cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
Determination of antioxidant active fraction from ethanol extract of benalu leaves (Scurrula atropurpurea (Bl.) Denser) which grows on rambutan trees Sista Werdyani; Denda Suli Hartati; Pinus Jumaryatno
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss2.art3

Abstract

IntisariLatar belakang: Aktivitas antioksidan benalu dapat berbeda apabila inang yang ditumbuhi berbeda. Penelusuran senyawa aktif antioksidan pada benalu rambutan belum pernah dilakukan, padahal pohon rambutan diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.Tujuan: Mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam fraksi aktif dengan aktivitas antioksidan tertinggi dan menghitung aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH.Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom vakum (KCV). Uji kualitatif kandungan senyawa ekstrak dan fraksi selanjutnya dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dengan bantuan reagen semprot. Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi kemudian dihitung dengan metode DPPH.Hasil: Aktivitas antioksidan tertinggi adalah fraksi 5 dengan nilai IC50 7,211   ± 0,072. Kelompok senyawa pada fraksi 5 adalah flavonoid dan tannin. Kesimpulan: Senyawa aktif antioksidan dalam ekstrak etanol daun benalu rambutan terdapat dalam fraksi 5 dan diduga termasuk ke dalam golongan senyawa flavonoid dan atau tannin.  Kata kunci: Antioksidan, DPPH, benalu rambutan, Scurrula atropurpurea (Bl.) Denser Determination of Antioxidant Active Fraction from Ethanol Extract of Benalu Leaves (Scurrula atropurpurea (Bl.) Denser) which Grows on Rambutan TreesAbstractBackground: Antioxidant activity of benalu can be different if the overgrown host is different. The study for antioxidant active compounds in benalu which grows on rambutan trees has never been done, even though rambutan trees are known to have high antioxidant activity.Objective: to investigate the class of compounds contained in the active fraction with the highest antioxidant activity and to calculate their antioxidant activity using DPPH methods.Method: Extraction was carried out by maceration method and continued with fractionation using vacuum column chromatography (KCV). Qualitative tests of extract compound content and subsequent fractions were carried out by thin layer chromatography (TLC) method with the help of spray reagents. The antioxidant activity of extracts and fractions was then calculated using the DPPH method.Results: The highest antioxidant activity was fraction 5 with IC50 value 7.211 ± 0.072. The group of compounds in fraction 5 are flavonoids and tannins. Conclusion: The antioxidant active compounds in the ethanol extract of benalu which grows in rambutan were found in fraction 5 and were thought to belong to the class of flavonoids and or tannins. Keywords: antioxidant, DPPH, rambutan’s benalu, Scurrula atropurpurea (Bl.) Denser
POLA PENGGUNAAN OBAT UNTUK PENDERITAGAGAL GINJAL AKUT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 1997-2001 Hanifah, Suci
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 1 No. 1 (2004)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTDrug Utility Review for ARF’ patients of Internal Unit, Sardjito’s hospital was examed. Itinvolved 109 ARF’s patients. Medical Record Unit reported that this number was 0,12% of alldisese i.e. 93.445 case in 2001. The level was 93rdfrom 945 kind of disease. It was studied bynonanalitical descriptive design. using notes of Medical Record system. Collecting of data byretrospektive methode. This research was aimed to study the Drug Utility Review for ARF’spatients, especially to study ; drug variation included kind and class of drugs, route ofadministration, variation drug number, length of stay, and regimen dosage of drugs. To complete it,mortality persentaged was reported. The result of the study showed that ARF’s patients got somany variation of drugs. Using of antibiotic, diuretic, and electrolit was the most case. It conformedto Health Care Standard in Sardjito’s hospital. The others was aimed to simptomatical drugs i.e.antihypertensi, cardioasculer drugs, analgetic, antiemetic, multivitamin, laxan etc. It depended onsymptoms and complication of patients. Variation of number between 1-24. The average numberwas 7,7 drugs. It tended to use new generation of antibiotic and combinatins antibiotic, as indicatorof extravagant prescibing. Route of administratin by orally in most case and 38 % by injection.Injection route so indicate extravagant prescibing except on emergency care. The others used bysublingual and suppositoria. Length of stay averaged 12,52 days. Mortality persentaged was 22%.Key words : Drug Utility Review, ARF, Medical Record,Extravagant Prescribing
Kebutuhan pendidikan berkelanjutan apoteker puskesmas di Yogyakarta Yulianto Yulianto; Saepudin Saepudin; Hendrik Hendrik; Novi Dwi Rugiarti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol13.iss2.art1

