tablet, disintegrant, starch, raw material  
STUDI STUDI AKTIVITAS DAN ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN BATANG Jatropha multifida L. Annisa Fitria; Suparmi Suparmi; Dina Nur Upziah; Satria Lakna Widya L.
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Wound healing process involves a variety of complex mechanisms, one of them is the inflammation that stimulate the release of free radicals to destroy pathogenic microorganisms which also affects the skin cell damage. One of the plants that can be used as a supply of antioxidants to reduce cell damage is Jatropha multifida L. .Latex from its stem is traditionally used to treat wounds. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity, total phenol content and total flavonoid content and antioxidant screening compounds contained in extracts of Jatropha multifida L. stem bark. Extraction is done by gradually using the solvent n-hexane, ethyl acetate and ethanol by the sokhletation method. Test of antioxidant activity using DPPH free radical scavenging methods and linoleic-isothiocyanate, while the antioxidant compound screening was conducted using TLC-DPPH. The results showed that the most effective antioxidant compounds extracted using ethyl acetate solvent. Ethyl acetate extract showed the highest antioxidant activity than extracts n-hexane and ethanol, with IC50 value of 201.61 ppm and percentage inhibition of peroxide formation amounted to 39.69%. The extract also resulted in the highest levels of flavonoids and phenols with a value of 121.8 g RE / g and 86.5 g. Results chromatogram TLC-DPPH showed some antioxidant compounds that are included in phenols, flavonoids, terpenoids and alkaloids group. Key word : Jatropha multifida L., antioxidant, DPPH, linoleat isotiocyanat Intisari Proses penyembuhan luka melibatkan berbagai mekanisme yang kompleks, salah satu diantaranya adalah inflamasi yang menstimulus pelepasan radikal bebas untuk memusnahkan mikroorganisme patogen yang sekaligus berdampak pada kerusakan sel kulit. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai suplai antioksidan untuk mengurangi kerusakan sel tersebut adalah Jatropha multifida L. yang secara tradisional getah pada batangnya digunakan untuk mengobati luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar fenol total dan kadar flavonoid total serta melakukan skrining senyawa antioksidan yang terkandung dalam ekstrak batang Jatropha multifida L. Ekstraksi dilakukan dengan secara bertahap menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol dengan metode sokhletasi. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode  penangkapan radikal bebas DPPH dan linoleat-isotiosianat, sedangkan skrining senyawa antioksidan dilakukan dengan metode KLT-DPPH. Hasil menunjukkan bahwa senyawa antioksidan paling efektif diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Hal tersebut didasarkan pada hasil pengujian terhadap ekstrak etil asetat yang menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan ekstrak n-heksan dan etanol, dengan nilai IC50 201,61 ppm dan presentase penghambatan pembentukan peroksida sebesar 39,69%. Ekstrak tersebut juga menghasilkan kadar flavonoid dan fenol tertinggi dengan nilai 121,8 µg RE/g dan 86,5 µg. Hasil kromatogram KLT-DPPH menunjukkan beberapa senyawa yang bersifat antioksidan tersebut termasuk dalam golongan fenol, flavonoid, terpenoid dan alkaloid. Kata Kunci : Jatropha multifida L., antioksidan, DPPH, linoleat isotiosianat 
Implementasi green supply chain management (GSCM) pada industri farmasi di Indonesia : Analisis kelayakan dan studi kasus Doni Dermawan; Rio Bahtiar; Ferry Ferdiansyah Sofian
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss2.art3