Abstract

Latar belakang: Peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan pendidikan berkelanjutan merupakan upaya yang harus dilakukan oleh apoteker untuk terus mengimbangi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian. Topik-topik yang dikaji dalam kegiatan tersebut idealnya disesuaikan dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui topik pendidikan berkelanjutan yang diperlukan oleh apoteker yang berpraktek di puskesmas di Yogyakarta.Metode: Penelitian survey ini menggunakan kuesioner dengan pertanyaan utama tentang kebutuhan topik pendidikan berkelanjutan, yang dikembangkan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI.Hasil: Sebanyak 37 responden mengisi kuisoner dengan lengkap dengan sebagian besar responden adalah perempuan (97,3%), rentang usia kurang dari 30 tahun (65%), dan pengalaman bekerja di puskesmas kurang dari 3 tahun (68%). Penelitian ini mengidentikasi tiga topik terkait pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai yang sangat diperlukan adalah tentang pencatatan dan pelaporan (45,9%), pengendalian (43,2%), serta evaluasi proses pengelolaannya (36,4%). Sementara itu, 3 topik yang sangat diperlukan terkait pelayanan farmasi klinik adalah konseling obat (81,1%), komunikasi efektif dengan pasien (78,4%), serta pemberian informasi obat (73%). Tiga topik farmakoterapi yakni farmakoterapi penyakit kardiovaskular, penyakit infeksi bakteri, serta farmakoterapi gangguan otot dan sendi merupakan topik kategori sangat diperlukan oleh 64,9% responden.Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan topik tersebut dapat ditindaklanjuti baik oleh organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) maupun pihak puskesmas terkait program pengembangan SDM apoteker puskesmas.Kata kunci: apoteker, pelayanan kefarmasian, pendidikan berkelanjutan, puskesmas
Respon pengobatan pada pasien diare spesifik rawat inap di Rumah Sakit Swasta Provinsi Banten Chynthia Pradiftha Sari; Hilda Yunita Indriani; Yosi Febrianti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss1.art04

Abstract

 AbstractBackground: Specific diarrhea is one of the digestive system diseases that occurs in 1.8 million of the world's population characterized by the frequency of defecation, with liquid consistency, blood velocity.Objective: to invite the response of diarrhea excavation in patients with specific diarrhea hospitalization in Banten Province Private HospitalMethod: The study was conducted in a retrospective descriptive manner with cross-sectional design. Data was taken from 105 inpatients taken in medical records from 2013-2014. Subject data were take from adult patients 18-60 years with a specific diagnosis in the inpatient ward of Banten Province Private Hospital.Results: Distribution of subjects with the highest diarrhea age> 40 years in both men and women,> 30% of positive mucous blood stools about leukocytes. The most antidiarrheal types consisted of electrolyte fluid (71.4% Ringer Lactate), single anti diarrhea (attapulgite 52.38%), combination anti diarrhea (attapulgite and loperamide 18.09%), quinolone antibiotic (ciprofloxacin 21.9%). Treatment given to diarrhea patients.Conclusion: The treatment used is Ringer Lactate (RL), attapulgite, combination of attapulgite and loperamide, and ciprofloxacin responding well to the comparison of the frequency of diarrhea in patients with specific diarrhea in Banten Province Private Hospital.Keywords: Response to treatment, specific diarrhea, decrease frequency of diarrhea IntisariLatar belakang: Diare spesifik merupakan salah satu penyakit sistem pencernaan yang terjadi pada 1,8 juta penduduk dunia ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar, dengan konsistensi cair, disertai darah.Tujuan: Menilai respon penggobatan diare pada pasien diare spesifik rawat inap di RS Swasta provinsi BantenMetode: Penelitian dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan rancangan potong-lintang. Data diambil dari 105 pasien rawat inap yang tercantum dalam rekam medik tahun 2013-2014. Data subjek uji yang diambil meliputi usia pasien dewasa 18-60 tahun dengan diagnosa diare spesifik di bangsal rawat inap RS Swasta provinsi Banten.Hasil: Distribusi subjek uji diare spesifik terbanyak usia >40 tahun baik pada laki-laki dan perempuan, > 30% positif feses berlendir berdarah terdapat leukosit. Jenis antidiare terbanyak yang digunakan berupa cairan elektrolit (Ringer Laktat 71.4%), antidiare tunggal (attapulgite 52,38%), antidiare kombinasi (attapulgite dan loperamide 18,09%), antibiotik kuinolon (siprofloksasin 21,9%). Pengobatan yang diberikan pada pasien diare spesifik berespon baik terhadap penurunan frekuensi diare diamati dari mulai pasien masuk rumah sakit hingga pasien menyelesaikan pengobatan. Kesimpulan: Pengobatan yang digunakan yaitu Ringer Laktat (RL), attapulgite, kombinasi attapulgite dan loperamide, serta siprofloksasin berespon baik terhadap penurunan frekuensi diare pada pasien diare spesifik di RS Swasta Provinsi Banten. Kata kunci: Respon pengobatan, diare spesifik, penurunan frekuensi diare 
TERAPI MUAL MUNTAH PADA KEHAMILAN DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KLAS D Happy Elda Murdiana
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract 90% of pregnant women experience symptoms of nausea vomiting of pregnancy (NVP) in the first trimester of pregnancy. 2% women  increase to hyperemesis gravidarum (HG) is more severe NVP who started treatment at the hospital in extreme cases even cause death. More than 10% of pregnant women received pharmacotherapy for her  nausea vomiting. The American College of Obestetricans and Gynecologists (ACOG) recommends vitamin B6 as the first choice, but if the symptoms do not subside then replaced with doxylamin for selection of both. A third option promethazine or dimenhidrinat if doxylamin inadequate. Metoklorpamid or promethazin or Trimethobenzamid fourth option if the mother is not dehydrated, if the mother is dehydrated intervention Dextrosa fluid and NaCl or NaCl can be added Dimenhidritate or metokropamid or prometazine and if there is no reduction in symptoms is given Ondancetron.This study aims to determine the suitability of pharmacotherapy nausea and vomiting in pregnancy according to ACOG guidelines. This research was conducted with the kind of observational descriptive study. Data collection was performed by cross sectional form of secondary data outpatient medical records of pregnant women diagnosed with nausea and vomiting in the hospital Kahyangan. Descriptive data processing comparing antiemetic therapy with ACOG recommendations. Samples were obtained 51 patients. Pharmacotherapy nausea and vomiting that is given to the subject of this study according to ACOG ie 1.9% of vitamin B6, Domperidone, 70.5%, and 27.4% Ondancetron Keyword : Pharmacotherapy, nausea vomiting, outpatient Intisari Sembilan puluh persen ibu hamil mengalami gejala nausea vomiting  of pregnancy ( NVP)  pada trimester pertama kehamilan sampai 2% meningkat menjadi  hyperemesis gravidarum (HG)  yaitu NVP yang lebih parah  yang mengawali perawatan di rumah sakit bahkan  pada kasus ekstrim  menimbulkan kematian. Lebih dari 10% ibu hamil mendapat terapi untuk mual muntahnya. The American College of Obestetricans  and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan pilihan pertama adalah vitamin B6 jika gejala tidak reda maka diganti dengan doxylamin untuk pilihan keduanya. Pilihan ketiga promethazine atau dimenhidrinat jika doxylamin tidak adekuat. Metoklorpamid atau promethazin atau Trimethobenzamid merupakan pilihan ke empat jika ibu tidak mengalami dehidrasi, jika ibu mengalami dehidrasi intervensi cairan NaCL atau Dextrosa dan NaCl bisa ditambahkan Dimenhidritate atau metokropamid atau prometazine dan jika tidak ada pengurangan gejala diberikan Ondancetron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian terapi mula muntah pada kehamilan sesuai panduan ACOG. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian  deskriptif  observasional. Pengambilan data dilakukan secara cross sectional berupa data sekunder rekam medis pasien rawat jalan  ibu hamil yang didiagnosa mual muntah di rumah sakit Kahyangan. Pengolahan data deskriptif membandingkan terapi antiemetik dengan rekomendasi ACOG. Sampel yang didapat 51 pasien. terapi antimual pada penelitian ini sesuai dengan rekomendasi ACOG, pemberian vitamin B6 (1.9%) merupakan lini pertama, jika gejala tidak reda maka dipilih lini kedua yaitu golongan antagonis dopamine yang diberikan pada penelitian ini adalah domperidon 70.5%. Dinegara maju domperidon sudah tidak  beredar, tetapi akan diusahakan ada jika untuk terapi galaktogogue. Ondansetron diberikan pada 14 subjek penelitian (27.4%)  merupakan lini terakhir atau untuk terapi HG atau jika gejala mual muntah tidak bekurang. Farnakoterapi mual muntah yang diberikan pada subjek penelitian ini sesuai dengan ACOG yaitu vitamin B6 1.9%, Domperidon 70.5%, dan Ondancetron 27,4%. Kata kunci : terapi, mual muntah, pasien rawat jalan 
Formulasi serta uji aktivitas antioksidan masker peel off ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis F) dengan metode DPPH Devi Ratnasari; Ahsanal Kasasiah
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss2.art5