Abstract

IntisariLatar Belakang: GreenSupply Chain Management (GSCM)merupakan suatu model bisnis rantai pasok produk yang sangat berkorelasi dengan implementasi prinsip pengembangan yang berkelanjutan terhadap praktik bisnis dengan memperhatikan aspek lingkungan. GSCM mencakup desain dan produksi ramah lingkungan serta fungsi teknologi dalam pendaurulangan. Tujuan:Tujuan utama dari model rantai pasok ini adalah untuk meminimalisir konsumsi sumber daya dan pengaruh buruk terhadap lingkungan. Metode: Tinjauan literatur ini berfokus pada metode, alat ukur penilaian, dan solusi yang dapat diterapkan pada model GSCMditinjau dari perspektif industrial dan manajemen. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai tekanan regulasi sebesar 3,28/5,00 (tidak memikirkan) berbanding 3,01/5,00 untuk tekanan rantai pasok. Data yang diperoleh dari Global Intelligence Alliance juga menyatakan bahwa ketegasan regulasi mengenai lingkungan di Indonesia masih sangat rendah dengan nilai 2,8/7,0.Kesimpulan: Kerangka kerja model rantai pasok GSCM sangat penting diterapkan di Indonesia untuk dapat meminimalisir dampak buruk yang disebabkan dari rangkaian proses bisnis industri farmasi terhadap lingkungan. Diperlukan tindakan implementasi GSCM pada tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi yang komprehensif dan konsisten oleh industri farmasi di Indonesia. Diperlukannya juga peningkatan kepatuhan akan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah mengenai rencana aksi nasional pada aspek lingkungan hidup.Kata Kunci :GreenSupply Chain Management (GSCM), Industri Farmasi, LingkunganImplementation of green supply chain management (GSCM) in the pharmaceutical industry in Indonesia: feasibility analysis and case studiesAbstractBackground: Green Supply Chain Management (GSCM) is a business model for product supply chain that is strongly correlated with the implementation of the principle of sustainable development for business practices by having regard for environmental aspects. GSCM includes environmentally friendly design and production as well as the functions of technology in recycling.Objective: The main objective of supply chain model is to minimize resource consumption and adverse environmental effects. Methods: This literature review focused on methods, assessment tools, and solutions that could be applied to the GSCM model from an industrial and management perspective.Results: The results showed that the regulatory pressure index was 3.28/5.00 (not thinking of it) compared to 3.01/5.00 of supply chain pressure. Data obtained from the Global Intelligence Alliance also indicated that the strictness of regulations regarding the environment in Indonesia remained extremely low with a value of 2.8/7.0.Conclusion: The framework of GSCM supply chain model is crucial to be applied in Indonesia to minimize the adverse environmental effects caused by the business process chain of pharmaceutical industry. Comprehensive and consistent implementation of GSCM is required in the stages of pre-production, production, and post-production in the pharmaceutical industry in Indonesia. It is also necessary to improve adherence to regulations specified by the government regarding the national action plans on environmental aspects.Keywords: Green Supply Chain Management (GSCM), pharmaceutical industry, environment
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA ISOLAT DAUN MUNDU (Garcinia dulcis) TERHADAP BAKTERI PATOGEN GRAM POSITIF Hady Anshory Tamhid; Triana Hertiani; Subagus Wahyuono
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KINERJA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X PURWOKERTO DITINJAU DARI PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL BALANCED SCORECARD “AVERAGE DISPENSARY TIME DAN WAKTU PEMBERIAN INFORMASI OBAT Fithria Dyah Ayu; Satibi Satibi; Achmad Fudholi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 10 No. 2 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss2.art2

Abstract

IFRS (Instalasi Farmasi Rumah Sakit) X Purwokerto adalah salah satu rumah sakit milik pemerintah yang bergerak pada pelayanan publik. IFRS X sebagai salah satu organisasi yang memasuki lingkungan industri kesehatan yang kompetitif harus dapat meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terintegrasi secara lebih efektif, efisien, dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bisnis internal IFRS X berdasarkan perspektif balanced scorecard, meliputi ratarata dispensing time, dan rata-rata waktu pemberian informasi obat. Desain penelitianini adalah cross sectional. Data kuantitatif didapatkan dari lembar observasi pada resep untuk rata-rata dispensing time
Formulasi dan evaluasi SNEDDS (Self Nanoemulsifying Drug Delivery System) ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai analgesik Bambang Hernawan Nugroho; Shesanthi Citrariana; Ita Nurma Sari; Reny Nadya Oktari; M Munawwarah
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol13.iss2.art5