Abstract

Intisari Latar belakang : Daun sukun (Artocarpus altilis F) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat karena memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada kulit. Masker Peel Off adalah sediaan yang dioleskan pada kulit wajah dan terbentuk lapisan film yang tipis dan elastis. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk membuat formulasi sediaan masker peel-off  yang mengandung ekstrak etanol daun sukun. Metode : Proses ekstraksi dilakukan setelah terlebih dahulu mengetahui konsentrasi pelarut etanol yang mampu menarik flavonoid dalam jumlah yang lebih banyak. Formulasi sediaan masker peel off menggunakan konsentrasi 10% (FI), 20 % (FII) dan 40 % ( FIII).  Penentuan aktivitas antioksidan sediaan masker dilakukan dengan metode peredaman radikal DPPH.Hasil :  Hasil uji antioksidan menunjukan bahwa formula III memiliki aktivitas antioksidan paling besar yaitu 131,7742 µg/mL, diikuti dengan formula II sebesar 183,6459  µg/mL, dan formula I sebesar 274,9315 µg/mL.Kesimpulan : Formulasi masker peel-off dari ekstrak etanol daun sukun telah berhasil dikembangkan dan aktivitas antioksidan pada sediaan masih tinggi.Kata Kunci : Daun Sukun, Masker Peel Off, Antioksidan, FlavonoidPeel-off mask from the ethanolic extract of breadfruit leaves (Artocarpus altilis F): formulationand antioxidant activity test using DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl) assayAbstract  Background: The leaves of breadfruit (Artocarpus altilis F) contain a number of secondary metabolites, including flavonoids. Flavonoids have an antioxidant property, which can protect skin from free radicals. Peel-off mask is a preparation applied to the face that forms a thin, elastic film. Objective: This study aimed to formulate peel-off mask from the ethanolic extract of breadfruit leaves and to investigate the antioxidant activity.Methods: The extraction process was carried out after determining the concentration of ethanol solvent that could attract more flavonoids. Three formulations of peel-off mask were prepared with a variation of ethanolic extract concentration of 10% (FI), 20% (FII), and 40% (FIII). Determination of the antioxidant activity of mask preparations was conducted using the DPPH radical reduction method. Results: The antioxidant test showed that the formula with the greatest antioxidant activity of 131.7742 µg/mL was Formula III followed by Formula II with 183.6459 µg/mL, and formula I with 274.9315 µg/mL.Conclusion: The formulation of peel-off mask from the ethanolic extract of breadfruit leaves has been successfully developed, and the antioxidant activity remained high in the preparation.Keywords: Breadfruit leaves, peel-off mask, antioxidant, flavonoid
Studi potensi ubi kelapa (Dioscorea alata. L) sebagai bahan penghancur tablet Haeria Doloking; Nur Syamsi Dhuha; Pratiwi Ningsi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss1.art1

Abstract

IntisariLatar Belakang: Salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian produksi bahan baku farmasi Indonesia adalah dengan memanfaatkan pabrik sebagai sumber. Dioscorea alata L sebagai salah satu sumber pati perlu dipelajari untuk pengembangan potensial sebagai tablet disintegran.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pati Dioscorea alata L. dan mengetahui potensi sebagai bahan disintegran tablet.Metode: Analisis karakteristik meliputi proksimat, kandungan amilosa, morfologi granular, kristalinitas, kekuatan pengembangan, dan pengikatan kapasitas air. Studi potensial sebagai disintegran dilakukan dengan merumuskan tablet piroksikam menggunakan pati Dioscorea alata dibandingkan dengan pati jagung. Evaluasi sifat-sifat disintegran dilakukan dengan uji disintegrasi, uji kerapuhan, uji kekerasan, dan uji disolusi tablet.Hasil: Berdasarkan studi karakteristik pati Dioscorea alata L., kadar air, abu, protein, dan lemak masing-masing adalah 13,08%, 0,23%, 1,43%, dan 0,81%. Kemudian, Amilosa adalah 18,08%. Daya bengkak dan pengikatan kapasitas air menunjukkan 1,21 dan 3,31. Analisis morfologi granular menunjukkan bentuk ellipsoid dan bola. Kristal pati menunjukkan bentuk semikristal dengan pola kristal ortorombik. Uji disintegrasi tablet menunjukkan bahwa formula I dan II, memiliki waktu hancur 3,50 dan 4,25. Uji kelayakan formula I dan formula II adalah 0,011% dan 0,008%. Uji kekerasan Formula I dan Formula II menunjukkan 5kg dan 6kg. Uji disolusi Formula I dan Formula II menunjukkan 88,85% dan 85,58%.Kesimpulan: Dari hasil tersebut, pati Dioscorea alata L. berpotensi sebagai bahan penghancur tabletKata kunci: Dioscorea alata L., tablet, disintegrant, pati, bahan baku Potential Study of Ubi Kelapa (Dioscorea Alata. L) Starch as Tablet Desintegrant MaterialAbstract Background: One of the efforts to realize the sovereignty of Indonesia's pharmaceutical raw material production is to utilize the plant as a source. Dioscorea alata L as one of the starch sources needs to be studied for potential development as a tablet disintegrant.Objective: The aims of the research are to determine  the characteristic of Dioscorea alata L. starch and to find out the potential as tablet disintegrant material.Method: Characteristic analysis include are proximate, amylose content, granular morphology, crystallinity, swelling power, and water capacity binding. The potential study as disintegrant  was performed by formulating a piroxicam tablet using  Dioscorea alata starch compared to corn starch. Evaluation of the disintegrant properties was performed by disintegration test, friability test, hardness test, and dissolution test of the tablets.Results: Based on the characteristic study of Dioscorea alata L. starch, water, ash, protein, and fat contents are 13.08%, 0.23%, 1.43%, and 0.81%, respectively. Then, Amylose is 18.08%. Swelling power and water capacity binding  shows 1.21 and 3.31. Glanular morphology analysis shows ellipsoid and spherical form. The crystallinity of the starch shows as semicrystal form with orthorhombic crystal pattern. Tablet disintegration test shows that formula I and II, has disintegration time 3.50 and 4.25. Friability test of formula I and formula II is 0.011% and 0.008%. Hardness test of Formula I and Formula II shows 5kg and 6kg.  Dissolution test of Formula I and formula II shows 88.85% and 85.58%.Conclusion: Over the results, the Dioscorea alata L. starch has the potential as the tablet disintegrant materialKeywords: Dioscorea alata L., tablet, disintegrant, starch, raw material
PREPARASI NANOPARTIKEL GAMAVUTON-0 MENGGUNAKAN KITOSAN RANTAI PENDEK DAN TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI CROSS LINKER Wintari Taurina; Ronny Martien; Hilda Ismail
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 10 No. 2 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss2.art4