Abstract

Intisari Latar belakang: SNEDDS dipilih karena dapat meningkatkan absorbsi obat yang memiliki kelarutan rendah didalam air seperti zat aktif yang berasal dari ekstrak tanaman.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu inovasi sediaan obat dengan memanfaatkan sistem penghantaran obat baru yang berupa Self Nanoemulsifiying Drug Delivery System (SNEDDS)menggunakan zat aktif ekstrak daun papaya (Carica Papaya L.) yang berkhasiat sebagai analgesik.Metode: SNEDDS ekstrak daun pepaya Carica Papaya L.) dibuat dengan metode high energy. ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi daun yang telah dikeringkan menggunakan etanol 96% kemudian ekstrak diuapkan dengan rotary evaporator hingga menjadi ekstrak pekat dan ditambahkan kedalam formulasi. Sediaan SNEDDS dibuat 4 formula dengan fase minyak isopropil miristat, surfaktan PEG 400, dan kosurfaktan tween 80 menggunakan teknik high energy. Evaluasi terhadap sediaan berupa ukuran partikel, persen transmitan, dan freeze thawing. Formulasi SNEDDS yang memiliki kesesuaian parameter evaluasi akan dilakukan pengujian terhadap aktivitas analgesiknya secara in vivo menggunakan mencit galur balb-c yang diinduksi asam asetat 1% kemudian hasil uji dibandingkan dengan aktivitas analgesik asam mefenamatHasil: Hasil uji memperlihatkan bahwa semua formula memiliki ukuran partikel <200nm dan persen transmitan >90%. Hasil uji aktivitas analgesik SNEDDS secara in-vivo menunjukan bahwa persen inhibisi nyeri rata-rata SNEDDS ekstrak daun pepaya adalah 94,55%.Kesimpulan: Formula SNEDDS ekstrak daun pepaya dari F4 memenuhi parameter stabilitas yang baik dengan ukuran partikel yang paling kecil yaitu 77,1 nm. Persen inhibisi nyeri dari SNEDDS ekstrak daun papaya pada mencit galur balb-c yang diinduksi asam asetat adalah 94,55%.Kata kunci : SNEDDS, Carica Papaya L., analgesik
UJI STABILITAS DAN UJI IRITASI PRIMER SEDIAAN KOSMETIK MIKROEMULSI VITAMIN C PALMITAT (ASCORBYL PAMITATE) Dimas Adhi Pradana; Bambang Hernawan Nugroho
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Ascorbyl palmitate is a derivative of ascorbic acid which has a more lipophilic propertis. Ascorbic acid as a hydrophilic compound in topical formulation has low penetration through the skin. Ascorbyl palmitate has better penetration through the skin than that of ascorbic acid. Problem of ascorbic acid and its derivatives that it has a low stability in topical formulation. Microemulsion may increase stability of drugs and have better penetration through the skin. Microemulsion has high surfactant concentration in the formula which followed irritation. The aim of this research was to evaluate stability and primary irritation ascorbyl palmitate microemulsion. Ascorbyl palmitate microemulsion was made by low energy process. Physical stability of microemulsion was examined for viscosity, phase separation and homogeneities. Stress testing was also performed to the  drug for hydrolisis (0.1 N HCl, water and 0.1 N NaOH) and oxidation (3% H2O2). Primary irritation test conducted with techniques on rabbits skin patch test. Rabbits were divided into 2 groups on the incision (n = 5) and not in the incision (n=5). Each group consisted of distilled water control, base control and treatment groups with dose variations 0.25 ml / inch, 0.50 ml / inch, 1 ml / inch and 2 ml / inch. Ascorbyl palmitate microemulsion change in colour, viscosity and pH values during storage at temperature of 25°C and of 40°C. The stability of microemulsion, ascorbyl palmitate underwent degradation by route of hydrolysis and by oxidation. Primary irritation index values obtained respectively 1.275, 1.825, 1.875 and 1.350.  Ascorbyl palmitate microemulsion produce irritation index slightly irritating. Keyword:  Ascorbil palmitate, mikroemulsion, stability, surfactan,skin irritation   Intisari Vitamin C memiliki beberapa turunan, antara lain berupa askorbil palmitat yang  memiliki kepolaran yang rendah, salah satu kendala dalam membuat sediaan vitamin C topikal adalah rendahnya stabilitas dan penetrasi ke dalam kulit. Mikroemulsi memiliki keunggulan antara lain mempunyai kestabilan yang baik, serta dapat meningkatkan penetrasi obat ke dalam kulit. Penelitian ini bertujuan mengetahui kestabilan mikroemulsi askorbil palmitat dan tingkat toksisitas dengan mengukur indeks iritasi pada kulit kelinci. Mikroemulsi askorbil palmitat dibuat dengan teknik low energy, dilakukan uji stabilitas fisik meliputi pH, visikositas, pemisahan fase dan homogenitasnya. Uji stabilitas kimia dilakukan dengan prosedur uji hidrolisis (0,1 N HCl, air dan 0,1 N NaOH) dan oksidasi (H2O2 3%). Uji iritasi primer dilakukan dengan teknik uji tempel pada kulit kelinci yang terbagi menjadi 2 kelompok yang di insisi (n=5) dan tidak di insisi (n=5).  Tiap kelompok terdiri dari kontrol akuades, kontrol basis dan perlakuan dengan variasi dosis pengolesan 0,25ml/inci, 0,50 ml/inci, 1 ml/inci dan 2 ml/inci. Hasil stabilitas fisik dari mikroemulsi mengalami perubahan pH, visikositas, warna dan homogenitas. Stabilitas kimia menunjukan askorbil palmitat mengalami degradasi secara hidrolisis dan secara oksidasi. Bedasarkan uji iritasi primer skor eritma dan edema pada kulit yang di insisi lebih besar daripada kulit yang tidak diinsisi, sedangkan berdasarkan dosis pengolesan didapatkan nilai indeks iritasi primer berturut-turut 1,275; 1,825; 1,875 dan 1,350 sehingga dapat disimpulkan sediaan tersebut memiliki indeks iritasi dengan kategori sedikit mengiritasi. Kata kunci : Askorbil palmitat, mikroemulsi, stabilitas, surfaktan, iritasi kulit

Page 2 of 27 | Total Record : 269