Abstract

Gamavuton-0 (GVT-0) adalah suatu senyawa hasil modifikasi molekul kurkumindengan potensi analgetika dan anti inflamas iyang terbukti cukup baik. Saat ini pemberian senyawa GVT-0 sangat terbatas melalui rute parenteral, karena rendahnya bioaviabilitas senyawa pada pemberian secara peroral. Hal ini disebabkan karena sifat-sifat fisikokimia GVT-0 yang tidak menguntungkan (hidrofilisitas, ukuran molekul, dan densitas muatan negatif) yang menyebabkan permeabilitasnya terhadap intestinal menjadi buruk. Keterbatasan tersebut dapat diatasi dengan sistem nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nanopartikel GVT-0 dengan pembawa kitosan rantai pendek sebagai sebuah sistem penghantaran obat per oral. Pada penelitian ini nanopartikel GVT-0 diformulasikan menggunakan metode ionik gelasi dengan penambahan tripolifosfat (TPP) yang bermuatan negatif. Nanopartikel akan dikarakterisasi menggunakan TEM dan PSA untuk melihat morfologi dan ukurannya, kemudian dilakukan uji Entrapment Efficiency. Selanjutnya dilakukan uji stabilitas di dalam HCl dan AIF. Nanopartikel GVT-0 yang dipreparasi mempunyai ukuran partikel ratarata antara 504,7 nm - 638,2 nm dan umumnya mempunyai bentuk sferik. Entrapment Efficiency yang diperoleh yaitu antara 30,27% - 71,63%. Nanopartikel GVT- 0 relatif stabil dalam HCl 0,1N pH 1 sampai jam ke-3 dengan stabilitas antara 53,03 - 83,56%, dan dalam AIF sampai jam ke-4 dengan stabilitas antara 63,08 - 97,08%. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa GVT-0 dan kitosan rantai pendek dapat dipreparasi menjadi nanopartikel GVT-0 yang stabil dalam AIF dan HCl 0,1N pH 1.
Uji efek antihiperglikemia ekstrak etanol 70% daun kecombrang (Etlingera elatior) pada tikus sprague dawley dengan penginduksi aloksan Afra Fitrianita; Yardi Yardi; Ahmad Musir
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss1.art02

Abstract

Intisari Latar belakang: Kecombrang  telah  diketahui  memiliki aktivitas  sebagai  inhibitor  a-glukosidase  secara  in  vitro. Tujuan: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  aktivitas  penurunan  kadar  glukosa  darah  dengan metode induksi aloksan ekstrak etanol 70% daun kecombrang. Metode: Pada metode induksi aloksan, hewan uji diinduksi aloksan dengan dosis 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Ekstrak etanol 70% daun kecombrang diberikan dengan variasi dosis yaitu 1 mg/kg BB, 10 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB selama 21 hari. Hasil: Hasil statistik pada uji dengan metode induksi aloksan menunjukkan kelompok dosis 1, 10 dan 100 mg/kg BB berbeda secara bermakna dengan kontrol negatif (p<0,05) dan tidak bebeda secara bermakna dengan kontrol positif (p<0,05). Ekstrak etanol 70% daun kecombrang dosis 100 mg/kg BB menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang terkuat dibandingkan dosis 1 dan 10 mg/kg BB dengan presentase penurunan glukosa darah mencapai 76,62% pada hari ke-21. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan ekstrak etanol 70% daun kecombrang memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi aloksan.Kata kunci : Kecombrang, antihiperglikemik, aloksan, ekstrak etanol
KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DENGAN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA PERIODE 2009-2013 Endang Sulistiyowatiningsih; Sebtia Nurul Hidayati; Yosi Febrianti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Heart disease is one of the leading cause of death in the world that can induce renal impairment. Aim of this study was to describe potential of drug interaction in treatment of heart failure with impaired renal function. Research conducted in Dr. Sardjito Hospital in Yogyakarta for hospitalized patient. This is a descriptive study with retrospective crosssectional research design from 2009-2013. The result showed 70 patients were eligible from total 119 patients. The most potential of drug interaction were furosemide and ACE inhibitor occured amongst 35 patients with level significance 3. Meanwhile, furosemide and aspirin were potentially happened in35 patients with level significance 5, furosemid and digoxin in 27 patients with level significance 1, aspirin and captopril in 25 patients with level significance 4. Keywords : heart failure, kidney failure, drug interactions Intisari Gagal jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia yang dapat meningkat dengan adanya gangguan pada ginjal. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan interaksi terapi potensialpada pasien gagal jantung dengan gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini dilakukan pada pasien yang menjalani rawat inap di RS Dr.Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi potong lintang dan pengambilan data dilakukan secara restrospektif tahun 2009 – 2013. Hasil penelitian menunjukkan 70 pasien memenuhi kriteria inklusi dari total subyek 119 pasien. Interaksi obat yang paling potensial terjadi adalah furosemid dan ACEI sebanyak 35 pasien dengan level signifikansi 3, furosemid dan aspirin pada 35 pasien dengan level signifikansi 5, furosemid dan digoksin dengan level signifikansi 1 serta aspirin dan kaptopril dengan level signifikansi 4. Kata kunci : gagal jantung, gagal ginjal, interaksi obat 

Page 4 of 27 | Total Record : 269